

Belum Berjudul
Presentation
•
History
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Hendra Hermawan
FREE Resource
86 Slides • 0 Questions
1
PR Sejarah Indonesia
Untuk SMA/MA/SMK
Kelas XI Semester 1
oleh:
1. Doni Prasetyo
2. Samsudar Makfi
3. Melkisedek Bagas Fenetiruma
2
Daftar Isi
Bab I
Bab II
Bab III
Bab IV
3
Kolonisasi dan Perlawanan
Bangsa Indonesia
A.
Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme Barat
B.
Kolonialisme – Imperialisme barat
C.
VOC
D.
Indonesia Pasca VOC
E.
Masa Kekuasaan Belanda Kedua
F.
Berbagai kebijakan Pemerintah Kolonial yang memicu perlawanan
lokal
G.
Perlawanan terhadap Kolonialisme sebelum lahirnya kesadaran
Nasioanal
H.
Revolusi Besar dan Pembentukan Paham keindonesiaan
4
Bab I
Kolonialisme dan
Imperialisme di Indonesia
5
A. Proses Kedatangan Bangsa-Bangsa
Eropa di Indonesia
B. Masa Kekuasaan VOC
C. Perebutan Hegemoni Bangsa-Bangsa
Eropa di Indonesia
Daftar Isi
6
Motivasi Kedatangan
Bangsa-Bangsa Eropa di
Indonesia
Perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan
Teknologi
Jatuhnya
Konstantinopel ke
Turki Utsmani
Pencarian Rempah-
Rempah
Semboyan Gold,
Glory, dan Gospel
Proses Kedatangan Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
7
Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia
Portugis
• Bertujuan mencari rempah-rempah.
• Kapal Portugis yang berhasil mencapai Indonesia dipimpin oleh
Francisco Serrao dan Antonio de Abreau.
Spanyol
• Armada Spanyol mendarat di Maluku pada 1522 dipimpin oleh
Sebastian del Cano.
• Setelah tiba di Maluku, bangsa Spanyol bersekutu dengan Tidore
untuk melawan Ternate yang didukung Portugis.
Inggris
• Rombongan Inggris tiba di Maluku 1577 di bawah pimpinan
Francis Drake.
Belanda
• Armada Belanda pertama kali tiba di Banten pada 1596 di bawah
pimpinan Cornelis de Houtman.
• Rombongan kedua Belanda yang dipimpin Jacob van Neck
berhasil membangun hubungan dagang dengan Banten.
Proses Kedatangan Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
8
• Membantu keuangan Belanda.
• Menyaingi pedagang dari bangsa lain.
• Menjalankan pemerintahan sebagai
wakil pemerintah Belanda di Hindia
Timur.
Tujuan
Pembentukan
VOC
• Hak mencetak uang.
• Hak memelihara angkatan perang.
• Hak memerintah daerah yang diduduki.
• Hak melakukan monopoli perdagangan
rempah-rempah.
Hak Oktroi
VOC
Masa Kekuasaan VOC
9
Beberapa Kebijakan VOC
Hongi
tochten
Pelayaran
pantai untuk
mengawasi
pedagang
Maluku agar
tidak menjual
rempah-
rempah kepada
pedagang lain.
Ekstirpasi
Menebang
tanaman
rempah-
rempah yang
diproduksi
secara
berlebihan.
Contingenten
Kewajiban
rakyat
membayar
pajak dalam
bentuk hasil
bumi.
Verplichte
leverantie
Kewajiban
rakyat
menyerahkan
pajak berupa
hasil bumi.
Preanger
stelsel
Kewajiban
menanam kopi
bagi rakyat
Priangan.
Masa Kekuasaan VOC
10
Kemunduran VOC
Penyebab
Korupsi
Feodalisme
Ketidak-
cakapan
Terlilit Utang
Masa Kekuasaan VOC
11
Masa Pemerintahan Herman Willem Daendels (1808–1811)
Perebutan Hegemoni Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
Salah satu kebijakan
fenomenal Daendels
adalah membangun
Jalan Raya Pos/De
Groote Postweg yang
menghubungkan Anyer
hingga Panarukan.
Selain membangun jalan
raya, Daendels
membangun pelabuhan
militer di Ujung Kulon,
Merak, dan Surabaya
untuk memperkuat
pertahanan.
Oleh karena kebijakannya menjual
tanah kepada swasta, pemerintah
Belanda memberhentikan Daendels
dari jabatannya sebagai gubernur
jenderal.
12
Masa Pemerintahan Jan Willem Janssens (1811)
Tugas
•Memperbaiki Pulau Jawa yang
ditinggalkan Daendels.
•Memperkuat pertahanan Jawa
untuk membendung serangan
Inggris.
Fakta
•Tidak memiliki kecakapan
sesuai yang diharapkan.
•Saat mendapat serangan
Inggris, Janssens memilih
mengungsi ke Semarang.
Kapitulasi
Tuntang
•Ditandatangani pada 18 September
1811.
•Pulau Jawa diserahkan kepada
Inggris.
•Semua tentara Belanda menjadi
tawanan Inggris.
Perebutan Hegemoni Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
13
Masa Pendudukan Inggris (1811–1816)
Saat menduduki
Indonesia, Raffles
berusaha menghapus
feodalisme dengan
mengangkat penguasa
lokal sebagai pegawai
pemerintah.
Salah satu kebijakan
Raffles dalam bidang
ekonomi adalah
menerapkan sistem sewa
tanah untuk mengganti-
kan sistem penyerahan
wajib.
Warisan Raffles yang
dapat ditemui pada masa
kini adalah buku History
of Java dan Kebun Raya
Bogor yang dirintis oleh
istri Raffles, Olivia
Marianne.
Perebutan Hegemoni Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
14
Masa Penerapan Sistem Tanam Paksa
• Bagi Belanda, pelaksanaan tanam paksa
mendatangkan keuntungan. Keuntungan yang
diperoleh Belanda sekira 967 juta gulden.
• Bagi bangsa Indonesia, tanam paksa
menyengsarakan. Meskipun demikian, melalui tanam
paksa bangsa Indonesia mengenal jenis komoditas
baru yang laku di pasar internasional.
Perebutan Hegemoni Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
Dicetuskan oleh
Sistem tanam paksa
Johannes van den Bosch
Kebijakan tanam paksa
mulai diberlakukan pada
1830 serta difokuskan pada
peningkatan produksi
tanaman yang laku di
pasaran internasional
seperti kopi, tembakau,
tebu, teh, dan nila.
