NEW
Font size
WorksheetsKuis Sistem Agribisnis Kel4
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Contoh industri pengolahan input pertanian adalah
Minyak goreng sawit
Pengalengan buah
Penggilingan padi
Industri pupuk dan pestisida
Menurut Maani & Cavana (2007), tahap pemodelan diagram sebab-akibat (Causal Loop) melibatkan
Pelatihan tenaga kerja
Implementasi proyek di lapangan
Identifikasi variabel utama & leverage points
Evaluasi kinerja ekonomi
Rekomendasi penting bagi pemerintah dalam pengembangan gula semut aren adalah
Dukungan kebijakan, teknologi, dan akses pasar
Fokus pada impor produk olahan
Tidak ikut campur dalam agroindustri
Mengurangi peran kelompok tani
Menurut Arifin (2004), agroindustri adalah
Sistem distribusi hasil pertanian ke pasar
Industri jasa yang mendukung sektor agribisnis
Perusahaan yang mengolah bahan baku pertanian menjadi produk olahan
Industri yang mengolah hasil tambang menjadi produk bernilai tambah
Tahap pertama dalam analisis proyek agroindustri adalah
Evaluasi
Implementasi
Identifikasi
Analisis proyek&desain
Agroindustri berperan penting dalam ekspor karena
Produk olahan memiliki nilai tambah dan lebih kompetitif
Produk mentah lebih diminati pasar global
Produk pertanian sulit diekspor tanpa pengolahan
Negara maju tidak memerlukan produk olahan
Austin (1981) mendefinisikan agroindustri sebagai
Industri yang memproses bahan dari tumbuhan atau hewan melalui pengolahan, pengawetan, dan distribusi
Proses perikanan menjadi hasil siap jual
Industri non-pertanian dengan bahan baku sintetis
Industri yang fokus pada impor bahan baku pertanian
Bahan baku agroindustri bersifat musiman karena
Tidak tersedia di pasar internasional
Bergantung pada siklus produksi tanaman/ternak
Selalu diproduksi sepanjang tahun
Tidak dipengaruhi iklim
Masalah utama yang dihadapi agroindustri gula semut aren adalah
Tidak ada permintaan pasar
Persaingan hanya dengan produk impor
Teknologi & SDM rendah, modal terbatas, pasar lemah
Produk sudah sesuai standar ekspor
Faktor eksternal (EFE) pada studi kasus gula semut aren bernilai
2,298 (masih lemah)
1,000 (sangat buruk)
3,500 (baik)
5,000 (sangat kuat)
Konsep Systems Thinking penting dalam agroindustri karena
Memahami hubungan sebab-akibat dalam sistem kompleks
Mengabaikan faktor sosial
Hanya fokus pada aspek teknis
Menyederhanakan struktur produksi
Evaluasi proyek agroindustri bertujuan untuk
Menggantikan manajemen lama
Mengukur kinerja keuangan & ekonomi serta perbaikan penyimpangan
Menentukan desain awal proyek
Mengembangkan produk baru
Peranan agroindustri dalam perbaikan nutrisi adalah
Menghapuskan masalah gizi masyarakat
Mengurangi konsumsi produk lokal
Membatasi distribusi pangan bergizi
Meningkatkan akses pangan bergizi melalui produksi dan distribusi
Landasan sektor manufaktur dari agroindustri adalah
Basis pertumbuhan industri makanan, minuman, tekstil
Pengolahan limbah menjadi pupuk
Produksi energi terbarukan
Subsidi pemerintah untuk petani
Agroindustri berperan penting dalam ekspor karena
Produk mentah lebih diminati pasar global
Produk olahan memiliki nilai tambah dan lebih kompetitif
Produk pertanian sulit diekspor tanpa pengolahan
Negara maju tidak memerlukan produk olahan
Ciri lain bahan baku agroindustri menurut Austin (1981) adalah…
Cepat rusak dan beragam kuantitasnya
Tidak mudah rusak
Seragam kualitasnya
Mudah diawetkan tanpa teknologi
Menurut Soeharjo (1990), agroindustri memiliki kaitan erat dengan
Pemerintah pusat dan daerah
Sektor transportasi dan perdagangan
Hulu (input) dan hilir (pengolahan hasil)
Bank dan lembaga keuangan
Salah satu peranan agroindustri adalah sebagai pintu masuk pertanian karena
Mengurangi produksi pertanian
Membatasi akses petani ke pasar
Membuka peluang transformasi hasil tani menjadi produk bernilai tambah
Menghentikan produksi bahan mentah
Tujuan utama pemodelan dinamika sistem adalah
Menghentikan produksi berlebih
Mengurangi peran petani
Mengembangkan model simulasi untuk menganalisis sensitivitas & desain kebijakan
Menghapuskan risiko eksternal
Dalam studi kasus agroindustri gula semut aren di Lareh Sago Halaban, faktor internal (IFE) dinilai
Lemah (skor rendah)
Cukup baik (skor 2,646)
Sangat baik (skor > 4)
Tidak signifikan
