wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Try Out 6_UP PPG PAI 2025

Total questions: 65

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Dalam pembelajaran pendidikan nilai atau karakter di kelas, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep nilai-nilai karakter, namun belum menunjukkan konsistensi dalam perilaku yang mencerminkan nilai-nilai itu saat bekerja menyelesaikan tugas bersama. Untuk merancang teknik asesmen yang tepat agar dapat memantau perkembangan sikap, sekaligus tetap mengukur pengetahuan dan keterampilan, teknik asesmen yang paling sesuai adalah...

a)

Tes pilihan ganda tentang definisi nilai-nilai karakter.

b)

Lembar observasi keterlibatan kelompok, penilaian portofolio dan refleksi individu.

c)

Ujian esai tentang pentingnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

d)

Penguasaan membuat makalah ilmiah tentang tokoh berkarakter tanpa kegiatan praktik.

e)

Memberikan kuis mingguan tentang teori moral menurut para ahli.

2.

Dalam pembelajaran Fiqih Kontemporer mengenai pernikahan, seorang guru menyajikan studi kasus tentang pernikahan dini dan dampaknya. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah...

a)

Peserta didik dapat menyebutkan syarat dan rukun nikah sesuai syariat Islam.

b)

Peserta didik dapat menjelaskan hikmah disyariatkannya pernikahan dalam Islam.

c)

Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi argumen pro dan kontra mengenai pernikahan dini ditinjau dari berbagai perspektif (agama, sosial, kesehatan).

d)

Peserta didik dapat membandingkan proses pernikahan adat dengan pernikahan sesuai syariat Islam.

e)

Peserta didik dapat menceritakan kisah pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah RA.

3.

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII, seorang guru mengawali kegiatan dengan menyampaikan kisah kejujuran Nabi Muhammad SAW ketika berdagang di masa muda. Guru kemudian mengaitkan kisah tersebut dengan fenomena modern, seperti kejujuran dalam berjualan online, ujian sekolah, dan saat menjadi panitia lomba. Setelah diskusi kelas, siswa diminta menulis refleksi pribadi tentang bentuk kejujuran yang sudah dan akan mereka terapkan. Di akhir sesi, beberapa siswa mempresentasikan hasil refleksi mereka. Strategi pembelajaran yang digunakan guru termasuk dalam pendekatan apa?

a)

Pendekatan hafalan berbasis naratif.

b)

Keteladanan simbolik tanpa refleksi.

c)

Internalisasi nilai melalui refleksi dan kontekstualisasi.

d)

Simulasi nilai berbasis role play.

e)

Pendekatan kognitif deskriptif.

4.

Guru PAI menyusun tujuan pembelajaran dalam RPP satu lembar berbunyi: "Siswa dapat menjelaskan manfaat puasa Ramadhan terhadap kesehatan fisik, kebersihan jiwa, dan kepedulian sosial." Tujuan ini dirancang untuk mendukung kegiatan diskusi kelompok, presentasi, dan penulisan artikel mini. Guru juga menyusun rubrik untuk mengukur aspek pemahaman dan keterkaitan isi dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan taksonomi Bloom, tujuan pembelajaran tersebut termasuk dalam kategori domain apa?

a)

Afektif tingkat valuing.

b)

Kognitif tingkat pemahaman.

c)

Kognitif tingkat analisis.

d)

Psikomotorik tingkat mekanisme.

e)

Evaluasi tingkat aplikasi sosial.

5.

Guru PAI meminta siswa mengamati interaksi sosial di sekolah, lalu mengidentifikasi sikap saling menghargai antar umat beragama. Setelah observasi, siswa berdiskusi dan mempresentasikan hasilnya secara berkelompok. Guru menggunakan rubrik untuk menilai keterlibatan diskusi, sikap saling menghormati, dan argumentasi yang logis. Penilaian ini bertujuan menggali pemahaman dan sikap siswa dalam konteks nyata. Jenis asesmen yang diterapkan guru adalah:

a)

Asesmen formatif berbasis kuis.

b)

Asesmen sumatif berbasis ujian tulis.

c)

Asesmen otentik berbasis observasi performa sosial.

d)

Ulangan harian dengan pendekatan konvensional.

e)

Asesmen kognitif berbasis pertanyaan terbuka.

6.

Dalam pembelajaran moderasi beragama, guru PAI memutar video dokumenter tentang kehidupan damai antar umat beragama di Indonesia. Setelah itu, siswa diminta menulis esai reflektif yang mengaitkan nilai-nilai Islam dengan kehidupan masyarakat majemuk, serta memberi contoh tindakan moderat yang pernah atau ingin mereka lakukan. Guru menekankan bahwa tugas ini tidak hanya menguji kemampuan menulis, tetapi juga kesadaran siswa dalam membangun harmoni sosial. Pembelajaran ini bertujuan untuk:

a)

Mengembangkan hafalan sejarah toleransi.

b)

Meningkatkan kemampuan membuat esai.

c)

Menginternalisasi sikap moderat melalui refleksi nyata.

d)

Menyusun laporan dokumenter.

e)

Menganalisis perbandingan antaragama.

7.

Guru PAI memulai pelajaran dengan menampilkan video kerusakan lingkungan akibat sampah plastik, lalu membaca QS. Al-Baqarah: 222 dan hadis tentang thaharah (kebersihan). Guru mengajak siswa berdiskusi bagaimana konsep kebersihan dalam Islam bisa diterapkan dalam gerakan menjaga lingkungan. Siswa merancang rencana aksi kelas untuk melakukan tindakan perduli selama satu minggu untuk menjaga kebersihan berbasis nilai agama. Strategi pembelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan:

a)

Menghafal dalil tentang thaharah.

b)

Menyalin ayat Al-Qur'an secara benar.

c)

Menafsirkan nilai agama secara kontekstual dalam kehidupan.

d)

Menghubungkan istilah bahasa Arab yang tepat.

e)

Menghubungkan hadis dengan hukum fikih formal.

8.

Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran (ATP), seorang guru PAI memulai dari capaian pembelajaran (CP) dan merumuskannya menjadi tujuan pembelajaran yang dikaitkan dengan dimensi dan elemen Profil Pelajar Pancasila. Ia kemudian mengembangkan modul ajar yang mencakup langkah kegiatan, asesmen, dan refleksi. Guru juga menyesuaikan aktivitas dengan karakteristik murid. Langkah perencanaan yang dilakukan guru ini menunjukkan pendekatan:

a)

Forward design dari silabus ke pembelajaran.

b)

Pendekatan ceramah satu arah.

c)

Backward design yang berbasis hasil belajar.

d)

Diferensiasi pembelajaran berbasis gaya belajar.

e)

Desain acak berdasarkan kebiasaan sekolah.

9.

