

Dasar-Dasar Perilaku Kelompok
Presentation
•
Business
•
University
•
Practice Problem
•
Easy
Keumala Hayati
Used 1+ times
FREE Resource
31 Slides • 31 Questions
1
Dasar-dasar PerilakuKelompok
2
Kelompok
Kelompok: Dua atau lebih individu, berinteraksi dan saling bergantung, yang berkumpul bersama
Kelompok formal: Sebuah kelompok kerja yang ditunjukyang ditentukan oleh struktur organisasi.
kelompok informal: Sebuah kelompok yang tidak terstruktur secara formal maupun secara organisasi ditentukan secara formal; kelompok semacam itu muncul sebagai sebagai tanggapan terhadap kebutuhan akan kontak sosial
3
Ancaman Identitas sosial
Ingroups dan outgroups membuka jalan bagi ancaman identitas sosial, yang mirip dengan ancaman stereotip.
Dengan ancaman identitas sosial, individu percaya bahwa mereka akan dievaluasi secara negatif secara pribadi karena hubungan mereka dengan kelompok yang direndahkan, dan mereka mungkin kehilangan kepercayaan diri dan efektivitas kinerja.
Satu studi menemukan, misalnya, bahwa ketika subjek dari latar belakang sosial ekonomi tinggi dan rendah mengerjakan tes matematika dengan tekanan tinggi, subjek berstatus rendah yang merasakan ancaman identitas sosial dapat sama percaya dirinya dengan subjek berstatus tinggi hanya jika mereka pertama kali dengan sengaja diberi semangat tentang kemampuan mereka.
4
Teori identitas sosial
Teori identitas sosial: Perspektif yang mempertimbangkan kapan dan mengapa individu menganggap diri mereka sebagai anggota kelompok.
Jeffrey Webster, direktur sumber daya manusia di pabrik Nissan di Mississippi, juga menjabat sebagai direktur paduan suara gospel di pabrik tersebut. Anggota paduan suara adalah kelompok karyawan yang beragam yang saling mengenal satu sama lain karena mereka semua memiliki kecintaan yang sama dalam bernyanyi dan tampil di hadapan sesama pekerja, eksekutif perusahaan, pejabat negara, dan acara komunitas.
5
Teori identitas sosial
Teori identitas sosial menyatakan bahwa orang memiliki reaksiemosional terhadap kegagalan atau keberhasilan kelompok mereka karena harga diri mereka terikat pada apapun yang terjadi pada kelompok tersebut.
Ketika kelompok bekerja dengan baik, image positif akanm uncul, dan hargadiri meningkat. Ketika kelompok tampil buruk, akan muncul image buruk, atau mungkin menolak bagian dari identitas kelompok tersebut.
Jika kelompok direndahkan dan tidak dihargai, maka identitas sosial mungkin merasa terancam, dan Anda mungkin mendukung perilaku menyimpang untuk "membalas dendam" dan memulihkan posisi kelompok Identitas sosial bahkan dapat membuat orang merasakan kesenangan karena melihat kelompok lain menderita.
6
Ingroup vs Outgroup
Ingroup: Perspektif di mana kita melihat anggota kelompok kita lebih baik daripada orang lain, dan orang yang tidak berada dalam kelompok kita sama saja.
