Font size
S
M
L
XL
WorksheetsKAP - Metodologi Pemeriksaan 2
Total questions: 86
Worksheet time: 1hrs 8mins
Name
Class
Date
1.
Yang termasuk kategori pengendalian umum pada Pengendalian dalam Lingkungan Teknologi Informasi antara lain adalah
a)
Administrasi dari fungsi TI, pemisahan tugas TI, pemisahan tugas pencatatan
b)
Pengendalian perangkat keras, pengembangan fisik, pengembangan sistem
c)
Pengembangan fisik, pengembangan sistem, rencana cadangan
d)
Rencana cadangan dan kontijensi, keamanan fisik dan online, pengembangan sistem
2.
Yang termasuk pada pengendalian aplikasi pada Pengendalian dalam Lingkungan Teknologi Informasi adalah
a)
Pengendalian software
b)
Pengendalian proses
c)
Pengendalian jaringan
d)
Rencana cadangan dan kontijensi
3.
Narasi siklus transaksi merupakan bentuk dokumentasi hasil pemahaman SPI. Narasi yang baik dapat menjelaskan sekurang-kurangnya mengenai beberapa hal berikut, kecuali …
a)
Disposisi atau tembusan atas semua dokumen dan catatan
b)
Sebagian pemrosesan yang terkait dengan transaksi
c)
Sumber dokumen dan pencatatan sistem
d)
Indikasi atas pengendalian yang relevan dengan penilaian resiko pengendalian
4.
Indikasi atas pengendalian yang relevan dengan penilaian resiko pengendalian dapat meliputi beberapa hal berikut, kecuali …
a)
Pengendalian Pemisahan tugas
b)
Pengendalian otorisasi dan pengesahan
c)
Pengendalian verifikasi internal
d)
Pengendalian Kerjasama tim
5.
Cara lain mendokumentasikan hasil pemahaman SPI adalah dengan menggunakan diagram alir. Berikut ini merupakan hal-hal tentang bagan alir yang membantu proses pendokumentasian tersebut, kecuali ...
a)
Bagan alir didokumentasikan dari bagan alir entitas
b)
Bagan alir mudah dibaca
c)
Bagan alir mudah dimutakhirkan
d)
Bagan alir memberikan informasi yang sama seperti narasi siklus
6.
Kategori hasil analisis tingkat kelemahan pengendalian, Kecuali
a)
Material
b)
Sistemik
c)
Signifikan
d)
Tidak Berdampak
7.
Apabila hasil dari penilaian awal RP diperoleh bahwa tingkat RP adalah tinggi, maka pemeriksa mempertimbangkan untuk melakukan
a)
pengujian substantif mendalam
b)
pengujian alternatif mendalam
c)
pemeriksaan Investigasi
d)
pengujian SPI mendalam
8.
jika hasil dari penilaian awal RP diperoleh bahwa RP adalah sedang atau rendah
a)
Pengujian Analitis
b)
Pengujian alternatif
c)
pengujian SPI
d)
pemeriksaan Investigasi
9.
Jika Tingkat Kelemahan Pengendalian Signifikan maka Nilai awal risiko pegendalian adalah
a)
Rendah
b)
Tinggi
c)
Baik-baik Saja
d)
Sedang
10.
Risiko Pengendalian hasil pengujian digunakan untuk menentukan....., kecuali:
a)
sifat pengujian substantif
b)
saat pengujian substantif
c)
jenis pengujian substantif
d)
lingkup pengujian substantif
11.
Uji pengendalian dapat dilakukan setiap dua tahun sekali, apabila....., kecuali:
a)
Secara keseluruhan SPI nya bagus
b)
Tingkat risiko pengendaliannya sedang
c)
Tidak terdapat perubahan atas SPI
d)
Tingkat risiko pengendaliannya rendah
12.
Langkah-langkah yang dilakukan pemeriksa dalam menguji SPI adalah sebagai berikut, kecuali:
a)
Merancang uji pengendalian
b)
Menguji pengendalian
c)
Mendokumentasikan hasil pengujian
d)
Melaporkan secara berjenjang
13.
