WorksheetsSoal Mata Kuliah Imunologi
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Ilmu yang mempelajari sistem pertahanan tubuh terhadap agen penyebab penyakit dikenal sebagai imunologi. Berdasarkan konsep ini, peran utama imunologi dalam bidang kesehatan adalah…
Meneliti anatomi tubuh manusia secara makroskopik
Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme patogen
Menganalisis fungsi sistem saraf pusat dan tepi
Mengidentifikasi hormon yang berperan dalam pertumbuhan sel
Mengembangkan sistem pernapasan buatan
Edward Jenner dikenal sebagai bapak imunologi modern. Kontribusi terbesarnya dalam sejarah imunologi adalah…
Menemukan teori sel
Menemukan struktur DNA
Mengembangkan vaksin pertama menggunakan virus cacar sapi (cowpox)
Menciptakan mikroskop elektron
Menemukan fagositosis
Louis Pasteur memperluas konsep vaksinasi dengan mengembangkan vaksin rabies dan antraks. Hal ini menunjukkan bahwa vaksin dapat…
Memperkuat daya tahan tubuh dengan cara langsung membunuh mikroba
Merangsang tubuh membentuk kekebalan adaptif terhadap mikroorganisme penyebab penyakit
Menurunkan aktivitas sistem imun alami
Menghambat fagositosis oleh leukosit
Mengganti fungsi sel-sel imun yang rusak
Sistem imun tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari zat asing yang berpotensi merugikan. Komponen utama yang mengenali zat asing disebut…
Sitokin
Enzim
Antibodi
Komplemen
Antigen
Imunitas dibagi menjadi dua jenis besar berdasarkan cara tubuh memperolehnya. Imunitas yang sudah dimiliki sejak lahir disebut…
Imunitas adaptif
Imunitas bawaan (innate immunity)
Imunitas aktif
Imunitas pasif
Imunitas buatan
Dalam respon imun adaptif, limfosit B dan limfosit T memiliki peran berbeda. Apa perbedaan utama antara keduanya?
Sel B menyerang virus, sel T menyerang bakteri
Sel B menghasilkan antibodi, sel B menghancurkan sel terinfeksi
Sel B menghasilkan antibodi, sel T menghancurkan sel yang terinfeksi
Sel B dan sel T memiliki fungsi yang sama
Keduanya hanya aktif di limpa
Antigen adalah zat yang dapat merangsang respon imun tubuh. Berdasarkan pengertian tersebut, fungsi utama antigen dalam sistem kekebalan tubuh manusia adalah...
Sebagai molekul penghancur sel imun
Sebagai pemicu terbentuknya antibodi yang spesifik terhadap molekul tersebut
Sebagai pengatur metabolisme sel imun
Sebagai penghambat interaksi sel T dan B
Sebagai pengikat oksigen di jaringan
Epitop merupakan bagian dari antigen yang berperan penting dalam pengenalan oleh sistem imun. Berdasarkan konsep ini, epitop dapat didefinisikan sebagai...
Seluruh permukaan antigen
Bagian antigen yang tidak bereaksi dengan antibodi
Bagian kecil dari molekul antigen yang dikenali dan diikat secara spesifik oleh antibodi atau reseptor sel T
Bagian antigen yang bersifat nonspeifik
Struktur lipid pada permukaan patogen
Antibodi bekerja dengan berbagai mekanisme untuk menetralkan antigen. Salah satu mekanismenya adalah opsonisasi, yaitu...
Penghancuran antigen oleh asam lambung
Penandaan antigen agar lebih mudah difagositosis oleh makrofag dan neutrofil
Pembentukan antibodi baru dalam limpa
Penguraian antigen menjadi asam amino
Penonaktifan sel imun tubuh
Struktur antibodi terdiri dari dua rantai berat dan dua rantai ringan. Daerah variabel terletak di ujung rantai tersebut. Berdasarkan fungsinya, daerah variabel berperan untuk...
Mengaktifkan sistem komplemen
Menentukan spesifisitas pengikatan antigen
Menstabilkan struktur antibodi
Mengikat reseptor sel fagosit
Mengatur durasi respon imun
Antibodi dapat dibedakan menjadi lima kelas utama: IgG, IgA, IgM, IgD, dan IgE. IgM merupakan antibodi pertama yang diproduksi saat infeksi terjadi karena...
