
Pemilahan Sampah di Indonesia
Authored by Liya Kholida
Science
10th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
12 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagaimana Seharusnya Sampah Dipilah?
KOMPAS.com - Pemilahan sampah adalah tahapan pertama dalam penanganan sampah dan menjadi kunci dari pengelolaan sampah. Ada banyak risiko yang dihasilkan dari sampah yang tercampur sehingga menghambat proses daur ulang. Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah? Di antaranya ialah risiko kerusakan pada mesin daur ulang akibat sampah plastik yang tercampur, dan timbulnya zat kimia yang berbahaya dari sampah elektronik seperti baterai yang tercampur dengan sampah lainnya. Lantas, bagaimana seharusnya sampah dipilah? Ada banyak cara di dunia untuk memilah sampah, seperti memisahkannya berdasarkan material sampah. Regulasi pemilahan sampah di setiap negara berbeda karena menyesuaikan kondisi dalam negerinya masing-masing.
5 kelompok sampah Dikutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, menurut Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga, di Indonesia, sampah harus dipilah sedikitnya menjadi 5 kelompok, yakni
1. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk peralatan listrik dan elektronik rumah tangga, obat-obatan kadaluarsa, kemasan obat-obatan, obat serangga, dan oli.
2. Sampah yang mudah terurai, seperti sampah organik dan sampah makanan.
3. Sampah yang dapat digunakan kembali, seperti kantong plastik yang bisa digunakan kembali;
4. Sampah yang dapat didaur ulang, seperti sampah kertas, dan botol plastik sekali pakai; dan
5. Sampah lainnya yang berada di luar 4 kelompok tersebut.
Tidak Semua Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang Sementara itu, mengutip laman resmi Indonesia Sustainability 4.0 Network, Rabu (9/8/2023), tidak semua sampah plastik bisa digunakan ulang atau didaur ulang. Hal ini menyebabkan perlu adanya pembagian kelompok sampah yang bisa digunakan kembali atau didaur ulang. Plastik yang tidak bisa didaur ulang misalnya adalah plastik pelapis pada wadah makanan. Adapun plastik yang bisa didaur ulang ditandai dengan adanya logo segitiga daur ulang, dan beberapa jenisnya adalah
● Polyethylene Terephthalate (PET), seperti botol air kemasan.
● High Density Polyethylene (HDPE), seperti karton susu dan botol sampo
● Polypropylene (PP), seperti kemasan margarin dan nampan makanan
● Polivinil Klorida (PVC), misalnya pipa
● Low Density Polyethylene (LDPE), seperti kantong plastik makanan; dan
● Polystyrene (PS), seperti sendok garpu plastik.
Pemilahan sampah harus dilakukan oleh masyarakat, pengelola kawasan permukiman, komersial, fasilitas sosial dan umum, serta pemerintah kabupaten/kota. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan dan mempermudah proses penanganan sampah. Menurut data hasil survei Katadata Insight Center terhadap perilaku pemilahan sampah di rumah tangga pada tahun 2019 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, 50,8 persen dari 354 responden tidak memilah sampah. 79 persen responden yang tidak memilah sampah beralasan tidak ingin repot. Di sisi lain, pemilahan sampah yang dilakukan oleh 49,2 persen dari total responden cukup bervariasi. Ada yang memilah sampah menjadi 4 jenis, 3 jenis, dan sebagian besarnya hanya dalam dua jenis, yakni sampah basah dan kering, ataupun sampah organik dan anorganik.
Sumber PP No. 81 Tahun 2012 - KLHK,Indonesia Sustainability 4.0 Network,Katadata Insight Center
Berdasarkan bacaan diatas jawab pertanyaan berikut ini!
Menurut Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, sampah di Indonesia perlu dipilah menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan proses pengelolaan. Salah satu kelompok sampah tersebut adalah limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Contoh yang tepat untuk kategori ini adalah ...
Botol plastik air mineral
Sisa makanan yang membusuk
Peralatan elektronik rumah tangga
Karton susu bekas
Kertas bekas dan majalah
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagaimana Seharusnya Sampah Dipilah?
