wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Psikososial & Budaya dalam keperawatan

Total questions: 81

Worksheet time: 1hrs 21mins

Name
Class
Date
1.

Perawat membahas perubahan fungsi seksual akibat penyakit kronis dengan bahasa yang sopan dan tidak menghakimi. Apakah pendekatan yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Sikap etnosentris

b)

Sensitivitas budaya dan seksual

c)

Dominasi nilai perawat

d)

Penghindaran topik sensitif

e)

Intervensi spiritual

2.

Seorang laki-laki, 15 tahun, mengatakan merasa bingung dan cemas terhadap perubahan fisik saat pubertas. Apakah peran perawat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan nasehat moral

b)

Menghindari pembahasan

c)

Memberikan edukasi perkembangan seksual

d)

Menyerahkan pada orang tua

e)

Mengarahkan pada disiplin ketat

3.

Seorang perempuan, 54 tahun di rawat di RS karena mengalami gagal ginjal kronik dan akan dilakukan cuci darah. Atas permintaan keluarga, perawat memfasilitasi pasien untuk bertemu pemuka agama sesuai kepercayaannya. Apakah bentuk intervensi pada kasus tersebut?

a)

Dukungan emosional

b)

Dukungan sosial

c)

Dukungan spiritual

d)

Dukungan instrumental

e)

Dukungan informasional

4.

Seorang perempuan, 27 tahun dirawat di RSU karena ada benjolan di payudara kanan dan dilakukan mastektomi. Hasil pengkajian, pasien pasca mastektomi mengatakan tidak lagi merasa sebagai perempuan seutuhnya dan enggan bercermin. Apakah masalah yang dialami pada kasus tersebut?

a)

Harga diri rendah

b)

Gangguan identitas diri

c)

Gangguan peran diri

5.

Seorang laki-laki, 87 tahun tinggal di RPSTW Panti Lansia, sejak 6 bulan yang lalu istrinya meninggal dunia. Perawat mendengarkan pasien yang menceritakan perasaan sedih akibat kehilangan tanpa menghakimi. Apakah tujuan intervensi keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Mengalihkan perhatian

b)

Mengurangi tangisan

c)

Memfasilitasi proses berduka

d)

Menghentikan kesedihan

e)

Menguatkan rasionalisasi

6.

Seorang perempuan, 64 tahun di rawat di RS karena mengalami gagal ginjal kronik dan akan dilakukan cuci darah. Pasien menolak membicarakan kondisi penyakitnya dan mengatakan hasil pemeriksaan salah. Apakah tahap berduka pada kasus tersebut?

a)

Marah

b)

Depresi

c)

Penyangkalan

d)

Penerimaan

e)

Tawar-menawar

7.

Seorang laki-laki, 50 tahun di rawat di RS karena mengalami gagal ginjal kronik dan penurunan kesadaran. Atas permintaan keluarga, perawat memfasilitasi pasien untuk bertemu pemuka agama sesuai kepercayaannya. Apakah peran perawat pada pasien menjelang ajal tersebut?

a)

Memperpanjang hidup

b)

Memberikan harapan palsu

c)

Memberikan kenyamanan dan dukungan

d)

Menghindari diskusi kematian

e)

Fokus pada prosedur invasif

8.

Seorang perawat menemukan bahwa pasien memiliki kebiasaan pengobatan tradisional yang diwariskan turun-temurun dalam keluarganya. Fenomena tersebut menggambarkan budaya terkait?

a)

A. Pola perilaku biologis

b)

B. Warisan genetik

c)

C. Sistem nilai dan kepercayaan yang dipelajari

d)

D. Kebiasaan individual

e)

E. Adaptasi lingkungan semata

9.

Pasien lebih memilih jamu dibanding obat medis karena kepercayaan keluarga. Perilaku ini dipengaruhi oleh:

a)

Kepercayaan keluarga

b)

Iklan televisi

c)

Harga obat medis

d)

Ketersediaan transportasi

10.

