WorksheetsCBT OKE
Total questions: 58
Worksheet time: 29mins
Seorang wanita usia 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas dan pucat sejak 1 bulan yang lalu. Pasien sedang menstruasi dengan darah yang keluar dalam jumlah yang sangat banyak. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 96×/menit, RR 20×/menit, T 36,7 ºC, konjungtiva pucat ada. Pemeriksaan lab didapatkan Hb 9,2 g/dL (menurun), MCV 70 (menurun), MCH 21 (menurun). Apakah pemeriksaan lanjutan yang tepat pada pasien ini untuk menegakkan diagnosis?
Hb elektroforesis
Apusan darah tepi (pemeriksaan sdhnya fe dan tibc)
Hematokrit
Serum iron dan TIBC
Coomb test (klw dia untuk anemia hemolitik yang normokrom normositik)
Wanita 68 tahun, datang dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 1 bulan yang lalu. Nyeri terutama dirasakan bila berdiri dan naik tangga. Selain itu, tiap pagi hari, pasien juga merasa sendi lututnya kaku namun < 30 menit. Hal ini sangat mengganggu. Pasien karena biasanya senang sangat aktif berkegiatan sosial. Dari pemeriksaan foto polos genu didapatkan penyempitan celah sendi tanpa adanya erosi. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
Osteoarthritis
Rheumatoid arthritis (kaku pada pagi harinya >60 menit, memberat saat istirahat)
Gout arthritis (lebih karena supersaturasi purin, lebih terkena pada jari2 kaki)
Osteomalacia
Osteoporosis
Orang laki-laki usia 24 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan BAB cair sejak 4 hari yang lalu. BAB cair lebih 10×/hari, volume 5 sendok makan/kali BAB, air > ampas, warna putih pucat seperti cucian beras. Pasien juga mengeluhkan muntah terus menerus hingga badannya lemas. Pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah, TD 100/60 mmHg, HR 118×/menit, RR 24×/menit, T 37,9 ºC. Pemilihan antibiotik untuk pasien yang tepat adalah? Diagnosinya kolera
Kloramfenikol 4×500 mg
Metronidazole 3×500 mg
Tetrasiklin 4×500 mg selama 3 hari
Amoksisilin 3×500 mg
Siprofloksasin 2×500 mg
Seorang wanita usia 58 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri perut sebelah kiri yang menjalar ke punggung sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan demam, mual dan muntah sejak 4 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 88 ×/menit, RR 20×/menit, T 38 ºC. Pemeriksaan lab didapatkan Hb 12,0 g/dL, Leukosit 14.000/uL, Trombosit 250.000/uL, GDS 250 mg/dL, SGOT/SGPT meningkat, amilase dan lipase meningkat. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus ini?
Cholecystitis
Hepatitis virus akut
Gastritis akut
Cholelithiasis
Pankreatitis akut
Seorang perempuan umur 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada ibu jari kaki kanan dan didiagnosa sebagai arthritis gout akut. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar asam urat darah 8,5 mg/dL. Pasien 5 hari dirawat karena muntah darah kehitaman 3 bulan yang lalu. Dokter akan memberikan farmakoterapi untuk mengatasi nyerinya. Obat yang tepat adalah
Allopurinol
Metilprednisolon (kortikosteroid)
Celecoxib (NSAID COX 2)
Paracetamol (analgesik)
Meloksikam (NSAID COX 2)
Seorang pria 67 tahun datang dengan sesak memberat sejak 3 bulan lalu. Pasien merupakan perokok aktif dan berat, sempat batuk darah. Tidak ada riwayat DM dan Hipertensi. Tangan kanan dan wajah pasien tampak semakin membengkak dan nyeri. Pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, HR 80×/menit, RR 26×/menit, SpO2 90%. Tampak vena kolaterai di dada. Auskultasi pada paru kanan atas suara nafas menurun, perkusi redup. Tangan kanan dan wajah tampak edema nonpitting, tangan kiri normal, pemberton sign (+). Hasil lab didapatkan leukosit 9.200, trombosit 210.000, SGOT SGPT meningkat 2×. Apa penyebab keluhan bengkak pada pasien?
