NEW
Font size
WorksheetsPeran dan Tanggung Jawab Pelatih dalam Olahraga
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Peran pelatih sebagai pendidik paling tampak ketika pelatih melakukan hal berikut:
Menyusun jadwal latihan dan pembagian tugas asisten pelatih
Mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas kepada atlet
Melakukan evaluasi performa tim untuk menentukan strategi kompetisi
Menentukan target prestasi berdasarkan hasil kompetisi sebelumnya
Ketika pelatih membantu atlet menghadapi kegagalan dengan memberikan arahan positif, mendengarkan keluh kesah, dan membimbing pengembangan diri, pelatih menjalankan perannya sebagai:
Motivator
Pendidik
Mentor
Manajer
Salah satu bentuk tanggung jawab etis pelatih dalam olahraga adalah:
Menuntut kemenangan dengan segala cara
Menjaga keadilan, sportivitas, dan menghormati lawan
Mengatur jadwal latihan agar tim selalu unggul fisik
Memotivasi atlet untuk meniru gaya pelatih
Seorang pelatih yang memaksakan latihan berat tanpa memperhatikan kondisi kesehatan atlet telah melanggar tanggung jawab:
Etis
Profesional
Sosial
Administratif
Dalam konteks tanggung jawab sosial, pelatih yang aktif membina atlet untuk menjadi teladan bagi masyarakat menunjukkan bahwa pelatih berperan sebagai:
Pendidik yang disiplin
Sosok yang berorientasi pada prestasi
Pembina karakter dan agen perubahan sosial
Pengelola tim yang efektif
Pelatih yang mengambil semua keputusan tanpa melibatkan atlet dan staf termasuk gaya kepemimpinan:
Demokratis
Laissez-faire
Otokratis
Partisipatif
Ciri utama gaya kepemimpinan demokratis dalam kepelatihan adalah:
Keputusan diambil secara sepihak oleh pelatih
Atlet dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan
Pelatih tidak memberikan arahan sama sekali
Pelatih hanya fokus pada hasil, bukan proses
Gaya kepemimpinan laissez-faire cenderung berhasil jika:
Atlet memiliki tingkat kemandirian dan tanggung jawab yang tinggi
Atlet masih baru dan membutuhkan banyak bimbingan
Tim mengalami konflik internal yang kuat
Pelatih ingin membangun disiplin ketat
Salah satu tujuan utama komunikasi non-verbal dalam kepelatihan adalah:
Mengganti seluruh bentuk komunikasi verbal
Menguatkan pesan verbal melalui ekspresi tubuh dan gerak isyarat
Menunjukkan kekuasaan pelatih terhadap atlet
Menghindari konflik antara pelatih dan atlet
Ketika pelatih mampu mendengarkan keluhan atlet secara empatik dan merespons dengan solusi yang membangun, hal tersebut mencerminkan:
Gaya kepemimpinan otokratis
Komunikasi interpersonal yang efektif
Sikap tegas dalam membuat keputusan
Penerapan strategi kompetitif
Pelatih yang berhasil menciptakan rasa aman psikologis dalam tim biasanya memiliki karakteristik:
Mendengarkan dengan empati dan terbuka
Bersikap otoriter dan menuntut
Mengabaikan pendapat anggota tim
Membatasi komunikasi antar anggota
Program latihan yang difokuskan pada daya tahan jantung dan kekuatan otot merupakan contoh penerapan latihan dengan tujuan:
Fisik
Taktis
Mental
Teknis
Pelatih menugaskan atlet untuk bermain dalam kondisi tekanan waktu agar mampu membuat keputusan cepat dan tepat. Tujuan latihan ini mengembangkan aspek:
Taktis
Fisik
Teknis
Mental
Latihan “game situation” yang menekankan pada strategi serangan cepat dan adaptasi terhadap lawan bertujuan mengembangkan aspek:
Fisik dan teknis
Mental dan sosial
Taktis dan pengambilan keputusan
Kekuatan dan daya tahan
Latihan “weight training” dengan beban progresif bertujuan utama untuk meningkatkan:
Daya tahan otot
Kekuatan otot
Kecepatan gerak
Kelenturan sendi
Dalam olahraga bela diri, kemampuan menggabungkan kecepatan tangan dan keseimbangan tubuh disebut:
Fleksibilitas dinamis
Koordinasi motorik
Daya tahan anaerob
Kekuatan eksplosif
Komponen terpenting dalam aspek fisik Adalah:
Kecepatan
Kekuatan
Daya Tahan
Kelentukan
Jika pelatih ingin mengevaluasi efektivitas latihan daya tahan, indikator paling valid yang perlu diperhatikan adalah...
Peningkatan berat badan
Peningkatan VO₂ max
Penurunan detak jantung saat istirahat
Waktu istirahat lebih cepat
Seorang pelatih meningkatkan jumlah set dalam latihan beban agar otot atlet beradaptasi dengan beban lebih besar. Hal ini merupakan penerapan prinsip...
