Font size
WorksheetsUAS MIKROBIOLOGI PRAKTEK
Total questions: 78
Worksheet time: 7mins
Alat yang digunakan untuk mensterilkan media dan peralatan dengan uap air bertekanan tinggi pada suhu 121∘C adalah...
Autoklaf
Oven
Bunsen
Laminar Air Flow
Inkubator
Alat berikut yang berfungsi untuk memindahkan kultur mikroba secara aseptis dari satu medium ke medium lainnya adalah...
Pipet ukur
Batang L
Jarum inokulum (ose)
Spatula
Kaca preparat
Alat yang menghasilkan area steril dengan aliran udara laminar untuk mencegah kontaminasi selama kerja inokulasi adalah...
Mikropipet
Sentrifus
Biosafety Cabinet (BSC) / Laminar Air Flow (LAF)
Spektrofotometer
Shaker incubator
Untuk menginkubasi kultur bakteri pada suhu konstan, misalnya 37∘C , alat yang paling tepat digunakan adalah...
Waterbath
Lemari pendingin
Inkubator
Autoklaf
Hot plate
Gelas berbentuk silinder dengan skala yang digunakan untuk mengukur volume cairan secara tepat dalam pembuatan media adalah...
Gelas ukur
Tabung reaksi
Erlenmeyer
Cawan petri
Labu ukur (volumetrik)
Alat yang digunakan untuk menghomogenkan sampel padat atau cair sebelum pengenceran atau analisis lebih lanjut adalah...
Vortex mixer
Mikroskop
pH meter
Colony counter
Bunsen
Untuk melakukan pengenceran serial (serial dilution) sampel bakteri secara tepat, alat bantu yang paling sering digunakan adalah...
Pipet ukur dan propipet/bulb
Tabung durham
Batang pengaduk magnet
Kaki tiga
Kawat kasa
Alat yang berfungsi untuk memutar tabung reaksi dengan kecepatan tinggi sehingga dapat memisahkan padatan (sel) dari cairan (supernatan) dalam suatu suspensi adalah...
Sentrifus
Shaker
Vortex
Hot plate stirrer
Waterbath
Bahan utama dan bentuk alat yang digunakan sebagai wadah medium padat untuk menumbuhkan koloni mikroba adalah...
Tabung reaksi berisi media agar miring (slant)
Cawan petri (petri dish) dari plastik atau kaca
Labu Erlenmeyer
Botol kultur
Gelas arloji
Alat kecil yang diletakkan di dalam tabung reaksi berisi media cair untuk mendeteksi produksi gas oleh mikroba adalah...
Kapas
Tabung durham
Kaca penutup (cover slip)
Kaca objek (object glass)
Sumbat silikon
"Anaerobic jar" adalah alat yang berfungsi untuk...
Menciptakan lingkungan bersuhu sangat rendah
Menciptakan lingkungan tanpa oksigen (anaerob) untuk pertumbuhan bakteri tertentu
Mengaduk media cair secara terus menerus
Mensterilkan alat dengan radiasi UV
Menyimpan kultur dalam kondisi beku
Untuk mengamati morfologi koloni bakteri atau jamur secara makroskopis, alat bantu yang sangat membantu adalah...
Mikroskop elektron
Lupa (kaca pembesar)
Colony counter dengan pembesaran (magnifier)
Alat yang digunakan untuk mengambil sampel cair dalam volume yang sangat kecil (misalnya 0,1 - 1000 µL) dengan presisi tinggi adalah...
Pipet tetes
Gelas ukur 10 mL
Mikropipet dan tip-nya
Spuit suntik
Labu ukur
Pembakar Bunsen berfungsi utama untuk...
Menginkubasi kultur
Mensterilkan udara di sekitar area kerja dan mensterilkan ujung ose secara aseptis
Mengaduk media
Memanaskan media dalam volume besar
Mengukur suhu
"Hot plate stirrer" merupakan kombinasi alat yang berfungsi untuk...
Memanaskan dan mengaduk media cair secara bersamaan
Membekukan dan memutar sampel
Mensterilkan dan menghitung koloni
Mengocok dan mendinginkan kultur
Mengukur dan menyeimbangkan pH
Alat yang digunakan untuk menyimpan kultur mikroba dalam jangka panjang pada suhu sangat rendah (misalnya -80ºC) adalah...
Lemari pendingin (4ºC)
Freezer ultrafreezer (-80ºC)
Waterbath (37ºC)
Rak tabung reaksi
Anaerobic jar
"Microscope slide" dan "cover slip" adalah alat utama yang digunakan untuk...
Menumbuhkan mikroba
Membuat preparat untuk pengamatan di bawah mikroskop
Mengukur volume media
Mensterilkan jarum inokulum
Mengencerkan sampel
Untuk mengukur tingkat kekeruhan (turbidity) suatu kultur bakteri yang berkorelasi dengan kepadatan sel, alat yang digunakan adalah...
Neraca analitik
Spektrofotometer (pada panjang gelombang ~600 nm)
pH meter
Termometer
Konduktometer
Dalam teknik "spread plate", untuk meratakan suspensi mikroba di permukaan agar, alat yang digunakan adalah...
Jarum inokulum (ose)
Batang kaca berbentuk L (Drigalski spreader)
Pinset steril
Pipet volumetrik 10 mL
Pewarnaan metilen biru terutama digunakan dalam mikrobiologi untuk...
Membedakan bakteri Gram positif dan Gram negatif
Melihat struktur spora bakteri
Mengamati morfologi dan susunan sel bakteri secara sederhana
Mewarnai bakteri tahan asam (BTA)
Membedakan bakteri berkapsul dan tidak berkapsul
Metilen biru termasuk dalam golongan zat warna...
Asam
Basa (kationik)
Netral
Fluoresen
Negatif
Prinsip dasar pewarnaan metilen biru adalah...
Zat warna basa bermuatan positif berikatan dengan komponen sel bermuatan negatif
Zat warna asam bermuatan negatif berikatan dengan membran sel
Zat warna hanya mewarnai latar belakang
Zat warna diferensial berdasarkan ketebalan peptidoglikan
Zat warna hanya diikat oleh sel hidup
Dalam prosedur pewarnaan sederhana (simple staining) dengan metilen biru, langkah fiksasi panas bertujuan untuk...
Mewarnai sel
Membunuh sel dan melekatkannya (adhesi) kuat pada kaca objek
Mencuci kelebihan zat warna
Melarutkan lemak dinding sel
Memucatkan warna sel
Setelah pemberian metilen biru, langkah selanjutnya adalah...
Dicuci dengan alkohol
Dicuci dengan air mengalir secara hati-hati
Ditambahkan larutan iodine
Dipanaskan sampai berasap
Ditambahkan safranin
Di bawah mikroskop, sel bakteri yang telah diwarnai metilen biru akan tampak...
Bentuk dan warna biru dengan latar belakang terang
Bentuk dan warna merah dengan latar belakang gelap
Hijau bercahaya di latar gelap
Tidak berwarna, hanya latar belakang biru
Merah muda dengan latar belakang biru
Pewarnaan metilen biru dapat digunakan untuk mengamati keberadaan...
Granula penyimpanan (seperti polifosfat)
Flagela
Kapsul (dengan teknik pewarnaan negatif menggunakan metilen biru)
Jawaban A dan C benar
Jawaban A, B, dan C benar
Dalam pewarnaan Giemsa untuk darah, metilen biru merupakan komponen penting. Namun, dalam mikrobiologi, larutan metilen biru yang umum digunakan berkonsentrasi sekitar...
0,1% - 1%
5% - 10%
20%
0,01%
Sediaan pekat tanpa pengenceran
Keuntungan utama pewarnaan metilen biru sebagai pewarnaan sederhana adalah...
Prosedurnya rumit namun sangat spesifik
Dapat membedakan jenis bakteri berdasarkan komposisi dinding sel
Cepat, mudah, dan murah untuk melihat bentuk, ukuran, dan susunan sel
Hanya mewarnai sel yang sudah mati
Dapat mengidentifikasi spesies bakteri
Metilen biru juga dapat digunakan sebagai indikator biologis sederhana karena...
