NEW
Font size
WorksheetsPSAJ APRIL 2026 FARMASI INDUSTRI (TPSO) XII FARMASI
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Mutu obat yang beredar harus sangat terjamin untuk keamanan pasien yang menggunakan obat tersebut sehingga seluruh proses produksi obat di industri farmasi di Indonesia diberlakukan persyaratan yang diatur dalam
Cara Pembuatan Obat yang Baik
Cara Produksi Obat yang Baik
Farmakope Indonesia
UUD 1945
Departemen Kesehatan
Sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut adalah pengertian dari ?
Emulsi
Larutan
Suspensi
Cream
Salep
Industri farmasi YPKH Tbk akan memproduksi obat untuk gangguan lambung. Berikut hal yang tidak termasuk persyaratan obat yang harus dipenuhi industri farmasi tersebut adalah
Khasiat
Keamanan
Ukuran
Mutu
Efficacy
Seluruh produksi obat di Indonesia berpedoman pada CPOB sehingga dapat disimpulkan CPOB adalah
Pengambilan mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten
Peresmian mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten
Pemasitan mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan di kendalikan secara konsisten dan memenuhi persyaratan
Penggunaan mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten
Pembuatan mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten
Berikut adalah aspek yang tidak termasuk di dalam CPOB 2018 adalah
Personalia
Dokumentasi
Sanitasi dan hygiene
Produksi
Peralatan
Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan untuk
Inspeksi diri dan audit mutu
Menjamin obat dibuat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya
Penanganan keluhan terhadap produk
Manajemen Mutu
Sanitasi dan hygiene
Dalam perkembangan CPOB, yang tidak termasuk sejarah perkembangan CPOB adalah
CPOB 2001
CPOB 2009
CPOB 1980
CPOB 2018
CPOB 2012
Aspek yang tidak termasuk di dalam CPOB 2001 adalah
Personalia
Inspeksi Diri
Peralatan
Kualifikasi dan Validasi
Penanganan keluhan terhadap obat, penarikan kembali obat dan obat kembalian
Berikut yang termasuk dalam CPOB 2012 adalah
Lingkungan
Manajemen Mutu
Perlengkapan
Ketentuan Umum
Titrasi
Tingkat kebersihan ruang untuk pembuatan obat untuk non-operasional dengan jumlah maksimal partikel per m3 yang diperbolehkan ≥0,5μm 3.520 dan ≥5μm 29. Pernyataan di atas untuk kelas/area
A
B
C
D
E
Untuk membersihkan keputusan akhir meluluskan atau menolak atas mutu bahan baku atau produk obat maupun hal lain yang memengaruhi mutu obat adalah kewenangan khusus dari bagian
Produksi
Gudang
Pengawasan Mutu
Personalia
Peralatan
Aspek CPOB yang menjamin proses produksi obat yang berkualitas, bermutu dan aman disebut aspek
Menejemen mutu
Produksi
Personalia
Sanitasi dan hygiene
Kegiatan dokumentasi
Dalam CPOB bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi haruslah baik dan bermutu. Terdapat beberapa tingkatan bahan atau produk sebelum mencapai produk yang siap untuk dipasarkan. Salah satunya ialah bahan atau campuran bahan yang masih memerlukan satu atau lebih tahap pengolahan lanjutan untuk menjadi produk berikutnya yaitu disebut
Bahan awal
Bahan pengemas
Produk antara
Produk ruahan
Produk jadi
Suatu industri farmasi akan membuat produk salep mata, ruangan yang cocok digunakan untuk proses produksi sediaan tersebut adalah
white area, class A
grey area, class E
black area, class F
white area, class C
grey area, class D
Apa tujuan penomoran bets/lot pada setiap produk
Agar tidak kecampur bauran label
Agar tidak salah cetak
Agar produk dapat diidentifikasi
Agar jumlahnya sama
Agar tidak salah penyerahan
Salep yang halus, cair dan mengandung sedikit lilin
Jelly
Cerata
Cream
Liniment
Unguenta
Sediaan larutan ini merupakan epithema
Salicyl Water
Borax gliserin
Liquoir burouwi
Muchilago amyli
Betadine douche
Bahan di bawah ini jika dimasukkan ke dalam air akan mengalami peristiwa tiksotrofi
CMC
Algin
Acasia
Bentonit
Chondrus
Seng Oksida harus diayak sebelum dicampur basis salep, pengayak diharapkan
40
60
100
120
150
Obat dalam salep ini menembus melalui kulit mencapai efek yang diharapkan
Ichtyol
Merkuri
