Font size
S
M
L
XL
WorksheetsSOAL TES KOMPETENSI PEDAGOGIK
Total questions: 100
Worksheet time: 25hrs 0mins
Name
Class
Date
1.
Peserta didik dalam suatu kelas gaya belajarnya beragam ada yang visual, auditori, dan kinestetik. Namun kegiatan pembelajaran selama ini masih banyak yang konvensional-klasikal. Agar dapat memenuhi ketiga gaya belajar tersebut, guru perlu:
a)
Menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab
b)
Menggunakan program audio dan modul.
c)
Menggunakan media komik pembelajaran dan buku paket.
d)
Menggunakan media audio, video, dan percobaan
e)
Menggunakan modul dan powerpoint.
2.
Contoh penerapan teori behavioristik yang dapat dilakukan oleh guru dalam praktik pembelajaran adalah….
a)
Membimbing siswa dalam memperoleh pengetahuan baru.
b)
Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan siswa dan membantu mereka kengekspresikan gagasannya.
c)
Memberikan stimulus kepada peserta didik berupa penataan lingkungan belajar.
d)
Memahami tahap-tahap perkembangan peserta didik dan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan tahap tersebut.
e)
Memberikan penjelasan pengetahuan baru.
3.
Konsep pedagogi yang paling relevan untuk mengajarkan Koding kepada siswa Adalah……
a)
Pembelajaran berbasis hafalan dan pengulangan.
b)
Pembelajaran satu arah dari guru ke siswa.
c)
Menggunakan metode ceramah dengan proyektor.
d)
Memberikan tugas individu tanpa kolaborasi.
e)
Pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah.
4.
Apa manfaat kolaboratif yang paling penting saat siswa mengerjakan proyek Koding dalam kelompok?
a)
Memastikan satu siswa dapat melakukan semua pekerjaan.
b)
Mengurangi beban kerja guru.
c)
Mempersingkat waktu pengerjaan proyek.
d)
Mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan pembagian tugas.
e)
Memungkinkan siswa menyalin kode dari teman.
5.
Seorang guru menggunakan animasi video untuk menjelasksan materi prinsip kerja hukum Newton. Tindakan guru merupakan penerapan TPACK dalam domain…..
a)
Rancangan kurikulum
b)
Memahami materi pembelajaran
c)
Pengelolaan pembelajaran
d)
Upaya memahami peserta didik
e)
Merepresentasikan data
6.
Paradigma dan keyakinan guru mempengaruhi cara guru bertindak. Berikut merupakan cara pandang guru abad 21 tentang pembelajaran abad 21 yang paling tepat adalah …
a)
Pembelajaran harus berpusat pada peserta didik aktif
b)
Pembelajaran lebih berorientasi untuk menguasai konten
c)
Pembelajaran berpusat peserta didik dengan guru tetap aktif
d)
Guru aktif memfasilitasi peserta didik, peseta didik merespon
e)
Pembelajaran di mediasi teknologi peserta didik aktif
7.
Sebelum menyusun perencanaan pembelajaran, hal mendasar yang harus dianalisis guru adalah
a)
Ketersediaan waktu libur semester
b)
Karakteristik peserta didik, termasuk minat, kemampuan awal, dan gaya belajar
c)
Jumlah peserta didik yang mungkin tidak hadir
d)
Popularitas suatu metode pembelajaran di media sosial
e)
Preferensi pribadi guru terhadap materi tertentu
8.
Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran (ATP), prinsip utama yang harus diperhatikan adalah
a)
Kesinambungan dan keterkaitan logis antar tujuan pembelajaran dari fase yang paling dasar menuju yang lebih kompleks
b)
Menyamakan ATP dengan daftar isi buku teks yang digunakan
c)
Memadatkan sebanyak mungkin tujuan dalam waktu singkat
d)
Mengutamakan tujuan yang mudah diukur dengan tes pilihan ganda
e)
Menentukan ATP tanpa melihat capaian pembelajaran (CP) yang ditetapkan
9.
Seorang guru akan menggunakan strategi "differentiated instruction" (pembelajaran berdiferensiasi). Tindakan spesifik yang mencerminkan strategi tersebut adalah
a)
Memberikan tugas yang sama dan waktu yang sama untuk semua peserta didik
b)
Memberikan pilihan produk akhir (misal: poster, video, esai) untuk menunjukkan pemahaman mereka atas suatu konsep
c)
Mengajarkan materi dengan satu metode yang dianggap paling efektif
d)
Hanya memberikan bantuan tambahan kepada peserta didik yang nilainya di bawah KKM
e)
Mengelompokkan peserta didik berdasarkan abjad nama
10.
Asesmen formatif yang dirancang dengan baik untuk mengukur perkembangan kemampuan kolaborasi (salah satu dimensi profil lulusan) adalah
a)
Kuis individu tentang teori kerja sama
b)
Tes tertulis yang menanyakan langkah-langkah dalam berkolaborasi
c)
Rubrik observasi yang digunakan guru untuk menilai dinamika kelompok, kontribusi anggota, dan resolusi selama kerja proyek
d)
Menanyakan kepada setiap anggota kelompok siapa yang paling banyak bekerja
e)
Nilai akhir dari produk kelompok saja tanpa melihat proses
11.
Teori belajar konstruktivisme sangat mempengaruhi perencanaan pembelajaran modern. Implikasinya dalam menyusun kegiatan pembelajaran adalah:
a)
Kegiatan pembelajaran harus dirancang agar peserta didik aktif membangun pengetahuannya melalui pengalaman, diskusi, dan pemecahan masalah
b)
Guru harus mendominasi kegiatan di kelas sebagai sumber pengetahuan utama
c)
Peserta didik harus banyak mencatat dan menghafal informasi dari guru
d)
Lingkungan belajar harus sangat ketat dan bebas dari distraksi
e)
Penggunaan teknologi harus dihindari karena dapat mengganggu konsentrasi
12.
Dalam konteks penilaian, prinsip "assessment as learning" (asesmen sebagai proses belajar) dapat diwujudkan melalui:
a)
Penilaian antar teman sebagaimana peserta didik saling memberikan umpan balik berdasarkan rubrik yang jelas
b)
Ujian tengah semester dan akhir semester
c)
Quiz mingguan yang nilainya langsung diumumkan
d)
Portofolio yang hanya dinilai oleh guru di akhir semester
e)
Kehadiran dan sikap peserta didik di kelas
13.
Guru mengumpulkan hasil kerja masing-masing peserta didik yang telah diberikan masukan baik oleh guru dan rekan peserta didik dalam suatu album sebagai bukti hasil belajar,merupakan bentuk penilaian berupa
a)
Projek
b)
Portofolio
c)
Anekdot
d)
Produk
e)
Unjuk kerja
14.
Seorang guru ingin memfasilitasi kolaborasi antar siswa secara daring untuk tugas kelompok. Penggunaan TIK mana yang paling efektif untuk mendukung tujuan pedagogik ini?
a)
Menggunakan email untuk mengirimkan materi tugas.
b)
Memanfaatkan platform kolaborasi seperti Google Docs atau Microsoft Teams.
c)
Meminta siswa menggunakan media sosial untuk berdiskusi.
d)
Menggunakan whiteboard digital untuk presentasi kelompok.
e)
Membuat blog untuk mempublikasikan hasil kerja kelompok
15.