Memiliki ukuran paling kecil
Mempunyai bentuk pentamer yang memungkinkan pengikatan antigen dalam jumlah besar
Hanya ditemukan dalam sekresi tubuh
Tidak dapat berikatan dengan antigen
Diproduksi oleh sel T sitotoksik
Jika seseorang mengalami defisiensi antibodi IgA, maka kemungkinan besar ia akan mudah mengalami infeksi pada...
Jaringan otot
Saluran pernapasan dan pencernaan, karena IgA berperan dalam perlindungan mukosa
Tulang dan sendi
Antibodi memiliki bagian Fc yang dapat berikatan dengan reseptor pada makrofag. Ikatan ini penting karena...
Menonaktifkan antigen
Memudahkan proses fagositosis terhadap antigen yang telah dilapisi antibodi
Menghambat aktivitas sistem imun
Menetralkan histamin
Menurunkan aktivitas sel NK
Dalam kasus autoimun, antibodi yang seharusnya melawan antigen asing justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Berdasarkan konsep dasar antibodi, kondisi ini menunjukkan...
Penurunan kadar antigen tubuh
Kegagalan sistem imun dalam membedakan antara “self” dan “non-self” antigen
Produksi antibodi yang terlalu lambat
Aktivasi antibodi oleh vitamin
Mutasi pada epitope antigen tubuh
Suatu zat kimia kecil yang tidak imunogenik sendiri, tetapi dapat menjadi antigen bila berikatan dengan protein pembawa, disebut...
Tolerogen
Sitokin
Imunogen
Hapten
Komplemen
Zat kimia seperti lisosim yang terdapat dalam air mata dan air liur berperan dalam pertahanan tubuh nonspefisik dengan cara...
Menghambat sintesis DNA bakteri
Menghancurkan dinding sel bakteri secara enzimatik
Mengaktifkan sel limfosit B
Meningkatkan produksi antibodi IgA
Menurunkan aktivitas fagosit
Interferon merupakan protein antivirus alami yang diproduksi oleh sel tubuh. Fungsi utama interferon adalah...
Menghambat replikasi virus di dalam sel yang terinfeksi
Menstimulasi produksi antibodi IgG
Menonaktifkan fagosit
Memecah dinding bakteri gram positif
Menghasilkan sitokin inflamasi
Makrofag memiliki peran utama dalam sistem imun nonspefisik dengan cara...
Menelan dan mencerna mikroba melalui fagositosis serta memicu respon inflamasi
Menghasilkan antibodi
Mengaktifkan limfosit T sitotoksik
Menyimpan memori imun
Menekan respon imun humoral
Protein komplemen dapat menyebabkan kematian sel bakteri melalui proses yang dikenal sebagai...
Fagositosis
Lisis membran melalui kompleks serangan membran (MAC)
Endositosis
Netralisasi antigen
Fusi fagolisosom
Faktor yang termasuk dalam pertahanan kimia sistem imun nonspefisik adalah...
Antibodi IgE
Sel NK
Limfosit T
Komplemen C3
Asam lambung dan enzim lisozim
Sel mast dan basofil berperan dalam respon imun nonspefisik dengan cara...
Melepaskan histamin yang menyebabkan vasodilatasi dan inflamasi
Menghasilkan antibodi
Menyimpan antigen
Menetralkan toksin
Menghambat fagositosis
Komponen utama dari sistem imun spesifik yang berperan dalam pengenalan antigen dan pembentukan memori imun adalah...
Neutrofil dan makrofag
Basofil dan eosinofil
Limfosit B dan limfosit T
Sel dendritik dan monosit
Sel NK dan komplemen
Sel T sitotoksik (CD8+) memiliki peran penting dalam sistem imun karena...