Dalam melakukan pemahaman SPI, manfaat temuan pemeriksaan sebelumnya untuk pemeriksa adalah
a)
Memberi nilai akhir tingkat risiko pengendalian
b)
Memberi gambaran mengenai kondisi SPI tahun laporan keuangan yang diperiksa
c)
Sebagai bahan penyusunan temuan pemeriksaan tahun berjalan
d)
Sebagai bahan diskusi awal dengan auditee
14.
Yang tidak termasuk kegiatan dalam tahap pemahaman SPI dalam pemeriksaan keuangan
a)
Mengidentifikasi pengendalian yang ada
b)
Mengidentifikasi kelemahan pengendalian
c)
Menentukan tingkat kelemahan pengendalian;
d)
Menentukan nilai akhir risiko pengendalian
15.
Kuesioner SPI yang dapat digunakan pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan keuangan
a)
Kuesioner SPI level entitas
b)
Kuesioner SPI level siklus transaksi/aktivitas
c)
a dan b benar
d)
a dan b salah
16.
Apabila SPI yang akan diuji adalah sangat efektif, maka metode uji petik atribut yang tepat digunakan adalah:
a)
Fixed Sample Size
b)
Sequential
c)
Discovery
d)
Non Statistika
17.
Apa yang menjadi Pertimbangan pemeriksa dalam memutuskan penggunaan uji petik secara statistika atau non statistika:
a)
Lingkup audit
b)
Risiko Audit
c)
Waktu Penugasan
d)
Biaya dan Manfaat
18.
Berikut data dan informasi yang digunakan pemeriksa dalam memahami SPI entitas, kecuali ?
a)
Struktur organisasi
b)
Kebijakan akuntansi
c)
Laporan hasil pemeriksaan tahun sebelumnya beserta tindak lanjut atas temuan
d)
Kuisoner SPI
19.
Kuesioner SPI meliputi lima komponen pengendalian yang
dikembangkan oleh Committee of Sponsoring Organizations of The Treadway Commission
(COSO). Kuisioner tersebut termasuk dalam jenis kuisioner ?
a)
Kuesioner SPI pada level entitas
b)
kuesioner SPI pada level siklus transaksi
c)
kuesioner SPI pada level siklus laporan keuangan
d)
kuesioner SPI pada level siklus penjualan
20.
Penentuan tingkat kelemahan pengendalian dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut, kecuali
a)
Mempertimbangkan Keberadaan Pengendali Pengganti
b)
Menentukan Potensi Terjadinya Salah Saji
c)
Menentukan tingkat kelemahan pengendalian
d)
Menentukan tingkat materialitas akun
21.
Jika tingkat pengaruh kelemahan pengendalian terhadap salah saji dalam laporan keuangan adalah Material, maka tingkat kelemahan pengendalian internal adalah:
a)
MATERIAL, jika kemungkinan terjadinya kecil
b)
SIGNIFIKAN, jika kemungkinan terjadinya kecil
c)
SIGNIFIKAN, jika kemungkinan terjadinya besar
d)
TIDAK BERDAMPAK, jika kemungkinan terjadinya kecil
22.
Hasil pemahaman pemeriksa atas desain dan implementasi SPI, didokumentasikan dalam KKP yang memuat, antara lain:
a)
Informasi desain dan implementasi SPI
b)
efektivitas desain
c)
implementasi SPI
d)
benar semua
23.
Teknik yang dapat digunakan dalam mengevaluasi implementasi SPI entitas, kecuali
a)
wawancara
b)
Menelaah dokumen dan catatan
c)
Melakukan observasi dan walkthrough atas siklus transaksi
d)
studi banding
24.
Evaluasi atas hasil pengujian dan penentuan ukuran sampel sequential (jika diperlukan) dilakukan dengan cara:
a)
Menghitung faktor risiko risk factor)
b)
Menghitung achieved UPL
c)
Evaluasi hasil dan menentukan ukuran sampel sequential
d)
a, b, c benar
25.
Cara menghitung Achieved UPL adalah:
a)
faktor risiko dibagi dengan jumlah sampel
b)
faktor risiko dibagi dengan tingkat toleransi
c)
a dan b benar
d)
a dan b salah
26.
