Search Header Logo
ANALISA USAHA 24 OKTOBER 24

ANALISA USAHA 24 OKTOBER 24

Assessment

Presentation

Other

10th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Murni Widyawati

Used 1+ times

FREE Resource

7 Slides • 3 Questions

1

media

PERHITUNGAN BREAK EVENT POINT

2

PENGERTIAN

Break Event Point atau titik impas adalah suatu kondisi di mana total pendapatan suatu perusahaan sama persis dengan total biaya yang dikeluarkan.
Dengan kata lain, pada titik impas, perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
Semua pendapatan yang dihasilkan telah digunakan untuk menutup seluruh biaya produksi dan operasional.

3

Mengapa Titik Impas Penting?

  • Analisis Kelayakan: Titik impas digunakan untuk menganalisis apakah suatu bisnis memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Jika volume penjualan dapat mencapai atau melampaui titik impas, maka bisnis tersebut dianggap layak secara finansial.

  • Perencanaan Produksi: Dengan mengetahui titik impas, perusahaan dapat menentukan jumlah produksi yang harus dicapai agar tidak merugi.

  • Pengambilan Keputusan: Titik impas dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan strategis, seperti penetapan harga jual, pengurangan biaya produksi, atau perluasan pasar.

4

Faktor yang Mempengaruhi Titik Impas

  • Harga jual: Kenaikan harga jual akan menurunkan titik impas.

  • Biaya variabel: Penurunan biaya variabel akan menurunkan titik impas.

  • Biaya tetap: Penurunan biaya tetap akan menurunkan titik impas.

5

CARA MENGHITUNG BEP

  • Titik Impas (dalam unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit)

6

Contoh

Misalnya, sebuah perusahaan memproduksi produk A dengan harga jual Rp10.000 per unit.
Biaya variabel per unit adalah Rp6.000
Biaya tetap total adalah Rp100.000.000.
Hitunglah titik impas dalam unit !

7

JAWAB

Titik Impas = 100.000.000 / (10.000 - 6.000) = 25.000 unit

Artinya, perusahaan harus menjual 25.000 unit produk A untuk mencapai titik impas. Jika berhasil menjual lebih dari 25.000 unit, maka perusahaan akan mulai mendapatkan keuntungan.

8

Open Ended

Seorang pembudidaya lele memiliki biaya tetap sebesar Rp 10.000.000 per bulan (sewa kolam, listrik, gaji karyawan). Harga jual ikan lele per kilogram adalah Rp 25.000, sedangkan biaya variabel per kilogram (pakan, obat-obatan) adalah Rp 15.000. Berapa kilogram lele yang harus dijual setiap bulan agar mencapai titik impas?

9

Open Ended

Seorang pembudidaya nila memiliki biaya tetap sebesar Rp 8.000.000 per bulan. Harga jual ikan nila per ekor adalah Rp 10.000, sedangkan biaya variabel per ekor adalah Rp 6.000. Jika kapasitas produksi kolam adalah 10.000 ekor ikan, berapa persen kapasitas yang harus terjual untuk mencapai titik impas?

10

Open Ended

Mengacu pada contoh budidaya lele, jika harga pakan naik sehingga biaya variabel menjadi Rp 18.000 per kilogram, berapa kilogram lele yang harus dijual untuk mencapai titik impas?

media

PERHITUNGAN BREAK EVENT POINT

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE