wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KELAKUAN

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.
1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi organisasi?
a)
A.    Proses penyampaian pesan secara terstruktur di dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
b)
B.   Sistem komunikasi yang terstruktur dan dikelola secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi
c)
C.   Pertukaran informasi formal antar anggota organisasi dalam pencapaian tujuan organisasi
d)
D.   Proses penyampaian pesan dari atasan ke bawahan melalui perencanaan
2.
2. Mengapa komunikasi dalam organisasi harus diorganisasi dan dikelola secara efektif?
a)
A.    Untuk meningkatkan jumlah pesan yang dikirim ke seluruh anggota
b)
B.    Agar setiap anggota organisasi dapat berkomunikasi secara efektif
c)
C.   Untuk memastikan bahwa tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien
d)
D.   Untuk menghindari kesalah pahaman antar anggota organisasi dalam pencapaian tujuan organisasi.
3.
3. Apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal?
a)
A. Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan kata-kata
b)
B. Komunikasi yang menggunakan simbol dan kata-kata secara terstruktur di dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
c)
C. Komunikasi yang dilakukan dengan tulisan dari atasan ke bawahan melalui perencanaan
d)
D. Komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan
4.
4. Menurut ahli teori komunikasi, .....................adalah segala sesuatu yang mengganggu dalam transmisi pesan sehingga dapat merubah arti pesan
a)
A.   Gangguan
b)
B.    Kesalahan
c)
C.   Hambatan
d)
D.   Jumper
5.
5. Physical noise adalah :
a)
A.   Dapat berupa gangguan suara lingkungan yang dapat mengganggu seseorang untuk mendengarkan dengan baik.
b)
B.    Dapat berupa gangguan suara yang dapat mengganggu seseorang untuk mendengarkan dengan baik.
c)
C.   Dapat berupa gangguan suara lingkungan yang dapat mengganggu untuk mendengarkan dengan baik.
d)
D.   Dapat berupa gangguan suara yang dapat mengganggu seseorang untuk mendengarkan pesan.
6.
6. Konflik organisasi dapat bersifat antar individu, antar unit organisasi, atau antar....
a)
A.    Satuan
b)
B.    Kelompok
c)
C.   Organisasi
d)
D.   Departemen
7.
7. Konflik dapat timbul akibat perbedaan pendapat atau interpretasi tentang cara terbaik untuk mencapai tujuan organisasi.
a)
A.   Perbedaan Pendapat
b)
B.    Ketidaksesuaian Tujuan
c)
C.   Ketidakcocokan dalam Peran
d)
D.   Komunikasi yang Buruk
8.
8. Konflik organisasi tidak selalu bersifat negatif. Dalam beberapa kasus, konflik dapat memicu perubahan yang positif, mendorong inovasi, atau membuka ruang bagi..................
a)
A.    Penerima tanggung jawab
b)
B.    Perencanaan tujuan orgasisasi
c)
C.   Pemecahan masalah kreatif
d)
D.   Penerimaaan solusi bersama
9.
9. Jika tidak dikelola dengan baik, konflik organisasi dapat mengganggu kinerja, ............................................, dan merusak hubungan di dalam organisasi.
a)
A.    Mengurangi motivasi kerja
b)
B.   Mengurangi kepuasan kerja
c)
C.   Mengurangi efektifitas kerja
d)
D.   Mengurangi beban kerja
10.
10. Konflik organisasi adalah perbedaan antara individu atau kelompok dalam organisasi yang berkaitan dengan alokasi sumber daya, distribusi kekuasaan, atau perbedaan dalam nilai-nilai. Adalah pernyataan dari:
a)
A.    Blake dan Mouton
b)
B.    Folger dan Poole
c)
C.   Dahrendorf
d)
D.   Robbins
11.
11. Konflik organisasi adalah interaksi yang terjadi ketika dua atau lebih individu atau kelompok memiliki kepentingan atau tujuan yang bertentangan dalam upaya mencapai tujuan organisasi
a)
A.   Blake dan Mouton
b)
B.    Folger dan Poole
c)
C.   Dahrendorf
d)
D.   Robbins
12.
