Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Kimia Medisinal – Ekstraksi dari Lembar Kerja

Total questions: 58

Worksheet time: 29mins

Name
Class
Date
1.

Berdasarkan analisis sifat fisiko-kimia phenacetin dan parasetamol, mengapa phenacetin memiliki nilai Log P yang lebih tinggi (1,15) dibandingkan Paracetamol (0,55)?

a)

Karena phenacetin memiliki gugus hidroksil yang sangat polar sehingga meningkatkan kelarutan air

b)

Karena adanya gugus etoksi pada phenacetin yang meningkatkan karakter nonpolar dan lipofilisitas senyawa

c)

Karena parasetamol memiliki berat molekul yang jauh lebih besar daripada phenacetin sehingga sulit menembus membran

d)

Karena phenacetin mampu bertindak sebagai donor ikatan hydrogen yang lebih kuat pada bagian rantai alkinya

e)

Karena parasetamol tidak memiliki atom nitrogen dalam struktur intinya yang menyebabkan nilai Log P rendah

2.

Mengapa parameter kinetika (seperti residence time) dianggap lebih baik daripada parameter kesetimbangan tradisional (Ki atau IC50) untuk memprediksi efikasi in vivo?

a)

Karena parameter kinetika lebih mudah diukur di laboratorium

b)

Karena parameter kesetimbangan tidak berlaku pada sistem tubuh yang terbuka dan dinamis

c)

Karena nilai kinetika selalu lebih tinggi daripada nilai afinitas

d)

Karena obat dengan kinetika cepat pasti lebih aman bagi pasien

e)

Karena parameter kinetika hanya fokus pada dosis obat yang diberikan

3.

Metode komputasi berat apa yang dapat dihindari dengan menggunakan Macromolecular Pertubation Theory untuk mempelajari sistem berukuran besar?

a)

Monte Carlo simulation

b)

Ab initio molecular dynamics (AIMD)

c)

Density Functional Theory (DFT)

d)

Semi-empirical methods

e)

Molecular mechanics (MM)

4.

Mengapa Dopamin memiliki kemampuan donor-akseptor ikatan hidrogen yang lebih tinggi dan interaksi hidrogen yang lebih kuat dibandingkan Amfetamin?

a)

Amfetamin hanya memiliki satu gugus amina sekunder

b)

Dopamin memiliki jarak ikatan hidrogen yang lebih pendek (1,8–2,9 Å)

c)

Dopamin memiliki dua gugus hidroksil dan satu gugus amina

d)

Amfetamin memiliki stabilitas metabolik yang lebih baik

e)

Dopamin lebih mudah terionisasi pada pH fisiologis

5.

Kapan gugus -OH dapat menciptakan momen dipol yang kuat pada molekul?

a)

Ketika gugus -OH dapat mendonorkan dan menerima ikatan hidrogen dengan molekul air

b)

Ketika CH3 yang berikatan dengan -OH tidak mampu membentuk ikatan hidrogen akibat ke elektronegativitas yang kuat

c)

Ketika gugus -OH mampu meningkatkan PSA

d)

Ketika gugus -OH memiliki ikatan O–H dengan selisih elektronegativitas besar (Oksigen 3,5 vs Hidrogen 2,1)

e)

Ketika tidak ada satu pun gugus -OH yang berikatan

6.

Seorang peneliti melakukan pengujian nilai Log P obat X ditemukan nilai Log P berada dalam rentang 1–3. Interpretasi hasil yang tepat adalah

a)

Obat sangat hidrofilik dan cocok untuk IV

b)

Obat agak hidrofilik

c)

Obat cocok untuk absorpsi oral

d)

Obat sangat lipofilik

e)

Obat risiko toksisitas tinggi

7.

Parameter residence time (RT) dianggap lebih relevan dalam memprediksi durasi efek obat dibandingkan afinitas (KD). RT terutama dipengaruhi oleh faktor

a)

Nilai KD yang tinggi

b)

Besarnya konstanta asosiasi (kon)

c)

Lambatnya konstanta disosiasi (koff)

d)

Jumlah reseptor aktif di membran

e)

Banyaknya ikatan ionik dalam struktur obat

8.

Perbedaan paling mendasar antara mekanisme lock and key dan induced fit dalam interaksi obat–reseptor adalah

a)

Pada induced fit, ligan harus memiliki bentuk yang identik dengan situs aktif

b)

Pada lock and key, protein berubah bentuk mengikuti ligan

c)

Pada induced fit, reseptor mengalami perubahan konformasi setelah ligan mendekat

d)

Pada lock and key, pengikatan hanya terjadi pada enzim dan tidak pernah pada reseptor

e)

Induced fit tidak membutuhkan kecocokan struktur apa pun

9.

Aktivitas biologis amfetamin lebih kuat dibanding dopamin terutama karena

a)

Amfetamin mudah teroksidasi sehingga cepat menghasilkan radikal bebas

b)

Dopamin memiliki afinitas lebih tinggi terhadap reseptor serotonin

c)

Amfetamin meningkatkan pelepasan dopamin dan menghambat reuptake

d)

Dopamin memiliki waktu paruh lebih panjang sehingga efeknya lebih lama

e)

Amfetamin lebih polar sehingga cepat berdifusi dalam cairan biologis

10.

Mekanisme hinge movement dalam Charnière Theory berfungsi untuk

a)

Mengikat obat secara permanen pada reseptor

b)

Menggerakkan bagian aktif obat agar dapat mencapai situs pengikatan utama

c)

Meningkatkan kelarutan obat dalam plasma

d)

Menurunkan afinitas obat terhadap reseptor

e)

Menghambat proses rebinding obat pada reseptor

11.

Suatu obat basa lemah menunjukkan kelarutan tinggi pada pH asam dan rendah pada pH basa. Strategi formulasi yang paling tepat untuk meningkatkan kelarutan obat tersebut adalah:

a)

Membuat prodrug ester

b)

Mengubahnya menjadi garam asam

c)

Menurunkan ukuran partikel saja

d)

Menambahkan buffer basa

e)

Menginkubasi dengan protein plasma

12.

Ikatan obat dengan reseptor yang bersifat kovalen umumnya menyebabkan:

a)

Efek reversibel dan singkat

b)

Penurunan afinitas obat

c)

Antagonisme kompetitif

d)

Antagonisme irreversibel

e)

Aktivasi reseptor berlebihan

13.

Apa faktor utama yang membuat amfetamin lebih mudah menembus sawar darah otak dibandingkan dopamin?

a)

Amfetamin memiliki dua gugus hidroksil sehingga lebih mudah larut dalam air.

b)

Amfetamin memiliki nilai log P negatif sehingga lebih cepat terdifusi ke jaringan.

c)

Amfetamin memiliki polaritas tinggi akibat adanya gugus fenolik.

d)

Amfetamin memiliki lipofilisitas lebih tinggi karena tidak memiliki gugus hidroksil, sehingga lebih mudah melewati membran lipid.

e)

Amfetamin mudah terionisasi pada pH fisiologis sehingga lebih cepat masuk ke otak.

14.

Apa mekanisme yang membuat obat dengan desain Charnière memiliki durasi aksi lebih panjang?

a)

Obat mengalami degradasi lebih cepat sehingga meningkatkan frekuensi pengikatan reseptor.

b)

Obat memiliki k_off tinggi sehingga cepat terlepas dari reseptor.

c)

Obat tidak memerlukan penjangkaran sehingga lebih mudah berdifusi dalam plasma.

d)

Obat melakukan penjangkaran pada membran dan memungkinkan terjadinya rebinding berulang sebelum menjauh dari reseptor.

e)

Obat bersifat sepenuhnya hidrofilik sehingga cepat menembus membran sel.

15.

Efek samping gastrointestinal akibat penggunaan ibuprofen dan naproxen terutama disebabkan oleh:

a)

Inhibisi COX-2 secara selektif

b)

Penurunan permeabilitas membran mukosa

c)

Inhibisi COX-1 dan penurunan prostaglandin pelindung

d)

Kenaikan pH lambung secara drastis

e)

Interaksi obat dengan albumin yang berlebihan

16.

Aktivitas antiviral inhibitor furin terutama disebabkan oleh:

a)

Meningkatnya produksi protein spike virus

b)

Ketidakmampuan virus memotong spike protein sehingga tidak dapat melakukan fusi sel

c)

Peningkatan replikasi RNA virus

d)

Blokade translasi mRNA sel inang

e)

Penurunan transport ion melalui ENaC

17.

Sifat obat yang tidak terionisasi akan membuat obat tersebut

a)

Lebih mudah larut dalam air

b)

Lebih sulit menembus membran sel

c)

Lebih mudah menembus membran lipid

d)

Tidak dapat diserap tubuh

e)

Selalu bersifat toksik

18.

Zat yang dapat menimbulkan efek setelah berikatan dengan reseptor disebut

a)

Antagonis

b)

Agonis

c)

Stabilizer

d)

Modulator pasif

e)

Inhibitor enzim

19.

Dalam Two-State Model, reseptor R2 memiliki karakteristik utama berupa…

a)

Afinitas rendah dan cepat melepaskan ligan

b)

Tidak mampu berinteraksi dengan ligan

c)

Afinitas tinggi dan menahan ligan lebih lama

d)

Selalu berubah menjadi R1 saat ligan hadir

e)

Hanya berikatan dengan antagonis

20.

Mengapa interaksi van der Waals tetap penting dalam pengikatan ligan–reseptor…

a)

Karena merupakan ikatan paling kuat dalam biologi

b)

Karena hanya terjadi pada molekul bermuatan

c)

Karena menghasilkan ikatan kovalen permanen

d)

Karena jumlahnya yang banyak memberi stabilisasi signifikan

e)

Karena tidak memerlukan jarak dekat antar atom

21.

Bagaimana mekanisme pengikatan obat berdasarkan Teori Charnière (Teori Engsel) berkontribusi terhadap peningkatan durasi kerja obat?

a)

Peningkatan laju lepas (koff) obat dari reseptor sehingga molekul dapat berinteraksi dengan reseptor lain

b)

Peningkatan kelarutan obat dalam plasma, yang mempercepat penyebaran ke seluruh jaringan biologis

c)

Bagian lipofilik obat menahan molekul tetap terjangkar pada membran/exosite, memfasilitasi pengikatan ulang (rebinding) yang memperpanjang waktu tinggal (residence time) obat

d)

Peningkatan kekakuan (rigidity) struktur molekul, yang mengunci bagian aktif obat pada situs orthosterik

e)

Peningkatan polaritas dan sifat hidrofilisitas secara ekstrem untuk mempercepat eliminasi melalui ginjal

22.

Konsep residence time (RT) dalam interaksi obat–reseptor menggambarkan…

a)

Kecepatan obat menempel pada reseptor (kon)

b)

Kecepatan obat lepas dari reseptor (koff)

c)

Besarnya energi ikatan hidrofobik antara obat dan reseptor

d)

Lamanya obat bertahan pada reseptor sebelum terlepas

e)

Jumlah ikatan hidrogen yang terbentuk antara obat dan reseptor

23.

Apa sifat fisiko-kimia yang diukur menggunakan parameter log P atau log D yang sangat krusial dalam menentukan absorpsi dan distribusi obat?

a)

Jumlah akseptor ikatan hidrogen

b)

Berat molekul

c)

Topological polar surface area (TPSA)

d)

Lipofilisitas

e)

Derajat ionisasi (pKa)

24.

Apa bagian obat yang berinteraksi secara spesifik dengan reseptor target dan bertanggung jawab penuh terhadap aktivitas biologis?

a)

Toksofor

b)

Bioavailibilitas

c)

Farmakodinamika

d)

Farmakofor

e)

Gugus fungsi

25.

Obat dalam bentuk tidak terionisasi memiliki karakteristik yang menyebabkan obat tersebut…

a)

Memiliki kelarutan tinggi dalam air

b)

Sulit melewati membran sel

c)

Lebih mudah melewati lapisan membran sel

d)

Tidak bisa diserap oleh tubuh

e)

Dapat menimbulkan efek toksik

26.