Menghasilkan interferon untuk menghambat virus
Menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi virus atau mengalami transformasi kanker
Mengaktifkan sistem komplemen
Menghasilkan antibodi
Menyimpan memori imun
Salah satu sifat dasar sistem imun spesifik adalah “spesifisitas” (specificity). Istilah ini berarti bahwa setiap limfosit hanya dapat mengenali satu jenis antigen tertentu melalui reseptor yang unik. Mekanisme biologis yang memungkinkan keberagaman reseptor ini adalah...
Rekombinasi gen pada daerah variabel DNA limfosit yang menghasilkan jutaan kemungkinan reseptor berbeda
Aktivasi antigen oleh sistem komplemen
Pembelahan mitosis sel B dalam sumsum tulang
Pematangan antigen di kelenjar timus
Mutasi somatik pada sel eritrosit
Sel T helper (CD4+) merupakan komponen kunci dalam sistem imun spesifik karena berfungsi mengatur koordinasi antara berbagai jenis sel imun. Sel ini membantu limfosit B menghasilkan antibodi dengan cara...
Menghasilkan enzim yang merusak antigen
Menghambat aktivasi sel plasma
Mengeluarkan sitokin seperti IL-4 dan IL-5 yang menstimulasi diferensiasi sel B menjadi sel plasma
Menyajikan antigen langsung ke makrofag
Menyerang antigen secara langsung
Antibodi merupakan molekul protein kompleks yang dihasilkan oleh sel plasma. Struktur dasar antibodi terdiri atas dua rantai berat dan dua rantai ringan yang membentuk huruf “Y”. Bagian antibodi yang berfungsi mengikat antigen disebut...
Rantai konstan
Fragmen Fc
Fragmen Fab yang mengandung situs pengikatan antigen (antigen binding site)
Daerah ekor antibodi
Rantai disulfida
Jika terjadi mutasi pada gen yang mengkode molekul MHC kelas II, maka respon imun terhadap antigen dari luar sel akan terganggu. Kondisi ini paling mungkin menghambat fungsi...
Sel T sitotoksik (CD8+)
Sel T helper (CD4+) yang memerlukan penyajian antigen melalui MHC kelas II oleh APC
Sel B plasma
Sel NK
Komplemen C3b
Seorang pasien menerima transfusi darah yang tidak cocok golongan ABO-nya. Dalam beberapa jam, tubuhnya mengalami hemolisis masif akibat reaksi antibodi terhadap antigen donor. Jenis imunitas yang bekerja pada kasus ini termasuk...
Imunitas seluler
Imunitas nonspesifik
Imunitas pasif buatan
Imunitas humoral yang dimediasi oleh antibodi IgM terhadap antigen eritrosit
Imunitas toleran
Pada kondisi alergi, sel T helper 2 (Th2) menghasilkan interleukin yang menstimulasi produksi IgE. Padahal IgE berperan besar dalam reaksi hipersensitivitas tipe I. Mekanisme ini menunjukkan bahwa...
Sistem imun spesifik yang seharusnya melindungi tubuh justru dapat menimbulkan reaksi patologis jika regulasinya tidak seimbang
Sistem imun bawaan gagal mengenali antigen
IgG menggantikan peran IgE
Sel mastosit berhenti aktif
Antigen tidak dikenali
Imunoglobulin yang paling banyak terdapat dalam cairan sekresi tubuh seperti air liur, air mata, dan mukus, serta berfungsi melindungi permukaan epitel dari invasi mikroorganisme adalah...
IgE
IgM
IgG
IgA
IgI
Antibodi yang paling berperan dalam proses opsonisasi antigen dan aktivasi fagosit adalah...
IgM
IgG
IgA
IgE
IgD
Urutan mekanisme yang benar pada reaksi hipersensitivitas tipe I adalah...
Produksi IgM → aktivasi komplemen → pelepasan histamin
Produksi IgG → netralisasi antigen → inflamasi
Produksi IgE → ikatan dengan sel mast → pelepasan histamin
Produksi IgA → fagositosis → sitotoksisitas
Produksi IgD → diferensiasi sel T → inflamasi
Sistem komplemen merupakan kumpulan protein plasma yang berperan dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi. Fungsi utama sistem komplemen adalah...
