Search Header Logo
Dinamika Litosfer

Dinamika Litosfer

Assessment

Presentation

Science, Geography

10th Grade

Hard

Created by

Faryanti Faryanti

Used 4+ times

FREE Resource

49 Slides • 0 Questions

1

media

2

Dinamika Litosfer

By Faryanti, S.Pd.

SMAN 10 Tebo​

Geografi SMA Kelas X Semester 2

media

​Yuuk belajar ...

media

3

Indikator :

  1. Memahami struktur lapisan bumi

  2. ​Mengurakan batuan penyusun bumi

  3. Menguraikan tenaga pembentuk muka bumi

  4. Menganalisis dampak positif dan negatif tenaga endogen dan eksogen bagi kehidupan.

  5. Menganalisis jenis tanah di permukaan bumi.​

media

4

1. STRUKTUR LAPISAN BUMI

media

Berdasarkan hasil penelitian, bumi diperkirakan memiliki jari-jari sepanjang 6.371 kilometer.

​Struktur bumi terdiri atas 3 lapisan yaitu :

  1. Kerak bumi (litosfer)

  2. Selubung/mantel​(Astenosfer)

  3. Inti bumi (barisfer​)

5

​KERAK BUMI/ LITOSFER

Kerak bumi Kerak bumi merupakan lapisan paling atas dari struktur bumi. Kerak bumi dianalogikan sebagai kulit telor rebus karena sangat tipis dan rapuh dibandingkan dengan struktur yang ada di bawahnya. Kerak bumi tersusun dari elemen yang relatif ringan seperti silika, alumunium, dan oksigen. Kerak bumi merupakan lapisan yang paling tipis dibandingkan dengan lapisan bumi lainnya. Ketebalan lapisan kerak bumi bervariasi akibat permukaan bumi yang tidak rata.

Ketebalan kerak bumi di daratan adalah antara 25-40 kilometer. Pada pegunungan ketebalannya bisa mencapai 70 kilometer, sedangkan di lautan dan Kepulauan Hawaii merupakan kerak bumi yang paling tipis, hanya 5 kilometer saja.

6

Kerak bumi ada dua macam, yaitu :

  1. Kerak benua

  2. Kerak samudera. ​

media

7

Kerak benua terdiri dari batuan granit, sedangkan kerak samudera terdiri dari batuan basal. Bersamaan dengan mantel lapisan atas, kerak bumi terbelah menjadi lempeng-lempeng besar seperti potongan puzzle. Inilah yang disebut dengan lempeng tektonik. Lempeng ini bisa bergerak dengan sangat lambat. Pergerakan lempeng tektonik hanya 0 sampai 14 sentimeter per tahun. Pemicu pergerakan lempeng tektonik sampai saat ini belum diketahui.

8

MANTEL

Mantel bumi berada di kedalaman 40 hingga 3.000 kilometer di bawah permukaan bumi. Mantel bumi tersusun dari besi, magnesium, dan silika. Bagian terluar mantel bumi cenderung lebih padat dan menempel dengan kerak bumi di atasnya.

Sekitar 100 sampai 200 kilometer di bawah permukaan tanah, suhu mantel bumi mencapai titik leleh batuan atau sekitar 1.000 derajat Celcius. Pada lapisan ini tersusun sebagian oleh batuan yang meleleh. Lapisan ini disebut dengan astenosfer. Astenosfer bersifat lunak dan plastis. Ahli geologi menduga, bagian mantel bumi ini lah yang menyebabkan pergerakan lempeng tektonik.

9

​INTI BUMI

Inti bagian luar

Inti bagian luar merupakan struktur cair yang terdiri dari besi dan nikel. Inti bagian luar ini berada di kedalaman 2.885-5.144 kilometer. Suhu pada lapisan ini mencapai 3.700 derajat Celcius.

​Inti bagian dalam

Inti bagian dalam bumi berbentuk bola metal yang memiliki radius 1.220 kilometer atau sekitar tiga per empat ukuran bulan. Inti bagian dalam terletak di dalam bumi pada kedalaman 2.885-5.144 kilometer di bawah permukaan bumi. Suhu di inti bagian dalam bumi berkisar 4.300-5.400 derajat Celcius.

10

media

2. BATUAN PENYUSUN BUMI​

Batuan yang ada di permukaan bumi dibedakan menjadi 3 yaitu :

  1. Baruan beku

  2. Batuan sedimen​

  3. Batuan metamorf​

Asal dari batuan yang ada di bumi adalah magma.

Siklus pembentukan batuan yang ada di permukaan bumi dapat dilihat pada gambir di samping.

