Search Header Logo
KESULITAN BELAJAR

KESULITAN BELAJAR

Assessment

Presentation

•

Education

•

Professional Development

•

Practice Problem

•

Easy

Created by

KUN HANDAYANI

Used 2+ times

FREE Resource

64 Slides • 3 Questions

1

Anak dengan Kesulitan Membaca dan Menulis: Pendekatan Inklusif dan Adaptasi Kurikulum

Membantu Anak dengan Kesulitan Menulis

2

Word Cloud

Apa yang sudah Bapak/Ibu pelajari tentang Anak dengan Kesulitan Belajar?

3

Word Cloud

Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang kesulitan Membaca?

4

Word Cloud

Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang Kesulitan Menulis?

5

Anak dengan Kesulitan Membaca dan Menulis: Pendekatan Inklusif dan Adaptasi Kurikulum

Materi 1: Mengenal Disleksia dan Disgrafia

Materi 2: Membantu Anak dengan Kesulitan Membaca

Materi 3: Membantu Anak dengan Kesulitan Menulis

6

Dyslexia: A learning disability that impairs a person's ability to read.
Dysphasia : A language disorder that affects a person's ability to produce or understand language.
Dysgraphia : A learning disability that affects a person's handwriting and motor skills.
Dyscalculia: A learning disability that affects a person's ability to understand and use numbers.

​Kesulitan Menulis

Kesulitan Belajar

Kesulitan Membaca

Kesulitan Berhitung

Pembelajaran Bahasa
Kemampuan Membaca dan Berbicara
Membantu Berpikir Kritis

Menulis Tangan, Mengeja, Menulis EKspresi

​Kesulitan Belajar

  • Mengurai kata

  • Kefasihan

  • Pemahaman

Kesulitan dalam mempelajari fakta matematika
Kesulitan dalam mempelajarikonsep matematika

Kesulitan dalam mempelajari prinsip matematika
Kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika

7

  • Dyslexia: Disleksia adalah gangguan belajar yang mengganggu kemampuan seseorang untuk membaca.

  • Dysphasia: Disfasia adalah gangguan bahasa yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menghasilkan atau memahami bahasa.

  • Dysgraphia: Disgrafia adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan menulis dan keterampilan motorik seseorang.

  • Dyscalculia: Diskalkulia adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan angka.

8

Konsep Belajar Menulis

  • Pembelajaran Menulis erat dengan Pembelajaran Bahasa

  • Proses Menulis erat kaitannya dengan Kemampuan Membaca dan Berbicara

  • Menulis pada pembelajaran membantu peserta didik berpikir kritis

  • Pelajaran menulis berhubungan dengan menulis tangan, mengeja, menulis ekspresi

9

Konsep Belajar Menulis

Menulis merupakan komunikasi pengiriman pesan dari satu orang dengan yang lainnya
Tulisan merupakan salah satu bentuk alat komunikasi tak langsung
Proses berkomunikasi secara tertulis menghubungkan tiga media berupa:
1. Media Visual
2. Media Lisan
3. Media Tulis

10

4 hal yang dibutuhakan dalam kegiatan belajar menulis

  1. Komunikator : sumber komunikasi

  2. Pesan: Informasi yang disampaikan

  3. Saluran: Media untuk menginformasikan

  4. Audience: Penerima pesan

11

Tujuan Menulis

  1. Tujuan Persuasive

    Mengajak pembaca memasuki pola pikiran penulis

  2. Tujuan Informatif

    (Memberi penjelasan sedetil-detilnya kepada pembaca)

  3. Tujuan Literer

    (Pembaca memperoleh pesan yang kuat dan berkesan dengan hasil dari tulisan sang penulis)

  4. Tujuan Ekspresif

    Membuat pembaca dapat merasakan curahan hati dari sang penulis

12

Tahapan Menulis

  1. Tahap Pra penulisan

    (menentukan hal-hal pokok arah penulisan)

  2. Tahap Penulisan

    menentukan gagasan dalam kalimat, satuan paragraf dan bab

  3. Tahap Revisi Penulisan

    kemudian diperbaiki atau diperluas (tahap membaca kembali hasil tulisan wawasan penulisan)

