Search Header Logo
materi kelas 9

materi kelas 9

Assessment

Presentation

Education

9th Grade

Hard

Created by

Petronela Neti Ewes

FREE Resource

86 Slides • 18 Questions

1

By Petronela Neti Ewes

2

Hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

​Disusun Oleh:
Ade Rosmalinda, S.H

3

Hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

​Disusun Oleh:
Ade Rosmalinda, S.H

4

Hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

​Disusun Oleh:
Ade Rosmalinda, S.H

5

Hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

​Disusun Oleh:
Ade Rosmalinda, S.H

6

A. Semangat Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Pancasila merupakan dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

7

media

8

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” memiliki makna yang berkaitan erat dengan sikap mematuhi ajaran agama dan kepercayaan yang kita anut. Oleh karena itu, dalam mengamalkan nilai pertama Pancasila, kita perlu saling menghormati ajaran agama dan kepercayaan orang lain. Setiap umat beragama hendaknya fokus pada kebaikan sesuai ajaran agama dan kepercayaannya, bertoleransi terhadap perbedaan, serta tidak mengganggu peribadatan agama dan kepercayaan orang lain. Ketika hal tersebut dilakukan, harmoni di tengah perbedaan agama dan kepercayaan akan terjadi. Hal ini dikarenakan setiap umat fokus menjalankan ajaran kebaikan dari agama dan kepercayaannya masing-masing.

9

Apakah kamu memiliki teman yang berbeda agama dan kepercayaan?

Bagaimana kamu dapat berteman dengannya?

10

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengajarkan nilai dalam kehidupan untuk bersikap adil dan beradab. Bagaimana nilai sila tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Nilai Pancasila sila kedua dapat diterapkan dengan memperlakukan orang lain tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan lainnya.

11

Semangat sila kedua dalam kehidupan sehari-hari bermakna kita harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, sesama manusia perlu saling menghormati. Setiap orang harus bersikap adil ketika berhadapan dengan orang lain, tidak bersikap semena-mena. Ketika kamu bersikap adil kepada temanmu, itu sudah menunjukkan semangat Pancasila. Misalnya, ketika ada teman yang merasa kesulitan, kamu berupaya membantunya. Contoh lain, ketika teman tidak memiliki bekal makanan, sementara kamu membawa, kamu dapat membantu untuk berbagi makanan yang kamu bawa. Selain itu, ketika teman kesulitan membeli buku, kamu dapat meminjamkannya atau belajar bersamanya. Tindakan-tindakan kecil tersebut merupakan contoh penerapan dari semangat sila kedua.

12

Multiple Choice

Dalam lingkup yang lebih luas, saat ini ada banyak website atau platform yang mencoba mengumpulkan dana untuk membantu kelompok masyarakat yang kesulitan. Di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi, solidaritas dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan yang kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Hal tersebut juga merupakan perwujudan nilai-nilai dari Pancasila, nilai tersebut merupakan perwujudan dari nilai ke....

1

1

2

2

3

3

4

4

13

3. Persatuan Indonesia

Sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” menunjukkan bahwa Indonesia dipersatukan karena kesamaan nasib, yaitu pernah dijajah oleh negara-negara lain pada masa lalu. Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman agama, suku bangsa, bahasa daerah, kebudayaan, dan adat istiadatnya.

14

Meskipun berbeda, kita tidak boleh saling bermusuhan. Perbedaan merupakan hal wajar. Dengan saling menghormati dalam perbedaan, kehidupan kita akan lebih indah dan menyenangkan. Keragaman dan perbedaan justru membuat kita mampu saling menguatkan. Coba lihat pohon yang ada di sekitarmu. Setiap pohon memiliki akar kuat, batang kokoh, dan daun yang indah. Ketiga bagian tersebut mampu menjadi kekuatan pohon untuk menahan angin kencang. Negara Indonesia pun memiliki kesamaan dengan pohon. Apabila rakyat Indonesia bersatu, Indonesia mampu bertahan menghadapi tantangan dan rintangan. Semangat persatuan juga tecermin saat masyarakat Indonesia saling membantu dalam menghadapi pandemi Covid-19.