15
Masa Penerapan Politik Pintu Terbuka (Sistem Ekonomi Liberal)
Perebutan Hegemoni Bangsa-
Bangsa Eropa di Indonesia
Undang-Undang
Agraria (Agrarische
Wet) 1870
Politik Pintu
Terbuka
Penderitaan rakyat
akibat sistem
tanam paksa
Para pemodal asing diberi
kebebasan menanamkan modalnya
di Indonesia. Sementara itu,
pemerintah kolonial bertindak
sebagai pengawas, pelindung, dan
penyedia fasilitas bagi para
penanam modal.
Dalam perkembangannya, sistem
ekonomi liberal tidak lebih baik dari
sistem tanam paksa karena tidak dapat
membawa kesejahteraan bagi rakyat
Indonesia.
dilatarbelakangi
ditandai
pelaksanaan
Apa penyebab sistem ekonomi liberal
gagal memberi kesejahteraan rakyat dan
justru semakin menyengsarakan rakyat?
16
Bab II
Strategi Perlawanan Bangsa Indonesia
Menghadapi Penjajahan hingga Abad XX
17
Perlawanan Rakyat
terhadap Portugis dan VOC
Perlawanan Rakyat
terhadap Pemerintah
Kolonial Belanda
Perlawanan Rakyat Aceh
Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan Rakyat Mataram
Perlawanan Rakyat Banten
Perlawanan Rakyat Makassar
Perlawanan Rakyat Riau
Perlawanan Etnik Tionghoa
Perang Tondano
Perlawanan Pattimura
Perang Padri
Perang Diponegoro
Perang Puputan
Perang Banjar
Perang Aceh
Perang Batak
Daftar Isi
18
Perlawanan Rakyat Aceh
Kedudukan Portugis di Malaka
mengganggu perkembangan Aceh.
Latar belakang
Strategi
Melakukan kerja sama
dengan kerajaan-kerajaan
lain seperti Demak dan
Kalikut.
Mendatangkan bantuan
persenjataan, pasukan, dan
ahli perang dari Turki.
Melengkapi kapal-kapal
dagang dengan senjata,
prajurit, dan meriam.
Aceh beberapa kali melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka. Pada 1629
pasukan Aceh di bawah Sultan Iskandar Muda melakukan serangan besar-besaran
terhadap Portugis. Serangan ini sempat membuat Portugis kewalahan dan harus
mengerahkan semua kekuatan menghadapi pasukan Sultan Iskandar Muda. Akan
tetapi, serangan Aceh ini belum berhasil mengusir Portugis dari Malaka.
19
Perlawanan Rakyat Maluku
Portugis
Faktor Penyebab
Upaya monopoli perdagangan yang dilakukan Portugis.
Portugis mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Ternate.
Untuk mengatasi perlawanan rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun, Gubernur
Portugis di Maluku, Lopez de Mesquita mengajukan perundingan damai. Akan tetapi,
dalam perundingan tersebut Portugis membunuh Sultan Hairun. Peristiwa pembunuhan
Sultan Hairun semakin menyulut kemarahan rakyat Ternate. Bahkan, seluruh rakyat
Maluku bersatu melawan Portugis.
Akhir Perlawanan
Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun)
melanjutkan perlawanan rakyat
Ternate terhadap Portugis. Benteng
Sao Paulo dikepung selama lima
tahun. Akhirnya, pada 1575 Portugis
berhasil diusir dari Ternate.
diorama
pembunuhan
Sultan
Hairun di
benteng
Kastela
20
Perlawanan Rakyat Maluku
VOC
Faktor Penyebab
• Praktik monopoli
perdagangan
rempah-rempah.
• Campur tangan
dalam proses
penobatan Sultan
Tidore.
Pada 1635–1646 VOC
harus menghadapi
serangan sporadis
dari rakyat Hitu yang
dipimpin oleh Kakiali
dan Telukabesi.
Pada 1650 rakyat
Ternate di bawah
pimpinan Kecili Said
melakukan
perlawanan
terhadap VOC.
Pada 1680 Sultan
Nuku memimpin
perlawanan rakyat
Tidore. Perlawanan
mendapat
dukungan dari
seluruh rakyat
Maluku.
Perlawanan ini
berhasil
mengembalikan
kekuasaan Tidore.
21
Perlawanan Rakyat Mataram
Serangan dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso sebagai panglima perang.
Pada 22 Agustus 1628 pasukan Mataram berhasil mendarat di Marunda (saat
ini sebelah timur Cilincing, Jakarta). Pasukan Mataram membendung Sungai
Ciliwung agar benteng VOC kekurangan air. Strategi ini sempat menyebabkan
pasukan VOC kekurangan air dan terjangkit wabah penyakit kolera.
Sultan Agung menyusun strategi dengan belajar dari kekalahan pertama.
Dalam serangan ini pasukan Mataram berhasil menghancurkan benteng
Hollandia dan menerobos masuk Batavia. Akan tetapi, kapal perang VOC
berhasil membakar lumbung makanan pasukan Mataram di Cirebon dan Tegal.
Latar belakang
Kedudukan VOC di Batavia mengganggu perekonomian Mataram.
VOC melakukan monopoli perdagangan.
1628
1629
Serangan Mataram akhirnya menuai kekalahan karena pasukan Mataram
kelelahan dan kalah persenjataan.
Serangan kedua juga gagal karena pasukan Mataram kekurangan bahan
makanan.
22
Perlawanan Rakyat Banten
Latar belakang
Monopoli perdagangan VOC mengganggu aktivitas perdagangan Banten.
Untuk menghadapi VOC, Sultan Ageng Tirtayasa melakukan pembangunan saluran
irigasi dan menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Dalam perkembangannya,
Banten berhasil mengganggu daerah kekuasaan Belanda hingga tembok Kota Batavia.
Jalannya Perlawanan
VOC menghasut Sultan Haji dengan mengatakan bahwa Pangeran Arya Purbaya yang
akan naik takhta menjadi Sultan Banten menggantikan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan
Haji kemudian melakukan perjanjian dengan VOC untuk melancarkan niatnya menjadi
Sultan Banten.
Sultan Haji dengan bantuan VOC berhasil merebut takhta Banten. Pada 1683 Sultan
Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan ditawan di Batavia hingga wafat pada 1692.
Dalam perkembangannya, Banten hanya menjadi bayang-bayang VOC.
Akhir Perlawanan
23
Perlawanan Rakyat Makassar
• VOC
berupaya
menguasai
Makassar
untuk
dijadikan
pusat
kegiatannya.
Latar
Belakang
• Serangan VOC terhadap Makassar
dimulai pada 1634. Rakyat Makassar
berhasil mematahkan serangan VOC.