12. Konflik organisasi adalah proses di mana pihakpihak yang terlibat menganggap adanya ketidakcocokan atau perbedaan antara mereka yang mengarah pada perasaan ketidaknyamanan atau ketidakpuasan
a)
A.    Blake dan Mouton
b)
B.   Folger dan Poole
c)
C.   Dahrendorf
d)
D.   Robbins
13.
13. Konflik organisasi adalah proses yang dimulai ketika satu pihak merasa bahwa kebutuhannya tidak dipenuhi atau dihalangi oleh pihak lain
a)
A.    Blake dan Mouton
b)
B.    Folger dan Poole
c)
C.   Dahrendorf
d)
D.   Robbins
14.
14. Hal ini terjadi karena atasan selalu memberi perintah dan pengawasan searah pada para pekerja apa yang harus dilakukan, sementara inisiatif dan partisipasi para pekerja kurang dihargai.
a)
A.   Konflik vertical
b)
B.    Konflik horizontal
c)
C.   Konflik jalur staf
d)
D.   Konflik peran
15.
15. hal ini terjadi diantara sesama para pekerja pada departemen yang sama dan pada tingkat hirarki yang sama.
a)
A.    Konflik vertical
b)
B.   Konflik horizontal
c)
C.   Konflik jalur staf
d)
D.   Konflik peran
16.
16. hal ini terjadi antara staf pendukung dan para pekerja dalam suatu departemen atau organisasi.
a)
A.    Konflik vertical
b)
B.    Konflik horizontal
c)
C.   Konflik jalur staf
d)
D.   Konflik peran
17.
17. hal ini muncul berawal dari pemahaman tidak lengkap atau keliru dari tugas yang diberikan kepada para pekerja pada saat tertentu.
a)
A.    Konflik vertical
b)
B.    Konflik horizontal
c)
C.   Konflik jalur staf
d)
D.   Konflik peran
18.
18. Konflik jenis ini sering terjadi karena adanya persepsi yang buruk terhadap pihak lain.
a)
A.   Sikap apriori terhadap orang lain
b)
B.    Kesalahan dalam komunikasi.
c)
C.   Ketidakpercayaan
d)
D.   Karakteristik pribadi.
19.
19. Kesalahan ini berasal dari ketidakmampuan para pekerja untuk saling mendengarkan satu dengan lainnya.
a)
A.    Sikap apriori terhadap orang lain
b)
B.   Kesalahan dalam komunikasi.
c)
C.   Ketidakpercayaan
d)
D.   Karakteristik pribadi.
20.
20. adalah menciptakan dasar yang baik untuk potensi konflik
a)
A.    Sikap apriori terhadap orang lain
b)
B.    Kesalahan dalam komunikasi.
c)
C.   Ketidakpercayaan
d)
D.   Karakteristik pribadi.
21.
21. Beberapa pekerja memulai konflik, karena adanya saling tidak menyukai terhadap masing-masing pribadi diantara mereka.akibat adanya
a)
A.    Sikap apriori terhadap orang lain
b)
B.    Kesalahan dalam komunikasi.
c)
C.   Ketidakpercayaan
d)
D.   Karakteristik pribadi.
22.
22. Apabila sumberdaya baik berupa uang, material, atau sarana lainnya terbatas atau dibatasi, maka dapat timbul persaingan dalam penggunaannya. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar unit/departemen dalam suatu organisasi disebut:
a)
A.   Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.
b)
B.    Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
c)
C.   Interdependensi tugas
d)
D.   Perbedaan nilai dan persepsi.
23.
23. Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi, tugas, dan bidangnya disebut:
a)
A.    Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.
b)
B.   Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
c)
C.   Interdependensi tugas
d)
D.   Perbedaan nilai dan persepsi.
24.
24. Kelompok yang satu tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya disebut:
a)
A.    Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.
b)
B.    Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
c)
C.   Interdependensi tugas
d)
D.   Perbedaan nilai dan persepsi.
25.
25. Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif, karena merasa mendapat perlakuan yang tidak “adil” disebut:
a)
A.    Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.
b)
B.    Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
c)
C.   Interdependensi tugas
d)
D.   Perbedaan nilai dan persepsi.
26.