Teori belajar yang mengemukakan bahwa belajar adalah proses aktif di mana peserta didik membangun pengetahuannya sendiri dengan cara mengasimilasi dan mengakomodasi informasi baru disebut teori
a)
Behaviorisme
b)
Kognitivisme
c)
Humanisme
d)
Konstruktivisme
e)
Konektivisme
16.
Salah satu tujuan utama dari penilaian formatif adalah
a)
Menentukan kelulusan peserta didik
b)
Memberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran
c)
Menilai hasil akhir belajar peserta didik
d)
Membandingkan hasil belajar peserta didik satu sama lain
e)
Membandingkan hasil belajar peserta didik satu sama lain
17.
Sebelum menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), langkah awal yang sebaiknya dilakukan guru adalah
a)
Menyiapkan media pembelajaran
b)
Menentukan metode penilaian
c)
Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
d)
Memilih buku teks yang akan digunakan
e)
Mengkaji silabus dan standar isi
18.
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui pengalaman Personal dan Interpersonal. Di bawah ini, yang merupakan pengalaman interpersonal adalah
a)
Experimenting (mencoba)
b)
Networking (membentuk jejaring)
c)
Questioning (menanya)
d)
Associating (menalar)
e)
Observing (mengamati)
19.
Guru berperan penting dalam membangun budaya belajar yang positif di kelas sehingga tercipta rasa saling menghormati, kerjasama, dan semangat belajar yang tinggi. Dalam hal ini berarti peran guru sebagai
a)
Activator
b)
Collaborator
c)
Culture Builder
d)
Mentor
e)
Fasilitator
20.
If we teach today as we taught yesterday then we rob our children of tomorrow yang maknanya: bila kita mengajar hari ini sama seperti kemaren, maka kita sudah merampas masa depan murid kita. Kalimat di atas disampaikan oleh seorang tokoh dunia, yaitu
a)
Albert Einstein
b)
John Dewey
c)
David Paul
d)
Goleman
e)
Anderson
21.
Apa alasan utama bagi seorang guru untuk memahami keragaman peserta didik di kelas inklusif?
a)
Untuk memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus dari kelas
b)
Mengabaikan perbedaan di antara peserta didik
c)
Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan semua peserta didik
d)
Hanya relevan untuk peserta didik berkebutuhan khusus
e)
Hanya fokus pada aspek akademis
22.
Seorang guru kelas menemukan bahwa beberapa siswanya sering kali tidak menyelesaikan tugas di kelas, meskipun mereka mampu menjawab pertanyaan lisan dengan benar. Guru tersebut awalnya mengira mereka malas, namun setelah berbincang-bincang, ia menemukan bahwa siswa-siswa tersebut merasa tertekan oleh durasi tugas yang panjang dan instruksi yang terlalu banyak. Guru menyadari bahwa karakteristik siswa-siswa ini adalah pembelajar kinestetik yang butuh aktivitas fisik dan tantangan yang lebih singkat. Sebagai guru yang memahami karakteristik peserta didik, langkah yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah
a)
Memberikan hukuman tambahan berupa tugas di rumah agar siswa menjadi lebih disiplin
b)
Meminta siswa tersebut untuk fokus dan menyelesaikan tugas dengan tenang seperti teman-teman yang lain
c)
Mengubah metode penilaian dengan tidak lagi menghitung tugas tertulis dan hanya berfokus pada tes lisan
d)
Memecah tugas menjadi beberapa bagian kecil yang diselingi dengan aktivitas fisik atau permainan edukatif singkat
e)
Menyerahkan masalah ini kepada guru BK karena berkaitan dengan perilaku dan motivasi siswa
23.
Di sebuah kelas, guru mendapati bahwa sekelompok siswanya yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu menunjukkan rasa minder dan enggan berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Mereka juga enggan bertanya saat tidak memahami materi, takut terlihat "bodoh" di depan teman-temannya. Guru menyadari bahwa karakteristik sosial-emosional siswa-siswa ini terpengaruh oleh kondisi latar belakang mereka. Tindakan pedagogis yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini dan membangun kepercayaan diri siswa adalah
a)
Mengabaikan perilaku tersebut karena merupakan masalah pribadi siswa dan fokus pada siswa yang aktif
b)
Menegur siswa-siswa tersebut secara pribadi dan mendorong mereka untuk menjadi lebih berani
c)
Membentuk kelompok diskusi secara acak tanpa mempertimbangkan latar belakang siswa
d)
Menciptakan iklim kelas yang aman dan inklusif, di mana guru menyoroti setiap kontribusi siswa, menghargai perbedaan, dan menggunakan metode kooperatif di mana semua anggota kelompok memiliki peran penting
e)
Mengumpulkan dana dari orang tua siswa yang mampu untuk membantu siswa yang kurang mampu agar mereka tidak lagi merasa minder
24.
Seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA meminta siswanya untuk menganalisis puisi. Ia menemukan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu mengidentifikasi unsur-unsur puisi secara verbal, tetapi kesulitan memahami makna mendalam atau pesan moral dari puisi tersebut. Guru tersebut menyimpulkan bahwa ia perlu mengubah strategi pengajarannya agar lebih relevan dengan prinsip pembelajaran yang mendidik. Tindakan pedagogis yang paling sesuai dengan prinsip pembelajaran yang bermakna adalah
a)
Memberikan lebih banyak tugas hafalan puisi untuk meningkatkan pemahaman kognitif
b)
Mengadakan kuis setiap akhir sesi untuk memastikan siswa menguasai unsur-unsur puisi
c)
Mengajak siswa berdiskusi tentang perasaan dan pengalaman pribadi mereka yang terkait dengan tema puisi yang sedang dipelajari
d)
Menggunakan metode ceramah dengan narasi yang lebih panjang dan terperinci tentang latar belakang penulis
e)
Mengukur pemahaman siswa hanya melalui tes objektif yang menguji ingatan
25.
Anda adalah seorang guru yang ditugaskan sebagai koordinator tim pengembang kurikulum di sekolah. Tim Anda berencana mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam semua mata pelajaran. Anda menyadari bahwa beberapa guru senior menolak ide tersebut, berargumen bahwa kurikulum yang ada sudah terlalu padat dan isu tersebut tidak termasuk dalam standar kompetensi yang diujikan. Sebagai koordinator, langkah strategis yang paling tepat untuk mengatasi resistensi dan memotivasi kolaborasi guru adalah
a)
Melaporkan guru yang menolak kepada kepala sekolah agar diberikan sanksi.
b)
Mengadakan sesi pelatihan tentang isu perubahan iklim untuk semua guru
c)
Menunjukkan data relevansi isu perubahan iklim dengan materi pelajaran dan memfasilitasi forum kolaborasi untuk merancang skenario pembelajaran yang inovatif
d)
Mengabaikan penolakan tersebut dan melanjutkan pengembangan kurikulum dengan anggota tim yang lain
e)
Menyerahkan sepenuhnya tugas pengembangan kurikulum kepada guru yang bersedia tanpa melibatkan yang lain
26.