Zat obat yang menimbulkan efek biologis dengan cara berikatan dan mengaktifkan reseptor disebut…

a)

Aktivator reseptor

b)

Modulator reseptor

c)

Antagonis reseptor

d)

Penghambat kompetitif

e)

Regulasi reseptor

27.

Penicillin G dan Amoxicillin memiliki perbedaan pada substituennya yang akan menyebabkan…

a)

Amoxicillin lebih polar dan stabil pada lingkungan asam dibandingkan penicillin G

b)

Penicillin G lebih stabil pada asam lambung

c)

Amoxicillin lebih mudah terdegradasi oleh β-laktamase

d)

Penicillin G lebih mudah diabsorpsi secara oral

e)

Penicillin G bekerja di spektrum yang lebih luas dibandingkan amoxicillin

28.

Apa yang dimaksud dengan mekanisme charnière dalam interaksi obat–reseptor?

a)

Obat berikatan dengan reseptor hanya melalui difusi bebas di fase cair

b)

Membran sel berfungsi sebagai penghalang yang mencegah obat mencapai reseptor

c)

Bagian lipofilik obat menambatkan diri pada membran, sementara bagian aktifnya berikatan berulang dengan reseptor

d)

Obat langsung tereliminasi setelah terlepas dari reseptor

e)

Obat mengalami ikatan kovalen permanen dengan reseptor sehingga efeknya tidak dapat dibalik

29.

Sebuah senyawa obat menunjukkan nilai log P yang terlalu tinggi. Dampak yang paling mungkin terhadap aktivitas biologisnya adalah…

a)

Mudah menembus membran dan langsung tereliminasi cepat

b)

Kesulitan menembus membran sel sehingga aktivitas menurun

c)

Terakumulasi pada jaringan lemak dan memperlambat eliminasi obat

d)

Tidak dapat berikatan dengan reseptor karena terlalu hidrofilik

e)

Waktu paruh menjadi sangat pendek karena mudah larut air

30.

Pada mekanisme Teori Charnière, mengapa obat dapat memiliki durasi kerja yang lebih lama meskipun konsentrasi plasma menurun?

a)

Karena obat membentuk ikatan kovalen permanen dengan reseptor

b)

Karena bagian lipofilik bertindak sebagai jangkar yang menjaga obat tetap dekat reseptor sehingga dapat mengikat ulang (rebinding)

c)

Karena obat hanya bekerja pada reseptor allosterik

d)

Karena obat mengalami degradasi lambat di hati

e)

Karena reseptor berubah menjadi tidak aktif setelah ikatan pertama

31.

Materi Fisiko Kimia Obat: Mekanisme kerja antibiotik β-laktam seperti Penicillin G dan Amoxicillin adalah

a)

Menghambat sintesis protein pada ribosom 30S

b)

Menghambat enzim penicillin-binding proteins sehingga mencegah pembentukan ikatan silang peptidoglikan

c)

Menginhibisi topoisomerase IV sehingga replikasi DNA terganggu

d)

Menghambat pembentukan asam folat pada bakteri

e)

Mengganggu permeabilitas membran sitoplasma secara langsung

32.

Materi Interaksi Obat-Reseptor: Mengapa fleksibilitas (hinge movement) suatu molekul penting dalam Charnière Theory?

a)

Karena fleksibilitas mengurangi afinitas obat terhadap reseptor

b)

Karena fleksibilitas memungkinkan dua gugus aktif menyesuaikan orientasinya untuk mencapai posisi optimal pada reseptor

c)

Karena fleksibilitas meningkatkan sifat hidrofobik molekul

d)

Karena fleksibilitas membuat obat lebih mudah diekskresikan

e)

Karena fleksibilitas membuat obat tidak memerlukan interaksi dengan membran

33.