• Pada 1666 VOC mengerahkan armada
yang besar untuk menaklukkan
Makassar. Dalam serangan ini VOC
menjalin kerja sama dengan Aru Palaka.
Perlawanan
• Pada 1667 Sultan
Hasanuddin
dipaksa
menandatangani
Perjanjian Bongaya.
Akhir
Isi Perjanjian Bongaya
1. VOC memperoleh hak monopoli rempah-rempah di
Makassar.
2. VOC boleh mendirikan benteng pertahanan di Makassar.
3. Wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa -Tallo di luar Makassar
menjadi milik VOC.
4. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone.
5. Makassar membayar seluruh kerugian perang.
Sultan Hasanuddin,
pemimpin perlawanan
rakyat Makassar
24
Perlawanan Rakyat Riau
Latar belakang
Upaya VOC menancapkan hegemoni perdagangan di Riau.
Strategi
Sultan Siak berpura-pura berdamai dengan VOC (siasat
hadiah sultan). Perundingan damai antara VOC dan Sultan
Siak dilakukan di loji Pulau Guntung. Dalam perundingan itu
Sultan Siak dipaksa tunduk kepada VOC. Sesuai rencana,
Sultan Siak memberikan isyarat kepada pasukan Siak yang
sebenarnya telah mengepung loji itu. Pasukan Siak segera
menyerang pasukan VOC di loji. Pasukan Siak membakar
seluruh bangunan loji.
Akhir
Keberhasilan ”siasat hadiah sultan” belum mampu mengusir
VOC dari Siak. Bahkan, sepeninggal Sultan Abdul Jalil
Muzhaffar Syah, perlahan Kerajaan Siak mengalami
kemunduran. Akhirnya, pada 1858 Siak tunduk kepada VOC
yang ditandai dengan penandatanganan Traktat Siak.
25
Perlawanan Etnik Tionghoa
Latar belakang
VOC berencana memindahkan etnik
Tionghoa di Batavia ke Sri Lanka.
Peristiwa 9 Oktober 1740
Warga Tionghoa Batavia
mengungsi menuju ke
kota-kota pantai utara
Jawa seperti Pati,
Rembang, dan
Semarang.
Para pengungsi
membangun kekuatan
bersama dengan warga
Tionghoa di kota-kota
tersebut.
26
Perang Tondano
Latar Belakang
• Rakyat menentang kebijakan
Belanda merekrut orang-orang
Minahasa menjadi serdadu.
Strategi
• Belanda membendung Sungai
Temberan untuk membanjiri
permukiman penduduk Minahasa.
Jalannya
Perang
• Perang berlangsung hingga
bulan Agustus 1809 dan rakyat
Minahasa meraih kemenangan.
Mengapa strategi Belanda membendung Sungai
Temberan justru menjadi senjata makan tuan?
Air sungai yang meluap mempersulit gerak pasukan Belanda
27
Perlawanan Pattimura
Pada 15 Mei 1817
rakyat Maluku
membakar perahu-
perahu Belanda.
Pasukan Pattimura
berhasil menduduki
benteng Duurstede.
Pada Oktober 1817
Belanda mengerahkan
pasukan untuk
menangkap Pattimura.
Latar
belakang
Memonopoli perdagangan rempah-rempah.
Menetapkan pajak tanah (landrente) yang tinggi.
Memindahkan penduduk untuk dijadikan tenaga kerja rodi dan
persoalan pelayaran Hongi.
Jalannya Perlawanan
Belanda menawarkan hadiah
1.000 gulden kepada siapa saja
yang mampu menangkap
Pattimura dan 500 gulden bagi
yang berhasil menangkap tokoh
perlawanan lainnya.
Pada November 1817 Belanda dapat
menangkap Pattimura, Anthonie
Rhebok, Thomas Pattiwael, dan Raja
Tiow. Pada 16 Desember 1817
Pattimura dihukum mati di tiang
gantungan di Ambon.
28
Perang Padri
Belanda mencampuri konflik antara kaum adat dan
kaum Padri.
Belanda ingin menancapkan hegemoni di wilayah
Sumatra Barat.
Latar
Belakang
Fase I
(1821–1825)
Kemenangan berada
di pihak kaum Padri.
Fase II
(1825–1830)
Belanda
menawarkan
perundingan
damai kepada
kaum Padri.
Fase III
(1830–1838)
Belanda menerapkan
strategi benteng
stelsel. Pada 28
Oktober 1837 Imam
Bonjol berhasil
ditangkap Belanda.
Jalannya Perang
Mengapa pada fase II
Belanda menawarkan
perundingan damai kepada
kaum Padri?
Belanda harus menghadapi
perlawanan Pangeran Diponegoro
29
Perang Diponegoro
Latar Belakang Perang
• Kehidupan rakyat yang semakin menderita akibat praktik
eksploitasi Belanda.
• Pematokan tanah milik Pangeran Diponegoro di Tegalrejo tanpa
izin.
Jalannya Perang
• Pasukan Diponegoro menerapkan strategi.
• Perlawanan Pangeran Diponegoro mendapat dukungan penuh
dari rakyat dan para ulama.
Akhir Perang
•Belanda menerapkan strategi benteng stelsel. Akibatnya, satu
per satu daerah pertahanan Pangeran Diponegoro jatuh ke
tangan Belanda.
•Pangeran Diponegoro ditangkap Jenderal de Kock saat
berunding di Magelang.
30
Perang Puputan
Apa yang dimaksud semangat
”Perang Puputan”?
Perang hingga titik darah penghabisan untuk
mempertahankan tanah Bali.
Permintaan Belanda kepada kerajaan-kerajaan di Bali untuk:
menghapus hak tawan karang;
mengakui kekuasaan Belanda; dan
memberi perlindungan kepada para pedagang Belanda.
Latar
belakang
Rakyat Bali di bawah pimpinan I Gusti Ketut Jelantik
mengobarkan semangat Perang Puputan.
Belanda mengerahkan ekspedisi militer menghadapi rakyat Bali.
Jalannya
Perang
Peperangan dimenangkan Belanda setelah berhasil merebut
benteng Jagaraga.
Akhir
Perang
31
Perang Banjar
Belanda ikut campur dalam pemerintahan Kesultanan Banjar dengan
mengangkat Pangeran Tamjidillah sebagai Sultan Banjar.
Pasukan Banjar mengobarkan semangat perang fi
sabillilah.
Belanda menghapus Kesultanan Banjar
pada 1860
Mengapa rakyat Banjar tidak setuju dengan pengangkatan Pangeran
Tamjidillah sebagai Sultan Banjar?