15

Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetap satu juga. Semboyan tersebut menjadi inspirasi bagi setiap masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks kesejarahan, kita memiliki tekad Sumpah Pemuda untuk:
“Berbangsa satu, bangsa Indonesia;
Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia;
Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
Selain itu, dalam pidato Sukarno pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945 Sukarno menyebut bahwa kita hendak mendirikan suatu negara “semua untuk semua”. Hal tersebut menyiratkan bahwa Indonesia didirikan atas ragam perbedaan, namun mengutamakan rasa persatuan bangsa. Semangat Pancasila pada sila ketiga perlu menjadi pedoman untuk mewarnai kehidupan sehari-hari.

16

Berikan contoh penerapan nilai-nilai pancasila ketiga di lingkungan sekolah!

17

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Berdasarkan sila keempat, setiap warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, setiap warga negara tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Nilai sila keempat Pancasila juga mengajarkan kepada kita untuk selalu mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.

18

Berikan contoh penerapan nilai-nilai pancasila ke empat di lingkungan sekolah!

19

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Selanjutnya, sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sila tersebut memiliki makna bahwa negara menjamin setiap rakyat Indonesia untuk memperoleh perlakuan yang adil di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. Setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kesejahteraan yang mencukupi. Semua warga negara berhak mendapatkan peluang yang sama tanpa melihat aspek gender, suku, agama, dan kelas sosial.

20

Sebutkan penerapan nilai-nilai pancasila dalam bidang Pendidikan, dan Kesehatan!

21

Hubungan Pancasila dengan UUD 1945

22

web page not embeddable

You can open this webpage in a new tab.

23

Setelah membaca teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, apa yang dapat kamu simpulkan? Apabila diperhatikan, dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 juga termuat teks Pancasila. Oleh karena itu, meski batang tubuh UUD NRI Tahun 1945 mengalami beberapa kali perubahan, tetapi Pembukaannya tetap atau tidak boleh berganti. Ini karena di dalam Pembukaan terdapat Pancasila sebagai dasar negara serta cita-cita atau tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

24

  1. Perubahan Pertama – ditetapkan 19 Oktober 1999 dan berlaku pada tanggal ditetapkan;

  2. Perubahan Kedua – ditetapkan 18 Agustus 2000 (tidak terdapat tanggal pemberlakuannya);

  3. Perubahan Ketiga – ditetapkan 9 November 2001 dan berlaku pada tanggal ditetapkan; serta

  4. Perubahan Keempat – ditetapkan 10 Agustus 2002 dan berlaku pada tanggal ditetapkan.

Perubahan (Amandemen) UUD 1945

25

Jika Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 diganti, maka dianggap sama dengan mengubah dasar dan tujuan didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

26

Dalam hal ini, Pancasila disebut juga sebagai sumber dari segala sumber hukum negara yang melandasi batang tubuh UUD NRI Tahun 1945. Dengan demikian, selain berkedudukan lebih tinggi dari UUD NRI Tahun 1945, Pancasila harus dijadikan pedoman baik oleh pemerintah maupun warga negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menjadi acuan setiap aturan, perundang-undangan, sistem pemerintahan, sistem demokrasi, ataupun sistem sosial kemasyarakatan.

27

Pancasila, yang tercantum pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, dijabarkan pada pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945. Lalu, UUD NRI Tahun 1945 menjadi dasar penyelenggaraan negara yang dijabarkan pada setiap peraturan perundangundangan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, negara berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 diselenggarakan dengan semangat yang dipandu oleh nilai-nilai religiusitas bangsa,

28

Sementara itu, Jimly Asshiddiqie (2011), Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2003‒2008), menyatakan bahwa “Pancasila tidak dapat dipisahkan dari UUD NRI Tahun 1945 dan sistem ketatanegaraan, sebab hubungan antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 seperti hubungan antara roh dan jasad yang tidak terpisahkan. Pancasila merupakan rohnya dan UUD NRI Tahun 1945 merupakan jasadnya. Pancasila merupakan nilai-nilai utama, sedangkan UUD NRI Tahun 1945 merupakan bentuk hukumnya, sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya”. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan erat antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945

29

Berikut ini sebagian contoh dalam UUD NRI Tahun 1945 di setiap pasal secara jelas terinspirasi atau merujuk pada Pancasila.

1. Pasal 29 ayat (1) berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Pasal ini sangat jelas merujuk pada sila pertama.

30

2. Pasal 27 ayat (2) berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
Pada pasal 34 ayat (2) berbunyi “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”.

Nilai kemanusiaan pada sila kedua sudah jelas mengilhami pasal tersebut.

31

  1. Pada pasal 31 ayat (5) “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

    Nampak terlihat bahwa pasal tersebut didasarkan pada semangat persatuan bangsa yang merupakan sila ketiga.

32

4. Pada pasal 22E ayat (1) “Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali” dan pasal 22E ayat (2) “Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah”.

Inspirasi dalam proses pemilihan pemimpin di Indonesia merujuk pada sila keempat.

33

5. Pada pasal 33 ayat (4) disebutkan “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, eisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”.
Secara jelas bahwa pasal tersebut terinspirasi dari sila kelima.

34

Multiple Choice

Hubungan Pancasila dengan UUD NRI Tahun 1945 disebutkan dalam pernyataan  yang benar di bawah ini kecuali,

1

Pancasila berkedudukan lebih tinggi dari UUD NRI Tahun 1945

2

Dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tidak termuat teks Pancasil

3

Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan peraturan perundangan

4

Sila-sila Pancasila dijabarkan dalam pasal – pasal UUD NRI Tahun 1945

35

Multiple Choice

Pasal 29 ayat (1) berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”

Pasal ini sesuai dengan sila, ….

1

Ketuhanan Yang Maha Esa

2

Kemanusiaan yang adil dan Beradab

3

Persatuan Indonesia

4

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

36

Multiple Choice

Pada pasal 22E ayat (1) “Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali” dan pasal 22E ayat (2) “Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah”.

Inspirasi dalam proses pemilihan pemimpin di Indonesia merujuk pada sila, ….

1

Kesatu

2

Kedua

3

Ketiga

4

Keempat

37

Multiple Choice

Pada pasal 31 ayat (5) “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

Nilai pancasila tersebut terkandung dalam sila ke....

1

Satu

2

Dua

3

Tiga

4

Empat

38

Multiple Choice

Pada pasal 33 ayat (4) menjelaskan tentang nilai-nilai pancasila ke...

1

Dua

2

Tiga

3

Lima

4

Satu

39

A. Semangat Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Pancasila merupakan dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

40

media

41

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” memiliki makna yang berkaitan erat dengan sikap mematuhi ajaran agama dan kepercayaan yang kita anut. Oleh karena itu, dalam mengamalkan nilai pertama Pancasila, kita perlu saling menghormati ajaran agama dan kepercayaan orang lain. Setiap umat beragama hendaknya fokus pada kebaikan sesuai ajaran agama dan kepercayaannya, bertoleransi terhadap perbedaan, serta tidak mengganggu peribadatan agama dan kepercayaan orang lain. Ketika hal tersebut dilakukan, harmoni di tengah perbedaan agama dan kepercayaan akan terjadi. Hal ini dikarenakan setiap umat fokus menjalankan ajaran kebaikan dari agama dan kepercayaannya masing-masing.

42

Apakah kamu memiliki teman yang berbeda agama dan kepercayaan?

Bagaimana kamu dapat berteman dengannya?