11

media

12

Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang mengalami pembekuan, mendingin dan mengeras yang sebagian besar terdiri atas silika (SiO2). Namun tergantung pada komposisi magmanya, batuan beku dapat berbeda-beda dari sisi warnanya, kepadatan, komposisi mineral dan teksturnya. Jenis batuan beku kemudian diidentifikasi dan diklasifikasi berdasar ciri-ciri tersebut.

Perbedaan warna terutama disebabkan oleh adanya mineral. Batuan yang mengandung banyak mineral warna disebut ultramafik, contohnya batuan peridotit yang membentuk selubung bumi. Batuan biasa yang berwarna gelap disebut mafik, misalnya batuan basalt dan gabro. Selanjutnya batuan yang berwarna muda disebut felsik, contohnya granit.

13

media

14

Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah jenis batuan yang terjadi karena proses pengendapan materi hasil erosi atau pelarutan. Dengan kata lain, batuan sedimen merupakan batuan yang berasal dari batuan yang sudah pernah ada sebelumnya. Batuan sedimen hanya menyusun sekitar 5% dari total volume kerak bumi dan menutupi sekitar 75% dari permukaan bumi. Selain itu, sekitar 80% permukaan benua memang tertutup oleh batuan sedimen.

Pada umumnya, batuan sedimen memiliki warna yang terang atau cerah, putih, kuning maupun abu-abu terang. Soal warna, hal ini sangat tergantung dari komposisi bahan yang membentuknya.

15

media

​Batuan Sedimen

16

​Batuan Metamorf

​Batuan metamorf atau malihan adalah batuan yang terbentuk oleh proses metamorfisme pada batuan yang telah ada sebelumnya. Batuan asalnya dapat berupa batuan beku, sedimen maupun metamorf. Proses metamorfosisme adalah proses yang menyebabkan perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur pada batuan karena panas dan tekanan tinggi, serta larutan kimia yang aktif.

Ketika gerakan lempeng mendorong batuan beku atau batuan sedimen jauh ke dalam bumi, tekanan dan suhu tinggi memampatkan dan meremukkannya menjadi batuan metamorf. Perubahan dapat terjadi karena suhu yang tinggi, tekanan yang berat atau gabungan keduanya yang berlangsung berabad-abad.

17

media

18

​Untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang jenis batuan silahkan klik tautan berikut ini:

https://www.rumah.com/panduan-properti/jenis-batuan-41850​

19

media

3. TENAGA PEMBENTUK MUKA BUMI

Pernahkah kalian mengamati bentuk muka bumi kita? Apakah permukaannya datar? Tentu tidak ya... Pasti akan ada bentukan seperti gambar berikut ini ya...

Pernahkan kalian berfikir mengapa bentuk muka bumi kita beragam?​

20

​Bentuk permukaan bumi sangat bervariasi. Ada wilayah yang rendah dan ada wilayah yang tinggi. Bentuk permukaan bumi dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami perubahan.

Itu karena permukaan bumi dipengaruhi oleh tenaga dari dalam (endogen) atau tenaga dari luar (eksogen).

Tenaga endogen adalah kekuatan dari dalam bumi yang mendorong pembentukan permukaan bumi.

Tenaga endogen meliputi gerak tektonik, vulkanisme, dan gempa bumi.

21

​ Tektonisme Vulkanisme Seisme

​​

Untuk lebih memahami tentang tenaga eksogen silahkan kalian klik tautan berikut ini :

https://bobo.grid.id/read/082275418/mengenal-tenaga-pembentuk-permukaan-bumi-dari-dalam-atau-endogen​

media
media
media

22

​Tenaga eksogen adalah kekuatan dari luar bumi yang memengaruhi perombakan atau perubahan bentuk muka bumi atau bentang alam yang sudah ada.

Tenaga eksogen bersumber dari kekuatan yang berasal dari atmosfer, air, gelombang dan organisme. Tenaga eksogen memengaruhi perombakan muka bumi melalui proses pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan pergerakan batuan atau tanah. Dalam proses-proses ini dibantu dengan keberadaan unsur air, udara, dan es.

