
TAHAPAN IKM
Presentation
•
Other
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Easy
Subhan Munawar
Used 2+ times
FREE Resource
17 Slides • 21 Questions
1
IMPLEMENTASI KURIKULUM
Bagi SMK Berbasis Industri 4.0
EVALUASI IMPLEMENTASI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.
2
W O R K C Y C L E
Bidang Keahlian SMKN 7 Lhoksmawe
N
o
Bidang
Keahlian
Konsentrasi Keahlian
1
Teknologi
Manufaktur
dan
Rekayasa
a
2.1 Teknik Mesin
1) 2.1.1 Teknik Pemesinan
b
2.2 Teknik
Otomotif
2) 2.2.1 Teknik Kendaraan
Ringan
3) 2.2.2 Teknik Sepeda
Motor
Program Keahlian
3
W O R K C Y C L E
Bidang Keahlian SMKN 7 Lhoksmawe
N
o
Bidang
Keahlian
Konsentrasi Keahlian
1
Teknologi
Manufaktur
dan
Rekayasad
c
2.3 Teknik
Pengelasan dan
Fabrikasi Logam
4) 2.3.1 Teknik Pengelasan
d 2.9 Teknik Kimia
Industri
2.9.1 Teknik Kimia Industri
5)
Program Keahlian
4
LEMBAR CHEKLIS
s.id/evaluasi_ikm_smkn7lhokseumawe
5
Kolaborasi dengan dunia industri 4.0
Indikator Keterlibatan Dunia
Industri 4.0
A
●Jumlah kerjasama formal dengan industri 4.0
(MoU/MoA, magang, kunjungan industri, narasumber).
●Penerapan teknologi industri 4.0 dalam pembelajaran
(kelas/mata pelajaran, infrastruktur, integrasi
kurikulum).
●Kontribusi industri 4.0 dalam projek penguatan profil
pelajar Pancasila (jumlah projek, jenis projek, dampak
projek).
Dampak pada Pembelajaran
Intrakurikuler
B
●Keterkaitan materi pembelajaran dengan industri
4.0 (konten, kasus nyata)
●Pengembangan keterampilan abad ke-21 (berpikir
kritis, problem solving, komunikasi, kolaborasi,
kreativitas).
●Kesiapan siswa untuk masa depan (dunia kerja,
minat/motivasi belajar di bidang industri 4.0).
6
Kolaborasi dengan dunia industri 4.0
Dampak pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pengembangan nilai-nilai
Pancasila (Bhinneka Tunggal Ika,
gotong royong, kemandirian,
keadilan sosial)
Pengembangan
karakter
(kepemimpinan,
tanggung jawab,
kerjasama).
Pengembangan profil
pelajar Pancasila
(bernalar kritis, kreatif,
mandiri, berakhlak
mulia, berkebangsaan,
berkontribusi pada
masyarakat)
7
Poll
Kolaborasi dengan industri
2.1.1 Teknik Pemesinan
Tahap Awal
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Tahap Berkembang
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasi
Tahap Siap
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya
Tahap Mahir
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
8
Poll
Kolaborasi dengan industri
2.2.1 Teknik Kendaraan
Ringan
Tahap Awal
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Tahap Berkembang
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasi
Tahap Siap
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya
Tahap Mahir
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
9
Poll
Kolaborasi dengan industri
2.2.1 Teknik Kendaraan
2.2.1 Teknik Kendaraan
Ringan
Ringan
Tahap Awal
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Tahap Berkembang
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasi
Tahap Siap
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya
Tahap Mahir
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
10
Poll
Kolaborasi dengan industri
2.3.1 Teknik Pengelasan
Tahap Awal
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Tahap Berkembang
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasi
Tahap Siap
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya
Tahap Mahir
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
11
Poll
Kolaborasi dengan industri
2.9.1 Teknik Kimia Industri
Tahap Awal
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Tahap Berkembang
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasi
Tahap Siap
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya
Tahap Mahir
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila
12
Manajerial berbasis industri 4.0
1. Peningkatan Kinerja Teaching Factory
Peningkatan Kontribusi
Pendapatan
03
●Meningkatnya pendapatan dari penjualan
produk Teaching Factory.