43

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengajarkan nilai dalam kehidupan untuk bersikap adil dan beradab. Bagaimana nilai sila tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Nilai Pancasila sila kedua dapat diterapkan dengan memperlakukan orang lain tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan lainnya.

44

Semangat sila kedua dalam kehidupan sehari-hari bermakna kita harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, sesama manusia perlu saling menghormati. Setiap orang harus bersikap adil ketika berhadapan dengan orang lain, tidak bersikap semena-mena. Ketika kamu bersikap adil kepada temanmu, itu sudah menunjukkan semangat Pancasila. Misalnya, ketika ada teman yang merasa kesulitan, kamu berupaya membantunya. Contoh lain, ketika teman tidak memiliki bekal makanan, sementara kamu membawa, kamu dapat membantu untuk berbagi makanan yang kamu bawa. Selain itu, ketika teman kesulitan membeli buku, kamu dapat meminjamkannya atau belajar bersamanya. Tindakan-tindakan kecil tersebut merupakan contoh penerapan dari semangat sila kedua.

45

Multiple Choice

Dalam lingkup yang lebih luas, saat ini ada banyak website atau platform yang mencoba mengumpulkan dana untuk membantu kelompok masyarakat yang kesulitan. Di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi, solidaritas dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan yang kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Hal tersebut juga merupakan perwujudan nilai-nilai dari Pancasila, nilai tersebut merupakan perwujudan dari nilai ke....

1

1

2

2

3

3

4

4

46

3. Persatuan Indonesia

Sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” menunjukkan bahwa Indonesia dipersatukan karena kesamaan nasib, yaitu pernah dijajah oleh negara-negara lain pada masa lalu. Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman agama, suku bangsa, bahasa daerah, kebudayaan, dan adat istiadatnya.

47

Meskipun berbeda, kita tidak boleh saling bermusuhan. Perbedaan merupakan hal wajar. Dengan saling menghormati dalam perbedaan, kehidupan kita akan lebih indah dan menyenangkan. Keragaman dan perbedaan justru membuat kita mampu saling menguatkan. Coba lihat pohon yang ada di sekitarmu. Setiap pohon memiliki akar kuat, batang kokoh, dan daun yang indah. Ketiga bagian tersebut mampu menjadi kekuatan pohon untuk menahan angin kencang. Negara Indonesia pun memiliki kesamaan dengan pohon. Apabila rakyat Indonesia bersatu, Indonesia mampu bertahan menghadapi tantangan dan rintangan. Semangat persatuan juga tecermin saat masyarakat Indonesia saling membantu dalam menghadapi pandemi Covid-19.

48

Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetap satu juga. Semboyan tersebut menjadi inspirasi bagi setiap masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks kesejarahan, kita memiliki tekad Sumpah Pemuda untuk:
“Berbangsa satu, bangsa Indonesia;
Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia;
Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
Selain itu, dalam pidato Sukarno pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945 Sukarno menyebut bahwa kita hendak mendirikan suatu negara “semua untuk semua”. Hal tersebut menyiratkan bahwa Indonesia didirikan atas ragam perbedaan, namun mengutamakan rasa persatuan bangsa. Semangat Pancasila pada sila ketiga perlu menjadi pedoman untuk mewarnai kehidupan sehari-hari.

49

Berikan contoh penerapan nilai-nilai pancasila ketiga di lingkungan sekolah!

50

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Berdasarkan sila keempat, setiap warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, setiap warga negara tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Nilai sila keempat Pancasila juga mengajarkan kepada kita untuk selalu mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.

51

Berikan contoh penerapan nilai-nilai pancasila ke empat di lingkungan sekolah!

52

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Selanjutnya, sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sila tersebut memiliki makna bahwa negara menjamin setiap rakyat Indonesia untuk memperoleh perlakuan yang adil di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. Setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kesejahteraan yang mencukupi. Semua warga negara berhak mendapatkan peluang yang sama tanpa melihat aspek gender, suku, agama, dan kelas sosial.

53

Sebutkan penerapan nilai-nilai pancasila dalam bidang Pendidikan, dan Kesehatan!

54

Hubungan Pancasila dengan UUD 1945

55

web page not embeddable

You can open this webpage in a new tab.

56

Setelah membaca teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, apa yang dapat kamu simpulkan? Apabila diperhatikan, dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 juga termuat teks Pancasila. Oleh karena itu, meski batang tubuh UUD NRI Tahun 1945 mengalami beberapa kali perubahan, tetapi Pembukaannya tetap atau tidak boleh berganti. Ini karena di dalam Pembukaan terdapat Pancasila sebagai dasar negara serta cita-cita atau tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

57

  1. Perubahan Pertama – ditetapkan 19 Oktober 1999 dan berlaku pada tanggal ditetapkan;

  2. Perubahan Kedua – ditetapkan 18 Agustus 2000 (tidak terdapat tanggal pemberlakuannya);

  3. Perubahan Ketiga – ditetapkan 9 November 2001 dan berlaku pada tanggal ditetapkan; serta

  4. Perubahan Keempat – ditetapkan 10 Agustus 2002 dan berlaku pada tanggal ditetapkan.

Perubahan (Amandemen) UUD 1945

58

Jika Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 diganti, maka dianggap sama dengan mengubah dasar dan tujuan didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

59

Dalam hal ini, Pancasila disebut juga sebagai sumber dari segala sumber hukum negara yang melandasi batang tubuh UUD NRI Tahun 1945. Dengan demikian, selain berkedudukan lebih tinggi dari UUD NRI Tahun 1945, Pancasila harus dijadikan pedoman baik oleh pemerintah maupun warga negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menjadi acuan setiap aturan, perundang-undangan, sistem pemerintahan, sistem demokrasi, ataupun sistem sosial kemasyarakatan.

60

Pancasila, yang tercantum pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, dijabarkan pada pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945. Lalu, UUD NRI Tahun 1945 menjadi dasar penyelenggaraan negara yang dijabarkan pada setiap peraturan perundangundangan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, negara berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 diselenggarakan dengan semangat yang dipandu oleh nilai-nilai religiusitas bangsa,

61

Sementara itu, Jimly Asshiddiqie (2011), Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2003‒2008), menyatakan bahwa “Pancasila tidak dapat dipisahkan dari UUD NRI Tahun 1945 dan sistem ketatanegaraan, sebab hubungan antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 seperti hubungan antara roh dan jasad yang tidak terpisahkan. Pancasila merupakan rohnya dan UUD NRI Tahun 1945 merupakan jasadnya. Pancasila merupakan nilai-nilai utama, sedangkan UUD NRI Tahun 1945 merupakan bentuk hukumnya, sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya”. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan erat antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945

62

Berikut ini sebagian contoh dalam UUD NRI Tahun 1945 di setiap pasal secara jelas terinspirasi atau merujuk pada Pancasila.

1. Pasal 29 ayat (1) berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Pasal ini sangat jelas merujuk pada sila pertama.

63

2. Pasal 27 ayat (2) berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
Pada pasal 34 ayat (2) berbunyi “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”.

Nilai kemanusiaan pada sila kedua sudah jelas mengilhami pasal tersebut.

64

  1. Pada pasal 31 ayat (5) “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

    Nampak terlihat bahwa pasal tersebut didasarkan pada semangat persatuan bangsa yang merupakan sila ketiga.

65

4. Pada pasal 22E ayat (1) “Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali” dan pasal 22E ayat (2) “Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah”.

Inspirasi dalam proses pemilihan pemimpin di Indonesia merujuk pada sila keempat.

66

5. Pada pasal 33 ayat (4) disebutkan “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, eisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”.
Secara jelas bahwa pasal tersebut terinspirasi dari sila kelima.