Tenaga eksogen terdiri dari pelapukan, erosi dan sedimentasi.​

23

​ Pelapukan Erosi Sedimentasi

​Untuk memperdalam pengetahuan kalian tentang tenaga eksogen silahkan klik tautan berikut ini:

https://tirto.id/pengertian-tenaga-eksogen-sumber-dampak-dan-contohnya-gdK4

media
media
media

24

media
media
media

​Bentukan muka bumi hasil tenaga Endogen

Ngarai Sianok di Sumatera Barat yang terbentuk akibat aktivitas tektonik

Danau Kelimutu di NTT yang terbentuk karena aktivitas vulkanisme

Danau Singkarak di Sumatera barat yang terbentuk karena gempa tektonik

25

​Bentukan muka bumi hasil tenaga eksogen

media
media
media

Batuan yang besar hancur akibat pelapukan biologis yang disebabkan oleh dari akar tanaman.

Tebing di pantai bolong akibat tererosi oleh gelombang laut

Tombolo/ endapan pasir yang terbentuk karena adanya sedimentasi di pantai oleh gerakan air laut

26

​Dampak positif dan negatif tenaga endogen dan tenaga eksogen

Dampak positif tenaga endogen:

​​1. Sebuah gunung yang meletus akan mengeluarkan magma yang menjadi lava yang bila membeku selama beberapa tahun akan menjadi lahan pertanian yang subur.

2. Pergeseran kerak Bumi (diastropisme) seperti patahan bisa menghasilkan bentuk permukaan Bumi yang indah dan menjadi objek wisata.

Contohnya, Ngarai Sianok di Sumatra Barat.​

3. Magma yang dikeluarkan gunung berapi yang membeku akan berubah menjadi batuan. Dari batuan ini bisa ditemukan batu-batu yang bernilai tinggi, seperti emas, perak, intan, dan sebagainya.​

27

Dampak negatif tenaga endogen:

1. Gunung yang meletus akan mengeluarkan lava dan menyemburkan awan panas dan debu. Kedua bahan ini akan merusak apa saja yang dilaluinya, seperti rusaknya hutan, lahan pertanian, dan permukiman penduduk.

2. Gempa Bumi mengakibatkan rusaknya bangunan-bangunan.

Bila sumber gempa ada di lautan, maka bisa menyebabkan tsunami.

Tsunami bisa merusak pemukiman penduduk di pantai bahkan daerah yang lebih jauh dari pantai.

3. Gempa Bumi yang terjadi di pegunungan yang ditutupi salju bisa menyebabkan terjadinya longsoran salju yang bisa merusak area sekitar.

28

Dampak positif tenaga eksogen:

  1. Aktivitas pelapukan bisa menghasilkan bentuk permukaan Bumi yang unik, yang bisa menjadi objek wisata. Contohnya Anyer’s Rock di Australia dan Grand Canyon di Amerika Serikat.

  2. Proses sedimentasi bisa menghasilkan daratan baru yang subur.

29

Dampak negatif tenaga eksogen:

  1. Erosi yang terjadi besar-besaran bisa menyebabkan hilangnya kesuburan tanah, terutama pada lapisan tanah yang berada paling atas.

  2. Di pantai, kegiatan erosi oleh ombak menyebabkan pantai lama-kelamaan terkikis sehingga sangat mungkin daerah pantai akan menghilang.

30

​PEDOSFER

Pedosfer adalah lapisan paling atas dari permukaan bumi tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah. Secara sederhana pedosfer dapat diartikan sebagai lapisan tanah yang menempati bagian paling atas dari litosfer(lapisan terluar dari kulit bumi yang diebut sengai pembungkus bumi).

Tanah adalah suatu wujud alam yang terbentuk dari campuran hasil pelapukan batuan (anorganik), organik, air, dan udara yang menempati bagian paling atas dari litosfer. Ilmu yang mempelajari tanah disebut peedologi, sedangkan ilmu yang secara khusus mempelajari mengenai proses pembentukan tanah disebut pedogenesa.

31

Faktor-Faktor Pembentukan Tanah

1. Iklim dan Faktor-faktor iklim, yang diantaranya adalah cuaca dan curah hujan.

2. Organisme (Vegetasi, jasad Renik), organisme sangat berpengaru terhadap proses pembentukan tanah seperti :

  • Membuat proses pelapukan

  • Membantu proses pembentukan humus

  • Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah, hal ini terlihat pada daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika

  • Memiliki kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman yang berpengaruh pada sifat-sifat tanah.

32

3. Bahan induk batuan.

Batuan vulkanik, Batuan Beku, Batuan Sedimen, dan juga Batuan Metamorf. Semua batuan tersebut bisa disebut dengan bahan induk.

