wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Inovasi dan Transformasi Sektor Publik

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama inovasi di sektor publik?

a)

Meningkatkan keuntungan finansial dan market share.

b)

Menciptakan nilai publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

c)

Mengurangi jumlah pegawai pemerintah.

d)

Meniru model inovasi dari sektor swasta secara keseluruhan.

2.

Menurut Osborne & Brown (2013), inovasi sektor publik didefinisikan sebagai...

a)

Pengenalan dan penerapan ide baru yang menghasilkan peningkatan signifikan dalam kinerja layanan publik.

b)

Proses yang hanya berfokus pada adopsi teknologi terbaru.

c)

Inisiatif untuk memprivatisasi layanan publik.

d)

Perubahan radikal yang harus dilakukan dalam waktu singkat.

3.

Berikut ini adalah tantangan dalam implementasi inovasi sektor publik, KECUALI...

a)

Birokrasi yang kaku.

b)

Resistensi terhadap perubahan.

c)

Kelebihan anggaran yang dialokasikan.

d)

Kurangnya SDM dan kapasitas teknologi.

4.

Apa perbedaan mendasar antara inovasi dan transformasi sektor publik?

a)

Inovasi bersifat radikal dan sistemik, sedangkan transformasi bersifat inkremental.

b)

Inovasi bertujuan untuk perubahan paradigma, sedangkan transformasi hanya memperbaiki proses yang ada.

c)

Inovasi bersifat inkremental dan fokus pada perbaikan spesifik, sedangkan transformasi bersifat radikal dan mengubah sistem secara mendasar.

d)

Inovasi hanya melibatkan aktor eksternal, sedangkan transformasi hanya melibatkan pemerintah.

5.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh inovasi produk/layanan di sektor publik?

a)

Reformasi kebijakan perpajakan.

b)

Peluncuran aplikasi e-government seperti Jogja Smart Service.

c)

Program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi ASN.

d)

Mengalihdayakan layanan kebersihan kepada swasta.

6.

Manakah dari aktor berikut yang termasuk dalam kelompok "Civil Society" dalam ekosistem inovasi sektor publik?

a)

Kementerian/Lembaga Pemerintah.

b)

Perusahaan Teknologi.

c)

LSM/NGO dan Warga Negara.

d)

Universitas dan Lembaga Riset.

7.

Faktor pendorong inovasi di sektor publik adalah...

a)

Kepemimpinan visioner dan regulasi yang adaptif.

b)

Persaingan pasar yang ketat.

c)

Keinginan untuk memonopoli layanan.

d)

Mengurangi transparansi pemerintahan.

8.

Dalam konteks peran teknologi digital, inovasi sektor publik biasanya bersifat...

a)

System-driven (mengarah pada restrukturisasi proses).

b)

Tool-driven (berfokus pada adopsi alat).

c)

Hanya untuk pencitraan publik.

d)

Menggantikan peran manusia sepenuhnya.

9.

Indikator keberhasilan inovasi di sektor publik lebih menekankan pada...

a)

Return on Investment (ROI) dan market share.

b)

Kepuasan masyarakat dan efisiensi pelayanan.

c)

Pengurangan jumlah pegawai.

d)

Peningkatan kompleksitas birokrasi.

10.

Lembaga internasional seperti World Bank dan UNDP berperan dalam inovasi sektor publik dengan...

a)

Menggantikan peran pemerintah dalam membuat kebijakan.

b)

Menyediakan pendanaan, pelatihan, dan benchmarking.

c)

Mengelola langsung layanan publik di tingkat daerah.

d)

Memprivatisasi aset-aset publik.

11.

Apa perbedaan utama tujuan organisasi publik dan organisasi swasta?

a)

Organisasi publik mengejar keuntungan, organisasi swasta mengejar kesejahteraan sosial.

b)

Organisasi publik fokus pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, organisasi swasta fokus pada keuntungan finansial dan daya saing pasar.

c)

Organisasi publik bertujuan memenangkan persaingan, organisasi swasta bertujuan meningkatkan akuntabilitas.

d)

Organisasi publik dan swasta memiliki tujuan yang identik.

