WorksheetsSoal Kimia Medisinal – Ekstraksi dari Lembar Kerja
Total questions: 58
Worksheet time: 29mins
Berdasarkan analisis sifat fisiko-kimia phenacetin dan parasetamol, mengapa phenacetin memiliki nilai Log P yang lebih tinggi (1,15) dibandingkan Paracetamol (0,55)?
Karena phenacetin memiliki gugus hidroksil yang sangat polar sehingga meningkatkan kelarutan air
Karena adanya gugus etoksi pada phenacetin yang meningkatkan karakter nonpolar dan lipofilisitas senyawa
Karena parasetamol memiliki berat molekul yang jauh lebih besar daripada phenacetin sehingga sulit menembus membran
Karena phenacetin mampu bertindak sebagai donor ikatan hydrogen yang lebih kuat pada bagian rantai alkinya
Karena parasetamol tidak memiliki atom nitrogen dalam struktur intinya yang menyebabkan nilai Log P rendah
Mengapa parameter kinetika (seperti residence time) dianggap lebih baik daripada parameter kesetimbangan tradisional (Ki atau IC50) untuk memprediksi efikasi in vivo?
Karena parameter kinetika lebih mudah diukur di laboratorium
Karena parameter kesetimbangan tidak berlaku pada sistem tubuh yang terbuka dan dinamis
Karena nilai kinetika selalu lebih tinggi daripada nilai afinitas
Karena obat dengan kinetika cepat pasti lebih aman bagi pasien
Karena parameter kinetika hanya fokus pada dosis obat yang diberikan
Metode komputasi berat apa yang dapat dihindari dengan menggunakan Macromolecular Pertubation Theory untuk mempelajari sistem berukuran besar?
Monte Carlo simulation
Ab initio molecular dynamics (AIMD)
Density Functional Theory (DFT)
Semi-empirical methods
Molecular mechanics (MM)
Mengapa Dopamin memiliki kemampuan donor-akseptor ikatan hidrogen yang lebih tinggi dan interaksi hidrogen yang lebih kuat dibandingkan Amfetamin?
Amfetamin hanya memiliki satu gugus amina sekunder
Dopamin memiliki jarak ikatan hidrogen yang lebih pendek (1,8–2,9 Å)
Dopamin memiliki dua gugus hidroksil dan satu gugus amina
Amfetamin memiliki stabilitas metabolik yang lebih baik
Dopamin lebih mudah terionisasi pada pH fisiologis
Kapan gugus -OH dapat menciptakan momen dipol yang kuat pada molekul?
Ketika gugus -OH dapat mendonorkan dan menerima ikatan hidrogen dengan molekul air
Ketika CH3 yang berikatan dengan -OH tidak mampu membentuk ikatan hidrogen akibat ke elektronegativitas yang kuat
Ketika gugus -OH mampu meningkatkan PSA
Ketika gugus -OH memiliki ikatan O–H dengan selisih elektronegativitas besar (Oksigen 3,5 vs Hidrogen 2,1)
Ketika tidak ada satu pun gugus -OH yang berikatan
Seorang peneliti melakukan pengujian nilai Log P obat X ditemukan nilai Log P berada dalam rentang 1–3. Interpretasi hasil yang tepat adalah
Obat sangat hidrofilik dan cocok untuk IV
Obat agak hidrofilik
Obat cocok untuk absorpsi oral
Obat sangat lipofilik
Obat risiko toksisitas tinggi
Parameter residence time (RT) dianggap lebih relevan dalam memprediksi durasi efek obat dibandingkan afinitas (KD). RT terutama dipengaruhi oleh faktor
Nilai KD yang tinggi
Besarnya konstanta asosiasi (kon)
Lambatnya konstanta disosiasi (koff)
Jumlah reseptor aktif di membran
Banyaknya ikatan ionik dalam struktur obat
Perbedaan paling mendasar antara mekanisme lock and key dan induced fit dalam interaksi obat–reseptor adalah
Pada induced fit, ligan harus memiliki bentuk yang identik dengan situs aktif
Pada lock and key, protein berubah bentuk mengikuti ligan
Pada induced fit, reseptor mengalami perubahan konformasi setelah ligan mendekat
Pada lock and key, pengikatan hanya terjadi pada enzim dan tidak pernah pada reseptor
Induced fit tidak membutuhkan kecocokan struktur apa pun
Aktivitas biologis amfetamin lebih kuat dibanding dopamin terutama karena
Amfetamin mudah teroksidasi sehingga cepat menghasilkan radikal bebas
Dopamin memiliki afinitas lebih tinggi terhadap reseptor serotonin