  1. Relief Keadaan (Topografi), Keadaan Relief suatu daerah akan mempengaruhi tebal atau tipisnya lapisan tanah.

5. Waktu, tanah merupakan benda alan yang terus menerus berubah, akibat pelapukan dan pencucian yang terus menerus.

media

33

​ Horizon/ Lapisan Tanah:

1. Horozon O

Terdiri dari material organik​

  1. Horizon A

    Merupakan lapisan tanah atas (topsoil)​

  2. ​Horizon E

    Merupakan zona pencucuian tanah​

  3. Horizon B

    Merupakan lapisan tanah bawah (subsoil)​

  4. Horizon C

    Merupakan batuan induk terlapuk​ (regolit)

  5. Horizon D​

    merupakan batuan induk (bedrock)​

media

34

SIFAT FISIK TANAH​

Sifat fisika tanah  adalah sifat-sifat tanah yang ditentukan oleh bahan penyusunnya.  Sifat fisika tanah mencakup tekstur, struktur, porositas dan warna tanah.

Tekstur tanah merupakan besar kecilnya ukuran partikel yang menyusun tanah. Setiap jenis tanah memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda, oleh karenanya tanah dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain tanah pasir,  tanah liat, dan tanah lempung. Pasir memiliki partikel yang berukuran paling besar yaitu 2 – 0,05 mm, liat memiliki partikel yang berukuran paling kecil yaitu < 0,002 mm. Keadaan struktur tanah sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat fisik tanah yang lain seperti  struktur tanah ,  porositas tanah, dan warna tanah.

 

35

Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk gumpalan kecil. Gumpalan-gumpalan kecil ini mempunyai bentuk, ukuran, dan kemantapan (ketahanan) yang berbeda-beda).

Beberapa jenis struktur tanah antara lain :

  1. Granular

  2. Gumpal (blocky)

  3. Prisma (prismatic)

  4. Tiang (columnar)

  5. Lempeng (platy).

 

36

Porositas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air. Besar kecilnya kemampuan tanah dalam menyerap air berhubungan dengan tingkat kepadatan tanah. Semakin padat tanah, porositas tanahnya semakin kecil karena tanah yang padat sulit untuk menyerap air. Tanah yang baik adalah tanah yang porositasnya besar karena akan memudahkan akar tanaman untuk menembus tanah dalam mencari bahan organik. Selain itu tanah tersebut juga mampu menahan air hujan sehingga tanaman tidak kekurangan air. Ukuran porositas dan kualitas tanah dapat dilihat pada tabel berikut

37

Warna tanah merupakan ciri fisik yang paling mudah dikenali. Perbedaan warna tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. Semakin hitam warna tanah menunjukkan tanah tersebut semakin subur. Sebaliknya semakin terang warna tanah menunjukkan semakin tidak suburnya tanah tersebut.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang sifat tanah dapat dibaca pada tautan berikut ini :

https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Tanah%20dan%20Kehidupan_IK/Sifat-tanah.html#:~:text=Sifat%20fisika%20tanah%20adalah%20sifat,ukuran%20partikel%20yang%20menyusun%20tanah.

38

Sifat Kimia Tanah

Selain sifat fisik tanah di atas terdapat juga sifat kimiawi tanah yaitu keasaman(pH) tanah yang terdiri dari pH asam (kadar asam dibawah 7,0) dan pH bassa (kadar asam lebih dari 7,0).

Tanah yang baik untuk aktivitas pertanian adalah yang memiliki kadar asam antara 6,0 - 7,0​

39

JENIS TANAH

Berdasarkan bahan dan prose pembentukannya tanah dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain tanah aluvial/endapan, tanah humus, tanah kapur, tanah vulkanik, dan tanah gambut.

Tanah aluvial merupakan tanah yang terdapat di sepanjang aliran sungai, terjadi karena endapan lumpur yang terbawa aliran sungai. Sifat tanah ini sangat dipengaruhi oleh meterial yang dikandung oleh sungai yang melaluinya. Tanah aluvial cocok untuk pertanian karena memiliki tekstur yang lembut dan mudah digarap.​

40

Tanah humus berasal dari pelapukan ranting, daun, dan bagian tumbuhan lainnya. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak sehingga tingkat kesuburannya sangat tinggi. Ciri yang dimiliki tanah humus adalah berwarna gelap (antara cokelat tua sampai warna hitam) dan tampak bintik berwarna putih dalam tanah itu.

 

Tanah kapur merupakan tanah yang tidak memiliki unsur hara sehingga tanah ini bersifat tidak subur. Hal ini terjadi karena tanah kapur berasal dari pelapukan batuan kapur yang tidak mengandung unsur hara. Lapisan tanah di atas kapur umumnya tipis sekali dan memiliki sifat kurang dapat menyerap atau menampung air.