Dapat dioksidasi dan direduksi, sehingga pada kondisi anaerob akan menjadi tidak berwarna (leukometilen biru)
Selalu berwarna biru dalam semua kondisi
Berubah menjadi merah dalam suasana asam
Berfluoresensi di bawah sinar UV
Mengikat DNA secara spesifik
Saat membuat preparat, jika sediaan terlalu tebal setelah diwarnai metilen biru, apa yang mungkin terjadi saat pengamatan mikroskopis?
Sel akan tampak sangat jelas dan terpisah
Sel akan sulit diamati karena tumpang-tindih dan warna terlalu pekat
Sel akan tampak berwarna merah
Sel akan tampak transparan
Hanya latar belakang yang berwarna
Setelah pencucian akhir, sebelum diamati di mikroskop, bagian bawah kaca preparat harus...
Dibakar di atas bunsen
Dilap dengan tisu atau kertas blotting untuk mengeringkan airnya
Ditambahkan minyak imersi
Direndam dalam alkohol
Ditutup dengan kaca penutup tanpa dikeringkan
Dalam konteks kultur ragi, pewarnaan metilen biru dapat digunakan untuk membedakan sel hidup dan mati karena...
Sel hidup yang aktif secara metabolisme akan mereduksi metilen biru menjadi tidak berwarna, sedangkan sel mati tetap biru.
Sel hidup berwarna merah, sel mati biru.
Sel mati tidak menyerap warna sama sekali.
Sel hidup mengeluarkan zat warna.
Metilen biru hanya beracun bagi sel mati.
Larutan metilen biru yang sudah disiapkan sebaiknya disimpan...
Di dalam lemari asam
Di dalam botol bertutup rapat, di tempat sejuk dan gelap (untuk mengurangi pengendapan/pengoksidasian)
Di dalam freezer
Di atas meja dekat jendela
Dalam wadah terbuka untuk mengurangi penguapan
Selain untuk bakteri, pewarnaan metilen biru juga sering digunakan untuk mengamati...
Sel darah putih
Jamur mikroskopis (khamir dan kapang)
Protozoa
Jawaban A dan B benar
Jawaban A, B, dan C benar
Jika setelah diwarnai, semua bidang pandang terlihat biru pekat tanpa bentuk sel yang jelas, kemungkinan penyebabnya adalah...
Larutan zat warna terlalu encer
Waktu pewarnaan terlalu singkat
Tidak dilakukan pencucian setelah pewarnaan
Fiksasi yang kurang sempurna
Sediaan terlalu tipis
Berikut ini yang BUKAN merupakan langkah dalam pewarnaan sederhana dengan metilen biru adalah...
Fiksasi dengan panas
Pemberian zat warna metilen biru
Pencucian dengan air
Pemberian larutan pemucat (decolorizer) seperti alkohol-aseton
Pengeringan dan pengamatan
Fungsi dari kaca penutup (cover slip) setelah pewarnaan adalah, KECUALI...
Melindungi lensa objektif mikroskop dari sediaan yang basah
Meratakan sediaan sehingga ketebalannya seragam
Mencegah pengeringan sediaan terlalu cepat
Sebagai langkah fiksasi kedua
Memperjelas bidang pandang di bawah mikroskop
Dibandingkan pewarnaan Gram, pewarnaan metilen biru bersifat...
Lebih kompleks dan bersifat diferensial
Lebih sederhana dan bersifat langsung (hanya memberikan satu warna)
Sama-sama menggunakan empat reagen
Hanya untuk bakteri Gram positif
Memberikan hasil yang lebih informatif untuk identifikasi bakteri
Dalam uji reduksi metilen biru pada susu, perubahan warna biru menjadi putih menunjukkan...
