Search Header Logo
TEORI PERKEMBANGAN MORAL

TEORI PERKEMBANGAN MORAL

Assessment

Presentation

Physical Ed

University

Practice Problem

Medium

Created by

Nurfadilah Nurfadilah

Used 2+ times

FREE Resource

36 Slides • 8 Questions

1

Assalamu alaikum wr wb

2

Multiple Choice

apa kabar?

1

baik

2

buruk

3

HARI INI KITA AKAN MEMBAHAS TENTANG

TEORI PERKEMBANGAN MORAL

4

Teori perkembangan moral yang dipelajari banyak bersumber dari dunia barat. Hal ini berarti bahwa setiap teori yang dibuat itu berdasarkan pola pikir, objek studi dan landasan teoritis yang banyak dipengaruhi oleh jati diri para pakar barat tersebut. Bagi kehidupan masyarakat Indonesia masalah ini tentu hanya bersifat pengalihan teori atau lebih tepat bila dikatakan hanya bersifat asumsi ilmiah. Oleh sebab itu, ketika mempelajari berbagai teori tentang perkembangan moral kita harus berhati-hati karena memungkinkan adanya berbagai variabel penentu yang berbeda dalam berbagai hal, sepeti manusianya, kondisi lingkungannya serta landasan filosofi kehidupannya.

5

Ada beberapa teori perkembangan moralitas yang akan dipelajari seperti beberapa teori berikut ini :
1. Perkembangan moral menurut teori belajar sosial.

2. Perkembangan moral menurut teori John Dewey

3. Perkembangan moral menurut teori Kognitif Jean Piaget.

4. Perkembangan moral menurut teori Lawrence . Kohlberg

6

1. Perkembangan moral menurut teori belajar sosial.

Menurut teori belajar sosial perkembangan sosial merupakan proses yang dipelajari selama proses interaksi sosial seseorang. Perkembangan sosial berlangsung melalui proses peniruan, latihan dan penguatan.

7

Menurut Bandura perkembangan moral berlangsung melalui interaksi seseorang dengan lingkungan yang menyediakan konten moral. Moral seseorang akan berkembang dengan baik, apabila berinteraksi dengan orang dewasa yang menunjukkan tingkahlaku moral dalam melakukan tindakan sehari-hari. Pada awalnya anak akan meniru prilaku orang tua, guru dan orang dewasa lainnya melalui pengamatan tingkahlaku moral yang ditampilkan.

8

Prilaku moral tersebut terus berkembang melalui latihan yang diberikan orang tua kepada anaknya, agar mereka dapat berinteraksi secara seimbang dengan lingkungannya. Tingkahlaku moral akan cepat dikuasai oleh anak apabila diberi penguatan, yang dapat memperkuat pemahamannya, penguatan akan diperoleh karena sesuai dengan tuntutan nilai moral yang berlaku. Interaksi anak dengan orang-orang di lingkungannya akan terus mempengaruhi perkembangan moral anak, sampai pada akhirnya mereka memiliki moralitas yang terinternalisasi.

9

Remaja akan berkembang moralnya dengan baik apabila dalam kehidupannya, ia dapat meniru orang lain di lingkungannya bertingkahlaku moral, dan sekaligus dilatih melakukan tingkahlaku moral. Dalam proses peniruan, remaja mengenal tingkahlaku moral dengan jalan mengamati tingkahlaku orang tua dan orang dewasa lainnya. Oleh karena itu, interaksi yang bermoral dengan orang tua dan guru khususnya serta orang dewasa umumnya sangat penting pengaruhnya untuk mengembangkan moral remaja.

10

2. Perkembangan moral menurut teori John Dewey

Tahapan perkembangan moral seseorang itu akanmelewati tiga fase sebagaiberikut :

11

  • Fase pre moral atau pre conventional ; pada level ini sikap dan prilaku manusia banyak dilandasi oleh impuls biologis dan sosial. Pada periode ini ditandai bahwa anak belum menyadari keterikatannya pada aturan-aturan.

  • Fase konvensional ; perkembangan moral manusia pada tahap ini banyak didasari oleh sikap kritis kelompoknya. Anak berprilaku moral karena ada kesadaran akan ketaatan pada kekuasaan orang lain.

  • Fase autonomous ; Pada tahapan ini perkembangan moral manusia banyak dilandaskan pada pola pikirannya sendiri

12

3. Perkembangan moral menurut teori Kognitif Jean Piaget.

Teori menekankan bahwa perkembangan kognitif erat kaitannya dengan perkembangan moral. Oleh karena itu perkembangan moral remaja tergantung pada perkembangan kognitifnya. Piaget berpendapat bahwa terdapat hubungan yang sejajar antara perkembangan moral dengan perkembangan kognitif.

13

media

14

media

15

Menurut Piaget pada akhir periode operasional konkrit

(usia 11-12 tahun) atau awal masa remaja, diharapkan mereka mulai menyesuaikan diri dan setuju dengan aturan/norma . Keadaan ini akan terus berkembang sehingga remaja memiliki moral dan memahami aturan sebagai sesuatu yang perlu dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga terjadi keseimbangan (equilibrium) antara kehidupan individu dengan kehidupan lingkungan, yang pada akhirnya akan mendatangkan kepuasan dan ketentraman pada diri remaja.

