wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuesioner Keperawatan Kebidanan – Tingkat 13

Total questions: 35

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan berusia 28 tahun hamil 20 minggu datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilan. Hasil pengkajian: riwayat persalinan tahun 2020 melahirkan bayi laki-laki usia kehamilan 38 minggu, tahun 2015 melahirkan bayi perempuan usia kehamilan 37 minggu, dan tahun 2012 mengalami keguguran saat usia kehamilan 12 minggu. Bagaimanakah penulisan status obstetrik pada kasus tersebut?

a)

G3 P1 A2

b)

G3 P2 A1

c)

G4 P2 A1

d)

G4 P3 A0

e)

G4 P1 A2

2.

Seorang perempuan 28 tahun hamil 30 minggu dirawat di rumah sakit karena perdarahan pervaginam. Darah berwarna merah segar tanpa disertai nyeri. Pemeriksaan: tekanan darah 120/90 mmHg, frekuensi nadi 82 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36,5 °C, USG menunjukkan plasenta menutupi jalan lahir. Apa tindakan keperawatan yang tepat untuk mencegah perdarahan lanjutan pada kasus di atas?

a)

Menganjurkan bedrest total

b)

Menganjurkan latihan kegel

c)

Menganjurkan untuk meminimalkan aktivitas

d)

Menghindari hubungan seksual

e)

Menghindari menahan kencing

3.

Seorang perempuan usia 24 tahun melahirkan spontan di ruang bersalin 5 menit yang lalu. Saat ini dalam masa kala III pengeluaran plasenta. Hasil pengkajian: fundus ballooning, tinggi fundus uteri 1 jari di bawah pusat, tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, keluar darah pervaginam. Apakah pengkajian yang penting dilakukan perawat pada pasien tersebut?

a)

Cek GCS

b)

Cek gula darah

c)

Periksa kontraksi uterus

d)

Pemeriksaan cairan vagina

e)

Pemeriksaan sampel darah

4.

Seorang perempuan melahirkan anak pertama di rumah sakit, bersalin 30 menit yang lalu. Plasenta lahir spontan lengkap. Keadaan umum baik; tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, kontraksi uterus teraba keras, TFU 2 jari di bawah pusat. Klien mengeluh perut mulas, perdarahan merah dan nyeri pada luka jahitan serta merasa cemas. Apakah masalah prioritas yang dialami pasien jika perdarahan post partum melebihi 400 cc?

a)

Kecemasan

b)

Kurang cairan dan elektrolit

c)

Kurang kebutuhan nutrisi

d)

Gangguan perfusi

e)

Ketidakseimbangan intake output

5.

Seorang perempuan 24 tahun datang ke poli hamil dengan keluhan mual muntah, nyeri ulu hati, dan pusing. Mual dan muntah lebih dari 10 kali per hari pada usia kehamilan 10 minggu. Urine berwarna kekuningan tua. Diagnosis: Hiperemesis Gravidarum. Status obstetri G1P1A0. Apa diagnosa keperawatan yang dialami pasien tersebut?

a)

Nyeri ulu hati

b)

Defisit volume cairan

c)

Nyeri kepala

d)

Gangguan rasa nyaman nyeri

e)

Risiko injury berhubungan dengan mual muntah

6.

Seorang perempuan usia 25 tahun dengan G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke puskesmas pukul 08.00 WIB mengeluh perut kenceng-kenceng. Keadaan umum baik; tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, respirasi 24 x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5, pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh. Ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan. Apakah yang menyebabkan terjadinya kecemasan pada perempuan tersebut?

a)

Perubahan fisiologi

b)

Perubahan support system

c)

Perubahan psikologi

d)

Kesiapan emosi

e)

Kesiapan materi

7.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 23 tahun dengan usia kehamilan 39 minggu datang ke poli hamil bersama suami pukul 11.00 WIB dengan keluhan kenceng-kenceng dan mengeluarkan lendir darah serta nyeri pada punggung. Pemeriksaan VT: pembukaan 4 cm, ketuban utuh, penurunan kepala pada hodge II, his 2 x/10 menit lama 30 detik. Diagnosa keperawatan adalah nyeri akut. Apa tindakan perawatan yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

Memberi makan dan minum

b)

Menentukan pemenuhan pendampingan persalinan

c)