12.

Sumber pendanaan utama bagi organisasi publik adalah...

a)

Penjualan produk/jasa dan investasi swasta.

b)

Pajak, anggaran pemerintah, atau bantuan luar negeri.

c)

Pinjaman bank dan keuntungan pasar.

d)

Hibah dari perusahaan swasta.

13.

Kepada siapa akuntabilitas utama organisasi publik dipertanggungjawabkan?

a)

Pemegang saham dan konsumen.

b)

Masyarakat dan pemerintah.

c)

Pemasok dan investor.

d)

CEO dan manajemen puncak.

14.

Apa insentif utama yang mendorong inovasi di sektor publik?

a)

Keuntungan finansial dan bonus individu.

b)

Kepuasan melayani publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

c)

Pengakuan pasar dan perluasan market share.

d)

Persaingan dengan organisasi lain.

15.

Karakteristik proses pengambilan keputusan di sektor publik adalah...

a)

Cepat dan terpusat pada pimpinan.

b)

Lambat, terdesentralisasi, dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.

c)

Sepenuhnya diserahkan kepada sektor swasta.

d)

Hanya berdasarkan pertimbangan teknis.

16.

Mengapa sektor publik cenderung lebih lambat dalam mengadopsi inovasi dibandingkan sektor swasta?

a)

Karena kurangnya sumber pendanaan.

b)

Karena harus mempertimbangkan akuntabilitas publik, transparansi, dan dampak sosial.

c)

Karena tidak memiliki akses terhadap teknologi.

d)

Karena tujuan utamanya adalah keuntungan finansial.

17.

Dari manakah inovasi di sektor publik paling sering berasal?

a)

Dari individu jenius dalam organisasi.

b)

Dari tekanan persaingan pasar semata.

c)

Dari kolaborasi antara berbagai aktor seperti birokrat, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta.

d)

Dari eksperimen berisiko tinggi yang didanai swasta.

18.

Bagaimana sifat proses inovasi di sektor publik biasanya digambarkan?

a)

Cepat dan berisiko tinggi.

b)

Hati-hati, inkremental, dan bertahap.

c)

Spontan dan tidak terencana.

d)

Sepenuhnya meniru proses sektor swasta.

19.

Tantangan utama yang dihadapi sektor publik dalam berinovasi adalah...

a)

Memenuhi ekspektasi konsumen secara cepat.

b)

Mengelola kompleksitas birokrasi dan menyeimbangkan kepentingan berbagai pemangku kepentingan.

c)

Menjaga rahasia dagang dari pesaing.

d)

Meningkatkan keuntungan dalam waktu singkat.

20.

Mengapa dampak inovasi di sektor publik lebih sulit diukur dibandingkan di sektor swasta?

a)

Karena tidak ada indikator yang berlaku.

b)

Karena berkaitan dengan kesejahteraan sosial, keadilan, dan keberlanjutan yang bersifat jangka panjang dan sistemik.

c)

Karena sektor publik tidak melakukan evaluasi.

d)

Karena dampaknya hanya dirasakan oleh segelintir elite.

21.

Apa pengertian dari Teori Inovasi Sektor Publik (Public Sector Innovation Theory)?

a)

Teori yang hanya mempelajari inovasi teknologi di pemerintahan.

b)

Sebuah kerangka konseptual untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksi bagaimana dan mengapa inovasi terjadi dalam konteks organisasi publik.

c)

Teori yang berfokus pada cara memaksimalkan keuntungan finansial dari layanan publik.

d)

Studi tentang kegagalan implementasi kebijakan publik.

22.