Manakah yang bukan merupakan pengendalian umum terkait penggunaan TI
a)
Pemisahan Tugas TI
b)
Keamanan Fisik dan Online
c)
Pengendalian Perangkat Lunak
d)
Rencana Cadangan (back up) dan kontinjensi
27.
Berikut ini yang termasuk pengendalian Khusus terkait penggunaan TI, kecuali:
a)
Pengendalian Proses
b)
Pengendalian Masukan
c)
Pengendalian Keluaran
d)
Pengendalian Akses
28.
Langkah-langkah dalam metode uji petik statistika sequential (stop or go) yang tepat adalah:
a)
Menentukan ukuran sampel - Pengujian sampel - Pemilihan sampel - Evaluasi hasil dan penentuan ukuran sampel sequential
b)
Menentukan ukuran sampel - Pemilihan sampel - Pengujian sampel - Evaluasi hasil dan penentuan ukuran sampel sequential
c)
Pemilihan sampel - Menentukan ukuran sampel - Pengujian sampel - Evaluasi hasil dan penentuan ukuran sampel sequential
d)
Menentukan ukuran sampel - Pemilihan sampel - Evaluasi hasil dan penentuan ukuran sampel sequential - Pengujian sampel
29.
Salah satu tahapan dalam mengevaluasi hasil dan penentuan ukuran sampel sequential, adalah menghitung achieved Upper Precison Limit (UPL) yang dihitung dengan …….
a)
Mengalikan faktor risiko dengan jumlah sampel
b)
Membagi jumlah sampel dengan faktor risiko
c)
Membagi faktor risiko dengan jumlah sampel
d)
Membagi faktor risiko dengan tingkat toleransi
30.
Dalam melakukan pemeriksaan keuangan, penilaian atas efektivitas SPI bertujuan untuk:
a)
mengidentifikasi kemungkinan salah saji dan merancang pengujian substantif
b)
menentukan area kunci
c)
menentukan fokus pemeriksaan
d)
a, b, c benar semua
31.
Efektivitas desain pengendalian internal diukur dari:
a)
Perancangan pengendalian internal entitas oleh ahli yang kompeten dan profesional
b)
Kemampuan desain tersebut dalam mencegah, mendeteksi, dan mengoreksi salah saji material dalam laporan keuangan
c)
Kemampuan anggota organisasi memahami desain pengendalian internal entitas
d)
Kemampuan desain tersebut dalam mengurangi tingkat risiko bawaan suatu akun/ siklus
32.
Sistem Pengendalian Internal (SPI) adalah suatu proses integral yang didesain dan diimplementasikan oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai terhadap pencapaian tujuan entitas terkait dengan, kecuali:
a)
Efektivitas dan efisiensi operasi
b)
Keandalan dari laporan keuangan
c)
Pelaksanaan wewenang dan strategi entitas
d)
Pengamanan aset
33.
Berikut ini yang bukan merupakan faktor pembentuk lingkungan pengendalian adalah:
a)
Struktur Organisasi_x000B_
b)
Penilaian dan Mitigasi Risiko
c)
Penegakan Integritas dan Nilai Etika
d)
Komitmen terhadap Kompetensi
34.
Penilaian risiko adalah identifikasi dan analisis atas risiko-risiko dalam mencapai tujuan, sebagai dasar untuk menentukan langkah dalam menangani risiko tersebut yang harus dilakukan dengan memahami di antaranya yang paling tepat yaitu:
a)
Struktur Organisasi, Tujuan pada Tingkat Entitas, Kebijakan Sumber Daya Manusia dan Penerapannya
b)
Identifikasi Risiko, Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab, dan Keberadaan kebijakan dan prosedur yang tepat
c)
Tujuan pada Tingkat Aktivitas, Mengelola Perubahan yang Berpengaruh pada Entitas, dan Identifikasi Risiko
d)
Efektivitas pelaksanaan dari aktivitas pengendalian, Dukungan pimpinan entitas, dan Identifikasi Risiko
35.
