wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post test implementasi BCMS by BCM Indonesia

Total questions: 21

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.
Apa yang dimaksud dengan Business Continuity Management (BCM)?
a)
a. BCM adalah proses manajemen terpadu dan menyeluruh untuk menjamin kegiatan operasional Organisasi tetap dapat berfungsi walaupun terdapat gangguan / bencana guna melindungi kepentingan Shareholder
b)
b. BCM adalah proses manajemen terpadu dan menyeluruh untuk menjamin kegiatan operasional Organisasi tetap dapat berfungsi walaupun terdapat gangguan / bencana guna melindungi kepentingan Stakeholder.
c)
c. BCM adalah proses manajemen terpadu dan menyeluruh untuk menjamin kegiatan operasional Organisasi tetap dapat berfungsi walaupun terdapat gangguan / bencana guna melindungi kepentingan Nasabah
d)
d. BCM adalah proses manajemen terpadu dan menyeluruh untuk menjamin kegiatan operasional Organisasi tetap dapat berfungsi walaupun terdapat gangguan / bencana guna melindungi kepentingan Regulator.
e)
e. Seluruhnya salah
2.
Berikut adalah rujukan/refensi eksternal yang sering digunakan dalam penyusunan BCMS Perusahaan, kecuali
a)
a. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan 21 /SEOJK.03/2017
b)
b. ISO 22301 dan ISO 22313
c)
c. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012
d)
d. Undang-undang No. 24 tahun 2007
e)
e. ISO 9001 dan ISO 14001
3.
Definisi kondisi normal adalah sebagai berikut, kecuali
a)
a. Kondisi operasional dapat dijalankan di lokasi kerja alternative (BRC/DRC)
b)
b. Kondisi operasional dapat dijalankan di lokasi kerja utama
c)
c. Fungsi utama dari suatu system (TI) kembali normal
d)
d. Adanya declare dari pejabat berwenang Perusahaan bahwa kondisi sudah kembali normal
e)
e. Seluruh kewajiban dan komitmen Perusahaan dapat dipenuhi
4.
Implementasi BCMS merupakan tanggung jawab
a)
a. Koordinator BCMS
b)
b. Seluruh Karyawan
c)
c. Direktur Utama
d)
d. Unit Kerja Koordinator BCM
e)
e. Pengelola Gedung (Building Management)
5.
Atribut yang digunakan saat terjadi ancaman keselamatan jiwa di gedung bertingkat (seperti gempa bumi, kebakaran, ancaman bom, dan lainnya) adalah
a)
a. Struktur ranting komunikasi (call tree) pemulihan bisnis
b)
b. Struktur penanganan gangguan/bencana gedung
c)
c. Struktur call tree pemulihan gangguan teknologi informasi
d)
d. Internal emergency contact list
e)
e. External emergency contact list
6.
Dokumen yang digunakan saat kondisi normal dan gangguan/bencana adalah
a)
a. Business Continuity Plan (BC Plan)
b)
b. Kebijakan/Pedoman Business Continuity Management Systems (BCMS)
c)
c. Disaster Response and Business Continuity Plan (DRBC Plan)
d)
d. Emergency Response Plan (ER Plan)
e)
e. Seluruhnya benar
7.
Yang digunakan saat gangguan/bencana terjadi di organisasi adalah
a)
a. Business Impact Analysis (BIA)
b)
b. ER Plan, BC Plan, dan DR Plan
c)
c. Risk dan Threat Assessment
d)
d. BC Strategy
e)
e. Kebijakan/Pedoman BCMS
8.
Dokumen yang bersifat fleksibel, idealnya ada di ”kepala” seluruh karyawan, yang tidak memerlukan adanya mekanisme eskalasi adalah
a)
a. BC Plan
b)
b. ER Plan
c)
c. DR Plan
d)
d. IM Plan
e)
e. Kebijakan/Pedoman BCMS
9.
Apa yang dimaksud dengan Emergency Response Plan (ER Plan) ?
a)
a. Prosedur penanganan gangguan/bencana untuk tujuan menghindari jatuhnya korban jiwa/luka-luka serta meminimalisasikan dampak kerusakan/kerugian asset.
b)
b. Prosedur penanganan gangguan/bencana untuk penyelamatan karyawan pada saat terjadi gangguan/bencana.
c)
c. Prosedur penanganan gangguan/bencana untuk penyelamatan asset perusahaan pada saat terjadi gangguan/bencana.
d)
d. Prosedur penanganan gangguan/bencana untuk menangani dan melaporkan adanya gangguan/bencana ke management.
e)
e. Prosedur penyelamatan korban bencana.
10.
Prosedur Emergency Response Plan (ER Plan) merupakan turunan dari Kebijakan
a)
a. BCMS dan K3
b)
b. Manajemen Risiko dan K3
c)
c. Manajemen Risiko dan BCMS
d)
d. Manajemen Risiko dan Communication Plan
e)
e. Seluruhnya salah
11.
