NEW
Font size
WorksheetsNefrologi 1.1
Total questions: 59
Worksheet time: 30mins
Tn. James, usia 60 tahun, datang ke sebuah klinik swasta untuk kontrol tekanan darah. Pasien tidak memiliki keluhan. Kebiasaan merokok 2 bungkus dan suka makan cemilan. Hasil pemeriksaan fisik: tekanan darah 150/100 mmHg , frekuensi nadi 80/menit , frekuensi napas 18/menit , suhu afebris. Pemeriksaan fisik lain tidak ditemukan kelainan. Berdasarkan JNC 7, apakah diagnosis pasien tersebut?
Prehipertensi
Hipertensi urgensi
Hipertensi stage 1
Hipertensi stage 2
Hipertensi emergensi
Tn. Jeff, usia 45 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan hilang timbul disertai berdebar dan keringat dingin. Pemeriksaan: tekanan darah 170/100 mmHg , nadi 98/menit , napas 20/menit , suhu 36,7∘C . Pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya tumor adrenal yang mensekresikan katekolamin. Diagnosis pasien ini adalah…
Hipertensi esensial
Hipertensi sekunder
Krisis hipertensi
Hipertensi maligna
Hipertensi emergensi
Tn. Tom, usia 62 tahun, datang ke praktik dokter umum dengan hipertensi sejak 10 tahun. Pemeriksaan: tekanan darah 160/100 mmHg , nadi 95/menit , napas 19/menit , suhu 36,7∘C . Target tekanan darah pasien menurut JNC VIII adalah…
< 150/90 mmHg
< 140/80 mmHg
< 140/90 mmHg
< 130/80 mmHg
< 120/80 mmHg
Seorang laki-laki 32 tahun datang ke praktik dokter dengan keluhan sakit kepala yang dirasakan terus menerus. Pemeriksaan tanda vital: tekanan darah 170/90 mmHg , nadi 90/menit , napas 20/menit , suhu 37∘C . Pemeriksaan laboratorium: HDL 25 mg/dL , LDL 100 mg/dL , trigliserida 150 mg/dL , kolesterol total 250 mg/dL . Apakah tatalaksana farmakoterapi yang paling tepat?
Kaptopril
Amlodipin
Simvastatin
Hidroklorotiazid
Klonidin
Tn. Kin, usia 59 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas dan batuk berdahak yang memberat sejak 3 bulan. Riwayat hipertensi 12 tahun. Pemeriksaan: tekanan darah 160/100 mmHg , nadi 100/menit , napas 24/menit , hipersonor seluruh lapangan paru. Foto toraks tampak seperti pada gambar. Manakah terapi yang merupakan kontraindikasi untuk pasien pada kasus di atas?
Amlodipin tablet
Propranolol tablet
HCT tablet
Valsartan tablet
Atenolol tablet
Tn. Afdi, usia 65 tahun, kontrol ke poli jantung satu minggu setelah dirawat dengan diagnosis STEMI. Pemeriksaan: tekanan darah 150/90 mmHg , nadi 72/menit , napas 18/menit , suhu afebris. Obat yang tidak direkomendasikan pada pasien ini adalah…
Kaptopril 2×12,5 mg per oral
Ramipril 1×2,5 mg per oral
Spironolakton 1×100 mg per oral
Bisoprolol 1×2,5 mg per oral
Amlodipin 1×10 mg per oral
Tn. Rusdi, usia 55 tahun, datang ke klinik umum dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 minggu. Pasien telah mengonsumsi candesartan sejak 2 tahun dan mengalami hiperlipidemia yang diobati simvastatin. Pemeriksaan laboratorium: kolesterol total 220 mg/dL , LDL 140 mg/dL , HDL 45 mg/dL . Tatalaksana yang tepat adalah…
Mengganti candesartan dengan ramipril
Mengganti candesartan dengan valsartan
Mengganti candesartan dengan dihidroklorotiazid
Mengganti simvastatin dengan fibrat
Memberikan candesartan dosis 1×16 mg
Seorang laki-laki berusia 49 tahun datang ke puskesmas untuk kontrol hipertensi. Pasien juga memiliki riwayat diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis. Pemeriksaan: tekanan darah 140/90 mmHg , nadi 88/menit , napas 20/menit , suhu 36∘C . Laboratorium: kreatinin 1,9 mg/dL . Apakah tatalaksana farmakoterapi yang paling tepat?
Calcium channel blocker
Aldosterone antagonist
Alpha blocker
Beta blocker
Angiotensin receptor blocker
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan dada terasa berat bila naik tangga dan berkurang saat istirahat sejak 3 bulan. Riwayat hipertensi, merokok, dan obesitas. Pemeriksaan: tekanan darah 130/90 mmHg , nadi 78/menit , napas 20/menit , suhu 37∘C . Apakah terapi farmakologis yang paling tepat?
Klopidogrel 75 mg per oral
Atorvastatin 20 mg
Amlodipin 10 mg per oral
Kaptopril 25 mg per oral
Bisoprolol 2,5 mg per oral
Tn. Miller, usia 60 tahun, ke IGD dengan keluhan pusing dan pandangan gelap sejak 2 hari. Keluhan muncul saat berdiri dari duduk. Pasien hipertensi 3 tahun lalu, obat antihipertensi baru diganti dokter. Pemeriksaan: tekanan darah 130/90 mmHg , nadi 72/menit , napas 18/menit , suhu afebris; setelah berdiri 3 menit turun menjadi 100/60 mmHg . Kemungkinan obat yang dikonsumsi pasien adalah…
Kaptopril
Furosemid
Losartan
Lisinopril
Bisoprolol
Seorang perempuan berusia 60 tahun datang dengan keluhan sering berkemih disertai bangun malam. Diketahui hipertensi lama dengan tekanan darah 180/100 mmHg . Pemeriksaan penunjang menunjukkan kenaikan ureum dan kreatinin. Terapi farmakologis yang tepat adalah…
Valsartan
Digoksin
Kaptopril
Amlodipin
Hidroklorotiazid
Seorang laki-laki berusia 49 tahun kontrol penyakit kronis dengan riwayat diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis. Tekanan darah 160/90 mmHg . Laboratorium: kreatinin 1,9 mg/dL . Fungsi lain dalam batas normal. Apakah terapi farmakologis yang paling tepat?
Amlodipin 1×5 mg
Nifedipin 3×10 mg
Klonidin 2×0,15 mg
Propranolol 2×10 mg
Lisinopril 1×5 mg
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dengan diabetes melitus datang untuk kontrol. Pemeriksaan: tekanan darah 160/90 mmHg , ditemukan mikroalbuminuria. Apakah antihipertensi yang paling sesuai?
Klonidin
Beta-blocker
Calcium channel-blocker
ACE-inhibitor
Thiazid
Ny. Qory, usia 52 tahun, pusing dan berdebar setelah berdiri. Keluhan muncul 1 minggu setelah memulai obat dari dokter yaitu metformin, candesartan, vitamin B12, eperisone, dan simvastatin. Saat duduk tekanan darah 130/80 mmHg , setelah berdiri 3 menit 100/60 mmHg , nadi 89/menit . Obat yang paling mungkin menyebabkan keluhan ini adalah…
Metformin
Candesartan
Vitamin B12
Eperisone
Simvastatin
Tn. Gally, usia 60 tahun, medical check up. Pemeriksaan: tekanan darah 220/140 mmHg , nadi 104/menit , napas 20/menit , suhu afebris, neurologis normal, ureum 30 mg/dL , kreatinin 1,0 mg/dL . Terapi yang tepat untuk pasien ini adalah…
Labetalol 20 mg IV bolus
Diltiazem drip 5 mcg/kgBB/menit
Kaptopril 25 mg per oral
Nifedipin 10 mg per oral
Nicardipin drip IV 0,5 mcg/kgBB/menit
Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan nyeri kepala yang berat. Riwayat diabetes melitus 5 tahun, tidak terkontrol. Pemeriksaan: tekanan darah 220/110 mmHg , nadi 100/menit , napas 24/menit , suhu 36,7∘C . Laboratorium: ureum 70 mg/dL , kreatinin 2,5 mg/dL , proteinuria, hematuria. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Hipertensi urgensi