KOMPAS.com - Pemilahan sampah adalah tahapan pertama dalam penanganan sampah dan menjadi kunci dari pengelolaan sampah. Ada banyak risiko yang dihasilkan dari sampah yang tercampur sehingga menghambat proses daur ulang. Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah? Di antaranya ialah risiko kerusakan pada mesin daur ulang akibat sampah plastik yang tercampur, dan timbulnya zat kimia yang berbahaya dari sampah elektronik seperti baterai yang tercampur dengan sampah lainnya. Lantas, bagaimana seharusnya sampah dipilah? Ada banyak cara di dunia untuk memilah sampah, seperti memisahkannya berdasarkan material sampah. Regulasi pemilahan sampah di setiap negara berbeda karena menyesuaikan kondisi dalam negerinya masing-masing.
5 kelompok sampah Dikutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, menurut Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga, di Indonesia, sampah harus dipilah sedikitnya menjadi 5 kelompok, yakni
1. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk peralatan listrik dan elektronik rumah tangga, obat-obatan kadaluarsa, kemasan obat-obatan, obat serangga, dan oli.
2. Sampah yang mudah terurai, seperti sampah organik dan sampah makanan.
3. Sampah yang dapat digunakan kembali, seperti kantong plastik yang bisa digunakan kembali;
4. Sampah yang dapat didaur ulang, seperti sampah kertas, dan botol plastik sekali pakai; dan
5. Sampah lainnya yang berada di luar 4 kelompok tersebut.
Tidak Semua Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang Sementara itu, mengutip laman resmi Indonesia Sustainability 4.0 Network, Rabu (9/8/2023), tidak semua sampah plastik bisa digunakan ulang atau didaur ulang. Hal ini menyebabkan perlu adanya pembagian kelompok sampah yang bisa digunakan kembali atau didaur ulang. Plastik yang tidak bisa didaur ulang misalnya adalah plastik pelapis pada wadah makanan. Adapun plastik yang bisa didaur ulang ditandai dengan adanya logo segitiga daur ulang, dan beberapa jenisnya adalah
● Polyethylene Terephthalate (PET), seperti botol air kemasan.
● High Density Polyethylene (HDPE), seperti karton susu dan botol sampo
● Polypropylene (PP), seperti kemasan margarin dan nampan makanan
● Polivinil Klorida (PVC), misalnya pipa
● Low Density Polyethylene (LDPE), seperti kantong plastik makanan; dan
● Polystyrene (PS), seperti sendok garpu plastik.
Pemilahan sampah harus dilakukan oleh masyarakat, pengelola kawasan permukiman, komersial, fasilitas sosial dan umum, serta pemerintah kabupaten/kota. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan dan mempermudah proses penanganan sampah. Menurut data hasil survei Katadata Insight Center terhadap perilaku pemilahan sampah di rumah tangga pada tahun 2019 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, 50,8 persen dari 354 responden tidak memilah sampah. 79 persen responden yang tidak memilah sampah beralasan tidak ingin repot. Di sisi lain, pemilahan sampah yang dilakukan oleh 49,2 persen dari total responden cukup bervariasi. Ada yang memilah sampah menjadi 4 jenis, 3 jenis, dan sebagian besarnya hanya dalam dua jenis, yakni sampah basah dan kering, ataupun sampah organik dan anorganik.
Sumber PP No. 81 Tahun 2012 - KLHK,Indonesia Sustainability 4.0 Network,Katadata Insight Center
Berdasarkan bacaan diatas jawab pertanyaan berikut ini!
Di dalam bacaan disebutkan bahwa 50,8 persen rumah tangga di beberapa kota besar di Indonesia tidak memilah sampah. Jika perilaku ini terus berlangsung, apa dampak utama yang kemungkinan akan terjadi terhadap proses pengelolaan sampah di masa depan?
Volume sampah akan berkurang secara signifikan
Daur ulang sampah akan meningkat pesat
Risiko kerusakan mesin daur ulang akan menurun
Biaya pengelolaan sampah akan meningkat karena proses daur ulang terhambat
Sampah anorganik akan terurai lebih cepat
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagaimana Seharusnya Sampah Dipilah?