Perawat mengedukasi pasien dengan mengaitkan pesan kesehatan pada nilai budaya setempat. Pendekatan ini bertujuan untuk:

a)

Mengubah budaya pasien

b)

Meningkatkan penerimaan perilaku sehat

c)

Menghilangkan kepercayaan lokal

d)

Menyeragamkan perilaku

e)

Mempercepat tindakan medis

11.

Perawat menyesuaikan intervensi keperawatan dengan nilai dan keyakinan pasien tanpa mengorbankan keselamatan. Pendekatan ini mencerminkan paradigma:

a)

Biomedik

b)

Tradisional

c)

Keperawatan peka budaya

d)

Medikalistik

e)

Kuratif

12.

Pasien menilai perawat yang jarang berbicara dianggap tidak peduli, meskipun tindakan keperawatan telah sesuai prosedur. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan:

a)

Standar klinis

b)

Persepsi budaya tentang caring

c)

Kompetensi teknis

d)

Peraturan rumah sakit

e)

Hierarki profesi

13.

Masyarakat menolak program imunisasi baru karena dianggap bertentangan dengan kebiasaan turun-temurun. Faktor utama penolakan tersebut adalah:

a)

Kurangnya tenaga kesehatan

b)

Hambatan budaya dan kepercayaan

c)

Keterbatasan fasilitas

d)

Masalah ekonomi

e)

Kurangnya regulasi

14.

Perawat mendapat pasien lebih memilih pengobatan tradisional sebelum ke fasilitas kesehatan. Perilaku ini paling tepat dipahami sebagai dampak dari:

a)

Kurangnya pengetahuan medis

b)

Sistem nilai dan kepercayaan budaya

c)

Hambatan akses layanan

15.

Pasien menunda ke rumah sakit karena menganggap sakit adalah bagian dari proses hidup. Pandangan ini mencerminkan persepsi sakit yang bersifat:

a)

Biomedis

b)

Fatalistik budaya

c)

Preventif

d)

Kuratif

e)

Rehabilitatif

16.

Perawat menghadapi pasien yang menolak pengobatan medis karena tidak sesuai dengan keyakinan budaya. Sikap perawat yang paling tepat adalah:

a)

Memaksakan tindakan medis

b)

Mengabaikan keyakinan pasien

c)

Menghormati dan mencari pendekatan budaya

d)

Menyerahkan sepenuhnya pada keluarga

e)

Menghentikan perawatan

17.

Perawat melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan keperawatan sesuai kebiasaan pasien. Tindakan ini menunjukkan penerapan:

a)

Pendekatan individualistik

b)

Pendekatan biomedis

c)

Pendekatan psikososial budaya

d)

Pendekatan administratif

e)

Pendekatan kuratif

18.

Perawat menemukan peningkatan pasien dari berbagai negara dengan latar budaya berbeda di rumah sakit. Dampak globalisasi terhadap praktik keperawatan adalah:

a)

Standarisasi mutlak pelayanan

b)

Penurunan kualitas asuhan

c)

Meningkatnya kebutuhan kompetensi transkultural

d)

Berkurangnya peran keluarga

e)

Hilangnya nilai lokal

19.

Dalam teori keperawatan transkultural, tujuan utama asuhan keperawatan adalah:

a)

Menyeragamkan perawatan

b)

Menghilangkan budaya pasien

c)

Memberikan asuhan yang bermakna secara budaya

d)

Mempercepat penyembuhan

e)

Mengurangi biaya pelayanan

20.

Pasien dari minoritas budaya merasa enggan mengungkapkan keluhan karena takut tidak dipahami. Masalah utama yang muncul adalah:

a)

Masalah komunikasi budaya

b)

Masalah ekonomi keluarga

c)

Masalah administrasi rumah sakit

d)

Masalah peralatan medis

21.