Tumor Pancoast
Limfadenitis
Hipoalbumin dan sirosis hepatis
Limfangitis
Superior vena cava syndrome
Seorang pria usia 46 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas sejak 3 hari yang lalu. Sesak timbul tiba-tiba. Keluhan disertai dengan demam tinggi, batuk berdahak dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E4V5M6, TD 90/60 mmHg, nadi 114 ×/menit, RR 32 ×/menit, suhu 38,8 ºC, SpO2 92%. Pemeriksaan toraks didapati dada kanan tampak tertinggal, fremitus kanan meningkat, perkusi paru kanan redup dan terdengar ronki di paru kanan. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13 g/dL, WBC 14.000, Plt 320.000, ureum 50 mg/dL, kreatinin 2,1 mg/dL. Pemeriksaan rontgen toraks didapat konsolidasi dengan air bronkogram pada paru dextra. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Asma
Pneumonia
PPOK
Sindrom Tumpang Tindih COPD Asma
Bronkiektasis
Seorang pria usia 46 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas sejak 3 hari yang lalu. Sesak timbul tiba-tiba. Keluhan disertai dengan demam tinggi, batuk berdahak dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E4V5M6, TD 90/60 mmHg, nadi 114 ×/menit, RR 32 ×/menit, suhu 38,8 ºC, SpO2 92%. Pemeriksaan toraks didapati dada kanan tampak tertinggal, fremitus kanan meningkat, perkusi paru kanan redup dan terdengar ronki di paru kanan. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13 g/dL, WBC 14.000, Plt 320.000, ureum 50 mg/dL, kreatinin 2,1 mg/dL. Pemeriksaan rontgen toraks didapat konsolidasi dengan air bronkogram pada paru dextra. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Abses paru
Bronkiektasis
Asma eksaserbasi akut
PPOK eksaserbasi akut
Pneumonia
Wanita 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdarah dan kadang berdarah sejak 3 minggu. Pada pemeriksaan ditemukan hasil TCM positif MTB. Manakah evaluasi pengobatan yang tepat pada pasien ini?
Kultur MTB negatif pada bulan ke 5 pasca terapi
Dahak TCM 2 bulan pasca terapi
Foto toraks 2 bulan pasca terapi
Dahak BTA 2 bulan pasca terapi
Dahak TCM 5 bulan pasca terapi
Pria berusia 38 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan lemas dan kram-kram. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat TB. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan glukosa darah saat 300 mg/dL. Pilihan terapi farmakologi yang sebaiknya dihindari pada pasien ini adalah:
Insulin
DPP-4
Metformin
Sulfonilurea
GLP-1
Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri punggung setelah terjatuh di kamar mandi 1 hari yang lalu. Pasien sudah menopause 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit, T 37,2°C, kifosis dorsal. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan densitas tulang lumbal yang menurun. Pemeriksaan densitas massa tulang didapat T-score -3 SD. Apakah diagnosis pasien ini?
Osteoporosis
Spondilistesis
Spondylosis Lumbalis
Osteopeni
Osteoporosis berat
Seorang wanita berusia 18 tahun datang dengan keluhan sesak sejak 1 bulan lalu. Pasien juga mengeluh nyeri-nyeri pada sendi siku dan lutut. Ada riwayat nyeri tenggorokan sebelum keluhan tersebut muncul. Pada pemeriksaan fisik: ditemukan murmur diastolik pada daerah puncak (apex). Diagnosis pada pasien ini adalah
Stenosis aorta
Regurgitasi trikuspid
Stenosis mitral
Regurgitasi mitral
Stenosis tricuspid
Pasien wanita berusia 50 tahun datang ke IGD dibawa keluarga dengan keluhan nyeri tungkai kiri sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh kaki bengkak dan sulit digerakkan. Keluhan demam disangkal. Riwayat penyakit DM dan dislipid. Pemeriksaan fisik, tanda vital normal, IMT 29, tungkai kanan bawah edema pitting, venectasi (+), eritema dan terasa hangat, ukuran 4 cm. Apakah patofisiologi yang mendasari masalah yang dialami pasien? Diagnosinya deep vein thrombosis
Stasis vena, vasospasme pembuluh kecil
Nefrolitiasis e.c batu asam urat
Aterosklerosis, iskemia kronis endotel
Kerusakan endotel, hiperkoagubilitas
Stasis vena, oklusi vena perifer
Seorang pria berusia 62 tahun datang dengan berdebar sejak 1 hari kemudian, pasien merupakan perokok aktif. Diketahui pasien ada riwayat stroke 2 bulan lalu, Pemeriksaan fisik TD 120/70, HR 182x/m, RR 20x/m, SpO2 97%. Auskultasi didapatkan S152 regular, ronchi dan wheezing tidak ada. Hasil lab didapatkan leukosit 6.400, trombosit 320.000, Ureum kreatinin normal, elektrolit normal. EKG didapatkan SVT (supraventrikuler takikardi). Terapi awal yang Anda berikan untuk pasien adalah?