Anda adalah seorang guru yang telah berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum baru yang berfokus pada Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Kurikulum tersebut telah selesai disusun, tetapi Anda dan rekan-rekan guru lainnya ragu-ragu dalam mengimplementasikannya di kelas. Anda merasa tidak yakin bagaimana cara memfasilitasi proyek, menilai proses kolaborasi siswa, dan memastikan semua siswa mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. Kompetensi guru yang paling krusial untuk ditingkatkan agar dapat berhasil melaksanakan kurikulum PjBL adalah
a)
Kemampuan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih
b)
Kemampuan menggunakan teknologi untuk mencari informasi pendukung
c)
Kemampuan menjadi fasilitator pembelajaran, termasuk merancang rubrik penilaian otentik dan memberikan umpan balik yang konstruktif
d)
Kemampuan mengelola kelas dengan jumlah siswa yang banyak
e)
Kemampuan menyampaikan materi pelajaran secara lebih menarik dan interaktif
27.
Seorang guru mata pelajaran fisika merasa bangga karena nilai ulangan harian siswanya selalu tinggi. Namun, saat siswa diminta untuk menjelaskan konsep dasar hukum Newton dalam konteks kehidupan sehari-hari, sebagian besar dari mereka kesulitan. Guru menyimpulkan bahwa meskipun siswanya mampu menghitung dan menghafal rumus, mereka tidak benar-benar memahami maknanya. Untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mendidik, tindakan korektif yang paling tepat harus berfokus pada
a)
Meningkatkan jumlah soal latihan hitungan untuk memperkuat pemahaman rumus
b)
Mengurangi materi pelajaran agar siswa dapat lebih fokus pada satu topik
c)
Mengubah strategi pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pembangunan pemahaman melalui inkuiri dan studi kasus
d)
Memberikan tugas tambahan berupa ringkasan materi untuk menguji kemampuan hafalan siswa
e)
Menegur siswa yang tidak mampu mengaplikasikan konsep fisika dalam kehidupan nyata
28.
Pembelajaran mendalam menekankan pentingnya prinsip “berkesadaran” (mindful learning), manakah dari pernyataan berikut yang paling sesuai dengan penerapan prinsip berkesadaran dalam PM?
a)
Murid konsentrasi dan nyaman dalam belajar, memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif
b)
Murid termotivasi secara ekstrinsik untuk belajar sebagai pembelajar aktid
c)
Murid mengikuti strategi pembelajaran yang ditentukan oleh guru dalam mencaan
d)
Murid konsentasi dan nyaman dalam belajar, memiliki motivasi ekstrinsik terhadap pembelajaran
e)
Murid Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang ada
29.
Perhatikan Langkah pembelajaran berikut! Murid mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi wawancara atau literatur dan mencari sumber lingkungan sekitar. Selanjutnya mereka mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan. Menggunakan berbagai teknis analisis, seperti dikusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik. Apa saja pengalaman belajar dan prinsip pembelajaran yang tercermin dalam langka pembelajaran tersebut?
a)
Memahami dengan prinsip berkesadaran dan bermakna
b)
Memahami dengan prinsip menggembirakan dan bermakna
c)
Memahami dengan prinsip menggembirakan dan bermakna
d)
Mengaplikasi, dengan prinsip menggembirakan dan bermakna
e)
Merefleksi dengan prinsip berkesadaran dan bermakna
30.
Asesmen dilakukan untuk menilai kekuatan dan kebutuhan pembelajaran mendalam. Pada tahap asesmen, Langkah pertama yang harus dilakukan pada proses inkuiri kolaboratif adalah
a)
Merancang pegalaman belajar berdasarkan analisis karakteristik
b)
Mengidentifikasi kebutuhan, kekuatan, minta serta 6 kompetensi global
c)
Melakukan observasi kelas dengan menggunakan lembar instrumen
d)
Menyusun perencanaan pembelajaran mendalam
e)
Menerapkan kebijakan reward dan punishment bagi guru berdasarkan hasil observasi tanpa memberikan bimbingan yang diperlukan
31.
Mengapa pola pikir disebut adalah “segalanya”?
a)
Pola pikir pondasi dari keterampilan dan perlatan
b)
Pola pikir mendikte apa myang akan dilakukan
c)
Pola pikir menentukan hasil yang diperoleh
d)
Ketiganya benar
e)
Hanya A dan B yang benar
32.
Salah satu cara yang banyak digunakan orang dalam upaya mengubah pola pikir seseorang adalah lewat intervensi pola pikir yang memeiliki tujuan utama untuk?
a)
Mendorong orang untuk berpindah dari PPT menjadi PPB
b)
Menjelaskan tentang cara orang bersikap terhadap kesalahan atau tantangan
c)
Meyakinkan orang bahwa kesulitan adalah tanda otak sedang bekerja
d)
Ketiganya benar
e)
Hanya A dan B yang benar
33.
Pembelajaran mendalam dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran BBM yaitu berkesadaran, mermakna, dan menggembirakan. Prinsip pola pikir bertumbuh akan berperan pada prinsip
a)
Berkesadaran
b)
Bermakna
c)
Menggembirakan
d)
Memahami
e)
Merefleksi
34.
Soal 16 dan 17 Diberikan pertanyaan sebagai berikut: i. Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
ii. Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata
iii. Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
iv. Kenyamanan murid dalam belajar
v. Fokus, konsentrasi, dan perhatian
vi. Kesempatan murid untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya
vii. Lingkungan pembelajaran yang interaktif dan menginspirasi
viii. Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu Pernyataan yang sesuai dengan prinsip berkesadaran dan bermakna adalah
a)
i, ii, iii, iv, dan v, vi
b)
ii, iii, iv, dan v, vi
c)
iv, v, vi, dan I, ii, iii
d)
iv, v, vi, dan vii, viii
e)
v, vi, vii, dan viii
35.
Seorang guru mengajar di kelas yang terdiri dari siswa dengan kemampuan beragam. Strategi pembelajaran yang paling tepat agar semua siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran adalah
a)
Ceramah tunggal agar materi seragam
b)
Diskusi kelompok tanpa memperhatikan kemampuan siswa
c)
Pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa
d)
Pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa
e)
Ujian tulis setiap akhir materi
36.
Seorang guru diminta menyusun RPP berdasarkan Kompetensi Dasar (KD). Agar pembelajaran lebih bermakna, guru sebaiknya
a)
Mengambil RPP dari internet tanpa modifikasi
b)
Menyusun tujuan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa
c)
Menyalin tujuan dari buku paket
d)
Menyusun tujuan tanpa memperhatikan kondisi siswa
e)
Mengabaikan tujuan pembelajaran dan langsung menilai hasil
37.
Setelah pembelajaran selesai, guru ingin menilai sejauh mana pemahaman siswa. Bentuk evaluasi yang sesuai dengan kompetensi pedagogik adalah
a)
Hanya memberikan ujian akhir semester
b)
Menggunakan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa
c)
Membandingkan hasil belajar dengan sekolah lain
d)
Menilai hanya siswa yang aktif saja
e)
Menentukan nilai berdasarkan absensi
38.
Setelah selesai mengajar, guru sebaiknya melakukan refleksi dengan cara
a)
Mengabaikan hasil belajar siswa
b)
Mengkaji kembali strategi yang digunakan untuk meningkatkan pembelajaran berikutnya
c)
Hanya menanyakan pendapat rekan sejawat
d)
Menyalahkan siswa yang tidak paham
e)
Mengulang pembelajaran sama persis di pertemuan berikutnya
39.