Menurut Moore (1995), tujuan utama inovasi sektor publik adalah...

a)

Mencapai keunggulan kompetitif di pasar global.

b)

Menciptakan nilai publik (public value) seperti peningkatan kualitas layanan dan keadilan sosial.

c)

Memprivatisasi sebanyak mungkin layanan publik.

d)

Mengurangi peran serta masyarakat dalam pemerintahan.

23.

Karakteristik kunci inovasi sektor publik yang membedakannya dari sektor swasta adalah...

a)

Sifat inovasinya yang selalu disruptif dan revolusioner.

b)

Tujuannya untuk menciptakan nilai publik, lingkungan yang kompleks dan politis, serta sifat inovasi yang cenderung incremental.

c)

Tingkat risikonya yang sangat rendah dan hampir tidak ada konsekuensi.

d)

Proses inovasinya yang cepat dan terlepas dari akuntabilitas publik.

24.

Pengenalan aplikasi mobile untuk pelaporan keluhan warga merupakan contoh dari jenis inovasi...

a)

Inovasi Kebijakan

b)

Inovasi Produk / Layanan

c)

Inovasi Proses

d)

Inovasi Organisasional

25.

Pengenalan aplikasi mobile untuk pelaporan keluhan warga merupakan contoh dari jenis inovasi...

a)

Inovasi Organisasional

b)

Inovasi Proses

c)

Inovasi Kebijakan

d)

Inovasi Produk/Layanan

26.

Manakah dari berikut ini yang merupakan faktor pendorong inovasi sektor publik?

a)

Birokrasi yang kaku dan hierarkis.

b)

Ketakutan akan kegagalan dan konsekuensi politik.

c)

Kepemimpinan visioner dan budaya organisasi yang terbuka.

d)

Kurangnya insentif finansial bagi pegawai.

27.

Pada fase perkembangan teori inovasi mana inovasi dipandang sebagai proses linier dan rasional yang dapat dikelola, sangat dipengaruhi oleh New Public Management (NPM)?

a)

Fase Awal (The Black Box Phase)

b)

Fase Modernis (The Diffusion & NPM Phase)

c)

Fase Kontekstual (The Public Value Phase)

d)

Fase Relasional (The Collaborative Phase)

28.

Kritik utama terhadap fase modernis (Diffusion & NPM Phase) adalah...

a)

Terlalu fokus pada penciptaan nilai publik yang didefinisikan oleh masyarakat.

b)

Mengabalkan konteks politik sektor publik dan mengimpor teori dari sektor swasta secara berlebihan.

c)

Memandang inovasi sebagai sesuatu yang hanya terjadi secara kebetulan oleh individu heroik.

d)

Terlalu menekankan kolaborasi kompleks tanpa mempertimbangkan biaya transaksi.

29.

Fase teori inovasi yang menggeser fokus dari efisiensi internal kepada nilai yang diciptakan bagi masyarakat dikenal sebagai...

a)

Fase Awal (The Black Box Phase)

b)

Fase Modernis (The Diffusion & NPM Phase)

c)

Fase Kontekstual (The Public Value Phase)

d)

Fase Relasional (The Collaborative Phase)

30.

Fase relasional atau kolaboratif dalam teori inovasi sektor publik menekankan pada...

a)

Inovasi sebagai hasil dari individu-individu genius dalam birokrasi.

b)

Proses linier dari perumusan ide hingga difusi.

c)

Inovasi yang terjadi dalam jaringan multi-pemangku kepentingan dan melibatkan co-creation dengan warga.

d)

Inovasi sebagai tanggapan ad-hoc terhadap krisis tanpa perencanaan.

31.

Menurut kesimpulan materi, pendekatan teori inovasi sektor publik yang paling komprehensif saat ini mencoba mensintesis berbagai perspektif dengan mengakui hal-hal berikut, KECUALI...

a)

Sifat inovasi yang politis dan berorientasi nilai.

b)

Praktik relasional dari co-creation dan kontestasi.

c)

Pentingnya mengembalikan inovasi sepenuhnya ke dalam model "black box" yang misterius.

d)

Dimensi gelap inovasi (dark side), seperti inovasi yang hanya simbolis.