16

Piaget meyakini apabila perkembangan kognitif terhambat, maka perkembangan moral juga akan terhambat. Remaja yang belum mencapai perkembangan berpikir abstrak, belum akan mampu memahami aturan, nilai moral secara baik dan belum dapat menginternalisasikan nilai-nilai moral tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.

17

Open Ended

SUDAH ADA BERAPA TOKOH YANG TELAH MENGEMUKAKAN PENDAPATNYA? TULISKAN!

18

BAIK KITA LANJUT KE TOKOH SELANJUTNYA>>

19

4. Perkembangan moral menurut teori Lawrence . Kohlberg

Salah satu pandangan yang cukup terkenal mengenai perkembangan moral dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg. Kohlberg percaya bahwa perkembangan moral didasarkan pada penalaran moral dan terbagi dalam beberapa tahapan yaitu

20

a. Penalaran prakonvensional

b. Penalaran konvensional
c. Penalaran Postkonvensional

21

Penalaran prakonvensional (preconventional reasoning) adalah tingkatan terendah dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkatan ini individu tidak menunjukkan adanya internalisasi nilai-nilai moral, penalaran moral dikendalikan oleh hadiah atau reward dan hukuman eksternal. Tingkat prakonvensional ini memiliki dua tahap, yaitu orientasi hukuman dan kepatuhan dan individualisme dan tujuan.

22

Tahap 1. Orientasi hukuman dan kepatuhan (punishment and obedience orientation) Pada tahap ini pemikiran moral didasarkan pada hukuman . Sebagai contoh anak mematuhi orang dewasa karena orang dewasa menyuruh mereka untuk patuh kalau tidak patuh mereka akan dikenai hukuman .

Jadi anak patuh karena takut pada hukuman.

23

Tahap 2. Individualisme dan tujuan (individuallism and purpose).

Pada tahap ini pemikiran moral didasarkan pada hadiah atau reward dan minat pribadi. Sebagai contoh anak-anak dan remaja bersikap patuh bila mereka mau mematuhinya dan jika apa yang harus mereka patuhi menguntungkan mereka. Apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa yang menghasilkan reward.

24

Penalaran konvensional (conventional reasoning)

adalah

tingkatan kedua, atau menengah, dari teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkatan ini internalisasi sifatnya menengah. Individu mematuhi beberapa standar tertentu (internal), tetapi standar tersebut merupakan standar orang lain (eksternal), misalnya orang tua atau hukum yang berlaku di masyarakat. Tingkat penalaran konvensional memiliki dua tahap sebagai lanjutan dari tahap sebelumnya. Tahap tersebut adalah :

25

Tahap 3 Norma interpersonal (interpersonal norms) adalah tahap ketiga dari tahap perkembangan moral Kohlberg.

Pada tahap ini individu menganggap rasa percaya, rasa sayang, dan kesetiaan terhadap orang lain sebagai dasar untuk melakukan penilaian moral. Anak dan remaja pada tahap ini seringkali mengambil standar moral orang tua mereka, hal ini dilakukan karena mereka ingin orang tua mereka menganggap mereka sebagai “anak yang baik”

26

Tahap 4, Moralitas sistem sosial (social system morality)

Pada Tahap ini penilaian moral didasarkan pada pemahaman terhadap aturan, hukum, keadilan, dan tugas sosial. Sebagai contoh, remaja dapat mengatakan bahwa supaya suatu komunitas dapat bekerja secara efektif, maka komunitas tersebut perlu dilindungi oleh hukum yang ditaati oleh seluruh anggota komunitas. Perilaku yang baik adalah semata-mata melakukan kewajiban sendiri, menghormati otoritas, dan menjaga tata tertib sosial yang ada. Semua ini dipandang sebagai sesuatu yang bernilai dalam dirinya.

27

Penalaran postkonvensional (postconventional reasoning)

adalah tingkatan tertinggi dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkatan ini moralitas diinternalisasi sepenuhnya dan tidak lagi didasarkan pada standar orang lain. Individu mengetahui adanya pilihan moral yang lain sebagai alternatif, memperhatkan pilihan-pilihan tersebut, dan kemudian memutuskan sesuai dengan kode moral pribadinya.

Pada tahap ini penalaran moral memiliki dua tahap yaitu :

28

Tahap 5. hak komunitas vs hak individu (community rights versus individual rights) adalah tahap kelima dari teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini, seseorang memiliki pemahaman bahwa nilai dan hukum adalah relatif dan standar yang dimiliki satu orang akan berbeda dengan orang lain. Ia menyadari bahwa hukum memang penting bagi suatu masyarakat namun hukum itu sendiri dapat diubah. Ia percaya beberapa nilai, seperti kebebasan, lebih penting dari pada hukum.

29

Pada tahap ini terdapat kesadaran yang jelas mengenai relativisme nilai dan pendapat pribadi sesuai relativisme nilai tersebut.