Seorang guru menemukan sebagian siswa cepat memahami materi, sementara yang lain lambat. Tindakan yang paling sesuai adalah
a)
Memberikan materi tambahan hanya untuk siswa pintar
b)
Mengidentifikasi gaya belajar siswa dan menyesuaikan metode pembelajaran
c)
Memberikan hukuman kepada siswa yang lambat belajar
d)
Mengabaikan perbedaan karena tujuan akhirnya sama
e)
Menambah jumlah tugas rumah untuk semua siswa
40.
Dalam merancang pembelajaran, tujuan pembelajaran sebaiknya
a)
Ditulis panjang tanpa ukuran pencapaian
b)
Menggunakan kata kerja operasional yang terukur
c)
Menyalin langsung dari buku guru
d)
Dibuat setelah proses pembelajaran selesai
e)
Mengabaikan karakteristik siswa
41.
Di kelas XI, Ibu Ana menemukan bahwa sebagian siswa sangat aktif menggunakan media sosial untuk mencari informasi terkait pelajaran, sementara siswa lain lebih suka belajar dari buku teks dan catatan guru. Beberapa siswa lain justru tampak kurang termotivasi, merasa materi tidak relevan dengan kehidupan mereka. Jika Ibu Ratna ingin memaksimalkan potensi seluruh siswa sesuai karakteristiknya, strategi pembelajaran yang paling tepat adalah
a)
Menekankan penggunaan buku teks agar semua siswa terbiasa dengan sumber belajar yang valid
b)
Membolehkan siswa aktif media sosial terus menggunakan gawai, sementara yang lain tetap dengan buku teks
c)
Menggabungkan berbagai sumber belajar (buku, media digital, kaus) dan mengaitkan materi dengan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa
d)
Menyuruh siswa kurang termotivasi mengikuti cara belajar teman yang rajin menggunakan buku
e)
Membatasi penggunaan gawai di kelas untuk mengurangi distraksi, lalu semua diarahkan pada metode ceramah
42.
Dalam pembelajaran Biologi kelas VII, Bapak Kasim mengajak siswa melakukan eksperimen sederhana tentang ekosistem. Setelah percobaan, siswa diminta menyajikan data, berdiskusi dalam kelompok, dan menarik kesimpulan. Sebagian siswa masih menunggu penjelasan langsung dari guru, sedangkan sebagian lain mencoba menghubungkan hasil eksperimen dengan konsep yang sudah mereka ketahui.
Jika dilihat dari perspektif teori konstruktivisme, peran guru yang paling tepat dalam situasi tersebut adalah
a)
Menyampaikan rangkuman konsep ekosistem secara lengkap agar siswa tidak bingung
b)
Menjadi fasilitator yang memberi pertanyaan pemandu agar siswa mengonstruksi pengetahuannya dari hasil percobaan
c)
Menentukan mana jawaban kelompok yang benar dan salah lalu memberi nilai langsung
d)
Mengendalikan jalannya diskusi dengan menetapkan alur berpikir siswa agar sesuai dengan teori
e)
Membiarkan siswa sepenuhnya tanpa arahan agar belajar mandiri dari percobaan
43.
Dalam sebuah pembelajaran Biologi kelas XI, murid diminta mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (observasi lingkungan, eksperimen, wawancara, literatur). Selanjutnya mereka mengorganisasi dan menafsirkan data melalui diskusi kelompok, pemetaan konsep, dan pembuatan grafik. Pada tahap akhir, murid merefleksikan temuan mereka dengan mengaitkan konsep ekosistem pada isu lingkungan di sekitar sekolah. Pengalaman belajar dan prinsip pembelajaran yang paling tercermin dalam langkah tersebut adalah
a)
Memahami konsep melalui data, dengan prinsip berkesadaran, karena siswa menyadari relevansi pengetahuan dengan lingkungannya
b)
Mengaplikasi konsep dalam diskusi, dengan prinsip menggembirakan, karena aktivitas kelompok membuat siswa lebih senang belajar
c)
Merefleksi hasil pembelajaran, dengan prinsip bermakna, karena siswa menghubungkan konsep dengan isu nyata di sekitarnya
d)
Memahami konsep melalui hafalan, dengan prinsip berkesadaran, karena siswa fokus pada isi bacaan yang diberikan guru
e)
Mengaplikasi konsep dengan cara menyalin data, dengan prinsip bermakna, karena siswa terbiasa mengikuti arahan guru
44.
Bapak Faisal, seorang guru SMP, menyadari bahwa beberapa kelompok murid di kelasnya mengalami kesulitan dalam mengerjakan penugasan proyek. Strategi apa yang seharusnya diterapkan oleh Pak Faisal untuk memfasilitasi kerja kelompok agar lebih baik?
a)
Memberikan instruksi tambahan yang lebih rinci agar kelompok mengikuti langkah yang sama
b)
Menetapkan target proyek yang lebih sederhana agar semua kelompok dapat menyelesaikannya
c)
Membimbing kelompok untuk membagi peran, melatih kerja sama, dan menyelesaikan masalah bersama
d)
Membagi ulang anggota kelompok berdasarkan kemampuan agar lebih merata
e)
Memberikan tambahan waktu pengerjaan agar kelompok dapat menyelesaikan proyek dengan tenang
45.
Ibu Sari baru saja menyelesaikan pembelajaran satu tema Bahasa Indonesia kelas V tentang Teks Cerita Fabel. Ia ingin melaksanakan asesmen sumatif untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dalam memahami, mengaplikasi, dan merefleksi pembelajaran, bukan sekadar menghafal isi teks.
Instrumen asesmen sumatif yang paling tepat adalah
a)
Memberikan tes pilihan ganda tentang tokoh dan alur cerita fabel yang sudah dibaca siswa
b)
Menugaskan siswa menuliskan kembali isi cerita fabel dengan bahasa mereka sendiri
c)
Mengadakan kuis cepat tentang ciri-ciri fabel agar siswa teringat kembali materinya
d)
Menyuruh siswa menghafal satu fabel lalu menceritakannya kembali di depan kelas
e)
Meminta siswa membuat teks fabel baru dengan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
46.
Seorang guru sedang menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP). Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan prinsip penulisan TP?
a)
TP cukup berisi materi ajar tanpa menyebutkan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik
b)
TP ditulis memuat dua komponen utama, yaitu kompetensi dan konten
c)
TP disusun hanya berdasarkan urutan bab dalam buku teks
d)
TP sebaiknya tidak menggunakan kata kerja operasional agar lebih fleksibel
e)
TP harus mencakup semua indikator yang ada dalam CP secara menyeluruh
47.
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan tujuan dari Assessment of Learning (Sumatif)?
a)
Untuk membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan mereka selama proses belajar agar dapat memperbaiki strategi belajar berikutnya
b)
Untuk memberikan umpan balik kepada guru guna memperbaiki strategi pembelajaran yang sedang berlangsung.
c)
Untuk melatih siswa melakukan refleksi diri agar lebih sadar terhadap proses belajar mereka
d)
Untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran di akhir suatu unit, program, atau semester
e)
Untuk mengetahui sejauh mana siswa siap mengikuti pembelajaran baru di awal suatu topik
48.