Saat terjadi konflik antarsiswa akibat perbedaan pendapat tentang kegiatan keagamaan, guru PAI tidak langsung memberi hukuman, melainkan mengajak mereka duduk bersama dan berdiskusi mengenai pentingnya sikap saling menghargai. Guru kemudian mengarahkan mereka membuat deklarasi "Sekolah Ramah Perbedaan" yang ditandatangani bersama. Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga membentuk kesadaran bersama tentang hidup dalam keberagaman. Tindakan guru mencerminkan nilai:

a)

Toleransi pasif terhadap perbedaan.

b)

Ketegasan administratif dalam disiplin.

c)

Moderasi beragama dalam konteks sosial.

d)

Penegakan peraturan sekolah.

e)

Kecintaan terhadap mayoritas.

10.

Guru PAI memberikan soal ujian akhir semester yang seluruhnya berisi hafalan ayat, hadis, dan pengertian istilah tanpa disertai studi kasus atau pertanyaan aplikatif. Meskipun siswa berhasil menjawab, guru mendapati bahwa sikap dan pemahaman mereka di kehidupan sehari-hari tidak mencerminkan nilai-nilai PAI. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pendekatan asesmen yang dilakukan guru tersebut dianggap:

a)

Sudah tepat untuk mengukur domain kognitif.

b)

Tidak sesuai karena mengabaikan dimensi afektif dan aplikatif.

c)

Sangat cocok untuk siswa berbasis pesantren.

d)

Relevan jika dikombinasikan dengan kuis daring.

e)

Efektif karena siswa menguasai hafalan.

11.

Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran tentang pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat agar peserta didik dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia adalah...

a)

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian akhlak karimah menurut Al-Qur'an dan Hadis.

b)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh perilaku akhlak karimah dalam sejarah Islam.

c)

Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menunjukkan sikap jujur dan amanah sebagai wujud akhlak karimah dalam interaksi sosial.

d)

Peserta didik dapat menganalisis dampak positif memiliki akhlak karimah bagi diri sendiri dan masyarakat.

e)

Peserta didik dapat menghafal dalil-dalil naqli tentang perintah berakhlak karimah.

12.

Dalam proyek akhir semester, guru PAI meminta siswa membuat video dakwah pendek bertema "Islam Ramah dan Toleran" yang akan dipresentasikan di depan kelas. Siswa bekerja secara berkelompok, mulai dari merancang naskah, hingga proses produksi, hingga merefleksikan pengalaman mereka. Guru menilai kerja sama, orisinalitas pesan, serta kemampuan mengaitkan dakwah dengan isu kekinian. Penilaian ini merupakan

a)

Tes formatif pilihan ganda.

b)

Penilaian otentik berbasis performa.

c)

Asesmen psikologis berbasis sikap.

d)

Ujian kognitif dalam bentuk portofolio.

e)

Tugas akhir tertulis berbasis rubrik.

13.

Dalam materi fiqih tentang zakat, guru PAI menyajikan studi kasus seorang petani yang panennya mencapai nisab zakat pertanian. Siswa diminta menghitung berapa zakat yang harus dikeluarkan dan menganalisis alasan pentingnya membayar zakat dalam konteks keadilan sosial. Beberapa siswa juga diminta mempresentasikan hasil analisanya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi:

a)

Menghafal rumus zakat pertanian.

b)

Menyalin kembali dalil zakat.

c)

Mengaplikasikan fikih muamalah dalam kehidupan nyata.

d)

Menjawab soal pilihan ganda dengan cepat.

e)

Menerjemahkan istilah zakat dalam bahasa Arab.

14.

Dalam RPP-nya, guru menulis tujuan: "Siswa mampu menunjukkan sikap menghormati dan menghargai keberagaman agama di lingkungan sekolah melalui perilaku dan komunikasi yang santun." Aktivitas yang dirancang meliputi diskusi kelompok, simulasi komunikasi inklusif, serta proyek kecil bertema "Toleransi Itu Keren." Guru menyusun rubrik penilaian afektif berbasis observasi dan refleksi siswa. Berdasarkan domain pembelajaran, tujuan tersebut termasuk dalam:

a)

Kognitif tingkat evaluasi.

b)

Psikomotorik tingkat manipulasi.

c)

Afektif tingkat organisasi nilai.

d)

Afektif tingkat receiving.

e)

Kognitif tingkat pemahaman.

15.

Guru menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka dengan struktur memuat tujuan pembelajaran, kegiatan awal-inti-penutup, asesmen formatif, refleksi guru dan siswa, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Ia juga mengintegrasikan dimensi P5 ke dalam kegiatan proyek kelas. Dokumen ini digunakan sebagai panduan utama dalam mengajar. Modul yang disusun guru tersebut termasuk jenis:

a)

RPP sederhana 1 lembar.

b)

Silabus standar nasional.

c)

Modul ajar tematik.

d)

Perangkat evaluasi autentik.

e)

Buku ajar elektronik.

16.

Dalam pembelajaran akhlak, guru memberikan tiga opsi proyek: membuat poster digital, menulis puisi, atau membuat video pendek bertema "Jujur dan Bertanggung Jawab." Siswa bebas memilih sesuai minat dan kemampuan mereka. Guru menilai kreativitas, keterlibatan emosional, serta kesesuaian pesan dengan nilai Islam. Praktik ini menunjukkan penerapan strategi:

a)

Standarisasi media belajar.

b)

Evaluasi berbasis hafalan.

c)

Diferensiasi berdasarkan minat dan gaya belajar.

d)

Strategi ceramah naratif.

e)

Penilaian berbasis pilihan ganda.

17.

Guru meminta siswa membuat infografik bertema "Iman kepada Allah dan Kepedulian Lingkungan" yang memuat ayat, pesan nilai, serta ajakan untuk bertindak. Setelah tugas dikumpulkan, guru mengajak siswa berdiskusi tentang makna iman dalam aksi sosial. Beberapa siswa menyampaikan bahwa mereka akan mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Aktivitas ini bertujuan untuk:

a)

Melatih kemampuan desain grafis.

b)

Menumbuhkan kecintaan terhadap ayat Al-Qur'an.

c)

Mengaitkan iman dengan aksi nyata sosial-ekologis.

d)

Menghafal dalil-dalil kebersihan.

e)

Menilai kemampuan argumentasi lisan siswa.

18.

Saat mengajar bab fikih, guru menyadari bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan memahami syarat dan rukun shalat. Guru pun memberikan pendekatan berbeda: visualisasi poster untuk sebagian siswa, diskusi kelompok untuk lainnya, dan simulasi praktik bagi yang kinestetik. Guru ingin semua siswa bisa memahami dengan cara yang sesuai kebutuhan mereka. Strategi ini menunjukkan penerapan:

a)

Strategi paksa demi keseragaman.

b)

Perlakuan khusus kepada siswa pintar.

c)

Diferensiasi konten berdasarkan kebutuhan belajar.

d)

Evaluasi seragam berbasis hasil.

e)

Ceramah konvensional satu arah.

19.

Untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan, guru PAI menggunakan aplikasi Kahoot! untuk mengadakan kuis tentang materi zakat. Siswa sangat antusias mengikuti kuis dan merasa lebih tertantang untuk belajar. Guru juga menggunakan hasil kuis sebagai bahan refleksi diri dan umpan balik bagi siswa. Strategi pembelajaran ini memanfaatkan:

a)

Permainan tradisional untuk relaksasi.

b)

Evaluasi manual berbasis ulangan.

c)

Teknologi pendidikan untuk pembelajaran interaktif.

d)

Latihan soal konvensional.

e)

Hafalan dalil zakat secara cepat.

20.

Setelah menyelesaikan diskusi tentang pentingnya toleransi dalam Islam, guru meminta siswa menulis jurnal reflektif tentang pengalaman pribadi mereka dalam menghargai perbedaan. Siswa diminta menyertakan contoh situasi nyata, perasaan mereka, serta perubahan sikap yang ingin mereka lakukan ke depan. Guru menilai jurnal berdasarkan kedalaman refleksi dan keterkaitan nilai dengan perilaku. Jenis penilaian ini termasuk:

a)

Ulangan harian berbasis lisan.

b)

Penilaian objektif hasil belajar.

c)

Asesmen aktif reflektif berbasis pengalaman.

d)

Tes tertulis dengan pilihan ganda.

e)

Ujian praktik lapangan.

21.

Dalam kegiatan P5-P2RA, siswa diminta merancang dan melaksanakan aksi sedekah bersama yang terorganisasi, mulai dari identifikasi kebutuhan, penggalangan dana, hingga pelaporan kegiatan. Guru menilai kerja sama, kemampuan merancang aksi nyata, serta refleksi siswa tentang pentingnya berbagi dalam Islam. Aspek utama yang dinilai dalam proyek ini adalah:

a)

Jumlah uang yang dikumpulkan.

b)

Skor hasil ujian sebelumnya.

c)

Proses kolaborasi dan pemaknaan nilai.

d)

Kecepatan pelaksanaan kegiatan.

e)

Kemampuan membuat laporan formal.

22.

Guru mengangkat hadis tentang larangan berbohong, lalu mengajak siswa mendiskusikan kaitannya dengan maraknya berita hoaks di media sosial. Siswa diminta membuat poster kampanye "Stop Hoaks, Mulai dari Diri Sendiri" sebagai tugas proyek. Aktivitas ini tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga mengajak siswa mengaitkan nilai agama dengan kondisi kontemporer. Kemampuan yang dikembangkan dalam aktivitas ini adalah:

a)

Hafalan hadis secara tekstual.

b)

Analisis hukum fiqh terhadap kebohongan.

c)

Kontestualisasi nilai Agama dalam kehidupan modern.

d)

Evaluasi media sosial secara teknis.

e)

Terjemahan hadis secara literal.

23.

Dalam pembelajaran daring, guru menggunakan Google Classroom untuk mengunggah materi, memberi tugas, dan melakukan diskusi dalam forum. Siswa juga mengerjakan kuis daring dan mendapat umpan balik langsung. Guru memanfaatkan berbagai fitur digital untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan aktif dan menyenangkan. Pembelajaran seperti ini mencerminkan:

a)

Strategi pasif melalui media daring.

b)

Pembelajaran konvensional berbasis teks.

c)

PAI digital yang aktif dan partisipatif.

d)

Latihan hafalan dalam forum online.

e)

Metode pengganti tanpa interaksi.

24.

Materi pembelajaran adalah tentang kriteria hadis shahih. Untuk menumbuhkan semangat gotong royong pada ranah keterampilan, rumusan tujuan pembelajaran yang paling sesuai adalah...

a)

Peserta didik dapat menjelaskan lima kriteria utama sebuah hadis dikatakan shahih.

b)

Peserta didik dapat membedakan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif berdasarkan sanad dan matan-nya.

c)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh hadis shahih yang berkaitan dengan muamalah.

d)

Secara berkelompok, peserta didik dapat berkolaborasi menyusun peta konsep tentang kriteria kesahihan hadis dan mempresentasikannya.

e)

Peserta didik dapat mempraktikkan cara mencari hadis shahih menggunakan aplikasi digital.

25.

Seorang guru PAI mengajarkan materi fiqih kontemporer di kelas XI dengan topik "Transaksi Digital dalam Islam". Siswa di kelasnya memiliki tingkat penguasaan teknologi dan gaya belajar yang beragam. Guru tersebut ingin menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada perbedaan individu, namun tetap menjaga struktur keilmuan fiqih (seperti pendekatan dalil, qawaid fiqhiyah, dan penerapan hukum). Dalam konteks tersebut, strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai?

a)

Meminta semua siswa membuat ringkasan materi dari buku paket tentang hukum jual beli online berdasarkan fatwa MU.

b)

Menyajikan video tentang e-commerce syariah lalu memberikan soal latihan pilihan ganda yang dikerjakan secara individu.

c)

Memberikan pilihan kepada siswa membuat Vlog edukatif, infografis, atau podcast tentang transaksi digital syariah, dipilih sesuai minat dan gaya belajar masing-masing, dengan tetap menyertakan dasar hukum yang tepat.

d)

Mengadakan diskusi klasikail tatap muka tentang jual beli online dan meminta siswa menuliskan kesimpulan berdasarkan pendapat pribadi.

e)

Membagi siswa secara acak untuk mengerjakan proyek kelompok membuat presentasi hukum transaksi digital tanpa mempertimbangkan minat dan kemampuan teknologi masing-masing.

26.

Materi pembelajaran adalah tentang ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Al-Qur'an. Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling mendorong kemampuan berpikir dinamis dan inovatif peserta didik adalah...

a)

Peserta didik dapat mendefinisikan pengertian ayat Muhkamat dan Mutasyabihat.

b)

Peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga contoh ayat Muhkamat dan tiga contoh ayat Mutasyabihat.

c)

Peserta didik dapat menjelaskan sikap ulama salaf terhadap ayat-ayat Mutasyabihat.

d)

Peserta didik dapat menghasilkan interpretasi kontekstual yang relevan terhadap ayat Mutasyabihat tertentu, dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

e)

Peserta didik dapat membedakan antara ayat Muhkamat dan Mutasyabihat.

27.

Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang ayat Muhkamat dan Mutasyabihat menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Guru menyajikan masalah berupa perbedaan pendapat ulama dalam menafsirkan ayat Mutasyabihat. Dalam konteks perencanaan ini, analisis materi ajar kajian tafsir (bi al-Ma'tsur, bi al-Ra'yi, metode tahlili, ijmali, dll.) berdasarkan struktur keilmuan yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik SMA yang kritis adalah...

a)

Fokus utama pada metode tafsir jmali untuk pemahaman global.

b)

Penekanan pada hafalan definisi masing-masing metode tafsir.

c)

Membandingkan secara mendalam pendekatan tafsir bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi dalam menyikapi ayat Mutasyabihat, mendorong analisis kritis terhadap argumentasi masing-masing.

d)

Memberikan ringkasan singkat semua metode tafsir tanpa pendalaman.

e)

Meminta siswa memilih satu metode tafsir favorit mereka.

28.

Guru melaksanakan pembelajaran tentang klasifikasi hadis (berdasarkan kuantitas dan kualitas sanad) menggunakan Project-Based Learning (PjBL). Proyeknya adalah membuat infografis digital tentang perbedaan hadis Mutawatir, Ahad, Shahih, Hasan, dan Dhaif. Analisis materi ajar klasifikasi hadis berdasarkan struktur keilmuan yang relevan selama pelaksanaan PjBL ini adalah...

a)

Hanya fokus pada definisi masing-masing klasifikasi hadis.

b)

Memberikan contoh hadis untuk setiap klasifikasi tanpa menjelaskan kriteria.

c)

Menekankan pada pemahaman kriteria detail (syarat sanad bersambung, perawi adil, dhabit, dll.) dan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an sebagai dasar pembuatan infografis yang akurat.

d)

Menyeragamkan kodifikasi hadis secara mendalam.

e)

Menguji hafalan siswa tentang nama-nama perawi hadis.

29.

Seorang guru mengevaluasi pemahaman siswa tentang materi "Mengungkap Rahasia Takdir" menggunakan pendekatan Dialogue-Based Learning (DBL), dengan fokus pada pertanyaan reflektif. Untuk mengukur pemahaman hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, uraian materi ajar yang paling tepat dieksplorasi dalam evaluasi tersebut adalah...

a)

Definisi takdir mubram dan muallaq.

b)

Perbedaan antara mu'jizat, karamah, dan sihir

c)

Bagaimana keyakinan pada takdir (bahwa semua akan dipertanggungjawabkan) memotivasi amal saleh sebagai persiapan menghadapi hari akhir.

d)

Contoh-contoh takdir dalam kehidupan sehari-hari

e)

Kisah para nabi dalam menghadapi takdir Allah

30.

Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang "Akhlak Karimah sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa" dengan pendekatan TPACK. Guru berencana menggunakan video inspiratif (Teknologi), diskusi kelompok (Pedagogi), dan materi tentang akhlak mulia dalam sejarah dan konteks modern (Konten). Alur materi ajar yang paling logis selama pelaksanaan pembelajaran ini adalah...

a)

Sejarah akhlak → Definisi akhlak → Contoh akhlak → Implementasi.

b)

Definisi akhlak → Dalil naqli → Manfaat akhlak → Diskusi.

c)

Konteks kekinian (krisis karakter) → Pentingnya akhlak karimah → Contoh teladan (sejarah & modern) → Refleksi & komitmen penerapan → Kaitan dengan karakter bangsa.

d)

Manfaat akhlak → Contoh akhlak → Sejarah akhlak → Definisi.

e)

Dalil naqli → Sejarah akhlak → Diskusi → Implementasi.

31.

Guru melaksanakan pembelajaran Fiqih Kontemporer (misal: perbankan syariah, zakat produktif) menggunakan pendekatan Deep Learning (DL) yang menekankan pemahaman mendalam dan koneksi antar konsep. Alur materi ajar yang paling logis selama pelaksanaan pembelajaran ini adalah...

a)

Definisi basi riyah → Sejarah bank syariah → Produk bank syariah → Praktik.

b)

Konsep dasar riba → Prinsip ekonomi Islam → Mekanisme perbankan syariah → Analisis perbedaan dengan bank konvensional → Studi kasus zakat produktif → Kaitan antara perbankan syariah dan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi.

c)

Produk bank syariah → Hukum bunga bank → Sejarah riba.

d)

Praktik perbankan syariah → Definisi zakat produktif → Prinsip ekonomi Islam.

32.

Seorang guru menggunakan model pelayanan konseling untuk mengevaluasi pemahaman dan sikap siswa terhadap materi "Transformasi Peradaban Islam: Kepemimpinan, Dakwah, dan Pendidikan dari Masa Khulafaur Rasyidin hingga Era Modern". Alur materi ajar yang logis digali dalam sesi evaluasi-konseling ini adalah...

a)

Menanyakan urutan Khulafaur Rasyidin.

b)

Menguji hafalan tanggal-tanggal penting dalam sejarah Islam.

c)

Mendiskusikan faktor kunci keberhasilan kepemimpinan di masa lalu → Menganalisis tantangan dakwah dan pendidikan Islam saat ini → Merefleksikan relevansi nilai-nilai kepemimpinan, dakwah, dan pendidikan Islam masa lalu untuk solusi tantangan kontemporer → Menggali sikap dan rencana kontribusi personal siswa.

d)

Fokus hanya pada strategi dakwah di era modern.

e)

Bertanya tentang sistem pendidikan Islam di masa Abbasiyah.

33.

Sekolah melaksanakan program P5 dengan tema "Bhinneka Tunggal Ika". Guru PAI merencanakan pembelajaran untuk mendukung tema ini. Pengembangan materi ajar PAI yang paling sesuai untuk menanamkan nilai "Berkebinekaan Global" (salah satu dimensi P5) adalah...

a)

Materi tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara.

b)

Materi tentang rukun iman dan rukun Islam.

c)

Mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang toleransi (tasamuh), menghargai perbedaan (ikhtilaf), dan pentingnya persatuan (ukhuwah) dalam konteks keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia dan dunia.

d)

Materi tentang tata cara shalat berjamaah.

e)

Materi tentang kisah-kisah nabi Ulul Azmi.

34.

Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan PPRA, guru ingin menanamkan nilai "Keteladanan" (Qudwah Hasanah). Pengembangan materi ajar yang paling efektif dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah...

a)

Membahas teori-teori kepemimpinan dalam Islam.

b)

Menganalisis kisah-kisah inspiratif Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Muslim kontemporer yang menunjukkan integritas, kesederhanaan, kepedulian sosial, dan akhlak mulia lainnya, serta mendiskusikan cara meneladaninya dalam konteks kehidupan siswa.

c)

Menjelaskan syarat-syarat menjadi pemimpin yang baik.

d)

Membaca biografi ulama-ulama besar penulis kitab kuning.

e)

Mendiskusikan konsep amar ma'ruf nahi munkar.

35.

