Search Header Logo
Unsur Instrinsik Drama

Unsur Instrinsik Drama

Assessment

Presentation

Education

11th Grade

Hard

Created by

Bahasa Indonesia

Used 4+ times

FREE Resource

37 Slides • 0 Questions

1

media

Unsur Intrinsik Drama

2

media

3

media

​sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan memiliki maksud untuk menampilkan sebuah pertunjukkan yang diperankan oleh aktor.

4

Pengertian Drama

Drama

​Drama sering disebut sandiwara.

Sandiwara berasal dari bahasa Jawa "sandi" dan "warah".

Sandi : rahasia

Warah : ajaran

Sandiwara : ajaran yang disampaikan secara rahasia / tidak terang-terangan.​

media

5

Pengertian Drama...

Drama

​Drama dalam masyarakat memiliki 2 arti : drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit.

Dalam arti luas

drama : semua bentuk tontonan mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan banyak orang.​

media

6

Pengertian Drama...

Drama

Dalam arti sempit

drama : kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung, disajikan dalam bentuk dialog dan gerak berdasarkan naskah, didukung tata lampu, tata panggung, tata musik, tata rias, dan tata busana.​

media

7

media

​Sedangkan pengertian drama menurut para ahli sebagai berikut :

​Menurut Moultoun, drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam sebuah pertunjukan gerak.

8

media

​Sedangkan pengertian drama menurut para ahli sebagai berikut :

​Menurut Moultoun, drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam sebuah pertunjukan gerak.

Menurut Ferdinand Brunetierre, drama merupakan sebuah seni yang dapat menghasilkan sebuah gerakan dan aksi yang dapat dipertontonkan.

9

media

​Sedangkan pengertian drama menurut para ahli sebagai berikut :

​Menurut Moultoun, drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam sebuah pertunjukan gerak.

Menurut Ferdinand Brunetierre, drama merupakan sebuah seni yang dapat menghasilkan sebuah gerakan dan aksi yang dapat dipertontonkan.

Menurut Budianta, drama merupakan alur cerita sastra yang mempertontonkan penampilan fisik secara lisan atau dialog yang dilakukan antar pemain.

10

Ciri-ciri Drama

  1. Seluruh cerita berbentuk dialog

  2. Dialog tidak menggunakan tanda petik

  3. dilengkapi petunjuk​ yang ditulis dalam tanda kurung

  4. Petunjuk terletak di atas / di samping kiri dan kanan dialog.​

  5. Memiliki konflik.

  6. Dalam drama pasti ada aksi yang harus dimainkan.

  7. Harus dilakonkan/diperagakan.

  8. Waktu drama harus kurang dari tiga jam.

  9. Tidak ada pengulangan dalam satu masa.

media

11

Tujuan Drama

  1. Sebagai sarana bagi masyarakat di semua kalangan.

  2. Memperoleh pengetahuan tentang seni teater

  3. Sebagai media untuk mengembangkan bakat mengenai estetika.

media

12

Manfaat Drama

  1. Dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang dan meningkatkan nilai sosial seseorang.

  2. Memberikan kesempatan untuk berkreasi dalam drama

  3. Dapat mengontrol emosi dengan baik.

  4. Dapat lebih menghargai pendapat orang lain dengan lebih baik.

  5. Dalam dunia pendidikan, drama digunakan sebagai sarana edukasi yang baik dan menyenangkan

media

13

Jenis-Jenis Drama

  1. Berdasarkan penyajian kisah/Lakon

  2. Berdasarkan sarana

  3. Berdasarkan naskah

media

14

  1. Berdasarkan Penyajian Kisah/Lakon​

Drama

  • Tragedi : cerita penuh dengan kesedihan

  • Komedi : cerita penuh dengan kelucuan

  • Tragikomedi : isi lakon penuh kesedihan, tetapi mengandung lakon menggembirahan dan menggelikan

  • Opera : dialog dinyanyikan dan diiringi musik

  • ​Mdelodrama : pagelaran drama

  • Farce : drama menyerupai dagelan

  • Tablo : Drama yang mengutamakan gerak

  • Sendratari​ : gabungan seni drama dan seni tari

media

15

  1. Berdasarkan Sarana

  • Drama Panggung, yaitu drama yang dilakukan atau dipentaskan diatas penggaung sepenuhnya.

  • Drama Radio, yaitu drama yang hanya bisa didengar.

  • Drama Televisi, yaitu drama yang memiliki kemiripan dengan drama panggung, hanya saja drama ini berada di televisi.

  • Drama Film, yaitu drama yang biasanya menggunakan layar lebar sebagai medianya.

  • Drama Wayang, yaitu drama yang biasanya diiringi dengan pagelaran wayang.

