NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsKUIS MANAJEMEN PROYEK
Total questions: 60
Worksheet time: 20mins
Name
Class
Date
1.
Manajemen proyek kesehatan adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk…
a)
Mengatur kegiatan keuangan di bidang kesehatan agar lebih hemat biaya
b)
Mengelola dan mengendalikan sumber daya kesehatan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu, biaya, dan mutu yang telah ditetapkan
c)
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tanpa mempertimbangkan biaya dan waktu
d)
Mengatur tenaga kesehatan agar bekerja sesuai standar profesi tanpa memperhatikan sasaran proyek.
e)
Menentukan strategi politik di bidang kesehatan untuk kepentingan masyarakat.
2.
Sebuah Puskesmas melaksanakan proyek kesehatan masyarakat berupa program pemberantasan demam berdarah (DBD) di wilayahnya. Kepala proyek ditugaskan untuk : Menentukan tujuan kegiatan, Mengalokasikan dana dan tenaga, Membagi tugas tim, Menggerakkan kader kesehatan, Mengevaluasi hasil kegiatan. Berdasarkan kasus tersebut, fungsi manajemen proyek kesehatan yang paling jelas tergambarkan adalah …
a)
Perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan
b)
Koordinasi, negosiasi, motivasi, dan evaluasi
c)
Analisis masalah, perencanaan, pendanaan, dan pelaporan
d)
Pengoorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian
e)
Perencanaan, promosi, evaluasi
3.
Sebuah puskesmas sedang melaksanakan proyek kesehatan masyarakat berupa program "Gerakan Cegah Anemia pada Remaja Putri" yang direncanakan berlangsung selama 6 bulan. Sebagai seorang manajer proyek kesehatan, Anda dituntut untuk memiliki kompetensi tertentu agar program dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam proses perencanaan, Anda harus mampu mengidentifikasi kebutuhan sumber daya (tenaga, dana, dan sarana), membuat jadwal kegiatan, serta mengkoordinasikan tim lintas sektor seperti sekolah, kader kesehatan, dan dinas kesehatan. Selain itu, Anda juga harus menguasai keterampilan komunikasi untuk menyampaikan informasi dengan jelas kepada masyarakat, mampu melakukan evaluasi program secara terukur, dan memiliki kemampuan kepemimpinan agar tim tetap termotivasi mencapai tujuan. Berdasarkan kasus tersebut, kompetensi utama yang harus dimiliki seorang manajer proyek kesehatan meliputi….
a)
Kemampuan teknis dalam bidang kesehatan saja tanpa memperhatikan komunikasi dan kepemimpinan
b)
Kompetensi manajerial yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian proyek
c)
Kemampuan administratif semata seperti pencatatan keuangan dan pembuatan laporan rutin
d)
Kompetensi klinis yang fokus pada pemberian pelayanan medis kepada individu yang sakit
e)
Kemampuan individu dalam bekerja sendiri tanpa melibatkan koordinasi dengan pihak lain
4.
Tahapan yang memastikan seluruh rencana dijalankan sesuai jadwal, anggaran, dan sasaran proyek kesehatan adalah…
a)
Monitoring
b)
Evaluasi
c)
Pelaksanaan
d)
Perencanaan
e)
Pengorganisasian
5.
Tahapan akhir dalam manajemen proyek kesehatan yang digunakan untuk menilai keberhasilan, kelemahan, dan memberika rekomendasi adalah…
a)
Monitoring
b)
Perencanaan
c)
Pengorganisasian
d)
Evaluasi
e)
Pelaksanaan
6.
Sebuah desa memiliki prevalensi stunting sebesar 35%, jauh di atas standar nasional (<20%). Puskesmas bersama pemerintah desa membentuk tim untuk menyusun rencana proyek kesehatan dalam penanganan stunting. Tahap pertama yang harus dilakukan dalam manajemen proyek kesehatan adalah…
a)
Mengalokasikan dana dan sumber daya proyek
b)
Menentukan indikator keberhasilan penurunan stunting
c)
Melakukan analisis situasi dan identifiikasi masalah
d)
Melakukan monitoring dan evaluasi hasil program
e)
Melaksanakan intervensi gizi pada balita
7.
Dalam pelaksanaan proyek penurunan stunting, puskesmas menggandeng kader posyandu untuk melakukan pemantauan pertumbuhan anak setiap bulan. Hal ini mencerminkan fungsi manajemen proyek kesehatan pada aspek…
a)
Monitoring dan evaluasi
b)
Perencanaan intervensi
c)
Pengorganisasian tim
d)
Pelaksanaan kegiatan
e)
Penentuan tujuan
8.
Saat evaluasi, ditemukan bahwa capaian program penurunan stunting di desa hanya turun 3% dalam 1 tahun, padahal target tahunan adalah 5%. Langkah manajemen proyek kesehatan yang tepat adalah…
a)
Menghentikan program karena tidak mencapai target
b)
Menyusun ulang visi dan misi proyek
c)
Menganalisis hambatan dan melakukan perbaikan strategi
d)
Mengurangi jumlah kader kesehatan karena tidak efektif
e)
Menambah indikator tanpa memperbaiki pelaksanaan
9.
Dalam proyek penanganan stunting, salah satu indikator keberhasilan yang ditetapkan adalah meningkatnya angka kepatuhan ibu dalam pemberian MP-ASI sesuai standar usia bayi. Indikator ini termasuk kategori…
a)
Indikator input
b)
Indikator proses
c)
Indikator output
d)
Indikator outcome
e)
Indikator impact
10.
Salah satu tujuan utama manajemen proyek kesehatan adalah…
a)
Membatasi partisipasi masyarakat dalam proyek
b)
Menjamin proyek berjalan sesuai jadwal dan anggaran
c)
Mengurangi jumlah tenaga kesehatan yang digunakan
d)
Mengganti semua program pemerintah dengan proyek baru
e)
Menekan penggunaan teknologi kesehatan
11.
Dalam evaluasi suatu program kesehatan, indikator keberhasilan digunakan untuk..
a)
Menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan program
b)
Mengukur sejauh mana tujuan dan sasaran program telah tercapau
c)
Menyusun rencana kegiatan jangka panjang program
d)
Menentukan sumber daya manusia yang terlibat dalam program
e)
Mengatur pembagian anggaran program secara rinci
12.
Salah satu karakteristik proyek adalah menghasilkan sesuatu yang unik. Maksud dari "unik" di sini adalah …
a)
Hasilnya selalu sama seperti proyek sebelumnya
b)
Outputnya berbeda dengan kegiatan rutin
c)
Tidak membutuhkan perencanaan yang jelas
d)
Dikerjakan tanpa batas waktu
e)
Dilaksanakan tanpa memerlukan sumber daya
13.
Proyek memiliki keterbatasan dalam pelaksanaannya. Berikut yang termasuk keterbatasan proyek adalah …
a)
Waktu, biaya, dan kualitas
b)
Kemauan, keinginan, dan kebiasaan
c)
Lokasi, jumlah orang dan minat
d)
ide, gagasan, dan pandangan
e)
Tempat, cuaca, dan budaya
14.
Program dalam pembangunan nasional memiliki kedudukan sebagai…
a)
Alat untuk mengatur kegiatan ekonomi swasta
b)
Rangkaian kegiatan nyata yang bersifat janka menengah/panjang
c)
Rencana yang lebih luas dan bersifat jangka menengah/panjang
d)
Bentuk akhir dari pembangunan proyek
e)
Instrumen hukum dalam penyusunan APBN
15.
Hubungan antara program dan proyek dalam pembangunan nasional adalah…
a)
Program berdiri sendiri tanpa proyek
b)
Proyek hanya berlaku di sektor swasta
c)
Program adalah rencana luas, proyek merupakan pelaksanaan konkretnya
d)
Proyek lebih luas daripada program
e)
Program dan proyek tidak saling terkait
16.