32.

Apa yang dimaksud dengan "anteseden" dalam konteks inovasi sektor publik?

a)

Hasil akhir atau dampak dari sebuah inovasi yang telah diimplementasikan.

b)

Faktor-faktor pendahulu yang memfasilitasi, merangsang, atau memungkinkan lahir dan berkembangnya inovasi.

c)

Evaluasi terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu program inovasi.

d)

Teknologi canggih yang wajib dimiliki oleh setiap organisasi publik.

33.

Menurut penelitian Borins (2000), inovasi di sektor publik paling sering diprakarsai oleh...

a)

Konsultan dari luar organisasi.

b)

Pimpinan puncak atau menteri.

c)

Pemimpin di garis depan (front-line leaders) dan manajer menengah.

d)

Teknokrat dari lembaga riset.

34.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh faktor lingkungan (eksternal) sebagai anteseden inovasi?

a)

Budaya organisasi yang menghargai inisiatif baru.

b)

Ketersediaan anggaran khusus untuk riset dan pengembangan.

c)

Tuntutan dari warga negara dan kelompok masyarakat sipil untuk pelayanan yang lebih baik.

d)

Motivasi intrinsik pegawai yang tinggi.

35.

Konsep "Public Service Motivation (PSM)" paling erat kaitannya dengan anteseden inovasi pada level....

a)

Sebagai tujuan akhir dari proses inovasi.

b)

Sebagai katalis atau enabler yang membuka kemungkinan baru.

c)

Sebagai pengganti peran sumber daya manusia sepenuhnya.

d)

Sebagai faktor yang tidak signifikan pengaruhnya.

36.

Konsep "Public Service Motivation (PSM)" paling erat kaitannya dengan anteseden inovasi pada level...

a)

Teknologi

b)

Organisasional

c)

Individu

d)

Lingkungan

37.

Bagaimana peran teknologi umumnya dipandang dalam konteks anteseden inovasi sektor publik?

a)

Sebagai tujuan akhir dari proses inovasi.

b)

Sebagai katalis atau enabler yang membuka kemungkinan baru.

c)

Sebagai pengganti peran sumber daya manusia sepenuhnya.

d)

Sebagai faktor yang tidak signifikan pengaruhnya.

38.

Penggunaan data real-time dari sensor lalu lintas untuk mengoptimalkan lampu lalu lintas adalah contoh bagaimana teknologi berperan sebagai anteseden dengan cara...

a)

Meningkatkan Kapasitas dan Efisiensi (Enabling Efficiency)

b)

Memberikan Wawasan Baru melalui Data (Enabling Data-Driven Innovation)

c)

Memfasilitasi Keterbukaan dan Keterlibatan (Enabling Openness and Collaboration)

d)

Menciptakan Tekanan dan Ekspektasi Baru (Creating New Pressures)

39.

Sebuah pemerintah daerah meluncurkan platform digital partisipatif "LAPOR!" yang memungkinkan warga melaporkan masalah, memberikan usulan kebijakan, dan memantau tindak lanjutnya. Platform ini berkembang pesat karena responsif terhadap masukan pengguna. Analisis kasus ini menunjukkan bahwa teknologi berperan sebagai anteseden inovasi terutama melalui mekanisme...

a)

Meningkatkan Kapasitas dan Efisiensi (Enabling Efficiency) dengan mengotomasi proses penanganan keluhan

b)

Memberikan Wawasan Baru melalui Data (Enabling Data-Driven Innovation) dengan menganalisis pola laporan untuk perbaikan kebijakan

c)

Memfasilitasi Keterbukaan dan Keterlibatan (Enabling Openness and Collaboration) dengan menciptakan saluran co-creation yang dinamis

d)

Mengubah Model Pikir dan Kapabilitas Organisasi (Enabling New Mindsets) dengan mendorong budaya kerja yang lebih adaptif dan responsif

40.