Tingginya jumlah bakteri pereduks yang aktif (kualitas susu buruk)
Susu masih segar dan steril
Adanya kandungan lemak yang tinggi
Susu telah dipasteurisasi dengan baik
Tidak ada aktivitas mikroba sama sekali
Sampel buccal swab terutama digunakan untuk mengumpulkan material genetika dari bagian tubuh berikut ini:
Darah vena
Permukaan dalam pipi (mukosa bukal)
Permukaan kulit lengan
Akar rambut
Kuku
Alat utama yang digunakan dalam pengambilan sampel buccal swab adalah:
Jarum suntik (syringe)
Kapas steril bertangkai panjang (swab)
Lancing device
Spatula logam
Cawan petri
Tujuan utama pengambilan sampel dengan buccal swab adalah untuk mendapatkan:
Sel darah merah
Sel epitel mukosa pipi dan DNA di dalamnya
Bakteri rongga mulut
Enzim pencernaan
Jaringan otot
Keuntungan utama pengambilan sampel buccal swab dibanding pengambilan sampel darah adalah:
Non-invasif, tidak sakit, dan lebih mudah dilakukan
Menghasilkan DNA dengan kualitas lebih tinggi
Volume sampel DNA yang diperoleh lebih banyak
Proses ekstraksi DNA lebih rumit
Hanya memerlukan alat khusus yang mahal
Sebelum pengambilan sampel buccal swab, responden sebaiknya:
Berkumur dengan antiseptik kuat
Tidak makan, minum (kecuali air putih), merokok, atau mengunyah permen karet minimal 30–60 menit sebelumnya
Menggosok gigi secara menyeluruh tepat sebelum pengambilan sampel
Mengonsumsi makanan berlemak
Tidak ada persiapan khusus
Langkah yang benar dalam menggosok swab di pipi bagian dalam adalah:
Menggosok dengan kuat hingga berdarah
Menggosok lembut namun mantap pada permukaan dalam pipi kiri dan kanan, serta putaran di sekeliling mulut selama total sekitar 30–60 detik
Hanya menyentuhkan ujung swab ke bibir
Menggosok gusi dan lidah secara intensif
Menggosok sekali saja pada satu sisi pipi
Setelah pengambilan sampel, swab yang telah berisi sel epitel harus:
Segera dimasukkan ke dalam tabung berisi medium transport atau pengawet (buffer stabilisasi)
Dibiarkan kering di udara terbuka tanpa wadah
Dicuci dengan air bersih
Dibakar ujungnya
Langsung dikirim tanpa wadah
Jika menggunakan swab dengan ujung berbahan Dacron atau rayon (bukan kapas), hal ini penting karena:
Kapas biasa dapat mengandung DNA tanaman yang mengganggu analisis dan dapat menghambat reaksi PCR
Dacron atau rayon cenderung merusak DNA manusia selama pengambilan
Kapas justru memiliki afinitas terbaik untuk DNA sehingga hasil PCR lebih kuat
Dacron atau rayon mengandung logam berat yang bereaksi dengan enzim polimerase
Untuk memastikan sampel cukup, pengambilan biasanya dilakukan dengan jumlah swab sebanyak:
1 swab untuk satu sisi pipi
2–4 swab (masing‑masing untuk pipi kiri dan kanan, kadang digosok berulang)
10 swab sekaligus
Tidak menggunakan swab, hanya kumur‑kumur
1 swab untuk seluruh rongga mulut
Setelah swab dimasukkan ke dalam tabung transport, langkah selanjutnya adalah:
Tabung dikocok kuat‑kuat
Ujung swab dipatahkan atau dipotong sesuai tanda, kemudian tutup tabung rapat
Tabung dibuka kembali untuk memeriksa sampel
Tabung langsung dibekukan di dry ice
Tabung diisi dengan alkohol 70%
Suhu penyimpanan sementara sampel buccal swab sebelum dikirim ke laboratorium biasanya adalah:
Suhu ruang (jika menggunakan buffer stabilisasi) atau sesuai protokol kit, seringnya 2–8°C untuk jangka pendek
Harus selalu dalam kondisi beku −20°C
Direndam dalam air hangat
Dijemur di bawah sinar matahari
Disimpan dalam inkubator 37°C
Sampel buccal swab umumnya TIDAK cocok untuk analisis berikut:
Tes DNA untuk hubungan keluarga (paternitas)
Analisis genotipe dan variasi genetik
Pemeriksaan penyakit infeksi bakteri mulut
Penyakit genetik yang melibatkan gen dalam sel epitel
Identifikasi forensik
Pilih semua faktor yang dapat menyebabkan kegagalan atau rendahnya yield DNA dari buccal swab.