Hipertensi sistolik
Hipertensi emergensi
Hipertensi sekunder
Hipertensi pulmonal
Tn. Doni, usia 60 tahun, ke IGD dengan nyeri kepala, mual sejak 2 jam. Riwayat hipertensi dan hiperkolesterolemia. Pemeriksaan: tekanan darah 210/130 mmHg , nadi 86/menit , napas 18/menit , suhu 36,7∘C . Tatalaksana yang tepat adalah…
Nifedipin sublingual
Nifedipin sublingual dosis berulang
Kaptopril sublingual
Captopril oral
Valsartan oral
Tn. Janssen, usia 59 tahun, ke IGD dengan nyeri dada kiri menjalar ke bahu sejak 3 jam. Riwayat hipertensi tidak teratur. Tekanan darah 220/100 mmHg , nadi 85/menit , napas 22/menit , suhu 36,7∘C . EKG menunjukkan ST elevasi pada lead V1–V3. Setelah pemberian antitrombotik, tatalaksana yang tepat adalah…
Nicardipin
Furosemid
Nitrogliserin
Diltiazem
Kaptopril sublingual
Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa ke UGD karena nyeri kepala hebat sejak 1 jam. Riwayat DM 5 tahun tidak teratur. Pemeriksaan: kesadaran compos mentis, tekanan darah 220/110 mmHg , nadi 100/menit , napas 24/menit . Laboratorium: ureum 70 mg/dL , kreatinin 2,5 mg/dL , proteinuria, hematuria. Target penurunan tekanan darah yang paling tepat adalah…
MAP turun hingga 10%
MAP turun hingga 15%
MAP turun hingga 20%
MAP turun hingga 25%
MAP turun hingga 30%
Seorang perempuan 19 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam dan nyeri pinggang sejak 7 hari. Tekanan darah 120/80 mmHg , nadi 90/menit , napas 20/menit , suhu 38∘C . Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Batu saluran kemih
Disuria
Infeksi saluran kemih
Pielonefritis
Sistitis
Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan nyeri berkemih sejak 3 hari, terutama setelah persalinan normal 5 hari yang lalu. Sering menahan berkemih. Pemeriksaan: tekanan darah 130/80 mmHg , nadi 98/menit , napas 22/menit , suhu 37,9∘C , nyeri tekan suprapubis (+), tanpa perdarahan aktif. Apakah diagnosis yang tepat?
Servisitis
Sistitis
Sifilis
Salpingitis
Vaginitis
Ny. Patricia, usia 26 tahun, ke IGD dengan demam. Tidak ada mual dan muntah. Pemeriksaan: nyeri tekan suprapubik. Laboratorium urin: glukosa urin (+), protein (+), eritrosit (+), sedimen leukosit 15/LPB . Apakah diagnosis yang mungkin?
Pielonefritis akut
Glomerulonefritis akut
Pielonefritis kronis
Sistitis non komplikata
Sistitis komplikata
Tn. Jacob, usia 37 tahun, sering buang air kecil sedikit-sedikit, terasa panas saat BAK, demam, dan urin keruh. Sehari sebelumnya urin kemerahan yang kemudian membaik. Pemeriksaan: tekanan darah 130/80 mmHg , nadi 80/menit , napas 20/menit , suhu 37,8∘C . DRE: prostat teraba lunak, nyeri (+). Diagnosis yang tepat adalah…
Urolitiasis
Uretritis komplikata
Prostatitis akut
BPH
Karsinoma prostat
Seorang anak laki-laki usia 6 bulan dibawa ibunya dengan muntah dan diare 5 hari, minum berkurang, demam. Pemeriksaan fisik: tampak lemah, turgor kulit menurun. Laboratorium urine: eritrosit 10–15/LPB, leukosit banyak, kultur urin dari kateter menunjukkan E. coli>105 CFU/mL . Apakah diagnosis pada pasien ini?