Kemudahan layanan e-commerce di sektor swasta yang menciptakan ekspektasi baru bagi masyarakat terhadap layanan pemerintah, merupakan contoh teknologi sebagai anteseden dengan cara...

a)

Meningkatkan Kapasitas dan Efisiensi

b)

Memberikan Wawasan Baru melalui Data

c)

Memfasilitasi Keterbukaan dan Keterlibatan

d)

Menciptakan Tekanan dan Ekspektasi Baru

41.

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan faktor penghambat efektivitas adopsi teknologi dalam inovasi sektor publik?

a)

Regulasi yang kaku dan birokratis.

b)

Budaya organisasi yang resisten terhadap perubahan.

c)

Visi kepemimpinan yang kuat dan jelas.

d)

Keterbatasan sumber daya dan investasi.

42.

Proses adopsi teknologi yang memaksa birokrasi tradisional untuk bekerja lebih kolaboratif dan iteratif, misalnya dengan metode agile, merupakan contoh teknologi sebagai anteseden yang...

a)

Meningkatkan Kapasitas dan Efisiensi

b)

Memberikan Wawasan Baru melalui Data

c)

Memfasilitasi Keterbukaan dan Keterlibatan

d)

Mengubah Model Pikir dan Kapabilitas Organisasi

43.

Paradigma inovasi sektor publik yang menekankan hierarki, aturan formal, dan prosedur standar untuk mencapai efisiensi administratif dikenal sebagai paradigma...

a)

New Public Management (NPM)

b)

Governance

c)

Tradisional: Birokrasi dan Efisiensi

d)

Digital Governance

44.

Fokus utama dari paradigma New Public Management (NPM) dalam inovasi sektor publik adalah...

a)

Menciptakan nilai publik melalui partisipasi masyarakat.

b)

Meningkatkan kualitas layanan dengan mengadopsi prinsip-prinsip pasar dan pendekatan kewirausahaan.

c)

Mentransformasi layanan melalui pemanfaatan teknologi digital.

d)

Mencapai keberlanjutan lingkungan dan sosial dalam kebijakan.

45.

Dalam paradigma Governance, inovasi dipandang terutama sebagai sebuah proses....

a)

Fokus pada stabilitas dan prediktabilitas melalui prosedur standar.

b)

Penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi, partisipasi, dan efisiensi layanan.

c)

Mengutamakan mekanisme pasar dan kompetisi dalam penyelenggaraan layanan.

d)

Menekankan kolaborasi hanya antara instansi pemerintah.

46.

Dalam paradigma Governance, inovasi dipandang terutama sebagai sebuah proses...

a)

Ko-kreasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

b)

Internal untuk memperbaiki efisiensi birokrasi.

c)

Mengadopsi teknologi canggih dari sektor swasta.

d)

Linear dari perencanaan hingga implementasi.

47.

Paradigma mana yang menekankan bahwa inovasi sektor publik harus menciptakan public value yang melampaui kepentingan individu atau kelompok tertentu, dengan pemerintah berperan sebagai enabler?

a)

Paradigma Tradisional

b)

Paradigma New Public Management (NPM)

c)

Paradigma New Public Governance (NPG)

d)

Paradigma Digital Governance

48.

Ciri utama dari paradigma Digital Governance adalah...

a)

Fokus pada stabilitas dan prediktabilitas melalui prosedur standar.

b)

Penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi, partisipasi, dan efisiensi layanan.

c)

Mengutamakan mekanisme pasar dan kompetisi dalam penyelenggaraan layanan.

d)

Menekankan kolaborasi hanya antara instansi pemerintah.

49.