Belladonna
Balsam peru
B dan C benar
Adeps Lanae merupakan dasar salep
Serap
Penutup
Hidrokarbon
Dapat larut dalam air
Dapat dicuci dengan air
Sediaan di bawah ini diberi tanda “Hanya untuk dikumur tidak boleh ditelan”
Litus oris
Guttae oris
Gargarisma
Collutorium
Collunarium
Dasar salep yang berfungsi sebagai emolien
Adeps Lanae
Vaselin
PEG
A dan B benar
A dan C benar
Sediaan setengah padat atau salep yang tidak boleh digunakan untuk luka lecet adalah
Jelly
Lotio
Pasta
Linimenta
gel
Alat yang digunakan untuk memperkecil ukuran fase dispersi kemudian meningkatkan luas permukaan fase minyak adalah
Mixer
Homogenizer
Colloid Mill
Spatula
Blender
Salah satu pengujian fisika untuk sediaan semi padat adalah mengukur kekentalan dari sediaan semi padat. Alat yang digunakan adalah
Homogenizer
Mixer
Kaca objek
Penetrometer
Viskometer
Reza seorang asisten tenaga kefarmasian yang bekerja di salah satu industri farmasi kosmetika. Salah satu produk yang akan diproduksi adalah krim pencerah kulit dengan basis yang dapat tercuci dengan salah satu basis yang dapat digunakan Reza adalah
Vaselin Album
Adeps Lanae/lanolin
Vanishing cream
Poly Ethilen Glycol
Carboxymethyl cellulose
Di bawah ini zat-zat yang tidak boleh dipanaskan, kecuali
Etanol
Aqua calcis
Saturatio
Minyak atsiri
Nipasol
Berkurangnya kelarutan zat utama karena adanya zat terlarut tertentu disebut
Salting in
Salting out
Salting on
Cosolvensi
Kompleksasi
Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam tetapi tidak melalui kulit dan terabsorbsi sebagian adalah
Hydrophobic
Hydrophilic
Diadermic
Endodermic
Epidermic
Obat dibawah ini berbentuk gel
Garamicin
Bioplacenton
Hidrocortison
Kloramfenical
Mikonazol
Proses pengolahan cefotaxime serbuk injeksi dilakukan pada ruang kelas....
Grey Area
Black Area
Ruang Kelas A
Ruang Kelas C
Ruang Kelas D
Dibawah ini merupakan Hierarki Struktur Dokumentasi, kecuali....
Quality Manual
Standart
Prosedur
Form & Record
Inspeksi
Tiap bahan atau campuran bahan yang masih memerlukan satu atau lebih tahap pengolahan lanjutan untuk menjadi produk ruahan,merupakan bagian dari....
Produk Ruahan
Produk Antara
Produk Jadi
pengemasan primer
pengemasan sekunder
Apa yang dimaksud dengan bahan baku obat….
Bahan berupa vaksin, serta (anti sera) dan bahan biologik.
Semua bahan/material berupa unsur, senyawa tunggal, dan/atau campuran yang berwujud padat, cair, atau gas
Bahan/material yang berasal dari sumber daya alam
Semua bahan/ materi berupa unsur berasal dari bahan diagnostik
Semua benar
Keluhan pada produk famasi terbagi menjadi dua yaitu Pharmaceutical Technical Complaint dan Pharmacological Complaint. Diantara berikut merupakan contoh pharmaceutical technical complaint, kecuali
Tidak adanya brosur dan kemasan yang rusak dari sirup Ambroxsol.
Perubahan warna larutan pada Injeksi Carbazochrom
Kelangkaan tablet Bisoprolol karena terhambatnya proses pendistribusian
Sitaxentan ditarik dari pasaran karena memiliki resiko hepatotoksisitas
Suspensi Ibuprofen yang mengalami penurunan kadar
Industri Farmasi yang memproduksi berbagai produk dalam jumlah besar, serta di pasarkan di Apotek, Rumah Sakit, Toko Obat, Super Market, dll. Organisasi pemasaran yang cocok adalah....
Organisasi Matriks
Organisasi Manajemen Produk
Organisasi Fungsional
Organisasi Manajemen Pasar
Organisasi Manajemen Produk dan Pasar
Penangan keluhan merupakan tugas dan tanggung jawab bagian
Produksi
Quality assurance
Quality control
Validasi
R & D
Proses melengkapi dan mendokumentasi kajian rancangan untuk meyakinkan bahwa seluruh aspek mutu telah dipertimbangkan dan dikaji pada tahap perancangan termasuk dalam tahapan validasi
Installation Qualification
Operational Qualification
Design Qualification
Retrospective Validation
Dibawah ini yang bukan merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh Quality Control (QC) adalah
Pemeriksaan produk setengah jadi dan stabilitas
Pemeriksaan mikrobiologi
Pemeriksaan sarana dan pra-sarana
Pemeriksaan bahan baku
Pemeriksaan bahan pengemas