Menghasilkan antibodi terhadap antigen
Melisiskan sel mikroba dan meningkatkan fagositosis
Menghambat produksi sitokin inflamasi
Menyimpan cadangan energi dalam sel fagosit
Menetralkan toksin melalui pengikatan langsung
Komplemen diaktifkan melalui beberapa jalur. Jalur yang diinisiasi oleh pengikatan antibodi terhadap antigen pada permukaan mikroba disebut...
Jalur alternatif
Jalur lektin
Jalur klasik
Jalur sitotoksik
Jalur netralisasi
Protein komplemen yang berperan sebagai komponen pertama dalam jalur klasik dan berikatan langsung dengan kompleks antigen–antibodi adalah...
C1
C2
C3
C4
C5
Dalam mekanisme opsonisasi, fragmen komplemen yang berperan sebagai opsonin dan meningkatkan kemampuan fagositosis adalah...
C1a
C3b
C5a
C4b
C2a
Pada jalur lektin, aktivasi sistem komplemen dimulai ketika protein lektin mengikat...
Antibodi IgM
Protein C1q
Residu mannosa pada permukaan mikroba
Asam nukleat bakteri
Reseptor sel inang
Kompleks serangan membran (MAC, Membrane Attack Complex) dibentuk oleh komponen...
C1, C2, C3
C3a, C3b
C4, C5
C5b, C6, C7, C8, dan C9
C2b, C3b, C4b
Peran utama kompleks serangan membran (MAC) adalah...
Menstimulasi pembentukan antibodi
Mengaktifkan makrofag untuk fagositosis
Menginduksi produksi interferon
Menghambat replikasi DNA virus
Membuat pori pada membran mikroba hingga sel mengalami lisis
Fragmen C3a dan C5a dikenal sebagai anaphylatoxin karena...
Menghambat proses inflamasi
Menstimulasi degranulasi sel mast dan basofil untuk melepaskan histamin
Memicu apoptosis sel imun
Menghambat kemotaksis neutrofil
Meningkatkan tekanan osmotik plasma
Dalam jalur klasik, komponen C1q diaktifkan setelah berikatan dengan...
Antigen bebas
Fragmen Fc dari antibodi IgG atau IgM yang telah terikat antigen
Lipopolisakarida bakteri
Kompleks C3b–C4b
Reseptor TLR pada makrofag
Salah satu peran penting sistem komplemen dalam imunitas adaptif adalah...
Meningkatkan efektivitas antibodi melalui jalur klasik
Menghambat produksi antibodi
Menurunkan fagositosis
Mencegah pembentukan antigen
Menghambat interaksi antara antigen dan sel T
Pada infeksi bakteri Gram-negatif, sistem komplemen memainkan peran penting karena...
Kompleks MAC dapat menembus membran luar bakteri dan menyebabkan lisis
Komplemen hanya aktif terhadap virus
Komplemen bekerja dengan antibodi IgE
Komplemen menstimulasi sel T sitotoksik
Komplemen menghancurkan DNA bakteri secara langsung
Kehadiran kompleks antigen–antibodi yang berlebihan dapat memicu aktivasi sistem komplemen berlebih, yang sering menyebabkan...
Imunodefisiensi bawaan
Kerusakan jaringan akibat peradangan (seperti pada penyakit autoimun)
Penurunan imunitas humoral
Peningkatan kadar IgE
Alergi ringan tanpa gejala sistemik
Kompleks histokompatibilitas utama (MHC) adalah sekumpulan gen yang berperan penting dalam sistem imun karena...
Mengode protein permukaan sel yang menyajikan antigen kepada limfosit T
Mengatur metabolisme energi dalam sel T
Menghasilkan antibodi terhadap antigen asing
Menstimulasi fagositosis oleh neutrofil
Menyimpan informasi genetik untuk sintesis hormon imun
Struktur dasar molekul MHC Kelas I terdiri dari...
Dua rantai berat identik dan dua rantai ringan β2-mikroglobulin
Dua rantai ringan identik
Satu rantai berat (α) yang besar dan satu rantai ringan (β2-mikroglobulin)
Tiga rantai berat dan satu rantai ringan
Empat subunit dengan struktur simetris
Salah satu sifat penting dari MHC adalah polimorfisme genetiknya, artinya...