Amfetamin meningkatkan pelepasan dopamin dan menghambat reuptake
Dopamin memiliki waktu paruh lebih panjang sehingga efeknya lebih lama
Amfetamin lebih polar sehingga cepat berdifusi dalam cairan biologis
Mekanisme hinge movement dalam Charnière Theory berfungsi untuk
Mengikat obat secara permanen pada reseptor
Menggerakkan bagian aktif obat agar dapat mencapai situs pengikatan utama
Meningkatkan kelarutan obat dalam plasma
Menurunkan afinitas obat terhadap reseptor
Menghambat proses rebinding obat pada reseptor
Suatu obat basa lemah menunjukkan kelarutan tinggi pada pH asam dan rendah pada pH basa. Strategi formulasi yang paling tepat untuk meningkatkan kelarutan obat tersebut adalah:
Membuat prodrug ester
Mengubahnya menjadi garam asam
Menurunkan ukuran partikel saja
Menambahkan buffer basa
Menginkubasi dengan protein plasma
Ikatan obat dengan reseptor yang bersifat kovalen umumnya menyebabkan:
Efek reversibel dan singkat
Penurunan afinitas obat
Antagonisme kompetitif
Antagonisme irreversibel
Aktivasi reseptor berlebihan
Apa faktor utama yang membuat amfetamin lebih mudah menembus sawar darah otak dibandingkan dopamin?
Amfetamin memiliki dua gugus hidroksil sehingga lebih mudah larut dalam air.
Amfetamin memiliki nilai log P negatif sehingga lebih cepat terdifusi ke jaringan.
Amfetamin memiliki polaritas tinggi akibat adanya gugus fenolik.
Amfetamin memiliki lipofilisitas lebih tinggi karena tidak memiliki gugus hidroksil, sehingga lebih mudah melewati membran lipid.
Amfetamin mudah terionisasi pada pH fisiologis sehingga lebih cepat masuk ke otak.
Apa mekanisme yang membuat obat dengan desain Charnière memiliki durasi aksi lebih panjang?
Obat mengalami degradasi lebih cepat sehingga meningkatkan frekuensi pengikatan reseptor.
Obat memiliki k_off tinggi sehingga cepat terlepas dari reseptor.
Obat tidak memerlukan penjangkaran sehingga lebih mudah berdifusi dalam plasma.
Obat melakukan penjangkaran pada membran dan memungkinkan terjadinya rebinding berulang sebelum menjauh dari reseptor.
Obat bersifat sepenuhnya hidrofilik sehingga cepat menembus membran sel.
Efek samping gastrointestinal akibat penggunaan ibuprofen dan naproxen terutama disebabkan oleh:
Inhibisi COX-2 secara selektif
Penurunan permeabilitas membran mukosa
Inhibisi COX-1 dan penurunan prostaglandin pelindung
Kenaikan pH lambung secara drastis
Interaksi obat dengan albumin yang berlebihan
Aktivitas antiviral inhibitor furin terutama disebabkan oleh:
Meningkatnya produksi protein spike virus
Ketidakmampuan virus memotong spike protein sehingga tidak dapat melakukan fusi sel
Peningkatan replikasi RNA virus
Blokade translasi mRNA sel inang
Penurunan transport ion melalui ENaC
Sifat obat yang tidak terionisasi akan membuat obat tersebut
Lebih mudah larut dalam air
Lebih sulit menembus membran sel
Lebih mudah menembus membran lipid
Tidak dapat diserap tubuh
Selalu bersifat toksik
Zat yang dapat menimbulkan efek setelah berikatan dengan reseptor disebut
Antagonis
Agonis
Stabilizer
Modulator pasif
Inhibitor enzim
Dalam Two-State Model, reseptor R2 memiliki karakteristik utama berupa…
Afinitas rendah dan cepat melepaskan ligan
Tidak mampu berinteraksi dengan ligan
Afinitas tinggi dan menahan ligan lebih lama
Selalu berubah menjadi R1 saat ligan hadir
Hanya berikatan dengan antagonis
Mengapa interaksi van der Waals tetap penting dalam pengikatan ligan–reseptor…
Karena merupakan ikatan paling kuat dalam biologi
Karena hanya terjadi pada molekul bermuatan
Karena menghasilkan ikatan kovalen permanen
Karena jumlahnya yang banyak memberi stabilisasi signifikan
Karena tidak memerlukan jarak dekat antar atom
Bagaimana mekanisme pengikatan obat berdasarkan Teori Charnière (Teori Engsel) berkontribusi terhadap peningkatan durasi kerja obat?