IV Adenosin 6 mg
IV Diltiazem 15 mg
Manuver vagal
IV Verapamil 6 mg
IV Amiodaron 150 mg
Seorang wanita berusia 50 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan tidak bisa buang air kecil sejak dua hari lalu. Keluhan disertai kedua kaki bengkak, sesak, mual, muntah, dan lemas. Pada pemeriksaan fisik didapat TD 180/90mmHG, nadi 87x/menit, RR 26x/menit, BB 55 Kg. Pemeriksaan lab didapatkan hasil HB 5, GDS 300, asam urat 10, ureum 210, kreatinin 8, pasien dipasangkan kateter dan hanya mengeluarkan 50cc urin, Apakah diagnosis pasien tersebut?
Gagal ginjal kronis
Nefrolitiasis e.c batu asam urat
Gagal ginjal akut
Gagal jantung kongestif
Darurat Hipertensi
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poli dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, produktif, dahak purulen kadang nyeri dada di bersama demam dan keringat malam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, pada foto toraks di dapatkan gambaran bercak berawan di lapangan paru seluruh. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah ?
Efusi pleura
Atelektasio
Pneumonio atau
TB Paru
Asma
Seorang pria berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa tidak nyaman pada dadanya dan muncul berjelan berdenyut di ulu hati, dirasakan sejak seminggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat HT dan DM, namun tidak rutin kontrol. Tanda vital didapat TD 170/100, HR 90x, RR 22x, Suhu 37. Pada pemeriksaan fisik teraba massa pulsatil di epigastrium dan terdengar bruit pada auskultasi. Dari rontgen AP didapatkan massa mediastinum. Terapi obat yang tepat untuk penyakit pasien tersebut adalah?
Heparin
Aspilet
Bisoprolol
Clopidogrel
Nitrat
Pasien laki-laki, 26 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam tinggi tiba-tiba sejak 3 hari. Riwayat mimisan (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan rumple leed (+). TD 80/70mmHg N 120 S 38.9 RR 23 akral dingin. Diagnosis pasien ini adalah
Dengue Fever
DHF gr2
DHF gr1
DHF gr4
DHF gr3
Seorang pria berusia 55 tahun datang ke poli dengan keluhan sakit di ibu jari kaki. Riwayat sering nyeri sebelumnya ada dan terkadang membaik sendiri meskipun tanpa mengkonsumsi obat. Pada pemeriksaan fisik didapat kemerahan dan bengkak di ibu jari kaki kanan. Diet yang dianjurkan pada pasien ini adalah
Jeroan, sirup jagung, susu rendah lemak/ tanpa lemak
Daging ayam, jus buah, susu rendah lemak/ tanpa lemak
Sayuran, susu rendah lemak/ tanpa lemak
Clopidogrel
Nitrat
Seorang pria, 28 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan rasa terbakar di dada yang dialami sejak 1 bulan. Pasien juga mengeluh rasa pahit di mulut dan sering bersendawa. Tidak ada penurunan berat badan, pemeriksaan fisik didapat dalam batas normal. Apakah pemeriksaan awal untuk menegakkan diagnosis?