Ibu Pangeran Tamjidillah bukan keturunan
bangsawan Kesultanan Banjar
Pangeran Antasari,
salah satu tokoh
penting dalam
Perang Banjar
32
Perang Aceh
•Pasukan Aceh
berhasil
membunuh
Jenderal Kohler.
Fase I
(1873–1884)
• Belanda
mengutus
Snouck
Hurgronje.
Fase II
(1884–1896)
• Belanda berhasil
menaklukkan
perlawanan
rakyat Aceh.
Fase III
(1896–1904)
Latar
Belakang
Jalannya Perlawanan
Belanda membatalkan Traktat London
Belanda berambisi menguasai Aceh
33
Perang Batak
Latar Belakang
•Belanda berniat menguasai Tapanuli.
•Kekhawatiran rusaknya tatanan tradisional
masyarakat Tapanuli
Jalannya Perang
•Sisingamangaraja XII dan pasukannya
menerapkan strategi perang gerilya.
•Belanda mendatangkan bantuan pasukan dari
berbagai daerah.
Akhir Perang
•Belanda melakukan penyisiran di Tapanuli.
•Pada 17 Juni 1907 Sisingamangaraja XII
wafat dalam pertempuran.
Sisingamangaraja XII
34
Bab 3
Dampak Kolonialisme dan
Imperialisme di Indonesia
35
Daftar Isi
Dampak
Kolonialisme dan
Imperialisme
Politik
Pemerintahan
Ekonomi
Sosial Budaya
Pendidikan
36
Masa Pemerintahan
Hindia Belanda
Masa Pemerintahan
Raffles
Masa Pemerintahan
Daendels
Masa Kekuasaan
VOC
Back
37
Masa
Kekuasaan
VOC (1602–
1799)
Pengaruh VOC di
Indonesia diawali
dengan kedudukan
mereka di Batavia.
Dalam
perkembangannya,
VOC mulai turut
campur dalam
kehidupan kerajaan-
kerajaan lokal.
Campur tangan dalam urusan
politik kerajaan.
Penguasa pribumi menjadi
bawahan VOC.
Politik adu domba (devide et
impera) yang dijalankan oleh
VOC menyebabkan
perpecahan di kalangan
keluarga kerajaan.
Up
38
Masa
Pemerintahan
Daendels
(1808–1811)
Pada masa
pemerintahan
Gubernur Jenderal
Daendels penguasa
pribumi diangkat
sebagai pegawai
negeri, mereka
menerima gaji secara
bulanan dan dilarang
menerima upeti.
Selain itu, mereka
kehilangan jabatan
secara turun-
temurun.
•
Pulau Jawa dibagi menjadi
delapan keresidenan.
•
Kedudukan penguasa
pribumi semakin merosot.
•
Dualisme pemerintahan
Up
Pemerintahan Eropa
Pemerintahan Pribumi
39
Bagan Pemerintahan Eropa
Residen
(Keresidenan)
Asisten Residen
(Afdeling)
Pegawai Kontrolir (Controle Afdeling)
Up
40
Bagan Pemerintahan Pribumi
Bupati (Kabupaten)
Wedana (Distrik)
Asisten Wedana (Onderdistrik)
Pejabat Desa (Desa)
Up
41
Masa
Pemerintahan
Raffles (1811–
1816)
Masa pemerintahan
Inggris di Indonesia
dijalankan oleh
Thomas Stamford
Raffles yang
berkedudukan
sebagai letnan
gubernur jenderal.
Pada masa
pemerintahannya,
Raffles berupaya
mereformasi sistem
pemerintahan di
Hindia Belanda.
Pembagian Pulau Jawa
menjadi enam belas
keresidenan.
Pembaruan dalam bidang
ketatanegaraan.
Penghapusan ikatan feodal
dalam masyarakat Jawa.
Kepastian hukum bagi
masyarakat.
Up
42
Masa
Kolonial
Belanda
(1830–1942)
Masa kolonial
Belanda mulai
berlangsung setelah
pemerintahan
komisaris jenderal
berakhir dan
digantikan sistem
tanam paksa pada
1830. Sejak saat itu
kekuasaan tertinggi
di Hindia Belanda
dipegang oleh
gubernur jenderal.
Salah satu gagasan yang
berdampak besar dalam bidang
pemerintahan pada masa ini
adalah Pax Neerlandica
(Perdamaian Neerlandica).
Gagasan yang dicetuskan J.B. van
Heutsz tersebut bertujuan
menyatukan seluruh wilayah
Hindia Belanda di bawah
kekuasaan Belanda.
Gagasan tersebut menjadi cikal
bakal wilayah NKRI.
Up
43
Masa Pemerintahan
Hindia Belanda
Masa Pemerintahan
Raffles
Masa Pemerintahan
Daendels
Masa Kekuasaan
VOC
Back
44
Up
Masa
Kekuasaan
VOC (1602–
1799)
Dampak ekonomi
pada masa ini erat
kaitannya dengan
praktik eksploitasi
oleh VOC di
berbagai wilayah di
kepulauan Nusantara
sejak 1605.
Secara umum, praktik eksploitasi yang
dijalankan VOC berupa penanaman
paksa, penyerahan wajib, monopoli
perdagangan, dan penyewaan pajak.
Monopoli perdagangan VOC dipusatkan
di Kepulauan Maluku dan Banten. Di
Maluku, VOC memonopoli kegiatan
perdagangan rempah-rempah. Adapun
di Banten, VOC memonopoli kegiatan
perdagangan lada.
Praktik eksploitasi VOC juga berkaitan
erat dengan kebijakan VOC, yaitu
verplichte leverantie dan contingenten.
45
Masa
Pemerintahan
Daendels
(1808–1811)
Dampak ekonomi
pada masa ini adalah
perubahan sistem
perekonomian
tradisional menjadi
sistem
perekonomian
modern. Dalam
sistem modern,
tanah-tanah milik
raja berubah status
menjadi tanah milik
pemerintah kolonial.
Perubahan status tanah menyebabkan
petani wajib membayar pajak penjualan
hasil bumi kepada pemerintah kolonial.
Dampak ekonomi paling terasa pada
masa ini adalah pembangunan jalan raya
pos (Anyer–Panarukan). Di satu sisi,
pembangunan jalan ini mempermudah
akses perdagangan. Di sisi lain,
pembangunan jalan raya pos juga
memakan banyak korban jiwa.
Up
46
Masa
Pemerintahan
Raffles (1811–
1816)
Upaya Raffles
memberikan peluang
ekonomi yang
didukung kepastian
hukum usaha
memunculkan
kegiatan
perdagangan bebas.