Peningkatan laju lepas (koff) obat dari reseptor sehingga molekul dapat berinteraksi dengan reseptor lain
Peningkatan kelarutan obat dalam plasma, yang mempercepat penyebaran ke seluruh jaringan biologis
Bagian lipofilik obat menahan molekul tetap terjangkar pada membran/exosite, memfasilitasi pengikatan ulang (rebinding) yang memperpanjang waktu tinggal (residence time) obat
Peningkatan kekakuan (rigidity) struktur molekul, yang mengunci bagian aktif obat pada situs orthosterik
Peningkatan polaritas dan sifat hidrofilisitas secara ekstrem untuk mempercepat eliminasi melalui ginjal
Konsep residence time (RT) dalam interaksi obat–reseptor menggambarkan…
Kecepatan obat menempel pada reseptor (kon)
Kecepatan obat lepas dari reseptor (koff)
Besarnya energi ikatan hidrofobik antara obat dan reseptor
Lamanya obat bertahan pada reseptor sebelum terlepas
Jumlah ikatan hidrogen yang terbentuk antara obat dan reseptor
Apa sifat fisiko-kimia yang diukur menggunakan parameter log P atau log D yang sangat krusial dalam menentukan absorpsi dan distribusi obat?
Jumlah akseptor ikatan hidrogen
Berat molekul
Topological polar surface area (TPSA)
Lipofilisitas
Derajat ionisasi (pKa)
Apa bagian obat yang berinteraksi secara spesifik dengan reseptor target dan bertanggung jawab penuh terhadap aktivitas biologis?
Toksofor
Bioavailibilitas
Farmakodinamika
Farmakofor
Gugus fungsi
Obat dalam bentuk tidak terionisasi memiliki karakteristik yang menyebabkan obat tersebut…
Memiliki kelarutan tinggi dalam air
Sulit melewati membran sel
Lebih mudah melewati lapisan membran sel
Tidak bisa diserap oleh tubuh
Dapat menimbulkan efek toksik
Zat obat yang menimbulkan efek biologis dengan cara berikatan dan mengaktifkan reseptor disebut…
Aktivator reseptor
Modulator reseptor
Antagonis reseptor
Penghambat kompetitif
Regulasi reseptor
Penicillin G dan Amoxicillin memiliki perbedaan pada substituennya yang akan menyebabkan…
Amoxicillin lebih polar dan stabil pada lingkungan asam dibandingkan penicillin G
Penicillin G lebih stabil pada asam lambung
Amoxicillin lebih mudah terdegradasi oleh β-laktamase
Penicillin G lebih mudah diabsorpsi secara oral
Penicillin G bekerja di spektrum yang lebih luas dibandingkan amoxicillin
Apa yang dimaksud dengan mekanisme charnière dalam interaksi obat–reseptor?
Obat berikatan dengan reseptor hanya melalui difusi bebas di fase cair
Membran sel berfungsi sebagai penghalang yang mencegah obat mencapai reseptor
Bagian lipofilik obat menambatkan diri pada membran, sementara bagian aktifnya berikatan berulang dengan reseptor
Obat langsung tereliminasi setelah terlepas dari reseptor
Obat mengalami ikatan kovalen permanen dengan reseptor sehingga efeknya tidak dapat dibalik
Sebuah senyawa obat menunjukkan nilai log P yang terlalu tinggi. Dampak yang paling mungkin terhadap aktivitas biologisnya adalah…
Mudah menembus membran dan langsung tereliminasi cepat
Kesulitan menembus membran sel sehingga aktivitas menurun
Terakumulasi pada jaringan lemak dan memperlambat eliminasi obat
Tidak dapat berikatan dengan reseptor karena terlalu hidrofilik
Waktu paruh menjadi sangat pendek karena mudah larut air
Pada mekanisme Teori Charnière, mengapa obat dapat memiliki durasi kerja yang lebih lama meskipun konsentrasi plasma menurun?
