WorksheetsSoal Try Out: Endokrin_Imunologi_Hematologi_Muskuloskeletal
Total questions: 57
Worksheet time: 57mins
Seorang perempuan berusia 58 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus DM sejak 2 minggu yang lalu. Pasien telah menjalani nekrotomi ulkus DM. Hasil pengkajian menunjukkan penyembuhan luka tampak merah, keluar darah, tidak berbau, serta tidak ada nanah. Pemeriksaan GDS 150 mg/Dl. Perawat merencanakan pendidikan kesehatan untuk perawatan pasien di rumah. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Perawatan luka secara rutin
B. Kontrol GDS secara teratur
C. Minum obat sesuai anjuran
D. Kontrol diet
E. Olahraga
2. Seorang perempuan berusia 56 tahun sudah 12 hari di rawat di ruang penyakit dalam dengan Diabetes Mellitus. Pasien akan direncanakan pulang. Hasil pengkajian didapatkan tekanan 140/90 mmHg, frekuensi nadi 98 kali/menit, frekuensi napas 26 kali/menit, suhu tubuh 36,9`C. Gula darah sewaktu 120 gr/dl. Keluarga mengatakan bahwa klien suka makanan yang manis. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut ?
A. Olahraga
B. Diet nutrisi
C. Perawatan Luka
D. Minum obat teratur
E. Mengontrol gula darah
3. Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus diabetikum. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengeluh luka tidak sembuh-sembuh, luka pada tumit kaki kanan diameter 6 cm, berbau, serta terdapat jaringan nekrotik, skala nyeri 3 (skala 0-10). Tanda-tanda vital menunjukkan tekanan darah 120/90 mmHg, frekuensi nadi 98 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, suhu 36,5`C. Perawat akan melakukan perawatan luka, perawat cuci tangan dan menggunakan sarung tangan bersih, luka di cuci menggunakan sabun antiseptik serta cairan NaCl 0,9%, kemudian luka dikeringkan dengan kassa steril. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh perawat?
A. Debridement luka
B. Tentukan dressing
C. Ukur luas luka
D. Tutup luka
E. Foto luka
4. Seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengatakan tidak memiliki riwayat asma atau penyakit lain, sebelumnya tidak pernah seperti ini, serangan terjadi tiba-tiba, pasien biasa menggunakan air conditioner dan hobby mendaki gunung, suara napas wheezing (+), hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Immunoglobbulin E (↑). Apakah data utama lain yang perlu didapatkan pada kasus tersebut?
A. Riwayat emosi
B. Riwayat alergi
C. Riwayat keluarga
D. Riwayat aktivitas fisik
E. Riwayat terpapar cuaca dingin
5. Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan panas tinggi sejak 2 (tiga) hari yang lalu. Perawat akan melakukan pemeriksaan rumpled atau test torniquete. TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 100 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, suhu 38,9`C. Berapakah tekanan darah yang dipertahankan pada kasus tersebut?
A. 95 mmHg
B. 100 mmHg
C. 105 mmHg
D. 110 mmHg
E. 115 mmHg
6. Perawat sedang memberikan injeksi insulin pada pasien perempuan berusia 55 tahun yang menggunakan insulin pen. Perawat telah selesai melakukan disinfeksi dan sedang menusukkan insulin pen secara subkutan pada lengan atas pasien. Apakah tindakan perawat selanjutnya?
A. Mencabut jarum
B. Melakukan aspirasi
C. Menekan kulit sekitar tusukan
D. Meminta pasien menahan nyeri
E. Menekan pen untuk memasukkan insulin
7. Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan Diabetes Mellitus. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh tiba-tiba badan menjadi lemas, pandangan berkunang- kunang dan pasien menyatakan serasa akan pingsan. Hal ini terjadi setelah pasien diberikan terapi injeksi insulin. Perawat segera melakukan cek kadar gula darah pasien dan menunjukan hasil 62 mg/dL. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
B. Ketidakstabilan gula darah
C. Gangguan mobilitas fisik
D. Konfusi kronis
E. Defisit nutrisi
8. Seorang perawat memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang rencana tindakan nekrotomi total jari kelingking kaki kanan untuk pasien gangren. Kemudian, perawat meminta pasien dan keluarganya dalam pengambilan keputusan untuk tindakan tersebut. Apakah prinsip etik yang diterapkan perawat tersebut?