Melakukan massage

d)

Memberi informasi tentang proses persalinan

e)

Membiarkan pasien sendiri

8.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 23 tahun dengan usia kehamilan 39 minggu datang ke poli hamil bersama suami pukul 11.00 WIB dengan keluhan kenceng-kenceng dan mengeluarkan lendir darah serta nyeri pada punggung. Pemeriksaan VT: pembukaan 4 cm, ketuban utuh, penurunan pada hodge II, his 2 x/10 menit lama 30 detik. Pasien tersebut berada pada kala berapa dalam tahapan persalinan?

a)

Kala I fase laten

b)

Kala I fase aktif

c)

Kala I fase akselerasi

d)

Kala I fase deselerasi

e)

Kala I dilatasi maksimal

9.

Seorang perempuan umur 21 tahun G1P0A0 dirawat di ruang bersalin. Pasien mengeluh kenceng-kenceng dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan fisik pukul 10.00 pembukaan 8 cm, penurunan bagian terbawah di H III ketuban utuh dan presentasi kepala. Pasien berada fase deselerasi. Berapa lama fase deselerasi berlangsung sampai dengan persalinan pada pasien tersebut?

a)

1 jam

b)

2 jam

c)

3 jam

d)

4 jam

e)

5 jam

10.

Seorang perempuan usia 25 tahun melahirkan bayinya secara spontan di ruang bersalin. Saat ini plasenta belum lahir dan Tinggi fundus uteri adalah setinggi pusat. Terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta. Pasien tersebut berada pada kala berapa dalam tahapan persalinan?

a)

Inpartu kala V

b)

Inpartu kala IV

c)

Inpartu kala III

d)

Inpartu kala II

e)

Inpartu kala I

11.

Seorang perempuan umur 25 tahun baru saja melahirkan bayinya secara spontan di ruang bersalin. Keadaan bayinya menangis kuat, kemerahan pada kulit dan tonus ototnya baik. Sedangkan plasenta belum lahir, Tinggi fundus uteri masih setinggi pusat dan sudah terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta. Apa tindakan yang dilakukan perawat selanjutnya?

a)

Pastikan janin tunggal

b)

Injeksi oksitosin

c)

Penegangan tali pusat terkendali

d)

Melahirkan plasenta

e)

Melakukan placenta manual

12.

Perawat melakukan asuhan keperawatan kala III pada seorang perempuan yang melahirkan di ruang bersalin. Perawat memberikan suntikan oksitosin 10 IU/IM, kemudian dicoba melakukan placenta manual tetapi plasenta belum lepas, 15 menit kemudian diberikan oksitosin kedua. Setelah 15 menit kemudian plasenta masih belum lepas dan tampak adanya perdarahan pervaginam. Apa diagnosis keperawatan pada pasien tersebut?

a)

Kurang volume cairan dan elektrolit

b)

Perdarahan

c)

Nyeri akut

d)

Tertahannya placenta

e)

Solusio plasenta

13.

Perawat melakukan asuhan keperawatan kala III pada seorang perempuan yang melahirkan di ruang bersalin. Perawat memberikan suntikan oksitosin 10 IU/IM, kemudian dicoba melakukan placenta manual tetapi plasenta belum lepas. Apa tindakan perawat selanjutnya pada pasien tersebut?

a)

Melakukan manual plasenta

b)

Melakukan Kompresi Bimanual Interna

c)

Menunggu dan mengobservasi 15 menit lagi

d)

Memberikan oksitosin ke 2 sebanyak 10 IU/IM

e)

Melakukan Penegangan tali pusat terkendali

14.

Seorang perempuan berusia 21 tahun dirawat di ruang dengan keluhan mulas-mulas yang dirasakan semakin sering dan terdapat pengeluaran cairan bening dari jalan lahir. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan servik 8 cm, penurunan kepala 3/5, terdapat molase tetapi masih dapat dipisahkan, selaput ketuban sudah pecah dan kontraksi uterus 5 x 10 menit lama 45 detik. Apa tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah keperawatan pada kasus diatas?

a)

Memantau kontraksi uterus

b)

Mengajarkan tekhnik meneran

c)

Mengobservasi pembukaan servik

d)

Menganjurkan klien untuk miring kiri

e)

Mengatasi nyeri dengan lumbal pressure

15.