Spesifisitas
Overload
Reversibilitas
Individualitas
Prinsip latihan yang diterapkan pelatih bulu tangkis untuk meningkatkan kecepatan reaksi pemain dengan latihan shuttle run adalah...
prinsip kecepatan
prinsip kekuatan
prinsip kelincahan
prinsip daya tahan
a. Spesifisitas b. Overload c. Reversibilitas d. Adaptasi
Spesifisitas
Overload
Reversibilitas
Adaptasi
Jika seorang pelatih memberikan beban terlalu tinggi tanpa memperhatikan kondisi atlet, maka kemungkinan besar akan terjadi...
Adaptasi atlet semakin cepat
Cedera dan overtraining
Peningkatan performa Perlahan
Pemulihan atlet optimal
Seorang atlet mengalami stagnan (bertahan pada satu titik) performa karena tidak ada peningkatan intensitas latihan selama 3 minggu. Analisis penyebabnya adalah...
Tidak menerapkan prinsip overload
Terlalu spesifik dalam latihan
Kurangnya pemanasan
Latihan tidak bervariasi
Dalam evaluasi latihan, pelatih menemukan bahwa latihan spesifik passing tidak meningkatkan daya tahan pemain. Analisisnya adalah...
Prinsip overload tidak diterapkan
Prinsip specificity tidak sesuai
Latihan terlalu berat
Intensitas latihan kurang
Setelah mengevaluasi data latihan 6 minggu, pelatih memutuskan menaikkan intensitas latihan sebesar 5% karena adaptasi berjalan baik. Keputusan ini menunjukkan penerapan prinsip...
Progression berbasis evaluasi performa
Overload berlebihan
Specificity yang salah
Reversibilitas
Seorang pelatih memberikan waktu istirahat cukup antara dua sesi latihan agar tubuh atlet beradaptasi terhadap beban latihan. Hal ini merupakan penerapan prinsip...
Reversibilitas
Adaptasi
Overload
Individualisasi
Atlet yang tidak berlatih selama liburan mengalami penurunan performa meskipun sebelumnya berada dalam kondisi puncak. Analisis yang tepat adalah...
Adaptasi meningkat
Reversibilitas terjadi
Overload tidak cukup
Progression tidak dilakukan
Dalam latihan tim, beberapa atlet mengalami peningkatan cepat sedangkan lainnya lambat. Pelatih perlu...
Menyamaratakan beban
Memberikan latihan individual berdasarkan respon adaptasi
Menambah intensitas untuk semua
Mengurangi volume Latihan
Seorang pelatih mengevaluasi program latihan dan menemukan sebagian atlet cepat mengalami kelelahan. Evaluasi yang tepat adalah...
Intensitas latihan kurang
Adaptasi belum terbentuk karena kurangnya recovery
Reversibilitas terjadi
Beban latihan terlalu rendah
Ketika pelatih mengevaluasi hasil latihan dan menemukan sebagian atlet tidak berkembang sesuai harapan, tindakan terbaik adalah...
Mengganti program latihan langsung
Mengevaluasi respon adaptasi individu dan menyesuaikan program
Meningkatkan beban seketika
Menghapus latihan pendinginan karena tidak penting
Dalam praktikum, seorang mahasiswa merancang sesi latihan dengan durasi pemanasan yang terlalu singkat dan tanpa progresi intensitas. Evaluasi yang tepat adalah...
Pemanasan sudah cukup karena menghemat waktu
Pemanasan tidak efektif dan dapat meningkatkan risiko cedera
Pemanasan sesuai untuk semua jenis olahraga
Pemanasan tidak diperlukan dalam latihan sederhana
Atlet yang kehilangan konsentrasi saat bertanding menunjukkan masalah pada faktor...
Fisiologis
Psikologis
Lingkungan
Biomekanik
Jika atlet tidak memiliki teknik dasar yang baik, maka secara biomekanik akan berdampak pada...
Peningkatan efisiensi gerak
Pemborosan energi dan risiko cedera
Performa optimal
Peningkatan kekuatan
Atlet dengan mindset tetap (fixed mindset) cenderung...
Melihat kegagalan sebagai proses belajar
Menghindari tantangan dan mudah menyerah
Menyukai latihan berat
Menginginkan umpan balik
Pemain basket yang cepat pulih setelah latihan intensitas tinggi menunjukkan adaptasi yang baik pada sistem...
a. Respirasi dan kardiovaskular
b. Saraf sensorik
c. Skeletal
Jika atlet sering mengalami cedera meski sudah berlatih dengan baik, pelatih perlu mengevaluasi...
Teknik biomekanik dan beban latihan
Motivasi dan disiplin
Asupan kalori
Kekuatan mental
Atlet yang melakukan latihan fartlek (perubahan tempo cepat dan lambat) akan melatih kombinasi sistem energi...
ATP-PC dan anaerobik
Aerobik dan anaerobik
Laktik dan fosfagen
Aerobik dan fosfagen
Atlet dengan tingkat stres tinggi menjelang kompetisi akan lebih mudah lelah karena...
Peningkatan hormon kortisol mengganggu pemulihan
Energi meningkat akibat adrenalin
Motivasi meningkat
Kualitas tidur meningkat
Atlet sprinter 100 meter mengandalkan sistem energi utama berupa...
Aerobik
Anaerobik alaktik (ATP-PC)
Anaerobik laktik
Oksidatif penuh
Dalam latihan daya tahan, sistem energi yang paling dominan digunakan adalah...
ATP-PC
Anaerobik laktik
Aerobik
Glikolisis cepat