KOMPAS.com - Pemilahan sampah adalah tahapan pertama dalam penanganan sampah dan menjadi kunci dari pengelolaan sampah. Ada banyak risiko yang dihasilkan dari sampah yang tercampur sehingga menghambat proses daur ulang. Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah? Di antaranya ialah risiko kerusakan pada mesin daur ulang akibat sampah plastik yang tercampur, dan timbulnya zat kimia yang berbahaya dari sampah elektronik seperti baterai yang tercampur dengan sampah lainnya. Lantas, bagaimana seharusnya sampah dipilah? Ada banyak cara di dunia untuk memilah sampah, seperti memisahkannya berdasarkan material sampah. Regulasi pemilahan sampah di setiap negara berbeda karena menyesuaikan kondisi dalam negerinya masing-masing.
5 kelompok sampah Dikutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, menurut Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga, di Indonesia, sampah harus dipilah sedikitnya menjadi 5 kelompok, yakni
1. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk peralatan listrik dan elektronik rumah tangga, obat-obatan kadaluarsa, kemasan obat-obatan, obat serangga, dan oli.
2. Sampah yang mudah terurai, seperti sampah organik dan sampah makanan.
3. Sampah yang dapat digunakan kembali, seperti kantong plastik yang bisa digunakan kembali;
4. Sampah yang dapat didaur ulang, seperti sampah kertas, dan botol plastik sekali pakai; dan
5. Sampah lainnya yang berada di luar 4 kelompok tersebut.
Tidak Semua Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang Sementara itu, mengutip laman resmi Indonesia Sustainability 4.0 Network, Rabu (9/8/2023), tidak semua sampah plastik bisa digunakan ulang atau didaur ulang. Hal ini menyebabkan perlu adanya pembagian kelompok sampah yang bisa digunakan kembali atau didaur ulang. Plastik yang tidak bisa didaur ulang misalnya adalah plastik pelapis pada wadah makanan. Adapun plastik yang bisa didaur ulang ditandai dengan adanya logo segitiga daur ulang, dan beberapa jenisnya adalah
● Polyethylene Terephthalate (PET), seperti botol air kemasan.
● High Density Polyethylene (HDPE), seperti karton susu dan botol sampo
● Polypropylene (PP), seperti kemasan margarin dan nampan makanan
● Polivinil Klorida (PVC), misalnya pipa
● Low Density Polyethylene (LDPE), seperti kantong plastik makanan; dan
● Polystyrene (PS), seperti sendok garpu plastik.
Pemilahan sampah harus dilakukan oleh masyarakat, pengelola kawasan permukiman, komersial, fasilitas sosial dan umum, serta pemerintah kabupaten/kota. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan dan mempermudah proses penanganan sampah. Menurut data hasil survei Katadata Insight Center terhadap perilaku pemilahan sampah di rumah tangga pada tahun 2019 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, 50,8 persen dari 354 responden tidak memilah sampah. 79 persen responden yang tidak memilah sampah beralasan tidak ingin repot. Di sisi lain, pemilahan sampah yang dilakukan oleh 49,2 persen dari total responden cukup bervariasi. Ada yang memilah sampah menjadi 4 jenis, 3 jenis, dan sebagian besarnya hanya dalam dua jenis, yakni sampah basah dan kering, ataupun sampah organik dan anorganik.
berdasarkan bacaab diatas silahkan jawab pertanyaan berikut!
Jika lebih banyak masyarakat mulai memilah sampah menjadi sampah organik dan anorganik di rumah, dampak yang paling mungkin terjadi pada lingkungan sekitar adalah ...
Penggunaan kantong plastik akan berkurang secara drastis
Pembuangan limbah ke sungai akan berkurang
Jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan menurun
Sampah basah dan kering akan bercampur dalam satu tempat
Sampah makanan akan terbuang sia-sia
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagaimana Seharusnya Sampah Dipilah?