Karena obat membentuk ikatan kovalen permanen dengan reseptor
Karena bagian lipofilik bertindak sebagai jangkar yang menjaga obat tetap dekat reseptor sehingga dapat mengikat ulang (rebinding)
Karena obat hanya bekerja pada reseptor allosterik
Karena obat mengalami degradasi lambat di hati
Karena reseptor berubah menjadi tidak aktif setelah ikatan pertama
Materi Fisiko Kimia Obat: Mekanisme kerja antibiotik β-laktam seperti Penicillin G dan Amoxicillin adalah
Menghambat sintesis protein pada ribosom 30S
Menghambat enzim penicillin-binding proteins sehingga mencegah pembentukan ikatan silang peptidoglikan
Menginhibisi topoisomerase IV sehingga replikasi DNA terganggu
Menghambat pembentukan asam folat pada bakteri
Mengganggu permeabilitas membran sitoplasma secara langsung
Materi Interaksi Obat-Reseptor: Mengapa fleksibilitas (hinge movement) suatu molekul penting dalam Charnière Theory?
Karena fleksibilitas mengurangi afinitas obat terhadap reseptor
Karena fleksibilitas memungkinkan dua gugus aktif menyesuaikan orientasinya untuk mencapai posisi optimal pada reseptor
Karena fleksibilitas meningkatkan sifat hidrofobik molekul
Karena fleksibilitas membuat obat lebih mudah diekskresikan
Karena fleksibilitas membuat obat tidak memerlukan interaksi dengan membran
Analisis SAR menunjukkan bahwa penghilangan satu gugus OH pada struktur obat tertentu dapat mengurangi nilai efficacy, tetapi afinitasnya tetap sama. Fenomena ini dapat terjadi karena?
Ikatan ionik masih terbentuk, tetapi kemampuan obat mengaktifkan reseptor terganggu
Terdapat adanya interaksi stacking yang terganggu
LogP mengalami peningkatan secara drastis
Interaksi hidrofobik yang berkurang
Nilai pKa mengalami perubahan sehingga tidak dapat berikatan
Gugus benzil yang terdapat pada Penicillin G dapat menyebabkan kelarutan pada air menjadi rendah, hal ini dapat terjadi karena?
Gugus benzil meningkatkan reaktivitas β-laktam
Gugus benzil dapat membuat molekul lebih mudah terionisasi
Gugus benzil menurunkan nilai pKa
Gugus benzil tidak dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air
Gugus benzil sangat reaktif terhadap air
Suatu obat memiliki pKa 7,4 dan merupakan asam lemah. Jika obat tersebut diberikan secara oral, pada bagian saluran cerna manakah obat akan memiliki derajat ionisasi paling kecil sehingga absorpsinya paling optimal?
Lambung dengan pH 1–2
Duodenum dengan pH 5–6
Jejunum dengan pH 6–7
Ileum dengan pH 7,5–8
Kolon dengan pH 8–8,5
Sebuah agonis β2-adrenergik mengalami penurunan efikasi meskipun konsentrasi obat tetap dan reseptor tidak mengalami penurunan jumlah. Analisis menunjukkan bahwa terjadi perubahan struktur pada sisi pengikatan sehingga transduksi sinyal tidak maksimal. Fenomena ini disebut?
Competitive antagonism
Spare receptor effect
Partial agonism
Desensitisasi fungsional
Inverse agonism
Perbedaan utama antara model lock & key dan induced fit adalah...
Lock & key menunjukkan protein fleksibel; induced fit menunjukkan protein kaku
Lock & key bersifat dinamis; induced fit bersifat rigid
Lock & key menekankan kecocokan bentuk tetap, sedangkan induced fit melibatkan perubahan konformasi protein
Keduanya menyatakan protein tidak berubah bentuk saat ligan berikatan
Induced fit berlaku hanya pada reseptor membran
Dalam mekanisme induced fit, perubahan konformasi protein disebabkan oleh...
Aktivasi ATP
Mendekatnya ligan ke situs aktif
Degradasi enzim oleh protease
Perubahan suhu lingkungan
Hilangnya ikatan hidrogen internal
Apa keterbatasan utama dari Occupancy Theory klasik yang dikemukakan oleh A.J. Clark yang kemudian diperbaiki oleh teori R.P. Stephenson?
