WorksheetsRPL (2)
Total questions: 50
Worksheet time: 17mins
Reaksi hipersensitivitas tipe I terutama dimediasi oleh:
Sel T sitotoksik
Komplemen
IgE
IgM
Histamin dilepaskan oleh sel:
Limfosit B
Neutrofil
Makrofag
Sel mast
Contoh penyakit yang termasuk reaksi hipersensitivitas tipe IV adalah:
Anafilaksis
Lupus eritematosus sistemik
Tuberkulosis
Penyakit serum
Alergi terhadap serbuk sari merupakan bentuk dari:
Hipersensitivitas tipe I
Hipersensitivitas tipe II
Hipersensitivitas tipe III
Hipersensitivitas tipe IV
Hipersensitivitas tipe II ditandai dengan:
Aktivasi IgE dan pelepasan histamin
Reaksi antigen-antibodi dan aktivasi komplemen
Pengendapan kompleks imun
Aktivasi sel T
Penyakit autoimun seperti anemia hemolitik autoimun termasuk reaksi hipersensitivitas tipe:
I
II
III
IV
Uji kulit (skin prick test) digunakan untuk mendeteksi:
Antibodi IgG
Reaksi hipersensitivitas tipe IV
Alergi IgE spesifik
Aktivitas komplemen
Edema dan bronkospasme pada reaksi anafilaksis disebabkan oleh:
Produksi IL-2
Aktivasi komplemen
Pelepasan histamin
Aktivasi limfosit T
Hipersensitivitas tipe III dapat menyebabkan:
Anafilaksis
Reaksi penolakan transplantasi
Glomerulonefritis
Penyakit alergi makanan
Reaksi hipersensitivitas tipe IV terjadi setelah:
Hitungan detik
1–2 jam
3–8 jam
24–72 jam
Sel imun utama yang berperan dalam imunosurveillance terhadap sel tumor adalah:
Sel B
Sel T helper
Sel NK
Eosinofil
Antigen yang hanya ditemukan pada sel tumor dan bukan pada sel normal disebut:
Antigen virus
Tumor-associated antigen
Tumor-specific antigen
Self-antigen
Mekanisme tumor untuk menghindari deteksi sistem imun adalah:
Ekspresi MHC-I berlebihan
Mengaktifkan sel NK
Menurunkan ekspresi MHC-I
Menurunkan ekspresi CD8
Peran utama makrofag dalam lingkungan tumor adalah:
Menyebabkan lisis sel tumor
Menghambat angiogenesis
Menyokong pertumbuhan tumor
Meningkatkan deteksi oleh sistem imun
CTLA-4 dan PD-1 merupakan:
Sitokin proinflamasi
Reseptor stimulasi sel T
Molekul checkpoint inhibitor
Antibodi monoklonal
Vaksin kanker HPV digunakan untuk mencegah:
Kanker hati
Kanker serviks
Kanker paru
Kanker payudara
Tumor-associated macrophages (TAMs) pada umumnya bersifat:
Proinflamasi
Antigen presenting
Imunosupresif
Lytik terhadap tumor
TAMs) pada umumnya bersifat:
Proinflamasi
Antigen presenting
Imunosupresif
Lytik terhadap tumor
Kanker dapat memicu imunitas antitumor melalui:
Mutasi yang meningkatkan ekspresi self-antigen
Ekspresi antigen baru
Penurunan ekspresi CD4
Imunosupresi sistemik
Terapi imun pasif menggunakan:
Sel T sitotoksik
Antibodi yang disuntikkan
Vaksin hidup
Interleukin
Imunoterapi kanker yang menargetkan PD-1 disebut:
Terapi CAR-T
Terapi checkpoint inhibitor
Terapi sitokin
Terapi vaksin
Terapi imun aktif bertujuan untuk:
Memberikan antibodi langsung
Menstimulasi sistem imun untuk melawan antigen
Mengganti organ yang rusak
Menghambat aktivasi sel T
Terapi CAR-T melibatkan:
Transfer antibodi
Modifikasi genetik sel T
Imunisasi pasif
Pemberian antibiotik
Salah satu kelemahan imunoterapi adalah:
Tidak spesifik terhadap antigen
Biaya rendah
Efek samping autoimun
Tidak dapat digunakan untuk kanker
IL-2 digunakan dalam terapi kanker karena:
Menghambat pertumbuhan tumor
Merangsang diferensiasi sel B
Meningkatkan aktivasi sel T dan NK
Menghambat produksi sitokin
Terapi vaksin kanker bersifat:
Pasif
Non-spesifik
Spesifik terhadap antigen tumor
Menggantikan sel imun
Terapi imun untuk penyakit alergi dapat dilakukan dengan:
Kemoterapi
Pemberian imunoglobulin
Desensitisasi
Antibiotik
Checkpoint inhibitor bekerja dengan cara:
Menonaktifkan sel T
Memblokade sinyal penghambat
Meningkatkan apoptosis
Menekan sitokin
Antibodi monoklonal dihasilkan oleh:
Limfosit T
Hibridoma
Sel NK
Neutrofil
Proses fusi untuk menghasilkan hibridoma melibatkan:
Makrofag dan limfosit
Limfosit B dan sel mieloma
Sel T helper dan sel dendritik
Sel mast dan basofil
Antibodi monoklonal bersifat:
Heterogen
Tidak spesifik
Spesifik terhadap satu epitop
Berasal dari banyak klon
Rituximab menargetkan antigen:
CD20
HER2
PD-1
EGFR
Antibodi monoklonal digunakan untuk:
Terapi hanya pada infeksi virus
Imunisasi aktif
Deteksi antigen, terapi kanker, dan penyakit autoimun
Diagnostik diabetes
Cetuximab adalah antibodi monoklonal yang menargetkan:
VEGF
EGFR
PD-L1
IL-6
Salah satu aplikasi diagnostik antibodi monoklonal adalah:
Penghancuran sel T
Terapi antibiotik
Salah satu aplikasi diagnostik antibodi monoklonal adalah:
Penghancuran sel T
Terapi antibiotik
Deteksi biomarker dalam ELISA
Aktivasi komplemen
Salah satu keuntungan antibodi monoklonal adalah:
Efek jangka pendek
Produksi massal yang sulit
Konsistensi dan spesifisitas tinggi
Tidak dapat digunakan untuk terapi
Vaksin hidup yang dilemahkan memberikan:
Imunitas jangka pendek
Perlindungan pasif
Respons imun kuat dan jangka panjang
Efek samping berat
Contoh vaksin mRNA adalah:
BCG
Pfizer-BioNTech COVID-19
DPT
Hepatitis B
Vaksinasi bertujuan untuk:
Menyembuhkan penyakit
Menghilangkan antigen
Mencegah infeksi melalui pembentukan memori imun
Menghancurkan bakteri langsung
Vaksin subunit hanya mengandung:
Virus hidup
Virus inaktif
Komponen spesifik antigen
DNA virus utuh
Adjuvan dalam vaksin berfungsi untuk:
Mengurangi respon imun
Menginduksi toleransi
Meningkatkan respons imun
Menghilangkan antigen
Vaksin toksoid mengandung:
Virus hidup
Toksin yang dilemahkan
Sel bakteri aktif
DNA antigen
Imunisasi pasif diberikan pada:
Orang sehat
Kasus gigitan ular
Program imunisasi rutin
Anak-anak
ELISA digunakan untuk mendeteksi:
Komplemen
Sel NK
Antigen atau antibodi spesifik
Sel T helper
Western blot digunakan untuk:
Mengetahui jumlah sel darah
Deteksi antibodi terhadap protein spesifik
Deteksi antigen virus
Pemeriksaan mikroskopik
Uji flow cytometry dapat digunakan untuk:
Mengukur kadar glukosa
Mengidentifikasi dan mengkuantifikasi sel imun
Pemeriksaan histologi
Kultur bakteri
Pemeriksaan CRP dalam imunologi menunjukkan:
Kadar antibodi spesifik
Aktivitas sel T
Respon inflamasi sistemik
Jumlah sel B
Pemeriksaan ANA digunakan untuk mendeteksi:
Infeksi bakteri
Virus RNA
Antibodi terhadap inti sel (autoimun)
Sel NK
Uji aglutinasi digunakan untuk mendeteksi:
Protein sitokin
Reaksi antigen-antibodi
RNA virus
Molekul adesi