Seorang perempuan umur 28 tahun datang ke poli hamil dengan keluhan pusing dan perut kenceng-kenceng. Hasil anamnesa menunjukkan darah keluar disertai lendir. Hasil pemeriksaan Hb 8 g%. Apa risiko Masalah keperawatan yang dialami perempuan tersebut dalam persalinan adalah

a)

Gangguan kebutuhan nutrisi

b)

Gangguan perfusi jaringan

c)

Perdarahan

d)

Kelelahan

e)

Nafsu makan menurun

16.

Seorang perempuan 32 tahun dirawat di ruang kandungan untuk persiapan operasi sesar. Perempuan tersebut mengatakan kuatir terhadap kandungannya dan bayinya. Apa tindakan yang dilakukan perawat pada perempuan tersebut?

a)

Menjelaskan prosedur operasi sesar

b)

Menjelaskan persiapan operasi sesar

c)

Menjelaskan dampak operasi sesar

d)

Menjelaskan pelaksanaan operasi sesar

e)

Menjelaskan bahwa efek samping operasi sesar

17.

Seorang perempuan umur 31 tahun datang ke poli kandungan diantar suaminya. Pasien menanyakan apakah dapat melahirkan secara normal. Pasien mengeluh sering pusing dan tungkai bengkak. Tekanan darah 140/90 mmHg. Diagnosa dokter kehamilan 36 minggu dengan hipertensi. Apa risiko yang mungkin dialami ibu tersebut jika melahirkan secara spontan adalah

a)

Eklamsi

b)

Ibu meninggal

c)

Bayi meninggal

d)

Distosia

e)

Trauma persalinan

18.

Seorang wanita berusia 22 tahun hamil 24 mggu selesai menjalani tes HIV dan dinyatakan positif. Saat berita ini disampaikan, pasien menangis. Manakah intervensi krisis yang tepat pada pasien saat ini?

a)

Konsultasi ke konselor HIV

b)

Eksplorasi penyebab pasien mengalami HIV

c)

Dengarkan klien saat menangis dan bicara

d)

Biarkan klien mengekspresikan sedihnya

e)

Biarkan pasien sendiri

19.

Seorang perempuan, umur 28 tahun dengan G2P1A0 30 minggu, datang ke bidan dengan mengeluh nyeri pada pinggang, setiap bergerak sakit, sulit tidur. Hasil pemeriksaan didapatkan: tekanan darah=120/70 mmHg, nadi = 88x/mt, respirasi = 24x/mt, skala nyeri 6, tulang belakang lordosis, tampak pucat dan meringis. Apakah tindakan keperawatan yang saudara berikan untuk mengurangi nyeri tersebut?

a)

Ajarkan tehnik relaksasi

b)

Anjurkan tidur miring ke kiri

c)

Ajarkan body mekanik yang tepat

d)

Kurangi aktivitas yang memicu nyeri

e)

Anjurkan untuk memenuhi kebutuhan tidur

20.

Seorang perempuan, umur 28 tahun dengan G2P1A0 30 minggu, datang ke bidan dengan mengeluh nyeri hebat, keluar darah merah kehitaman, gerakan janin lemah. Pada pemeriksaan: perut tampak tegang, bagian janin sulit diraba, NST didapatkan tanda distres janin, perempuan tersebut tampak cemas. Diagnosis medis solutio placenta. Klien direncanakan terminasi kehamilan. Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada kasus diatas?

a)

Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi rahim

b)

Cemas berhubungan dengan persiapan operasi

c)

Perdarahan berhubungan dengan robekan pada plasenta

d)

Risiko penurunan perfusi berhubungan dengan perdarahan hebat

e)

Distres janin berhubungan dengan perubahan sirkulasi plasenta

21.

Seorang ibu hamil 12 minggu datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut bagian bawah dan perdarahan ringan dari jalan lahir. Setelah pemeriksaan, dokter mencurigai abortus imminens. Apa yang seharusnya dilakukan oleh perawat dalam situasi ini?

a)

Memberikan obat pengurang nyeri dan mengirim pasien pulang

b)

Menyarankan pasien untuk istirahat total di tempat tidur

c)

Memberikan cairan infus untuk menggantikan kehilangan cairan

22.