Paradigma Inovasi Berkelanjutan (Sustainability-Oriented Innovation) menekankan bahwa inovasi harus menciptakan...

a)

Nilai ekonomi semata.

b)

Nilai lingkungan dan sosial, di samping nilai ekonomi.

c)

Efisiensi birokrasi yang setinggi-tingginya.

d)

Layanan yang sepenuhnya terdigitalisasi.

50.

Teori birokrasi Max Weber memandang inovasi terutama sebagai...

a)

Alat untuk ko-kreasi dengan masyarakat.

b)

Upaya untuk memperbaiki proses administratif dan mencapai efisiensi.

c)

Cara untuk mentransformasi tata kelola melalui teknologi.

d)

Proses yang berorientasi pada penciptaan keuntungan finansial.

51.

Teori mana yang awalnya dikembangkan di sektor swasta dan menekankan pentingnya membuka proses inovasi kepada pihak eksternal seperti warga dan LSM?

a)

Teori Birokrasi Weberian

b)

Teori New Public Management (NPM)

c)

Teori Inovasi Terbuka (Open Innovation)

d)

Teori Governance

52.

Menurut teori New Public Governance (NPG), inovasi sektor publik yang berhasil adalah yang...

a)

Paling murah dalam biaya implementasinya.

b)

Paling cepat diadopsi oleh organisasi lain.

c)

Menciptakan nilai publik yang melampaui kepentingan sempit.

d)

Menggunakan teknologi digital yang paling mutakhir.

53.

Pernyataan manakah yang PALING TEPAT menggambarkan hubungan antara paradigma-paradigma inovasi sektor publik?

a)

Paradigma yang baru selalu menggantikan paradigma lama sepenuhnya.

b)

Paradigma berkembang secara linear tanpa tumpang tindih.

c)

Paradigma yang berbeda mencerminkan konteks historis dan tantangan zamannya, serta dapat saling melengkapi.

d)

Semua paradigma pada dasarnya memiliki fokus dan tujuan yang identik.

54.

Apa yang dimaksud dengan ekosistem inovasi sektor publik?

a)

Sebuah sistem teknologi canggih yang digunakan untuk otomasi layanan publik.

b)

Sebuah kerangka konseptual yang memahami inovasi sebagai hasil interaksi dinamis berbagai aktor, institusi, dan sumber daya.

c)

Sebuah unit khusus di dalam pemerintah yang bertugas menciptakan inovasi.

d)

Sebuah kebijakan yang mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk berinovasi.

55.

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan komponen inti dari sebuah ekosistem inovasi sektor publik?

a)

Aktor (berbagai pemangku kepentingan)

b)

Institusi (aturan dan norma)

c)

Infrastruktur (alat dan platform)

d)

Sentralisasi wewenang pengambilan keputusan

56.

Mengapa pendekatan ekosistem dianggap penting untuk mengatasi masalah publik yang rumit (wicked problems)?

a)

Karena pendekatan ini memusatkan semua kewenangan pada pemerintah pusat.

b)

Karena pendekatan ini memungkinkan integrasi pengetahuan dan sumber daya ya

57.

masalah publik yang rumit (wicked problems)?

a)

Karena pendekatan ini memusatkan semua kewenangan pada pemerintah pusat.

b)

Karena pendekatan ini memungkinkan integrasi pengetahuan dan sumber daya yang beragam dari berbagai aktor.

c)

Karena pendekatan ini mengandalkan solusi teknologi tunggal yang paling mutakhir.

d)

Karena pendekatan ini menghilangkan kebutuhan untuk berkolaborasi dengan masyarakat.

58.

Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan manfaat ekosistem inovasi dalam memastikan keberlanjutan inovasi?

a)

Ekosistem bergantung pada 'pahlawan proyek' untuk memimpin setiap inisiatif.

b)

Ekosistem fokus pada pembangunan kapasitas sistemik dan kelembagaan, bukan hanya pada individu.

c)

Ekosistem memastikan bahwa setiap inovasi selesai dalam satu periode proyek.

d)

Ekosistem menghilangkan semua risiko kegagalan dari proses inovasi.