A. Autonomy
B. Beneficence
C. Justice
D. Nonmaleficence
E. Fidelity
9. Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di unit bedah dengan diagnosis fraktur humerus. 5 jam sebelum masuk rumah sakit pasien terjatuh di kamar mandi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami fraktur humerus tangan kanan, fraktur tertutup, terdengar krepitasi, area fraktur tampak kemerahan, bengkak, nyeri dengan skala 6 (0-10). Perawat melakukan pemasangan bidai dan balutan untuk memfiksasi tangan pasien sebelum dilakukan tindakan operasi. Apakah evaluasi hasil dari tindakan pemasangan bidai pada kasus tersebut?
A. Nyeri berkurang
B. Edema berkurang
C. Tidak terdengar krepitasi
D. Suplai darah ke area fraktur
E. Konsentrasi oksigen dalam tubuh
10. Seorang laki-laki berusia 29 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosa medis osteosarkoma. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien terjatuh saat sedang bermain sepak bola dan lututnya menghantam tanah. Dua minggu kemudian lututnya terasa nyeri, bengkak, kemerahan, serta demam selama 9 hari. Perawat melakukan pengkajian intensitas nyeri dengan menggunakan skala numerik, didapatkan hasil skala nyeri 8 (0-10). Apakah tindakan kolaborasi yang tepat pada kasus tersebut?
A. Pemberian terapi pijat relaksasi
B. Pemberian terapi analgetik topikal
C. Pemberian terapi analgesik intravena
D. Pemberian terapi imajinasi terbimbing
E. Pemberian terapi relaksasi napas dalam
11. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di unit penyakit dalam dengan riwayat diabetes mellitus sejak 2 tahun yang lalu, hasil pemeriksaan gula darah sewaktu 75 mg/dl. Tekanan darah 110 mmHg, frekuensi nafas 26 kali/menit, frekuensi nadi 80 kali/menit, suhu 37`C. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
A. Kurang pengetahuan: proses penyakit dan pengobatan
B. Resiko tinggi kekurangan volume cairan
C. Koping keluarga yang tidak efektif
D. Nutrisi kurang dari kebutuhan
E. Kerusakan integritas kulit
12. Seorang pasien perempuan berusia 58 tahun dirawat di unit penyakit dalam dengan keluhan pusing. Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus tipe 2. Perawat akan memberikan therapy insulin 10 unit. Hasil GDS 60 g/dl. Apakah intervensi keperawatan yang tepat diberikan pada pasien tersebut?
A. Monitor glukosa darah
B. Berikan penjelasan pentingnya nutrisi
C. Bantu klien dalam pemenuhan activity daily living
D. Stop pemberian insulin sementara
E. Ganti balutan luka
13. Seorang perawat melakukan pengkajian pada pasien DM yang mengeluh adanya penurunan sensasi di kaki, pasien mengatakan kadang merasa kebas di kedua telapak kaki. Apa pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut tersebut?