  • Drama Boneka​, yaitu pemeran drama ini tidak dimainkan oleh aktor secara langsung, melainkan menggunakan media boneka untuk pemerannya.

media

16

  1. Berdasarkan Ada atau Tidak Adanya Naskah

Drama

  1. Drama Tradisional, yaitu drama yang dilakukan secara otodidak atau tidak menggunakan naskah.

  2. Drama Modern​, yaitu drama yang dilakukan dengan adanya sebuah naskah.

media

17

Struktur Drama

Drama

Struktur Drama :

  1. Prolog / Bagian Awal

  2. Dialog / Percakapan

  3. Epilog / Penutup

media

18

a. Prolog (Adegan Pembuka)

Drama

Prolog berisi kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita. Prolog biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Berisi : sinopsis lakon, pengenalan tokoh, berbagai konflik yang terjadi

media

19

b. Dialog​ (Percakapan)

Dialog berisi percakapan antartokoh yang terjadi dalam cerita. Dialog harus memenuhi dua tuntutan yaitu : dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnya dan dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari.
Dialog terdiri atas :

1) Orientasi : tahap perkenalan / pelukisan awal

2) Konflik / Komplikasi : bagian mengembangkan konflik
3) Klimaks : puncak konflik

4) Resolusi / denouement : tahapan penyelesaian

media

20

c. Epilog (Adegan Akhir)

Drama

Epilog adalah bagian akhir atau bagian penutup dari sebuah drama. Epilog biasanya berisi tentang kesimpulan dan pesan yang bisa diambil dari cerita drama tersebut.

media

21

Unsur Pembangun Drama​/Unsur Intrinsik Drama

Drama

media
  1. Tema

  2. Tokoh

  3. Perwatakan/Penokohan

  4. Alur

  5. Setting atau Latar

  6. Sudut Pandang

  7. Amanat atau Pesan Pengarang

22

  1. Tema

Drama

media

​Tema adalah gagasan pokok atau juga ide yang mendasari pembuatan dari sebuah drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama tersebut, melingkupi: masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, keluarga yang retak, patriotisme, perikemanusiaan, ketuhanan, dan renungan hidup.

23

  1. Tokoh

Drama

media

Tokoh merupakan orang yang berperan dalam sebuah drama. Tokoh tersebut dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan sifatnya

  2. Berdasarkan perannya

24

Berdasarkan sifatnya

Drama

media
  1. Tokoh protagonis, yakni tokoh utama yang mendukung cerita.

  2. Tokoh antagonis, yakni tokoh penentang cerita.

  3. Tokoh tritagonis, yakni tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis.

25

Berdasarkan perannya

Drama

media
  1. Tokoh sentral, yakni tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam sebuah drama. Tokoh sentral adalah penyebab dari terjadinya konflik. Tokoh sentral tersebut meliputi tokoh protagonis serta juga tokoh antagonis.

  2. Tokoh utama, yakni tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral bisa juga sebagai perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini ialah tokoh tritagonis.

  3. Tokoh pembantu, yakni tokoh-tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau tambahan dalam rangkaian cerita.

26

  1. Perwatakan/Penokohan

media
  1. Keadaan fisik, diilustrasikan dengan melalui umur jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, suku bangsa, kurus/ gemuk, atau suka senyum/cemberut.

  2. Keadaan psikis, ini melingkupi watak, kegemaran, standar moral, temperamental, ambisi, psikologis yang dialami, mental, dan keadaan emosi.

  3. Keadaan sosiologis, ini melingkupi jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dan ideologi.

​Perwatakan/penokohan merupakan penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan di dalam suatu cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama itu digambarkan dengan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh. Watak dari para tokoh itu digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional) sebagai berikut :

27

  1. Alur

media
  1. tahapan awal, pada tahapan awal ini merupakan tahapan pengenalan tokoh- tokoh cerita serta perwatakan, latar, dan lain sebagainya.

  2. pemunculan konflik, tahap selanjutnya penonton diajak pada pengenalan konflik. Pada tahap ini, konflik yang merupakan bumbu agar suatu drama lebih menarik akan terjadi. Konflik- konflik ini tentunya melibatkan semua pemain (tokoh). Dalam tahap ini pula penonton akan mengenal alur dari cerita yang dibuat.

  3. komplikasi, tahap komplikasi atau tahap peningkatan konflik, semakin banyak insiden-insiden terjadi. Beberapa konflik pendukung akan terjadi untuk menguatkan konflik utama pada alur cerita.

Alur merupakan rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama mencakup bagian-bagian pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, penyelesaian.

28

media
  1. Klimaks, merupakan tahapan puncak dari konflik yang ada. Di tahapan ini merupakan tahap puncak dari ketegangan yang terjadi mulai dari awal cerita.