Teori Clark menyatakan bahwa interaksi obat-reseptor bersifat ireversibel (tidak dapat lepas)
Teori Clark terlalu fokus pada aktivitas intrinsik tanpa memperhitungkan afinitas
Teori Clark tidak dapat menjelaskan hubungan antara dosis obat dan respon biologis
Teori Clark mengasumsikan bahwa efek maksimal hanya terjadi jika semua reseptor diduduki sehingga gagal menjelaskan fenomena agonis parsial dan antagonis
Teori Clark hanya berlaku untuk reseptor inti sel dan tidak berlaku untuk reseptor membran
Dalam kimia medisin, parameter ketinggian Woodward (h-Woodward) digunakan untuk memprediksi sifat apa dari antibiotik beta-laktam?
Afinitas ikatan terhadap protein plasma
Kelarutan obat dalam lemak (lipofilisitas)
Potensi terjadinya resistensi bakteri
Kemampuan menembus porin bakteri Gram-negatif
Reaktivitas kimia intrinsik dan kerentanan terhadap hidrolisis
Apa keterbatasan utama dari Occupancy Theory klasik yang dikemukakan oleh A.J. Clark yang kemudian diperbaiki oleh teori R.P. Stephenson?
Teori Clark menyatakan bahwa interaksi obat–reseptor bersifat ireversibel (tidak dapat lepas).
Teori Clark terlalu fokus pada aktivitas intrinsik tanpa memperhitungkan afinitas.
Teori Clark tidak dapat menjelaskan hubungan antara dosis obat dan respon biologis.
Teori Clark mengasumsikan bahwa efek maksimal hanya terjadi jika semua reseptor diduduki sehingga gagal menjelaskan fenomena agonis parsial dan antagonis.
Teori Clark hanya berlaku untuk reseptor inti sel dan tidak berlaku untuk reseptor membran.
Dalam kimia medisinal, parameter ketinggian Woodward (h-Woodward) digunakan untuk memprediksi sifat apa dari antibiotik beta-laktam?
Afinitas ikatan terhadap protein plasma.
Kelarutan obat dalam lemak (lipofilisitas).
Potensi terjadinya resistensi bakteri.
Kemampuan menembus porin bakteri Gram-negatif.
Reaktivitas kimia intrinsik dan kerentanan terhadap hidrolisis.
Ion karbenium (C+) adalah …
Atom karbon tanpa muatan
Karbon bermuatan positif sebagai intermediat reaktif
Karbon yang hanya memiliki ikatan tunggal
Karbon yang tidak terlibat dalam reaksi
Karbon yang terikat pada logam
Interaksi ionik adalah …
Tarikan antara dua atom netral
Tarikan antara muatan positif dan negatif
Ikatan kovalen penuh antara dua atom
Gaya tarik dalam ikatan hidrogen
Interaksi antara dua atom logam
Perbedaan utama pada substituen R1 antara Penicillin G dan Amoxicillin menyebabkan…
Penicillin G lebih stabil terhadap asam dibanding Amoxicillin
Amoxicillin lebih mudah terdegradasi oleh β-laktamase
Penicillin G lebih mudah diabsorpsi secara oral
Amoxicillin lebih polar dan stabil pada lingkungan asam
Penicillin G memiliki spektrum kerja lebih luas
Dalam Teori Charnière, bagian lipofilik dari molekul obat berfungsi sebagai…
Farmakofor yang langsung mengikat situs aktif
Engsel yang memungkinkan gerakan fleksibel
Jangkar yang menempel pada membran atau exosite
Gugus yang meningkatkan polaritas
Bagian yang mempercepat eliminasi obat
Phenacetin merupakan prodrug yang akan diubah menjadi parasetamol melalui reaksi O-deetilasi. Proses ini penting karena…
Phenacetin tidak memiliki aktivitas analgesik
Metabolit parasetamol adalah bentuk aktif yang memberikan efek analgesik
Proses ini meningkatkan toksisitas obat
Phenacetin langsung diekskresikan setelah deetilasi
Parasetamol memiliki waktu paruh lebih pendek
Exosite merupakan area di sekitar reseptor yang membantu stabilitas interaksi obat. Keberadaan ini penting dalam konteks Charnière Theory, karena…