Batu saluran kemih
Cystitis akut
Pielonefritis akut
Glomerulonefritis akut
Gastroenteritis akut
Tn. Bima, 30 tahun, demam dan menggigil 1 minggu, nyeri pinggang kanan, BAK tidak lampias. Paracetamol tidak memperbaiki. Pemeriksaan: tekanan darah 130/80 mmHg , nadi 102/menit , napas 22/menit , suhu 39,5∘C , nyeri ketok CVA (+) kanan. Leukosit 14,500/μL dengan dominan PMN. Kemungkinan diagnosis pasien adalah…
Nefrolithiasis
Glomerulonefritis akut
Pielonefritis akut non‑komplikata
Glomerulonefritis kronik
Pielonefritis akut komplikata
Seorang perempuan berusia 25 tahun datang dengan demam menggigil dan nyeri pinggang kanan sejak 3 hari, disertai anyang‑anyangan dan urin keruh. Pemeriksaan urin: leukosituria dan hematuria. USG: penebalan korteks ginjal bilateral, ekostruktur menurun, ukuran ginjal membesar. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Pelvic inflammatory disease
Massa ginjal
Hidronefrosis
Pielonefritis akut
Renal stone disease
Ny. Rena, 20 tahun, demam menggigil 3 hari disertai nyeri pinggang kanan. Pemeriksaan: tekanan darah 100/70 mmHg , nadi 88/menit , napas 18/menit , suhu 38∘C , nyeri ketok CVA (+/−). Laboratorium: leukositosis. Hasil pemeriksaan lanjutan yang sesuai dengan keluhan pasien adalah…
Kristal oksalat positif
Oval fat bodies positif
Leukosit esterase positif
Leukosit urin 1–5/LPB
Eritrosit urin >5/LPB
Ny. Anne, usia 45 tahun, sering BAK dan nyeri saat berkemih, urin tampak kemerahan. Urinalisis: eritrosit (+), nitrit (+), nyeri tekan suprapubik (+). Apakah pemeriksaan penunjang baku emas pada kasus tersebut?
USG
CT‑scan
Foto BNO
Urinalisis ulang
Kultur urin
Ny. Sheila, 20 tahun, ke IGD dengan nyeri pinggang kanan sejak 3 hari, disertai mual dan demam tinggi. Pemeriksaan: nyeri ketok CVA kanan (+). Apakah hasil pemeriksaan urin yang dapat ditemukan pada pasien tersebut?
Kalsium oksalat positif
Keton urin positif
Oval fat bodies positif
Leukosit urin 2–3/LPB
Leukosit esterase positif
Perempuan 29 tahun ke UGD dengan keluhan nyeri berkemih sejak 2 hari. Pemeriksaan fisik ginjal tidak teraba, ballottement (−), nyeri ketok (−), genitalia eksterna normal. Berapakah hitung jumlah koloni bakteri yang dikatakan signifikan pada kasus ini?
>100 cfu/mL bakteri
>10 cfu/mL bakteri
>1000 cfu/mL bakteri
>10000 cfu/mL bakteri
>100000 cfu/mL bakteri
Perempuan 29 tahun ke UGD dengan nyeri berkemih 2 hari. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pemeriksaan yang paling sesuai untuk pengambilan sampel urin adalah…
Pengambilan urin dari urin bag
Pengambilan urin menggunakan kateter menetap
Pengambilan urin dengan straight kateter
Pengambilan urin suprapubik
Pengambilan urin porsi tengah
Perempuan 15 tahun datang dengan nyeri saat berkemih 3 hari, demam ringan. Urinalisis: bakteri (+). Mikroskopi menunjukkan kokus gram positif bergerombol. Apakah mikroorganisme yang paling sering menjadi penyebab?
Streptococcus pyogenes
Staphylococcus saprophyticus
Staphylococcus aureus
Escherichia coli
Staphylococcus haemolyticus
Tn. Bayu, 50 tahun, ke IGD dengan nyeri pinggang kanan menjalar, demam, dan nyeri ketok CVA kanan (+). Pemeriksaan penunjang radiologi menunjukkan opasitas radio‑opak pada pelvis berbentuk seperti tanduk rusa. Apa etiologi yang paling terkait dengan kasus ini?
Infeksi Campylobacter jejuni
Infeksi Proteus sp
Infeksi Staphylococcus aureus
Infeksi E. coli
Infeksi Streptococcus pyogenes
Seorang perempuan 18 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pinggang kiri disertai panas badan dan menggigil. Pemeriksaan: tekanan darah 110/80 mmHg , nadi 94/menit , napas 18/menit , suhu 38∘C . Urinalisis: bakteri gram negatif. Apakah bakteri penyebab yang paling sering?
