Search Header Logo
Presentasi Menciptakan Puisi

Presentasi Menciptakan Puisi

Assessment

Presentation

Other

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

NI ARSANI

Used 9+ times

FREE Resource

19 Slides • 0 Questions

1

media

Menciptakan Puisi
(Mengungkapkan
Isi Hati)

oleh : Ni Putu Mega Arsani, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia

2

media
media

Puisi merupakan sebuah bentuk karya sastra yang puitis, terdiri atas
larik dan bait. Puisi juga memiliki rima dan irama. Rima adalah
pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam puisi maupun pada
bagian akhir, sedangkan irama adalah bunyi-bunyi yang berulang,
teratur, dan variasi bunyi menimbulkan gerak yang hidup, seperti air
mengalir (Pradopo, 2000:40). Kalian dapat memahami apa yang
dimaksud dengan bait, larik, rima, dan irama, dari keterangan
tentang puisi “Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang” berikut.

A. Mengenal Puisi

3

media
media
media

Bagian yang digarisbawahi mengandung rima. Rima adalah pengulangan
bunyi yang sama, baik di dalam larik puisi maupun pada akhir larik puisi
yang berdekatan.

1. Tokoh Cerita

4

media

Pada puisi tersebut, kalian juga dapat menemukan repetisi atau
pengulangan kata. Kalian dapat membacanya pada bait berikut.
Kau menunggu aku berbicara
Aku menunggu kau berkata-kata
Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia

Kata-kata aku, kau menunggu ditulis berulang-ulang dalam puisi
tersebut. Pengulangan itu dinamakan repetisi.

A. Mengenal Puisi

5

media
media
media

1. Tokoh Cerita

6

media
media

Saat membaca sebuah puisi, mungkin kalian akan menemukan kata atau larik yang
kurang kalian pahami maksudnya. Untuk dapat memahaminya, terkadang kalian
harus membaca larik puisi itu berulang kali atau dibantu dengan mengecek arti kata
di dalam kamus. Cara lain untuk memahaminya adalah dengan mencari tahu
kalimat tersebut merupakan kalimat perbandingan atau bukan.
Berikut ini disajikan sebait puisi. Cermatilah diksi atau pilihan kata yang digunakan di
dalam larik puisi tersebut.
Matamu, Ibu, adalah danau di kaki bukit pada pagi hari.
Ketika tinggi matahari baru sepenggalan
Dan sia-sia embun masih berbekas di ujung rumput
Suaramu, Ibu, adalah ricik hujan setelah kemarau panjang meretakkan tanah-tanah
ladang.

Mendiskusikan Makna Kata

dalam Larik Puisi

7

media
media
media

Matamu, Ibu, adalah danau di kaki bukit pada pagi hari. Makna: Mata ibu
memberikan kesejukan yang sangat mendalam.

1.

Suaramu, Ibu, adalah ricik hujan setelah kemarau panjang meretakkan tanah-
tanah ladang. Makna: Suara ibu memberi penyegaran pada saat seorang anak
membutuhkan dukungan dan semangat ketika mengalami berbagai masalah
yang sangat panjang.

2.

8

media
media
media

9

media

C. Menemukan Pesan dalam

Puisi

Puisi pada umumnya mengandung sebuah kisah. Para penyair mencari inspirasi
kisah dari pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Ketika kisah itu
dituliskan, seorang penyair biasanya memasukkan pikiran-pikirannya ke dalam
puisi. Pikiran itulah yang disebut dengan pesan dalam puisi. Pikiran itulah yang
disebut dengan epsan dalam puisi. Terkadang pesan-pesan itu disampaikan
melalui sebuah majas. Untuk memahami maksud dan pesan-pesan seorang
penyair yang ditulis dalam sebuah puisi, terlebih dahulu pembaca harus
menafsirkan majas-majas yang ada dalam puisi tersebut.

10

media
media

11

media

D. Membandingkan Majas Metafora,

Simile, dan Repetisi dalam Puisi

Dalam menulis puisi, penyair menggunakan aneka majas dan gaya bahasa.
Beberapa majas dan gaya bahasa yang sering dipakai dalam puisi adalah
majas metafora, simile, dan repetisi. Majas diartikan sebagai kiasan atau cara
melukiskan sesuatu dengan menyamakan dengans esuatu yang lain yang
bersifat sama. Majas menciptakan efek estetika dalam puisi. Terdapat banyak
jenis majas, tetapi pada bagian ini kalian hanya akan mempelajari tiga majas,
yaitu metafora, simile, dan repetisi.