13

Kesulitan Menulis

Dilihat dari Cara Memegang Pensil

  1. Sudut Pensil Terlalu Besar

  2. Sudut Pensil Terlalu Kecil

  3. Menggenggam pensil seperti mau meninju

  4. Menyangkutkan pensil di tangan

  5. Menyeret pensil seperti khas anak kidal

14

kesulitan belajar menulis

  1. Disgrafia

    (Kesulitan Belajar Menulis)

  2. Agrafia

    (Kesulitan Menulis Berat)

  3. Kesulitan Belajar Menulis mencakup:

    • Menulis tangan

    • Mengeja

    • Menulis secara Ekspresif

15

Faktor-Faktor yang Mengganggu Pada Kesulitan Belajar Menulis

  1. Gangguan Konsentrasi

  2. Gangguan Motorik

  3. Gangguan Persepsi

media

16

Apa solusi/pemecahan masalah untuk murid dengan kesulitan menulis karena (menggali pendapat peserta)

  1. Gangguan Konsentrasi

  2. Gangguan Motorik

  3. Gangguan Persepsi

17

Cara Mengatasi Kesulitan Menulis Akibat Gangguan Konsentrasi, Motorik, dan Persepsi


Kesulitan menulis yang disebabkan oleh gangguan konsentrasi, motorik, dan persepsi memang bisa menjadi tantangan. Namun, dengan pendekatan yang tepat, kondisi ini dapat diatasi.



Berikut beberapa cara yang dapat dicoba:

18

Untuk Gangguan Konsentrasi:

  • Buat Lingkungan Belajar yang Kondusif: Pilih tempat yang tenang, minim gangguan, dan memiliki pencahayaan yang cukup.

  • Gunakan Teknik Pomodoro: Belajar dalam interval waktu singkat (misalnya 25 menit) diikuti dengan istirahat sejenak.

  • Latihan Mindfulness: Teknik ini membantu meningkatkan fokus dan mengurangi stres.

  • Batasi Penggunaan Gadget: Kurangi waktu menatap layar gadget sebelum dan saat belajar.

19

Untuk Gangguan Motorik:

  • Terapi Okupasi: Terapis dapat memberikan latihan khusus untuk meningkatkan keterampilan motorik halus.

  • Gunakan Alat Bantu Tulis: Pensil ergonomis, kertas bergaris, atau alat bantu lain dapat membantu memudahkan menulis.

  • Latihan Menulis Secara Rutin: Lakukan latihan menulis secara teratur, bahkan hanya beberapa menit setiap hari.

  • Perhatikan Posisi Tubuh: Pastikan posisi duduk dan pegangan pensil yang benar untuk mengurangi ketegangan otot.

20

Untuk Gangguan Persepsi:

  • Terapi Visual: Terapi ini dapat membantu meningkatkan persepsi visual dan spasial.

  • Gunakan Alat Bantu Visual: Gambar, diagram, atau peta pikiran dapat membantu memahami konsep yang sulit.

  • Latihan Membaca dengan Keras: Membaca dengan keras dapat membantu meningkatkan pemahaman dan pengucapan kata.

21

Tips Umum:

  • Bekerja Sama dengan Guru: Informasikan guru mengenai kesulitan yang dialami agar dapat memberikan dukungan dan penyesuaian dalam pembelajaran.

  • Bergabung dengan Kelompok Dukungan: Berinteraksi dengan orang yang memiliki pengalaman serupa dapat memberikan semangat dan informasi yang bermanfaat.

  • Konsultasi dengan Ahli: Terapis bicara, psikolog, atau ahli saraf dapat memberikan diagnosis yang akurat dan rencana intervensi yang tepat.

  • Cukup Istirahat: Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan kinerja otak.

  • Gizi Seimbang: Makanan bergizi dapat memberikan energi yang dibutuhkan untuk belajar.

22

Penting untuk diingat:

Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang paling efektif adalah dengan menggabungkan beberapa pendekatan di atas dan terus mencari dukungan dari orang-orang terdekat serta profesional.

23

Contoh Kasus Kesulitan Menulis

24

  1. Anak Usia Sekolah Dasar:

    • Gejala: Huruf yang ditulis tidak rapi, ukurannya tidak seragam, sering terjadi kesalahan ejaan, sulit menulis kalimat yang panjang, dan menghindari tugas menulis.

    • Kemungkinan Penyebab:

      • Gangguan Motorik Halus: Kesulitan mengontrol gerakan tangan kecil, seperti memegang pensil.

      • Disleksia: Kesulitan dalam memproses informasi visual dan auditori terkait bahasa.

      • Dysgraphia: Gangguan khusus dalam menulis.

      • Kurangnya Latihan Menulis: Kurang sering berlatih menulis dapat menghambat perkembangan keterampilan menulis.

      • Kecemasan: Ketakutan akan kesalahan atau penilaian negatif dapat menghambat kemampuan menulis.

25

Remaja:

  • Gejala: Sulit mengekspresikan ide secara tertulis, kesulitan menyusun kalimat yang koheren, menghindari tugas menulis yang panjang, dan mengalami kesulitan dalam menulis esai atau laporan.

  • Kemungkinan Penyebab:

    • Disleksia: Seperti pada anak-anak, disleksia dapat mempengaruhi kemampuan menulis.

    • Dysgraphia: Gangguan khusus dalam menulis.

    • Kurangnya Keterampilan Berpikir Kritis: Sulit menganalisis informasi dan menyusun argumen yang kuat.

    • Kurang Minat Membaca: Kurangnya kebiasaan membaca dapat membatasi kosa kata dan kemampuan menulis.

26

Dewasa:

  • Gejala: Kesulitan menulis email yang jelas dan ringkas, kesulitan menulis laporan pekerjaan, dan menghindari tugas menulis yang kompleks.

  • Kemungkinan Penyebab:

    • Dyslexia: Disleksia dapat berlanjut hingga dewasa.

    • Dysgraphia: Gangguan khusus dalam menulis.

    • Kurang Latihan Menulis: Jarang berlatih menulis formal dapat menyebabkan penurunan keterampilan.

    • Kecemasan: Kecemasan terkait presentasi atau penilaian dapat mempengaruhi kemampuan menulis.

27

Faktor-Faktor Lain yang Mempengaruhi Kesulitan Menulis

  • Lingkungan Belajar: Kurangnya dukungan dari guru atau orang tua, metode pembelajaran yang tidak sesuai, atau lingkungan belajar yang tidak kondusif.

  • Kondisi Medis: Gangguan perhatian (ADHD), autisme, atau kondisi medis lainnya dapat memengaruhi kemampuan menulis.

  • Faktor Emosional: Depresi, kecemasan, atau rendah diri dapat menghambat motivasi untuk menulis.

28

Contoh Kasus Spesifik

  • Anak SD: Seorang anak kesulitan menulis huruf "b" dan "d" dengan benar, sering terbalik. Huruf-hurufnya juga terlihat tidak rapi dan ukurannya tidak seragam.

  • Remaja: Seorang remaja kesulitan menulis esai untuk tugas sekolah. Ia kesulitan menyusun ide-ide menjadi paragraf yang koheren dan sering merasa bingung dengan struktur esai.

  • Dewasa: Seorang pekerja kantoran kesulitan menulis laporan bulanan. Ia sering merasa kesulitan dalam merumuskan kalimat yang jelas dan ringkas, serta menyajikan data dengan efektif.

29

Penting untuk diingat:
Setiap individu memiliki pengalaman dan kesulitan yang unik. Jika Anda atau anak Anda mengalami kesulitan menulis, sebaiknya berkonsultasi dengan seorang profesional, seperti guru, psikolog pendidikan, atau terapis wicara, untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

30

Pilihan Terapi untuk Mengatasi Kesulitan Menulis

Kesulitan menulis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan belajar spesifik hingga masalah emosional. Oleh karena itu, pilihan terapi yang tepat akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kesulitan yang dialami. Berikut beberapa pilihan terapi yang umum digunakan:

Terapi Okupasi

Terapi ini fokus pada pengembangan keterampilan sehari-hari, termasuk keterampilan motorik halus yang diperlukan untuk menulis. Terapis okupasi dapat memberikan latihan-latihan khusus untuk meningkatkan kekuatan genggaman, koordinasi tangan-mata, dan pengendalian gerakan tangan.