Dalam sebuah forum refleksi, guru-guru menyampaikan bahwa strategi pembelajaran yang telah dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan murid. Sebagai guru yang profesional, langkah yang seharusnya diambil adalah
a)
Tetap mengikuti rencana awal agar sesuai dokumen RPP meskipun kurang sesuai dengan kebutuhan murid
b)
Menyusun ulang strategi pembelajaran bersama rekan sejawat berdasarkan hasil refleksi agar lebih sesuai dengan kebutuhan murid
c)
Menyalahkan faktor luar (misalnya sarana prasarana) sehingga strategi tidak perlu diubah
d)
Menunda perbaikan strategi sampai tahun ajaran berikutnya agar tidak merepotkan proses belajar
e)
Melakukan penyesuaian pembelajaran secara kreatif, kemudian menguji hasilnya di kelas sambil terus merefleksi efektivitasnya
49.
Individu memiliki rasa ingin tahu, mampu menganalisis permasalahan dan gagasan yang kompleks, menyampaikan argumentasi logis yang didukung oleh bukti, terampil dalam memilah informasi yang valid, membuat keputusan berbasis bukti, serta menggunakan literasi dan numerasi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan. Pernyataan di atas merupakan deskripsi kompetensi profil lulusan pada dimensi
a)
Komunikasi
b)
Penalaran kritis
c)
Kewargaan
d)
Kolaborasi
e)
Kemandirian
50.
Tata ruang kelas sangat mempengaruhi terlaksananya pembelajaran mendalam. Manakah pengelolaan kelas berikut yang justru tidak mendorong terciptanya pembelajaran mendalam?
a)
Bentuk ruang kelas klasikal berderet dari depan ke belakang, sehingga guru tetap menjadi pusat perhatian utama
b)
Pengaturan meja dan kursi berbentuk U-shape, sehingga guru dan siswa lebih mudah berkomunikasi dua arah
c)
Penataan kelas berbasis kelompok kecil yang memungkinkan siswa berdiskusi, berkolaborasi, dan berbagi ide secara aktif
d)
Penerapan mix class dengan menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan untuk mengerjakan proyek bersama
e)
Pemanfaatan kelas hybrid yang menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kolaborasi instansi/mitra luar sekolah
51.
Kompetensi pedagogik guru terutama tercermin pada
a)
Kemampuan menyusun laporan keuangan
b)
Kemampuan mengelola pembelajaran sesuai kebutuhan siswa
c)
Kemampuan mengatur kehadiran siswa
d)
Kemampuan mengurus administrasi sekolah
52.
Guru yang memahami karakteristik peserta didik akan
a)
Memberikan tugas yang sama tanpa membedakan kemampuan
b)
Menyesuaikan pembelajaran sesuai potensi dan kebutuhan siswa
c)
Hanya memperhatikan siswa pintar
d)
Fokus pada nilai ujian
53.
Strategi pembelajaran yang mendorong siswa aktif mencari pengetahuan adalah
a)
Ceramah terus-menerus
b)
Diskusi, inkuiri, dan project-based learning
c)
Menghafal catatan guru
d)
Menyalin buku teks
54.
Guru yang menggunakan asesmen autentik biasanya
a)
Hanya mengandalkan ujian tertulis
b)
Menggunakan proyek, portofolio, dan observasi
c)
Mengutamakan hafalan materi
d)
Menilai hanya dari presensi
55.
Prinsip utama pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah
a)
Guru menjadi sumber utama pengetahuan
b)
Siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri dengan bimbingan guru
c)
Siswa pasif menerima materi
d)
Guru mengendalikan seluruh aktivitas kelas
56.
Berdasarkan Pasal 3 ayat (2) Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, pendekatan pembelajaran mendalam ditambahkan dalam kerangka dasar kurikulum. Jika seorang guru menemukan bahwa siswa kesulitan menerapkan konsep dalam konteks nyata, bagaimana guru seharusnya mensintesis pendekatan ini dengan landasan psikopedagogis untuk meningkatkan pemahaman holistik tanpa mengorbankan prinsip adaptasi teknologi?
a)
Pemanfaatan teknologi digital diarahkan terutama pada pengulangan materi faktual, dengan asumsi efisiensi capaian lebih penting daripada keterhubungan konsep
b)
Refleksi pasca-pembelajaran dipadukan dengan simulasi digital, kemudian ditindaklanjuti melalui proyek kontekstual untuk menilai keterpaduan pemahaman
c)
Integrasi teknologi ditempatkan sebagai prioritas utama, sedangkan analisis psikopedagogis dipandang sekunder karena dianggap tergantikan oleh pendekatan modern
d)
Diferensiasi pendekatan dilakukan dengan menekankan pembelajaran mendalam hanya pada kelompok siswa tertentu, menyesuaikan variasi kemampuan akademik
e)
Revisi kurikulum diarahkan pada penyederhanaan struktur dengan mengurangi porsi pendekatan mendalam agar implementasi lebih seragam
57.
Pasal 6 Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 mencakup struktur kurikulum untuk berbagai jenjang, termasuk pendidikan luar biasa. Jika seorang kepala sekolah di sekolah luar biasa menghadapi keterbatasan sumber daya untuk implementasi, bagaimana kepala sekolah seharusnya mengevaluasi prioritas struktur kurikulum ini dengan prinsip inklusivitas tanpa melanggar ketentuan?
a)
Evaluasi diarahkan pada kebutuhan spesifik siswa luar biasa, kemudian dihubungkan dengan strategi pengajuan dukungan tambahan melalui kemitraan eksternal, meskipun menimbulkan konsekuensi administratif lebih panjang
b)
Penekanan diberikan pada penerapan struktur kurikulum standar terlebih dahulu, dengan asumsi bahwa keterbatasan sumber daya tidak memungkinkan implementasi komprehensif untuk semua jenjang
c)
Rasionalisasi dilakukan dengan mengurangi porsi adaptasi inklusif agar alokasi sumber daya dapat lebih terfokus pada komponen inti kurikulum standar
d)
Analisis difokuskan pada ketersediaan fasilitas dan tenaga pendidik, dengan penilaian bahwa prinsip inklusivitas dapat ditunda hingga kondisi lebih mendukung
e)
Refleksi prioritas ditempatkan pada penerapan kurikulum nasional secara seragam, sehingga modifikasi lokal untuk kebutuhan luar biasa tidak dijadikan agenda utama
58.
Berdasarkan Pasal 18 ayat (3) Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, tema muatan pembelajaran dikembangkan oleh satuan pendidikan. Jika seorang guru di daerah terpencil kesulitan mengembangkan tema relevan dengan konteks lokal, bagaimana guru seharusnya mensintesis pendekatan ini dengan landasan filosofis untuk menciptakan pembelajaran bermakna?
a)
Tema pembelajaran diarahkan pada standar nasional yang sudah ada, dengan pertimbangan bahwa keseragaman kurikulum lebih mudah dijalankan dibanding adaptasi lokal
b)
Pengembangan tema dilakukan melalui eksplorasi konteks lokal, misalnya wawancara masyarakat, lalu dipadukan dengan nilai filosofis Pancasila, meskipun menuntut keterlibatan pihak luar dalam prosesnya
c)
Rasionalisasi strategi ditempuh dengan mengurangi agenda pengembangan tema, karena keterbatasan sumber daya dianggap lebih mendesak dibanding kebutuhan kontekstual
d)
Evaluasi kurikulum difokuskan pada penerapan tema-tema nasional terlebih dahulu, sementara integrasi lokal ditunda hingga kondisi lebih memungkinkan
e)
Refleksi praktik dilakukan untuk menyusun usulan tema dari pusat, sehingga adaptasi lokal tidak diprioritaskan dalam perencanaan
59.