Staphylococcus saprophyticus
Leptospira interrogans
Escherichia coli
Chlamydia trachomatis
Staphylococcus aureus
Perempuan 25 tahun datang dengan demam menggigil dan nyeri pinggang kanan sejak 3 hari, anyang‑anyangan 5 hari, urin keruh dan berbau. Pemeriksaan umum: demam 39,5∘C , nyeri ketok (+) pada pinggang kanan. USG menunjukkan penebalan korteks bilateral dan ginjal membesar. Apakah tindakan promotif preventif untuk mencegah penyakit ini?
Jika perempuan, membersihkan area genital dari belakang ke depan
Selalu menggunakan larutan disinfektan untuk membersihkan area genital
Pemakaian antibiotik dosis tinggi jangka panjang
Hidrasi yang cukup dan tidak menahan BAK terlalu lama
Tidak menggunakan alat pelindung saat melakukan aktivitas berisiko
Perempuan 25 tahun datang ke poliklinik dengan demam menggigil dan nyeri di daerah pinggang kanan 5 hari, anyang‑anyangan, urin keruh. Pemeriksaan fisik umum: demam 39,5∘C , nyeri ketok (+) pinggang kanan. USG: penebalan korteks ginjal bilateral, ekostruktur menurun, ukuran ginjal membesar. Apakah terapi untuk pasien ini?
Rawat inap, kultur urin, antibiotik empirik untuk Gram (+) dan Gram (−)
Hidrasi, kultur urin, antibiotik sesuai kultur
Rawat jalan, antibiotik empiris, kultur urin, USG abdomen
Kultur urin, USG abdomen, antibiotik sesuai kultur
Hidrasi, analgesik, USG abdomen
Perempuan 28 tahun, hamil 6 bulan, dengan keluhan nyeri saat berkemih sejak 3 hari, disertai urin keruh dan menahan berkemih. Apakah pilihan antibiotik yang paling tepat?
Gentamisin
Sulfametoksazol‑trimetoprim
Doksisiklin
Siprofloksasin
Sefiksim
Seorang perempuan berusia 6 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan nyeri pinggang kanan setelah demam sehari sebelumnya. Pemeriksaan: suhu 38∘C , nyeri ketok CVA kanan (+), tanda vital lain normal. Kultur urin menunjukkan pertumbuhan E. coli . Apakah antibiotik empiris yang paling sesuai?
Tigecycline
Meropenem
Ciprofloxacin
Ceftriaxone
Clindamycin
Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan berkemih nyeri sejak 3 hari dan sering berulang. Pemeriksaan: suhu 38∘C , nadi 100/menit , laju napas 24/menit ; urinalisis: eritrosit > 70/LPB , leukosit esterase +2. Bagaimana tatalaksana selanjutnya yang paling tepat?
Rawat inap, kultur urin, antibiotik empirik untuk Gram (+)/(−)
Hidrasi, kultur urin, antibiotik sesuai kultur
Rawat jalan, antibiotik empiris, kultur urin, USG abdomen
Kultur urin, USG abdomen, antibiotik sesuai kultur
Hidrasi, analgesik, USG abdomen
Tn. Mahen, usia 30 tahun, ke RS dengan keluhan demam 5 hari, nyeri pinggang kiri, mual, dan muntah. Pemeriksaan: tekanan darah 120/80 mmHg , nadi 88/menit , napas 20/menit , suhu 38,5∘C , nyeri ketok CVA (+). Urinalisis: hematuria makroskopis (+), eritrosit 1–2/LPB, leukosit 10/LPB, nitrit (+). Apakah tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini?
Sefiksim 400 mg sekali sehari
Amoksisilin 2×500 mg selama 7 hari
Siprofloksasin 2×500 mg selama 10 hari
Seorang pasien datang ke IGD dengan riwayat muntah dan diare hebat. Tanda vital TD 90/50 mmHg, HR 130 kali/menit, RR 32 kali/menit, suhu 37,2∘C , konjungtiva anemis (+) , edema pretibial (+) . Pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum dalam darah. Kemungkinan diagnosa sekunder pada kasus ini adalah?