Peningkatan Keterampilan
Siswa
02
●Meningkatnya nilai ujian praktik, kelulusan
sertifikasi keahlian, dan penempatan kerja
siswa Teaching Factory.
Peningkatan Volume dan
Kualitas Produksi
01
●Meningkatnya jumlah produk yang dihasilkan
dan memenuhi standar kualitas
13
Manajerial berbasis industri 4.0
2. Peningkatan Peran SMK sebagai Pusat Pembelajaran
Peningkatan Jaringan
Kerjasama
03
●Meningkatnya jumlah mitra industri,
keterlibatan dalam organisasi SMK, dan
publikasi/presentasi tentang Teaching Factory.
Peningkatan Kualitas
Program Pembelajaran
02
●Umpan balik positif dari SMK lain,
penghargaan, dan kontribusi dalam
penyusunan kurikulum SMK lain.
Peningkatan Jumlah SMK
dan Siswa yang Mengikuti
Program Pembelajaran
01
●Meningkatnya jumlah SMK yang menjalin
kerjasama dan siswa yang mengikuti pelatihan
di Teaching Factory.
14
Manajerial berbasis industri 4.0
3. Peningkatan Kepemimpinan Kepala Sekolah
Peningkatan Kinerja Sekolah
Secara Keseluruhan
03
●Akreditasi sekolah yang baik, prestasi siswa
dalam lomba/kompetisi, dan kepuasan
stakeholders terhadap kinerja sekolah.
Peningkatan Motivasi dan
Semangat Kerja Guru dan
Staf
02
●Tingkat kepuasan tinggi, frekuensi
rapat/diskusi positif, dan penghargaan/insentif
bagi staf berprestasi.
Peningkatan Kompetensi
Kepemimpinan
01
●Keikutsertaan dalam pelatihan/seminar
kepemimpinan, penilaian kinerja positif, dan
penghargaan/pengakuan atas kepemimpinan.
15
Manajerial berbasis industri 4.0
4. Bukti Pendukung
Publikasi dan
presentasi
tentang
Teaching
Factory
Dokumentasi
kegiatan
Teaching
Factory
Laporan
keuangan
Teaching
Factory
Testimoni dari
siswa, SMK
lain, dan mitra
industri
Penghargaan
dan sertifikasi
yang diraih
16
Poll
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dengan kapabilitas manajerial berbasis industri
Konsentrasi keahlian tehnik pemesinan
Tahap Awal
Kepala sekolah mulai berkomunikasi dengan dunia kerja dalam memastikan pembelajaran
Tahap Berkembang
Kepala sekolah mengembangkan komunikasi dua arah dan berkolaborasi dengan dunia kerja dalam pembelajaran
Tahap Siap
Kepala sekolah proaktif memimpin kolaborasi sekolah dengan dunia kerja dan memimpin Teaching Factory. SMK bersama dengan dunia kerja mengembangkan pembelajaran berbasis projek
Tahap Mahir
Kepala sekolah memimpin SMK dengan Teaching Factory yang aktif memproduksi, dan menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain dengan program keahlian yang sama
17
Poll
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dengan kapabilitas manajerial berbasis industri
Konsentrasi keahlian2.2.1 Teknik Kendaraan Ringan
Tahap Awal
Kepala sekolah mulai berkomunikasi dengan dunia kerja dalam memastikan pembelajaran
Tahap Berkembang
Kepala sekolah mengembangkan komunikasi dua arah dan berkolaborasi dengan dunia kerja dalam pembelajaran
Tahap Siap
Kepala sekolah proaktif memimpin kolaborasi sekolah dengan dunia kerja dan memimpin Teaching Factory. SMK bersama dengan dunia kerja mengembangkan pembelajaran berbasis projek
Tahap Mahir
Kepala sekolah memimpin SMK dengan Teaching Factory yang aktif memproduksi, dan menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain dengan program keahlian yang sama
18
Poll
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dengan kapabilitas manajerial berbasis industri
Konsentrasi keahlian 2.2.2 Teknik SepedaMotor
Tahap Awal
Kepala sekolah mulai berkomunikasi dengan dunia kerja dalam memastikan pembelajaran
Tahap Berkembang
Kepala sekolah mengembangkan komunikasi dua arah dan berkolaborasi dengan dunia kerja dalam pembelajaran
Tahap Siap