Hambatan dalam komunikasi antara perawat dan pasien dapat disebabkan oleh:

a)

Hambatan bahasa dan budaya

b)

Kurangnya fasilitas

c)

Tingkat pendidikan rendah

d)

Faktor usia

e)

Kondisi penyakit

22.

Masyarakat mengadopsi gaya hidup barat yang berdampak pada meningkatnya penyakit degeneratif. Fenomena ini merupakan dampak globalisasi terhadap:

a)

Nilai spiritual

b)

Pola penyakit dan perilaku kesehatan

c)

Sistem keluarga

d)

Struktur sosial

e)

Pelayanan tradisional

23.

Seorang pasien menolak tindakan tertentu karena bertentangan dengan nilai adatnya. Perawat berupaya memahami makna budaya tersebut sebelum merencanakan asuhan. Tindakan perawat ini mencerminkan konsep utama:

a)

Cultural shock

b)

Culture care diversity

c)

Ethnocentrism

d)

Medical dominance

e)

Biologism

24.

Perawat menyadari bahwa praktik perawatan pasien berbeda antarbudaya dan tidak selalu sama dengan standar pribadinya. Kesadaran ini menunjukkan prinsip:

a)

Culture care universality

b)

Cultural imposition

c)

Ethnosensitivity

d)

Cultural humility

e)

Cultural blindness

25.

Dalam asuhan keperawatan, perawat mengidentifikasi nilai, kepercayaan, dan praktik budaya pasien. Langkah ini sesuai dengan tujuan utama teori Leininger yaitu:

a)

Menyeragamkan asuhan

b)

Memberikan asuhan yang bermakna secara budaya

c)

Menghilangkan praktik tradisional

d)

Mempercepat kesembuhan

e)

Mengurangi biaya perawatan

26.

Sunrise Model Leininger digunakan oleh perawat untuk:

a)

Menentukan diagnosis medis

b)

Mengkaji faktor budaya yang memengaruhi kesehatan

c)

Menilai tingkat nyeri

27.

Dalam Sunrise Model, faktor teknologi, agama, sosial, dan ekonomi dikaji karena:

a)

Menentukan penyakit

b)

Memengaruhi makna dan praktik perawatan

c)

Menggantikan pemeriksaan fisik

d)

Mengurangi peran keluarga

e)

Menyeragamkan asuhan

28.

Pasien merasa lebih nyaman dan kooperatif setelah perawat menghormati kebiasaan budayanya. Hasil ini menunjukkan manfaat utama asuhan keperawatan transkultural yaitu:

a)

Penurunan biaya

b)

Kepuasan dan penerimaan pasien

c)

Peningkatan beban kerja

d)

Standardisasi asuhan

e)

Pengurangan peran keluarga

29.

Pasien menolak praktik tertentu yang membahayakan kesehatan setelah edukasi budaya sensitif. Keputusan perawat untuk memodifikasi praktik tersebut menunjukkan:

a)

Cultural care preservation

b)

Cultural care accommodation

c)

Cultural care repatterning

d)

Cultural dominance

e)

Cultural neglect

30.

Pasien menolak penggunaan monitor jantung karena takut “ketergantungan mesin” dan tidak memahami fungsinya. Faktor budaya yang perlu dikaji perawat adalah:

a)

Faktor ekonomi

b)

Faktor pendidikan

c)

Faktor teknologi

d)

Faktor kebijakan

e)

Faktor sosial

31.

Perawat mengkaji pengalaman pasien sebelumnya terhadap penggunaan alat medis modern. Tujuan utama pengkajian ini adalah untuk mengetahui:

a)

Tingkat nyeri

b)

Persepsi dan penerimaan teknologi

c)

Diagnosis medis

d)

Dukungan keluarga

e)

Status ekonomi

32.

Pasien menolak transfusi darah karena keyakinan agama dan menyerahkan kesembuhan sepenuhnya pada Tuhan. Faktor utama yang memengaruhi keputusan pasien adalah:

a)

Sosial

b)

Budaya

c)

Agama dan falsafah hidup

d)

Pendidikan

e)

Ekonomi

33.