41

Tanah pasir merupakan tanah yang berasal dari pelapukan batuan pasir. Biasanya , tanah ini banyak kita jumpai di pantai atau daerah kepulauan. Tanah pasir sangat mudah dilalui air atau bersifat porous, tidak mengandung air dan mineral sehingga kurang baik untuk pertanian.

 

Tanah vulkanik adalah tanah yang berasal dari muntahan gunung berapi.

​Tanah organosol atau tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari bahan induk berupa bahan organik hutan atau rumput-rumputan yang mengalami pelapukan. Unsur hara yang terkandung di dalam tanah gambut sangat sedikit, sehingga tanahnya kurang subur dan kurang baik untuk lahan pertanian. Tanah gambut juga relatif kurang baik untuk dijadikan perkebunan karena memiliki kandungan asam yang tinggi. Untuk menetralkannya biasanya diberi kapur.

42

Tanah laterit terbentuk karena unsur hara hilang dalam tanah akibat erosi, terkena hujan terus menerus. Tanah ini memiliki warna merah bata karena banyak mengandung zat besi dan alumunium, sehingga kurang cocok untuk ditanami.

Dampak dan Kerusakan Tanah Bagi Kehidupan:

Kerusakan tanah yang terjadi saat ini merupakan dampak pemanfaatan lingkungan yang tidak terkontrol sehingga mengakibatkan terjadinya krisis lingkungan. Dampak yang sangat terasa dalam kehidupan manusia adalah berkurangnya lahan subur yang menjadikan semakin menipisnya lahan yang bisa dijadikan lokasi produksi kebutuhan agraris(hal yang menyangkut dengan pertanian) manusia.

43

media

44

​Konservasi Tanah

Konservasi tanah dalam arti luas, yakni penempatan bidang tanah pada penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Sedangkan dalam arti sempit, konservasi tanah merupakan upaya pencegahan kerusakan tanah dari erosi dan memperbaiki tanah yang rusak akibat erosi.

45

Konservasi tanah penting untuk dilakukan agar tanah tetap terpelihara dan air tetap tersedia. Jika konservasi tidak dilakukan, dikhawatirkan akan muncul masalah, sebagai berikut:

  • Unsur hara yang seharusnya terkandung dalam tanah dan bahan organik akan hilang akibat teknik pertanian yang tidak tepat

  • Terjadi proses salinisasi atau terkumpulnya garam / racun dalam tanah

  • Terjadinya lahan kritis akibat kekeringan, pebangan hutan dan perladangan berpindah.

  • Erosi tanah

  • Hilangnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan

46

Metode Konservasi Tanah

Terdapat tiga teknik atau metode yang digunakan untuk melakukan konservasi , antara lain:

1. Metode Vegetatif

Metode vegetatif yaitu metode yang menggunakan tanaman atau bagian tanaman untuk mengurangi daya tumbuk air hujan dengan tanah. Tujuannya adalah agar air hujan tidak langsung bertabrakan dengan tanah, mengurangi laju dan jumlah air di permukaan sehingga mengurangi erosi tanah.

Metode vegetatif terdiri dari penghijauan/reboisasi, penggiliran tanaman (crop rotation), sistem tumpang sari, penanaman dengan tanaman berselang seling dalam satu lahan , countur farming (menanam mengikuti arah kontur).

47

2. Metode Mekanik

Metode Mekanik, yaitu perlakuan fisik yang diberikan kepada tanah dengan membuat bangunan untuk mengurangi aliran permukaan air, sehingga tidak terjadi erosi dan dapat meningkatkan penggunaan tanah.

Berikut ini adalah beberapa metode mekanik yang umumnya diterapkan:

  • Penggemburan tanah dengan cara dibajak/dicangkul

  • Pembuatan teras sering/sengkedan

  • Guludan (pembuatan pematang tanah secara sejajar dengan garis kontur)

  • Pembuatan waduk/irigasi

  • Rorak /parit (saluran air buntu untuk sedimentasi)

  • Pembuatan drainase

  • Pembuatan sumur resapan, lubang resapan/biopori

  • Countur strip cropping (membuatan petakan lahan)

48

3. Metode Kimia

Metode Kimia, selain metode vegetatif dan mekanik terdapat pula metode kimia untuk mecegah kerusakan tanah. Tanah akan diberikan soil conditioner untuk memperbaiki struktur tanah.

Metode kimiawi terdiri dari pemupukan dan pengapuran.​

49

Terima kasih....

Sampai jumpa pada pembelajaran berikutnya.

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 49

SLIDE