Search Header Logo
ANALISA USAHA DAN PEMASARAN

ANALISA USAHA DAN PEMASARAN

Assessment

Presentation

Other

10th Grade

Hard

Created by

Murni Widyawati

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

ANALISA USAHA DAN PEMASARAN USAHA

By Murni Widyawati

2

ANALISA USAHA

PENGERTIAN
suatu proses evaluasi dan penelitian yang sistematis terhadap potensi, kelayakan, dan risiko suatu ide atau rencana bisnis

TUJUAN
untuk memahami secara mendalam berbagai aspek yang terkait dengan usaha tersebut, sehingga dapat diambil keputusan yang lebih tepat dan terukur mengenai apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan, dikembangkan, atau bahkan dihentikan

3

JENIS JENIS ANALISA USAHA

  • Analisis Pasar (Market Analysis):

    • Fokus pada pemahaman lingkungan eksternal yang memengaruhi usaha.

    • Menganalisis ukuran pasar, tren, pertumbuhan, segmentasi, target pasar, perilaku konsumen, dan persaingan.

    • Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman pasar.

    • Contohnya termasuk riset pasar, analisis tren industri, dan analisis kompetitor.

4

JENIS JENIS ANALISA USAHA

  • Analisis Teknis/Operasional (Technical/Operational Analysis):

    • Fokus pada aspek internal yang berkaitan dengan produksi atau penyampaian layanan.

    • Mengevaluasi lokasi, tata letak, proses produksi, teknologi yang digunakan, rantai pasokan, dan kebutuhan sumber daya.

    • Tujuannya adalah untuk memastikan efisiensi dan efektivitas operasional.

    • Contohnya termasuk analisis proses bisnis, perencanaan kapasitas, dan pemilihan teknologi.

5

JENIS JENIS ANALISA USAHA

Analisis Manajemen (Management Analysis):

  • Fokus pada struktur organisasi, tim manajemen, dan sumber daya manusia.

  • Menilai keahlian, pengalaman, kepemimpinan, budaya perusahaan, dan efektivitas organisasi.

  • Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa usaha memiliki tim dan struktur yang tepat untuk mencapai tujuannya.

  • Contohnya termasuk analisis struktur organisasi, penilaian kinerja tim, dan perencanaan sumber daya manusia.

6

JENIS JENIS ANALISA USAHA

Analisis Keuangan (Financial Analysis):

  • Fokus pada kesehatan dan kinerja keuangan usaha.

  • Menganalisis laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas), rasio keuangan, proyeksi pendapatan dan biaya, serta kebutuhan pendanaan.

  • Tujuannya adalah untuk menilai profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan kelayakan investasi usaha.

  • Contohnya termasuk analisis rasio keuangan, proyeksi keuangan, dan penilaian investasi.

7

JENIS JENIS ANALISA USAHA

Analisis Risiko (Risk Analysis):

  • Fokus pada identifikasi dan evaluasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi usaha.

  • Menganalisis risiko internal (operasional, keuangan, strategis) dan eksternal (pasar, persaingan, regulasi).

  • Tujuannya adalah untuk mengembangkan strategi mitigasi risiko.

  • Contohnya termasuk identifikasi risiko, analisis probabilitas dan dampak risiko, serta perencanaan kontinjensi.

8

JENIS JENIS ANALISA USAHA

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats):

  • Merupakan alat analisis yang mengintegrasikan faktor internal dan eksternal.

  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal usaha, serta peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal.

  • Tujuannya adalah untuk merumuskan strategi yang memanfaatkan kekuatan, mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang, dan menghindari ancaman.

9

Langkah 2: Mengidentifikasi Kekuatan (Strengths)

  • Brainstorming Internal: Diskusikan dan catat semua aspek positif internal perusahaan Anda. Pertimbangkan hal-hal yang membuat bisnis Anda unggul dibandingkan pesaing.

  • Pertanyaan Panduan:

    • Apa keunggulan kompetitif utama Anda?

    • Apa yang Anda lakukan dengan sangat baik?

    • Apa sumber daya unik yang Anda miliki (misalnya, teknologi, merek yang kuat, tim yang ahli)?

    • Apa yang dihargai pelanggan tentang bisnis Anda?

    • Apa aset internal yang kuat (misalnya, keuangan yang stabil, paten)?

  • Contoh Kekuatan:

    • Merek yang kuat dan dikenal luas.

    • Tim manajemen yang berpengalaman.

    • Proses produksi yang efisien.

    • Layanan pelanggan yang sangat baik.

    • Lokasi strategis.

10

Langkah 3: Mengidentifikasi Kelemahan (Weaknesses)

  • Brainstorming Internal (dengan Jujur): Identifikasi area internal di mana bisnis Anda kurang optimal atau memiliki kekurangan dibandingkan pesaing. Bersikaplah jujur dan terbuka terhadap kritik.

  • Pertanyaan Panduan:

    • Area mana yang perlu ditingkatkan?

    • Apa kekurangan sumber daya Anda?

    • Proses bisnis mana yang tidak efisien?