Perbedaan utama antara program dan proyek adalah…
a)
Program bersifat makro, proyek bersifat mikro dan operasional
b)
Program hanya berlaku di daerah, proyek berlaku nasional
c)
Program wajib dibiayai APBN, proyek dari swasta
d)
Program lebih sempit dari proyek
e)
Program dan proyek memiliki kedudukan yang sama
17.
Indikator efektivitas program kesehatan ditunjukkan oleh…
a)
Kesesuaian biaya dengan kebutuhan
b)
Ketepatan pencapaian tujuan sesuai sasaran
c)
Ketersediaan jumlah tenaga medis
d)
Kecepatan pengadaan alat kesehatan
e)
Jumlah laporan administrasi yang terkumpul
18.
Apabila suatu program kesehatan dilihat dari biaya yang digunakan sebanding dengan hasil yang dicapai, maka ukuran keberhasilan yang digunakan adalah…
a)
Efisiensi
b)
Efektivitas
c)
Relevansi
d)
Keberlanjutan
e)
Aksesibilitas
19.
Keberhasilan program kesehatan dalam hal aksesibilitas dapat diukur dari…
a)
Kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan
b)
Banyaknya pelatihan yang dilakukan
c)
Tingkat pendidikan tenaga kesehatan
d)
Besarnya anggaran program
e)
Banyaknya regulasi yang dibuat
20.
Manakah contoh kegiatan yang termasuk kegiatan proyek?
a)
Produksi roti setiap hari di pabrik
b)
Membuka cabang baru rumah sakit
c)
Proses administrasi pasien harian
d)
Pelayanan konsultasi kesehatan rutin
e)
Penggajian karyawan bulanan
21.
Manakah contoh kegiatan yang termasuk kegiatan operasional?
a)
Pembangunan gedung rumah sakit baru
b)
Penelitian vaksin baru
c)
Pelayanan rawat jalan setiap hari
d)
Pembuatan aplikasi rekam medis digital
e)
Renovasi ruang gawat darurat
22.
Triple Constraint dalam manajemen proyek meliputi …
a)
Scope, Risk, Time
b)
Time, Scope, Cost
c)
Cost, Benefit, Risk
d)
Time, Quality, Stakeholder
e)
Scope, Quality, Communication
23.
Manajer proyek harus bisa memperkirakan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek secara keseluruhan. Hal ini termasuk ke dalam aspek …
a)
Scope
b)
Benefit
c)
Time
d)
Risk
e)
Stakeholder
24.
Contoh ruang lingkup (scope) dalam proyek pembangunan Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) adalah …
a)
Penentuan target waktu penyelesaian
b)
Penentuan anggaran proyek
c)
Pendaftaran pasien, catatan medis, resep obat
d)
Penyediaan dana Rp 2 miliar
e)
Dukungan stakeholder
25.
Anggaran Rp 2 miliar yang mencakup software, hardware, dan pelatihan tenaga kesehatan termasuk ke dalam aspek …
a)
Scope
b)
Risk
c)
Cost
d)
Stakeholder
e)
Benefit
26.
Analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, uji coba, pelatihan, hingga go-live merupakan contoh …
a)
Risk Management
b)
Work Breakdown Structure (WBS)
c)
Monitoring & Evaluation
d)
Cost Benefit Analysis
e)
Time Management
27.
Kelayakan (feasibility) dalam proyek kesehatan terutama menekankan pada …
a)
Keselarasan dengan visi organisasi
b)
Dukungan stakeholder
c)
Tersedianya teknologi, SDM, dan dana
d)
Adanya manfaat finansial
e)
Partisipasi masyarakat
28.
Manfaat (benefit) dari implementasi sistem RME di rumah sakit antara lain …
a)
Mempercepat pelayanan pasien
b)
Meningkatkan risiko kehilangan data
c)
Membatasi integrasi data
d)
Membatasi akses stakeholder
e)
Menambah biaya tanpa efisiensi
29.
Proyek kesehatan yang selaras dengan visi, misi, dan tujuan organisasi termasuk memenuhi aspek …
a)
Risk
b)
Benefit
c)
Cost
d)
Strategic Alignment
e)
Feasibility
30.