KOMPAS.com - Pemilahan sampah adalah tahapan pertama dalam penanganan sampah dan menjadi kunci dari pengelolaan sampah. Ada banyak risiko yang dihasilkan dari sampah yang tercampur sehingga menghambat proses daur ulang. Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah? Di antaranya ialah risiko kerusakan pada mesin daur ulang akibat sampah plastik yang tercampur, dan timbulnya zat kimia yang berbahaya dari sampah elektronik seperti baterai yang tercampur dengan sampah lainnya. Lantas, bagaimana seharusnya sampah dipilah? Ada banyak cara di dunia untuk memilah sampah, seperti memisahkannya berdasarkan material sampah. Regulasi pemilahan sampah di setiap negara berbeda karena menyesuaikan kondisi dalam negerinya masing-masing.
5 kelompok sampah Dikutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, menurut Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga, di Indonesia, sampah harus dipilah sedikitnya menjadi 5 kelompok, yakni
1. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk peralatan listrik dan elektronik rumah tangga, obat-obatan kadaluarsa, kemasan obat-obatan, obat serangga, dan oli.
2. Sampah yang mudah terurai, seperti sampah organik dan sampah makanan.
3. Sampah yang dapat digunakan kembali, seperti kantong plastik yang bisa digunakan kembali;
4. Sampah yang dapat didaur ulang, seperti sampah kertas, dan botol plastik sekali pakai; dan
5. Sampah lainnya yang berada di luar 4 kelompok tersebut.
Tidak Semua Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang Sementara itu, mengutip laman resmi Indonesia Sustainability 4.0 Network, Rabu (9/8/2023), tidak semua sampah plastik bisa digunakan ulang atau didaur ulang. Hal ini menyebabkan perlu adanya pembagian kelompok sampah yang bisa digunakan kembali atau didaur ulang. Plastik yang tidak bisa didaur ulang misalnya adalah plastik pelapis pada wadah makanan. Adapun plastik yang bisa didaur ulang ditandai dengan adanya logo segitiga daur ulang, dan beberapa jenisnya adalah
● Polyethylene Terephthalate (PET), seperti botol air kemasan.
● High Density Polyethylene (HDPE), seperti karton susu dan botol sampo
● Polypropylene (PP), seperti kemasan margarin dan nampan makanan
● Polivinil Klorida (PVC), misalnya pipa
● Low Density Polyethylene (LDPE), seperti kantong plastik makanan; dan
● Polystyrene (PS), seperti sendok garpu plastik.
Pemilahan sampah harus dilakukan oleh masyarakat, pengelola kawasan permukiman, komersial, fasilitas sosial dan umum, serta pemerintah kabupaten/kota. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan dan mempermudah proses penanganan sampah. Menurut data hasil survei Katadata Insight Center terhadap perilaku pemilahan sampah di rumah tangga pada tahun 2019 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, 50,8 persen dari 354 responden tidak memilah sampah. 79 persen responden yang tidak memilah sampah beralasan tidak ingin repot. Di sisi lain, pemilahan sampah yang dilakukan oleh 49,2 persen dari total responden cukup bervariasi. Ada yang memilah sampah menjadi 4 jenis, 3 jenis, dan sebagian besarnya hanya dalam dua jenis, yakni sampah basah dan kering, ataupun sampah organik dan anorganik.
Sumber PP No. 81 Tahun 2012 - KLHK,Indonesia Sustainability 4.0 Network,Katadata Insight Center
Berdasarkan bacaan diatas jawablah soal berikut!
Dalam bacaan disebutkan bahwa di Indonesia, masih banyak masyarakat yang enggan memilah sampah karena merasa repot. Berdasarkan data survei, alasan lain yang mungkin menyebabkan rendahnya kesadaran pemilahan sampah di masyarakat adalah ...
Kurangnya pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah
Sampah dapat terurai dengan cepat meski tidak dipilah
Mesin daur ulang tidak membutuhkan sampah yang terpilah
Proses pemilahan sampah memakan banyak biaya
Semua jenis sampah memiliki nilai ekonomi yang sama
5.
OPEN ENDED QUESTION
3 mins • 1 pt
Berdasarkan bacaan berikut, jawablah soal esai dibawahnya!