CT scan dada
EKG
Tes PPI
Esofagogastroduodenoskopi
USG Abdomen
Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan demam sejak 4 hari yang lalu disertai nyeri kepala, badan lemas, mual, muntah, mudah capek, urin berwarna gelap seperti teh. Pada pemeriksaan fisik didapat ikterus dan hepar membesar 2 jari di bawah arcus costae. Tidak ditemukan asites. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan WBC 4600, Plt 250.000, Hb 13,8, SGOT 600, SGPT 800. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Kolesistitis
Pankreatitis
Virus hepatitis akut
Kolelitiasis
Abses hepar
Seorang wanita berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada tengkuk. Pasien memiliki riwayat penyakit DM dan jantung koroner. Pemeriksaan fisik didapat TD 150/90, HR 90×/menit, RR 20×/menit, S 36°C, lain-lain dalam batas normal. Pasien direncanakan untuk diberikan amlodipin 10 mg 1×1. Apakah kemungkinan efek samping yang dapat terjadi pada pasien ini?
Mual muntah
Refleks takikardi
Edema tungkai
Angioedema
Hiperkalemia
Seorang laki-laki, berusia 25 tahun datang ke poliklinik dengan maksud untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan laboratorium darah diperoleh SGOT dan SGPT meningkat dua kali lipat di atas nilai normal. HBsAg positif, IgM anti HAV negatif, IgM anti HBC reaktif, anti-HBs negatif dan anti HCV negatif. Apakah diagnosisnya?
Hepatitis C akut
Hepatitis B kronik
Hepatitis A akut
Hepatitis C kronik
Hepatitis B akut
Seorang pria berusia 50 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai batuk berdahak berwarna putih. Pasien memiliki riwayat pengobatan TB Paru 5 tahun yang lalu. TD 130/80 mmHg, Nadi 108×/m, RR 28×/m, suhu afebris. Pada pemeriksaan fisik ditemukan auskultasi suara paru menurun dan terdapat ronki di lapang paru kanan dan perkusi redup. Pada pemeriksaan radiologi tampak gambaran seperti pada gambar radiologi dada yang disertakan. Apa diagnosis yang tepat pada kasus ini?
Tumor mediastinum
Atelektasis
Bronkitis
Pneumonia
Efusi pleura
Seorang wanita, 51 tahun, datang ke klinik dengan keluhan batuk disertai dahak putih kekuningan, yang berlangsung terus menerus, sejak 2 bulan terakhir. Keluhan berat saat malam hari. Pasien juga mengeluh demam, nafsu makan menurun, disertai keringat malam hari. Pemeriksaan foto toraks didapat infiltrat pada apeks paru. Tidak ada riwayat sakit yang sama sebelumnya. Pasien didiagnosis TB Paru kasus baru, dan diterapi dengan OAT Kategori 1. Setelah 1 bulan meminum obat, muncul bengkak dan nyeri pada regio MTP I. Dari kombinasi obat tersebut, mana yang paling memungkinkan memberikan efek seperti pada kasus tersebut?
Rifampisin
Isoniazid
Levofloxacin
Ethambutol
Streptomisin
Seorang wanita berusia 18 tahun datang ke klinik dokter karena ingin melakukan pemeriksaan medis untuk seleksi masuk kepolisian. Tanda vital TD: 123/76, HR: 70×/menit, RR: 20×/menit, T: 36,5°C. Hasil rekam jantung pasien seperti pada gambar. Pasien mengaku beberapa kali sering tiba-tiba pingsan saat upacara. Apa diagnosis yang tepat pada pasien?
Wenckebach
STEMI Anterior
Total Blok AV
Left Bundle Branch Block
Right Bundle Branch Block
Seorang pria berusia 65 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pasien memiliki riwayat DM dan teratur minum obat. Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 120/80 mmHg, HR 78×/menit, RR 20×/menit, T 37°C. Dari pemeriksaan lab didapatkan GDS 48 mg/dL. Apa obat yang menimbulkan keluhan pada pasien?
Acarbose
Metformin
Pioglitazon
Gliklazid
Vildagliptin
Seorang wanita berusia 48 tahun datang ke praktek dokter dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium MCU. Dari anamnesis tidak ada keluhan. Orang tua dan saudara pasien memiliki riwayat penyakit gula. Pemeriksaan fisik TD 130/60, HR 84×/menit, suhu 36,8°C, RR 20×/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan GDP 97 mg/dL, TTGO 160 mg/dL. Apakah diagnosis paling tepat?