Exosite sepenuhnya menonaktifkan obat setelah pengikatan
Exosite berfungsi sebagai tempat metabolisme lokal obat
Exosite menjadi lokasi jangkar lipofilik sehingga obat tetap berada dekat dengan reseptor
Exosite hanya terlibat dalam interaksi ikatan kovalen
Exosite meningkatkan degradasi reseptor
Konsep inti Teori Charnière adalah…
Obat harus kaku agar tidak bergeser di reseptor
Dua gugus aktif obat terhubung oleh bagian fleksibel seperti engsel
Obat hanya berikatan pada reseptor secara kovalen
Farmakofor tidak memerlukan penjangkaran
Ikatan obat harus selalu bersifat ireversibel
Desain obat yang berfokus pada peningkatan residence time terutama bertujuan untuk…
Mengurangi dosis dan frekuensi pemberian
Meningkatkan kejenuhan reseptor
Mengurangi ikatan spesifik
Menurunkan potensi obat
Menghilangkan efek samping
Teori interaksi obat–reseptor yang menggambarkan bahwa enzim memiliki situs aktif yang bentuknya sudah tetap dan spesifik
Lock & Key
Rate theory
Charniere
Occupancy
Macromoluceular Pertubation Theory
Properti krusial untuk absorpsi dan distribusi obat yang menentukan kemampuan melintasi membran sel adalah
Lipofilisitas
Polaritas
Derajat ionisasi
Berat molekul
Ikatan hidrogen
Risiko gastrointestinal naproxen sedikit lebih tinggi dibanding ibuprofen karena…
Naproxen tidak mengalami metabolisme
Inhibisi COX-1 lebih dominan
Polaritasnya terlalu rendah
Onset kerjanya terlalu cepat
Tidak memiliki gugus karboksilat
Konsep pharmacophore dalam Rate theory berperan penting dalam…
Penentuan pKa obat
Pengaturan ukuran sel target
Penyusunan fitur kimia minimal untuk pengikatan optimal
Pembentukan metabolit aktif
Penentuan durasi eliminasi obat
Apa perbedaan mendasar antara teori Lock and Key dengan teori Induced Fit?
Lock and Key berlaku untuk protein transmembran, sedangkan Induced Fit hanya untuk enzim sitoplasma
Lock and Key menganggap enzim fleksibel, sedangkan Induced Fit menganggap enzim kaku
Lock and Key mengasumsikan kesesuaian bentuk yang kaku sejak awal, sedangkan Induced Fit melibatkan perubahan konformasi protein saat berikatan agar pas
Lock and Key menyatakan ligan menyesuaikan diri, sedangkan Induced Fit menyatakan enzim tidak berubah
Lock and Key menjelaskan mekanisme inhibisi alosterik, sedangkan Induced Fit hanya menjelaskan aktivitas enzim
Berdasarkan analisis struktur Lactamome dan nilai h-Woodward, kelas beta-laktam manakah yang umumnya paling stabil terhadap hidrolisis (paling tidak reaktif)?
Carbapenem
Monobactam
Penem
Clavulanate
Penam (Penisilin)
Berdasarkan analisis sifat fisiko-kimia, Phenacetin memiliki nilai Log P sebesar 1,15 sedangkan Paracetamol memiliki nilai Log P sebesar 0,55. Apa yang menyebabkan Phenacetin lebih lipofilik dibandingkan Paracetamol?
Adanya gugus hidroksil (-OH) yang bersifat polar pada Phenacetin
Penggantian gugus hidroksil (-OH) dengan gugus etoksi (-OC2H5) yang bersifat hidrofobik
Phenacetin memiliki berat molekul yang lebih kecil dibandingkan Paracetamol
Kemampuan Phenacetin untuk mendonorkan ikatan hidrogen lebih besar daripada Paracetamol
Phenacetin memiliki nilai PSA (Polar Surface Area) yang lebih tinggi
Penyesuaian bentuk situs aktif enzim dalam mekanisme induced-fit berfungsi untuk?
Menghambat masuknya substrat
Mengurangi afinitas terhadap substrat
Meningkatkan kecocokan dan efisiensi katalisis
Mengubah struktur substrat secara permanen
Menghentikan reaksi enzim secara total