59.

Teori mana yang memberikan landasan teoretis kuat bagi kolaborasi dalam ekosistem inovasi dengan menekankan penciptaan nilai publik melalui jaringan antar organisasi?

a)

Teori Birokrasi Weberian

b)

New Public Management (NPM)

c)

New Public Governance (NPG)

d)

Teori Inovasi Tertutup

60.

Manakah yang merupakan contoh faktor internal organisasi yang menjadi anteseden bagi ekosistem inovasi?

a)

Kebijakan dan regulasi pemerintah pusat

b)

Ketersediaan teknologi digital di pasar

c)

Kepemimpinan yang memberdayakan dan budaya organisasi yang mendukung

d)

Tekanan dari organisasi internasional

61.

Konsep "co-creation" dalam ekosistem inovasi sektor publik terutama bertujuan untuk...

a)

Mengurangi peran serta masyarakat dalam pembuatan kebijakan.

b)

Meningkatkan akuntabilitas dan legitimasi publik dengan melibatkan warga sebagai mitra aktif.

c)

Memusatkan proses inovasi hanya di dalam unit khusus pemerintah.

d)

Membatasi akses swasta terhadap proyek-proyek pemerintah.

62.

Pendekatan Systems Thinking dalam konteks ekosistem inovasi bermanfaat karena...

a)

Menganalisis setiap komponen secara terpisah untuk menemukan solusi yang paling sederhana.

b)

Memahami hubungan non-linier dan umpan balik antar komponen untuk mengidentifikasi titik ungkit.

c)

Hanya berfokus pada hasil akhir tanpa mempertimbangkan proses.

d)

Mengabaikan dampak yang tidak diinginkan dari suatu kebijakan.

63.

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan tindakan disengaja (deliberate strategy) untuk membangun ekosistem inovasi?

a)

Merancang kebijakan yang memungkinkan, seperti innovation funds.

b)

Menciptakan platform kolaborasi, seperti innovation labs.

c)

Memusatkan semua pengambilan keputusan inovasi pada pimpinan tertinggi.

d)

Menginvestasikan sumber daya pada pengembangan kapasitas SDM.

64.

Bagaimana pemahaman tentang ekosistem inovasi dapat membantu pemerintah dalam transformasi digital?

a)

Dengan menghilangkan kebutuhan untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal.

b)

Dengan berfokus hanya pada pembelian perangkat keras dan lunak terbaru.

c)

Dengan berfungsi sebagai katalisator melalui kolaborasi dengan perusahaan tech, startup, dan masyarakat.

d)

Dengan mempertahankan semua proses dan budaya kerja yang lama.

65.

Mengapa paradigma administrasi publik klasik (Birokrasi Weberian) dianggap tidak lagi memadai?

a)

Karena terlalu mengutamakan inovasi dan perubahan yang disruptif.

b)

Karena cenderung lamban, kaku, dan kurang responsif menghadapi kompleksitas masyarakat modern.

c)

Karena telah sepenuhnya digantikan oleh model New Public Management.

d)

Karena tidak menggunakan teknologi digital dalam operasionalnya.

66.

Konsep Digital Era Governance (DEG) yang dikemukakan oleh Dunleavy et al. (2006) didasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu...

a)

Otomasi, sentralisasi, dan privatisasi.

b)

Reintegrasi, kebutuhan holistik warga negara dan transparansi.

c)

Public value, akuntabilitas, dan integrasi.

d)

Digitalisasi proses, transformasi, dan transparansi.

67.