31

Pilihan Terapi untuk Mengatasi Kesulitan Menulis

Kesulitan menulis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan belajar spesifik hingga masalah emosional. Oleh karena itu, pilihan terapi yang tepat akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kesulitan yang dialami. Berikut beberapa pilihan terapi yang umum digunakan:

Terapi Okupasi

Terapi ini fokus pada pengembangan keterampilan sehari-hari, termasuk keterampilan motorik halus yang diperlukan untuk menulis. Terapis okupasi dapat memberikan latihan-latihan khusus untuk meningkatkan kekuatan genggaman, koordinasi tangan-mata, dan pengendalian gerakan tangan.

Terapi Bicara

Terapis bicara tidak hanya menangani masalah bicara, tetapi juga dapat membantu anak-anak dengan kesulitan menulis. Mereka dapat memberikan latihan untuk meningkatkan kesadaran fonologis (kesadaran bunyi bahasa), keterampilan visual-spasial, dan pemahaman tentang struktur kalimat.

Terapi Psikologis

Terapi psikologis, seperti terapi kognitif-behavioral, dapat membantu mengatasi kecemasan atau rendah diri yang terkait dengan kesulitan menulis. Terapis dapat mengajarkan teknik relaksasi, mengubah pola pikir negatif, dan meningkatkan motivasi.

32

Terapi Edukasi

Terapis edukasi dapat memberikan strategi belajar yang efektif untuk mengatasi kesulitan menulis. Mereka dapat mengajarkan teknik-teknik seperti mind mapping, penggunaan alat bantu visual, dan organisasi informasi.

Terapi Sensorik Integrasi

Terapi ini dapat membantu anak-anak dengan gangguan pengolahan sensori yang mempengaruhi kemampuan menulis. Terapis akan memberikan stimulasi sensorik yang tepat untuk meningkatkan integrasi sensorik dan memperbaiki keterampilan motorik.

33

Pendekatan Multidisiplin

Dalam banyak kasus, pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai profesional (misalnya, guru, terapis okupasi, terapis bicara, dan psikolog) akan memberikan hasil yang lebih baik. Pendekatan ini memungkinkan penanganan yang komprehensif terhadap berbagai aspek kesulitan menulis.

34

Alat Bantu

Selain terapi, penggunaan alat bantu juga dapat membantu mengatasi kesulitan menulis. Beberapa alat bantu yang umum digunakan antara lain:

  • Pensil ergonomis: Pensil yang dirancang khusus untuk memberikan pegangan yang nyaman dan mengurangi ketegangan otot.

  • Kertas bergaris: Membantu menjaga keselarasan tulisan dan ukuran huruf.

  • Perangkat lunak pengolah kata: Memudahkan penulisan dan revisi teks.

  • Alat bantu visual: Gambar, diagram, dan peta pikiran dapat membantu mengorganisasi ide.

35

Penting untuk diingat:

  • Diagnosis yang akurat: Sebelum memulai terapi, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari profesional yang kompeten.

  • Kesabaran dan konsistensi: Perbaikan dalam keterampilan menulis membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten.

  • Dukungan keluarga: Dukungan dari keluarga sangat penting untuk keberhasilan terapi.

  • Penyesuaian individu: Program terapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar masing-masing individu.

36

Media untuk mengatasi kesulitan menulis

Media yang digunakan sebagai bentuk akomodasi dan penyesuaian bagi peserta didik yang memiliki kesulitan menulis.

Akomodasi (accommodation) memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan keterampilan dan pengetahuan mereka dengan cara yang lebih sejalan dengan teman sebaya mereka, sesuai dengan kemampuan intelektual mereka.