Pasal 19 Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 menetapkan beban belajar kokurikuler dalam alokasi waktu satu tahun ajaran. Jika seorang guru menemukan siswa kelelahan akibat beban ini, bagaimana guru seharusnya mengevaluasi dan menyesuaikan alokasi waktu dengan pendekatan pembelajaran mendalam?
a)
Alokasi waktu dipertahankan sesuai regulasi, dengan asumsi bahwa kepatuhan administratif lebih diutamakan dibanding penyesuaian berdasarkan kondisi siswa
b)
Analisis dilakukan terhadap distribusi kegiatan siswa, kemudian alokasi waktu direvisi agar mencakup ruang refleksi mendalam, meskipun konsekuensinya memerlukan persetujuan pihak sekolah
c)
Rasionalisasi beban belajar ditempuh dengan mengurangi kegiatan kokurikuler, karena prioritas utama dianggap terletak pada pelajaran inti
d)
Evaluasi diarahkan pada ketercapaian penyelesaian tugas, sementara aspek kelelahan siswa ditempatkan sebagai pertimbangan sekunder
e)
Penyesuaian dilakukan dengan menambah jam kokurikuler agar materi dapat lebih tuntas, tanpa mengubah mekanisme evaluasi mendalam
60.
Pasal 3 ayat (2) Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 menekankan pendekatan pembelajaran mendalam. Jika seorang guru menemukan siswa hanya menghafal tanpa pemahaman, bagaimana guru seharusnya mengevaluasi dan mengintegrasikan pendekatan ini dengan landasan psikopedagogis untuk hasil optimal?
a)
Penekanan diberikan pada latihan hafalan yang konsisten, dengan asumsi bahwa pengulangan dapat memperkuat ingatan tanpa harus mengubah metode
b)
Fokus diarahkan pada penghapusan pendekatan mendalam, dengan pertimbangan bahwa hafalan lebih sesuai dengan karakter sebagian besar siswa
c)
Integrasi dilakukan melalui penugasan reflektif yang menghubungkan teori dengan praktik nyata, lalu evaluasi dilakukan melalui presentasi pemahaman, meskipun membutuhkan penyesuaian strategi
d)
Evaluasi difokuskan pada jumlah materi yang diingat, dengan pemahaman ditempatkan sebagai faktor sekunder
e)
Refleksi pembelajaran dilakukan dengan menambah variasi hafalan, tanpa perubahan signifikan pada model pembelajaran
61.
Seorang guru merancang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk secara aktif membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman langsung dan refleksi. Apakah pendekatan pembelajaran yang digunakan guru tersebut?
a)
Behaviorisme
b)
Konstruktivisme
c)
Humanisme
d)
Konvensional
62.
Pemahaman Karakteristik Peserta Didik
Seorang guru menyadari bahwa dalam satu kelas terdapat siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Sikap terbaik guru adalah
a)
Memberikan metode ceramah karena mudah dilakukan
b)
Menyediakan variasi metode sesuai gaya belajar siswa
c)
Meminta siswa menyesuaikan dengan metode guru
d)
Memberikan materi dalam bentuk bacaan saja
63.
Teori Belajar
Menurut teori konstruktivisme, peran utama guru dalam pembelajaran adalah
a)
Menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya
b)
Menjadi fasilitator yang membantu siswa membangun pengetahuan sendiri
c)
Menguji kemampuan siswa dengan soal-soal hafalan
d)
Menentukan jawaban benar yang harus diikuti siswa
64.
Prinsip pembelajaran yang menekankan bahwa pembelajaran harus dimulai dari hal yang konkret menuju abstrak adalah
a)
Prinsip motivasi
b)
Prinsip keterpaduan
c)
Prinsip bertahap
d)
Prinsip individualisasi
65.
Pengembangan Kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum, peran guru paling utama adalah
a)
Menentukan anggaran pendidikan
b)
Menyusun silabus dan RPP sesuai kebutuhan siswa
c)
Menyusun peraturan sekolah
d)
Menetapkan standar kelulusan nasional
66.
Perencanaan Pembelajaran
Komponen utama dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah
a)
Silabus, kalender akademik, dan media
b)
Identitas sekolah, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, penilaian
c)
Tujuan pendidikan nasional, visi sekolah, misi sekolah
d)
Kegiatan ekstrakurikuler, jadwal pelajaran, absensi siswa
67.
Pelaksanaan Pembelajaran
Guru yang baik ketika melaksanakan pembelajaran seharusnya
a)
Menguasai kelas dengan cara mendominasi seluruh kegiatan
b)
Memberikan kesempatan siswa berpartisipasi aktif dalam belajar
c)
Memastikan siswa hanya mencatat penjelasan guru
d)
Menentukan cara belajar yang sama untuk semua siswa
68.
Evaluasi Pembelajaran
Tujuan utama evaluasi pembelajaran adalah
a)
Memberikan nilai rapor
b)
Mengetahui pencapaian hasil belajar siswa dan memperbaiki proses pembelajaran
c)
Menentukan rangking siswa di kelas
d)
Menilai kepribadian siswa
69.
Pemanfaatan TIK
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran terutama bertujuan untuk
a)
Mengganti peran guru sepenuhnya
b)
Menjadikan pembelajaran lebih variatif, interaktif, dan efektif
c)
Membatasi interaksi tatap muka dengan siswa
d)
Meningkatkan biaya pembelajaran
70.
Refleksi Diri
Setelah melaksanakan pembelajaran, guru melakukan refleksi. Tujuan utama kegiatan refleksi adalah
a)
Menilai kesalahan siswa dalam belajar
b)
Mengevaluasi efektivitas pembelajaran untuk perbaikan ke depan
c)
Mengisi laporan administrasi pembelajaran
d)
Mengurangi jam kerja guru
71.
Integrasi Aspek Pedagogik
Seorang guru menggunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki strategi pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Hal ini menunjukkan kompetensi pedagogik pada aspek
a)
Perencanaan pembelajaran
b)
Pelaksanaan pembelajaran
c)
Evaluasi dan refleksi pembelajaran
d)
Pemahaman karakteristik peserta didik
72.
Prinsip pembelajaran mendalam yang relevan dengan kemitraan pembelajaran lintas disiplin ilmu (intern disipliner) adalah
a)
Menghafal konsep pembelajaran sehingga mampu memahami materi pembelajaran di berbagai disiplin ilmu
b)
Memberikan latihan soal secara rutin sehingga murid mampu menjawab semua studi kasus
c)
Melatih murid menemukan keterkaitan antar konsep lintas mapel hingga mampu menghubungkan konteks pembelajaran di dunia nyata
d)
Menekankan capaian nilai ujian terbaik sebagai hasil akhir untuk masuk ke universitas Impian
e)
Memberikan pengalaman sebanyak-banyaknya agar murid memiliki wawasan yang luas dalam pembelajaran
73.