Apa perbedaan mendasar antara E-Government dan Digital Governance menurut tabel perbandingan dalam materi?

a)

E-Government fokus pada transformasi tata kelola, sedangkan Digital Governance fokus pada automasi proses.

b)

E-Government berfokus pada efisiensi layanan dan automasi, sedangkan Digital Governance mencakup perubahan tata kelola yang lebih luas untuk menciptakan nilai publik.

c)

E-Government melibatkan multi-aktor sebagai co-creator, sedangkan Digital Governance hanya melibatkan pemerintah.

d)

E-Government lebih menantang daripada Digital Governance.

68.

Manakah dari berikut ini yang merupakan faktor INTERNAL sebagai anteseden transformasi birokrasi dan digital governance?

a)

Tekanan dari masyarakat dan ekspektasi publik.

b)

Perubahan Tekno-global dan Revolusi Industri 4.0.

c)

Kepemimpinan dan komitmen politik dari dalam pemerintah.

d)

Regulasi dan kebijakan pendukung dari lembaga internasional.

69.

Teori perubahan organisasi dari Kotter (1996) menekankan langkah pertama dalam transformasi, yaitu...

a)

Membentuk koalisi pemandu.

b)

Menciptakan rasa urgensi.

c)

Menghasilkan kemenangan jangka pendek.

d)

Melembagakan perubahan baru dalam budaya.

70.

Menurut Schein (2010), apa inti dari perubahan organisasi yang berhasil dalam transformasi birokrasi?

a)

Pembelian teknologi yang paling mutakhir.

b)

Perubahan budaya organisasi (cara berpikir, nilai, dan asumsi dasar).

c)

Penambahan jumlah pegawai yang signifikan.

d)

Sentralisasi semua proses pengambilan keputusan.

71.

Manakah dari berikut ini yang merupakan dampak POSITIF dari transformasi digital dan birokrasi?

a)

Meningkatnya ketimpangan digital (digital divide).

b)

Resistensi budaya dan organisasi dari pegawai.

c)

Efisiensi, kecepatan pelayanan, dan transparansi.

d)

Ketergantungan teknologi dan risiko gangguan teknis.

72.

Tantangan atau risiko yang disebut sebagai "Digital Divide" dalam transformasi digital merujuk pada...

a)

Biaya awal dan pemeliharaan sistem yang tinggi.

b)

Kesenjangan akses dan kemampuan teknologi antara daerah dan kelompok masyarakat.

c)

Isu keamanan dan privasi data pribadi.

d)

Resistensi dari pegawai yang terbiasa dengan cara lama.

73.

Konsep "Public Value" dalam konteks Digital Governance, menurut Moore (1995), menekankan bahwa birokrasi harus...

a)

Mencapai efisiensi setinggi-tingginya dengan memotong anggaran.

b)

Menciptakan nilai publik, termasuk transparansi dan partisipasi warga, bukan hanya efisiensi.

c)

Berfokus pada otomasi seluruh layanan tanpa melibatkan warga.

d)

Mengadopsi semua praktik dari sektor swasta tanpa filter.

74.

Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan peran teknologi dalam transformasi birokrasi menurut konsep Digital Era Governance (DEG)?

a)

Teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mengotomasi proses administrasi yang sudah ada tanpa mengubah struktur.

b)

Teknologi berperan sebagai katalis untuk reintegrasi proses, pemenuhan kebutuhan holistik warga, dan pendorong digitalisasi layanan publik.

c)

Teknologi digunakan terutama untuk memperkuat hierarki dan kontrol birokrasi tradisional.

d)

Penerapan teknologi dalam birokrasi harus menghindari perubahan pada budaya dan proses kerja organisasi.

75.

Urgensi praktis dari transformasi birokrasi dan digital governance antara lain adalah...

a)

Kembali ke model birokrasi Weberian yang tradisional.

b)

Meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi dan memenuhi tuntutan layanan yang cepat dan akuntabel.

c)

Mengurangi ketergantungan pada teknologi digital.

d)

Memusatkan semua layanan pada kantor fisik untuk interaksi langsung.