Penyesuaian (adjustment) diidentifikasi berdasarkan kebutuhan individual peserta didik dan juga meliputi penyesuaian kegiatan pembelajaran, strategi pengajaran, penilaian, komunikasi, termasuk penggunaan teknologi bantu atau perubahan yang diperlukan pada lingkungan belajar.

37

Akomodasi bagi tulisan tangan

  • Mengubah tuntutan tugas menulis

    • Memberi waktu lebih banyak bagi peserta didik agar leluasa menyelesaikan tulisannya

    • Mengijinkan peserta didik untuk menyelesaikan tulisannya dalam bentuk ketikan

  • Penyesuaian banyaknya tugas dalam bentuk tulisan

    • Penggunaan software bagi peserta didik yang bisa merekam ceramah dalam bentuk tulisan

    • Guru mengajarkan penggunaan singkatan dan boleh digunakan saat menulis

    • Mengurangi menyalin dengan menyediakan catatan yang sudah dicetak

    • Mengurangi tulisan yang panjang

38

Penyesuaian banyaknya tugas dalam bentuk tulisan

  • Penggunaan software bagi peserta didik yang bisa merekam ceramah dalam bentuk tulisan

  • Guru mengajarkan penggunaan singkatan dan boleh digunakan saat menulis

  • Mengurangi menyalin dengan menyediakan catatan yang sudah dicetak

  • Mengurangi tulisan yang panjang

39

media

​Mengubah alat yang digunakan

  • Peserta didik boleh menggunakan kertas grafik, atau kertas dengan garis yang timbul

  • Pensil dan pena sesuai pilihan mereka

[Gambar: kertas grafik, pencil grip, slant board]

media
media

40

Penggunaan Teknologi Bantu (Assistive Technology)

Teknologi bantu adalah teknologi yang memperbaiki, meningkatkan atau mempertahankan kemampuan fungsional peserta didik berkebutuhan khusus. Teknologi bantu juga disebut sebagai teknologi inklusif atau teknologi adaptif, keberadaannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan peluang yang tanpa keberadaannya, tidak akan terwujud.

Dikutip dari Australian Disability Clearinghouse on Education and Training, 2023

41

Kata Kunci tentang Teknologi Bantu:

  • Setiap orang, dengan atau tanpa kesulitan belajar, bisa memperoleh manfaat dari penggunaan teknologi alat bantu karena hal ini memungkinkan untuk mengulang dan memperbaharui wawasan dan keahlian mereka.

  • Bisa digunakan dalam beragam cara di dalam kelas untuk melengkapi pengajaran dan memberikan dukungan tambahan.

  • Tujuan penggunaan teknologi bantu adalah untuk meningkatkan kenyamanan bagi peserta didik saat melakukan pembelajaran.

42

Teknologi Bantu untuk Mendukung Kegiatan Menulis

Termasuk alat yang mendukung siswa dalam mengatasi tantangan fisik saat menulis, dan hal lainnya yang dapat membantu memperbaiki ejaan, tanda baca, tata bahasa, penggunaan kata, dan pengorganisasian.

Cara Sederhana untuk Memberikan Dukungan Kegiatan Menulis:

  • Koordinasi motorik: (tulisan tangan, mengetik)

  • Ekspresi ide: diperlukan ketika menulis teks

  • Mengurangi kelelahan: saat menulis

Pilihan Teknologi Bantu yang sifatnya teknologi tinggi (high-tech)

43

Poin-poin penting yang dibahas:

  • Definisi teknologi bantu: Teknologi yang membantu meningkatkan kemampuan fungsional individu.

  • Manfaat teknologi bantu: Memungkinkan siswa untuk belajar dengan lebih efektif dan nyaman.

  • Penggunaan teknologi bantu dalam menulis: Membantu siswa mengatasi kesulitan fisik saat menulis dan meningkatkan kualitas tulisan.

  • Contoh teknologi bantu: Alat tulis yang ergonomis, perangkat lunak pengolah kata, dan alat bantu visual.