Perawat melibatkan tokoh keluarga dalam perencanaan asuhan karena keputusan bersifat kolektif. Pendekatan ini didasarkan pada pengkajian faktor:

a)

Sosial dan kekeluargaan

b)

Ekonomi

c)

Pendidikan

d)

Teknologi

e)

Gaya hidup

34.

Seorang perawat merawat pasien dari suku tertentu yang menolak makanan rumah sakit karena tidak sesuai dengan pantangan budaya. Perawat kemudian berkolaborasi dengan keluarga untuk menyediakan makanan yang sesuai tanpa mengganggu terapi medis. Tindakan perawat tersebut mencerminkan konsep:

a)

Cultural imposition

b)

Cultural care preservation

c)

Cultural care accommodation

d)

Cultural care repatterning

e)

Ethnocentrism

35.

Pasien lansia percaya bahwa penyakitnya disebabkan oleh kutukan leluhur. Perawat tidak menyangkal kepercayaan tersebut, tetapi tetap memberikan edukasi medis dengan bahasa yang dapat diterima pasien. Pendekatan ini sesuai dengan prinsip:

a)

Cultural sensitivity

b)

Cultural conflict

c)

Cultural care preservation

d)

Cultural care repatterning

e)

Cultural shock

36.

Seorang ibu postpartum menolak mandi selama 40 hari karena kepercayaan budaya. Perawat menilai bahwa praktik ini berisiko terhadap kesehatan. Perawat kemudian mengedukasi dan menyepakati modifikasi praktik yang lebih aman. Tindakan perawat termasuk:

a)

Cultural care accommodation

b)

Cultural care preservation

c)

Cultural care repatterning

37.

Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat mengkaji nilai budaya, kepercayaan, dan praktik kesehatan pasien sebagai bagian dari pengkajian holistik. Konsep utama teori Leininger yang diterapkan adalah:

a)

Holistic care

b)

Biomedical model

c)

Culture care diversity and universality

d)

Human caring

e)

Transpersonal caring

38.

Seorang pasien menolak transfusi darah karena keyakinan agama. Perawat menghormati keputusan pasien dan mendiskusikan alternatif terapi dengan tim kesehatan. Pendekatan perawat mencerminkan:

a)

Cultural dominance

b)

Cultural care preservation

c)

Cultural conflict

d)

Cultural shock

e)

Cultural ignorance

39.

Dalam model Sunrise, faktor yang paling berpengaruh terhadap praktik kesehatan masyarakat adalah:

a)

Faktor teknologi

b)

Faktor ekonomi

c)

Faktor pendidikan

d)

Faktor budaya dan sosial

e)

Faktor lingkungan

40.

Pasien dari budaya tertentu lebih nyaman dirawat oleh perawat dengan jenis kelamin yang sama. Perawat mengatur penugasan sesuai permintaan tersebut. Tindakan ini termasuk:

a)

Cultural care accommodation

b)

Cultural care repatterning

c)

Cultural conflict

d)

Cultural blindness

e)

Cultural shock

41.

Perawat memahami bahwa setiap budaya memiliki persamaan dan perbedaan dalam praktik perawatan kesehatan. Pernyataan ini sesuai dengan konsep:

4 lines
42.

Seorang perawat gagal memahami kebiasaan budaya pasien sehingga terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Situasi ini disebut:

a)

Cultural dominance

b)

Cultural conflict

c)

Cultural awareness

d)

Cultural care preservation

e)

Cultural safety

43.

Perawat menganggap budaya pasien kurang benar dibandingkan budaya sendiri. Sikap ini disebut:

a)

Ethnocentrism

b)

Cultural humility

c)

Cultural competence

d)

Cultural sensitivity

e)

Cultural awareness

44.

Perawat membantu pasien mempertahankan praktik budaya yang mendukung proses penyembuhan. Tindakan ini merupakan:

a)

Cultural care repatterning

b)

Cultural care preservation

c)

Cultural care accommodation

d)

Cultural imposition

e)

Cultural conflict

45.