Kondisi tersebut
didukung oleh
penerapan sistem
sewa tanah
(landrent).
Sistem sewa tanah yang diterapkan
Raffles mendorong pemerintah kolonial
menerapkan pajak tanah.
Pada pelaksanaannya, sistem sewa tanah
sangat memberatkan rakyat. Untuk
membayar pajak atas sewa tanah,
sebagian besar rakyat bergantung kepada
rentenir Tionghoa. Dampaknya, rakyat
terlilit utang dan harus kehilangan
tanahnya kepada para rentenir Tionghoa.
Up
47
Masa
Kolonial
Belanda
(1830–1942)
Dampak ekonomi
masa pemerintah
kolonial Belanda
berkaitan erat
dengan sistem tanam
paksa (1830–1870)
dan sistem ekonomi
liberal (open door
policy).
Kebijakan tanam paksa dan ekonomi
liberal menyebabkan munculnya kota-
kota pusat industri di Hindia Belanda.
Kemunculan kota-kota tersebut diikuti
dengan pembangunan jalur transportasi
dan berbagai infrastruktur.
Masyarakat pada masa kolonial Belanda
juga mulai mengenal sistem perbankan
modern.
Up
48
Back
Lunturnya
Feodalisme
Pertumbuhan dan
Migrasi Penduduk
Stratifikasi Sosial
Penyebaran Agama
Nasrani
Perkembangan Seni Musik
Arsitektur
Perkembangan Karya
Sastra
Perubahan Gaya
Hidup
49
Lunturnya
Feodalisme
Sistem feodal ditandai
dengan adanya tanah-
tanah luas yang dikuasai
para bangsawan atau
tuan tanah, sedangkan
rakyat biasa berperan
sebagai budak. Para
budak tersebut bekerja
menggarap tanah milik
para bangsawan.
Secara bertahap
penguasa kolonial
berhasil menggeser hak-
hak istimewa para
penguasa pribumi. Para
penguasa pribumi
ditempatkan sebagai
pegawai pemerintah
kolonial.
Up
50
Pertumbuhan dan
Migrasi Penduduk
Pada abad XIX
pertumbuhan penduduk
di Hindia Belanda
mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut
mendorong pemerintah
kolonial Belanda
menerapkan program
migrasi penduduk,
khususnya di Pulau
Jawa.
Pemerintah kolonial
Belanda berusaha
memperlancar program
migrasi dengan
membujuk petani-petani
miskin di perdesaan
Jawa untuk bekerja di
perkebunan-perkebunan
di Sumatra Timur.
Up
51
Stratifikasi
Sosial
Golongan atas:
Orang Eropa
Golongan Timur
Asing: Orang Arab,
Tionghoa, India
Golongan Pribumi:
Penduduk asli
Salah satu dampak
kolonialisme dan
imperialisme bangsa-
bangsa Eropa adalah
adanya pembagian
status sosial yang
diatur menurut
hukum
ketatanegaraan.
Up
52
Penyebaran
Agama Nasrani
Penyebaran agama
Nasrani dilakukan oleh
bangsa Eropa sesuai
dengan semboyan
Gospel.
Saat mencapai
Kepulauan Maluku,
bangsa Portugis dan
Spanyol juga membawa
misi penyebaran agama
Katolik. Sementara itu,
agama Kristen mulai
dikenal masyarakat
seiring masuknya
berbagai organisasi
penyiaran agama
Kristen (zending).
Up
53
Perkembangan
Seni Musik
Kedatangan bangsa-
bangsa Eropa
menyebabkan seni
musik di Hindia Belanda
semakin berkembang.
Contohnya, pengenalan
akan beberapa alat
musik seperti biola,
piano, cello, gitar, bass,
flute, saksofon, dan horn
(terompet).
Dalam
perkembangannya,
terjadi perpaduan musik
Barat dan musik
tradisional Indonesia
dalam bentuk musik
keroncong.
Up
54
Arsitektur
Pada abad XIX
arsitektur bergaya
Eropa di Hindia
Belanda berkembang
gaya arsitektur yang
disebut Indis. Gaya
Indis merupakan
perpaduan antara
arsitektur Eropa dan
arsitektur lokal.
Contoh bangunan
gaya indis dapat Anda
amati dalam video
berikut.
Up
55
Perkembangan
Karya Sastra
Pada masa kolonial
orang-orang Eropa
berperan dalam
perkembangan karya
sastra. Perkembangan
karya sastra pada
masa ini ditandai
dengan munculnya
karya sastra seperti
History of Java, Max
Havelaar, History of
the East Indian
Arcipelago, dan
History of Sumatra.
Up
56
Perubahan
Gaya Hidup
Pada masa kolonial gaya
hidup bangsa Eropa,
terutama dalam gaya
berpakaian menjadi
trend-setter bagi
golongan lainnya,
termasuk golongan
masyarakat bumiputra.
Masyarakat pada masa
ini juga mulai mengenal
budaya Rijsttafel, yaitu
penyajian makanan ala
Eropa yang dilakukan
secara berurutan
dimulai dari menu
pembuka, menu utama,
dan menu penutup.
Up
57
Back
Perkembangan pendidikan pada masa kolonial tidak terlepas dari kebijakan
Politik Etis yang mulai berlaku pada awal abad XX. Pada masa ini muncul
sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah kolonial dan sekolah-sekolah yang
didirikan kaum intelektual pribumi.
Sekolah Kolonial
Sekolah Pribumi
•Eerste School
•Tweede Schol
•Holand Indsiche School (HIS)
•MULO
•AMS
•HBS
•Taman Siswa
•Muhammadiyah
•Pondok Pesantren
58
Revolusi Besar Dunia (Revolusi Amerika, Revolusi
Perancis, dan Revolusi Rusia ) dan Pembentukan Paham
Keindonesiaan
Pemikiran dan Ingatan Sejarah Dunia
• Monarki Absolut
• Republik
• Presiden
• Persamaan
• Kebebasan
• Persaudaraan
• Sosial
• Keadilan bersama
59
Pengertian Revolusi
Revolusi adalah perubahan besar yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat,
biasanya melibatkan pergeseran mendasar dalam sistem politik, sosial, ekonomi,
atau budaya suatu masyarakat. Revolusi sering kali mencerminkan ketidakpuasan
besar dari masyarakat terhadap keadaan yang ada, sehingga memunculkan upaya
untuk menggantikan sistem lama dengan yang baru.
Selo Soemardjan (Ahli Sosiologi Indonesia)
Selo Soemardjan mendefinisikan revolusi sebagai perubahan sosial dan budaya yang
berlangsung cepat, melibatkan dasar-dasar atau sendi-sendi kehidupan
masyarakat, baik dalam politik, ekonomi, maupun sosial. Revolusi ini mencakup
perubahan dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat ke arah yang baru.