26. Konflik terjadi karena batas-batas aturan tidak jelas, yaitu adanya tanggung jawab yang tumpang tindih disebut:
a)
A.    Masalah “status”
b)
B.   Kekaburan yurisdiksional.
c)
C.   Hambatan komunikasi.
d)
D.   Interdependensi tugas
27.
27. .............................memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku, kepuasan dan rasa keadilan dan kesetaraan pada para pekerja.
a)
A.   Sistem kompensasi
b)
B.    Buruknya iklim organisasi
c)
C.   Perbedaan nilai dan persepsi
d)
D.   Hambatan komunikasi
28.
28. Organisasi yang melakukan pendelegasian wewenang yang tidak jelas dapat menyebabkan konflik akibat dari:
a)
A.    Perbedaan nilai dan persepsi
b)
B.    Hambatan komunikasi
c)
C.   Buruknya iklim organisasi
d)
D.   Sistem kompensasi
29.
29. Kadang-kadang konflik dapat dirasakan namun manifestasinya tidak terlihat , misalnya hubungan antara satu pekerja dengan pekerja lainnya tiba-tiba menjadi canggung dan kurang akrab, tanpa tahu penyebabnya dan para aktor yang terlibat tidak mengenalinya adalah:
a)
A.    Tahap konflik laten
b)
B.   Tahap persepsi Konflik
c)
C.   Tahap konflik pribadi.
d)
D.   Tahap manifestasi konflik.
30.
30. Dalam tahap ini suatu ' personalisasi ' atau internalisasi konflik mulai terjadi disebut:
a)
A.    Tahap konflik laten
b)
B.    Tahap persepsi Konflik
c)
C.   Tahap konflik pribadi.
d)
D.   Tahap manifestasi konflik.
31.
31. Perilaku konflik direpresentasikan dalam beberapa cara, mulai dari sikap apatis, protes, dan agresi terbuka disebut:
a)
A.    Tahap konflik laten
b)
B.    Tahap persepsi Konflik
c)
C.   Tahap konflik pribadi.
d)
D.   Tahap manifestasi konflik.
32.
32. Unsur yang paling penting dalam pengelolaan konflik adalah
a)
A.    mengeksplorasi hubungan antara konflik afektif dan substansinya
b)
B.   pengakuan akan kasus permasalahannya
c)
C.   kontribusi bagi pembelajaran dan keberhasilan organisasi.
d)
D.   manajemen konflik memerlukan beberapa perubahan dalam pendekatannya
33.
33. Pendekatan ini mengasumsikan mengubah intensitas konflik dan gaya penanganan konflik.
a)
A.    Pendekatan struktural.
b)
B.   Pendekatan proses.
c)
C.   Pendekatan substansi.
d)
D.   Pendekatan hirarki.
34.
34. Pendekatan ini mengasumsikan peningkatan efektivitas organisasi dan perubahan desain organisasi.
a)
A.   Pendekatan struktural.
b)
B.    Pendekatan proses.
c)
C.   Pendekatan substansi.
d)
D.   Pendekatan hirarki.
35.
35. Strategi kekuasaan pada tahp 1 adalah atasan dan bawahan saling berupaya menciptakan saling pengaruh mempengaruhi (influence system). Hal ini dikemukakan oleh;
a)
A.   Luthan
b)
B.    John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robins
d)
D.   Dahrendorf
36.
36. Kekuasaan memaksa (coercive power) adalah kemampuan orang yang mempengaruhi untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi persyaratan. Hal ini dikemukakan oleh;
a)
A.    Luthan
b)
B.   John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robbin
d)
D.   Dahrendorf
37.
37. Kekuasaan menghargai (reward power), kemampuan seseorang untuk memberi penghargaan kepada orang lain untuk melaksanakan perintah atau memenuhi persyaratan prestasi kerja. Hal ini dikemukakan oleh;
a)
A.    Luthan
b)
B.   John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robbin
d)
D.   Dahrendorf
38.
38. Kekuasaan syah (legitmate power), kekuasaan yang ada ketika seseorang bawahan/orang yang dipengaruhi mengakui bahwa pemberi pengaruh berhak untuk mempergunakan pengaruh dalam batas-batas tertentu. Hal ini dikemukakan oleh;
a)
A.    Luthan
b)
B.   John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robbin
d)
D.   Dahrendorf
39.