Seorang ibu hamil 32 minggu datang dengan keluhan perdarahan tanpa nyeri. Setelah pemeriksaan ultrasonografi, ditemukan bahwa plasenta menutupi sebagian serviks. Tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Menginstruksikan pasien untuk kembali ke rumah dan menghindari aktivitas fisik.

b)

Memantau perdarahan dan memberikan transfusi darah jika diperlukan.

c)

Mengajarkan pasien tentang tanda-tanda persalinan.

d)

Mempersiapkan pasien untuk melahirkan secara normal.

e)

Menyarankan pasien untuk melanjutkan aktivitas seperti biasa.

23.

Seorang ibu hamil 34 minggu datang dengan keluhan sakit kepala hebat dan pandangan kabur. Tanda vital menunjukkan tekanan darah 160/110 mmHg dan adanya edema pada kaki. Apa yang seharusnya dilakukan oleh perawat dalam menghadapi kasus ini?

a)

Mengukur kadar protein dalam urin.

b)

Menyarankan pasien untuk mengonsumsi lebih banyak garam.

c)

Menyuruh pasien untuk mengonsumsi cairan lebih banyak.

d)

Memberikan analgesik untuk sakit kepala.

e)

Mengizinkan pasien untuk beristirahat di rumah.

24.

Seorang wanita 27 tahun baru saja menjalani operasi akibat kehamilan ektopik. Pasien mengeluhkan rasa cemas tentang kemampuannya untuk hamil di masa depan. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh perawat dalam menangani kecemasan pasien?

a)

Menjelaskan kemungkinan fertilitas yang masih terjaga setelah satu tuba diangkat.

b)

Mengarahkan pasien untuk fokus pada pemulihan fisik terlebih dahulu.

c)

Memberikan edukasi tentang risiko kehamilan ektopik berulang.

d)

Menganjurkan pasien untuk menjalani program bayi tabung.

e)

Menyuruh pasien untuk tidak terlalu khawatir dan fokus pada kesehatannya.

25.

Seorang ibu hamil 35 minggu datang dengan tekanan darah 170/110 mmHg dan hasil tes menunjukkan proteinuria 3+. Ia juga mengeluhkan sakit kepala hebat dan pandangan kabur. Apa prioritas intervensi perawat untuk kondisi ini?

a)

Memberikan antihipertensi sesuai anjuran dokter.

b)

Menyarankan pasien untuk meningkatkan konsumsi protein.

c)

Mengukur kadar hemoglobin untuk memeriksa anemia.

d)

Memberikan cairan intravena untuk mencegah dehidrasi.

e)

Menyiapkan pasien untuk persalinan darurat.

26.

Seorang ibu hamil 32 minggu dengan riwayat hipertensi kontrol teratur ke klinik dengan keluhan peningkatan tekanan darah hingga 150/100 mmHg. Apa yang harus dilakukan oleh perawat dalam situasi ini?

a)

Memeriksa proteinuria untuk melihat tanda preeklampsia.

b)

Menganjurkan pasien untuk mengurangi konsumsi garam.

c)

Menginstruksikan pasien untuk tidak melakukan aktivitas fisik.

d)

Memberikan obat penurun tekanan darah secara langsung.

e)

Menganjurkan pasien untuk segera menjalani persalinan.

27.

Seorang ibu hamil 38 minggu datang ke klinik dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin selama 24 jam terakhir. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan tidak ada detak jantung janin. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat dalam situasi ini?

a)

Menyarankan pasien untuk menunggu persalinan alami.

b)

Memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien.

c)

Mempersiapkan pasien untuk persalinan darurat.

d)

Memberikan obat penenang untuk mengurangi kecemasan.

e)

Meminta pasien untuk menghindari berbicara tentang janin.

28.

Seorang ibu hamil yang mengalami ruptur uteri darurat baru saja menjalani operasi caesar. Pasien kini stabil di ruang pemulihan, namun merasa takut untuk hamil lagi. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh perawat?

a)

Menginformasikan tentang risiko kehamilan masa depan dan pentingnya konsultasi ke dokter spesialis.

b)

Menyarankan pasien untuk menjalani sterilisasi untuk mencegah kehamilan di masa depan.

c)

Memberi tahu pasien bahwa kehamilan berikutnya pasti berisiko tinggi.

d)

Mengarahkan pasien untuk berbicara dengan konselor psikologis.

e)

Memberikan edukasi tentang kontrasepsi jangka panjang.