Guru menilai praktik dialog antaragama yang harmonis di lingkungan sekolah sebagai implementasi moderasi beragama. Untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang konsep Islam Wasathiyah, pengembangan materi ajar yang paling tepat diangkat dalam evaluasi adalah...

a)

Sejarah perdebatan teologis antar mazhab dalam Islam.

b)

Konsep jihad dalam arti perang.

c)

Menggali pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip Islam Wasathiyah seperti Keadilan ('Adl), Keseimbangan (Tawazun), Toleransi (Tasamuh), dan Musyawarah (Syura) dan bagaimana prinsip ini terefleksi dalam praktik dialog antaragama yang diamati.

d)

Bahaya paham liberalisme dan sekularisme.

e)

Perdebatan antara Islam fundamentalis dan Islam moderat.

36.

Menanggapi maraknya berita hoaks dan ujaran kebencian bernuansa agama di media sosial, seorang tokoh masyarakat menyuarakan pentingnya implementasi moderasi beragama untuk menjaga kerukunan. Penilaian terhadap pengembangan materi ajar Islam Wasathiyah yang paling relevan dengan alasan tersebut adalah...

a)

Materi terlalu fokus pada aspek teologis Wasathiyah.

b)

Materi kurang membahas sejarah konflik antaragama.

c)

Materi berhasil menekankan ajaran Islam tentang Tabayyun (klarifikasi informasi), menahan diri dari prasangka buruk (su'uzhan), larangan mencela (ghibah/namimah), dan pentingnya menjaga lisan sebagai inti dari sikap moderat dalam berinteraksi sosial, termasuk di media sosial.

d)

Materi hanya membahas konsep Tawazun (keseimbangan).

e)

Materi tidak mengaitkan Wasathiyah dengan isu kontemporer.

37.

Materi pembelajaran adalah Kajian Tafsir, khususnya perbedaan metode tafsir bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi. Rancangan pembelajaran dengan pendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai adalah...

a)

Guru menjelaskan kedua metode, siswa mencatat.

b)

Siswa diminta menghafal contoh ayat yang ditafsirkan dengan kedua metode.

c)

Guru menyajikan ayat Al-Qur'an yang memiliki potensi penafsiran beragam (misal: ayat tentang sifat Allah). Siswa diminta menganalisis bagaimana kedua metode (bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi) mendekati penafsiran ayat tersebut, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan, dan mendiskusikan implikasinya.

d)

Siswa diuzinkan membuat rangkuman tentang sejarah perkembangan ilmu tafsir.

e)

Guru memberikan kuis tentang definisi metode tafsir.

38.

Sebagai guru al-Qur'an Hadis, Pak Masharif memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat poster klasifikasi hadis ditinjau dari kualitasnya disertai dengan hukum maqbul dan mardud dari pengalaman hadis tersebut. Hal ini disebabkan sering munculnya masalah di lapangan, yaitu banyaknya orang yang tidak bisa membedakan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan...

a)

PJBL (Project Based Learning).

b)

Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK).

c)

Differentiation Based Learning (DBL).

d)

Problem Based Learning (PBL).

e)

Pembelajaran Berbasis Deep Learning.

39.

Sebagai guru Akidah Akhlak, Pak Budiman menggunakan media Kahoot! untuk kuis interaktif mengenai pemahaman siswa terhadap materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Hal ini menunjukkan bahwa Pak Budi merancang pembelajaran dengan pendekatan...

a)

Pedagogical Knowledge (PK).

b)

Differentiation Based Learning (DBL).

c)

Problem Based Learning (PBL).

d)

Content Knowledge (CK).

e)

Technological Knowledge (TK).

40.

Sebagai guru Akidah Akhlak, Pak Mutohar memberi materi dengan tiga level. Pertama, materi tentang pengenalan dasar dan ciri-ciri umum mu'jizat, karamah, dan sihir. Tujuan konten ini adalah memahami pengertian dan perbedaan umum ketiganya secara sederhana. Kedua, perbedaan konseptual dan sumber dalil. Tujuan konten ini memahami perbedaan hakikat, tujuan, dan hukum dari ketiga fenomena tersebut. Ketiga, kajian filosofis dan teologis. Tujuan konten ini adalah untuk menganalisis makna teologis dan implikasi akidah dari fenomena ketiganya ini. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan...

a)

Diferensiasi Produk.

b)

Diferensiasi Konten.

c)

Diferensiasi Proses.

d)

Diferensiasi Lingkungan.

e)

Pembelajaran Berbasis Deep Learning.

41.

Ibu Murni merancang pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan perbedaan individu. Pertama, Strategi "Poster Inspiratif" di mana siswa diminta membuat poster yang menggambarkan nilai-nilai akhlak karimah seperti jujur, sabar, dan menghormati orang tua. Kedua, Strategi "Drama Mini Akhlak" di mana Siswa membuat dan memainkan drama pendek yang menggambarkan contoh perilaku akhlak karimah, misalnya menolong teman, memaafkan kesalahan, atau menghormati guru. Rancangan pembelajaran seperti ini berpendekatan...

a)

Diferensiasi Produk.

b)

Diferensiasi Konten.

c)

Diferensiasi Proses.

d)

Diferensiasi Lingkungan.

e)

Pembelajaran Berbasis Deep Learning.

42.

Seorang guru PAI mengajarkan materi fiqih kontemporer di kelas XI dengan topik "Transaksi Digital dalam Islam". Siswa di kelasnya memiliki tingkat penguasaan teknologi dan gaya belajar yang beragam. Guru tersebut ingin menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada perbedaan individu, namun tetap mengatur struktur keilmuan fiqih (seperti pendekatan dalil, qawaid fiqhiyah, dan penerapan hukum). Dalam konteks tersebut, strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai?

a)

Meminta semua siswa membuat ringkasan materi dari buku paket tentang hukum jual beli online berdasarkan fatwa MUI.

b)

Menyajikan video tentang e-commerce syariah lalu memberikan soal latihan pilihan ganda yang dikerjakan bersama kelas.

c)

Memberi tugas proyek kelompok membuat simulasi marketplace syariah dengan fitur akad, lalu setiap kelompok mempresentasikan perbedaan akad (murabahah, salam, istishna) dan menerapkan qawaid fiqhiyah pada studi kasus.

d)

Memberi ceramah satu arah tentang jenis akad dan hukum transaksi digital menurut ulama.

e)

Membagikan artikel ilmiah panjang tentang fintech syariah untuk dibaca mandiri.

43.