Analisis SAR menunjukkan bahwa penghilangan satu gugus OH pada struktur obat tertentu dapat mengurangi nilai efficacy, tetapi afinitasnya tetap sama. Fenomena ini dapat terjadi karena?

a)

Ikatan ionik masih terbentuk, tetapi kemampuan obat mengaktifkan reseptor terganggu

b)

Terdapat adanya interaksi stacking yang terganggu

c)

LogP mengalami peningkatan secara drastis

d)

Interaksi hidrofobik yang berkurang

e)

Nilai pKa mengalami perubahan sehingga tidak dapat berikatan

34.

Gugus benzil yang terdapat pada Penicillin G dapat menyebabkan kelarutan pada air menjadi rendah, hal ini dapat terjadi karena?

a)

Gugus benzil meningkatkan reaktivitas β-laktam

b)

Gugus benzil dapat membuat molekul lebih mudah terionisasi

c)

Gugus benzil menurunkan nilai pKa

d)

Gugus benzil tidak dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air

e)

Gugus benzil sangat reaktif terhadap air

35.

Suatu obat memiliki pKa 7,4 dan merupakan asam lemah. Jika obat tersebut diberikan secara oral, pada bagian saluran cerna manakah obat akan memiliki derajat ionisasi paling kecil sehingga absorpsinya paling optimal?

a)

Lambung dengan pH 1–2

b)

Duodenum dengan pH 5–6

c)

Jejunum dengan pH 6–7

d)

Ileum dengan pH 7,5–8

e)

Kolon dengan pH 8–8,5

36.

Sebuah agonis β2-adrenergik mengalami penurunan efikasi meskipun konsentrasi obat tetap dan reseptor tidak mengalami penurunan jumlah. Analisis menunjukkan bahwa terjadi perubahan struktur pada sisi pengikatan sehingga transduksi sinyal tidak maksimal. Fenomena ini disebut?

a)

Competitive antagonism

b)

Spare receptor effect

c)

Partial agonism

d)

Desensitisasi fungsional

e)

Inverse agonism

37.

Perbedaan utama antara model lock & key dan induced fit adalah...

a)

Lock & key menunjukkan protein fleksibel; induced fit menunjukkan protein kaku

b)

Lock & key bersifat dinamis; induced fit bersifat rigid

c)

Lock & key menekankan kecocokan bentuk tetap, sedangkan induced fit melibatkan perubahan konformasi protein

d)

Keduanya menyatakan protein tidak berubah bentuk saat ligan berikatan

e)

Induced fit berlaku hanya pada reseptor membran

38.

Dalam mekanisme induced fit, perubahan konformasi protein disebabkan oleh...

a)

Aktivasi ATP

b)

Mendekatnya ligan ke situs aktif

c)

Degradasi enzim oleh protease

d)

Perubahan suhu lingkungan

e)

Hilangnya ikatan hidrogen internal

39.

Apa keterbatasan utama dari Occupancy Theory klasik yang dikemukakan oleh A.J. Clark yang kemudian diperbaiki oleh teori R.P. Stephenson?

a)

Teori Clark menyatakan bahwa interaksi obat-reseptor bersifat ireversibel (tidak dapat lepas)

b)

Teori Clark terlalu fokus pada aktivitas intrinsik tanpa memperhitungkan afinitas

c)

Teori Clark tidak dapat menjelaskan hubungan antara dosis obat dan respon biologis

d)

Teori Clark mengasumsikan bahwa efek maksimal hanya terjadi jika semua reseptor diduduki sehingga gagal menjelaskan fenomena agonis parsial dan antagonis

e)

Teori Clark hanya berlaku untuk reseptor inti sel dan tidak berlaku untuk reseptor membran

40.

Dalam kimia medisin, parameter ketinggian Woodward (h-Woodward) digunakan untuk memprediksi sifat apa dari antibiotik beta-laktam?

a)

Afinitas ikatan terhadap protein plasma

b)

Kelarutan obat dalam lemak (lipofilisitas)

c)

Potensi terjadinya resistensi bakteri

d)

Kemampuan menembus porin bakteri Gram-negatif

e)

Reaktivitas kimia intrinsik dan kerentanan terhadap hidrolisis

41.

Apa keterbatasan utama dari Occupancy Theory klasik yang dikemukakan oleh A.J. Clark yang kemudian diperbaiki oleh teori R.P. Stephenson?

a)

Teori Clark menyatakan bahwa interaksi obat–reseptor bersifat ireversibel (tidak dapat lepas).

b)

Teori Clark terlalu fokus pada aktivitas intrinsik tanpa memperhitungkan afinitas.

c)

Teori Clark tidak dapat menjelaskan hubungan antara dosis obat dan respon biologis.

d)

Teori Clark mengasumsikan bahwa efek maksimal hanya terjadi jika semua reseptor diduduki sehingga gagal menjelaskan fenomena agonis parsial dan antagonis.

e)

Teori Clark hanya berlaku untuk reseptor inti sel dan tidak berlaku untuk reseptor membran.

42.

Dalam kimia medisinal, parameter ketinggian Woodward (h-Woodward) digunakan untuk memprediksi sifat apa dari antibiotik beta-laktam?

a)

Afinitas ikatan terhadap protein plasma.

b)

Kelarutan obat dalam lemak (lipofilisitas).

c)

Potensi terjadinya resistensi bakteri.

d)

Kemampuan menembus porin bakteri Gram-negatif.

e)

Reaktivitas kimia intrinsik dan kerentanan terhadap hidrolisis.

43.

Ion karbenium (C+) adalah …

a)

Atom karbon tanpa muatan

b)

Karbon bermuatan positif sebagai intermediat reaktif

c)

Karbon yang hanya memiliki ikatan tunggal

d)

Karbon yang tidak terlibat dalam reaksi

e)

Karbon yang terikat pada logam

44.

Interaksi ionik adalah …

a)

Tarikan antara dua atom netral

b)

Tarikan antara muatan positif dan negatif

c)

Ikatan kovalen penuh antara dua atom

d)

Gaya tarik dalam ikatan hidrogen

e)

Interaksi antara dua atom logam

45.

Perbedaan utama pada substituen R1 antara Penicillin G dan Amoxicillin menyebabkan…

a)

Penicillin G lebih stabil terhadap asam dibanding Amoxicillin

b)

Amoxicillin lebih mudah terdegradasi oleh β-laktamase

c)

Penicillin G lebih mudah diabsorpsi secara oral

d)

Amoxicillin lebih polar dan stabil pada lingkungan asam

e)

Penicillin G memiliki spektrum kerja lebih luas

46.

Dalam Teori Charnière, bagian lipofilik dari molekul obat berfungsi sebagai…

a)

Farmakofor yang langsung mengikat situs aktif

b)

Engsel yang memungkinkan gerakan fleksibel

c)

Jangkar yang menempel pada membran atau exosite

d)

Gugus yang meningkatkan polaritas

e)

Bagian yang mempercepat eliminasi obat

47.

Phenacetin merupakan prodrug yang akan diubah menjadi parasetamol melalui reaksi O-deetilasi. Proses ini penting karena…

a)

Phenacetin tidak memiliki aktivitas analgesik

b)

Metabolit parasetamol adalah bentuk aktif yang memberikan efek analgesik

c)

Proses ini meningkatkan toksisitas obat

d)

Phenacetin langsung diekskresikan setelah deetilasi

e)

Parasetamol memiliki waktu paruh lebih pendek

48.

Exosite merupakan area di sekitar reseptor yang membantu stabilitas interaksi obat. Keberadaan ini penting dalam konteks Charnière Theory, karena…

a)

Exosite sepenuhnya menonaktifkan obat setelah pengikatan

b)

Exosite berfungsi sebagai tempat metabolisme lokal obat

c)

Exosite menjadi lokasi jangkar lipofilik sehingga obat tetap berada dekat dengan reseptor

d)

Exosite hanya terlibat dalam interaksi ikatan kovalen

e)

Exosite meningkatkan degradasi reseptor

49.

Konsep inti Teori Charnière adalah…

a)

Obat harus kaku agar tidak bergeser di reseptor

b)

Dua gugus aktif obat terhubung oleh bagian fleksibel seperti engsel

c)

Obat hanya berikatan pada reseptor secara kovalen

d)

Farmakofor tidak memerlukan penjangkaran

e)

Ikatan obat harus selalu bersifat ireversibel

50.

Desain obat yang berfokus pada peningkatan residence time terutama bertujuan untuk…

a)

Mengurangi dosis dan frekuensi pemberian

b)

Meningkatkan kejenuhan reseptor

c)

Mengurangi ikatan spesifik

d)

Menurunkan potensi obat

e)

Menghilangkan efek samping

51.

Teori interaksi obat–reseptor yang menggambarkan bahwa enzim memiliki situs aktif yang bentuknya sudah tetap dan spesifik

a)

Lock & Key

b)

Rate theory

c)

Charniere

d)

Occupancy

e)

Macromoluceular Pertubation Theory

52.

Properti krusial untuk absorpsi dan distribusi obat yang menentukan kemampuan melintasi membran sel adalah

a)

Lipofilisitas

b)

Polaritas

c)

Derajat ionisasi

d)

Berat molekul

e)

Ikatan hidrogen

53.

Risiko gastrointestinal naproxen sedikit lebih tinggi dibanding ibuprofen karena…

a)

Naproxen tidak mengalami metabolisme

b)

Inhibisi COX-1 lebih dominan

c)

Polaritasnya terlalu rendah

d)

Onset kerjanya terlalu cepat

e)

Tidak memiliki gugus karboksilat

54.

Konsep pharmacophore dalam Rate theory berperan penting dalam…

a)

Penentuan pKa obat

b)

Pengaturan ukuran sel target

c)

Penyusunan fitur kimia minimal untuk pengikatan optimal

d)

Pembentukan metabolit aktif

e)

Penentuan durasi eliminasi obat

55.

Apa perbedaan mendasar antara teori Lock and Key dengan teori Induced Fit?

a)

Lock and Key berlaku untuk protein transmembran, sedangkan Induced Fit hanya untuk enzim sitoplasma

b)

Lock and Key menganggap enzim fleksibel, sedangkan Induced Fit menganggap enzim kaku

c)

Lock and Key mengasumsikan kesesuaian bentuk yang kaku sejak awal, sedangkan Induced Fit melibatkan perubahan konformasi protein saat berikatan agar pas

d)

Lock and Key menyatakan ligan menyesuaikan diri, sedangkan Induced Fit menyatakan enzim tidak berubah

e)

Lock and Key menjelaskan mekanisme inhibisi alosterik, sedangkan Induced Fit hanya menjelaskan aktivitas enzim

56.

Berdasarkan analisis struktur Lactamome dan nilai h-Woodward, kelas beta-laktam manakah yang umumnya paling stabil terhadap hidrolisis (paling tidak reaktif)?

a)

Carbapenem

b)

Monobactam

c)

Penem

d)

Clavulanate

e)

Penam (Penisilin)

57.

Berdasarkan analisis sifat fisiko-kimia, Phenacetin memiliki nilai Log P sebesar 1,15 sedangkan Paracetamol memiliki nilai Log P sebesar 0,55. Apa yang menyebabkan Phenacetin lebih lipofilik dibandingkan Paracetamol?

a)

Adanya gugus hidroksil (-OH) yang bersifat polar pada Phenacetin

b)

Penggantian gugus hidroksil (-OH) dengan gugus etoksi (-OC2H5) yang bersifat hidrofobik

c)

Phenacetin memiliki berat molekul yang lebih kecil dibandingkan Paracetamol

d)

Kemampuan Phenacetin untuk mendonorkan ikatan hidrogen lebih besar daripada Paracetamol

e)

Phenacetin memiliki nilai PSA (Polar Surface Area) yang lebih tinggi

58.

Penyesuaian bentuk situs aktif enzim dalam mekanisme induced-fit berfungsi untuk?

a)

Menghambat masuknya substrat

b)

Mengurangi afinitas terhadap substrat

c)

Meningkatkan kecocokan dan efisiensi katalisis

d)

Mengubah struktur substrat secara permanen

e)

Menghentikan reaksi enzim secara total