Kepala sekolah proaktif memimpin kolaborasi sekolah dengan dunia kerja dan memimpin Teaching Factory. SMK bersama dengan dunia kerja mengembangkan pembelajaran berbasis projek
Tahap Mahir
Kepala sekolah memimpin SMK dengan Teaching Factory yang aktif memproduksi, dan menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain dengan program keahlian yang sama
19
Poll
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dengan kapabilitas manajerial berbasis industri
Konsentrasi keahlian 2.3.1 Teknik Pengelasan
Tahap Awal
Kepala sekolah mulai berkomunikasi dengan dunia kerja dalam memastikan pembelajaran
Tahap Berkembang
Kepala sekolah mengembangkan komunikasi dua arah dan berkolaborasi dengan dunia kerja dalam pembelajaran
Tahap Siap
Kepala sekolah proaktif memimpin kolaborasi sekolah dengan dunia kerja dan memimpin Teaching Factory. SMK bersama dengan dunia kerja mengembangkan pembelajaran berbasis projek
Tahap Mahir
Kepala sekolah memimpin SMK dengan Teaching Factory yang aktif memproduksi, dan menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain dengan program keahlian yang sama
20
Poll
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dengan kapabilitas manajerial berbasis industri
Konsentrasi keahlian 2.9.1 Teknik Kimia Industri
Tahap Awal
Kepala sekolah mulai berkomunikasi dengan dunia kerja dalam memastikan pembelajaran
Tahap Berkembang
Kepala sekolah mengembangkan komunikasi dua arah dan berkolaborasi dengan dunia kerja dalam pembelajaran
Tahap Siap
Kepala sekolah proaktif memimpin kolaborasi sekolah dengan dunia kerja dan memimpin Teaching Factory. SMK bersama dengan dunia kerja mengembangkan pembelajaran berbasis projek
Tahap Mahir
Kepala sekolah memimpin SMK dengan Teaching Factory yang aktif memproduksi, dan menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain dengan program keahlian yang sama
21
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja (dunia industri 4.0)
Kesesuaian KSP dengan
Kebutuhan Dunia Kerja
02
●Pemetaan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja
terkini.
●Persentase kesesuaian TP, alur TP, modul ajar, dan
PKL dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia
kerja.
●Tingkat penyerapan kerja alumni.
Keterlibatan Dunia Kerja
01
●Jumlah guru tamu (praktisi) dunia kerja yang terlibat
dalam penyusunan KSP.
●Frekuensi pertemuan dan kolaborasi antara tim
penyusun KSP dan pakar dunia kerja.
●Kontribusi pakar dunia kerja dalam penyusunan
KSP (masukan, saran, ide).
22
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja (dunia industri 4.0)
Dampak pada Lulusan
04
●Kesempatan kerja lulusan setelah lulus.
●Kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi yang
dipelajari.
●Kontribusi lulusan pada industri (testimoni, data).
Efektivitas Pelaksanaan KSP
03
●Tingkat partisipasi peserta didik dalam pembelajaran
berbasis projek dan Teaching Factory.
●Kualitas hasil pembelajaran (produk projek,
portofolio, penilaian kinerja).
●Kemitraan dengan industri (jumlah mitra, jenis
kerjasama).
23
Poll
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja
2.1.1 Teknik Pemesinan
Tahap Awal
Satuan pendidikan melaksanakan studi kebutuhan dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahlian di SMK. Kurikulum operasional sekolah disusun oleh sekolah berdasarkan hasil studi tersebut.
Tahap Berkembang
Kurikulum satuan pendidikan mulai disusun bersama dengan dunia kerja pada komponen-komponen tertentu,seperti pembelajaran berbasis projek, dan Praktik Kerja Lapangan
Tahap Siap
Kurikulum satuan pendidikan sejak awal disusun bersama-sama dengan dunia kerja pada komponen-komponen yang lebih banyak seperti pengembangan TP, PKL, pembelajaran berbasis projek.