TGT
GDPT
DM tipe II
LADA
DM tipe I
Seorang wanita, 18 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan sering sesak napas dalam 1 minggu terjadi secara tiba-tiba. Riwayat sering sesak ada dalam 3 bulan terakhir. Terdapat batuk berlendir sebelum sesak muncul demam tidak ada. Riwayat memiliki alergi terhadap kacang ada. Pada pemeriksaan fisik didapat tanda vital dalam batas normal dan mengi minimal pada kedua paru. Apakah patogenesis yang mendasari masalah pada pasien?
Hipersensitivitas tipe 2
Hipersensitivitas tipe 1
Hipersensitivitas tipe 5
Hipersensitivitas tipe 3
Hipersensitivitas tipe 4
Seorang pria 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan demam hilang sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan menggigil dan berkeringat banyak. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Papua. Pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, HR 88 x/menit, RR 24 x/menit, T 38,4°C, anemia konjungtiva, sklera ikterik, hepatosplenomegali (+). Pemeriksaan apusan darah tepi didapatkan eritrosit membesar dan pigmen schuffner (+). Apakah etiologi pada kasus ini?
Plasmodium knowlesi
Plasmodium oval
Plasmodium vivax
Plasmodium falciparum
Plasmodium malariae
Seorang wanita 47 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri semakin lama semakin berat. Nyeri dirasakan hilang timbul. Demam tidak ada. Pada pemeriksaan fisik mendapatkan suhu 36,8°C dan sklera ikterus. Apakah diagnosis yang paling memungkinkan?
Kolelitiasis
Kolesistitis
Ileus obstruktif
Koledokolitiasis
Pankreatitis
Seorang pria usia 51 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 minggu terakhir. Keluhan sesak disertakan penurunan berat badan, batuk lama. Riwayat merokok (+). Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 110/80 mmHg, Nadi 120x/menit, RR 30 x/menit, Suhu 36,8°C, SpO2 94%. Pada foto thoraks PA ditemukan gambaran berikut. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Tumor mediastinum
Atelecstasis
Bronchitis
Pneumonia
Efusi pleura
Seorang wanita 51 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk disertai dahak putih kekuningan yang berlangsung terus menerus sejak 2 bulan terakhir. Keluhan memberat saat malam hari. Pasien juga mengeluh demam, nafsu makan menurun, disertai keringat di malam hari. Pemeriksaan foto thorax didapatkan infiltrat pada apeks paru, tidak ada riwayat sakit yang sama sebelumnya. Pasien didiagnosis TB paru kasus baru, dan diterapi dengan OAT kategori 1. Setelah 1 bulan meminum obat terdapat keluhan nyeri dan bengkak pada regio sendi metatarsofalangeal. Kombinasi obat tersebut, manakah yang paling memungkinkan memberikan efek seperti pada kasus tersebut?
Rifampisin
Isoniazid
Levofloxacin
Ethambutol
Streptomycin
Seorang pria, 68 tahun, dibawah keluarganya ke UGD dengan keluhan muntah kehitaman dan BAB berdarah sejak 2 hari lalu, terdapat nyeri perut terutama di bagian ulu hati, rasa mual, tidak nafsu makan, pandangan berkunang-kunang dan lemas. Pasien juga mengeluh penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan terakhir. Dari pemeriksaan fisik ditemukan bahwa keadaan umum pasien tampak lemas, TD 80/60, N 110x/menit, RR 28 x/menit, T 36,5°C, konjungtiva anemis, sklera anikterik, bibir kering, dan kedua ekstremitas teraba dingin, pada pemeriksaan abdomen ditemukan abdomen tampak cembung, bising usus meningkat, massa pada regio epigastric, hepar dan lien dalam batas normal. Apakah kemungkinan penyebab keluhan pasien tersebut?
Mallory-weiss tear
Stress ulcer
Gastritis erosive
Keganasan gaster
Pecahnya varices esofagus
Seoraang wanita 18 tahun, datang ke UGD dengan keluhan BAB encer disertai lender dan darah 10x/hari sejak 2 hari. Terdapat nyeri perut dan demam. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan kesadaran kompos mentis, TD 100/60 mmHg, nadi 100x/menit, RR 20x/menit, suhu 38,8°C, Konjungtiva pucat, mukosa bibir kering, bising usus meningkat, tugor kulit menurun. Apakah etiologi diare pada pasien ini?