67

Multiple Choice

Hubungan Pancasila dengan UUD NRI Tahun 1945 disebutkan dalam pernyataan  yang benar di bawah ini kecuali,

1

Pancasila berkedudukan lebih tinggi dari UUD NRI Tahun 1945

2

Dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tidak termuat teks Pancasil

3

Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan peraturan perundangan

4

Sila-sila Pancasila dijabarkan dalam pasal – pasal UUD NRI Tahun 1945

68

Multiple Choice

Pasal 29 ayat (1) berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”

Pasal ini sesuai dengan sila, ….

1

Ketuhanan Yang Maha Esa

2

Kemanusiaan yang adil dan Beradab

3

Persatuan Indonesia

4

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

69

Multiple Choice

Pada pasal 22E ayat (1) “Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali” dan pasal 22E ayat (2) “Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah”.

Inspirasi dalam proses pemilihan pemimpin di Indonesia merujuk pada sila, ….

1

Kesatu

2

Kedua

3

Ketiga

4

Keempat

70

Multiple Choice

Pada pasal 31 ayat (5) “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

Nilai pancasila tersebut terkandung dalam sila ke....

1

Satu

2

Dua

3

Tiga

4

Empat

71

Multiple Choice

Pada pasal 33 ayat (4) menjelaskan tentang nilai-nilai pancasila ke...

1

Dua

2

Tiga

3

Lima

4

Satu

72

A. Semangat Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Pancasila merupakan dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

73

media

74

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” memiliki makna yang berkaitan erat dengan sikap mematuhi ajaran agama dan kepercayaan yang kita anut. Oleh karena itu, dalam mengamalkan nilai pertama Pancasila, kita perlu saling menghormati ajaran agama dan kepercayaan orang lain. Setiap umat beragama hendaknya fokus pada kebaikan sesuai ajaran agama dan kepercayaannya, bertoleransi terhadap perbedaan, serta tidak mengganggu peribadatan agama dan kepercayaan orang lain. Ketika hal tersebut dilakukan, harmoni di tengah perbedaan agama dan kepercayaan akan terjadi. Hal ini dikarenakan setiap umat fokus menjalankan ajaran kebaikan dari agama dan kepercayaannya masing-masing.

75

Apakah kamu memiliki teman yang berbeda agama dan kepercayaan?

Bagaimana kamu dapat berteman dengannya?

76

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengajarkan nilai dalam kehidupan untuk bersikap adil dan beradab. Bagaimana nilai sila tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Nilai Pancasila sila kedua dapat diterapkan dengan memperlakukan orang lain tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan lainnya.

77

Semangat sila kedua dalam kehidupan sehari-hari bermakna kita harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, sesama manusia perlu saling menghormati. Setiap orang harus bersikap adil ketika berhadapan dengan orang lain, tidak bersikap semena-mena. Ketika kamu bersikap adil kepada temanmu, itu sudah menunjukkan semangat Pancasila. Misalnya, ketika ada teman yang merasa kesulitan, kamu berupaya membantunya. Contoh lain, ketika teman tidak memiliki bekal makanan, sementara kamu membawa, kamu dapat membantu untuk berbagi makanan yang kamu bawa. Selain itu, ketika teman kesulitan membeli buku, kamu dapat meminjamkannya atau belajar bersamanya. Tindakan-tindakan kecil tersebut merupakan contoh penerapan dari semangat sila kedua.

78

Multiple Choice

Dalam lingkup yang lebih luas, saat ini ada banyak website atau platform yang mencoba mengumpulkan dana untuk membantu kelompok masyarakat yang kesulitan. Di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi, solidaritas dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan yang kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Hal tersebut juga merupakan perwujudan nilai-nilai dari Pancasila, nilai tersebut merupakan perwujudan dari nilai ke....