Strategi guru dalam menanamkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) adalah
a)
Menentukan konsekuensi apabila murid belum mencapai keberhasilan
b)
Menjadi tauladan dalam menunjukkan sikap yang pantang menyerah
c)
Membandingkan kemampuan murid dengan teman sekelasnya
d)
Memberikan umpan balik pada proses usaha belajar murid
e)
Memberi pujian pada hasil akhir pembelajaran
74.
Dalam intervensi pola pikir, guru sebaiknya mengajarkan murid untuk
a)
Berfokus bahwa nilai hasil akhir belajar menjadi target penting yang harus dicapai sebagai bentuk keberhasilan
b)
Meyakini bahwa kecerdasan dan kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan strategi yang tepat
c)
Membandingkan diri sendiri dengan teman yang lebih pintar untuk termotivasi dalam belajar
d)
Mengevaluasi lingkungan belajar sebagai faktor utama dalam pencapaian prestasi belajar
e)
Memilih tantangan dalam pembelajaran yang diprediksi dapat dicapai dengan baik
75.
Dalam pembelajaran mendalam, konsep memuliakan terutama diwujudkan melalui
a)
Memberi penghargaan hanya kepada siswa dengan prestasi akademik tertinggi
b)
Menghargai setiap usaha dan keberagaman potensi siswa sebagai bagian penting dari proses belajar
c)
Menuntut semua murid mencapai standar hasil belajar yang sama dengan mempertimbangkan perbedaan karakter
d)
Mengutamakan pencapaian nilai tinggi sebagai ukuran keberhasilan utama dalam pembelajaran
e)
Memberikan batasan kesempatan siswa untuk berpendapat agar pembelajaran lebih terkontrol
76.
Peran guru sebagai fasilitator berarti
a)
Menjadi satu-satunya sumber utama pembelajaran murid
b)
Menilai hasil akhir belajar murid dan melakukan remedial
c)
Menyediakan semua jawaban yang dibutuhkan oleh murid dalam belajar
d)
Menyediakan lingkungan belajar yang mendukung penguatan pengetahuan murid
e)
Menentukan seluruh keputusan pembelajaran yang dirasa penting untuk pengembangan kompetensi murid
77.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran mendalam bertujuan untuk
a)
Memberlakukan pembelajaran secara daring agar murid selalu berlatih menggunakan media digital
b)
Menggantikan seluruh peran guru dalam mengajar dengan aplikasi pembelajaran digital
c)
Memperluas interaksi siswa melalui perangkat digital sehingga mampu menggunakan semua aplikasi pembelajaran digital
d)
Memfasilitasi kolaborasi, eksplorasi sumber belajar luas, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis
e)
Menyajikan materi hanya dalam bentuk variasi media digital yang sesuai dengan perkembangan zaman
78.
Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran ditunjukkan oleh
a)
Guru menyelesaikan seluruh materi sesuai RPP sampai hasil belajar siswa optimal
b)
Guru memberikan banyak tugas sampai murid memahami semua materi pembelajaran
c)
Murid hadir penuh selama proses pembelajaran dengan memperhatikan capaian pembelajaran
d)
Siswa menghafal semua materi sehingga mampu menerapkan pengetahuan yang sudah dipelajari dalam konteks nyata
e)
Adanya aktivitas siswa yang sesuai dengan tujuan, hasil belajar dapat diukur, dan menunjukkan pengembangan kompetensi
79.
Fungsi asesmen formatif adalah
a)
Memantau proses belajar
b)
Menentukan kelulusan siswa
c)
Menilai hasil akhir pembelajaran
d)
Membandingkan prestasi antar siswa
e)
Menghitung nilai rapor akhir semester
80.
Teknik penilaian autentik yang tepat untuk menilai hasil praktik pembelajaran adalah
a)
Unjuk kerja
b)
Peminatan
c)
Portofolio
d)
Tertulis
e)
Lisan
81.
Beberapa guru berdiskusi merancang proyek lintas mata pelajaran yang akan memberikan ruang aktivitas pada murid untuk bekerja sama mencari solusi pengelolaan pameran tugas akhir pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini mencerminkan dimensi profil lulusan
a)
Kesehatan
b)
Kemandirian
c)
Kolaborasi
d)
Kreativitas
e)
Kewargaan
82.
Peserta didik dalam suatu kelas gaya belajarnya beragam ada yang visual, auditori, dan kinestetik. Namun kegiatan pembelajaran selama ini masih banyak yang konvensional-klasikal. Agar dapat memenuhi ketiga gaya belajar tersebut, guru perlu
a)
menggunakan media audio, video, dan percobaan
b)
menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab
c)
menggunakan program audio dan modul
d)
menggunakan media komik pembelajaran dan buku paket
83.
Ibu Zulaika ketika melakukan proses pembelajaran selalu menggunakan media, kadang memutar video pembelajaran, kadang memutar CD audio, kadang menggunakan poster berwarna, agar peserta didiknya memperhatikan dan tertarik terhadap apa yang dibahasnya serta senang mengikuti pelajarannya, sehingga hasilnya sangat baik. Pembelajaran dilakukan demikian karena pertimbangan
a)
motivasi peserta didik
b)
gaya belajar peserta didik
c)
variasi media bagi peserta didik
d)
minat peserta didik
84.
Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran merupakan kompetensi pedagogi pada aspek
a)
penguasaan terhadap karateristik peserta didik
b)
penguasaan pada teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
c)
melakukan tindakan reflektif
d)
pengembangan kurikulum
85.
Suatu rumusan tujuan pembelajaran berbunyi sebagai berikut: “Melalui diskusi dan kerja kelompok serta tayangan Youtube tentang kegiatan di sekitarnya, peserta didik dapat menganalisis bentuk-bentuk kegiatan yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan dengan cermat dan kritis.” Pengembangan keterampilan abad 21 pada rumusan tujuan tersebut ditunjukkan dengan kata
a)
diskusi dan kerja kelompok
b)
kerja kelompok dan mengalisis dengan kritis
c)
tayangan youtube dan menganalisis
d)
kerja kelompok dan tayangan youtube
86.
Model-model pembelajaran yang cocok diterapkan dalam menyusun rancangan pembelajaran inovatif dengan pendekatan STEAM adalah
a)
model Pembelajaran campuran, inkuri, dan TCL
b)
model Pembelajaran jarak jauh. Discovery, dan TCL
c)
model Pembelajaran dalam jaringan, campuran, dan TCL
d)
model Pembelajaran berbasis proyek, penemuan, dan inkuiri
87.
Salah satu ciri pembelajaran berbasis proyek adalah dihasilkannya suatu produk akhir. Pernyataan berikut yang paling sesuai terkait produk dari pembelajaran berbasis proyek adalah
a)
produk harus harus benar-benar nyata sehingga dapat dilihat secara fisik
b)
produk akhir harus mencapai target dan kualitas sama untuk setiap kelompok
c)
produk dapat berwujud tangible (nyata) maupun non tangible (tidak berbentuk fisik)
d)
produk merupakan tujuan akhir sehingga bersifat bebas tanpa kriteria
88.
