WorksheetsHIV and Hepatitis Exams
Total questions: 23
Worksheet time: 22mins
Pasien pria berusia 42 tahun diketahui memiliki gaya hidup suka berganti-ganti pasangan. pada hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa pasien terinfeksi virus HIV/AIDS dan diresepkan obat Tenofovir. Mekanisme kerja obat tersebut yaitu
Blocking viral entry into cells.
Stimulating the immune response
Inhibiting protease enzyme activity
Preventing viral DNA integration.
Inhibiting reverse transcriptase enzyme.
Obat-obat dibawah ini yang dapat dikombinasikan pada infeksi oportunistik yaitu...
Fluconazole
Nystatin
Miconazole
Acyclovir
Ampothericine B
Obat lini pertama yang digunakan untuk pengobatan hepatitis B adalah...
Lamivudine
SOfosbuvir
Tenofovir
Ribavirin
Adefovir
eorang pria berusia 35 tahun didiagnosis menderita HIV dengan CD4 250 sel/mm3. Kotrimoksazol diberikan untuk meningkatkan keberhasilan terapi. Apa fungsi dari penambahan terapi tersebut?
Meningkatkan daya tahan tubuh secara umum.
Mengurangi risiko penularan HIV.
Meningkatkan jumlah sel CD4.
Menurunkan efek samping ARV
Mencegah infeksi oportunistik.
Dokter hendak memberikan regimen antivirus NNRTI based pada pasien HIV. Pilihan obat yang dapat anda rekomendasikan yaitu...
Efavirenz, Tenofovir dan Emtricitabine
Darunavir, Ritonavir dan Tenofovir
Raltegravir, Tenofovir, dan Emtricitabine
Dolutegravir, Abacavir dan Lamivudine
Atazanavir, Ritonavir, dan Tenofovir
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui CD4 seorang pasien HIV/AIDS sebesar 400. Pasien diberikan terapi obat Lamivudin, Zidovudin, dan Efavirenz. Parameter apa yang digunakan untuk mengetahui efikasi obat?
Tingkat antibodi
Plasma HIV RNA dan sel CD4
Jumlah sel CD8
Jumlah sel CD4 dan viral load
Antibodi dan Viral Load
Regimen terapi antivirus untuk Hepatitis C dibawah ini yang tepat yaitu...
Sofosbuvir
Interferon
Velpatasvir
Tenofovir
Adefovir
Obat antiretroviral yang digunakan untuk mengobati HIV dengan cara menghambat integrase virus adalah...
Raltegravir
Efavirenz
Tenofovir
Abacavir
Lamivudine
Pasien pria berusia 42 tahun diketahui memiliki gaya hidup suka berganti-ganti pasangan. pada hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa pasien terinfeksi virus HIV/AIDS. Obat antiretrovirus apa yang direkomendasikan untuk kondisi tersebut?
Efavirenz-Ritonavir-Zidovudin
Stavudin-Lamivudin-Zidovudin
Tenofovir-Lamivudin-Efavirenz
Ritonavir-Nevirapin-Zalsitabin
Nevirapin-Delavirdin-Sakuinavir
Pasien Pria berusia 25 tahun memiliki gejala oral thrush. Pasien ini didiagnosis HIV/AIDS dan kandidiasis dengan CD4+ sebesar 300 sel/mm3. Obat apa yang dapat direkomendasikan?
Fluconazole
Acyclovir
Nystatin
Amphotericin B
Itrakonazol
Pasien pria berusia 53 tahun didiagnosis menderita HIV serta mendapatkan terapi obat zidovudin, stavudin, dan efavirenz. apa efek samping dari zidovudin yang harus diperhatikan?
Headache
Nausea
Rash
Diarrhea
Anemia
Ibu hamil berusia 35 tahun menderita HIV. Obat antiretrovirus apa yang tidak boleh diberikan?
Lamivudin
Tenofovir
Zidovudine
Nevirapin
Efavirenz
Seorang pasien mendapatkan terapi zidovudin. apa mekanisme kerja dari obat tersebut?
Meningkatkan replikasi virus HIV.
Menghambat enzim DNA polymerase pada virus HIV.
Menghambat enzim reverse transcriptase pada virus HIV.
Meningkatkan sistem imun tubuh pasien.
Menghambat enzim protease pada virus HIV.
Mekanisme kerja Entecavir dalam Penatalaksanaan Hepatitis B adalah...
Blocking the entry of the virus into liver cells.
Stimulating viral replication through reverse transcriptase.
Inhibiting protein synthesis in liver cells.
Enhancing the immune response against the virus.
Inhibiting viral replication by targeting reverse transcriptase.
Mekanisme kerja Efavirenz adalah
INhibitor protease
Inhibitor reverse transcriptase non-nucleosida
Inhibitor integrase
Inhibitor entry
Inhibitor nukleosida reverse transcriptase
Efek samping utama dari Tenofovir disoproxil fumarate (TDF) adalah:
Hepatotoksisitas
Miopati
Nefrotoksistias
Neuropati Perifer
Lipoatrofi
Tujuan utama terapi ARV jangka panjang adalah...
Mencegah transmisi melalui darah
Menurunkan kadar CD4
Meningkatkan kadar RNA HIV
Menekan replikasi virus dan meningkatkan CD4
Membunuh virus HIV dalam tubuh
Indikasi dimulainya terapi ARV menurut pedoman WHO saat ini adalah...
Jika CD4 < 200 sel/mm3
Setelah infeksi oportunistik pertama
Bila viral load > 100.000
Segera setelah diagnosis HIV dibuat
Jika pasien hamil
Pemeriksaan penunjang untuk membedakan infeksi akut dan kronik Hepatitis B adalah
Anti-HAV IgM
Anti-HCV
HBsAg
HBeAg dan anti-HBc IgM
SGOT dan SGPT
Komplikasi utama dari Hepatitis C kronik yang tidak diobati adalah
Ensefalopati
Kanker pankreas
Sirosis hati dan kanker hati
Diabetes mellitus
Nefropati
Pemeriksaan serologis yang menunjukkan imunitas terhadap Hepatitis B adalah
HBsAg
Anti-HBc IgG
HBeAg
Anti-HBs
HCV RNA
Pasien dengan Hepatitis A akut umumnya ditangani dengan
Antiviral
Interferon
Dukungan cairan dan istirahat
Antibiotik spektrum luas
Imunoglobulin
Seorang wanita berusia 33 tahun datang ke Puskesmas untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Ia sedang hamil 18 minggu. Hasil skrining menunjukkan bahwa ia positif HIV. Pemeriksaan laboratorium lanjutan menunjukkan:
CD4: 410 sel/mm³
HIV RNA (viral load): 57.000 copies/mL
Riwayat alergi sulfa
Tidak ada penyakit penyerta lainnya
Pasien belum pernah mendapatkan terapi antiretroviral sebelumnya. Dokter merencanakan memulai ART secepat mungkin untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke bayi.
Jelaskan prinsip pemilihan regimen ART yang aman dan efektif untuk pasien hamil dengan status HIV positif ini!
Apa saja pertimbangan penting dalam memulai dan memantau terapi pada pasien hamil dengan HIV, termasuk aspek keamanan janin dan resistensi obat?
Sebutkan dan jelaskan strategi untuk mencegah transmisi vertikal HIV dari ibu ke anak dalam kasus ini!