1

1

2

2

3

3

4

4

79

3. Persatuan Indonesia

Sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” menunjukkan bahwa Indonesia dipersatukan karena kesamaan nasib, yaitu pernah dijajah oleh negara-negara lain pada masa lalu. Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman agama, suku bangsa, bahasa daerah, kebudayaan, dan adat istiadatnya.

80

Meskipun berbeda, kita tidak boleh saling bermusuhan. Perbedaan merupakan hal wajar. Dengan saling menghormati dalam perbedaan, kehidupan kita akan lebih indah dan menyenangkan. Keragaman dan perbedaan justru membuat kita mampu saling menguatkan. Coba lihat pohon yang ada di sekitarmu. Setiap pohon memiliki akar kuat, batang kokoh, dan daun yang indah. Ketiga bagian tersebut mampu menjadi kekuatan pohon untuk menahan angin kencang. Negara Indonesia pun memiliki kesamaan dengan pohon. Apabila rakyat Indonesia bersatu, Indonesia mampu bertahan menghadapi tantangan dan rintangan. Semangat persatuan juga tecermin saat masyarakat Indonesia saling membantu dalam menghadapi pandemi Covid-19.

81

Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetap satu juga. Semboyan tersebut menjadi inspirasi bagi setiap masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks kesejarahan, kita memiliki tekad Sumpah Pemuda untuk:
“Berbangsa satu, bangsa Indonesia;
Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia;
Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
Selain itu, dalam pidato Sukarno pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945 Sukarno menyebut bahwa kita hendak mendirikan suatu negara “semua untuk semua”. Hal tersebut menyiratkan bahwa Indonesia didirikan atas ragam perbedaan, namun mengutamakan rasa persatuan bangsa. Semangat Pancasila pada sila ketiga perlu menjadi pedoman untuk mewarnai kehidupan sehari-hari.

82

Berikan contoh penerapan nilai-nilai pancasila ketiga di lingkungan sekolah!

83

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Berdasarkan sila keempat, setiap warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, setiap warga negara tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Nilai sila keempat Pancasila juga mengajarkan kepada kita untuk selalu mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.

84

Berikan contoh penerapan nilai-nilai pancasila ke empat di lingkungan sekolah!

85

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Selanjutnya, sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sila tersebut memiliki makna bahwa negara menjamin setiap rakyat Indonesia untuk memperoleh perlakuan yang adil di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. Setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kesejahteraan yang mencukupi. Semua warga negara berhak mendapatkan peluang yang sama tanpa melihat aspek gender, suku, agama, dan kelas sosial.

86

Sebutkan penerapan nilai-nilai pancasila dalam bidang Pendidikan, dan Kesehatan!

87

Hubungan Pancasila dengan UUD 1945

88

web page not embeddable

You can open this webpage in a new tab.

89

Setelah membaca teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, apa yang dapat kamu simpulkan? Apabila diperhatikan, dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 juga termuat teks Pancasila. Oleh karena itu, meski batang tubuh UUD NRI Tahun 1945 mengalami beberapa kali perubahan, tetapi Pembukaannya tetap atau tidak boleh berganti. Ini karena di dalam Pembukaan terdapat Pancasila sebagai dasar negara serta cita-cita atau tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

90

  1. Perubahan Pertama – ditetapkan 19 Oktober 1999 dan berlaku pada tanggal ditetapkan;

  2. Perubahan Kedua – ditetapkan 18 Agustus 2000 (tidak terdapat tanggal pemberlakuannya);

  3. Perubahan Ketiga – ditetapkan 9 November 2001 dan berlaku pada tanggal ditetapkan; serta

  4. Perubahan Keempat – ditetapkan 10 Agustus 2002 dan berlaku pada tanggal ditetapkan.

Perubahan (Amandemen) UUD 1945

91

Jika Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 diganti, maka dianggap sama dengan mengubah dasar dan tujuan didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

92

Dalam hal ini, Pancasila disebut juga sebagai sumber dari segala sumber hukum negara yang melandasi batang tubuh UUD NRI Tahun 1945. Dengan demikian, selain berkedudukan lebih tinggi dari UUD NRI Tahun 1945, Pancasila harus dijadikan pedoman baik oleh pemerintah maupun warga negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menjadi acuan setiap aturan, perundang-undangan, sistem pemerintahan, sistem demokrasi, ataupun sistem sosial kemasyarakatan.