Dalam komponen COSO, aktivitas-aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang menjamin bahwa arahan pimpinan entitas dilaksanakan, aktivitas tersebut meliputi aktivitas antara lain sebagai berikut, kecuali:
a)
Persetujuan
(approvals), Verifikasi (verification), Pemisahan tugas (segregation of duties)
b)
Informasi dan Komunikasi (Information and Communication), Evaluasi Terpisah (Separate Evaluation), dan Siklus transaksi
(classess of transactions),
c)
rekonsiliasi
(reconciliation), pengendalian fisik atas aset dan catatan/data (physical control over assets and
records), penilaian kinerja yang independen (independent checks on performance)
d)
Kecukupan dokumen dan catatan/data (adequate documents and
records), Dan otorisasi (authorizations
36.
Dalam mengelola perubahan yang berpengaruh pada entitas, beberapa perubahan yang langsung berpengaruh terhadap pelaporan keuangan antara lain, kecuali:
a)
Penggunaan prosedur akuntansi baru
b)
Perubahan sistem teknologi informasi akuntansi yang digunakan
c)
Perubahan standar akuntansi
d)
Perubahan informasi yang disampaikan kepada pegawai
37.
Faktor yang dipertimbangkan dalam menilai aktivitas pengendalian adalah:
a)
Keberadaan kebijakan dan prosedur yang tepat atas aktivitas entitas dan efektivitas pelaksanaan dari aktivitas pengendalian
b)
Informasi yang relevan dengan tujuan entitas yang bersumber dari internal dan
eksternal disampaikan kepada manajemen dan dukungan pimpinan entitas terhadap pembangunan sistem informasi
c)
Pemberian tanggung jawab, pendelegasian wewenang dan penyusunan kebijakan, serta tujuan yang ingin
dicapai entitas serta strategi-strategi yang disusun
d)
Pelaporan Kelemahan kepada Komite Audit dan atau Aparat Pengawasan Internal dan identifikasi atas perubahan yang berasal dari internal dan eksternal entitas
38.
Berikut ini yang TIDAK termasuk hal yang harus dilakukan terkait dengan informasi adalah:
a)
Informasi yang relevan dengan tujuan entitas yang bersumber dari internal dan
eksternal disampaikan kepada manajemen
b)
Informasi disampaikan kepada pegawai secara rinci, jelas, dan tepat waktu agar
mereka dapat menjalankan kewajibannya secara efisien dan efektif
c)
Menyediakan arus informasi penting, menjelaskan wewenang dan tanggung jawab, serta
hubungan pelaporan dalam organisasi
d)
Dukungan pimpinan entitas terhadap pembangunan sistem informasi yang diperlukan ditunjukkan dengan komitmen penyediaan sumber daya manusia dan
dana
39.
Asersi manajemen diklasifikasikan dalam tiga kategori, Kecuali
a)
Asersi-asersi mengenai siklus transaksi dan kejadian selama periode laporan keuangan yang diperiksa
b)
Asersi-asersi mengenai saldo akun pada akhir periode laporan keuangan yang diperiksa
c)
Asersi-asersi mengenai resiko-resiko akun pada Laporan keuangan yang sedang diperiksa
d)
Asersi-asersi mengenai penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan
40.
“Bahwa semua transfer informasi dari data rekaman transaksi pada jurnal ke sub akun dan buku besar adalah akurat”, merupakan pengertian dari asersi?
a)
Occurrence
b)
Completeness
c)
posting and summary
d)
classification
41.
Penentuan tingkat kelemahan pengendalian dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut, KECUALI:
a)
Menentukan nilai awal risiko pengendalian
b)
Mempertimbangkan keberadaan pengendali pengganti
c)
Menentukan Potensi Terjadinya Salah Saji
d)
Mempertimbangkan keberadaan compensating control
42.