Tahap Mahir
Kurikulum satuan pendidikan disusun sepenuhnya bersama dengan dunia kerja dimulai dari pengembangan TP, alur TP, modul ajar, PKL, pembelajaran berbasis projek dan Teaching Factory.
24
Poll
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja
2.2.1 Teknik Kendaraan Ringan
Tahap Awal
Satuan pendidikan melaksanakan studi kebutuhan dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahlian di SMK. Kurikulum operasional sekolah disusun oleh sekolah berdasarkan hasil studi tersebut.
Tahap Berkembang
Kurikulum satuan pendidikan mulai disusun bersama dengan dunia kerja pada komponen-komponen tertentu,seperti pembelajaran berbasis projek, dan Praktik Kerja Lapangan
Tahap Siap
Kurikulum satuan pendidikan sejak awal disusun bersama-sama dengan dunia kerja pada komponen-komponen yang lebih banyak seperti pengembangan TP, PKL, pembelajaran berbasis projek.
Tahap Mahir
Kurikulum satuan pendidikan disusun sepenuhnya bersama dengan dunia kerja dimulai dari pengembangan TP, alur TP, modul ajar, PKL, pembelajaran berbasis projek dan Teaching Factory.
25
Poll
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja
2.2.2 Teknik Sepeda Motor
Tahap Awal
Satuan pendidikan melaksanakan studi kebutuhan dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahlian di SMK. Kurikulum operasional sekolah disusun oleh sekolah berdasarkan hasil studi tersebut.
Tahap Berkembang
Kurikulum satuan pendidikan mulai disusun bersama dengan dunia kerja pada komponen-komponen tertentu,seperti pembelajaran berbasis projek, dan Praktik Kerja Lapangan
Tahap Siap
Kurikulum satuan pendidikan sejak awal disusun bersama-sama dengan dunia kerja pada komponen-komponen yang lebih banyak seperti pengembangan TP, PKL, pembelajaran berbasis projek.
Tahap Mahir
Kurikulum satuan pendidikan disusun sepenuhnya bersama dengan dunia kerja dimulai dari pengembangan TP, alur TP, modul ajar, PKL, pembelajaran berbasis projek dan Teaching Factory.
26
Poll
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja
2.3.1 Teknik Pengelasan
Tahap Awal
Satuan pendidikan melaksanakan studi kebutuhan dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahlian di SMK. Kurikulum operasional sekolah disusun oleh sekolah berdasarkan hasil studi tersebut.
Tahap Berkembang
Kurikulum satuan pendidikan mulai disusun bersama dengan dunia kerja pada komponen-komponen tertentu,seperti pembelajaran berbasis projek, dan Praktik Kerja Lapangan
Tahap Siap
Kurikulum satuan pendidikan sejak awal disusun bersama-sama dengan dunia kerja pada komponen-komponen yang lebih banyak seperti pengembangan TP, PKL, pembelajaran berbasis projek.
Tahap Mahir
Kurikulum satuan pendidikan disusun sepenuhnya bersama dengan dunia kerja dimulai dari pengembangan TP, alur TP, modul ajar, PKL, pembelajaran berbasis projek dan Teaching Factory.
27
Poll
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja
2.9.1 Teknik Kimia Industri
Tahap Awal
Satuan pendidikan melaksanakan studi kebutuhan dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahlian di SMK. Kurikulum operasional sekolah disusun oleh sekolah berdasarkan hasil studi tersebut.
Tahap Berkembang
Kurikulum satuan pendidikan mulai disusun bersama dengan dunia kerja pada komponen-komponen tertentu,seperti pembelajaran berbasis projek, dan Praktik Kerja Lapangan
Tahap Siap
Kurikulum satuan pendidikan sejak awal disusun bersama-sama dengan dunia kerja pada komponen-komponen yang lebih banyak seperti pengembangan TP, PKL, pembelajaran berbasis projek.
Tahap Mahir
Kurikulum satuan pendidikan disusun sepenuhnya bersama dengan dunia kerja dimulai dari pengembangan TP, alur TP, modul ajar, PKL, pembelajaran berbasis projek dan Teaching Factory.
28
Penguatan Peran Guru BK dalam Pemilihan Jurusan
Konten Konsultasi dan
Informasi
02
●Informasi terkini tentang dunia kerja (industri 4.0)
minimal 3 topik per semester.
●Minimal 2 sesi konsultasi personal per semester.
●Bantuan pengembangan CV, surat lamaran kerja, dan
persiapan interview kerja.
Alokasi Waktu dan Kegiatan
01
●1 jam per minggu khusus wawasan kebekerjaan
dalam kurikulum.
●Minimal 3 kegiatan per semester (seminar, workshop,
kunjungan industri, pameran karir).
●Minimal 2 narasumber ahli per kegiatan.
29
Penguatan Peran Guru BK dalam Pemilihan Jurusan
Pengembangan
keterampilan karir
penting
(pelatihan/praktik).
Peningkatan
kesiapan bekerja
(kepercayaan
diri/minat
bekerja).
Penurunan
tingkat
pengangguran di
kalangan lulusan
(data statistik).
Peningkatan
pengetahuan dan
pemahaman
tentang dunia
kerja
(tes/kuesioner).
3. Dampak pada Peserta Didik
30
Poll
Penguatan peran guru BK dalam pemilihan jurusan
Tahap Awal
Satuan pendidikan hanya memberikan konsultasi kepada peserta didik yang mengajukan permintaan konsultasi.
Tahap Berkembang
Satuan pendidikan memberikan konsultasi bagi peserta didik secara berkelompok dengan mengalokasikan waktu dan komunikasi masih satu arah/ bersumber dari guru
Tahap Siap
Satuan pendidikan memberikan konsultasi dan memberikan informasi tentang wawasan kebekerjaan secara individu atau berkelompok dengan mengalokasikan waktu khusus atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik
Tahap Mahir
Satuan pendidikan memberikan konsultasi dan memberikan informasi tentang wawasan kebekerjaan secara individu atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan mengalokasikan waktu khusus dan mengadakan berbagai kegiatan untuk membuka wawasan tentang dunia kerja
31
Penguatan Wawasan Vokasional
Keterlibatan Siswa
02
●Siswa antusias dan berminat mengerjakan projek.
●Siswa terlibat aktif di seluruh proses projek.
●Siswa mampu bekerja sama dengan baik dalam tim.
●Siswa mampu berkomunikasi dengan baik saat
presentasi projek.
Kualitas Projek
01
●Projek relevan dengan kebutuhan industri terkini.
●Siswa menerapkan teori dan konsep di kelas dalam
projek.
●Projek mengembangkan keterampilan penting di
industri.
●Hasil projek berkualitas dan bermanfaat.
32
Penguatan Wawasan Vokasional
Umpan Balik dari
Industri
04
●Industri puas dengan kualitas projek siswa.
●Industri mengakui relevansi projek dengan
kebutuhan mereka.
●Industri tertarik untuk merekrut lulusan yang
pernah mengerjakan projek riil.
Dampak pada Siswa
03
●Pengetahuan dan keterampilan siswa meningkat.
●Siswa lebih siap untuk memasuki dunia kerja.
●Siswa memiliki minat lebih tinggi untuk bekerja di
industri.
●Siswa mampu beradaptasi dengan perubahan
teknologi di industri.