    • Apa keluhan pelanggan yang sering muncul?

    • Di mana pesaing memiliki keunggulan atas Anda?

  • Contoh Kelemahan:

    • Arus kas yang tidak stabil.

    • Kurangnya inovasi produk.

    • Tingkat retensi karyawan yang rendah.

    • Ketergantungan pada satu pemasok.

    • Pemasaran yang kurang efektif.

11

Langkah 4: Mengidentifikasi Peluang (Opportunities)

  • Brainstorming Eksternal: Amati lingkungan eksternal bisnis Anda dan identifikasi tren, perubahan pasar, atau situasi yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan.

  • Pertanyaan Panduan:

    • Tren pasar apa yang sedang berkembang dan relevan dengan bisnis Anda?

    • Perubahan regulasi apa yang menguntungkan Anda?

    • Apakah ada kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi?

    • Apakah ada segmen pasar baru yang dapat Anda targetkan?

    • Apakah ada potensi kemitraan atau akuisisi yang menarik?

  • Contoh Peluang:

    • Meningkatnya permintaan untuk produk ramah lingkungan.

    • Perkembangan teknologi baru yang relevan.

    • Pelonggaran regulasi yang mendukung industri Anda.

    • Munculnya pasar baru atau segmen pelanggan baru.

    • Kelemahan pesaing yang dapat dieksploitasi.

12

Langkah 5: Mengidentifikasi Ancaman (Threats)

  • Brainstorming Eksternal: Identifikasi faktor-faktor eksternal yang berpotensi membahayakan atau menghambat pertumbuhan bisnis Anda.

  • Pertanyaan Panduan:

    • Siapa pesaing baru yang mungkin muncul?

    • Perubahan regulasi apa yang mungkin merugikan Anda?

    • Bagaimana perubahan ekonomi dapat mempengaruhi bisnis Anda?

    • Apakah ada perubahan preferensi konsumen yang mengancam produk Anda?

    • Apakah ada risiko terkait rantai pasokan atau ketersediaan bahan baku?

  • Contoh Ancaman:

    • Munculnya pesaing baru dengan harga lebih rendah.

    • Perubahan kebijakan pemerintah yang merugikan.

    • Resesi ekonomi yang mengurangi daya beli konsumen.

    • Perubahan tren konsumen yang cepat.

    • Kenaikan harga bahan baku yang signifikan.

13

Langkah 6: Menyusun Matriks SWOT

  • Buat sebuah matriks dengan empat kuadran, beri label:

    • Kuadran I: Kekuatan - Peluang (SO): Bagaimana Anda dapat menggunakan kekuatan Anda untuk memanfaatkan peluang? (Strategi ofensif)

    • Kuadran II: Kelemahan - Peluang (WO): Bagaimana Anda dapat mengatasi kelemahan Anda dengan memanfaatkan peluang? (Strategi perbaikan)

    • Kuadran III: Kekuatan - Ancaman (ST): Bagaimana Anda dapat menggunakan kekuatan Anda untuk mengurangi dampak ancaman? (Strategi defensif)

    • Kuadran IV: Kelemahan - Ancaman (WT): Bagaimana Anda dapat meminimalkan kelemahan Anda dan menghindari ancaman? (Strategi bertahan)

  • Masukkan poin-poin yang telah Anda identifikasi ke dalam kuadran yang sesuai.

14

Langkah 7: Menganalisis dan Merumuskan Strategi

  • Hubungkan Elemen: Analisis interaksi antara elemen-elemen SWOT. Misalnya, bagaimana kekuatan tertentu dapat membantu Anda memanfaatkan peluang atau mengatasi ancaman.

  • Prioritaskan: Tidak semua poin SWOT sama pentingnya. Identifikasi poin-poin yang paling signifikan bagi bisnis Anda.

  • Kembangkan Strategi: Berdasarkan analisis matriks SWOT, rumuskan strategi konkret dan tindakan yang perlu diambil. Pertimbangkan empat jenis strategi utama (SO, WO, ST, WT).

  • Contoh Strategi:

    • (SO): Menggunakan merek yang kuat untuk meluncurkan produk baru di pasar yang sedang berkembang.

    • (WO): Meningkatkan pelatihan karyawan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar.

    • (ST): Mengembangkan produk yang terdiversifikasi untuk mengurangi risiko dari perubahan preferensi konsumen.

    • (WT): Mengurangi biaya operasional untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit dan mengatasi kelemahan internal.

15

Langkah 8: Tinjau dan Perbarui Secara Berkala

  • Analisis SWOT bukanlah tugas sekali selesai. Lingkungan bisnis terus berubah, sehingga penting untuk meninjau dan memperbarui analisis SWOT Anda secara berkala (misalnya, setiap 6 bulan atau setahun sekali, atau ketika terjadi perubahan signifikan dalam bisnis atau pasar).

16

TUGAS MANDIRI

Buatlah analisis usaha dalam budidaya ikan menggunakan analisis SWOT.

ANALISA USAHA DAN PEMASARAN USAHA

By Murni Widyawati

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE