wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Matrikulasi UKOM D3 Farmasi - Universitas Borneo Lestari

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Bagian Quality Control melakukan uji waktu hancur terhadap 4 jenis tablet Ampisilin 500

mg yang berbeda bahan pengikatnya. Data uji waktu (menit) hancur sebagai berikut:

Tablet Ampisilin A 9

Tablet Ampisilin B 23

Tablet Ampisilin C 20

Tablet Ampisilin D 21

Tablet Ampisilin E 16

Tablet yang mana mempunyai waktu hancur yang sesuai dengan FI?

a)

Tablet Ampisilin C

b)

Tablet Ampisilin A

c)

Tablet Ampisilin D

d)

Tablet Ampisilin B

e)

Tablet Ampisilin E

2.

Industri obat tradisional membuat sediaan sirup ekstrak alang-alang dengan tahapan pembuatan formula, pembuatan sediaan, uji fisika dan kimia dan terakhir pengemasan produk ke dalam botol. Apakah nama produk pada uraian tersebut?

a)

Produk Jadi

b)

Produk antara

c)

Produk ruahan

d)

Produk setengah jadi

e)

Produk cadangan

3.

Seorang petugas industri A akan membuat sediaan pasta gigi dengan menggunakan bahan aktif minyak cengkeh dan untuk zat tambahannya menggunakan metil selulosa, Kalsium Karbonat, Natrium Lauril Sulfat, sakarin dan natrium benzoat. Selain sebagai antibakteri, pasta gigi ini juga terdapat bahan tambahan yang berfungsi sebagai pembersih dan mengkilapkan gigi.

Apakah bahan tambahan yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

Metilselulosa

b)

Ca Carbonat

c)

Na Lauril Sulfat

d)

Na Benzoat

4.

Seorang TTK sedang membuat formulasi krim dengan menggunakan tween 20 (HLB=16,7) dan Tween (HLB-8,6). HLB campuran 25 dan total emulgator yang digunakan sebanyak 15 gram.

Berapa berat tween dan span yang digunakan?

a)

9,96 gram dan 5,04 gram

b)

10 gram dan 5 gram

c)

5 gram dan 10 gram

d)

12 gram dan 3 gram

e)

2,6 gram dan 12,4 gram

5.

Seorang pasien anak berusia 4 tahun datang ke IGD bersama orang tuanya dikarenakan demam tinggi disertai kejang. Oleh dokter pasien diberikan penanganan. Pasien mendapatkan parasetamol supp.

Bagaimana pemberian informasi mengenai penggunaan parasetamol supp?

a)

Diletakkan dibawah lidah

b)

Disemprotkan ke dalam mulut

c)

Dilarutkan dalam segelas air

d)

Dimasukkan ke dalam vagina

e)

Dimasukkan ke dalam dubur

6.

Seorang TTK sedang ditugaskan melakukan pengujian sediaan injeksi. Untuk menjamin kualitas maka dilakukan evaluasi sediaan. Salah satu prosedur pengujian yang dilakukan yaitu dengan cara menyuntikkan sampel ke kelinci secara intravena kemudian dihitung selisih suhu kelinci dengan termometer.

Apa nama pengujian tersebut?

a)

Pemeriksaan kebocoran

b)

Sterilitas

c)

Pirogenitas

d)

Kejernihan dan warna

e)

Keseragaman volume

7.

Seorang mahasiswa farmasi sedang membuat sediaan suspensi. Ketika saat dilakukan uji stabilitas suspensi tersebut mengalami pemisahan menjadi dua fase, terbentuk cake yang keras dan ketika dilakukan pengayakan tidak dapat bersatu kembali.

Apakah kerusakan yang terjadi pada sediaan suspensi tersebut?

a)

Flokulasi

b)

Deflokulasi

c)

Coalasens

d)

Inversi

e)

Creaming

8.

Seorang mahasiswa akfar sedang membuat sediaan injeksi dengan prosedur dimana zat obat, bahan tambahan, alat-alat pembuatan serta wadah disterilkan terlebih dahulu kemudian baru dibuat pada ruang khusus. Kemudian hasil akhir dikemas dan diberi etiket.

Apakah nama teknik pembuatan tersebut?

a)

Aseptis

b)

Non aseptis

c)

Steril

d)

Freeze drying

e)

Spray drying

9.

Seorang TVF sedang membuat gel ekstrak kulit buah semangka, kemudian dilakukan uji stabilitas untuk menjamin kualitasnya. Salah satu pengujian yang dilakukan yaitu memeriksa tampilan fisik sediaan gel dengan cara pengamatan terhadap bau, warna serta bentuk sediaan.

Apa nama pengujian tersebut?

a)

Daya sebar

b)

Konsistensi

c)

Organoleptik

d)

Homogenitas

e)

Viskositas

10.

Industri farmasi sedang melakukan pengembangan formulasi obat dalam bentuk liquid. Dari hasil pengujian preformulasi, didapatkan hasil bahwa sifat bahan aktif obat hanya dapat larut dalam etanol.

Apakah sediaan yang cocok untuk bahan tersebut?

a)

Sirup

b)

Emulsi

c)

Suspensi

d)

Eliksir

e)

Potio

11.

Industri farmasi akan memproduksi sediaan tablet dan dilakukan beberapa serangkaian pengujian untuk menjamin kualitasnya. Seorang TTK yang melakukan evaluasi dengan prosedur memasukkan tablet kedalam suatu alat seperti keranjang kemudian dinaik turunkan sebanyak 30 kali tiap menit di dalam beaker glass berisi air dengan suhu 36°C-38°C secara teratur. pengamatan dilakukan hingga tidak ada tablet yang tertinggal pada kasa.

Apakah alat yang digunakan untuk pengujian tersebut?

a)

Hardness tester

b)

Friability tester

c)

Dissolution test

d)

Viscometer

e)

Disintegration tester

12.

Sekelompok mahasiswa sedang mengerjakan tugas akhir dimana mereka membuat formulasi sediaan emulsi. Ketika dilakukan uji stabilitas didapatkan hasil emulsinya terpisah menjadi dua lapisan, dimana yang satu mengandung fase dispers lebih banyak daripada lapisan yang lain.

Apakah kerusakan tersebut?

a)

Creaming

b)

Kliesen

c)

Inversi

d)

Cracking

e)

Breaking

13.

Industri Farmasi A mengalami masalah dalam produksi tablet dimana massa yang akan dicetak melekat pada dinding ruang cetakan.

Disebut apa kerusakan tersebut?

a)

Binding

b)

Sticking

c)

Whiskering

d)

Motling

e)

Crumbling

14.

Seorang mahasiswa AkFar sedang melakukan praktikum mikrobiologi untuk meminimalkan kontaminasi maka dilakukan proses sterilisasi dengan menggunakan alat dengan suhu 121oC selama 15 menit.

Metode apakah yang digunakan?

a)

Dimasak dalam air

b)

Tindalisasi

c)

Pasteurisasi

d)

Air mendidih

e)

Uap bertekanan

15.

Seorang TTK di industri farmasi sedang memproduksi sediaan suppositoria dengan menggunakan basis dari PEG. Pemilihan basis PEG dikarenakan tidak memiliki sifat polimorfisme seperti lemak kakao, Namun PEG juga memiliki beberapa kerugian.

Kerugian apa yang dimaksud?

a)

Pada penyimpanan yang lama dapat menjadi tengik

b)

Tidak dapat bercampur dengan cairan sekresi

c)

Harus disimpan pada lemari pendingin

d)

Menimbulkan rasa nyeri karena menarik cairan dari jaringan tubuh

e)

Meleleh pada suhu ruang

16.

Industri Farmasi A mengalami masalah dalam produksi tablet dimana massa yang akan dicetak melekat pada dinding ruang cetakan.

Disebut apa kerusakan tersebut?

a)

Binding

b)

Sticking

c)

Whiskering

d)

Motling

e)

Crumbling

17.

Dasar salep yang digunakan sebagai zat pembawa umumnya terbagi menjadi beberapa kelompok. Vaselin putih atau kuning merupakan salah satu dasar salep yang memiliki sifat yang sukar dicuci, tidak mengering sehingga dapat memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit.

Vaselin termasuk dalam dasar salep apa?

a)

Hidrokarbon

b)

Larut air

c)

Absorbsi

d)

Dapat dicuci air

e)

Emulsi

18.

Ekstrak brotowali akan dibuat sediaan tablet. Zat aktif yang rasanya pahit dapat diatasi dengan memformulasi menjadi tablet salut gula. Salah satu tahapan pembuatan tablet salut gula yaitu tahapan sealing bertujuan untuk melindungi tablet inti terhadap kemungkinan penetrasi kelembaban (uap air) selama proses penyalutan dengan menambahkan bahan tertentu.

Apa bahan yang dimaksud?

a)

Kalsium karbonat

b)

Titanium dioksida

c)

Kalsium sulfat

d)

Kaolin

e)

Shellac

19.

TTK di industri sedang melakukan tahapan produksi untuk tablet salut gula yang mengandung zat aktif brotowali. Tahapan yang dilakukan berupa penambahan gelatin dan titanium dioksida yang digunakan untuk membulatkan tepi tablet.

Apakah tahapan yang dimaksud?

a)

Sealing

b)

Coloring

c)

Polishing

d)

Smoothing

e)

Subcoating

20.

Evaluasi keseragaman bobot tablet Paracetamol dilakukan dengan menimbang 20 tablet dan dihitung bobot rata-ratanya. Penyimpangan bobot diperiksa kesesuaiannya dengan Farmakope Indonesia edisi V. Keseragaman bobot yang tidak terpenuhi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Apa salah satu faktor yang dimaksud?

a)

Pemilihan binder yang tidak tepat

b)

Diluent yang bersifaf hidrofobik

c)

Ukuran granul tidak seragam

d)

Fluiditas granul yang baik

e)

Kurangnya antiadherent

21.

Apabila pemakaian obat harus diberikan secara oral maka tablet adalah salah satu sediaan yang sering digunakan. Komponen tambahan yang ada didalam tablet memiliki tujuan khusus dalam formulasinya. Ada salah satu komponen bahan yang ditambahkan dengan tujuan agar tablet tidak pecah atau retak dan dapat merekat dengan baik.

Apa bahan yang dimaksud?

a)

Saccharum Lactis

b)

Mucillago Gummi Arabici

c)

Agar-agar

d)

Talkum

e)

Amylum Manihot

22.

TVF sedang melakukan evaluasi terhadap tablet Metformin. TVF menimbang sebanyak 20 tablet dan dicatat sebagai bobot awal, kemudian tablet dimasukkan ke dalam alat friability tester dan diputar selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm, tablet ditimbang kembali dan diperoleh bobot akhir.

Apa evaluasi tablet yang dilakukan?

a)

Disolusi

b)

Kekerasan

c)

Kerapuhan

d)

Waktu hancur

e)

Keseragaman bobot

23.

Pembuatan sediaan tablet Vitamin E dengan berat tablet 500 mg. Adapun bahan tambahan yang digunakan adalah CMC-Na, amylum jagung, laktosa, talkum. Hasilnya kekerasan tablet dibawah 4 kg, sehingga perlu penambahan konsentrasi amylum jagung pregelatinasi untuk memperkuat ikatan anta bahan dalam formula.

Apa fungsi bahan yang dimaksud?

a)

Diluent

b)

Binder

c)

Lubricant

d)

Disintegrant

e)

Antiadherent

24.

Ekstrak brotowali akan dibuat sediaan tablet. Zat aktif yang rasanya pahit dapat diatasi dengan memformulasi menjadi tablet salut gula. Salah satu tahapan pembuatan tablet salut gula yaitu tahapan sealing dengan menambahkan shellac dan alkohol.

Apa tujuan penambahan bahan tersebut?

a)

Mencegah pemasukan air ke dalam tablet inti

b)

Membulatkan tepi tablet

c)

Menutupi cacat pada permukaan tablet

d)

Menghasilkan kilatan tablet

e)

Mempermudah keseragaman warna

25.

Pada pencetakan tablet Acetominophen ditemukan bahwa tablet yang dihasilkan mengalami chippieg. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan perly adanya bahan tambahan yang dapat digunakan untuk mengurangi gesekan antara sisi tablet dengan dinding die pada waktu tablet didorong.

Apa bahan tambahan yang dimaksud?

a)

Diluent

b)

Binder

c)

Lubricant

d)

Disintegrant

e)

Antiadherent

26.

TVF sedang melakukan evaluasi terhadap tablet ekstrak daun nangka dengan bahan tambahan yang digunakan adalah laktosa anhidrat, explotab, magnesium stearat dan PVP (Polivinil Pirolidon). TVF menimbang sebanyak 29 tablet diperoleh bobot awal sebesar 12,23 gram, kemudian dimasukkan ke dalam alat friability tester dan diputar selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Diperoleh bobot akhir sebesar 12,20 gram. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pengaruh bahan tambahan terhadap uji kerapuhan.

Apa bahan yang dimaksud?

a)

Magnesium stearat

b)

Polivinil Pirolidon

c)

Laktosa anhidrat

d)

Explotab

e)

Aerosil

27.

Tablet Vitamin C dapat dibuat dengan metode granulasi kering. Setelah tahapan pembuatan massa menjadi suatu tablet besar, dilanjutkan dengan penghancuran tablet besar tersebut menjadi granul—granul. Proses tersebut dilakukan dengan bantuan suatu alat.

Apakah alat yang dimaksud?

a)

Sluggers

b)

Shear granulators

c)

High-speed mixer

d)

Roller compactors

e)

Fluidized-bed granulators

28.

TVF sedang melaksanakan proses produksi tablet Metformin. Pada proses produksi harus memperhatikan jumlah maksimum partikulat udara yang diperbolehkan untuk tiap kelas kebersihan. Pada kondisi operasional, kelas produksi tablet Metformin tidak ditetapkan jumlah maksimum partikel/m3 yang diperbolehkan.

Apa kelas kebersihan yang dimaksud?

a)

Kelas A

b)

Kelas B

c)

Kelas C

d)

Kelas D

e)

Kelas E

29.

TVF menyiapkan formulasi tablet Vitamin C. Formula mengandung campuran bahan asam dan karbonat atau bikarbonat yang akan menyebabkan tablet bereaksi secara cepat dengan adanya air dengan melepaskan karbon dioksida, Sediaan tablet biasanya dilarutkan atau didispersikan ke dalam air sebelum diberikan.

Apa sediaan tablet yang dimaksud?

a)

Hisap

b)

Bukal

c)

Sublingual

d)

Effervescent

e)

Kunyah

30.

TTK akan membuat sediaan tablet yang mengandung ekstrak alga coklat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah, dengan cara mencampur bahan aktif dengan bahan pengisi, penghancur, serta bahan pengikat dalam bentuk cair. Pemilihan metode tablet disebabkan sifat zat aktifnya.

Apa penyebab yang dimaksud?

a)

Fluiditas zat aktif jelek

b)

Kompaktibilitasnya baik

c)

Tidak stabil dengan adanya panas

d)

Kompresibilitasnya baik

e)

Tahan terhadap tekanan mekanik

31.

TVF di suatu Industri Farmasi sedang mengembangkan sediaan tablet bersama dengan Apoteker. Pada tahap pencetakan tablet, TVF menemukan permasalahan dimana hasil bagian atas tablet terpisah dengan bagian utamanya dan dilaporkan ke Apoteker yang bertugas sebagai Quality Control untuk menindak lanjuti.