Shigella dysentriae
Vibrio kolera (cucian beras)
Closporidium Sp
Enterotoxic E coli
Rotavirus
Seorang laki-laki usia 56 tahun, masuk IGD dengan keluhan sesak napas secara mendadak sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai nyeri pada bagian dada. Pasien memiliki riwayat nyeri, bengkak dan kemerahan pada kaki kanan. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70, HR 140, RR 33, Suhu 37,5°C, SpO2 88%. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan D-dimer. Pada EKG didapatkan gambaran S di lead I, Q patologis di lead III, dan T inverted di lead III. Pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran seperti berikut. Apa diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Syok kardiogenik
Efusi pleura
Emboli paru
Edema paru
Stenosis
Seorang pria, 58 tahun, dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan muntah kehitaman dan BAB berdarah sejak 2 hari lalu. Terdapat keluhan perut membesar, nyeri perut mual tidak ada. Dari pemeriksaan fisik ditemukan bahwa keadaan umum pasien tampak lemas, TD 80/60, N 110x/menit, RR 28 x/menit, T 36,5°C, konjungtiva anemis, sklera ikterik, ginekomastis, asites dan splenomegaly. Apakah kemungkinan penyebab keluhan pasien tersebut?
Keganasan gaster
Pecahnya varices esofagus
Gastritis erosive
Stress ulcer
Mallory-weiss tear
Seorang laki-laki 18 tahun masuk RS dalam keadaan tidak sadar. Pasien memiliki riwayat diabetes dan telah menggunakan insulin sejak 3 tahun terakhir. Saat ini pasien tidak pernah menggunakan insulinnya selama 2 minggu karena pergi berlibur dan lupa membawa insulinnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: GCS E2V4M4, tensi 90/60 mmHg, nadi 140x/menit, pernapasan 32 x/menit cepat dan dalam, turgor kulit menurun. Kadar GDS 410 mg/dl. Tindakan awal selain rehidrasi yang harus dilakukan untuk segera menurunkan kadar glukosa darah pada pasien ini
Insulin kerja pendek subkutan
Insulin kerja pendek intramuscular
Insulin kerja Panjang bolus intravena
Insulin kerja pendek drips kontinu
Insulin kerja Panjang subkutan
Penurunan berat badan, pada pemeriksaan nyeri tekan epigastrium. Apakah diagnosis untuk kasus di atas?
Pankreatitis
Dispepsia
Kolelitiasis
Ulkus peptikum
GERD
Laki-laki 35 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 3 hari yang lalu, disertai demam. Pasien mengatakan saat BAK terasa panas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, N 86×/menit, RR 22×/menit, T 38,0°C, dan nyeri ketok CVA (+). Dari pemeriksaan urinalisa leukosit ++. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Pyelonephritis
Uretritis
Pyelonephritis kronis
Prostatitis
Sistitis
Seorang laki-laki, 30 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 jam yang lalu, pasien sering mengalami hal serupa terutama saat udara dingin. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, HR 110×/menit, RR 28×/menit, retraksi subcostal, dan terdengar wheezing ekspirasi paksa pada kedua lapang paru. Apakah tatalaksana farmakologis yang tepat untuk pasien?
Metilprednisolon
Adrenalin
Ceftriaxone
Aminofilin
Salbutamol (masa eksaserbasi)
Seorang laki-laki, 50 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 2 minggu, disertai demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pekak pada paru kanan menghilang, trakea deviasi ke kanan. Foto toraks didapatkan perselubungan pada paru kanan, dan sela iga menyempit. Apa kemungkinan diagnosis pasien?
Hematopneumotoraks
Pleura pneumonia
Efusi pleura
Tumor paru
Atelektasis
Seorang laki-laki berusia 52 tahun, dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena tiba-tiba tidak sadarkan diri saat berjualan di pasar. Tanda vital didapatkan TD 70/palpasi, nadi tidak teraba, nafas spontan tidak ada. Pada pemeriksaan EKG didapatkan gambar berikut. Apakah tatalaksana berikut yang paling tepat?
Kardioversi biphasic 200 joule (atrial fibrilasi)
Defibrilasi monophasic 200 joule
Defibrilasi biphasic 200 joule
Inj. Adrenalin 1 amp
Inj. Amiodaron 300 mg
Seorang laki-laki umur 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk lebih dari 2 bulan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan demam, rhonki (+) apex paru, BTA (+), LED meningkat, SGOT/SGPT meningkat. Jenis obat yang perlu diberikan secara hati-hati pada pasien ini adalah?