Hanya ada satu bentuk gen MHC pada semua individu
Gen MHC memiliki banyak variasi alel di antara individu dalam satu populasi
Gen MHC tidak berubah sepanjang hidup
MHC hanya diwariskan dari ibu
MHC identik pada semua spesies vertebrata
Molekul MHC Kelas II terutama diekspresikan oleh...
Sel-sel penyaji antigen profesional (makrofag, sel dendritik, dan limfosit B)
Semua jenis sel tubuh
Sel endotel vaskuler
Sel otot polos
Neuron dan hepatosit
Perbedaan utama antara MHC Kelas I dan MHC Kelas II adalah...
Jenis antigen yang diikat dan tipe sel T yang diaktifkan
Struktur genetik yang identik
Hanya terdapat pada hewan invertebrata
MHC I menyajikan antigen bakteri ekstraseluler
MHC I menyajikan antigen endogen ke CD8+, sedangkan MHC II menyajikan antigen eksogen ke CD4+
Salah satu alasan sulitnya menemukan donor organ yang cocok adalah karena...
Perbedaan golongan darah
Kekurangan antibodi alami
Keragaman alel MHC yang sangat tinggi antar individu
Ketidaksesuaian enzim metabolik
Mutasi pada gen non-imun
Dalam jalur eksogen, antigen diproses di dalam endosom, lalu diikat oleh molekul MHC Kelas II. Tahap akhir dari proses ini adalah...
Degradasi MHC
Presentasi kompleks MHC–antigen di permukaan sel APC ke sel T helper (CD4+)
Sekresi sitokin proinflamasi
Inaktivasi antigen
Pelepasan antibodi
Bagian molekul MHC yang berfungsi mengikat antigen disebut...
Rantai β2-mikroglobulin
Groove atau celah pengikat peptida (peptide-binding groove)
Rantai β polipeptida
Domain sitoplasmik
Epitop TCR
Pada sistem imun, kegagalan MHC mengenali antigen diri dan non-diri dapat menyebabkan...
Reaksi autoimun
Hipersensitivitas tipe I
Imunodefisiensi
Alergi ringan
Penurunan fagositosis
Sel yang tidak mengekspresikan molekul MHC Kelas I sering menjadi target utama...
Sel T helper
Sel NK (Natural Killer)
Sel plasma
Makrofag
Neutrofil
Respon imun humoral terutama dikendalikan oleh...
Sel T sitotoksik
Makrofag
Limfosit B yang berdiferensiasi menjadi sel plasma dan menghasilkan antibodi
Sel dendritik
Sel NK
Dalam respon imun primer, waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan antibodi spesifik adalah...
1–2 jam
5–7 hari setelah paparan antigen
30 menit
2 hari
1 jam setelah vaksinasi
Sel dendritik dianggap sebagai professional antigen-presenting cell (APC) karena...
Tidak memiliki MHC
Menginduksi fagositosis
Menghasilkan antibodi
Mampu menangkap antigen, memprosesnya, dan menyajikan kepada sel T secara efisien
Menghancurkan antigen dengan lisosom
Seorang mahasiswa biologi mendapat vaksin hepatitis B. Setelah 3 minggu, uji serologis menunjukkan adanya antibodi spesifik terhadap antigen virus tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa...
Antigen vaksin telah merusak hati
Vaksin berhasil menstimulasi sistem imun spesifik untuk membentuk antibodi
Tubuh gagal mengenali antigen
Imunitas yang terbentuk bersifat pasif
Antibodi berasal dari donor
Seorang peneliti mengamati bahwa pada hewan coba yang diimunisasi dua kali dengan antigen yang sama, kadar antibodi meningkat tajam pada paparan kedua. Fenomena ini disebut...
Respon imun primer
Respon imun sekunder
Reaksi hipersensitivitas
Imunodefisiensi
Reaksi autoimun
Seorang anak mengalami reaksi alergi berat setelah mengonsumsi kacang tanah. Kondisi ini menunjukkan respon imun adaptif jenis...
Imun bawaan
Imun pasif
Imun adaptif tipe hipersensitivitas (IgE-mediated)
Imun humoral alami
Imun aktif buatan
