Font size
WorksheetsNarrative story
Total questions: 11
Worksheet time: 13mins
📖 Cerita Naratif: Petualangan Fikri
Fikri adalah seorang santri yang sangat menyukai membaca Al-Qur’an. Suatu hari, ia menemukan sebuah kitab kuno di perpustakaan pondok yang membahas tentang tajwid, terutama tentang hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun. Kitab itu tidak hanya berisi teori, tapi juga menyajikan contoh bacaan dari Al-Qur’an. Fikri pun mempelajarinya dengan penuh semangat.
Setiap malam, ia membaca satu halaman kitab dan menemukan hukum-hukum bacaan yang membuatnya semakin semangat memahami tajwid. Berikut ini adalah beberapa kutipan yang ia temukan dan ia catat dalam bukunya.
Jawablah pertanyaan ini berdasarkan cerita diatas 1-10 soal dengan jawaban yang benar !
Are you ready ?
Fikri membaca ayat: مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ. Ia merasa suara bacaan menjadi samar di hidung.
(a)
Saat membaca ayat: يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ, Fikri merasa ada dengung sebelum huruf ن.
(a)
Di mushafnya, ia membaca: غَفُورٌ حَلِيمٌ, dan suara tanwin terdengar jelas sebelum huruf ح.
(a)
Dalam ayat: كَمْ مِنْ فِئَةٍ, Fikri merasa suara mim menjadi dengung ketika bertemu mim lainnya.
(a)
Ia menemukan bacaan: مِنْ قَبْلِ dan merasa langsung mengucapkan qaaf tanpa dengung.
(a)
Di ayat lain: سَمِيعٌ بَصِيرٌ, Fikri membaca tanwin lalu langsung ke huruf ba, terdengar seperti bunyi memantul.
(a)
Dalam surah Al-Falaq: وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ, ia menemukan nun sukun bertemu dengan nun bertasydid.
(a)
Fikri membaca: عَلِيمٌ خَبِيرٌ, dan suara tanwin seolah melebur ke huruf kha tanpa dengung.
(a)
Dalam ayat: لَهُم مَّا يَشَاءُونَ, Fikri merasa suara mim terdengar samar dan berdengung.
(a)
Pada ayat: فَانفَجَرَتْ, Fikri menemukan nun sukun bertemu fa, dan merasa huruf nun dibaca jelas.
(a)