Etambutol
INH
Rifampisin
Pirazinamid
Streptomisin
Seorang perempuan 60 tahun, nyeri dada sejak 1 hari yang lalu, nyeri dada terasa menjalar ke rahang. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan rutin minum captopril. Ayah pasien meninggal mendadak usia 56 tahun. Tanda vital didapatkan TD 150/100 mmHg, HR 100×/menit, RR 22×/menit, T 36,2°C. CKMB normal, troponin T normal. Gambaran EKG berikut. Apakah diagnosis yang tepat?
STEMI inferior
Stable angina
NSTEMI
STEMI anterior
Unstable angina pectoris
Seorang laki-laki berusia 72 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada kakinya. Keluhan disertai mual dan nyeri otot hilang timbul. Pasien memiliki riwayat gangguan ginjal kronik sejak 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg; nadi 80×/menit; RR 16×/menit. Apakah pemeriksaan lab yang mungkin didapat pada kasus di atas?
PTH menurun, Ca meningkat, fosfat normal
PTH menurun, Ca menurun, fosfat meningkat
PTH meningkat, Ca meningkat, fosfat menurun
PTH meningkat, Ca meningkat, fosfat meningkat
PTH meningkat, Ca menurun, fosfat meningkat
Pasien laki-laki 62 tahun dibawa keluarganya ke IGD dengan keluhan sesak napas dan gelisah sejak pagi hari. Pasien memiliki riwayat penyakit paru sejak 2 tahun yang lalu, namun tidak rutin kontrol. Dari pemeriksaan fisik yang didapat TD 95/60 , HR 100, RR 40, T 37,8. Dari hasil laboratorium yang didapat Hb 11, leukosit 12.000, trombosit 180.000, pH 7,32 , pCO2 50 mmHg, HCO3 28 mmol/L. Kondisi yang terjadi pada pasien adalah?
Asidosis respiratorik terkompensasi parsial
Asidosis metabolik kompensasi penuh
Alkalosis respiratorik kompensasi parsial
Asidosis respiratorik kompensasi penuh
Alkalosis respiratorik tidak terkompensasi, pH meningkat
Seorang pria berusia 38 tahun datang ke poliklinik untuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil HBsAg reaktif. Untuk mengetahui apakah infeksi tersebut infeksi akut atau kronik, maka pemeriksaan selanjutnya yang dianjurkan adalah:
IgM anti-HBc
HBeAg
DNA HBV
Anti-HBs
HBsAg kuantitatif
Seorang wanita berusia 38 tahun datang dengan keluhan sesak; sesak bertambah berat ketika pasien telentang dan membaik ketika pasien duduk membungkuk. Pasien memiliki riwayat pengobatan TB tidak tuntas. TTV didapatkan TD 100/60, HR 90×/menit, Suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan fisik didapat suara S1–S2 menjauh, JVP tidak meningkat. Radiologi tampak kardiomegali dengan bayangan bentuk globular. Gambaran EKG berikut. Apakah diagnosis pasien ini?
Perikarditis
Efusi perikard
Mioperikarditis
Endokarditis infeksiosa
Kardiomiopati dilatasi
Seorang wanita, 60 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan kelemahan di sisi kanan sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Setelah dirawat 5 hari, pasien mengalami demam disertai batuk berlendir. Pada pemeriksaan fisik didapat suhu 38°C dan rhonki kasar pada kedua lapang paru. Diagnosis yang mungkin pada pasien ini adalah
Pneumonia aspirasi
Pneumonitis
Pemonia komunitas
TB paru
Pneumonia nosocomial
Seorang wanita usia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri perut kanan disertai mual dan muntah sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 22 x/menit, T 36,5°C, sklera ikterik, hepatomegali disertai nyeri tekan. Pemeriksaan laboratorium didapatkan IgM anti-HAV negatif, IgG anti-HAV positif, HBsAg positif, IgM anti-HBc positif, IgG anti-HBe negatif, IgM anti-HCV negatif, anti-HBs negatif. Apakah interpretasi dari kondisi yang dialami pasien ini?