Di sebuah kota kecil yang terletak di tepi sungai, terdapat kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Banyak warga yang membuang sampah rumah tangga, seperti plastik, botol, dan sisa makanan, langsung ke sungai karena kurangnya fasilitas pengelolaan sampah di kota tersebut. Setiap hari, tumpukan sampah semakin bertambah, menutupi permukaan sungai dan menyumbat aliran air. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan banjir ketika hujan turun, tetapi juga mencemari air sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi berbagai makhluk hidup.
Air sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi keruh dan berbau tidak sedap. Populasi ikan yang sebelumnya melimpah mulai berkurang drastis, dan tumbuhan air yang biasa tumbuh di sepanjang tepi sungai juga menghilang. Banyak warga yang dahulu menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan ikan kini harus mencari mata pencaharian lain. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh air sungai yang tercemar, seperti diare dan infeksi kulit, mulai menyerang warga, terutama anak-anak.
Beberapa orang di kota mulai menyadari bahwa kebiasaan buruk mereka dalam membuang sampah sembarangan telah berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan mereka sendiri. Mereka pun mulai mengadakan diskusi di tingkat komunitas untuk mencari solusi. Salah satu usulan yang muncul adalah membangun sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan semua warga kota. Mereka juga merencanakan untuk mengadakan program edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar sungai, agar anak-anak sejak dini memahami dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan.
Jelaskan bagaimana perilaku penduduk dalam membuang sampah dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup di sungai tersebut!
Evaluate responses using AI:
OFF
6.
OPEN ENDED QUESTION
3 mins • 1 pt
Berdasarkan bacaan berikut, jawablah soal esai dibawahnya!
Di sebuah kota kecil yang terletak di tepi sungai, terdapat kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Banyak warga yang membuang sampah rumah tangga, seperti plastik, botol, dan sisa makanan, langsung ke sungai karena kurangnya fasilitas pengelolaan sampah di kota tersebut. Setiap hari, tumpukan sampah semakin bertambah, menutupi permukaan sungai dan menyumbat aliran air. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan banjir ketika hujan turun, tetapi juga mencemari air sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi berbagai makhluk hidup.
Air sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi keruh dan berbau tidak sedap. Populasi ikan yang sebelumnya melimpah mulai berkurang drastis, dan tumbuhan air yang biasa tumbuh di sepanjang tepi sungai juga menghilang. Banyak warga yang dahulu menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan ikan kini harus mencari mata pencaharian lain. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh air sungai yang tercemar, seperti diare dan infeksi kulit, mulai menyerang warga, terutama anak-anak.
Beberapa orang di kota mulai menyadari bahwa kebiasaan buruk mereka dalam membuang sampah sembarangan telah berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan mereka sendiri. Mereka pun mulai mengadakan diskusi di tingkat komunitas untuk mencari solusi. Salah satu usulan yang muncul adalah membangun sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan semua warga kota. Mereka juga merencanakan untuk mengadakan program edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar sungai, agar anak-anak sejak dini memahami dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan.
Apa solusi yang bisa dilakukan oleh penduduk kota untuk mengatasi masalah pencemaran sungai tersebut?
Evaluate responses using AI:
OFF
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Berdasarkan tabel data, jumlah sampah yang dihasilkan di kawasan hutan lindung terus meningkat setiap tahun. Salah satu jenis sampah yang umumnya mencemari kawasan hutan adalah sampah anorganik, yang sulit terurai dan dapat membahayakan ekosistem. Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah pernyataan berikut yang paling tepat terkait dampak dari sampah anorganik terhadap ekosistem hutan?
Sampah anorganik mudah terurai, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap ekosistem.
Sampah anorganik cenderung aman dan ramah lingkungan sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
Sampah anorganik sulit terurai sehingga dapat merusak habitat alami makhluk hidup di hutan.
Sampah anorganik meningkatkan kesuburan tanah di kawasan hutan lindung.
Sampah anorganik tidak berdampak langsung pada kehidupan burung di kawasan hutan lindung.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?