A. Menggunakan alas kaki setiap saat
B. Mencuci kaki setiap mau tidur
C. Jaga kelembaban kaki
D. Ikuti senam diabetes di puskemas
E. Menggunakan kain yang menyerap keringat
14. Seorang perempuan berusia 35 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan mual muntah. Hasil pengkajian didapatkan data pasien terlihat lemas dan makan hanya 2 sendok, kulit pasien kuning, sklera pasien ikterik, kuku pasien kuning. Nilai bilirubin direk: 2,5 mg/dl, albumin: 2,5, Hb 6,5 gr/dl. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Kaji tingkat kesadaran
B. Kaji tingkat toleransi aktivitas
C. Kaji rasa tidak nyaman pada area kulit
D. Berikan diet tinggi karbohidrat dengan asupan protein
E. Tinggikan bagian kepala tempat tidur selama pasien makan
15. Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang penyakit dalam mendapatkan transfusi darah dengan kecepatan 30 tetes/menit. Pasien mengeluhkan nyeri pada area insersi. Hasil pengkajian didapatkan pada daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri. TD 120/80mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 380 C. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
A. Memindahkan abbocath di vena baru
B. Mengompres hangat daerah insersi
C. Memperlambat tetesan infus
D. Mengubah posisi tangan
E. Menghentikan infus sementara
16. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang perawatan bedah sedang di berikan transfusi darah whole blood 250 ml. Tiba-tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat dan terlihat gelisah. Pasien memiliki riwayat anemia dan DM sejak 10 tahun yang lalu. Manakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?
A. Posisi tidur semi fowler
B. Hentikan transfusi darah
C. Berikan oksigen per nasal kanul
D. Observasi tanda vital
E. Hubungi dokter
17. Seorang pria berusia 52 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan utama badan lemas. Pasien memiliki riwayat penyakit anemia sejak 5 tahun yang lalu dengan Hemoglobin yang tidak stabil. TD 135/80 mmHg, frekuensi nadi 87x/menit, frekuensi napas 19x/menit, nilai HbA1C meningkat. Apakah materi pendidikan kesehatan prioritas pada kasus tersebut?
A. Komplikasi penyakit
B. Patofisiologi penyakit
C. Nutrisi pada pasien anemia
D. Perawatan pasien anemia
E. Pemberian obat anemia
18. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pusing sejak 5 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan warna kulit kulit kuning, sklera kuning, nyeri tekan ulu hati. Apakah pemeriksaan laboratorium prioritas pada kasus tersebut?
A. Hemoglobin
B. Hematokrit
C. LED
D. Urin
E. Trombosit
19. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam. Hasil pengkajian pasien tampak menggigil, kepala pusing, nyeri persendian dan mual sejak yang hari yang lalu pasien terlihat pucat dan lemas. TD: 100/70mmHg, frekuensi nadi 102x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu, 38,5`C. Rumpeleed test positif. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Hipertermi
B. Intoleransi aktivitas
C. Anoreksia
D. Gangguan nutrisi
E. Gangguan intake output cairan
20. Seorang perempuan usia 22 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sakit kepala sejak 2 hari yang lalu. Hasi pengkajian didapatkan wajah lesu, pucat. Keluarga mengatakan bahwa pesien sedang menjalankan diet untuk menurunkan berat badannya. Pasien menyatakan mudah cape. TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 95x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,3oC, Hb 8,0 g/dl. Apakah kriteria hasil yang diharapkan pada kasus tersebut?
A. Pasien menghentikan dietnya
B. Tanda anemis menghilang
C. Aktivitas tidak terganggu
D. Diet pasien berhasil
E. Tanda vital normal
21. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengatakan tidak memiliki riwayat asthma atau penyakit lain, sebelumnya tidak pernah seperti ini, serangan terjadi tiba-tiba, pasien biasa menggunakan air conditioner dan suka naik gunung, pada fisik diagnostic diperoleh Spasme Bronkhus (+), Ig E (↑). Apakah data utama yang perlu ditambahkan pada kasus tersebut?
A. Riwayat emosi
B. Riwayat keluarga
C. Riwayat aktivitas fisik
D. Riwayat terpapar cuaca dingin
E. Riwayat bepergian ke luar daerah
22. Seorang perawat akan memberikan transfuse darah kepada pasien anemia di ruang penyakit dalam dengan mengecek terlebih dahulu kecocokan darah pasien dan identitas pasien. Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
A. Fidelity
B. Veracity
C. Autonomy
D. Beneficience
E. Non maleficience
23. Seorang pasien laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan panas tinggi sejak 3 (tiga) hari yang lalu. Perawat akan melakukan pemeriksaan rumple lead atau test torniquete. Hasil pengkajian didapatkan tekanan darah 130/80mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 38,9`C. Berapakah tekanan darah yang dipertahankan saat uji torniquet pada kasus tersebut?