Hasilnya adalah penekanan pada kemungkinan untuk mengubah hukum berdasarkan pertimbangan rasional mengenai manfaat sosial. Di luar bidang hukum, persetujuan bebas, dan kontrak merupakan unsur pengikat kewajiban.

30

Tahap 6. prinsip etis universal (universal ethical principles) adalah tahap keenam dan tertinggi dari teori perkembangan moral Kohlberg.

Pada tahap ini seseorang sudah memiliki standar moral yang didasarkan pada hak manusia secara universal. Ketika dihadapkan pada suatu konflik antara hukum dan kata hati, ia akan mengikuti kata hatinya, walaupun keputusan ini dapat memunculkan resiko pada dirinya.

31

Berdasarkan tingkatan dan pentahapan perkembangan moral, Kohlberg menerjemahkan ke dalam motif-motif individu dalam melakukan perbuatan moral. Sesuai dengan tahapan perkembangan moral, motif-motif perilaku moral manusia adalah sebagai berikut :

😉😉😉

32

Tahap 2 : Perbuatan moral individu dimotivasi oleh keinginan untuk mendapat ganjaran dan keuntungan sangat boleh jadi reaksi rasa bersalah diabaikan dan hukuman dipandang secara pragmatis (membedakan rasa takut, rasa nikmat, atau rasa sakit dari akibat hukuman). Dalam hal ini anak menurut dengan alasan ingin memperoleh hadiah karena baik.

33

Tahap 3 : Perbuatan moral individu dimotivasi oleh antisipasi terhadap celaan orang lain, baik yang nyata atau yang dibayangkan secara hipotetis. Jadi anak menurut untuk menghindari celaan dan untuk disenangi oleh orang lain.

34

Tahap 4 : Perbuatan moral individu dimotivasi oleh antisipasi terhadap celaan yang mendalam karena kegagalan dalam melaksanakan kewajiban dan rasa bersalah diri atas kerugian yang dilakukan terhadap orang lain. Orientasi berdasarkan otoritas, aturan pasti dan pemeliharaan terhadap aturan sosial. Seseorang dipandang bermoral bila melakukan tugasnya dan dengan demikian dapat melestarikan aturan sistem moral dan sistem sosial. Jadi anak menurut untuk mempertahankan sistem aturan sosial

35

Tahap 5 : Perbuatan moral individu dimotivasi oleh keprihatinan terhadap upaya mempertahankan rasa hormat terhadap orang lain dan masyarakat yang didasarkan atas akal budi dan bukan berdasarkan emosi, keprihatinan terhadap rasa hormat bagi dirinya sendiri. Peraturan merupakan kontrol (perjanjian) diri dan masyarakat. Individu harus memenuhi kewajibannya, tetapi sebaliknya masyarakat harus menjamin kesejahteraan individu. Jadi anak menurut untuk memenuhi perjanjian bersama yang ada dalam peraturan sosial.

36

Tahap 6 : Perbuatan moral individu dimotivasi oleh keprihatinan terhadap sikap mempersalahkan diri karena melanggar prinsip-prinsipnya sendiri. Individu cendrung membedakan antara rasa homat dari masyarakat dengan rasa hormat dari diri sendiri. Selain itu juga membedakan antara rasa hormat terhadap diri sendiri karena mencapai rasionalitas dan rasa hormat terhadap diri sendiri karena mampu mempertahankan prinsip-prinsip moral. Jadi anak menurut bukan karena perintah tetapi karena keyakinannya sendiri ingin melakukannya.

37

media

sampai disini, jelas ya!☺️

38

Multiple Choice

Tahapan perkembangan moral menurut teori John Dewey menyatakan bahwa seseorang itu akan melewati berapa fase?

1

2

2

3

3

5

4

6

39

Multiple Choice

Piaget mengemukakan Hubungan antara Perkembangan Kognitif dengan Perkembangan Moral. Ada berapa tahap priode perkembangan moral menurut Piaget?

1

2

2

3

3

5

4

6

40

Multiple Choice

Menurut Piaget 'awal masa remaja berada pada priode?

1

Periode operasional formal

2

Periode operasional awal

3

Periode operasional konkrit

4

Periode pra operasional

41

Multiple Choice

Pernyataan Fase autonomous ; Pada tahapan ini perkembangan moral manusia banyak dilandaskan pada pola pikirannya sendiri. dikemukakan oleh . . . . .

1

John Dewey

2

Jean Piaget.

3

Lawrence Kohlberg

4

Bandura

42

Multiple Choice

Penalaran prakonvensional (preconventional reasoning) adalah tingkatan terendah dalam teori perkembangan moral

1

John Dewey

2

Jean Piaget.

3

Lawrence Kohlberg

4

Bandura

43

Multiple Choice

Pernyataan yang menyenbutkan bahwa perkembangan moral berlangsung melalui interaksi seseorang dengan lingkungan yang menyediakan konten moral, dikemukan oleh . . . . .

1

John Dewey

2

Jean Piaget.

3

Lawrence Kohlberg

4

Bandura

44

media

baik! sekian dan terima kasih[☺️]

​wassalamualaikum wr wb

Assalamu alaikum wr wb

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 44

SLIDE