Tingkat kelemahan pengendalian internal dinilai Signifikan, bila:
a)
Tingkat pengaruh kelemahan pengendalian terhadap salah saji dalam laporan keuangan TIDAK MATERIAL dan Kemungkinan terjadi nya BESAR
b)
Tingkat pengaruh kelemahan pengendalian terhadap salah saji dalam laporan keuangan TIDAK MATERIAL dan kemungkinan terjadinya KECIL
c)
Tingkat pengaruh kelemahan pengendalian terhadap salah saji dalam laporan keuangan MATERIAL dan Kemungkinan terjadi nya BESAR
d)
a dan b benar
43.
Uji petik secara nonstatistika dapat menggunakan baik pemilihan sampel secara probabilistik maupun nonprobabilistik. Yang bukan termasuk pemilihan sampel secara nonprobabilistik adalah
a)
haphazard
b)
quota
c)
Simple Random
d)
block sampling
44.
Langkah-langkah dalam merancang pengujian pengendalian, baik uji petik secara non statistika maupun statistika pada umumnya sama, yaitu kecuali
a)
Menentukan tujuan pengujian pengendalian
b)
Mendefinisikan populasi dan unit sampel
c)
Menetapkan tingkat toleransi (Tolerable Rate)
d)
Menentukan tingkat reliabilitas/ tingkat keyakinan
45.
Ciri pemeriksa yang memegang nilai independensi adalah, Kecuali
a)
Netral dan tidak memihak
b)
tidak dipengaruhi oleh prasangka
c)
tidak dipengaruhi oleh prasangka
d)
tegas dalam menerapkan prinsip
46.
Bersikap tegas dalam menerapkan prinsip, nilai dan keputusan, bersikap jujur dan terus terang tanpa harus mengorbankan rahasia pihak yang diperiksa merupakan ciri pemeriksa yang memegang nilai:
a)
Independensi
b)
Komitmen
c)
Integritas
d)
profesionalisme
47.
Ciri-ciri pemeriksa yang memegang nilai profesionalisme antara lain
a)
hati-hati, teliti dan cermat, menyimpan rahasia jabatan negara atau jabatan
b)
tidak menerima pemberian dari entitas, tegas, jujur dan terus terang
c)
netral dan tidak memihak, menghindari conflict of interest
d)
tidak tunduk pada tekanan orang lain, tidak dipengaruhi oleh prasangka dan jujur
48.
Tool pengukuran mandiri atas tingkat kerentanan
(risiko terjadinya pelanggaran) dan kematangan pengendaliannya merupakan
a)
IntoSAIN
b)
InstoSaint
c)
IntoSAINT
d)
INTOSaint
49.
Organisasi yang dikembangkan oleh ARK Belanda yang mengadopsi prinsip-prinsip pengendalian integritas yang ada di Uni Eropa (UE) dan United Nations (UN) adalah
a)
International Standard of Supreme Audit Institution
b)
International Standard or Supreme Audit Institution
c)
International Substance of Supreme Audit Institution
d)
International Committee of Supreme Audit Institution
50.
Pengendalian Integritas terdiri dari
a)
Pengendalian resesif, optimal dan umum
b)
Pengendalian reaktif, subversif dan umum
c)
Pengendalian reaktif, preventif dan umum
d)
Pengendalian substantif, pengendalian dan pemahaman entitas
51.
Contoh pengendalian preventif adalah
a)
kesadaran integritas
b)
kerangka hukum BPK
c)
Akuntabilitas dan Transaparansi
d)
Rekrutmen dan seleksi
52.
Contoh pengendalian reaktif yaitu, kecuali:
a)
kerangka hukum BPK
b)
konflik kepentingan
c)
keamanan
d)
analisis kerantanan/risiko
53.
Contoh pengendalian umum yaitu
a)
respon terhadap pelanggaran integritas
b)
pertanggungjawaban
c)
integritas dalam organisasi
d)
sikap manajemen
54.
Pernyataan di bawah ini terkait dengan Risiko Pengendalian (RP) Siklus adalah BENAR, KECUALI:
a)
Jika nilai awal RP seluruh asersi suatu siklus yang dinilai adalah tinggi (atau sedang), maka tingkat RP siklus ditentukan setelah dilakukan uji pengendalian atas aserasi tersebut
b)
Jika nilai awal RP dari asersi beragam dan terdapat asersi yang perlu dilakukan uji pengendalian, maka tingkat RP siklus ditentukan setelah dilakukan uji pengendalian atas aserasi tersebut
c)
Jika nilai awal RP seluruh asersi suatu siklus yang dinilai adalah tinggi (atau sedang) dan tidak perlu dilakukan uji pengendalian maka pemeriksa dapat langsung menilai RP Siklusnya
d)
Total skor RP siklus merupakan akumulasi dari seluruh skor RP tiap asersi dan penentuannya dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif
55.