Kompetensi budaya perawat paling tepat ditunjukkan dengan kemampuan:

a)

Mengubah budaya pasien

b)

Menghindari kontak budaya

c)

Memberikan asuhan sesuai nilai budaya pasien

d)

Mengutamakan standar pribadi

e)

Menyeragamkan perawatan

46.

Perawat mengintegrasikan nilai budaya pasien ke dalam rencana asuhan keperawatan. Tahap proses keperawatan yang dimaksud adalah:

a)

A. Pengkajian

b)

B. Diagnosa

c)

C. Perencanaan

47.

Dalam teori Leininger, tujuan utama asuhan keperawatan adalah:

a)

Menyembuhkan penyakit

b)

Memberikan perawatan standar

c)

Memberikan asuhan yang bermakna secara budaya

d)

Menghilangkan perbedaan budaya

e)

Meningkatkan teknologi perawatan

48.

Pasien menggunakan obat tradisional bersamaan dengan terapi medis. Perawat mengkaji potensi interaksi tanpa melarang langsung. Pendekatan ini mencerminkan:

a)

Cultural imposition

b)

Cultural care accommodation

c)

Cultural shock

d)

Cultural ignorance

e)

Cultural dominance

49.

Perawat menyadari keterbatasan pengetahuannya tentang budaya lain dan terus belajar. Sikap ini disebut:

a)

Cultural awareness

b)

Cultural humility

c)

Cultural competence

d)

Cultural sensitivity

e)

Cultural knowledge

50.

Dalam model Sunrise, faktor yang berkaitan dengan struktur kekuasaan dan kebijakan adalah:

a)

Faktor teknologi

b)

Faktor ekonomi

c)

Faktor politik dan hukum

d)

Faktor lingkungan

e)

Faktor pendidikan

51.

Perawat menyesuaikan metode komunikasi karena pasien tidak fasih berbahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan penerapan:

a)

Cultural conflict

b)

Cultural sensitivity

c)

Cultural dominance

d)

Cultural shock

e)

Cultural ignorance

52.

Perawat mengubah praktik perawatan yang berisiko dengan tetap menghormati nilai budaya pasien. Ini merupakan contoh:

a)

Preservation

b)

Accommodation

c)

Repatterning

d)

Imposition

e)

Universality

53.

Perbedaan cara pandang terhadap sakit dan sehat antarbudaya harus disikapi perawat dengan:

a)

Penolakan

b)

Pemaksaan

c)

Penerimaan dan pemahaman

d)

Penghindaran

e)

Standarisasi

54.

Tujuan penerapan keperawatan transkultural adalah:

a)

Menyeragamkan perawatan

b)

Menghilangkan budaya pasien

c)

Meningkatkan kepuasan dan hasil kesehatan pasien

d)

Mengurangi peran keluarga

e)

Mempercepat tindakan medis

55.

Perawat mempertimbangkan nilai spiritual pasien dalam pengambilan keputusan keperawatan. Aspek model Sunrise yang digunakan adalah:

a)

Teknologi

b)

Religi dan filosofi hidup

c)

Politik

d)

Pendidikan

e)

Ekonomi

56.

Asuhan keperawatan transkultural yang tidak sesuai budaya pasien berisiko menyebabkan:

a)

Kepuasan pasien meningkat

b)

Penurunan konflik

c)

Penolakan asuhan

d)

Peningkatan kepatuhan

e)

Penyembuhan lebih cepat

57.

Perawat menanyakan kebiasaan, nilai, dan kepercayaan pasien terkait kesehatan sebelum menyusun rencana asuhan. Tindakan ini merupakan langkah:

4 lines
58.

Pasien menyatakan lebih percaya pengobatan tradisional dibandingkan medis. Data tersebut termasuk dalam pengkajian aspek:

a)

Biologis

b)

Psikologis

c)

Budaya

d)

Lingkungan fisik

e)

Administratif

59.

Perawat menggunakan Sunrise Model Leininger untuk mengkaji pasien. Tujuan utama penggunaan model tersebut adalah untuk:

a)

Menentukan diagnosis medis

b)

Mengkaji faktor budaya yang memengaruhi perawatan

c)

Mengukur tingkat nyeri

d)

Menentukan lama rawat

e)

Menilai status gizi

60.

Perawat menanyakan siapa pengambil keputusan utama dalam keluarga pasien. Pengkajian ini berhubungan dengan faktor:

a)

Teknologi

b)

Pendidikan

c)

Sosial dan kekeluargaan

d)

Ekonomi

e)

Kebijakan rumah sakit

61.

Pasien menolak alat medis modern karena takut bertentangan dengan keyakinannya. Data ini paling tepat dikategorikan sebagai:

a)

Masalah fisik

b)

Masalah psikologis

c)

Respons budaya terhadap teknologi

d)

Gangguan kognitif

e)

Masalah ekonomi

62.

Pasien menolak tindakan keperawatan karena bertentangan dengan nilai budaya. Diagnosis keperawatan transkultural yang paling tepat adalah:

a)

Ansietas

b)

Ketidakpatuhan

c)

Konflik nilai budaya dengan tindakan kesehatan

63.

Pasien kesulitan menerima terapi karena perbedaan bahasa dan budaya. Diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:

a)

Gangguan komunikasi verbal terkait perbedaan budaya

b)

Isolasi sosial

c)

Ansietas

d)

Ketidakberdayaan

e)

Gangguan persepsi

64.

Pasien hanya mau mengikuti perawatan setelah berkonsultasi dengan tokoh adat. Diagnosis keperawatan transkultural yang paling tepat:

a)

Ketergantungan

b)

Pengambilan keputusan kesehatan dipengaruhi nilai budaya

c)

Risiko konflik

d)

Gangguan peran

e)

Koping tidak efektif

65.

Pasien menolak diet rumah sakit karena tidak sesuai pantangan budaya. Diagnosis keperawatan yang paling sesuai adalah:

a)

Ketidakseimbangan nutrisi

b)

Ketidakpatuhan diet

c)

Konflik budaya terkait pola makan

d)

Risiko defisit cairan

e)

Gangguan konsep diri

66.

Perawat mengizinkan pasien menjalankan ritual budaya yang tidak membahayakan kesehatan. Intervensi ini termasuk:

a)

Cultural care repatterning

b)

Cultural care preservation

c)

Cultural care imposition

d)

Cultural conflict

e)

Cultural neglect

67.

Perawat menyesuaikan waktu tindakan agar sesuai dengan jadwal ibadah pasien. Jenis intervensi transkultural ini adalah:

a)

Cultural care repatterning

b)

Cultural care accommodation

c)

Cultural care preservation

d)

Cultural dominance

e)

Cultural avoidance

68.

Perawat mengedukasi pasien untuk mengganti praktik tradisional yang berisiko dengan alternatif yang lebih aman. Tindakan ini merupakan:

a)

Cultural care preservation

b)

Cultural care accommodation

c)

Cultural care repatterning

d)

Cultural neglect

e)

Cultural blindness

69.

Pasien menolak tindakan invasif karena takut efek spiritual. Intervensi awal perawat yang paling tepat adalah:

a)

Memaksa demi keselamatan

b)

Menghentikan perawatan

c)

Memberikan edukasi dengan pendekatan sensitif budaya

d)

Mengabaikan penolakan

e)

Menyerahkan sepenuhnya pada keluarga

70.

Perawat melibatkan keluarga dan tokoh masyarakat dalam edukasi kesehatan pasien. Tujuan utama intervensi ini adalah untuk:

a)

Mengurangi tanggung jawab perawat

b)

Meningkatkan penerimaan dan kepatuhan pasien

c)

Mempercepat administrasi

d)

Menghindari konflik tim

e)

Menyeragamkan perawatan

71.

Tujuan utama asuhan keperawatan transkultural adalah:

a)

Menyeragamkan perawatan

b)

Menghilangkan praktik budaya

c)

Memberikan asuhan keperawatan yang bermakna dan dapat diterima secara budaya

d)

Mempercepat kesembuhan secara medis

e)

Mengurangi beban kerja perawat

72.

Seorang pasien menolak penggunaan ventilator karena takut "melawan kehendak Tuhan". Perawat menganalisis bahwa keputusan pasien sangat dipengaruhi oleh keyakinan religius. Dalam Sunrise Model Leininger, faktor utama yang dominan adalah:

a)

Faktor teknologi

b)

Faktor sosial dan kekeluargaan

c)

Faktor agama dan falsafah hidup

d)

Faktor ekonomi

e)

Faktor pendidikan

73.

Pasien hanya mau menjalani tindakan medis setelah mendapat persetujuan keluarga besar dan tokoh adat. Analisis perawat berdasarkan Sunrise Model menunjukkan dominasi faktor:

a)

Pendidikan

b)

Sosial dan keterkaitan kekeluargaan

c)

Nilai gaya hidup

d)

Kebijakan rumah sakit

e)

Teknologi

74.

Pasien menolak infus karena menganggap alat tersebut “mengganggu keseimbangan tubuh alami”. Faktor Sunrise Model yang paling relevan dianalisis perawat adalah:

a)

Faktor ekonomi

b)

Faktor pendidikan

c)

Faktor teknologi

d)

Faktor kebijakan

e)

Faktor lingkungan fisik

75.

Perawat menemukan bahwa pasien tidak patuh kontrol karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan. Dalam Sunrise Model, kondisi ini berkaitan dengan faktor:

a)

Sosial

b)

Teknologi

c)

Pendidikan

d)

Ekonomi

e)

Agama

76.

Pasien menolak diet rumah sakit karena bertentangan dengan pantangan budaya sehari-hari. Analisis perawat menunjukkan pengaruh faktor Sunrise Model berupa:

a)

Pendidikan

b)

Kebijakan rumah sakit

c)

Nilai budaya dan gaya hidup

d)

Ekonomi

e)

Teknologi

77.

Keluarga pasien memprotes aturan jam kunjung karena dalam budaya mereka keluarga harus selalu mendampingi orang sakit. Faktor Sunrise Model yang mengalami konflik adalah:

a)

A. Nilai budaya dengan teknologi

b)

B. Faktor ekonomi dengan pendidikan

c)

C. Faktor sosial-budaya dengan kebijakan rumah sakit

d)

D. Faktor agama dengan teknologi

e)

E. Faktor pendidikan dengan gaya hidup

78.

Perawat menganalisis bahwa pasien sulit memahami edukasi kesehatan karena tingkat pendidikan rendah dan bahasa medis yang kompleks. Faktor Sunrise Model yang perlu dimodifikasi dalam intervensi adalah:

a)

Teknologi

b)

Pendidikan

c)

Ekonomi

d)

Agama

e)

Kebijakan

79.

Pasien lebih percaya ramuan tradisional dibanding obat dokter karena kebiasaan turun-temurun. Berdasarkan Sunrise Model, perawat harus mengevaluasi dominasi faktor:

a)

Sosial dan keluarga

b)

Pendidikan

c)

Nilai budaya dan gaya hidup

d)

Ekonomi

e)

Teknologi

80.

Perawat mengintegrasikan nilai budaya pasien dengan terapi medis agar pasien tetap menjalankan ritual yang tidak membahayakan. Keputusan ini menunjukkan pemanfaatan Sunrise Model pada tahap:

a)

A. Pengkajian

b)

B. Diagnosis

c)

C. Analisis faktor budaya

d)

D. Perencanaan intervensi transkultural

e)

E. Dokumentasi

81.

KELAS

4 lines