  2. Resolusi, merupakan tahap yang menujukan jalan keluar dari setiap konflik yang ada. Teka teki pada setiap konflik yang terjadi pada awal- awal cerita akan terungkap pada tahap ini. Sering kali, perwatakan yang asli dari setiap tokoh akan muncul di tahapan ini.

  3. Akhir, pada tahap ini adalah bagian the ending of the story, dalam tahap ini semua konfiks telah terpecahkan dan merupakan akhir dari cerita.

29

Macam-macam plot dalam suatu cerita yaitu:

media
  1. Alur maju (progresif), set cerita berjalan maju, mulai dari masa kini ke masa yang akan datang.

  2. Alur mundur (regresif), kebalikan dari alur progresif. Set cerita berjalan mundur, yang mana masa kini adalah sebuah hasil dari konflik-konflik yang terjadi pada masa lalu.

  3. Alur campuran, alur cerita yang mencampurkan masa kini dengan masa lalu dan juga dengan masa depan. Di sebut juga alur bolak- balik. Cerita dengan alur ini mengungkakan konflik yang belum selesai dari masa lalu, masa sekarang, dan penyelesaian di masa depan. Saling terkait satu sama lain.

30

  1. Setting atau Latar

media
  1. Setting tempat merupakan tempat terjadinya cerita di dalam sebuah drama, Setting tempat tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat tersebut berhubungan dengan setting ruang serta waktu.

  2. Setting waktu merupakan waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita di dalam sebuah drama.

  3. Setting suasana merupakan suasana yang mendukung terjadinya cerita. Setting cerita tersebut dapat didukung dengan tata suara atau juga tata lampu saat pementasan drama.

Setting ataupun tempat kejadian cerita sering disebut juga sebagai latar cerita Setting melingkupi tiga dimensi, antara lain sebagai berikut.

31

Mengenal tokoh dalam Drama

Drama

Berdasarkan sifatnya:

  1. Tokoh protagonis : tokoh utama berwatak baik

  2. Tokoh antagonis : penentang tokoh utama berwatak jahat

  3. Tokoh teritagonis : tokoh pembantu

​Berdasarkan peranannya

  1. Tokoh sentral : tokoh penting

  2. Tokoh utama : pendukung / penentang tokoh sentral

  3. Tokoh pembantu

media

32

  1. Sudut Pandang

media

Sudut pandang merupakan cara pandang yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Sudut pandang adalah posisi dari mana pengarang bercerita apakah dia bertindak langsung dalam bercerita atau sebagai pengobservasi yang berdiri di luar cerita.

33

Sudut pandang terdiri atas:

media

a. Aku sebagai tokoh utama

b. Aku sebagai tokoh sampingan

  1. Sudut pandang orang pertama atau akuan

  1. Sudut pandang orang ketiga atau diaan

a. Orang ketiga serba tahu

b. Orang ketiga terbatas atau pengamat

34

  1. Amanat atau Pesan Pengarang

media

Amanat merupakan pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca atau penonton dengan melalui karyanya (termasuk drama). Amanat tersebut memiliki sifat kias subjektif dan umum, sedangkan untuk tema bersifat lugas, objektif, serta juga khusus. Amanat drama itu selalu berhubungan dengan tema drama. Amanat juga menyangkut nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat yang disampaikan secara implisit.

35

Nilai-nilai yang diambil antara lain :

media
  1. Nilai moral, yaitu aspek yang berhubungan dengan perilaku, perbuatan baik atau buruk. Nilai moral merupakan pesan moral dari perilaku tokoh

  2. Nilai estetika, yaitu aspek keindahan yang melekat pada karya sastra, misalnya pengkalimatan, diksi, penggunaan alur yang variatif.

  3. Nilai sosial, yaitu aspek yang berhubungan dengan hubungannya di masyarakat sebagai makhluk sosial

  4. Nilai budaya, yaitu aspek yang berhubungan dengan adat istiadat, budaya yang berlaku di suatu daerah.

  5. Nilai agama, yaitu aspek yang berhubungan dengan keagamaan (religi) atau keyakinan kepada Tuhan.

36

Unsur Ekstrinsik Drama

media

a. Faktor ekonomi,
b. Faktor politik
c. Faktor sosial-budaya
d. Faktor pendidikan
e. Faktor kesehatan
f. Faktor psikologis pemain dan kru
g. Kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.

​Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang datang dari luar namun mempengaruhi sebuah cerita yang disajikan. Artinya, unsur-unsur ekstrinsik tidak terlibat pada jalannya cerita, namun keberadaan unsur ini sangat mempengaruhi perkembangan sebuah cerita. Oleh karena itu, dapat dijumpai kasus sebuah drama yang terbengkalai dikarenakan oleh faktor ini. Yang termasuk unsur ekstrinsik sebuah drama yaitu:

37

media

Unsur Intrinsik Drama

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 37

SLIDE