Jika hasil dari pemahaman dan pengujian SPI menunjukkan bahwa Risiko Pengendalian atas suatu siklus transaksi adalah tinggi, maka:
a)
Pemeriksa mempertimbangkan untuk melakukan pengujian substantif terbatas
b)
Pemeriksa mempertimbangkan untuk melakukan pengujian substantif mendalam atas akun-akun terkait.
c)
A dan B BENAR
d)
A dan B SALAH
56.
Dalam mengevaluasi deviasi yang ditemukan setelah melakukan pengujian pengendalian, pemeriksa harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu
a)
Metode penentuan jumlah sampel
b)
Risiko yang mungkin muncul
c)
Sifat dan penyebab
d)
Tujuan uji pengendalian
57.
dalam pendokumentasian hasil pengujian pengendalian, harus meliputi beberapa hal, kecuali
a)
Metode penentuan jumlah sampel
b)
Tujuan uji pengendalian
c)
Evaluasi hasil pengujian sampel dan kesimpulan
d)
Efeknya terhadap prosedur pemeriksaan
58.
Jika pada satu asersi ditemukan lebih dari satu kelemahan pengendalian, maka penentuan tingkat kelemahan pengendalian didasarkan pada?
a)
Tingkat Kelemahan Rata-rata
b)
Tingkat Kelemahan Tertinggi
c)
Tingkat Kelemahan Terendah
d)
Tingkat Kelemahan Terbanyak
59.
Berikut adalah acuan dalam menentukan nilai awal risiko pengendalian (RP), kecuali
a)
Jika tingkat kelemahan pengendalian adalah MATERIAL, maka nilai awal RP adalah TINGGI
b)
Jika tingkat kelemahan pengendalian TIDAK SIGNIFIKAN, maka RP adalah RENDAH
c)
Jika tingkat kelemahan pengendalian adalah SIGNIFIKAN, maka RP adalah SEDANG
d)
Jika tingkat kelemahan pengendalian TIDAK BERDAMPAK, maka RP adalah RENDAH
60.
Dalam menetapkan tingkat toleransi (tolerable rate) berapakah nilai toleransi kesalahan yang diterima ketika hasil penilaian awal resiko pengendalian adalah sedang
a)
0-7%
b)
6-20%
c)
21-25%
d)
Tidak dilakukan uji pendendalian
61.
Dalam pemilihan sampel secara probabilistik, pemeriksa dapat menggunakan beberapa teknik pemilihan sampel diantaranya
a)
Acak sederhana (simple random)
b)
Program random komputer (Ms.Excell/ ACL/ Software lain)
c)
Daftar/ tabel angka acak
d)
Semuanya benar
62.
Dalam menentukan tingkat Risiko Pengendalian siklus, jika nilai awal Risiko Pengendalian dari asersi beragam dan terdapat asersi yang perlu dilakukan uji pengendalian, maka…
a)
Tingkat RP siklus dapat langsung ditentukan
b)
Tingkat RP siklus ditentukan sebelum dilakukan uji pengendalian atas aserasi tersebut
c)
Tingkat RP siklus ditentukan setelah dilakukan uji pengendalian atas aserasi tersebut
d)
Semua jawaban benar
63.
Pada siklus Pengeluaran Kas - Belanja Modal, tingkat Risiko Pengendalian untuk asersi berikut adalah tinggi, kecuali untuk asersi …
a)
Keterjadian
b)
Kelengkapan
c)
Akurasi
d)
Klasifikasi
64.