Outgroup: Kebalikan dari ingroup, yang dapat berarti semua orang di luar kelompok, tetapi lebih sering merupakan kelompok lain yang teridentifikasi
7
Multiple Choice
Dua atau lebih individu, berinteraksi dan saling bergantung, yang berkumpul bersama
Kelompok
Kelompok formal
Kelompok informal
8
Multiple Choice
Sebuah kelompok kerja yang ditunjuk yang ditentukan oleh struktur organisasi
Kelompok
Kelompok formal
Kelompok informal
9
Multiple Choice
Sebuah kelompok yang tidak terstruktur secara formal maupun secara organisasi ditentukan secara formal; muncul sebagai sebagai tanggapan terhadap kebutuhan akan kontak sosial
Kelompok
Kelompok formal
Kelompok informal
10
Multiple Choice
Perspektif yang mempertimbangkan kapan dan mengapa individu menganggap diri mereka sebagai anggota kelompok
In group
Teori Identitas Sosial
Out group
11
Multiple Choice
Perspektif di mana kita melihat anggota kelompok kita lebih baik daripada orang lain, dan orang yang tidak berada dalam kelompok kita sama saja
In group
Teori Identitas Sosial
Out group
12
Multiple Choice
semua orang di luar kelompok, tetapi lebih sering merupakan kelompok lain yang teridentifikasi
In group
Teori Identitas Sosial
Out group
13
Multiple Choice
Kebalikan dari ingroup, yang dapat berarti semua orang di luar kelompok, tetapi lebih sering merupakan kelompok lain yang teridentifikasi
In group
Teori Identitas Sosial
Out group
14
Tahapan Pembentukan Kelompok
Kelompok sementara dengan tenggat waktu yang terbatas melewati urutan berikut:
Pertemuan pertama yaitu menentukan arah kelompok
Fase pertama kegiatan kelompok adalah fase inersia yang menyebabkan kemajuan kelompok lebih lambat
Transisi terjadi tepat ketika kelompok telah menggunakan setengah dari waktu yang dialokasikan
Transisi ini memulai perubahan besar,
Fase inersia kedua mengikuti Transisi
Pertemuan terakhir kelompok dicirikan oleh kegiatan yang sangat cepat
Note: Inersia (kelembaman):kecenderungan menolak perubahan
15
Tahapan Pembentukan Kelompok
Punctuated-equilibrium model (model kesetimbangan yang diselingi)
Satu set fase yang dilalui oleh kelompok sementara, yang melibatkan transisi antara inersia dan aktivitas.
16
Tahapan Pembentukan Kelompok
Pada pertemuan pertama,
• tujuan dan arah umum kelompok ditetapkan,
• muncul kerangka kerja pola perilaku dan asumsi yang akan digunakan kelompok untuk melakukan pendekatan terhadap proyek (kadang muncul beberapa detik pertama kelompok terbentuk)
• Setelah ditetapkan, arah kelompok akan dikukuhkan dan tidak mungkin untuk ditinjau kembali selama paruh pertama kehidupan kelompok.
• Disini inersia-kelompok cenderung diam atau terkunci ke dalam tindakan yang tetap, bahkan tetap begitu meski kelompok tersebut mendapatkan wawasan baru yang menantang pola dan asumsi awal
17
Tahapan Pembentukan Kelompok
Temuan menarik dalam penelitian adalah bahwa kelompok mengalami transisi tepat di tengah-tengah antara pertemuan pertama dan tenggat waktu resmi, apakah para anggota menghabiskan waktu satu jam saja untuk proyek, atau butuh sampai 6 bulan.
Titik tengah berfungsi seperti jam alarm, meningkatkan kesadaran anggota bahwa waktu mereka terbatas dan mereka harus segera bergerak.
Transisi ini mengakhiri fase 1, ditandai dengan ledakan perubahan yang terkonsentrasi, meninggalkan pola-pola lama, dan mengadopsi perspektif baru.