33
Poll
Penguatan wawasan vokasional
2.1.1 Teknik Pemesinan
Tahap Awal
pembelajaran wawasan vokasional mulai diajarkan secara inquiry learning (student-centered)
Tahap Berkembang
Selain inquiry learning, metode pembelajaran wawasan vokasional juga dilakukan dengan kunjungan ke industri
Tahap Siap
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mempraktikkan penggunaan seluruh peralatan di laboratorium, bengkel, studio, dan lahan praktik yang relevan dengan program keahlian
Tahap Mahir
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mengerjakan langsung projek riil baik melalui Teaching Factory atau di industri langsung
34
Poll
Penguatan wawasan vokasional
2.2.1 Teknik Kendaraan
Ringan
Tahap Awal
pembelajaran wawasan vokasional mulai diajarkan secara inquiry learning (student-centered)
Tahap Berkembang
Selain inquiry learning, metode pembelajaran wawasan vokasional juga dilakukan dengan kunjungan ke industri
Tahap Siap
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mempraktikkan penggunaan seluruh peralatan di laboratorium, bengkel, studio, dan lahan praktik yang relevan dengan program keahlian
Tahap Mahir
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mengerjakan langsung projek riil baik melalui Teaching Factory atau di industri langsung
35
Poll
Penguatan wawasan vokasional
2.2.2 Teknik Sepeda
Motor
Tahap Awal
pembelajaran wawasan vokasional mulai diajarkan secara inquiry learning (student-centered)
Tahap Berkembang
Selain inquiry learning, metode pembelajaran wawasan vokasional juga dilakukan dengan kunjungan ke industri
Tahap Siap
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mempraktikkan penggunaan seluruh peralatan di laboratorium, bengkel, studio, dan lahan praktik yang relevan dengan program keahlian
Tahap Mahir
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mengerjakan langsung projek riil baik melalui Teaching Factory atau di industri langsung
36
Poll
Penguatan wawasan vokasional
2.3.1 Teknik Pengelasan
Tahap Awal
pembelajaran wawasan vokasional mulai diajarkan secara inquiry learning (student-centered)
Tahap Berkembang
Selain inquiry learning, metode pembelajaran wawasan vokasional juga dilakukan dengan kunjungan ke industri
Tahap Siap
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mempraktikkan penggunaan seluruh peralatan di laboratorium, bengkel, studio, dan lahan praktik yang relevan dengan program keahlian
Tahap Mahir
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mengerjakan langsung projek riil baik melalui Teaching Factory atau di industri langsung
37
Poll
Penguatan wawasan vokasional
2.9.1 Teknik Kimia Industri
Tahap Awal
pembelajaran wawasan vokasional mulai diajarkan secara inquiry learning (student-centered)
Tahap Berkembang
Selain inquiry learning, metode pembelajaran wawasan vokasional juga dilakukan dengan kunjungan ke industri
Tahap Siap
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mempraktikkan penggunaan seluruh peralatan di laboratorium, bengkel, studio, dan lahan praktik yang relevan dengan program keahlian
Tahap Mahir
Metode pembelajaran wawasan vokasional dilakukan dengan mengerjakan langsung projek riil baik melalui Teaching Factory atau di industri langsung
38
TERIMA KASIH
IMPLEMENTASI KURIKULUM
Bagi SMK Berbasis Industri 4.0
EVALUASI IMPLEMENTASI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 38
SLIDE
Similar Resources on Wayground
36 questions
analsis materi esensial Qurdist MI
Lesson
•
Professional Development
32 questions
Materi Praktik Baik KKA
Lesson
•
KG - University
36 questions
WORKSHOP KOMUNITAS BELAJAR-SMKN 4 BONDOWOSO
Lesson
•
Professional Development
32 questions
FALSAFAH PENDIDIKAN ISLAM
Lesson
•
University
33 questions
Quizizz untuk Kurikulum Merdeka
Lesson
•
Professional Development
34 questions
Pengembangan BLUD
Lesson
•
Professional Development
31 questions
Pelatihan Pengimbasan Quizizz
Lesson
•
Professional Development
31 questions
MQA (Pensyarah Baru)
Lesson
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
29 questions
Alg. 1 Section 5.1 Coordinate Plane
Quiz
•
9th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
FOREST Effective communication
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Other
15 questions
LOTE_SPN2 5WEEK3 Day 2 Itinerary
Quiz
•
Professional Development
20 questions
Black History Month Trivia Game #1
Quiz
•
Professional Development
20 questions
90s Cartoons
Quiz
•
Professional Development
42 questions
LOTE_SPN2 5WEEK2 Day 4 We They Actividad 3
Quiz
•
Professional Development
6 questions
Copy of G5_U6_L3_22-23
Lesson
•
KG - Professional Dev...
20 questions
Employability Skills
Quiz
•
Professional Development