Risiko resistensi tenaga medis dalam penggunaan sistem baru dapat diminimalkan dengan …
a)
Penambahan biaya
b)
Pengurangan ruang lingkup
c)
Pelatihan & sosialisasi
d)
Penundaan proyek
e)
Menghapus fitur
31.
Analisis Benefit Cost Ratio (BCR), IRR, dan NPV digunakan untuk menilai …
a)
Waktu
b)
Scope
c)
Risiko
d)
Cost Benefit
e)
Stakeholder
32.
Salah satu kriteria proyek pilihan adalah dukungan stakeholder. Contoh dukungan tersebut adalah …
a)
Dukungan direksi, tenaga medis, pasien, Kemenkes
b)
Penentuan timeline proyek
c)
Perhitungan IRR
d)
Analisis kebutuhan sistem
e)
Penentuan ruang lingkup
33.
Proyek padat karya lebih menekankan pada aspek …
a)
Optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja
b)
Efisiensi teknologi
c)
Penghematan biaya jangka panjang
d)
Risiko teknis
e)
Strategic alignment
34.
Hubungan intersektoral dalam proyek kesehatan diperlukan untuk …
a)
Menambah biaya proyek
b)
Menjamin keberhasilan proyek
c)
Mengurangi manfaat
d)
Menghapus stakeholder
e)
Membatasi SDM
35.
Salah satu indikator keberhasilan proyek kesehatan adalah …
a)
Biaya selalu rendah
b)
Proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran
c)
Scope bisa berubah kapan saja
d)
Tidak ada dukungan stakeholder
e)
Tanpa mempertimbangkan risiko
36.
Kelestarian lingkungan dalam kriteria proyek pilihan menekankan bahwa …
a)
Proyek harus menggunakan SDM lebih banyak
b)
Proyek boleh meningkatkan pencemaran
c)
Proyek lebih mengutamakan biaya murah
d)
Proyek tidak merusak lingkungan dan ekosistem
e)
Proyek tidak perlu mempertimbangkan alam
37.
Sebuah rumah sakit akan mengembangkan Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) dengan target 8 bulan. Namun, manajer proyek merasa ada permintaan tambahan fitur dari stakeholder yang bisa memperpanjang waktu proyek. Pertimbangan utama yang terdampak adalah …
a)
Cost
b)
Scope
c)
Benefit
d)
Risk
e)
Stakeholder
38.
Dalam implementasi sistem digital kesehatan, terjadi resistensi dari tenaga medis karena kurang familiar dengan teknologi baru. Langkah manajer proyek yang paling tepat adalah …
a)
Mengurangi fitur sistem
b)
Menunda proyek
c)
Memberikan pelatihan & sosialisasi
d)
Menghapus stakeholder
e)
Mengurangi timeline
39.
Proyek pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan LSM. Kriteria proyek yang paling menonjol dalam hal ini adalah …
a)
Risk
b)
Cost
c)
Stakeholder Support
d)
Time
e)
Feasibility
40.
Sebuah proyek kesehatan memiliki biaya tinggi, tetapi manfaat jangka panjang berupa peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Evaluasi kelayakan dapat dilakukan dengan …
a)
WBS
b)
BCR, IRR, NPV
c)
Gantt Chart
d)
Analisis risiko
e)
Manajemen SDM
41.
Proyek digitalisasi pelayanan pasien di Puskesmas harus selesai sebelum akreditasi tahun depan. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah …
a)
Cost
b)
Scope
c)
Timeframe
d)
Risk
e)
Benefit
42.
Manajemen adalah proses …
a)
erencanaan, pengawasan, evaluasi, distribusi
b)
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian
c)
Pengendalian, pembiayaan, pelaporan, evaluasi
d)
Analisis, monitoring, pengawasan, penilaian
e)
Perencanaan, pembiayaan, pemasaran, controlling
43.
Fungsi manajemen yang dikenal dengan singkatan POAC adalah …
a)
Planning, Organizing, Actuating, Controlling
b)
Planning, Organizing, Accounting, Controlling
c)
Preparing, Operating, Analyzing, Coordinating
d)
Planning, Observing, Acting, Coordinating
e)
Planning, Operating, Allocating, Controlling
44.