A. 95 mmHg
B. 100 mmHg
C. 105 mmHg
D. 110 mmHg
E. 115 mmHg
24. Seorang pasien laki – laki berusia 25 tahun di rawat di ruang penyakit dalam akan diberikan tranfusi darah Whole Blood (WB) 500 ml. Tiba – tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat, kepala pusing dan pasien terlihat pucat. Pasien memiliki riwayat thalassemia sejak berusia 15 tahun. Apa tindakan keperawatan utama yang paling tepat yang akan dilakukan oleh perawat?
A. Berikan oksigen dengan nasal kanul
B. Pasang infus NaCL dengan sistem di loading
C. Hentikan pemasangan tranfusi darah
D. Posisikan pasien semi fowler
E. Observasi tanda – tanda vital
25. Seorang perempuan berusia 58 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan gatal-gatal. Hasil pengkajian didapatkan ruam-ruam di kulit terutama bagian paha dan punggung, berat badan turun, lesi kulit di pinggang dan paha karena sering digaruk, sering kencing, sering merasa haus, pandangan kabur, memiliki riwayat DM sejak 2 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan GDS 246 g/dl. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Gangguan integritas jaringan
B. Gangguan integritas kulit
C. Nyeri
D. Defisit nutrisi
E. Perubahan pola berkemih
26. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan demam panas sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan suhu tubuh 38,9`C, tampak menggigil, tampak lemas, pasien merupakan penyuka sesama jenis, pasien menyatakan bahwa pasangan sesama jenisnya menderita HIV/AIDS. Pasien meminta kepada perawat untuk merahasiakan penyakitnya kepada keluarganya.Apakah prinsip etik yang harus dijalankan perawat pada kasus tersebut?
A. Beneficence
B. Autonomy
C. Fidelity
D. Veracity
E. Confidentiality
27. Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus diabetikum. Hasil pengkajian didapatkan pasien memiliki riwayat DM tipe 2 sejak 5 tahun yang lalu, luka pada tungkai kaki kanan, terdapat nanah, sedikit granulasi, kemerahan di sekeliling luka, bau khas ulkus, serta terdapat jaringan mati. Saat ini pasien akan dilakukan perawatan luka. Apakah tindakan pertama yang dilakukan perawat pada kasus tersebut?
A. Bersihkan luka dengan kassa NaCl
B. Irigasi luka diabetic
C. Lakukan debridemant
D. Menentukan balutan luka
E. Keringkan luka dengan kassa steril
28. Seorang laki-laki berusia 54 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pusing. Hasil pengkajian didapatkan pasien memiliki riwayat DM sejak 4 tahun yang lalu, tampak lemas, sering merasa haus, terdapat glukosa dalam urine, sering kencing, mual, tekanan darah 140/90 mmHg, frekuensi nadi 90 kali/menit, frekuensi nafas 24 kali/menit, suhu 37,5`C. Hasil pemeriksaan GDS 300 g/dl. Pasien sering mengkonsumsi makan makanan yang manis-manis, lama tidak mengkonsumsi obat penurun gula darah. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Perfusi perifer tidak efektif
B. Gangguan sirkulasi spontan
C. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
D. Gangguan mobilitas fisik
E. Resiko defisit nutrisi
29. Seorang perempuan berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pusing. Hasil pengkajian didapatkan pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu, terdapat luka, lemah, lesu, mual, muntah, tekanan darah 140/95 mmHg, frekuensi nadi 90 kali/menit, frekuensi nafas 20 kali/menit. Hasil pemeriksaan elektrolit natrium 120 mEq/L, kalium 2 mEq/L, dan klorida 85 mEq/L, hasil pemeriksaan GDS 250 g/dl. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
A. Gangguan sirkulasi spontan
B. Risiko ketidakseimbangan elektrolit
D. Risiko ketidakseimbangan cairan
E. Risiko infeksi