Transisi ini menetapkan arah yang direvisi untuk fase 2, keseimbangan baru atau periode inersia di mana kelompok melaksanakan rencana yang dibuat selama periode transisi
18
Tahapan Pembentukan Kelompok
Pertemuan terakhir kelompok ditandai dengan ledakan aktivitas terakhir untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Model punctuated-equilibrium mencirikan kelompok yang menunjukkan periode inersia yang panjang diselingi dengan perubahan revolusioner singkat yang dipicu terutama oleh kesadaran para anggota akan waktu dan tenggat waktu
Model ini tidak berlaku untuk semua kelompok, namun cocok untuk kualitas terbatas kelompok tugas sementara yang bekerja dalam tenggat waktu
19
Multiple Choice
Yang terjadi pada fase awal Pembentukan Kelompok
fase inersia yang menyebabkan kemajuan kelompok lebih lambat
transisi yang memulai perubahan besar
mengikuti Transisi
dicirikan oleh kegiatan yang sangat cepat
20
Multiple Choice
Yang terjadi pada fase kedua Pembentukan Kelompok
fase inersia yang menyebabkan kemajuan kelompok lebih lambat
transisi yang memulai perubahan besar
mengikuti Transisi
dicirikan oleh kegiatan yang sangat cepat
21
Multiple Choice
Yang terjadi pada fase akhir Pembentukan Kelompok
fase inersia yang menyebabkan kemajuan kelompok lebih lambat
transisi yang memulai perubahan besar
mengikuti Transisi
dicirikan oleh kegiatan yang sangat cepat
22
Properti Kelompok
23
Properti Kelompok: Peran
Peran: Seperangkat pola perilaku yang diharapkan yang dikaitkan dengan posisi tertentu dalam suatu unit sosial
Persepsi peran: Pandangan individu tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam sitasi tertentu
Ekspektasi peran: Bagaimana orang lain percaya bahwa seseorang
harus bertindak dalam situasi tertentu
Kontrak psikologis Perjanjian tidak tertulis yang menetapkan apa yang diharapkan manajemen dari seorang karyawan dan sebaliknya
24
Properti Kelompok: Peran
Konflik peran: Situasi di mana seseorang dihadapkan pada ekspektasi peran yang berbeda.
Konflik antarperan: Situasi di mana harapan dari berbagai kelompok yang berbeda dan terpisah saling bertentangan
25
Properti Kelompok: Norma
Norma: standar perilaku yang dapat diterima yang dimiliki bersama oleh para anggota yang mengekspresikan apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan dalam situasi tertentu.
Tidak cukup bagi pemimpin kelompok untuk membagikan pendapat mereka saja, bahkan jika anggota mengadopsi pandangan pemimpin tersebut, efeknya mungkin hanya bertahan selama 3 hari.
Ketika disetujui oleh kelompok, norma-norma akan mempengaruhi perilaku dengan kontrol eksternal yang minimal.
Kelompok, komunitas, dan masyarakat yang berbeda memiliki norma yang berbeda
26
Properti Kelompok: Norma dan Emosi
Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana emosi salah satu anggota keluarga Anda, terutama emosi yang kuat, dapat mempengaruhi emosi anggota lainnya? Sebuah keluarga dapat menjadi kelompok yang sangat normatif.
Begitu juga dengan kelompok tugas yang anggotanya bekerja bersama setiap hari, karena komunikasi yang sering terjadi dapat meningkatkan kekuatan norma.
Sebuah penelitian menemukan bahwa, dalam sebuah kelompok tugas, emosi individu mempengaruhi emosi kelompok dan sebaliknya. Norma-norma mendikte pengalaman emosi bagi individu dan kelompok, orang menafsirkan emosi yang mereka alami bersama dengan cara yang sama.
Emosi dan suasana hati kita dapat membentuk cara pandang kita, sehingga efek normatif kelompok dapat dengan kuat memengaruhi sikap dan hasil kelompok.
27
Properti Kelompok: Norma dan konformitas (kesesuaian)
Konformitas: Penyesuaian perilaku seseorang untuk perilaku seseorang agar sesuai dengan norma-norma kelompok.
Sebagai anggota kelompok, Anda ingin diterima oleh kelompok.
Karena itu, Anda rentan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok.
Kelompok dapat memberikan tekanan yang kuat pada anggota individu untuk mengubah sikap dan perilaku mereka agar sesuai dengan standar kelompok
28
Properti Kelompok: Norma Positif dan Hasil Kelompok
Norma-norma kelompok yang positif dapat menghasilkan hasil yang positif, namun hanya jika ada faktor lain yang juga mendukung.