Salah satu alasan perlunya manajemen proyek adalah untuk …
a)
Membatasi scope
b)
Mengelola kompleksitas proyek
c)
Mengurangi stakeholder
d)
Menambah risiko
e)
Menambah biaya
45.
Manajemen proyek dapat menghemat biaya dan waktu karena …
a)
Mengurangi tenaga kerja
b)
Mencegah pemborosan, keterlambatan, dan rework
c)
Mengurangi dokumen proyek
d)
Membatasi komunikasi
e)
Menghapus scope
46.
Mengurangi risiko dalam proyek dilakukan dengan …
a)
Identifikasi sejak awal
b)
Menunggu risiko muncul
c)
Menunda implementasi
d)
Mengurangi stakeholder
e)
Menaikkan biaya
47.
Menjamin kualitas hasil proyek berarti …
a)
Proyek selesai tanpa laporan
b)
Proyek sesuai standar
c)
Proyek selesai lebih cepat
d)
Proyek hemat biaya
e)
Proyek tanpa pengawasan
48.
Contoh manfaat jangka panjang dari proyek kesehatan adalah …
a)
Proyek selesai tepat waktu
b)
Biaya sesuai anggaran
c)
Gedung memenuhi standar
d)
Masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik
e)
Tenaga medis siap ditempatkan
49.
Kepatuhan regulasi dalam proyek kesehatan berarti …
a)
Proyek sesuai aturan pemerintah
b)
Proyek hemat biaya
c)
Proyek selesai cepat
d)
Proyek tidak perlu izin
e)
Proyek tanpa stakeholder
50.
Jenis organisasi proyek yang memiliki wewenang penuh dalam perencanaan, pengendalian, serta pelaksanaan proyek disebut …
a)
Organisasi fungsional
b)
Organisasi matriks lemah
c)
Organisasi matriks kuat
d)
Organisasi proyek murni
e)
Organisasi staf
51.
Organisasi yang menggabungkan unsur fungsional dan proyek murni, di mana manajer proyek dan manajer fungsional berbagi wewenang disebut …
a)
Organisasi staf
b)
Organisasi matriks
c)
Organisasi hybrid
d)
Organisasi fungsional
e)
Organisasi sosial
52.
Berikut ini yang termasuk kelemahan organisasi proyek fungsional adalah..
a)
Penanggung jawab proyek di rangkap oleh manajer lini, sehingga tidak ada penanggung jawab tunggal
b)
Tidak memerlukan tenaga kerja baru
c)
Menghemat pengeluaran
d)
Tidak merubah struktur yang ada
e)
Banyak diterapkan pada perusahaan yang sejak awal kegiatannya rutin
53.
Sebuah perusahaan konstruksi besar mendapatkan proyek pembangunan rumah sakit selama 3 tahun. Manajemen memutuskan untuk membentuk organisasi proyek murni, di mana seluruh tenaga ahli (arsitek, insinyur, manajer keuangan, dan tenaga administrasi) dipindahkan secara penuh ke proyek tersebut. Seluruh anggota tim hanya bertanggung jawab kepada manajer proyek sampai proyek selesai. Berdasarkan kasus di atas, kelebihan utama dari penggunaan organisasi proyek murni adalah …
a)
Efisiensi biaya lebih tinggi karena karyawan tetap berada di divisi fungsional masing-masing
b)
Koordinasi lebih cepat karena seluruh tim berada di bawah kendali langsung manajer proyek
c)
Adanya fleksibilitas tinggi untuk kembali ke unit fungsional selama proyek berlangsung
d)
Tidak adanya duplikasi sumber daya karena semua tetap dikelola oleh divisi induk
e)
Tanggung jawab manajer proyek terbatas hanya pada aspek teknis, bukan administratif
54.