Chronic Kidney disease
AKI ec prerenal
AKI ec renal
Acute on Chronic Kidney disease
AKI ec postrenal
Pada pemeriksaan fisik didapatkan mata cekung, CRT kembali setelah 4 detik. Apakah diagnosis kasus di atas adalah?
AKI stadium risk
AKI stadium injury
AKI stadium failure
ESRD
GGK
Bayi Celine, usia 7 hari, dalam perawatan intensif di RS. Perawat melaporkan pada dokter jaga bahwa produksi urin terakhir kali didapatkan 12 jam yang lalu dan balans cairan saat ini positif. Pasien sedang dalam terapi Ampicillin 40mg/kgBB dan Gentamisin 8mg/kgBB . Pemeriksaan lab saat ini didapatkan ureum 95mg/dl dan kreatinin 4,03mg/dl . Struktur yang paling mungkin mengalami gangguan pada kasus ini adalah?
Pre-renal
Post-renal
Renal – Parenkimal (tubulointerstisial)
Renal – Vaskular
Renal – glomerular
Tn. Joe, usia 34 tahun, datang ke IGD dengan keluhan kencing berwarna merah sejak 3 hari. Keluhan muncul setelah pasien mengikuti lomba lari maraton di kota. Pasien juga merasa lemah dan nyeri otot sejak tadi. Pemeriksaan fisik didapatkan: TD 120/80 mmHg; HR 90 /menit; RR 20 /menit; suhu 37,1∘C . Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 13,0g/dl ; leukosit 6,000 ; trombosit 200,000 ; BUN 40 dan kreatinin 3,21 . Kemungkinan penyebab kondisi pada pasien tersebut adalah:
Acute renal failure type prerenal
Acute renal failure type renal
Chronic kidney disease
Nefritic syndrome
Acute glomerulonephritis
Tn. Sandi, 60 tahun, datang dengan keluhan sulit tidur sejak 2 bulan lalu. Setelah digali lebih dalam, penyebab sulit tidur pasien adalah sering terbangun untuk BAK, namun hanya keluar sedikit. Riwayat penyakit lain disangkal. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 78 /menit, RR 18 /menit, suhu 36,8∘C . Pada DRE didapatkan prostat membesar dengan konsistensi kenyal. Hasil lab didapatkan dalam batas normal, kecuali kolesterol total 243mg/dl dan kreatinin 2,4mg/dl . Kemungkinan diagnosis pada kasus ini adalah...
Suspect Gagal ginjal kronik eksaserbasi akut
Suspect Sindroma uremik e.c. nefropati diabetikum
Suspect Gagal ginjal akut pre-renal
Suspect Nekrosis tubuli akut
Suspect Gagal ginjal akut post-renal
Tn. Febrian, usia 21 tahun, diantar temannya ke RS dengan keluhan lemas akibat muntah-muntah hebat sejak kemarin pagi. Pasien menguragi bahwa sarapan yang dimakannya sudah basi. Keluhan disertai BAB cair lebih dari 15 kali. Pasien mengaku BAK terakhir 14 jam yang lalu. Tanda vital TD 90/50 mmHg, HR 130 /menit, RR 32 /menit, suhu 37,2∘C . Apakah diagnosis kasus di atas adalah...
AKI stadium risk
AKI stadium injury
AKI stadium failure
ESRD
GGK
Ny. Jihan, usia 21 tahun, dibawa oleh suaminya ke IGD karena lemas sejak 3 jam lalu. Suami pasien mengatakan bahwa pasien mengidap bulimia nervosa dan pasien sering memuntahkan makanan yang ia makan dan menggunakan pencahar. Pasien BAK terakhir sekitar 12 jam lalu. Pada pemeriksaan didapatkan BB 50 kg, TB 167 cm, TD 80/60 mmHg, HR 110 /menit, RR 22 /menit, suhu 36,8∘C , turgor kulit melambat, dan akar dingin. Dokter segera memasang infus kristaloid dan kateter urin untuk pemantauan UO. Saat dipasang kateter didapatkan produksi urine (+) 240 cc. Pemeriksaan laju filtrasi ginjal didapatkan 87 ml/ 1,27m2 . Diagnosis pada pasien ini adalah...
AKI stadium risk
AKI stadium injury
AKI stadium failure
AKI stadium loss
Tn. Sandi usia 68 tahun, datang dengan keluhan sulit tidur sejak 2 bulan lalu. Setelah digali lebih dalam, penyebab sulit tidur adalah sering terbangun untuk BAK, namun hanya keluar sedikit. Riwayat penyakit lain disangkal. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 78 /menit, RR 18 /menit, suhu 36,8∘C . Pada DRE didapatkan prostat membesar dengan konsistensi kenyal. Hasil lab didapatkan dalam batas normal, kecuali kolesterol total 243mg/dl dan kreatinin 2,4mg/dl . Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan untuk melihat komplikasi pasien ini adalah...
Biopsi prostat
Uroflowmetri
CT scan abdomen
USG renal
C-peptide
Ny. Hannah, usia 43 tahun, dibawa keluarganya ke IGD dengan keluhan mengalami muntah-muntah sejak 2 jam lalu. Pasien juga mengeluhkan nyeri hebat pada area pinggang dan perut bawah. Sekitar 12 jam yang lalu pasien sedang berkumpul dengan keluarganya dan menikmati hidangan berbahah dasar ingesti. Pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan kadar ureum 90mg/dl , kreatinin 3,1mg/dl . Tindakan yang tepat pada pasien ini adalah...
Pemasangan O2 4l/m via nasal canule
Hidrasi dan pemberian diuretik
Foto polos BNO
Hemodialisa cito
Pemberian antidotum N -asetilsistein
Ny. Olivia, usia 40 tahun datang ke RS dengan keluhan kencing sedikit sejak 2 hari yang lalu. Pasien sempat dirawat di rumah sakit 1 minggu yang lalu dengan diagnosis infeksi saluran kemih dan mendapatkan antibiotik intravena. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/80 mmHg, HR 102 /menit, RR 22 /menit, suhu 36,5∘C . Pemeriksaan laboratorium didapatkan ureum 152mg/dl dan kreatinin 7,7mg/dl . Manakah diantara antibiotik berikut ini yang paling mungkin menyebabkan keluhan pasien?
Siprofloksasin
Kotrimoksazole
Gentamisin
Amoksisilin
Metronidazole
Tn. Gatie, usia 42 tahun, datang ke UGD dengan keluhan badan lemah, mual muntah dan kencing berbusa sejak 1 bulan lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/100 mmHg, denyut nadi 98 /menit, laju pernapasan 18 /menit, dan suhu 36,3∘C . Pemeriksaan penunjang didapatkan azotemia renal disertai dengan proteinuria dan hematuria. Pada pemeriksaan biopsi ginjal ditemukan gambaran proliferasi sel epitel dan migrasi monosit/makrofag ke kapsul Bowman seperti gambaran “crescentic”. Kemungkinan diagnosa pada kasus ini?
Glomerulosklerosis focal segmental
Sindroma nefrotik
IgA nefropati
Rapidly progressive glomerulonefritis
Glomerulonefritis pasca streptokokus
Ny. Lissa berusia 40 tahun, datang ke Rumah Sakit dengan keluhan bengkak pada kedua kaki sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan BAK yang sedikit, hanya 1–2 kali perhari sejak 6 bulan yang lalu. Haid ini bulan kali pertama pasca melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan: TD 110/70 mmHg, nadi 90 /menit, RR 20 /menit, suhu 37,0∘C , konjungtiva anemis, sklera ikterik (−/+) . Dari pemeriksaan lab didapatkan Hb 8g/dl , peningkatan ureum dan kreatinin. Dari hasil pemeriksaan urinalisis didapatkan urin yang sangat pekat dengan eritrosit (+) 4 . Diagnosis yang mungkin ialah...
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik
Gagal ginjal akut
Glomerulonefritis kronik
Gagal ginjal kronik
Tn. Renardo, berusia 30 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak nafas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/100 mmHg dan RR 28 /menit dengan edema pada kedua kaki dan rales pada kedua basal paru. Dari pemeriksaan darah didapatkan Hb 7,3g/dL dan MCV dan MCHC normal, ureum 421mg/dL , Cr 2mg/dL . Dari pemeriksaan USG didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, densitas korteks meningkat, dan batas korteks medula kabur. Diagnosis fungsional ginjal pada pasien tersebut adalah...
CKD st V
CKD st II
AKI
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik akut
Tn. Henley, usia 57 tahun datang ke IGD keluhan buang air kecil lebih sedikit dan nyeri pinggang sejak 6 bulan yang lalu. Sebelumnya pasien pernah mengalami keluhan nyeri ketika BAK, BAK berwarna merah dan terasa berpasir, pasien saat itu didiagnosa dengan batu ginjal. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 190/100 mmHg, denyut nadi 90 /menit, laju pernapasan 20 x/m, T 36,9∘C , konjungtiva anemis. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,9g/dl . Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa?
Urinalisis
BUN/kreatinin
Albumin
BNO IVP
BNO
Ny. Lea, usia 48 tahun, dibawa anaknya ke RS dengan keluhan penurunan kesadaran dan bicara kacau sejak 3 jam yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol sejak 10 tahun lalu. Pada pemeriksaan didapatkan TD 170/100 mmHg, HR 110 /menit, RR 28 /menit, suhu afebris. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema tungkai bilateral dan konjungtiva anemis. Hasil lab menunjukkan ureum 240 , kreatinin 9,2 , kalium 4,0 , dan Hb 8,4 . Indikasi hemodialisis pada kasus ini adalah...
Belum memerlukan hemodialisis
Hipertensi stage 2
Hiperkalemia
Overload cairan
Sindrom uremia
Ny. Kate, usia 59 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Keluhan sesak disertai bengkak pada kedua kaki sejak 1 minggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Pada pemeriksaan didapatkan TD 160/100 mmHg, N 99 /menit, RR 30 /menit, S 36,7∘C , ronki (+) , edema ekstremitas bipedal (+) , konjungtiva anemis (+) . Hasil laboratorium ureum 180mg/dl , kreatinin 18mg/dl . Apakah terapi yang tepat pada pasien tersebut?
Pemberian furosemide
Hemodialisa cito
Transfusi Hb
Eritropoietin
Pemberian preparat bikarbonat
Tn. Luke, 69 tahun, datang dengan keluhan sesak sejak 1 hari SMRS. Pasien tidak bisa BAK semalam disertai bengkak kedua tungkai. Pasien memiliki riwayat diabetes melitus dan hipertensi sejak 10 tahun yang lalu tidak terkontrol. Pasien tampak delirium, tekanan darah 170/80 mmHg, HR 90 /menit, RR 28 /menit, suhu 37,2∘C . Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan ureum 250mg/dL , kreatinin 10mg/L , GFR <15 dan urinalisa didapatkan proteinuria +++. Kondisi yang dialami Tn. Luke saat ini adalah...
Gangguan ginjal akut pada kasus kronik
Gangguan ginjal prerenal
Gangguan ginjal akhir
Gangguan ginjal postrenal
Gangguan ginjal renal
Tn. Romeo, usia 50 tahun datang ke poli penyakit dalam untuk kontrol. Pasien memiliki riwayat DM dan CKD sejak 5 tahun yang lalu. Dokter mengatakan pasien dengan CKD memiliki risiko komplikasi jantung karena penumpukan Homocysteine. Apakah terapi yang dapat diberikan untuk mengurangi risiko komplikasi tersebut?
Ascorbic acid
Mecobalamin
Folic acid
Thiamin
Riboflavin
Tn. Dino, usia 40 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri pada pinggang kiri. Nyeri menjalar hingga selangkangan. Keluhan dirasakan hilang timbul sejak 1 bulan yang lalu dan memberat satu minggu terakhir. Pasien bekerja sebagai supir lintas kota dan sering menahan BAK. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/90 mmHg, HR 90 /menit, RR 22 /menit, suhu 36,6∘C . Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok CVA kiri positif, ballottement (+) , pada pemeriksaan BNO IVP didapatkan gambaran kaliks clubbing. Kemungkinan diagnosis pasien adalah...
Nefrolitiasis
Hidronefrosis grade 1
Hidronefrosis grade 2
Hidronefrosis grade 3
Hidronefrosis grade 4