Theda Skocpol
Menurut Skocpol, revolusi adalah transformasi cepat dan mendasar dari keadaan
sosial dan politik suatu masyarakat, yang sering kali melibatkan pemberontakan
dan kekerasan. Skocpol menekankan pada kondisi struktural yang mendorong
terjadinya revolusi, seperti kelemahan negara dan ketegangan sosial yang
terakumulasi
60
Revolusi Amerika
(1775-1783)
•Latar Belakang Peristiwa
•Ketidakpuasan Koloni Amerika: Koloni-koloni di
Amerika merasa tidak adil karena mereka dikenakan
pajak yang tinggi oleh pemerintah Inggris tanpa
memiliki perwakilan di Parlemen Inggris. Slogan
utama mereka adalah “No taxation without
representation” (tidak ada pajak tanpa perwakilan).
•Perlakuan Inggris: Inggris menerapkan berbagai
aturan yang memberatkan koloni Amerika, seperti
Stamp Act (pajak untuk semua dokumen) dan
Townshend Act (pajak barang impor).
•Perlawanan Koloni: Rakyat Amerika mulai melawan
Inggris dengan aksi protes, seperti Boston Tea Party,
di mana para demonstran membuang teh ke laut
sebagai simbol perlawanan terhadap pajak teh.
•Perang Kemerdekaan: Perlawanan ini berujung pada
perang kemerdekaan yang dipimpin oleh tokoh
seperti George Washington dan Thomas Jeferson.
Pada akhirnya, koloni-koloni Amerika berhasil meraih
kemerdekaan dan mendirikan negara demokrasi
pertama di dunia, yaitu Amerika Serikat.
61
Kata Kunci
•
Pajak tanpa
perwakilan
•
Boston Tea Party
•
Perang
kemerdekaan
•
Kemerdekaan
Amerika Serikat
•
Demokrasi Modern
Abad XIII setelah
Yunani dan
Romawi kuno
62
4 Juli 1776
•
4 Juli 1776 yang menyatakan bahwa Tiga
Belas Koloni memerdekakan diri
dari Britania Raya.
•
Deklarasi ini, yang sebagian besar ditulis
oleh Thomas Jefferson, menjelaskan
pembenaran atau justifikasi untuk
melepaskan diri, dan merupakan
pengembangan dari
•Resolusi Lee tertanggal 2 Juli yang untuk
pertama kalinya menyatakan kemerdekaan
AS. Salinan deklarasi ini ditandatangani oleh
para delegasi pada 2 Agustus dan saat ini
dipamerkan di National Archives and
Records Administration di Washington, D.C.
•Deklarasi ini dianggap sebagai salah satu
dokumen pendirian Amerika Serikat dan
tanggal 4 Juli dirayakan sebagai Hari
Kemerdekaan.
63
DEKLARASI KEMERDEKAAN AMERIKA
64
Alinea I
We hold these truths to be self-evident, that all men are created
equal, that they are endowed by their Creator with certain
unalienable Rights, that among these are Life, Liberty and the
pursuit of Happiness.--That to secure these rights, Governments
are instituted among Men, deriving their just powers from the
consent of the governed,
65
Pembukaan Awal
Alinea Pertama: Hak-Hak Asasi Manusia
Kami berpendapat bahwa kebenaran-kebenaran ini adalah tidak dapat
dipungkiri, bahwa semua manusia diciptakan setara, bahwa mereka
dikaruniai oleh Penciptanya dengan hak-hak yang tidak dapat dihilangkan,
di antaranya adalah Hak Hidup, Hak Kebebasan, dan Hak untuk mengejar
Kebahagiaan. Untuk menjamin hak-hak ini, Pemerintahan dibentuk di
antara manusia, memperoleh kekuasaannya yang sah dari persetujuan yang
diperintah
66
FAKTA MENARIK !!
MELAWAN TEH DENGAN
KOPI
•Pemboikotan teh akhirnya menjadi agenda besar
sebagai bentuk perlawanan komoditas penjajah
(Inggris). "Boikot teh pun terjadi, dan kopi
dengan cepat menggantikan bir sebagai
minuman pilihan paling populer sampai saat ini,"
terangnya.
•Gagasan perlawanan dan pemboikotan terhadap
kebijakan pemerintah kolonial semakin gencar
dibicarakan di kedai kopi. "Ide-ide dan gagasan
yang dikemas dalam tulisan, semakin manjur
berkat kopi," tulis American Battlefield
Trust dalam artikelnya.
•"Banyak tokoh revolusioner mulai meninggalkan
minuman khas Inggris (teh) demi kopi, terutama
setelah Pesta Teh Boston tahun 1773," lanjutnya.
•Setelah gagasan dari kedai kopi, para tokoh
revolusioner mulai melaju ke
pelabuhan, membuang ratusan pon teh Inggris
ke pelabuhan Boston, memperkuat cita rasa kopi
Amerika semakin populer.
67
Revolusi Perancis (1789-1799)
Kesetaraan dan
Keadilan
•Latar Belakang Peristiwa:
•Ketidakadilan Sosial: Masyarakat Prancis dibagi dalam tiga
golongan (estate). Golongan pertama (pendeta) dan golongan
kedua (bangsawan) memiliki banyak hak istimewa, sementara
golongan ketiga (rakyat biasa) yang merupakan mayoritas
penduduk menanggung beban pajak yang berat.
•Krisis Ekonomi: Perancis mengalami krisis ekonomi yang
parah karena pengeluaran kerajaan yang berlebihan dan
keterlibatan dalam perang-perang mahal (seperti Perang
Tujuh Tahun dan dukungan terhadap Revolusi Amerika).
•Kelaparan dan Kemiskinan: Kondisi rakyat sangat buruk,
dengan kelaparan dan kemiskinan yang meluas. Harga bahan
pangan melambung tinggi, menyebabkan keresahan sosial.
•Pemberontakan Rakyat: Rakyat yang dipimpin oleh pemikir-
pemikir seperti Robespierre dan Rousseau, menuntut hak-hak
yang lebih adil. Mereka menggulingkan Raja Louis XVI dan
mendirikan Republik Perancis.
•Deklarasi Hak Asasi Manusia: Revolusi ini melahirkan
Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara, yang
menginspirasi banyak negara lain dalam memperjuangkan
hak-hak dasar manusia, termasuk di Indonesia.