Pasien sudah mendapat imunitas terhadap hepatitis A dan B
Hepatitis A dan B akut
Riwayat hepatitis B yang sudah sembuh dan hepatitis A akut
Riwayat hepatitis A yang sudah sembuh dan hepatitis B akut
Hepatitis B kronik dan riwayat hepatitis A
Pasien laki-laki, 26 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam tinggi mendadak sejak 3 hari. Riwayat mimisan ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan rumple lede positif, TD 80/70 mmHg, N 120 x/menit, T 38,9°C, RR 23 x/menit, akral dingin. Diagnosis pasien ini adalah
DHF gr 1
DHF gr 4
DHF gr 3
DHF gr 2
Dengue Fever
Seorang pria usia 51 datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 minggu terakhir. Keluhan sesak disertai penurunan berat badan, batuk berdarah dan batuk lama. Riwayat merokok ada. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 110/80 mmHg, nadi 120 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 36,8°C, SpO2 94%. Pada foto toraks PA ditemukan gambaran berikut. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Pneumotoraks
Efusi pleura
Pneumonia
PPOK
Atelektasis
Seorang pria berusia 65 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 1 tahun terakhir. Sesak napas timbul bila pasien beraktivitas dan disertai batuk berdahak yang hilang timbul. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 120/80 mmHg, nadi 87 x/menit, RR 24 x/menit, suhu 36,8°C, SpO2 94%. Pemeriksaan paru ditemukan barrel chest, sela iga melebar. Pemeriksaan spirometri ditemukan FEV1/FVC pascabronkodilator 0,65 dan FEV1 35% prediksi. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien ini?
Asthma COPD Overlap Syndrome
PPOK
Pneumonia
Bronkiektasis
Asma
Perempuan 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak dan kadang berdarah sejak 3 minggu. Pada pemeriksaan ditemukan hasil TCM positif Mtb. Manakah evaluasi pengobatan yang tepat pada pasien ini?
Foto torax 2 bulan post terapi
Sputum TCM 2 bulan post terapi
Sputum BTA 2 bulan post terapi
Kultur Mtb negatif pada bulan ke 5 post terapi
Sputum TCM 5 bulan post terapi
Seorang laki-laki, 55 tahun datang ke puskesmas dengan menunjukkan hasil medical check up. Pasien memiliki riwayat diabetes sejak 10 tahun lalu dan mengonsumsi metformin 3×500 mg. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan HbA1c 8,5%, GDP 200 mg/dL, Ureum 40 mg/dL, Kreatinin 1,6 mg/dL, eGFR 47,8 mL/min/1,73 m², dan pada urine rutin didapatkan glukosa +3 dan protein +1. Diagnosis pada pasien ini adalah
Penyakit ginjal diabetik, G3a, A3
Penyakit ginjal diabetik, G4, A3
Penyakit ginjal diabetik, G2, A2
Penyakit ginjal diabetik, G3b, A2
Penyakit ginjal diabetik, G4, A2
Seorang perempuan, 18 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan sering sesak napas dalam 1 minggu terakhir. Sesak terjadi secara tiba-tiba. Riwayat sering sesak ada dalam 3 bulan terakhir. Terdapat batuk berlendir sebelum sesak muncul. Demam tidak ada. Riwayat memiliki alergi terhadap kacang ada. Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan tanda vital dalam batas normal dan wheezing minimal pada kedua paru. Apakah patogenesis yang mendasari masalah pada pasien?
Hipersensitivitas tipe 3
Hipersensitivitas tipe 5
Hipersensitivitas tipe 4
Hipersensitivitas tipe 2
Hipersensitivitas tipe 1
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke poli dengan keluhan sakit di ibu jari kaki. Riwayat sering nyeri sebelumnya ada dan kadang membaik sendiri walaupun tanpa mengonsumsi obat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kemerahan dan bengkak di ibu jari kaki kanan. Diet yang dianjurkan pada pasien ini adalah
Sayuran, susu low fat/non fat
Sayuran, sirup jagung, susu low fat/non fat
Jeroan, sirup jagung, susu low fat/non fat
Sayuran, jus buah, sirup jagung
Daging ayam, jus buah, susu low fat/non fat