Penggosokan yang terlalu singkat dan lemah
Responden baru saja makan atau minum sebelum pengambilan
Swab yang dibiarkan kering tanpa medium penyangga
Pengambilan mengikuti protokol dengan buffer stabilisasi
Dalam konteks penelitian epidemiologi genetik, kelebihan buccal swab adalah:
Dapat dikumpulkan secara mandiri (self‑collected) di rumah oleh partisipan
Selalu menghasilkan DNA dengan kemurnian tinggi
Biaya analisisnya lebih mahal daripada sampel darah
Memerlukan tenaga kesehatan terlatih untuk mengambilmya
Volume DNA yang konstan dan tidak bervariasi
Jika tidak tersedia buffer stabilisasi khusus, swab yang telah diambil dapat disimpan sementara dengan cara:
Dibiarkan kering di udara, lalu dimasukkan ke dalam kantong kering (dry swab) – meski tidak ideal
Direndam dalam alkohol 70%
Dimasukkan ke dalam air suling
Dibungkus dengan tisu basah
Langsung dibekukan tanpa wadah
Tanda bahwa pengambilan sampel buccal swab telah dilakukan dengan baik adalah:
Swab terlihat basah oleh air liur dan mungkin ada partikel putih kecil (kumpulan sel) yang menempel
Swab berwarna merah karena berdarah
Swab tetap kering dan bersih
Responden merasa sakit yang signifikan
Terdapat bekas luka pada pipi
Untuk bayi atau anak kecil, teknik pengambilan sampel buccal swab yang mungkin dilakukan adalah:
Sama seperti orang dewasa, dengan pengawasan dan bantuan orang tua
Tidak mungkin dilakukan pada anak di bawah 5 tahun
Harus dilakukan dengan pembiusan
Hanya diambil dari bagian luar pipi
Menggunakan jarum suntik khusus
Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan sampel buccal swab dari satu orang umumnya sekitar:
1-2 menit
15-20 menit
1 jam
5 detik
30 menit
Dokumentasi yang penting selama pengambilan sampel buccal swab meliputi:
Menuliskan identitas responden dengan jelas pada label tabung
Mencatat waktu dan tanggal pengambilan
Mencatat kondisi responden sebelum pengambilan (puasa/tidak)
Jawaban A dan B benar
Jawaban A, B, dan C benar
Dalam aplikasi forensik, sampel buccal swab dari tersangka diambil sebagai:
Sampel pembanding (reference sample) untuk membandingkan profil DNA-nya dengan sidik jari DNA dari TKP
Sampel utama dari korban
Sampel untuk tes kehamilan
Sampel untuk deteksi narkoba
Sampel untuk tes penyakit menular
Pewarnaan Gram dikembangkan oleh dan dinamai berdasarkan ilmuwan:
Hans Christian Gram
Robert Koch
Louis Pasteur
Alexander Fleming
Pewarnaan Gram termasuk dalam kategori pewarnaan:
Pewarnaan sederhana (simple stain)
Pewarnaan negatif (negative stain)
Pewarnaan diferensial (differential stain)
Pewarnaan endospora
Pewarnaan kapsul
Tujuan utama pewarnaan Gram adalah untuk:
Membedakan bakteri berdasarkan bentuk selnya (batang, kokus, spiral)
Membedakan bakteri menjadi dua kelompok besar berdasarkan komposisi dinding selnya
Mewarnai seluruh sel dengan satu warna
Melihat struktur flagela bakteri
Mengidentifikasi spesies bakteri secara pasti
Kelompok bakteri yang memberikan hasil ungu (violet) pada pewarnaan Gram disebut:
Gram negatif
Gram positif
Gram variabel
Gram netral
Tidak terwarnai
Kelompok bakteri yang memberikan hasil merah atau merah muda pada pewarnaan Gram disebut:
Gram negatif
Gram positif
Gram variabel
Gram netral
Tidak terwarnai
Urutan reagen yang benar dalam prosedur pewarnaan Gram adalah:
Alkohol – Kristal violet – Iodine – Safranin
Kristal violet – Iodine – Alkohol – Safranin
Safranin – Kristal violet – Alkohol – Iodine
Iodine – Safranin – Alkohol – Kristal violet