68
Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara (Prancis: La Déclaration des droits de l'Homme et du citoyen)
adalah salah satu dokumen fundamental dari Revolusi Prancis, menetapkan sekumpulan hak-hak individu dan
hak-hak kolektif manusia. Diadopsi pada 26 Agustus 1789, oleh Majelis Konstituen Nasional (Assemblée
nationale constituante), sebagai langkah awal untuk penulisan sebuah konstitusi
"Manusia dilahirkan bebas dan tetap setara di dalam hak. Perbedaan sosial dapat ditemukan hanya pada
keperluan umum."
Prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam deklarasi menjadi nilai konstitusional dalam hukum Prancis
saat ini dan mungkin digunakan untuk menentang perundang-undangan dan kegiatan pemerintah lainnya.
Beberapa isi deklarasi Prancis yaitu:
1.Manusia dilahirkan merdeka dan tetap merdeka.
2.Manusia mempunyai hak yang sama.
3.Manusia merdeka berbuat sesuatu tanpa merugikan pihak lain.
4.Warga Negara mempunyai hak yang sama dan mempunyai kedudukan serta pekerjaan umum.
5.Manusia tidak boleh dituduh dan ditangkap selain menurut undang-undang.
6.Manusia mempunyai kemerdekaan agama dan kepercayaan.
7.Manusia merdeka mengeluarkan pikiran.
8.Adanya kemerdekaan surat kabar.
9.Adanya kemerdekaan bersatu dan berapat.
10.Adanya kemerdekaan berserikat dan berkumpul.
11.Adanya kemerdekaan bekerja,berdagang, dan melaksanakan kerajinan.
12.Adanya kemerdekaan rumah tangga.
13.Adanya kemerdekaan hak milik.
14.Adanya hak hidup dan mencari nafkah.
•Marie-Joseph Paul Yves Roch Gilbert du Motier, Marquis de La Fayette
69
Pemikiran lain yang ikut Membidani
Revolusi Perancis
•Jhon Locke (29 Agustus 1632 – 28 Oktober 1704)
menyatakan bahwa untuk menciptakan jalan
keluar dari keadaan perang sambil menjamin
milik pribadi, maka masyarakat sepakat untuk
mengadakan "perjanjian asal" atau yang sering
disebut dengan istilah kontrak sosial.
•Kekuasaan negara pada dasarnya adalah
terbatas dan tidak mutlak sebab kekuasaannya
berasal dari warga masyarakat yang
mendirikannya. Jadi, negara hanya dapat
bertindak dalam batas-batas yang ditetapkan
masyarakat terhadapnya.
•Tujuan pembentukan negara adalah untuk
menjamin hak-hak asasi warga, terutama hak
warga atas harta miliknya. Untuk tujuan inilah,
warga bersedia melepaskan kebebasan mereka
dalam keadaan alamiah yang diancam bahaya
perang untuk bersatu di dalam negara.
70
Charles-Louis de Secondat, Baron de La Brède et de
Montesquieu (18 Januari 1689 – 10 Februari 1755)
• Montesquieu paling dikenal
dengan ajaran Trias Politika
(pemisahan kekuasaan
negara menjadi tiga):
• eksekutif (pelaksana
undang-undang),
• legislatif (pembuat undang-
undang), dan
•
yudikatif atau kehakiman (p
engawas pelaksanaan
undang-undang).
71
Liberté, égalité, fraternité (bahasa Prancis untuk
"Kebebasan, keadilan, persaudaraan"
72
KATA
KUNCI
Kepala Raja Louis XVI dipenggal ! Bukti
ia bukan Wakil Tuhan
•
Ketidakadilan
sosial
•
Krisis ekonomi
Kelaparan
•
Deklarasi Hak
Asasi Manusia
•
Runtuhnya
monarki
Di Prancis sendiri raja membuat
"L’etat, c’est moi" yang berarti
"negara adalah aku",
73
Peristiwa Politik yang Mengubah Wajah Beruang Merah
Revolusi Rusia 1917
Setelah kekalahan telak dalam perang
melawan Jepang, terjadilah Revolusi
Rusia Pertama tahun 1905–1907. Tidak
dapat mengatasi rasa ketidakpuasan
publik, pihak berwenang mulai
mundur.
Pada 17 Oktober 1905, Nicholas II
mengeluarkan manifesto yang
memberikan kebebasan hati nurani,
berbicara, berkumpul dan berserikat,
memperluas kekuasaan ‘Duma Negara’
(majelis legislatif pada akhir masa
Kekaisaran Rusia), dan mengubahnya
dari badan penasehat menjadi badan
legislatif.
Namun demikian ketegangan sosial
tidak kunjung reda karena berbagai
akumulasi dari masyarakat Rusia
74
Latar Belakang Revolusi Rusia
Pemerintahan Tsar Nicholas II: Sistem otoriter dan tidak
demokratis.
Kesulitan Ekonomi: Krisis ekonomi, kelaparan, dan
ketertinggalan industri. Dan terlibat dalam kancah
Perang Dunia I
Kesadaran Sosial: Masyarakat merasakan ketidakadilan
dan kesenjangan sosial.
Peristiwa Revolusi Rusia
Revolusi Februari (Maret) 1917:
◦Pemberontakan terhadap pemerintahan Alexander
Kerensky.
◦Meningkatnya kekuatan Bolshevik dan Menshevik.
◦Revolusi Oktober (November) 1917: Pemberontakan
Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin.
◦Penggulingan pemerintahan Alexander Kerensky.
◦Pembentukan Uni Soviet.
75
Senjakala Revolusi Industri dari
Inggris menjalar di Eropa
Sejak ditemukan mesin uap tenaga
manusia perlahan diganti menjadi mesin
yang lebih efektif
Barang melimpah dan harga murah
Perusahaan kecil gulung tikar
Perdagangan makin berkembang
Transportasi semakin lancr
Sementara sisi lain
Berkembangnya urbanisasi
Upah buruh rendah
Adanya kesenjangan antara majikan dan
buruh
Munculnya revolusi sosial
76
Pekerja Anak di Masa Revolusi Industri Inggris
Pertanyaan & Jawaban
Apa akibat dari Revolusi Industri
terhadap pekerja anak?