Pada tahap ini, siswa diajak untuk membangun kesadaran dan keterlibatan emosional tentang hak-hak rakyat perspektif Islam. Pak guru mengajak refleksi dan aktivasi Diri. Guru mengajak siswa melakukan refleksi dengan pertanyaan, "Apakah kalian pernah mendapatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepadaMu?" atau "Bagaimana perasaanmu ketika Anda mendapatkan bantuan dari pemerintah?". Pilih fase yang tepat.

a)

Deep Learning Fase Persiapan (Mindful Learning).

b)

Deep Learning Fase Eksplorasi (Meaningful Learning).

c)

Deep Learning Fase Aplikasi (Joyful Learning).

d)

Deep Learning Fase Refleksi dan Evaluasi.

e)

Pedagogical Knowledge (PK).

44.

Guru Khadijah melakukan pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning materi perkembangan kepemimpinan Islam pada tahap Fase Aplikasi (Joyful Learning). Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan tersebut adalah...

a)

Gamifikasi: Guru mengadakan kuis interaktif menggunakan aplikasi seperti Quizizz atau Kahoot! untuk menguji pemahaman siswa tentang materi perkembangan kepemimpinan Islam secara menyenangkan.

b)

Siswa menulis jurnal reflektif tentang bagaimana pemahaman mereka tentang materi perkembangan kepemimpinan Islam berubah setelah mengikuti pembelajaran.

c)

Sebelum memulai materi perkembangan kepemimpinan Islam, siswa diajak untuk duduk tenang sejenak dan merenungkan hati mereka dalam belajar sebagai bentuk latihan kesadaran beribadah.

d)

Guru menyajikan bahan-bahan materi perkembangan kepemimpinan Islam yang sudah dibuat dalam peta konsep untuk membangun pemahaman awal.

e)

Kontekstualisasi dalam kehidupan Nyata cara menganalogkan perkembangan kepemimpinan Islam dengan perkembangan pemerintahan yang terjadi di Indonesia.

45.

Pak Shodiq melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan nilai-nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan Deep Learning pada tahap Fase Refleksi dan Evaluasi. Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan ini adalah...

a)

Guru menyajikan ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang jujur membangun pemahaman awal.

b)

Siswa memberikan umpan balik terhadap proyek kelompok lain dan mendiskusikan tantangan serta keberhasilan mereka dalam menerapkan nilai jujur.

c)

Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat dan hadis tentang jujur, kemudian mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern.

d)

Siswa melakukan diskusi tentang bagaimana seseorang bisa menerapkan nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam interaksi dalam pekerjaan.

e)

Siswa membuat proyek "Gerakan Jujur" yang melibatkan tindakan nyata di komunitas, seperti seperti menjual dagangan dengan tema kejujuran dalam bentuk jual beli swalayan (kejujuran dalam berdagang).

46.

Pak Karmadi mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat. Oleh karena itu, ia dituntut untuk benar-benar menguasai konsep moderasi dalam Islam agar tidak membawa siswa terjerumus ke dalam sikap liberal maupun sikap ekstrem. Permasalahan yang keliru justru dapat menyebabkan siswa menjadi liberal, alih-alih memiliki jiwa yang moderat, akibat ketidaktahuan terhadap konsep Islam Wasathiyah. Agar internalisasi sikap moderat dapat berlangsung secara efektif, Pak Karmadi perlu menggunakan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat. Efektivitas tersebut akan semakin meningkat apabila didukung dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media berbasis teknologi. Rancangan pembelajaran di atas yang paling tepat menggunakan pendekatan...

a)

PJBL (Project Based Learning).

b)

Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK).

c)

Differentiation Based Learning (DBL).

d)

Problem Based Learning (PBL).

e)

Pembelajaran Berbasis Deep Learning.

47.

Dalam suatu pembelajaran PAI materi tafsir al-Qur'an, guru menyajikan materi tentang peran perempuan dalam masyarakat berdasarkan penafsiran klasik yang kurang relevan dengan konteks kekinian. Sebagian peserta didik merasa tidak nyaman karena pemahaman tersebut tidak sesuai dengan realitas kehidupan mereka. Strategi berbasis Problem Based Learning (PBL) yang paling tepat dilakukan oleh guru adalah...

a)

Guru meminta peserta didik mencari tafsir-tafsir kontemporer dan mendiskusikan perbedaan perspektif dengan pendekatan kritis dan kolaboratif.

b)

Guru memberikan ceramah tambahan untuk menekankan kembali pentingnya patuh pada tafsir klasik sebagai bentuk ketaatan nilai tradisional.

c)

Guru mengganti materi tafsir dengan topik lain yang tidak menimbulkan kontroversi agar suasana kelas tetap kondusif.

d)

Guru menunjuk satu peserta didik untuk menjelaskan tafsir klasik tersebut dan membiarkan kelas menyetujui pandangannya.

e)

Guru menugaskan peserta didik membaca teks tafsir klasik secara mandiri tanpa diskusi untuk menghindari perdebatan.

48.

Guru merasa penyajian materi Klasifikasi Hadis (shahih, hasan, dhaif) terlalu teoritis dan kering. Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman (menyenangkan, tidak kaku) melalui PjBL (Project-Based Learning), proyek yang paling sesuai adalah...

a)

Menugaskan siswa membuat makalah tebal tentang ilmu hadis.

b)

Mengadakan ujian hafalan kriteria hadis shahih.

c)

Menantang siswa secara berkelompok membuat "Detektif Hadis Challenge": mereka menerima beberapa hadis populer di media sosial (termasuk yang mungkin dhaif atau palsu), lalu menggunakan tools online dan sumber terpercaya untuk meneliti sanad dan matan-nya, mengklasifikasikannya kualitasnya, dan mempresentasikannya dalam bentuk video pendek edukatif atau podcast.

d)

Meminta siswa menyalin ulang hadis-hadis dari kitab tertentu.

e)

Mendengarkan ceramah tentang urgensi mengikuti hadis shahih.

49.

Dalam pembelajaran PAI materi Akidah Akhlak, Pak Agus menjelaskan hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir secara dogmatis. Untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan mampu menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, strategi pembelajaran yang paling tepat dengan pendekatan Differentiated Based Learning dalam konteks tersebut adalah...

a)

Guru membuat peserta didik secara acak untuk mengerjakan soal-soal pilihan ganda tentang takdir dan hari akhir, lalu membahas jawabannya bersama.

b)

Guru meminta semua peserta didik menonton satu video ceramah dan membuat rangkuman dalam format yang sama.

c)

Guru memberikan pilihan kepada peserta didik: membuat poster, menulis puisi, atau membuat vlog pendek tentang pentingnya ikhtiar meski takdir telah ditentukan.

d)

Guru memberikan tugas yang sama kepada seluruh peserta didik berupa menulis esai tentang pengaruh iman kepada hari akhir dalam kehidupan.

e)

Guru menyuruh seluruh peserta didik membaca satu buku tafsir klasik dan melaporkan isinya dalam format laporan tertulis yang baku.

50.

Guru ingin membahas Mu'jizat, Karamah, dan Sihir agar relevan dengan pemikiran rasional siswa modern, namun tetap akomodatif terhadap keyakinan iman. Model pembelajaran DL (Deep Learning) yang paling akomodatif adalah...

a)

Menegaskan bahwa semua itu hanya dongeng masa lalu.

b)

Meminta siswa membuktikan keberadaan karamah secara ilmiah.

c)

Mengajak siswa memahami konsep Mu'jizat sebagai bukti kenabian yang bersifat historis-transendental, Karamah sebagai anugerah khusus bagi wali Allah, dan Sihir sebagai bentuk tipu daya (terkadang melibatkan jin) yang dilarang agama. Pembelajaran menekankan pada pembedaan ketiganya, hikmah di baliknya (menguatkan iman), serta sikap rasional-proporsional dalam menyikapinya di era modern (tidak mudah percaya klaim, tapi tetap mengimani yang gaib sesuai dalil).

d)

Fokus hanya pada bahaya sihir dan cara menanggalknya.

e)

Menonton film horor tentang sihir.

51.

Materi Akhlak Karimah perlu disajikan secara adaptif dengan konteks tantangan moral era digital (cyberbullying, hoax, etika online). Penggunaan model TPACK yang paling adaptif adalah...

a)

Guru berceramah tentang akhlak mulia zaman Nabi.

b)

Siswa diminta menulis contoh akhlak baik di buku catatan.

c)

Guru menggunakan platform simulasi interaktif (Teknologi) yang menyajikan dilema etika digital. Siswa secara berkelompok (Pedagogi) menganalisis dilema tersebut menggunakan prinsip akhlak karimah (Konten), lalu membuat solusi atau panduan etika digital dalam bentuk infografis atau video pendek menggunakan aplikasi desain (Teknologi), yang kemudian dibagikan di media sosial sekolah (Pedagogi & Teknologi).

d)

Diskusi kelompok tentang contoh akhlak tanpa teknologi.

e)

Menonton video tentang bahaya internet.

52.

Siswa menghadapi kebingungan atau kecemasan terkait isu Fiqih Kontemporer yang kompleks (misal: hukum cryptocurrency, pinjol, transplantasi organ). Model pembelajaran berbasis pelayanan BK (Bimbingan Konseling) yang progresif (perorientasi masa depan dan solusi personal) adalah...

a)

Guru memberikan fatwa tunggal yang harus diikuti semua siswa.

b)

Mengadakan debat panas tentang halal-haramnya cryptocurrency.

c)

Guru memfasilitasi sesi diskusi kelompok kecil (seperti sesi konseling kelompok) di mana siswa dapat secara aman mengungkapkan kebingungan atau dilema personal mereka terkait isu fiqih kontemporer. Guru membimbing mereka memahami berbagai perspektif ulama (Konten), mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang relevan, dan memandu mereka mengambil keputusan personal yang bertanggung jawab sesuai prinsip syariah dan konteks masing-masing.

d)

Memberikan tes tertulis tentang fiqih kontemporer.

53.

Di kelas terdapat siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan belajar. Materi adalah Hak-hak Rakyat dalam Perspektif Islam. Pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK yang menciptakan lingkungan belajar akomodatif adalah...

a)

Guru bekerja sama dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) untuk memodifikasi materi (misal: menggunakan bahasa sederhana, visualisasi yang kuat, contoh konkret), metode (misal: instruksi langsung, tutor sebaya), dan asesmen (misal: lisan, proyek sederhana) agar sesuai dengan kebutuhan spesifik siswa ABK, sambil tetap melibatkan mereka dalam aktivitas kelas bersama teman-teman lainnya.

b)

Memberikan materi dan tugas yang sama persis kepada semua siswa.

c)

Meminta siswa ABK belajar sendiri di pojok kelas.

d)

Mengeluarkan siswa ABK dari kelas saat materi ini diajarkan.

e)

Fokus hanya pada pemenuhan hak siswa ABK, mengabaikan materi hak rakyat secara umum.

54.

Materi Perkembangan Kepemimpinan Islam perlu diajarkan dalam lingkungan belajar yang adaptif terhadap gaya belajar siswa yang beragam (visual, auditor, kinestetik) dan minat yang berbeda. Pendekatan pembelajaran yang relevan dan adaptif adalah...

a)

Guru memberikan tugas merangkum silsilah kepemimpinan dalam sejarah Islam tanpa diskusi lanjutan.

b)

Guru meminta peserta didik membuat mind map tentang khalifah berdasarkan referensi tunggal dari buku teks klasik.

c)

Guru mengajak peserta didik menganalisis gaya kepemimpinan khalifah tertentu dan membandingkannya dengan prinsip kepemimpinan modern melalui studi kasus dan diskusi kelompok.

d)

Guru menyajikan ceramah tentang tokoh khalifah Islam tanpa mengaitkan dengan tantangan zaman kini.

e)

Guru menugaskan siswa untuk menonton dokumenter sejarah Islam dan membuat laporan tertulis tanpa interaksi lebih lanjut.

55.

Dalam pembelajaran PAI tentang akhlak, guru menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin hanya melalui ceramah satu arah dengan contoh-contoh konvensional yang tidak menyentuh realitas kehidupan peserta didik saat ini. Tidak ada keterlibatan peserta didik mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam era digital, lingkungan kerja modern, atau interaksi di media sosial. Akibatnya peserta didik kesulitan menginternalisasi nilai tersebut secara kontekstual dan hanya menganggapnya sebagai materi hafalan. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran yang paling relevan dalam kondisi tersebut adalah...

a)

Guru menyampaikan ceramah tentang nilai-nilai karakter disertai penugasan menulis definisi setiap nilai secara lengkap.

b)

Guru meminta peserta didik membaca buku-buku teks klasik dan membuat ringkasan tanpa pembahasan mendalam.

c)

Guru memberi soal pilihan ganda tentang nilai-nilai karakter untuk dikerjakan secara daring tanpa pembahasan mendalam.

d)

Guru mengarahkan peserta didik membuat proyek sosial berbasis nilai karakter seperti kampanye anti-hoaks, kerja bakti digital, atau gerakan empati daring, dan mendiskusikannya bersama.

e)

Guru meminta peserta didik mencatat 10 nilai karakter dari buku ajar dan menghafalkannya untuk ujian akhir.

56.

Seorang kolega Anda di sekolah kerap kali tidak hadir tepat waktu saat piket jaga perpustakaan. Alasannya, ia sedang menyelesaikan pesanan dari bisnis online yang dikelolanya. Hal ini menyebabkan siswa yang ingin meminjam buku harus menunggu cukup lama. Tindakan yang paling tepat Anda lakukan dalam menyikapi kondisi ini adalah...

a)

Melaporkan hal tersebut secara langsung kepada pimpinan sekolah agar diberikan teguran resmi.

b)

Mengusulkan di forum rapat untuk menghapuskan sistem piket guru dan menggantinya dengan tenaga administrasi khusus.

c)

Menawarkan diri untuk membantu mengerjakan sebagian pesanan bisnisnya agar ia dapat fokus pada jadwal piket.

d)

Mengingatkannya dengan sopan tentang komitmennya di sekolah dan mendiskusikan opsi pengaturan jadwal piket yang lebih fleksibel.

e)

Membiarkannya karena setiap orang memiliki prioritas dan tantangan hidupnya masing-masing.

57.

Di kelas Anda, telah menjadi kebiasaan untuk melakukan ice breaker singkat dan menyenangkan sebelum pelajaran dimulai untuk membangun semangat belajar. Namun, beberapa siswa justru asik sendiri dan tidak antusias. Sebagai guru, langkah awal yang paling efektif untuk menangani situasi ini adalah...

a)

Menegur siswa yang tidak ikut serta secara langsung di depan kelas agar menjadi perhatian bagi semua.

b)

Membiarkan siswa yang tidak tertarik karena memaksa partisipasi justru dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

c)

Membahas pentingnya kebersamaan dan tujuan ice breaker, lalu memberikan pilihan kegiatan yang bisa mereka pilih bersama.

d)

Melaporkan perilaku siswa tersebut kepada guru BK untuk diberi penanganan khusus.

e)

Mengganti ice breaker dengan kegiatan yang lebih serius.

58.

Anda sedang bertugas sebagai pengawas ujian. Di tengah pelaksanaan, Anda melihat rekan pengawas memberi kode nonverbal kepada siswa yang tampak kebingungan. Langkah terbaik yang harus Anda lakukan adalah...

a)

Segera melaporkan insiden tersebut kepada ketua pengawas.

b)

Menegur rekan tersebut setelah ujian usai dan mengingatkan dengan cara yang baik untuk mencegah timbulnya konflik.

c)

Menegur rekan tersebut secara langsung di ruang ujian.

d)

Memberi arahan kepada peserta ujian untuk tetap fokus.

e)

Membiarkan kejadian tersebut karena bisa jadi hanya bentuk kepedulian.

59.

Dalam rapat dewan guru, seorang kolega menanggap proposal Anda dengan komentar pedas di hadapan pimpinan. Anda kecewa karena sebelumnya tidak ada komunikasi informal. Tindakan yang paling profesional Anda lakukan adalah...

a)

Segera membela diri dan menunjukkan kelemahan usulannya.

b)

Memperhatikan sanggahannya dengan saksama, merekam poin-poinnya, lalu menyampaikan argumen Anda dengan tetap menjaga etika.

c)

Bersikap pasif untuk menghindari konflik.

d)

Mengundurkan diri dari forum karena merasa tidak dihargai.

e)

Mengungkapkan kekecewaan secara emosional agar peserta lain memahami posisi Anda.

60.

Dalam persiapan lomba seni antar-kelas, beberapa guru hanya ingin melibatkan siswa berbakat agar peluang menang lebih besar. Sebagai pendidik, tindakan terbaik Anda adalah...

a)

Menginisiasi diskusi untuk mencari solusi yang adil dan kolaboratif.

b)

Mengusulkan sistem pembagian peran yang lebih inklusif dengan mempertimbangkan minat dan potensi semua siswa.

c)

Menyetujui demi efisiensi waktu.

d)

Menentang keras keputusan tersebut.

e)

Tidak ikut campur karena keputusan ada di panitia inti.

61.

Sebagai pendidik, Anda mendapati rekan sejawat sering terlambat mengajar dan menitipkan kelas tanpa alasan jelas. Tindakan paling sesuai Anda lakukan adalah...

a)

Mengadukan ke pimpinan sekolah agar ditindak sesuai aturan.

b)

Menyampaikan peringatan lewat jalur komunikasi pribadi.

c)

Tidak melakukan intervensi karena bukan kewenangan Anda.

d)

Mengkritik di depan rekan guru agar menjadi pelajaran.

e)

Memberi masukan secara personal kepada rekan tersebut supaya lebih memperhatikan waktu karena tindakannya merugikan murid.

62.

Anda beberapa kali mengusulkan pengembangan media pembelajaran kepada kepala madrasah, namun selalu ditangguhkan karena alasan minim anggaran. Langkah terbaik yang Anda ambil adalah...

a)

Menjalin kerja sama dengan lembaga lain atau mengajukan dana bantuan guna merealisasikan gagasan tersebut.

b)

Membatalkan usulan karena merasa tidak dihargai.

c)

Menyederhanakan rancangan tanpa izin pimpinan.

d)

Menunda pelaksanaan sampai ada petunjuk resmi.

e)

Mengadukan persoalan ini kepada rekan guru.

63.

Seorang wali murid mengirim pesan kasar menuduh Anda diskriminatif dalam penilaian ujian. Tindakan terbaik yang Anda lakukan adalah...

a)

Langsung membalas untuk membantah tuduhan tersebut.

b)

Menunggu hingga perasaan lebih stabil, kemudian merespons dengan bahasa santun dan data faktual.

c)

Mengabaikan pesan tersebut.

d)

Menyatakan kekecewaan terhadap wali murid.

e)

Melaporkan ke pimpinan sekolah untuk ditindaklanjuti.

64.

Seorang peserta didik di kelas Anda memiliki latar budaya berbeda dan sering diejek teman karena kebiasaan belajarnya. Langkah terbaik sebagai guru adalah...

a)

Melibatkan seluruh peserta didik dalam dialog tentang menghargai keberagaman.

b)

Memarahi siswa yang mengolok-olok.

c)

Membariskan semua siswa lalu memberi nasihat sendiri.

d)

Merancang aktivitas pembelajaran yang dapat mengembangkan rasa pengertian dan saling menghargai antar peserta didik.

e)

Memindahkan peserta didik ke kelas lain dengan latar budaya serupa.

65.

Sebagai ketua panitia Festival Seni dan Kreativitas Siswa, Anda mendapat tawaran sponsor dari perusahaan yang produknya bertentangan dengan visi kesehatan sekolah. Langkah paling tepat Anda ambil adalah...

a)

Melakukan survei kepada siswa untuk mengetahui pendapat mereka.

b)

Menolak kerja sama dengan penjelasan mengenai komitmen sekolah terhadap pendidikan kesehatan dan pembentukan karakter siswa.

c)

Mempertimbangkan tawaran dengan meminta pendapat orang tua siswa.

d)

Menerima tawaran dengan syarat logo produk tidak ditampilkan.

e)

Menerima tawaran sponsor dan menggunakan uangnya untuk acara, mengabaikan visi perusahaan.