44

Pilihan teknologi bantu yang sifatnya teknologi tinggi (high-tech)

  • Speech to text software: mengkonversi ucapan menjadi teks tertulis

  • Word and text prediction software: menyarankan kata untuk tiap huruf atau kata yang sudah diketik

  • Note-taking tools: membuat catatan saat menyimak suatu presentasi

  • Keyboarding: mengkompensasi bagi peserta didik yang menghadapi tantangan menulis, namun keahlian untuk menggunakan keyboard juga perlu secara eksplisit diajarkan.

  • Immersive reader: Penggunaan fitur immersive reader di aplikasi word.

45

Mengatasi Kesulitan Menulis pada Siswa SMP

Kesulitan menulis adalah hal yang umum dialami oleh siswa, terutama di masa transisi seperti SMP. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kesulitan ini, mulai dari masalah motorik, kesulitan mengeja, hingga kurangnya pemahaman konsep. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini:

46

1. Identifikasi Penyebab

  • Evaluasi kemampuan motorik: Apakah siswa kesulitan memegang pensil, mengatur tekanan, atau membentuk huruf?

  • Cek pemahaman konsep: Apakah siswa memahami struktur kalimat, penggunaan tanda baca, dan kaidah penulisan yang benar?

  • Perhatikan faktor psikologis: Apakah ada kecemasan atau kurangnya motivasi yang mempengaruhi kemampuan menulis?

47

2. Pendekatan Individual

  • Tentukan titik awal: Mulai dari materi yang sudah dikuasai siswa dan secara bertahap tingkatkan tingkat kesulitannya.

  • Gunakan media yang menarik: Libatkan siswa dalam aktivitas menulis yang menyenangkan, seperti membuat komik, menulis cerita pendek, atau membuat blog.

  • Berikan umpan balik yang konstruktif: Berikan pujian atas usaha yang dilakukan dan berikan saran yang spesifik untuk perbaikan.

48

3. Strategi Pembelajaran

  • Latihan menulis secara teratur: Jadwalkan waktu khusus untuk menulis setiap hari.

  • Gunakan berbagai jenis tulisan: Variasikan jenis tulisan, seperti menulis deskripsi, narasi, atau argumentasi.

  • Ajarkan teknik menulis: Ajarkan teknik seperti brainstorming, membuat kerangka tulisan, dan merevisi tulisan.

  • Gunakan alat bantu: Manfaatkan kamus, tesaurus, dan perangkat lunak pengecek ejaan untuk membantu siswa.

  • Kolaborasi dengan guru lain: Libatkan guru Bahasa Indonesia, guru BK, dan guru mata pelajaran lain untuk memberikan dukungan yang komprehensif.

49

4. Adaptasi Kurikulum

  • Sesuaikan tuntutan tugas: Bagi tugas menulis menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan berikan tenggat waktu yang realistis.

  • Berikan pilihan tugas: Tawarkan berbagai pilihan tugas menulis agar siswa dapat memilih topik yang menarik bagi mereka.

  • Gunakan teknologi: Manfaatkan perangkat lunak pengolah kata, aplikasi menulis, atau alat bantu online lainnya.

50

5. Dukungan Psikologis

  • Bantu siswa mengatasi kecemasan: Ciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

  • Tingkatkan motivasi: Berikan pengakuan atas prestasi siswa dan sampaikan bahwa setiap orang bisa belajar menulis dengan baik.

  • Libatkan orang tua: Ajak orang tua untuk mendukung proses belajar menulis di rumah.

51

Contoh Aktivitas Menulis yang Menyenangkan

  • Menulis surat: Kepada teman, keluarga, atau tokoh idola.

  • Menulis diary: Mencatat pengalaman sehari-hari.

  • Membuat cerita pendek: Berdasarkan imajinasi atau pengalaman pribadi.

  • Menulis puisi: Mengekspresikan perasaan melalui kata-kata.

  • Membuat komik: Menggabungkan gambar dan tulisan.

52

Penting untuk diingat:

Setiap siswa memiliki gaya belajar dan kesulitan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing siswa.