Kristal violet – Safranin – Alkohol – Iodine
Fungsi larutan iodine dalam pewarnaan Gram adalah sebagai:
Zat warna primer
Zat warna penutup (counterstain)
Bahan pemucat (decolorizer)
Mordant (memperkuat ikatan zat warna dengan sel)
Pelarut lemak
Fungsi safranin dalam pewarnaan Gram adalah sebagai:
Zat warna primer
Zat warna penutup (counterstain)
Bahan pemucat (decolorizer)
Mordant (memperkuat ikatan zat warna dengan sel)
Fiksatif
Bakteri Gram positif mempertahankan warna ungu karena memiliki:
Lapisan peptidoglikan yang tipis dan membran luar
Lapisan peptidoglikan yang tebal dan tanpa membran luar
Banyak lemak pada dinding sel
Kapsul yang tebal
Flagela yang banyak
Bakteri Gram negatif berwarna merah karena:
Lapisan peptidoglikan tebal menahan kompleks kristal violet-iodin
Lapisan peptidoglikan tipis tidak dapat menahan kompleks kristal violet-iodin yang tercuci alkohol, lalu terwarnai safranin
Tidak dapat diwarnai oleh safranin
Mengikat iodine lebih kuat
Mengandung kristal violet alami
Langkah paling kritis (yang harus dikontrol waktu dengan tepat) dalam pewarnaan Gram adalah:
Pemberian kristal violet
Pemberian iodine
Pencucian dengan alkohol (decolorization)
Pemberian safranin
Fiksasi panas
Jika waktu pencucian alkohol terlalu lama, apa yang mungkin terjadi pada bakteri Gram positif?
Tetap ungu dengan sempurna
Menjadi merah (terdecolorisasi berlebihan)
Menjadi tidak berwarna sama sekali
Menjadi hijau
Menjadi biru tua
Jika waktu pencucian alkohol terlalu singkat, apa yang mungkin terjadi pada bakteri Gram negatif?
Tetap merah muda dengan sempurna
Tampak ungu (false Gram positif / under-decolorization)
Menjadi tidak berwarna
Menjadi hitam
Menjadi biru
Bakteri dari genus berikut yang umumnya termasuk Gram positif adalah:
Escherichia dan Pseudomonas
Staphylococcus dan Bacillus
Salmonella dan Vibrio
Neisseria dan Haemophilus
Semua jawaban di atas Gram negatif
Bakteri dari genus berikut yang umumnya termasuk Gram negatif adalah:
Streptococcus dan Clostridium
Mycobacterium dan Nocardia
Escherichia dan Klebsiella
Lactobacillus dan Listeria
Semua jawaban di atas Gram positif
Faktor yang dapat menyebabkan kesalahan interpretasi hasil Gram (misal: Gram positif tampak negatif) adalah, KECUALI:
Kultur bakteri sudah terlalu tua (lebih dari 24 jam)
Terlalu banyak mencuci dengan alkohol (over-decolorize)
Penggunaan antibiotik oleh pasien sebelum pengambilan sampel
Preparat yang terlalu tebal
Pemberian iodine yang cukup
Bakteri yang tidak memberikan hasil jelas pada pewarnaan Gram (seperti Mycobacterium) karena:
Memiliki dinding sel dengan kandungan lipid (asam mikolat) yang tinggi, sehingga sulit diwarnai dengan pewarnaan biasa
Tidak memiliki dinding sel
Terlalu kecil untuk dilihat
Selalu berbentuk bulat sempurna
Hanya hidup di dalam sel inang
Hasil pewarnaan Gram dari suatu sampel klinis menunjukkan banyak sel berinti (leukosit) dan batang Gram negatif. Interpretasi awal yang mungkin adalah:
Kemungkinan infeksi bakteri Gram negatif dengan respons peradangan
Tidak ada infeksi bakteri
Infeksi jamur
Infeksi virus murni
Kontaminasi sampel saja
Setelah pewarnaan Gram selesai, untuk pengamatan yang jelas di bawah mikroskop, biasanya digunakan pembesaran dengan lensa objektif:
4x atau 10x (pembesaran rendah)
40x atau 100x (minyak imersi) dengan kondensor terangkat dan diafragma dibuka
100x tanpa minyak imersi
Hanya lensa okuler 10x
20x saja sudah cukup