29.

Seorang ibu hamil 30 minggu datang dengan keluhan sering merasa lemas. Pemeriksaan darah menunjukkan hemoglobin 7 g/dL. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Memberikan transfusi darah segera.

b)

Memberikan suplemen zat besi dan folat sesuai anjuran dokter.

c)

Menyarankan pasien untuk meningkatkan asupan cairan.

d)

Memberikan edukasi tentang pentingnya istirahat lebih banyak.

e)

Meminta pasien untuk datang kembali setelah satu bulan.

30.

Seorang ibu hamil 37 minggu datang dengan keluhan sakit kepala berat, pandangan kabur, dan tekanan darah 160/100 mmHg. Pemeriksaan urin menunjukkan adanya proteinuria. Apa prioritas intervensi yang harus dilakukan oleh perawat?

a)

Mengukur kadar hemoglobin untuk memeriksa anemia.

b)

Memberikan obat antihipertensi sesuai resep dokter.

c)

Menginstruksikan pasien untuk minum lebih banyak air.

d)

Menyarankan pasien untuk meningkatkan konsumsi protein.

e)

Mempersiapkan pasien untuk persalinan segera.

31.

Seorang ibu hamil 10 minggu datang dengan keluhan nyeri perut hebat dan perdarahan berat. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan bahwa sebagian jaringan janin masih tertinggal di dalam rahim. Tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Memberikan suplemen zat besi untuk mencegah anemia.

b)

Mempersiapkan pasien untuk tindakan kuretase.

c)

Menyarankan pasien untuk istirahat total di rumah.

d)

Memberikan analgesik untuk mengurangi nyeri.

e)

Memberikan edukasi tentang risiko kehamilan berikutnya.

32.

Seorang ibu hamil kembar 33 minggu datang dengan keluhan sakit kepala dan tekanan darah 150/100 mmHg. Pemeriksaan urin menunjukkan adanya proteinuria 2+. Apa tindakan yang tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Memantau tekanan darah secara berkala dan memberikan edukasi tentang preeklampsia.

b)

Menyarankan pasien untuk meningkatkan asupan garam.

c)

Memberikan cairan intravena untuk mencegah dehidrasi.

d)

Menginstruksikan pasien untuk pulang dan istirahat.

e)

Memberikan obat penurun tekanan darah secara langsung.

33.

Seorang ibu hamil berusia 26 tahun datang ke ruang bersalin dengan fase laten yang berlangsung lebih dari 12 jam. Kontraksi rahimnya tidak teratur dan lemah, sementara dilatasi serviks hanya mencapai 3 cm. Apa intervensi yang paling tepat dalam situasi ini?

a)

Menyarankan pasien untuk pulang dan istirahat.

b)

Memberikan cairan infus untuk menjaga hidrasi.

c)

Mempersiapkan pasien untuk tindakan operasi caesar.

d)

Memberikan oksitosin sesuai dengan anjuran dokter.

e)

Meminta pasien untuk melakukan mobilisasi aktif.

34.

Seorang ibu hamil berusia 30 tahun datang dengan keluhan cairan ketuban yang keluar tiba-tiba, tetapi belum ada kontraksi. Usia kehamilan 36 minggu, dan pemeriksaan menunjukkan cairan ketuban jernih. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan oleh perawat?

a)

Memberikan antibiotik profilaksis.

b)

Memantau tanda-tanda vital ibu dan janin.

c)

Mempersiapkan ibu untuk persalinan segera.

d)

Menyarankan ibu untuk meningkatkan asupan cairan.

e)

Menginstruksikan pasien untuk tetap di rumah sakit dan menunggu kontraksi.

35.

Seorang ibu hamil dalam fase aktif persalinan tiba-tiba mengalami prolaps tali pusat setelah ketuban pecah. Denyut jantung janin mulai menurun. Apa tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh perawat?

a)

Mempersiapkan pasien untuk operasi caesar segera.

b)

Mengangkat posisi panggul pasien untuk mengurangi tekanan pada tali pusat.

c)

Memberikan oksigen melalui masker kepada pasien.

d)

Menunggu kontraksi selanjutnya sebelum bertindak.

e)

Memberikan cairan infus segera.