53

Pendekatan inklusif adalah


sebuah konsep dalam pendidikan yang menekankan pada pentingnya menyediakan lingkungan belajar yang terbuka dan mendukung bagi semua siswa, tanpa memandang latar belakang, kemampuan, atau kondisi khusus yang mereka miliki. Dalam pendekatan ini, setiap siswa memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang bersama-sama, terlepas dari perbedaan yang mereka miliki.

54

Ciri-ciri Pendekatan Inklusif:

  • Kesetaraan: Semua siswa diperlakukan sama dan memiliki akses yang sama terhadap sumber daya pembelajaran.

  • Keragaman: Menerima dan menghargai perbedaan individu, baik dalam hal kemampuan, budaya, maupun latar belakang sosial.

  • Kolaborasi: Menjalin kerjasama antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.

  • Adaptasi: Menyesuaikan kurikulum, metode pembelajaran, dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan individual setiap siswa.

  • Partisipasi aktif: Mendorong semua siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi.

55

Tujuan Pendekatan Inklusif:

  • Memastikan semua siswa dapat belajar dan berkembang sesuai potensi mereka.

  • Menghilangkan diskriminasi dan stigma terhadap siswa dengan kebutuhan khusus.

  • Membangun lingkungan belajar yang inklusif dan ramah.

  • Meningkatkan keberagaman dan kualitas pembelajaran.

  • Mempersiapkan siswa untuk hidup di masyarakat yang beragam.

56

Implementasi Pendekatan Inklusif:

Untuk menerapkan pendekatan inklusif, diperlukan beberapa upaya, antara lain:

  • Perubahan paradigma: Mengubah pandangan tentang siswa dengan kebutuhan khusus dari yang sebelumnya dianggap sebagai masalah menjadi bagian dari keberagaman.

  • Pengembangan kurikulum yang fleksibel: Menyediakan berbagai pilihan pembelajaran untuk mengakomodasi perbedaan individual.

  • Pelatihan guru: Memberikan pelatihan kepada guru agar mampu mengelola kelas yang inklusif dan memenuhi kebutuhan siswa yang beragam.

  • Kolaborasi dengan orang tua: Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran anak-anak mereka.

  • Penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung: Menyediakan alat bantu belajar, ruang kelas yang aksesibel, dan teknologi yang sesuai.

57

Contoh Penerapan Pendekatan Inklusif:

  • Kelas reguler: Siswa dengan kebutuhan khusus belajar bersama siswa lainnya dalam kelas reguler dengan dukungan guru kelas dan guru pendamping.

  • Pembelajaran kooperatif: Siswa bekerja sama dalam kelompok heterogen untuk saling membantu dan belajar satu sama lain.

  • Penggunaan teknologi: Menggunakan teknologi assistive untuk membantu siswa dengan kesulitan belajar tertentu.

  • Modifikasi tugas: Menyesuaikan tingkat kesulitan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

58

Manfaat Pendekatan Inklusif:

  • Meningkatkan prestasi belajar semua siswa.

  • Membangun rasa percaya diri dan harga diri siswa.

  • Membentuk karakter siswa yang toleran dan menghargai perbedaan.

  • Meningkatkan kualitas interaksi sosial antar siswa.

  • Menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

59

Adaptasi kurikulum adalah proses penyesuaian atau modifikasi kurikulum yang sudah ada agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, konteks pembelajaran, atau tujuan pembelajaran tertentu. Ini melibatkan perubahan pada berbagai aspek kurikulum, seperti tujuan pembelajaran, materi pelajaran, metode pembelajaran, dan penilaian.

60

Mengapa adaptasi kurikulum penting?

  • Setiap siswa unik: Setiap siswa memiliki gaya belajar, kecepatan belajar, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Adaptasi kurikulum memungkinkan pembelajaran yang lebih personal dan efektif.

  • Konteks pembelajaran yang beragam: Kondisi lingkungan belajar, sumber daya yang tersedia, dan budaya sekolah sangat beragam. Adaptasi kurikulum membantu menyesuaikan pembelajaran dengan konteks yang ada.