Seorang guru menemukan bahwa sebagian besar murid di kelasnya pasif saat diskusi kelompok. Setelah dianalisis, ternyata mereka tidak memahami tujuan pembelajaran sejak awal. Jika guru ingin menerapkan prinsip berkesadaran, langkah pertama yang paling tepat adalah
a)
Memberikan pertanyaan pemantik agar murid merasa tertantang untuk berpikir
b)
Menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaatnya bagi murid
c)
Membagi kelompok berdasarkan kemampuan agar diskusi lebih seimbang
d)
Menggunakan media pembelajaran interaktif untuk menarik perhatian
e)
Memberikan penghargaan kepada kelompok yang paling aktif berdiskusi
89.
Dalam proyek tentang lingkungan, guru meminta murid meneliti masalah sampah di sekitar sekolah. Sebagian murid hanya mengumpulkan data, sementara sebagian lain mencoba membuat solusi pengelolaan sampah. Pengalaman belajar yang paling sesuai dengan mengaplikasi adalah
a)
Murid menghubungkan data sampah dengan teori kebersihan yang dipelajari di kelas
b)
Murid mendiskusikan hasil penelitian dengan guru dan teman sekelas
c)
Murid membuat rancangan inovatif seperti bank sampah atau komposter sederhana
d)
Murid membandingkan jumlah sampah di sekolah dengan sekolah lain
e)
Murid menulis laporan penelitian tentang jenis sampah yang terkumpul
90.
Seorang guru IPA menyusun asesmen dengan memberikan proyek pembuatan filter air sederhana. Setelah presentasi, guru memberikan umpan balik agar murid memperbaiki desainnya. Asesmen tersebut mencerminkan prinsip
a)
Sumatif, karena menilai hasil akhir proyek
b)
Objektif, karena menilai berdasarkan kriteria tertentu
c)
Edukatif, karena hasil asesmen dipakai untuk memperbaiki proses belajar
d)
Berkeadilan, karena semua murid mendapat tugas yang sama
e)
Normatif, karena hasilnya dibandingkan dengan rata-rata kelas
91.
Dalam pembelajaran PPKn, guru memberi kasus nyata tentang intoleransi di masyarakat. Murid diminta mencari solusi dengan melibatkan nilai-nilai Pancasila. Kasus ini paling mencerminkan prinsip pembelajaran
a)
Berkesadaran, karena murid tahu tujuan belajar
b)
Bermakna, karena murid menerapkan pengetahuan pada konteks nyata
c)
Menggembirakan, karena suasana kelas menjadi menyenangkan
d)
Objektif, karena solusi dinilai dengan rubrik tertentu
e)
Edukatif, karena hasilnya memberi umpan balik pada murid
92.
Seorang guru bahasa Indonesia ingin melatih keterampilan refleksi murid. Ia memberikan tugas menulis jurnal tentang strategi belajar yang sudah dilakukan dan perbaikannya untuk ke depan. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah
a)
Murid mengingat kembali materi yang dipelajari secara detail
b)
Murid memahami hubungan antara konsep dengan konteks nyata.
c)
Murid mengembangkan kemampuan menghasilkan karya baru
d)
Murid berkompetisi untuk membuat jurnal terbaik
e)
Murid mampu mengevaluasi proses belajar dan mengelola strategi belajar
93.
Setiap guru harus memiliki kemampuan menghayati perilaku dan etika yang sesuai dengan Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai perwujudan dari
a)
Tanggung jawab moral
b)
Tanggung jawab dalam bidang Pendidikan
c)
Tanggung jawab dalam bidang kemasyarakatan
d)
Tanggung jawab dalam bidang keilmuan
e)
Tanggung jawab dalam bidang pengabdian
94.
Pilihlah pernyataan berikut yang paling tepat terkait dengan hakikat pembelajaran
a)
Pembelajaran merupakan suatu proses sebab akibat, dimana gurulah yang menyebabkan siswa melakukan kegiatan belajar
b)
Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi timbal balik antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
c)
Pembelajaran adalah suatu interaksi antara guru dan siswa dengan menggunakan multi media dan multi metode
d)
Pembelajaran adalah jiwanya pendidikan dimana didalamnya terdapat interaksi antara guru dan siswa secara intensif
e)
Pembelajaran merupakan usaha sadar yang dilakukan guru bersama peserta didik untuk mencapai suatu kesepahaman bersama
95.
Dalam proses kegiatan pembelajaran, seorang guru menggunakan sumber-sumber belajar yang ada di sekitar dan menggunakan media sederhana yang mudah didapat, dibuat dan digunakan dalam kegiatan kegiatan mengajarnya karena keterbatasan biaya, guru tersebut bukan hanya menerapkan kurikulum secara ideal tetapi juga menerapkan prinsip
a)
Kontinuitas
b)
Efisiensi
c)
Praktis
d)
Efektifitas
e)
Kreativitas
96.
Pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah proses Menyusun rencana tentang isi dan bahan Pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarainya, hal ini berarti
a)
Menyusung Modul Ajar (MA) tidak termasuk proses pengembangan kurikulum, sebab hanya dilakukan oleh guru untuk keperluaan pengajaran
b)
Proses pengembangan kurikulum diantaranya meliputi program tahunan, program semesteran, dan program mingguan
c)
Menentukan strategi dan metode pembelajaran tidak termasuk dalam proses pengembangan kurikulum sebab dirumuskan hanya untuk keperluan pengajaran
d)
Proses pengembangan kurikulum dilakukan tersendiri dan terpisah dari proses penyusunan pembelajaran
e)
Pengembangan kurikulum sebagai pedoman dianggap lebih penting dari pembelajaran
97.
Masyarakat senatiasa mengalami perubahan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan demikian maka kurikulum sebaiknya memuat
a)
Berisikan segala sesuatu yang menjadi tuntutan masyarak sesuai dengan perubahannya
b)
Mempertahankan semua nilai luhur jangan samapi terpengaruholeh buadaya luar
c)
Berisikan kebutuhan dan tuntutan masyarakat tanpa mengorbankan sistem nilai yang berlaku
d)
Dirubah sesuai dengan perkembangan sosiologis teknologis
e)
Memasukkan semua ide dan gagasan kelompok social yang dianggap relevan dengan kebutuhan
98.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003, Pasal 3, merumuskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk:
a)
Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
b)
Membentuk manusia pancasilais
c)
Mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan taraf perkembangan mereka yang beragam
d)
Mengembangkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan tujuan Pembangunan nasional
e)
Membentuk peserta didik yang utuh, mampu bersaing dengan pasar global dan paripurna
99.
Learning to do mengandung pengertian bahwa belajar itu adalah berbuat dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi, dengan demikian maka
a)
Dalam penyusunan rancangan strategi pembelajaran guru perlu Kerjasama dengan semua pihak terkait
b)
Yang terpenting strategi pembelajaran harus memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengakumulasi pengetahuan yang dibutuhkan untuk kehidupan siswa
c)
Strategi pembelajaran yang dirancang guru harus mendorong peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar
d)
Strategi pembelajaran perlu memperhatikan srana dan prasarana yang tersedia
e)
Keberhasilan strategi pembelajaran manakala mengembangkan minat dan bakat peserta didik
100.
Pola orientasi social anak yang cenderung menarik diri secara tegas dari lingkungannya, mereka senang menyendiri dan cenderung introvert, kebiasaan tersebut dikenal dengan
a)
Withdrawal-expansive
b)
Reactivity-placidity
c)
Passivity-dominance
d)
Responsive-placidity
e)
Dominance-Expansive
Reset