93

Pancasila, yang tercantum pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, dijabarkan pada pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945. Lalu, UUD NRI Tahun 1945 menjadi dasar penyelenggaraan negara yang dijabarkan pada setiap peraturan perundangundangan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, negara berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 diselenggarakan dengan semangat yang dipandu oleh nilai-nilai religiusitas bangsa,

94

Sementara itu, Jimly Asshiddiqie (2011), Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2003‒2008), menyatakan bahwa “Pancasila tidak dapat dipisahkan dari UUD NRI Tahun 1945 dan sistem ketatanegaraan, sebab hubungan antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 seperti hubungan antara roh dan jasad yang tidak terpisahkan. Pancasila merupakan rohnya dan UUD NRI Tahun 1945 merupakan jasadnya. Pancasila merupakan nilai-nilai utama, sedangkan UUD NRI Tahun 1945 merupakan bentuk hukumnya, sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya”. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan erat antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945

95

Berikut ini sebagian contoh dalam UUD NRI Tahun 1945 di setiap pasal secara jelas terinspirasi atau merujuk pada Pancasila.

1. Pasal 29 ayat (1) berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Pasal ini sangat jelas merujuk pada sila pertama.

96

2. Pasal 27 ayat (2) berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
Pada pasal 34 ayat (2) berbunyi “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”.

Nilai kemanusiaan pada sila kedua sudah jelas mengilhami pasal tersebut.

97

  1. Pada pasal 31 ayat (5) “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

    Nampak terlihat bahwa pasal tersebut didasarkan pada semangat persatuan bangsa yang merupakan sila ketiga.

98

4. Pada pasal 22E ayat (1) “Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali” dan pasal 22E ayat (2) “Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah”.

Inspirasi dalam proses pemilihan pemimpin di Indonesia merujuk pada sila keempat.

99

5. Pada pasal 33 ayat (4) disebutkan “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, eisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”.
Secara jelas bahwa pasal tersebut terinspirasi dari sila kelima.

100

Multiple Choice

Hubungan Pancasila dengan UUD NRI Tahun 1945 disebutkan dalam pernyataan  yang benar di bawah ini kecuali,

1

Pancasila berkedudukan lebih tinggi dari UUD NRI Tahun 1945

2

Dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tidak termuat teks Pancasil

3

Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan peraturan perundangan

4

Sila-sila Pancasila dijabarkan dalam pasal – pasal UUD NRI Tahun 1945

101

Multiple Choice

Pasal 29 ayat (1) berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”

Pasal ini sesuai dengan sila, ….

1

Ketuhanan Yang Maha Esa

2

Kemanusiaan yang adil dan Beradab

3

Persatuan Indonesia

4

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

102

Multiple Choice

Pada pasal 22E ayat (1) “Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali” dan pasal 22E ayat (2) “Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah”.

Inspirasi dalam proses pemilihan pemimpin di Indonesia merujuk pada sila, ….

1

Kesatu

2

Kedua

3

Ketiga

4

Keempat

103

Multiple Choice

Pada pasal 31 ayat (5) “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

Nilai pancasila tersebut terkandung dalam sila ke....

1

Satu

2

Dua

3

Tiga

4

Empat

104

Multiple Choice

Pada pasal 33 ayat (4) menjelaskan tentang nilai-nilai pancasila ke...

1

Dua

2

Tiga

3

Lima

4

Satu

By Petronela Neti Ewes

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 104

SLIDE