WorksheetsSoal Kasus Penyakit Ginjal Kronik (CKD)
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Seorang pasien berusia 65 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, kelelahan, dan edema tungkai. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mencurigai adanya gangguan fungsi ginjal. Berdasarkan klasifikasi penyakit ginjal, kondisi yang dialami pasien ini adalah kelainan struktural atau fungsional pada ginjal yang berlangsung minimal 3 bulan adalah
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronik
Gagal ginjal stadium 4
Gagal ginjal stadium 1
Kanker
Seorang pasien CKD (Chronic Kidney Disease) mengalami penurunan fungsi ginjal yang signifikan. Dokter melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menilai status ginjal pasien. Hormon penting apa yang diproduksi oleh ginjal yang perlu diperhatikan adalah
Eritropoetin, renin dan vitamin D
Eritropoetin, renin dan kalsium
Eritropoetin, mecobalamin dan vitamin D
Eritropoetin, renin dan vitamin B
PRC, renin dan vitamin D
Seorang pasien pria berusia 66 tahun dengan berat badan 45 kg datang ke klinik dan didiagnosis gagal ginjal kronik. Untuk mengetahui tahap penyakitnya, dokter menggunakan rumus Cockcroft-Gault untuk menghitung nilai GFR dengan hasil Scr = 2. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, pasien termasuk pada stadium berapa?
23,12 stage 4
17,43 stage 4
15 stage 4
66,6 stage 2
26 stage 4
Seorang pasien CKD dengan hipertensi datang untuk kontrol. Dokter memutuskan untuk memberikan terapi hipertensi yang tepat pada pasien ini. Terapi yang tepat untuk tatalaksana Hipertensi pada CKD adalah
ACE-i
ARB
CCB
Diuretik
Beta bloker
Seorang pasien CKD dengan nilai GFR 12 ml/min/1.73 m² yang datang ke klinik. Berdasarkan informasi ini, dokter perlu mengetahui stadium penyakit ginjal pasien untuk merencanakan tatalaksana lebih lanjut. Jika GFR pasien bernilai 12 ml/min/1.73m² maka pasien tersebut CKD stadium
stadium 5
stadium 1
stadium 2
stadium 3
Stadium CKD yang paling berat adalah:
Stadium 1
Stadium 2
Stadium 3
Stadium 4
Stadium 5
Pasien didiagnosis CKD stage 3 dengan anemia Hb 9g/dL. Terapi yang tepat untuk mengatasi anemianya adalah
Bicnat
Eritropoietin
Ferro sulfat
Infus NS
Kalium karbonat
Pasien CKD stage 3 berusia 60 tahun didiagnosis berisiko tinggi mengalami osteoporosis. Ini terkait dengan pengaruh fungsi ginjal yang terganggu dalam proses metabolisme vitamin D. Hal ini dikarenakan
Fungsi ginjal untuk mengubah vitamin D ke bentuk aktif berkurang
Penyerapan kalsium tinggi
Eritropoietin menyebabkan osteoporosis
Terdapat hormone calcitriol tidak dapat mengubah
Defisiensi natrium
Seorang pasien CKD di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi kondisi penyakit ginjal lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi CKD ialah
Albumin urin kuantitatif
CD4
Proteinuria
BTA
Dimer
Seorang pasien CKD stage 5 mengalami asidosis metabolik. Dokter memutuskan untuk memberikan terapi untuk menyeimbangkan pH darahnya. Terapi yang diberikan adalah
Asam asetat
Bicarbonat
Metyl xanthin
PRC
Asam folat
Pasien dengan gagal ginjal akut datang dengan gejala penurunan urin dan peningkatan serum kreatinin. Dokter mencurigai adanya gagal ginjal akut. Kriteria gagal ginjal akut ialah
Kenaikan serum kreatinin ≥1,5 kali nilai dasar & turunnya <0,5 cc/KgBB/jam selama lebih dari 6 jam
Penurunan serum kreatinin
Kenaikan serum albumin
Penurunan serum natrium
Kenaikan serum kalium
Etiologi dari gagal ginjal akut adalah
Pre renal, renal dan post renal
Pre dial, renal dan post renal
Pre renal, iskemia dan toxin
Glomerulonephritis, renal dan post renal
Tubular nekrosis dan toxin
Indikasi pasien diberikan hemodialisis segera adalah
Asidosis berat (pH<7)
Intoksikasi paracetamol
Tidak ada edema paru
Asidosis berat (pH >7)
Ureum <100 mg/dL
Pasien 55 tahun datang ke Rumah Sakit didiagnosis gagal ginjal akut. Diberi terapi diuretik. Obat lini pertama diuretik yang diberikan adalah
Furosemid
HCT
Spironolakton
Mannitol
Doxorubicin
Berikut obat agen terapi yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut (glomerulonephritis) adalah
Alupurinol
Dopamin
Furosemid
Mannitol
Asam mefenamat
Kriteria pasien gagal ginjal akut adalah
Penurunan volume urin sampai tidak ada sama sekali (anuria)
Lebih dari 3 bulan
Gangguan mata
Batuk
Mimisan
Tujuan utama dari terapi farmakologi pada gagal jantung adalah?
Menyembuhkan penyakit secara total
Mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup
Meningkatkan tekanan darah
Menghilangkan kebutuhan perubahan gaya hidup
Menyembuhkan penyakit sebagian
Tujuan utama penggunaan beta-blocker pada pasien gagal jantung adalah?
Meningkatkan denyut jantung
Mengurangi denyut jantung dan memperbaiki aliran darah
Meningkatkan retensi cairan
Memblokir sistem renin-angiotensin
Mengatur sistem RAA untuk menurunkan tekanan darah
Bagaimana sebaiknya dosis ACEI dimulai pada pasien gagal jantung?
Dosis tinggi sejak awal
Dimulai dengan dosis rendah dan dinaikkan setiap 2 minggu
Tidak perlu dilakukan titrasi dosis
Dosis ditingkatkan setiap 6 bulan
Diberikan dosis 25 mg 3x1
Obat apa yang direkomendasikan untuk pasien gagal jantung yang tidak dapat mentolerir ACE inhibitor?
Captopril
Candesartan
Hidralazin
Furosemid
Digoksin
Obat apa yang direkomendasikan untuk pasien gagal jantung dengan ritme sinus dan kelas NYHA 3-4 meskipun sudah mendapat terapi optimal dengan ACEI/ARB?
Spironolakton
Digoksin
Obat antiaritmia kelas I memiliki mekanisme kerja utama yaitu?
Menghambat kanal natrium untuk memperlambat konduksi
Menghambat kanal kalium untuk memperpanjang repolarisasi
Menghambat reseptor adrenergik untuk mengurangi otomatisitas
Menghambat kanal kalsium untuk mengurangi irama jantung
Menurunkan bradikardi dan takikardi
Berikut yang tidak termasuk faktor risiko terjadinya aritmia adalah?
Penyakit jantung iskemik
Usia muda
Hipertensi
Penyakit ginjal kronik
Takikardi
Salah satu contoh obat Kelas IV: Penghambat Kanal Kalsium pada terapi aritmia adalah
Verapamil
Metoprolol
Captopril
ISDN
Lisinopril
Monitoring yang harus dilakukan pada pasien gagal jantung yang diberikan terapi diuretik furosemid adalah:
Kadar elektrolit dan fungsi ginjal
Tekanan darah saja
Suhu tubuh saja
Pemeriksaan kadar glukosa darah