Kesimpulan yang didapatkan oleh pemeriksa jika jumlah
deviasi atau kesalahan yang ditemukan dalam sampel melebihi dugaan kesalahan populasi adalah
a)
hasil pengujian mendukung penilaian awal RP (artinya SPI tidak efektif)
b)
hasil pengujian tidak mendukung penilaian awal RP (artinya SPI tidak efektif)
c)
hasil pengujian tidak mendukung penilaian awal RP (artinya SPI efektif)
d)
hasil pengujian mendukung penilaian awal RP (artinya SPI efektif)
65.
Dalam menentukan ukuran sampel dengan menggunakan metode non statistika, pemeriksa hanya perlu menentukan dalam jumlah ukuran sebagai berikut, kecuali:
a)
tidak mengambil sampel
b)
sedikit
c)
sedang
d)
banyak
66.
Teknik pemilihan sampel yang dapat digunakan jika pemeriksa menggunakan metode uji petik secara non statistika, kecuali
a)
haphazard
b)
professional judgement
c)
sequential
d)
block sampling
67.
Yang tidak termasuk dalam pengendalian umum adalah...
a)
Administrasi dari Fungsi TI
b)
Pengendalian Perangkat Keras
c)
Pengembangan Data Informasi
d)
Keamanan Fisik dan Online
68.
Yang termasuk dalam pengendalian aplikasi, kecuali....
a)
Input Controls
b)
Processing Controls
c)
Outcome Control
d)
Output Controls
69.
Pengendalian umum adalah...
a)
pengendalian yang dioperasikan secara menyeluruh untuk menyakinkan bahwa sistem komputer yang digunakan entitas aman dan stabil sehingga tujuan pengendalian internal secara keseluruhan dapat tercapai.
b)
pengendalian yang dioperasikan secara menyeluruh untuk menyakinkan bahwa sistem komputer yang digunakan entitas aman dan stabil sehingga diperoleh tingkat keyakinan yang cukup memadai bahwa tujuan pengendalian internal secara keseluruhan dapat tercapai.
c)
pengendalian yang dioperasikan secara menyeluruh untuk menyakinkan bahwa sistem komputer yang digunakan entitas stabil dan dikelola dengan baik sehingga diperoleh tingkat keyakinan yang memadai bahwa tujuan pengendalian internal secara keseluruhan dapat tercapai.
d)
pengendalian yang dioperasikan secara menyeluruh untuk menyakinkan bahwa sistem komputer yang digunakan entitas stabil dan dikelola dengan baik sehingga diperoleh tingkat keyakinan yang cukup memadai bahwa tujuan pengendalian internal secara keseluruhan dapat tercapai.
70.
Berikut adalah teknik pemilihan sampel yang digunakan jika pemeriksa menggunakan metode uji
petik secara non statistika, kecuali
a)
Random
b)
Haphazard
c)
Block Sampling
d)
Discovery
71.
Berikut adalah teknik pemilihan sampel yang digunakan jika pemeriksa menggunakan metode uji non statistika
a)
Quota
b)
Discovery
c)
Sequential atau sop or go
d)
Fixed Sample Size
72.
Setelah ukuran sampel sequential 2 ditentukan, maka langkah selanjutnya, adalah, kecuali
a)
Menghitung faktor risiko
b)
Menghitung Achieved UPL
c)
Menilai risiko pengendalian
d)
Evaluasi hasil sama dengan sebelumnya
73.
Apabila bila UPL ≤ tingkat toleransi maka disimpulkan bahwa
a)
Pengujian substansi harus mendalam
b)
Sampling harus di perluas
c)
Pengendalian Tidak efektif
d)
Pengendalian Efektif
74.
Berikut langkah-langkah dalam menentukan RP siklus, kecuali
adalah:
a)
Memutakhirkan RP setiap asersi yang diuji jika tingkat RP hasil uji pengendalian berbeda dengan nilai awal RP
b)
Mengkualifikasikan RP pada setiap asersi berdasarkan penilaian Auditor
c)
Memberikan skor RP tiap asersi yang diuji serta total skor RP; dan
d)
Menentukan tingkat RP siklus secara kualitatif dan kuantitatif.
75.