Sebuah rumah sakit sedang melaksanakan proyek pembangunan unit gawat darurat baru. Proyek ini dikelola langsung oleh bagian teknik rumah sakit tanpa membentuk unit khusus, sehingga semua staf tetap bekerja sesuai fungsi masing-masing. Model organisasi proyek apakah yang diterapkan?
a)
Organisasi proyek murni
b)
Organisasi proyek fungsional
c)
Organisasi matriks kuat
d)
Organisasi matriks seimbang
e)
Organisasi matriks lemah
55.
Dalam proyek pengadaan alat kesehatan di sebuah dinas kesehatan, setiap staf bekerja sesuai dengan keahliannya di bagian fungsi (keuangan, logistik, dan teknis) tanpa ada manajer proyek khusus. Apa kelemahan utama dari model organisasi proyek fungsional?
a)
Biaya proyek lebih tinggi
b)
Koordinasi antar fungsi menjadi lambat
c)
Staf tidak memiliki spesialisasi
d)
Proyek tidak memiliki tujuan yang jelas
e)
Keputusan cepat karena jalur komando singkat
56.
Sebuah proyek pengembangan sistem informasi rumah sakit berjalan di bawah koordinasi divisi IT, tanpa unit proyek mandiri. Jika proyek selesai, anggota tim kembali ke fungsi asalnya. Model organisasi proyek ini termasuk…
a)
Proyek murni
b)
Fungsional
c)
Matriks seimbang
d)
Matriks kuat
e)
Hybrid
57.
Seorang kepala bagian keuangan diminta untuk membantu proyek renovasi gedung sekolah. Ia tetap melapor ke kepala bagian keuangan, bukan ke manajer proyek. Apa konsekuensi dari struktur proyek fungsional tersebut?
a)
Kepala proyek memiliki otoritas penuh
b)
Tanggung jawab proyek terpusat pada manajer proyek
c)
Prioritas proyek sering kalah dengan pekerjaan rutin
d)
Staf kehilangan spesialisasi setelah proyek selesai
e)
Komunikasi antar bagian berlangsung lebih cepat
58.
Proyek renovasi sekolah melibatkan banyak pihak dengan kepentingan berbeda, seperti pemerintah daerah, sekolah, dan kontraktor. Jika muncul konflik kepentingan antar pihak, apa yang sebaiknya dilakukan oleh koordinator proyek?
a)
Menyelesaikan konflik dengan cara mengabaikan pihak yang lemah
b)
Mengambil keputusan sepihak agar proyek cepat selesai
c)
Menjembatani komunikasi dan mencari solusi yang disepakati bersama
d)
Menyerahkan seluruh masalah kepada kontraktor utama
e)
Menghentikan sementara proyek sampai ada kesepakatan baru
59.
Sebuah proyek pembangunan rumah sakit melibatkan berbagai kontraktor dan subkontraktor. Koordinator proyek ditunjuk untuk mengatur alur komunikasi antara tim desain, tim konstruksi, dan pemilik proyek. Peran utama koordinator proyek dalam kasus ini adalah…
a)
Mengawasi seluruh aspek teknis konstruksi secara langsung
b)
Menjadi penghubung komunikasi antar pihak yang terlibat dalam proyek
c)
Menyediakan seluruh sumber daya material proyek
d)
Menggantikan fungsi manajer proyek secara penuh
e)
Menentukan spesifikasi teknis bangunan
60.
Sebuah proyek pembangunan rumah sakit daerah mengalami keterlambatan signifikan. Padahal, anggaran dan tenaga kerja sudah mencukupi. Namun, setelah ditelusuri, keterlambatan tersebut disebabkan karena adanya pergantian kepala daerah. Kepala daerah baru memiliki kebijakan berbeda, sehingga persetujuan anggaran proyek ditunda. Akibatnya, proses administrasi menjadi terhambat. Berdasarkan studi kasus tersebut, hambatan utama proyek lebih terkait dengan faktor…
a)
Keterbatasan sumber daya manusia
b)
Perubahan kebijakan akibat isu politik
c)
Keterlambatan pengadaan material proyek
d)
Kurangnya teknologi dalam pelaksanaan proyek
e)
Keterbatasan komunikasi antar anggota tim proyek
Reset