30. Seorang perempuan berusia 65 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh. Hasil pengkajian didapatkan pasien memiliki riwayat DM sejak 4 tahun yang lalu, luka ulkus di area tungkai kaki kanan, luka terjadi sejak 3 bulan yang lalu, tampak nekrotik, panjang luka 3 cm, lebar luka 2 cm, tampak nanah, kedalaman luka 1 cm, bau khas ulkus. Tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, suhu 37,5`C. Hasil pemeriksaan GDS 250 g/dl. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Risiko hipertermia
B. Gangguan sirkulasi spontan
C. Gangguan integritas jaringan
D. Risiko ketidakseimbangan cairan
E. Risiko ketidakseimbangan elektrolit
31. Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh. Hasil pengkajian didapatkan luka terjadi sejak 2 bulan yang lalu, bau khas ulkus, panjang luka 3 cm, kedalaman luka 1 cm, tampak nanah, eritema di sekitar luka, luka pada area sela jari kelingking kaki kanan. Pasien memiliki riwayat penyakit DM sejak 3 tahun yang lalu, tekanan darah 120/90 mmHg, frekuensi nadi 78 kali/menit, frekuensi napas 23 kali/menit, suhu 37`C, hasil pemeriksaan GDS 268 g/dl. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Batasi aktivitas
B. Lakukan perawatan luka
C. Ajarkan senam kaki diabetik
D. Berikan obat insulin secara IC
E. Monitoring perkembangan luka
32. Seorang perempuan berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sering pusing. Hasil pengkajian didapatkan pasien memiliki riwayat DM sejak 4 tahun yang lalu, pasien suka mengkonsumsi makanan yang manis, minum kopi, makanan bersantan, goreng-gorengan, tampak lecet di kaki kanan, tampak lemas, sering kencing, sering merasa lapar, ruam dan gatal-gatal terutama pada area paha, tekanan darah 140/90 mmHg, frekuensi nadi 100 kali/menit, frekuensi napas 18 kali/menit, suhu 37`C. Hasil pemeriksaan GDS 180 g/dl. Pasien akan direncanakan pulang. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Manajemen stress pada DM
B. Senam kaki diabetik
C. Perawatan luka
D. Diet makanan tinggi glukosa
E. Pengobatan pasien DM
33. Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pusing. Hasil pengkajian didapatkan pasien memiliki riwayat DM sejak 3 tahun yang lalu, sering merasa haus, sering kencing, sering lapar, tampak lesu, mulut kering, ruam pada area betis, tampak lesi di sela jari kaki kiri, palpitasi, glukosuria, tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 74 kali/menit, frekuensi nfas 20 kali/menit. Hasil pemeriksaan GDS 380 g/dl. Perawat akan melakukan tindakan sesuai rencana keperawatan. Apakah tindakan utama yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
A. Ajarkan senam kaki diabetik
B. Berikan insulin sesuai indikasi
C. Lakukan perawatan luka
D. Berikan terapi intravena
E. Berikan makanan rendah karbohidrat
34. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pandangan berkunang-kunang. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami DM sejak 6 tahun yang lalu, palpitasi, sering lapar, sering pusing, gemetar, mual, tampak berkeringat banyak, tekanan darah 100/80 mmHg, frekuensi nadi 96 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, suhu 37`C, hasil pemeriksaan GDS 70 g/dl. Perawat melakukan evaluasi terkait proses keperawatan pada pasien. Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
A. Berikan makanan rendah karbohidrat
B. Hentikan pemberian insulin sementara
C. Ajarkan senam kaki diabetik
D. Ajarkan teknik relaksasi napas dalam
E. Berikan makanan sedikit tapi sering
35. Seorang perawat memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang rencana tindakan nekrotomi jari kelingking kaki kanan pasien karena sudah tidak berfungsi akibat luka diabetic. Perawat menjelaskan jika tidak dilakukan nekrotomi, infeksi akan menjalar ke bagian yang lain. Sebelumnya pasien menolak dilakukan tindakan tersebut, namun akhirnya pasien menerima dan mau dilakukan tindakan nekrotomi. Apakah prinsip etik yang diterapkan perawat tersebut?
A. Autonomy
B. Beneficence
C. Nonmaleficence
D. Justice
E. Fidelity
36. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dirawat di ruang penyakit dalam pasca tiroidektomi hari ke-3. Hasil pengkajian didapatkan tampak balutan luka operasi di area leher, kesadaran komposmetis, tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 18 kali/menit, suhu 36,8`C. Pasien akan direncanakan pulang. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Nutrisi pada pasien tiroidektomi
B. Perawatan luka tiroidektomi
C. Manajemen nyeri luka operasi
D. Pengobatan hipertiroid
E. Manajemen stress
37. Seorang perempuan berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh. Hasil pengkajian didapatkan pasien memiliki riwayat DM sejak 4 tahun yang lalu, luka di sela jari kelingking kanan, bau khas ulkus. Pasien mendapatkan terapi insulin. Tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 78 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 37`C, gula darah sewaktu 200 mmHg. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Nyeri
B. Kecemasan
C. Deficit nutrisi
D. Deficit pengetahuan
E. Gangguan integritas jaringan
38. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pusing. Hasil pengkajian didapatkan tampak benjolan pada area leher, tremor, berat badan turun drastis. Pasien mendapatkan terapi hormon dan akan dilakukan pembedahan kelenjar tiroid. Pasien merasa cemas dan takut terhadap tindakan yang akan dilakukan, tampak gelisah, tampak tegang, serta terus bertanya kepada perawat tentang tindakan pembedahan tersebut. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Nyeri
B. Ansietas
C. Defisit nutrisi
D. Distress spiritual
E. Defisit pengetahuan
39. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan demam panas sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak menggigil, tampak lemas, pasien merupakan penyuka sesama jenis, tidak nafsu makan, mual, pasien menyatakan bahwa pasangan sesama jenisnya menderita HIV/AIDS. Tekanan darah 130/90 mmHg, frekuensi nadi 110 kali/menit, frekuensi napas 26 kali/menit, suhu 38,9`C. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Pemberian analgetik
B. Kompres dingin
C. Pantau cairan
D. Pantau nutrisi
E. Pemberian multivitamin
40. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di ruang isolasi penyakit dalam dengan diagnosis HIV/AIDS. Hasil pengkajian didapatkan BAB cair lebih dari 10 kali, turgor kulit jelek, mukosa bibir kering, mual, muntah, tampak gelisah, tampak lesi di mulut, tekanan darah 90/80 mmHg, frekuensi nadi 68 kali/menit, frekuensi napas 18 kali/menit, suhu 38,8`C. Hasil pemeriksaan CD4 menurun. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Monitor tanda dan gejala hipovolemia
B. Pantau status nutrisi
C. Pantau haluaran urine
D. Edukasi perbanyak makan buah-buahan
E. Edukasi pemberian makanan rendah serat
41. Seorang laki-laki berusia 58 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri persendian. Hasil pengkajian didapatkan skala nyeri 4 (rentang 0-10), tampak meringis, pasien memiliki riwayat osteoarthritis sejak 5 tahun yang lalu, berat badan 96 kg, sering mual, nyeri dirasakan apabila beraktivitas, tekanan darah 140/90 mmHg, frekuensi nadi 90 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, suhu 37,7`C. Pasien diberikan terapi tambahan obat golongan metilprednisolon. Apakah evaluasi yang diharapkan dari kasus tersebut?
A. Proses peradangan sendi berkurang
B. Nafsu makan bertambah
C. Nyeri berkurang
D. Suhu tubuh normal
E. Berat badan normal
42. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan demam panas. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak menggigil, gelisah, tampak lemas, nyeri persendian, tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 70 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, suhu 38,9`C. Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada pasien dengan melakukan rumple leed test. Diagnosis pasien mengalami demam berdarah dengue. Apakah data yang mungkin muncul dari proses tindakan tersebut?
A. Papula
B. Petekie
C. Lesi
D. Purpura
E. Ekimosis
43. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam karena mengalami reaksi alergi berat setelah makan udang. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengeluh gatal di seluruh tubuh, tampak ruam kemerahan di kulit dan leher, tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 104 kali/menit, frekuensi napas 26 kali/menit, suhu 37,5`C. Pasien diberikan terapi golongan chlorpheniramine – antihistamin selama seminggu pemakaian. Apakah evaluasi dari tindakan tersebut?
A. Proses infeksi berkurang
B. Alergi berkurang
C. Nyeri berkurang
D. Pola napas normal
E. Suhu tubuh normal
44. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang bedah karena mengalami fraktur area siku tangan kanan karena terjatuh dari motor. Hasil pengkajian didapatkan tampak edema area siku, mual, pasien mengeluh nyeri, skala nyeri 6 (rentang 0-10), tampak meringis, gelisah, terpasang bidai, terdengar krepitasi. Tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 98 kali/menit, frekuensi napas 25 kali/menit, suhu 37,7`C. Hasil rontgen menunjukkan area tulang siku kanan dengan kondisi patah/asimetris. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Ajarkan relaksasi napas dalam
B. Pemberian analgetik intravena
C. Pemberian antiemetic
D. Ajarkan teknik distraksi
E. Posisikan semifowler
45. Seorang perawat bekerja di ruang penyakit dalam sedang menunggu pergantian dinas, dari dinas malam ke pagi, 3 menit sebelum waktu pergantian, seorang pasien anemia mengalami serangan sesak. Perawat langsung memberikan tindakan sesuai dengan protap yang telah ditentukan. 1 jam kemudian pasien membaik. Setelah pasien membaik, perawat tersebut baru meninggalkan ruangan. Apakah nilai utama yang dilakukan oleh perawat tersebut?
A. Caring
B. Empati
C. Alturisme
E. Fair
D. Empati
46. Seorang laki-laki berusia 39 tahun, dirawat diruangan penyakit dalam dengan keluhan sakit saat menelan. Hasil pemeriksaan didapatkan makan habis 1/3 porsi, bau napas tidak sedap, cegukan, regurgitasi makanan, rasa penuh pada epigastrium, IMT 15. Pasien tampak gelisah, Nilai Hb 8,0 gr/dl, hasil pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan adanya keganasan pada esophagus. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Kaji status nyeri pasien
B. Berikan intake nutrisi adekuat
C. Anjurkan keluarga untuk menemani
D. Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam
E. Anjurkan pasien untuk selalu menggosok gigi
47. Seorang perempuan berusia 35 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan mual muntah. Hasil pengkajian didapatkan data pasien terlihat lemas dan makan hanya 2 sendok, kulit pasien kuning, sklera pasien ikterik, kuku pasien kuning. Nilai bilirubin direk: 2,5 mg/dl, albumin: 2,5, Hb 6,5 gr/dl. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
A. Kaji tingkat kesadaran
B. Kaji tingkat toleransi aktivitas
C. Kaji rasa tidak nyaman pada area kulit
D. Berikan diet tinggi karbohidrat dengan asupan protein
E. Tinggikan bagian kepala tempat tidur selama pasien makan
48. Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang penyakit dalam mendapatkan transfusi darah dengan kecepatan 30 tetes/menit. Pasien mengeluhkan nyeri pada area insersi. Hasil pengkajian didapatkan pada daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri. TD 120/80mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 380 C. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
A. Memindahkan iv catheter di tempat baru
B. Mengompres hangat daerah insersi
C. Memperlambat tetesan infus
D. Mengubah posisi tangan
E. Menghentikan infus sementara
49. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang perawatan bedah sedang di berikan transfusi darah whole blood 250 ml. Tiba-tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat dan terlihat gelisah. Pasien memiliki riwayat anemia dan DM sejak 10 tahun yang lalu. Manakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?