Apa yang harus dilakukan pemeriksa pada tingkat RP tiap asersi yang diuji berdasarkan hasil uji
pengendalian
a)
Menambah tingkat RP
b)
Memutakhirkan tingkat RP
c)
Memperluas tingkat RP
d)
Menyajikan tingkat RP
76.
Pengujian substantif yang dilakukan secara bersamaan saat melakukan pengujian atas pengendalian internal sering
dinamakan pengujian
a)
Pengujian dengan tujuan campuran
b)
Pengujian dengan tujuan berkesinambungan
c)
Pengujian dengan tujuan ganda
d)
Pengujian dengan tujuan bertingkat
77.
prosedur yang dilakukan untuk menguji adanya salah saji yang dapat
memengaruhi kewajaran laporan keuangan adalah
a)
Pengujian Subjektif
b)
Pengujian Ganda
c)
Pengujian Subtantif
d)
Pengendalian Subtantif
78.
Pengendalian terkait penggunaan TI dalam sistem akuntansi entitas dibagi menjadi dua yaitu
a)
Pengendalian Hardware dan Software
b)
Pengendalian
umum dan Pengendalian Khusus
c)
Pengendalian
umum dan Pengendalian Aplikasi
d)
Pengendalian
Hardware dan Pengendalian Aplikasi
79.
Atas kelemahan pengendalian yang teridentifikasi, pemeriksa kemudian menentukan tingkat kelemahan pengendalian tersebut. Penentuan tingkat kelemahan pengendalian dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut, kecuali
a)
Menentukan Potensi Terjadinya Salah Saji
b)
Mempertimbangkan tingkat pengendalian entitas
c)
Mempertimbangkan Keberadaan Pengendali Pengganti (Compensating Controls)
d)
Menentukan tingkat kelemahan pengendalian
80.
Dalam menentukan tingkat kelemahan pengendalian, Jika tingkat pengaruh kelemahan pengendalian terhadap salah saji dalam laporan keuangan adalah Material, maka tingkat kelemahan pengendalian internal adalah?
a)
SIGNIFIKAN, jika kemungkinan terjadinya BESAR
b)
TIDAK BERDAMPAK, jika kemungkinan terjadinya KECIL
c)
SIGNIFIKAN, jika kemungkinan terjadinya KECIL.
d)
MATERIAL, jika kemungkinan terjadinya KECIL
81.
Langkah-langkah dalam menentukan ukuran sampel dalam metode Fixed Sample Size diantaranya adalah, kecuali
a)
Menetapkan tingkat toleransi
b)
Menentukan tingkat reliabilitas/ tingkat keyakinan
c)
Menentukan tingkat ekspektasi kesalahan
d)
Menghitung faktor risiko
82.
Tingkat kesalahan yang diduga akan ditemukan oleh pemeriksa dalam populasi disebut
a)
tolerable rate
b)
Sequential
c)
Achieved Upper Precission Limit
d)
expected deviation rate
83.
Matriks Risiko Pengendalian (MRP) berisi hal-hal sebagai berikut, kecuali:
a)
kelemahan pengendalian
b)
asersi manajemen
c)
jenis kecurangan potensial
d)
tingkat kelemahan pengendalian
84.
Tahapan selanjutnya setelah pengendalian-pengendalian yang ada teridentifikasi adalah:
a)
melaksanakan prosedur alternatif akun terkait
b)
melaksanakan uji substantif akun terkait
c)
penilaian risiko yang mungkin terjadi
d)
menganalisis asersi yang didukung pengendalian
85.
Pemeriksa Mendokumentasikan hasil pemahaman SPI dalam bentuk, kecuali
a)
Narasi Siklus Transaksi
b)
Bagan Alir (Flowchart) Siklus Transaksi
c)
Kuesioner SPI
d)
Berita Acara Wawancara
86.
Narasi yang baik dapat menjelaskan sekurang-kurangnya yaitu, kecuali
a)
Sumber dokumen dan pencatatan ke dalam sistem
b)
seluruh pemrosesan yang terkait dengan transaksi
c)
Disposisi atau tembusan atas semua dokumen dan catatan
d)
reperformansi atas dokumen bukti audit yang diperoleh
Reset