39. Kekuasaan keahlian (expert power), kekuasaan berdasarkan keyakinan bahwa orang yang tidak mempengaruhi mempunyai keahlian relevan yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi. Hal ini dikemukakan oleh;
a)
A.    Luthan
b)
B.   John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robbin
d)
D.   Dahrendorf
40.
40. Cara-cara yang ditempuh individu untuk menerjemahkan sumber kekuasaan menjadi tindakan yang spesifik disebut:
a)
A.    Saluran kekuasaan
b)
B.   Taktik kekuasaan
c)
C.   Legitimasi kekuasaan
d)
D.   Kekuasaan formal
41.
41. Semakin besar ketergantungan B kepada A, maka semakin besar kekuasaan:
a)
A.    B atas A
b)
B.   A atas B
c)
C.   B dibawah A
d)
D.   A dibawah B
42.
42. ...................... adalah kekuasaan dalam tindakan penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi atau perilaku anggota yang secara organisasional tidak bersanksi adalah;
a)
A.    Kuasa Politik.
b)
B.    Kuasa Paksaan.
c)
C.   Politik.
d)
D.   Politik Internal.
43.
43. ................ dirancang untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan (statusquo), dengan melalui cara-cara yang bersifat memecah belah, pertentangan maupun konflik adalah;
a)
A.   Perilaku Politik.
b)
B.    Politik Paksaan.
c)
C.   Politik.
d)
D.   Politik Internal.
44.
44. Meningkatkan kedekatan dengan pimpinan/manajer yang berkuasa/elit kekuasaan (siapa orang yang dianggap berkuasa atau orang yang memiliki kemampuan kekuasaan dalam organisasi), adalah taktik memainkan politik dalam organisasi menurut:
a)
A.    Luthan
b)
B.    John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robbin dan Judge
d)
D.   Dahrendorf
45.
45. Menyalahkan atau menyerang pihak lain dengan isu atau penciptaan opini, adalah taktik memainkan politik dalam organisasi menurut:
a)
A.    Luthan
b)
B.    John Brench dan Bertran Raven
c)
C.   Robbin dan Judge
d)
D.   Dahrendorf
46.
46. Salah satu hubungan politik organisasi dan hasil individu, adalah:
a)
A.    Mempengaruhi proses pengambilan keputusan (mengendalikan agenda dan menghadirkan ahli dari luar)
b)
B.    Menyalahkan atau menyerang pihak lain dengan isu atau penciptaan opini
c)
C.   Memanipulasi informasi
d)
D.   Persepsi terhadap politik cenderung meningkatkan kecemasan kerja.
47.
47. Poltik menyebabkan penurunan kinerja, karena karyawan mempersepsi suasana politik tidak adil yang membuat motivasi kerja menurun adalah:
a)
A.   Hubungan politik organisasi dan hasil individu
b)
B.    Hubungan politik individu dan hasil politik organisasi
c)
C.   Hubungan politik organisasi dan hasil politik kelompok
d)
D.   Hubungan politik organisasi dan hasil politik kelompok
48.
48. Ketika poltik dipandang sebagai ancaman, orang sering meresponnya dengan perilaku defensive-perilaku reaktif dan protektif untuk menghindari; aksi, disalahkan atau perubahan adalah:
a)
A.   Hubungan politik organisasi dan hasil individu
b)
B.    Hubungan politik individu dan hasil politik organisasi
c)
C.   Hubungan politik organisasi dan hasil politik kelompok
d)
D.   Hubungan politik organisasi dan hasil politik kelompok
49.
49. ....................... dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi adalah:
a)
A.    Kekuasaan
b)
B.    Politik
c)
C.   Kekuatan
d)
D.   Kepemimpinan
50.
50. ...........................menyatakan kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memakai pengaruh dalam lingkungan atau situasi organisasi, untuk menghasilkan efek yang berarti dan berdampak langsung terhadap pencapaian tujuan yang menantang adalah pernyataan dari:
a)
A.    Judges
b)
B.   Ivansevich dan Matteson
c)
C.   Robbin dan Judge
d)
D.   Dahrendorf