Misalnya, tingkat ekstraversi kelompok yang tinggi menunjukkan perilaku menolong dengan lebih kuat ketika ada norma-norma kerja sama yang positif.
Jadi sekuat apapun norma-norma kelompok, tidak semua orang sama rentannya terhadap norma-norma kelompok yang positif.
Kepribadian individu juga ikut berpengaruh, begitu juga tingkat identitas sosial seseorang dengan kelompok.
Penelitian di Jerman mengindikasikan bahwa semakin puas seseorang dengan kelompoknya, semakin dekat mereka mengikuti norma-norma kelompok.
29
Properti Kelompok: Norma Negatif dan Hasil Kelompok
Perilaku menyimpang di tempat kerja Perilaku sukarela yang melanggar norma-norma organisasi yang signifikan dan, dengan demikian, mengancam kesejahteraan organisasi atau anggotanya. Juga disebut perilaku antisosial atau ketidaksopanan di tempat kerja.
Seperti norma pada umumnya, tindakan antisosial karyawan dibentuk oleh konteks kelompok tempat mereka bekerja.
Bukti menunjukkan bahwa perilaku menyimpang di tempat kerja cenderung tumbuh subur jika didukung oleh norma-norma kelompok.
Contoh, pekerja yang bersosialisasi di tempat kerja atau di luar tempat kerja dengan orang-orang yang sering mangkir dari pekerjaan, lebih mungkin untuk mangkir dari pekerjaannya sendiri
Ketika norma-norma yang menyimpang di tempat kerja muncul ke permukaan, kerja sama, komitmen, dan motivasi pekerja akan menurun.
30
Pulang lebih awal
Sengaja bekerja lambat
Membuang-buang sumber daya
Contoh
Produksi
Kategori
TipologiPerilaku menyimpang di tempat kerja
Properti
Sabotase
Berbohong tentang jam kerja
Mencuri dari organisasi
Menunjukkan sikap pilih kasih
Bergosip dan menyebarkan rumor
Menyalahkan rekan kerja
Pelecehan seksua
Pelecehan verbal
Mencuri dari rekan kerja
Politik
AgresiPersonal
31
Properti Kelompok: Norma Positif dan Budaya
Apakah orang-orang dalam budaya kolektivis memiliki norma yang berbeda dari orang-orang dalam budaya individualis?
Tentu saja. Namun, tahukah Anda bahwa orientasi kita dapat berubah, bahkan setelah bertahun-tahun hidup dalam satu masyarakat?
Hasil eksperimen, sebuah latihan bermain peran organisasi diberikan kepada sekelompok subjek netral; latihan ini menekankan pada norma-norma kolektivis atau individualis.
Para subjek kemudian diberi tugas yang mereka pilih sendiri atau ditugaskan oleh orang dalam kelompok atau orang luar kelompok.
Ketika subjek yang diutamakan individualis diizinkan memilih tugas secara pribadi, atau subjek yang diutamakan kolektivis diberi tugas oleh orang dalam kelompok, mereka menjadi lebih termotivasi karena pengaruh budaya tersebut.