Apakah kerusakan tablet yang terjadi?

a)

Picking

b)

Binding

c)

Capping

d)

Sticking

e)

Chipping

32.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan sediaan suspensi. Hasil menunjukkan bahwa endapan yang terbentuk sangat cepat, sehingga TVF memberikan saran untuk meningkatkan konsentrasi gom arab ke Apoteker yang bertugas sebagai Quality Control.

Apakah fungsi bahan yang digunakan?

a)

Wetting agent

b)

Buffering agent

c)

Suspending agent

d)

Flocculating agent

e)

Antifoaming agent

33.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan sediaan emulsi menggunakan zat aktif dari bahan alam. Berdasarkan hasil uji penentuan tipe emulsi yang diperoleh menunjukkan bahwa metilen blue larut pada fase eksternal.

Apakah tipe emulsi yang dihasilkan?

a)

Water/Oil

b)

Oil/Water

c)

Oil/Water/Oil

d)

Water/Oil/Water

34.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan sediaan suspensi. Berdasarkan hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan sulit terdispersi kembali dan terbentuk caking, TVF melaporkan hasil ke Apoteker penanggungjawab untuk di tindak lanjuti.

Apakah sistem suspensi yang terjadi?

a)

Dispersi

b)

Continue

c)

Flokulasi

d)

Granulasi

e)

Deflokulasi

35.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan produk steril. TVF bertugas dalam pengisian aseptik dan penyegelan wadah di ruangan yang terdapat laminar air flow (LAF) berdasarkan peraturan CPOB. Proses produksi akan di awasi oleh Apoteker penanggungjawab.

Apakah ruang kelas yang tepat?

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

36.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan produk steril. TVF bertugas untuk sterilisasi bahan meliputi serbuk kering. Berdasarkan CPOB proses dilakukan dengan menyirkulasikan udara dalam chamber melalui filter HEPA.

Apakah cara sterilisasi yang tepat?

a)

Panas

b)

Radiasi

c)

Panas basah

d)

Panas kering

e)

Etilen oksidan

37.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan produk steril secara aseptik. TVF bertugas dalam pembuatan larutan yang akan disaring di ruangan khusus berdasarkan peraturan CPOB. Proses produksi akan di awasi oleh Apoteker penanggungjawab.

Apakah ruang kelas yang tepat?

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

38.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan produk steril secara aseptik. TVF bertugas dalam menangani komponen setelah pencucian di ruangan khusus berdasarkan peraturan CPOB. Proses sterilisasi akan di awasi oleh Apoteker penanggungjawab.

Apakah ruang kelas yang tepat?

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

39.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan produk sediaan cair yang mengandung zat aktif paracetamol. Diketahui zat tersebut sukar larut dalam air, tetapi sangat mudah larut dalam glikol. TVF dan Apoteker penanggungjawab memutuskan untuk menggunakan campuran air-propilenglikol.

Apakah prinsip yang digunakan?

a)

Polaritas

b)

Kosolven

c)

Salting in

d)

Salting out

e)

Pembentukan kompleks

40.

TVF suatu Industri Farmasi terlibat dalam pembuatan sediaan suspensi. Berdasarkan hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan cepat mengendap, mudah terdispersi kembali, dan tidak membentuk cake.

Apakah sistem suspensi yang terjadi?

a)

Dispersi

b)

Continue

c)

Flokulasi

d)

Granulasi

e)

Deflokulasi

41.

TVF di industri farmasi diminta melakukan uji kebocoran ampul injeksi vitamin C. Prosedur yang dilakukan yaitu ampul dicelupkan dalam larutan berwarna. Jika wadah tak tertutup rapat maka zat warna akan masuk dan kontaminasi.

Apakah bahan larutan berwarna tersebut?

a)

Asam sitrat

b)

Asam asetat

c)

Asam hidroksida

d)

Metilen blue 1%

e)

Natrium hidroksida

42.