Apa yang dimaksud dengan Business Continuity Plan (BC Plan) ?
a)
a. Prosedur langkah-langkah pengurangan risiko, penanganan dampak gangguan/bencana dan proses pemulihkan agar fungsi bisnis dan operasional serta layanan kepada Pengguna tetap berjalan.
b)
b. Prosedur langkah-langkah pemulihan yang fokus pada aspek teknologi yang kritikal agar Organisasi dapat menjalankan kegiatan operasional bisnis kritikal setelah adanya gangguan/bencana.
c)
c. Prosedur penanganan gangguan/bencana untuk tujuan menghindari jatuhnya korban jiwa/luka-luka serta meminimalisasikan dampak kerusakan/kerugian asset.
d)
d. Prosedur langkah-langkah penanggulangan dan penyelamatan asset perusahaan.
e)
e. Prosedur mengenai bagaimana mempersiapkan respon gangguan/bencana.
12.
Dokumen yang bersifat formal, memerlukan pejabat berwenang yang memutuskan, tidak diperbolehkan adanya penyimpangan adalah dokumen
a)
a. ER Plan
b)
b. BC Plan
c)
c. DR Plan
d)
d. Kebijakan/Pedoman BCMS
e)
e. B dan C benar
13.
Prosedur BC Plan yang fokus pada pemulihan reputasi buruk Perusahaan dinamakan
a)
a. Media Gathering
b)
b. Crisis Communication Plan
c)
c. Reputational Risk Management
d)
d. Crisis Management Plan
e)
e. Crisis Command Center
14.
Informasi yang dihasilkan dalam proses Business Impact Analysis (BIA) adalah
a)
a. Unit Kerja Kritikal dengan aktivitas/proses kritikal (diprioritaskan)
b)
b. Sistem Aplikasi yang digunakan oleh Unit Kerja Kritikal
c)
c. Target Waktu Pemulihan
d)
d. Interdependencies
e)
e. Seluruhnya benar
15.
Target waktu pemulihan bisnis agar layanan/produk dapat berjalan normal kembali disebut
a)
a. Maximum Alloable Outage/Maximum Tolerable Period of Downtime/Maximum Tolerable Downtime
b)
b. Recovery Time Objectives (RTO)
c)
c. Recovery Point Objective (RPO)
d)
d. Service Level Agreement (SLA)
e)
e. Work Recovery Time (WRT)
16.
Lokasi Kerja Alternatif Unit Kerja Kritikal yang digunakan bila lokasi kerja utama tidak dapat diakses/bermasalah dinamakan.
a)
a. Disaster Recovery Center (DRC)
b)
b. Business Recovery Center (BRC)
c)
c. Crisis Command Center (CCC)
d)
d. Location Continuity Plan (LCP)
17.
Lokasi Alternatif untuk mendukung ketersediaan system/perangkat TI pendukung saat terjadi gangguan pada system utama dinamakan
a)
a. Business Recovery Center (BRC)
b)
b. Crisis Command Center (CCC)
c)
c. Location Continuity Plan (LC Plan)
d)
d. Disaster Recovery Center (DRC)
e)
e. System back up
18.
Skala yang diberikan atas dampak gangguan/ bencana untuk penentuan prioritas penanganan gangguan dinamakan
a)
a. Business Impact Analysis (BIA)
b)
b. Threat Assessment
c)
c. Severity level
d)
d. Call Tree Mechanism
e)
e. Risk Assessment
19.
Apa yang perlu dilakukan setelah kondisi gangguan/bencana terjadi?
a)
a. Identifikasi korban
b)
b. Identifikasi kerusakan yang terjadi untuk penentuan operasional dan klaim asuransi
c)
c. Pemberitahuan kondisi gangguan ke Regulator
d)
d. Mendokumentasikan kerusakan, tindakan yang telah diambil dan lesson learned dari kejadian
e)
e. Seluruhnya benar
20.
Tujuan Uji coba prosedur (informasi terdokumentasi) BCMS adalah sebagai berikut, kecuali
a)
a. Memberikan keyakinan bahwa dokumen prosedur dapat digunakan saat kondisi gangguan
b)
b. Memenuhi regulasi mengenai implementasi BCMS di Perusahaan
c)
c. Melatih Karyawan/Personil agar selalu siap menghadapi gangguan/bencana
d)
d. Memastikan prosedur yang disusun dapat diimplementasikan
e)
e. Mengukur waktu terjadinya gangguan
21.
Dokumen uji coba yang wajib dibuat untuk uji coba dokumen BC Plan dan DR Plan adalah
a)
a. Test Plan, Berita acara uji coba
b)
b. Absensi, berita acara uji coba
c)
c. Test Plan dan Test Script
d)
d. Absensi dan foto kegiatan
e)
e. Test Script, absensi dan berita acara uji coba