32
Multiple Choice
Seperangkat pola perilaku yang diharapkan yang dikaitkan dengan posisi tertentu dalam suatu unit sosial
Peran
Persepsi peran
Ekspektasi peran
Kontrak psikologis
33
Multiple Choice
Pandangan individu tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam sitasi tertentu
Peran
Persepsi peran
Ekspektasi peran
Kontrak psikologis
34
Multiple Choice
Perjanjian tidak tertulis yang menetapkan apa yang diharapkan manajemen dari seorang karyawan dan sebaliknya
Peran
Persepsi peran
Ekspektasi peran
Kontrak psikologis
35
Multiple Choice
Bagaimana orang lain percaya bahwa seseorang
harus bertindak dalam situasi tertentu
Peran
Persepsi peran
Ekspektasi peran
Kontrak psikologis
36
Multiple Choice
Situasi di mana seseorang dihadapkan pada ekspektasi peran yang berbeda
Konflik peran
Konflik antarperan
Norma
37
Multiple Choice
standar perilaku yang dapat diterima yang dimiliki bersama oleh para anggota yang mengekspresikan apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan dalam situasi tertentu
Konflik peran
Konflik antarperan
Norma
38
Multiple Choice
Kelompok dapat memberikan tekanan yang kuat pada anggota individu untuk mengubah sikap dan perilaku mereka agar sesuai dengan standar kelompok
Emosi dan suasana hati
Konformitas
Kelompok referensi
Perilaku menyimpang di tempat kerja
39
Multiple Choice
…….. dapat membentuk cara pandang kita, sehingga efek normatif kelompok dapat dengan kuat memengaruhi sikap dan hasil kelompok
Emosi dan suasana hati
Konformitas
Kelompok referensi
Perilaku menyimpang di tempat kerja
40
Multiple Choice
…….. menjadi harapan individu untuk menjadi bagian dari kelompok tersebut, serta norma-normanya cenderung diikuti oleh individu
Emosi dan suasana hati
Konformitas
Kelompok referensi
Perilaku menyimpang di tempat kerja
41
Multiple Choice
…….. perilaku sukarela yang melanggar norma-norma organisasi yang signifikan dan, yang mengancam kesejahteraan organisasi atau anggotanya.
Emosi dan suasana hati
Konformitas
Kelompok referensi
Perilaku menyimpang di tempat kerja
42
Properti Kelompok
43
Properti Kelompok: Status
Status: Posisi atau peringkat yang ditentukan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain.
Apayang menentukanstatus?
Kekuasaan yang dimilikis eseorang atas orang lain. Karena mereka cenderung mengendalikan sumberdaya kelompok, orang yang mengendalikan hasil kelompok cenderung dianggap berstatus tinggi
Kemampuan seseorang untuk berkontribusi pada tujuank elompok. Orang yang kontribusinya sangat penting bagi keberhasilan kelompok cenderung memiliki status yang tinggi
Karakteristikpribadiseseorang. Seseorangyang karakteristikpribadinyadihargaisecarapositifoleh kelompok(ketampanan, kecerdasan, uang, ataukepribadianyang ramah) biasanyamemilikistatus yang lebihtinggidaripadaorang yang memilikilebihsedikitatributyang dihargai
44
Properti Kelompok: Status
Status dan Norma Status, menarik pada kekuatan norma dan tekanan untuk menyesuaikan diri.
Individuber status tinggi mungkin lebih cenderung menyimpang dari norma ketika mereka memiliki identifikasi (identitassosial) yang rendah dengan kelompok
•Status dan Interaksi Kelompok Orang cenderung menjadi lebih asertif ketika mereka berusaha mencapai status yang lebih tinggi dalam suatu kelompok; lebih sering berbicara, lebih banyak mengkritik, lebih banyak memberikan perintah, dan lebih sering menginterupsi orang lain
45
Properti Kelompok: Status
•Ketidakadilan status Penting bagi anggota kelompok untuk meyakini bahwa hirarki status adalah adil. Ketidakadilan yang dirasakan menciptakan ketidakseimbangan, yang mengilhami berbagai jenis perilaku korektif.
•Status dan stigmatisasi Meskipun jelas bahwa status mempengaruhi cara orang memandang, status dari orang-orang yang berafiliasi dengan Anda juga dapat memengaruhi pandangan orang lain terhadap Anda.
Status kelompokjika Anda berada di kelompokluar, kelompok Anda memiliki status yang lebihrendah di mataanggotakelompokdalam
46
Properti Kelompok: ukuran dan dinamika
47
Properti Kelompok : ukuran dan dinamika
•Social loafing/pemalas sosial : Kecenderungan individu untuk mengeluarkan lebih sedikit usaha ketika bekerja secara kolektif dibandingkan ketika bekerja secara individu.