Pekerja anak selalu digunakan dalam
pertanian dan industri gubuk,
namun dengan adanya Revolusi
Industri, anak-anak dipekerjakan
secara sistematis di pertambangan
dan pabrik, sering kali dengan upah
rendah dan kondisi yang buruk
(https://www.worldhistory.org/trans
/id/2-2216/pekerja-anak-di-masa-
revolusi-industri-inggris/)
77
KARL MARX
Marxisme merupakan dasar
teori komunisme modern Teori ini
tertuang
dalam buku Manifesto Komunis yang
ditulis oleh Marx dan Friederich
Engels. Marxisme merupakan
bentuk protes Marx terhadap
paham kapitalisme. Ia menganggap
bahwa kaum kapital
mengumpulkan uang dengan
mengorbankan kaum
proletar.[Kondisi kaum proletar
sangat menyedihkan karena
dipaksa bekerja berjam-jam dengan
upah minimum, sementara hasil
pekerjaan mereka hanya dinikmati
oleh kaum kapitalis
( Das Capital 1867)
78
Dampak Revolusi Rusia
oPenghapusan Kekuasaan Tsar: Akhir kekuasaan Tsar Nicholas II.
oPembentukan Uni Soviet: Negara komunis pertama di dunia.
oPenyebaran Komunisme: Ideologi komunisme menyebar ke Eropa Timur,
Cina, Vietnam, dan Kuba.
oPerang Saudara Rusia: Konflik antara Bolshevik (merah) dan anti-
Bolshevik (putih).
Pengaruh Revolusi Rusia di Dunia
oGerakan Nasionalisme: Pengaruh komunisme dalam gerakan
nasionalisme di beberapa negara.
oPerubahan Sosial dan Ekonomi: Penghapusan kelas sosial, pembangunan
infrastruktur, kolektivisasi pertanian, dan meningkatnya kesejahteraan
masyarakat.
79
TAHUKAH KAMU ??
Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar
400.000 buruh di Amerika Serikat
mengadakan demonstrasi besar-besaran
untuk menuntut pengurangan jam kerja
mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini
berlangsung selama 4 hari sejak tanggal
1 Mei.
Pada tanggal 4 Mei 1886. Para
Demonstran melakukan pawai besar-
besaran, Polisi Amerika kemudian
menembaki para demonstran tersebut
sehingga ratusan orang tewas dan para
pemimpinnya ditangkap kemudian
dihukum mati, para buruh yang
meninggal dikenal sebagai martir.
Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai
negara, juga terjadi pemogokan-
pemogokan buruh untuk menuntut
perlakukan yang lebih adil dari para
pemilik modal.
80
KATA
KUNCI
May Day !!
•
Ketidakadilan sosial
•
Krisis ekonomi
Kelaparan, Perang Dunia
I
•
Kesenjangan Industri
dan pertanian ( buruh
dan petani) – Kaya dan
miskin
•
Marxisme (Karl Marx)
•
Sosialisme
•
Revolusi Februari 1917
•
Revolusi Oktober 1917
•
Unisoviet
•
Komunisme
•
Komunisme
Internasional
(Komintern)
81
Dengan demikian, perbedaan antara Marxisme, Sosialisme, dan Komunisme
dapat digambarkan sebagai berikut:
• Marxisme: Filsafat sosial, politik, dan ekonomi yang kritik
terhadap kapitalisme dan teori perjuangan kelas.
• Sosialisme: Sistem ekonomi yang menekankan kepemilikan
bersama alat-alat produksi, dengan distribusi kekayaan yang
lebih egaliter dan solidaritas di antara pekerja.
• Komunisme: Paham yang lebih radikal dengan menghapuskan
hak milik perseorangan dan menuntut kepemilikan bersama
alat-alat produksi, dengan tujuan akhir penghapusan kelas
sosial.
82
Pengaruh Revolusi Rusia terhadap Indonesia
Pengaruh Marxisme: Paham
Marxisme yang berkembang di
Indonesia.
Partai Komunis Indonesia: Partai
yang didirikan oleh Henk
Sneevliet.
Kesimpulan
Revolusi Rusia: Peristiwa politik
yang mengubah Rusia menjadi
negara komunis.
Dampak Global: Penyebaran
komunisme, konflik ideologi, dan
perubahan sosial dan ekonomi
83
TOKOH TOKOH
TAN MALAKA
SUKARNO, HATTA, SYAHRIR
84
Pembentukan
Paham
keindonesiaan
Nasionalisme
Inspirasi dari Revolusi Amerika dan
Perancis membentuk paham
nasionalisme Indonesia.
Keadilan Sosial
Ide kesetaraan dari Revolusi Perancis
diterapkan dalam perjuangan
kemerdekaan Indonesia.
Hak Pekerja
Revolusi Industri mempengaruhi
munculnya organisasi buruh di
Indonesia.
85
Pengaruh Revolusi pada Organisasi Pergerakan Indonesia
Budi Utomo (1908)
Terinspirasi semangat kebebasan, fokus pada peningkatan
pendidikan pribumi.
Perhimpunan Indonesia
Sarekat Islam (1912)
Memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia, terinspirasi prinsip
kesetaraan Revolusi Perancis dengan bernafaskan Ajaran Islam
VSTP (1908)/ SI / SI MERAH / PKI
Serikat buruh kereta api, memperjuangkan kondisi kerja yang lebih
baik.
86
Terima Kasih
”Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk
membangun Indonesia,
tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain.”
(Bacharudin Jusuf Habibie)
PR Sejarah Indonesia
Untuk SMA/MA/SMK
Kelas XI Semester 1
oleh:
1. Doni Prasetyo
2. Samsudar Makfi
3. Melkisedek Bagas Fenetiruma
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 86
SLIDE
Similar Resources on Wayground
79 questions
01x01 L’ecologia
Lesson
•
10th Grade
80 questions
Keanekaragaman Hayati (1)
Lesson
•
10th Grade
89 questions
Sparta. Una polis in guerra
Lesson
•
11th Grade
74 questions
KIMIA UNSUR 2
Lesson
•
12th Grade
82 questions
Revolusi Besar Dunia
Lesson
•
11th Grade
81 questions
Keanekaragaman Flora dan Fauna yang ada di indonesia
Lesson
•
11th Grade
80 questions
BILANGAN
Lesson
•
11th Grade
85 questions
Karbon_part1
Lesson
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
7 questions
History of Valentine's Day
Interactive video
•
4th Grade
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Valentine's Day Trivia
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for History
20 questions
Presidents Day challenge
Quiz
•
9th - 12th Grade
7 questions
Lunar and Chinese New Year for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
5 questions
What is Presidents' Day?
Interactive video
•
10th Grade - University
7 questions
The First Transcontinental Railroad for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
20 questions
Students of Civics Unit 6: The Legislative Branch
Quiz
•
7th - 11th Grade
71 questions
Postwar / Cold War Vocab
Quiz
•
9th - 12th Grade
7 questions
History of Maya Angelou for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
43 questions
U.S. History Exit Ticket Misconceptions
Quiz
•
11th Grade