A. Posisi tidur semi fowler
B. Hentikan transfusi darah
C. Berikan oksigen per nasal kanul
D. Observasi tanda vital
E. Hubungi dokter
50. Seorang perawat akan melakukan pemasanga infus pada pasien dewasa yang mengalami dehidrasi akibat mencret. Setelah melakukan desinfeksi, perawat menusuk IV catheter pada vena pasien. Tampak darah keluar dan masuk ke penampungan IV catheter. Apakah tindakan yang dilakukan oleh perawat selanjutnya?
A. Menekan vena supaya darah tidak tumpah
B. Masukkan seluruh kateter dan tarik bagian jarumnya
C. Menarik bagian jarumnya sambil kateter didorong masuk
D. Menarik jarumnya dan sambungkan dengan selang infus
E. Mengalirkan cairan agar darah dalam kateter tidak membeku
52. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan pusing sejak 5 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan warna kulit kulit kuning, sklera kuning, nyeri tekan ulu hati. Apakah pemeriksaan laboratorium prioritas pada kasus tersebut?
A. Hemoglobin
B. Hematokrit
C. LED
D. Urin
E. Trombosit
53. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam. Hasil pengkajian pasien tampak menggigil, kepala pusing, nyeri persendian dan mual sejak yang hari yang lalu pasien terlihat pucat dan lemas. TD: 100/70mmHg, frekuensi nadi 102x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu, 38,5`C. Rumpeleed test positif. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Hipertermi
B. Intoleransi aktivitas
C. Anoreksia
D. Gangguan nutrisi
E. Gangguan intake output cairan
54. Seorang laki-laki berusia 32 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapatkan adanya retraksi dinding dada, sklera anemis, kulit terasa lembab. TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 102x per menit, frekuensi napas 27x/menit, suhu 37,60C, saturasi oksigen 90%. Hasil lab CD4+ 250. Apakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?
A. Berikan nutrisi tinggi kalori tinggi protein
B. Mengatur posisi setengah duduk
C. Melakukan pemasangan infus
D. Memberikan O2 sesuai kebutuhan
E. Menggunakan sarung tangan bersih
55. Seorang perempuan berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan kemoterapi. Hasil pengkajian pasien mengatakan setelah kemoterapi suka mual dan muntah beberapa hari, napsu makan menurun, nyeri kepala, tubuh terasa lemah dan lelah. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Anjurkan untuk memodifikasi asupan nutrisi
B. Jelaskan tentang pentingnya nutrisi pada kemoterapi
C. Jelaskan tentang pentingnya minum banyak setelah kemoterapi
D. Ajarkan tehnik relaksasi dan napas dalam
E. Kolaborasi pemberian anti mual
56. Seorang perempuan usia 22 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sakit kepala sejak 2 hari yang lalu. Hasi pengkajian didapatkan wajah lesu, pucat. Keluarga mengatakan bahwa pesien sedang menjalankan diet untuk menurunkan berat badannya. Pasien menyatakan mudah cape. TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 95x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,3oC, Hb 8,0 g/dl. Apakah kriteria hasil yang diharapkan pada kasus tersebut?
A. Pasien menghentikan dietnya
B. Tanda anemis menghilang
C. Aktivitas tidak terganggu
D. Diet pasien berhasil
E. Tanda vital normal
58. Seorang perawat akan memberikan transfuse darah kepada pasien anemia di ruang penyakit dalam dengan mengecek terlebih dahulu kecocokan darah pasien dan identitas pasien. Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
A. Fidelity
B. Veracity
C. Autonomy
D. Beneficience
E. Non maleficience
59. Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis HIV/AIDS. Berat badan awal 60 kg, tinggi badan 165 cm, saat pengkajian fisik turun 7 kg sejak 2 minggu yang lalu menjadi 53 kg, tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 80x/menit, pernapasan 20x/menit, perkusi abdomen terdengar bunyi timpani. Turgor kulit lambat > 3 detik, pasien mengatakan tidak nafsu makan. Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada kasus tersebut?
A. Kaji keluhan mual
B. Ajarkan batuk efektif
C. Monitor tanda-tanda vital
D. Berikan posisi semifowler
E. Berikan makan porsi sedikit tapi sering