Apa yang menyebabkan social loafing? Mungkin karena adanya keyakinan bahwa orang lain dalam kelompok tidak memberikan kontribusi yang adil.
Jika Anda melihat orang lain malas atau tidak kompeten, Anda akan membangun kesetaraan dengan mengurangi upaya.
Namun, tidak berkontribusi saja tidak cukup bagi seseorang untuk dicap sebagai "penunggang gelap/free rider". Sebaliknya, kelompok harus percaya bahwa pemalas sosial bertindak secara eksploitatif (mengambil keuntungan dengan mengorbankan anggota tim yang lain).
Masalah lain pemalas sosial: penyebaran tanggung jawab. Karena hasil kelompok tidak dapat dikaitkan dengan satu orang, hubungan antara input individu dan output kelompok menjadi kabur. Individu kemudian akan tergoda untuk menjadi penunggang bebas dan mengandalkan upaya kelompok.
48
Multiple Choice
Posisi atau peringkat yang ditentukan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain
Status
Norma Status
Interaksi kelompok
49
Multiple Choice
Individu …….. tinggi mungkin lebih cenderung menyimpang dari norma ketika mereka memiliki identifikasi (identitas sosial) yang rendah dengan kelompok
Status
Norma Status
Interaksi kelompok
50
Multiple Choice
Orang cenderung menjadi lebih asertif ketika mereka berusaha mencapai status yang lebih tinggi dalam suatu kelompok; lebih sering berbicara, lebih banyak mengkritik, lebih banyak memberikan perintah, dan lebih sering menginterupsi orang lain
Status
Norma Status
Interaksi kelompok
51
Multiple Choice
yang dirasakan menciptakan ketidakseimbangan, yang mengilhami berbagai jenis perilaku korektif
Ketidakadilan status
Status dan stigmatisasi
Status kelompok
Social loafing
52
Multiple Choice
status mempengaruhi cara orang memandang
Ketidakadilan status
Status dan stigmatisasi
Status kelompok
Social loafing
53
Multiple Choice
jikaAnda beradadi kelompok luar, kelompok Anda memiliki status yang lebih rendah di mata anggota kelompok dalam
Ketidakadilan status
Status dan stigmatisasi
Status kelompok
Social loafing
54
Multiple Choice
jikaAnda beradadi kelompok luar, kelompok Anda memiliki status yang lebih rendah di mata anggota kelompok dalam
Ketidakadilan status
Status dan stigmatisasi
Status kelompok
Social loafing
55
Multiple Choice
Kecenderungan individu untuk mengeluarkan lebih sedikit usaha ketika bekerja secara kolektif dibandingkan ketika bekerja secara individu.
Ketidakadilan status
Status dan stigmatisasi
Status kelompok
Social loafing
56
Properti Kelompok : Kekompakan
•Cohesiveness/kekompakan: Sejauh mana anggota kelompok tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap berada di dalam kelompok.
•Kohesivitas mempengaruhi produktivitas kelompok.
Jika norma-norma untuk kualitas, output, dan kerja sama dengan pihak luar tinggi, maka kelompok yang kohesif akan lebih produktif dibandingkan dengan kelompok yang kurang kohesif.
Tetapi jika kohesivitas tinggi dan norma kinerja rendah, produktivitas akan rendah.
Jika kohesivitas rendah dan norma kinerja tinggi, produktivitas akan meningkat, namun lebih rendah dibandingkan dengan situasi kohesivitas tinggi/norma tinggi.
•Ketika kohesivitas dan norma terkait kinerja keduanya rendah, produktivitas cenderung jatuh ke dalam kisaran rendah hingga sedang
57
Properti Kelompok : Keragaman
•Keragaman: Sejauh mana anggota suatu kelompok memiliki kemiripan atau perbedaan satu sama lain.