TVF di industri farmasi diminta membantu melakukan rekonstitusi obat methotrexate. Kegiatan ini dilakukan dalam zona kelas ruangan steril.

Apakah kelas yang cocok untuk kegiatan tersebut?

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

43.

TVF di industri farmasi diminta melakukan pembuatan tablet Parasetamol. Dalam pembuatannya ditemukan masalah picking yaitu material permukaan dari tablet menjadi lengket.

Apakah alat yang berpengaruh pada peristiwa tersebut?

a)

Die

b)

Hopper

c)

Lemari pengering

d)

Mixer

e)

Punch

44.

TVF di industri farmasi diminta melakukan uji evaluasi redispersi pada sediaan suspensi nanopartikel ekstrak daun afrika. Pada semua formula memenuhi syarat yaitu dapat terdispersi kembali saat digojok.

Apakah yang mempengaruhi dari hasil evaluasi tersebut?

a)

pH

b)

Bobot jenis

c)

Organoleptis

d)

Viskositas

e)

Homogenitas

45.

TVF di industri farmasi diminta melakukan uji evaluasi karakteristik fisik dan mikrobiologi sediaan sirup. Hal ini dilakukan untuk memastikan produk aman digunakan.

Manakah yang termasuk indikator uji mikrobiologi?

a)

Nilai viskositas

b)

Organoleptis

c)

Nilai pH

d)

Homogenitas

e)

Angka lempeng total

46.

Bagian riset dan pengembangan industri farmasi sedang melakukan pengembangan formula dari tablet salut selaput nifedipine 10 mg. namun setelah proses penyalutan lakukan hasil tablet yang diperoleh terlihat terjadi perlepasan lapisan filmnya dan menempel pada tablet lainnya.

Apakah kerusakan yang terjadi?

a)

Bridging

b)

Cracking

c)

Mottling

d)

Peeling

e)

Picking

47.

Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan kontrol kualitas produksi sediaan suspensi antasida untuk menghasilkan sediaan yang bermutu, dengan melakukan pengawasan selama proses produksi. Salah satunya dengan mengevaluasi  bahan fase terdispersi sebelum dilakukan pencampuran akhir menggunakan alat coulter counter.

Apakah evaluasi yang dilakukan?

a)

Bobot jenis

b)

Distribusi ukuran partikel

c)

Kadar zat aktif

d)

Organoleptis

e)

Viskositas

48.

Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi  melakukan pengawasanan selama proses pengemasan sediaan sirup ibuprofen. pada pengawasan tersebut dilakukan pemeriksaan parameter kualitas.

Apakah pemeriksaan yang dilakukan?

a)

Identitas produk

b)

Keberadaan bahan atau produk

c)

Kebersihan penggunaan mesin

d)

Kejernihan produk

e)

Status kelulusan produk

49.

bagian pengawasan mutu industri farmasi sedang melakukan kontrol kualitas selama proses sediaan ampul vitamin C yang baru disegel. Pada uji yang dilakukan, ampul sediaan yang berisi larutan injeksi dimasukkan ke dalam larutan metilen biru 1%  untuk mengamati apakah ada penetrasi warna kedalam ampul.  Syarat  ujinya  yakni  tidak  adanya  perubahan  warna  sediaan  di dalam wadah ampul.

Apakah evaluasi uji yang dilakukan

a)

Kejernihan

b)

Homogenitas

c)

Pirogen

d)

Penampilan

e)

Kebocoran

50.

Bagian penelitian dan pengembangan industri farmasi sedang melakukan pengembangan suspensi ibuprofen dengan sistem deflokulasi. Pada uji stabilitas penyimpanan ditemukan bahwa adanya lapisan endapan pada yang sulit untuk terdispersi kembali. Selanjutnya di lakukan peninjauan ulang formula dengan meningkatkan konsentrasi salah satu bahan tambahan  untuk memperbaiki masalah tersebut.

Apakah bahan yang dimaksudkan

a)

Pengawet

b)

Pendispersi

c)

Pensuspensi

d)

Pembasah

e)

Pemanis