  • Perkembangan ilmu pengetahuan: Kurikulum perlu terus diperbarui untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat.

  • Tujuan pembelajaran yang spesifik: Setiap sekolah atau program pembelajaran mungkin memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda-beda. Adaptasi kurikulum membantu mencapai tujuan tersebut secara efektif.

61

Contoh adaptasi kurikulum:

  • Modifikasi materi: Menyederhanakan materi untuk siswa yang kesulitan atau menambahkan materi yang lebih menantang untuk siswa yang sudah menguasai materi.

  • Penyesuaian metode pembelajaran: Menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi kelompok, proyek, atau pembelajaran berbasis masalah untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar.

  • Penggunaan teknologi: Memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran, misalnya dengan menggunakan video, simulasi, atau aplikasi pembelajaran.

  • Penyesuaian penilaian: Menggunakan berbagai bentuk penilaian seperti portofolio, presentasi, atau proyek untuk mengukur kemampuan siswa secara lebih komprehensif.

62

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam adaptasi kurikulum:

  • Kebutuhan peserta didik: Memahami gaya belajar, minat, dan kesulitan belajar masing-masing siswa.

  • Tujuan pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

  • Sumber daya yang tersedia: Mempertimbangkan ketersediaan guru, bahan ajar, teknologi, dan waktu.

  • Konteks pembelajaran: Memahami budaya sekolah, karakteristik komunitas, dan kebijakan pendidikan yang berlaku.

63

Kesimpulan

  1. Penentuan jenis tulisan yang akan diajarkan pada peserta didik pada saat menulis permulaan perlu dipersiapkan terlebih dahulu

  2. Guru melakukan pengamatan secara cukup untuk menentukan jenis tulisan yang akan diajarkan

  3. Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik membutuhkan kolaborasi antar guru dan orang tua supaya kemampuan menulis mereka lebih cepat berkembang secara optimal

64

Kesimpulan

  1. Penentuan jenis tulisan yang akan diajarkan pada peserta didik pada saat menulis permulaan perlu dipersiapkan terlebih dahulu

  2. Guru melakukan pengamatan secara cukup untuk menentukan jenis tulisan yang akan diajarkan

  3. Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik membutuhkan kolaborasi antar guru dan orang tua supaya kemampuan menulis mereka lebih cepat berkembang secara optimal

65

  • Sutarti, S., Dinar Westri Andini, and Muhammad Irfan. "Metode Hamamun Sebagai Salah Satu Bentuk Adaptasi Kurikulum pada Materi Bilangan Bulat:-." Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan 8.1 (2024): 120-126.

  • ANDRIANI, Opi; SAPUTRI, Antika; NURAINI, Silvi. Media pembelajaran untuk ABK dengan model adaptasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 2024, 2.1: 141-148.

  • Ginanjar, D., Fuad, F., Abduh, M., Mulyana, B. B., Rahman, A. M., & Nuraeni, H. (2024). Perkembangan Kurikulum di Indonesia: Adaptasi terhadap Perubahan Zaman dan Kebutuhan Masyarakat. Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat, 2(3), 296-306.

66

  • Nurussakinah, T., Mulyadi, S., & Gandana, G. (2024). Menyongsong Masa Depan: Survei Implementasi Pendidikan Inklusi Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 389-403.

  • Putri, D. L. K., & Harsiwi, N. E. (2024). Peran Program Jam Tambahan Calistung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca dan Menghitung Siswa Kelas 1 SDN Bluru Kidul 2. EduCurio: Education Curiosity, 2(3), 268-280.

  • Sinaga, E. P., Purba, F., & Habeahan, S. I. (2024). PENGAJARAN BAHASA INDONESIA YANG INKLUSIF: MEMAHAMI KEBUTUHAN BERAGAM PESERTA DIDIK. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 3(2), 21-30.

67

media

Anak dengan Kesulitan Membaca dan Menulis: Pendekatan Inklusif dan Adaptasi Kurikulum

Membantu Anak dengan Kesulitan Menulis

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 67

SLIDE