•Keragaman tampaknya meningkatkan konflik kelompok, terutama pada tahap awal masa kerja kelompok
•Sebuah penelitian membandingkan kelompok yang secara budaya beragam dan homogen (terdiri dari orang-orang dari negara yang sama). Dalam uji ketahanan hidup di alam liar, kelompok-kelompok tersebut berkinerja sama baiknya, tetapi anggota dari kelompok yang beragam kurang puas dengan kelompok mereka, kurang kohesif, dan memiliki lebih banyak konflik.
•Studi lain meneliti pengaruh perbedaan masa kerja terhadap kinerja 67 kelompok penelitian dan pengembangan teknik. Ketika sebagian besar orang memiliki tingkat masa kerja yang kurang lebih sama, kinerjanya tinggi, tetapi ketika keragaman masa kerja meningkat, kinerjanya menurun.
•Keragaman gender juga dapat menjadi tantangan bagi suatu kelompok, tetapi jika inklusivitas ditekankan, maka konflik dan ketidakpuasan kelompok akan berkurang.
58
Properti Kelompok : Keragaman
•Faultlines/garis-garis pembatas: Pembagian yang dipersepsikan yang membagi kelompok menjadi dua atau lebih subkelompok berdasarkan perbedaan individu seperti jenis kelamin, ras, usia, pengalaman kerja, dan pendidikan.
Contoh: kelompok A terdiri dari tiga pria dan tiga wanita. Ketiga pria memiliki pengalaman kerja dan latar belakang yang kurang lebih sama di bidang pemasaran. Ketiga wanita memiliki pengalaman kerja dan latar belakang yang sama di bidang keuangan.
Kelompok B terdiri dari tiga pria dan tiga wanita, tetapi mereka semua berbeda dalam hal pengalaman dan latar belakang. Dua pria sudah berpengalaman, sementara yang lainnya masih baru. Salah satu wanita telah bekerja di perusahaan selama beberapa tahun, sementara dua lainnya masih baru. Selain itu, dua pria dan satu wanita di kelompok B memiliki latar belakang di bidang pemasaran, sementara pria dan dua wanita lainnya memiliki latar belakang di bidang keuangan.
Dengan demikian, kemungkinan besar garis patahan/ Faultlines akan menghasilkan subkelompok pria dan wanita di kelompok A tetapi tidak di kelompok B, berdasarkan karakteristik yang membedakan.
59
Multiple Choice
Sejauh mana anggota kelompok tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap berada di dalam kelompok
Cohesiveness/kekompakan
Keragaman
•Faultlines/garis-garis pembatas
60
Multiple Choice
Sejauh mana anggota suatu kelompok memiliki kemiripan atau perbedaan satu sama lain.
Cohesiveness/kekompakan
Keragaman
•Faultlines/garis-garis pembatas
61
Multiple Choice
Pembagian yang dipersepsikan yang membagi kelompok menjadi dua atau lebih subkelompok berdasarkan perbedaan individu seperti jenis kelamin, ras, usia, pengalaman kerja, dan pendidikan
Cohesiveness/kekompakan
Keragaman
•Faultlines/garis-garis pembatas
62
Sekian terimakasih
Dasar-dasar PerilakuKelompok
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 62
SLIDE
Similar Resources on Wayground
57 questions
Penetapan Tarif Cukai PJJ Kepabeanan dan Cukai Dasar 2021
Presentation
•
Professional Development
59 questions
Akuntansi sebagai Sistem Informasi
Presentation
•
12th Grade
58 questions
Tes Potensi Akademik (Bab 1-4)
Presentation
•
University
57 questions
Way Excellent
Presentation
•
KG - University
55 questions
Fluida Statis
Presentation
•
University
55 questions
Pelatihan PM dan Koding PPG Unira
Presentation
•
University
61 questions
CE 456 Keamanan Jaringan
Presentation
•
University
53 questions
Intensif EYD
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade