Font size
WorksheetsUAS FARMAKOLOGI LANJUT
Total questions: 58
Worksheet time: 34mins
Pada uji hipoglikemik menggunakan ekstrak daun telang dengan dosis 300 mg/kgBB, berapakah dosis untuk mencit 25 g?
0,75 mg
7,5 mg
750mg
12 mg
120 mg
Pada uji sedative hipnotik, ketika hewan coba diinduksi senyawa inductor kemudian diletakkan di alat uji hipnotik sedative dan terjatuh menunjukkan apa?
Penurunan kemampuan bertahan di plestimometer ini menjadi indikator kuat dari efek sedasi yang ditimbulkan
oleh obat.
Peningkatan kemampuan bertahan di rotarod ini menjadi indikator kuat dari efek sedasi yang ditimbulkan
oleh obat.
Penurunan kemampuan bertahan di rotarod ini menjadi indikator kuat dari efek sedasi yang ditimbulkan
oleh obat.
Peningkatan kemampuan bertahan di plestimometer ni menjadi indikator kuat dari efek sedasi yang ditimbulkan
oleh obat.
Kemampuan untuk menahan sedasi
Seorang pasien perempuan berusia 52 tahun didiagnosis DM tipe 2 dengan IMT 28 (overweight). Dia telah menjalani terapi non-farmakologi selama 3 bulan, namun kadar glukosa darah puasa tetap >130 mg/dL dan HbA1c 7,8%. Pasien tidak memiliki riwayat ketoasidosis dan fungsi ginjal normal. Obat hipoglikemik oral lini pertama yang paling sesuai untuk pasien ini adalah:
Glibenklamid
Metformin
Pioglitazone
Acarbose
Insulin
Seorang pria berusia 60 tahun dengan DM tipe 2 yang sudah menggunakan metformin 1000 mg/hari selama 6 bulan, namun kadar glukosa darah puasa masih 150 mg/dL dan HbA1c 8,2%. Pasien memiliki riwayat alergi sulfonamida. Obat tambahan yang harus dihindari karena risiko reaksi alergi silang adalah
Repaglinide
Glimepirid
Pioglitazone
Acarbose
Insulin
Peneliti menyiapkan sediaan uji berupa ekstrak kental yang sukar larut dalam air. Menurut panduan preparasi sediaan uji, cara yang tepat untuk mempersiapkan sediaan tersebut adalah:
Dilarutkan dalam alkohol 70%
Dipanaskan hingga larut
Disuspensikan dengan CMC 0,3–1,0%
Dilarutkan dalam NaCl fisiologis
Diekstraksi ulang dengan air
Setelah penelitian selesai, hewan uji harus dieutanasia. Metode eutanasia yang tidak direkomendasikan lagi menurut panduan adalah
Dislokasi leher untuk mencit/tikus
Inhalasi dengan isoflurane
Inhalasi dengan eter
Penyuntikan dosis letal pentobarbital
Eksanguinasi dalam anestesi
Seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun datang dengan hasil pemeriksaan lipid: Kolesterol total 280 mg/dL, LDL 190 mg/dL, HDL 35 mg/dL, trigliserida 150 mg/dL. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Terapi farmakologi pertama yang paling tepat untuk menurunkan LDL dan mencegah kejadian kardiovaskular ulang adalah:
Gemfibrozil
Kolestiramin
Niasin
Simvastatin
Probukol
Seorang perempuan 52 tahun dengan hipertrigliseridemia berat (trigliserida 800 mg/dL) dan kadar HDL rendah (28 mg/dL). Pasien tidak toleran terhadap statin karena nyeri otot. Obat antihiperlipidemia yang paling efektif untuk menurunkan trigliserida dan meningkatkan HDL pada pasien ini adalah:
Kolestipol
Atorvastatin
Ezetimibe
Fenofibrat
Probukol
Seorang pasien dengan hiperkolesterolemia familial heterozigot sedang menggunakan simvastatin, namun kadar LDL masih tinggi (180 mg/dL). Dokter ingin menambahkan obat yang bekerja dengan mengikat asam empedu di usus untuk meningkatkan ekskresi kolesterol. Obat yang dimaksud adalah:
Asam nikotinat
Gemfibrozil
Kolestiramin
Probukol
Ezetimibe
Seorang pasien dengan profil lipid: LDL tinggi, HDL sangat rendah, dan trigliserida normal. Pasien mengeluh kemerahan dan rasa panas di wajah setelah minum obat. Obat yang paling mungkin menyebabkan keluhan tersebut adalah:
Pravastatin
Niasin
Fenofibrat
Kolestipol
Ezetimibe