12

media

Majas Metafora

Metafora diartikan sebagai pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti
sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Majas metafora menggunakan kata-kata yang bukan arti sebenarnya atau arti kiasan. Majas
ini biasa digunakan untuk menunjukkan perbandingan yang tersirat atau tidak langsung
antara suatu benda dan benda atau antara orang dan benda.
Contoh:
Tulang Punggung - Penopang
Buah hati - Anak kesayangan
Ceendera mata - Oleh-oleh
Bunga desa - Gadis Cantik
Sampah masyarakat - Orang yang tidak berguna
Selain contoh-contoh tersebut, metafora dalam pengertian yang lebih luas juga menggunakan
kata-kata kiasan yang berkaitan dengan alam, seperti matahari, bulan, bintang, pelangi, hujan,
benda-benda, dan keadaan lain yang mengandung estetika sebagai kiasan dalam puisi.

13

media

Majas Simile

Menurut Keraf (2007: 138), simile diartikan sebagai perbandingan yang
bersifat eksplisit. Hal yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat
eksplisit ialah perbandingan yang langsung menyatakan sesuatu sama
dengan hal lainnya dengan menggunakan kata-kata pembanding: seperti,s
ama, sebagai, bagaikan, bak, laksana, dan umpama.

Contoh:
Bibirnya seperti delima merekah
Matanya seperti bintang timur
Seperti menanting minyak penuh
Bagai air di daun talas
Laksana bulan empat belas

14

media

Majas Repetisi

Masih dalam Keraf (2007: 127), repetisi diartikan sebagai majas berupa
perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap
penting untuk memebri tekanan pada kata-kata yang dianggap penting.
Contoh.
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
(Penggalan bait puisi “Padamu Jua” karya Amir Hamzah)

15

media

E. Menciptakan Puisi

Menciptakan Puisi dengan Metode Lima Langkah1.

Lima langkah menciptakan puisi adalahs ebagai berikut.
a. Temukan satu hal yang paling mengesankan
b. Ingat-ingat hal yang membuat kalian terkesan
c. Ingat perasaan kalian saat itu
d. Gunakanlah majas untuk mengungkapkan kesan kalian tersebut
e. Gunakanlah kata-kata yang berkaitan dengan pancaindra,
misalnya penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan
perasa, supaya pembaca bisa ikut membayangkan peristiwa
yang kalian alami.

16

media

2. Menciptakan Puisi dengan Inspirasi Tiga Kata

Bagi sebagian orang, memulai menulis puisi merupakan hal yang
sulit. Kesulitan itu biasanya disebabkan oleh dua hal, yaitu:
a. Tidak punya ide
b. Punya ide, tetapi tidak tahu cara menuliskannya

Kalian dapat memecahkan masalah tersebut melalui inspirasi tiga
kata. Caranya adalah tentukan tiga buah kata, lalu buatlah
kalimat-kalimat yang menghubungkan kata-kata tersebut.

17

media

Sebuah puisi juga mengandung pesan tertentu. Saat seseorang membacakan sebuah
puisi, ia harus membacakan sebuah puisi dengan suatu cara yang membuat pendengar
tersentuh dan mengerti pesan yang hendak disampaikan dalam puisi. Puisi sedih tidak
mungkin dibacakan dengan nada riang gembira. Sebaliknya, puisi gembira tidak
mungkin dibacakan dengan nada sedih. Pembacaan puisi harus disesuaikan dengan
pesan yang terkandung dalam puisi.

Langkah-langkah mendeklamasikan puisi:

Terlebih dahulu, bacalah puisi secara berulang-ulang. Hal ini bertujuan untuk
memahami suasana yanga da dalam sebuah puisi tersebut, seorang pembaca puisi
harus tahu jiwa puisi tersebut: mengandung kesedihan, kegembiraan, semangat
perjuangan, atau hal ini lainnya. Nada suara harus disesuaikan dengan suasana
puisi. Selain itu hal ini juga untuk memahami pesan yang ada dalam puisi, seorang
pembaca puisi yang mengetahui pesan dalam puisinya bisa membacakan puisi
puisi dengan gerak dan nada suara yang cocok dengan puisi itu.

1.

18

media

2. Tandailah kata-kata sulit dan ucapkanlah kata-kata tersebut berulang kali. Cara ini
bertujuan untuk lebih lancar mengucapkan kata-kata saat deklamasi.

3. Tandailah kalimat yang mengandung repetisi atau pengulangan. Cara ini bertujuan
untuk

dapat

memberi

penekanan

suara

saat

mengucapkan

kata-kata

yang

mengandung repetisi. Penyair membuat repetisi untuk menegaskan sesuatu. Nyatakan
itu dalam nada suara kalian.

19

media

SAMPAI JUMPA PADA PERTEMUAN
SELANJUTNYA ANAK-ANAK HEBAT

SALAM DAN BAHAGIA !

media

Menciptakan Puisi
(Mengungkapkan
Isi Hati)

oleh : Ni Putu Mega Arsani, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE