wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Keperawatan Medikal Bedah II

Total questions: 60

Worksheet time: 2hrs 32mins

Name
Class
Date
1.

Seorang wanita berusia 51 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosa medis stroke. Hasil pengkajian: kesadaran somnolen, GCS E3M5V1, terdapat gangguan menelan dan kelemahan ekstremitas kanan, TD 140/80 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt, suhu 37,90C, frekuensi napas 24 x/mnt, terdengar suara ronkhi pada auskultasi paru. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?

a)

a. Hipertermi

b)

b. Gangguan menelan

c)

c. Pola nafas tidak efektif

d)

d. Hambatan mobilitas fisik

e)

d. Gangguan perfusi serebral

2.

Seorang wanita berusia 51 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosa medis stroke. Hasil pengkajian: kesadaran pasien somnolen, GCS 9 (E3M5V1), dan kelemahan ekstremitas kanan. Pasien mengalami masalah keperawatan perfusi jaringan serebral tidak efektif. Apakah tindakan mandiri yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi masalah pasien?

a)

a. Memonitor tanda vital

b)

b. Memonitor kesadaran pasien

c)

c. Mengkaji fungsi nervus cranial

d)

d. Mengkaji fungsi sensorik pasien

e)

e. Meninggikan kepala 15 – 30 derajat

3.

Seorang laki-laki, berusia 52 tahun didiagnosa menderita Penyakit Ginjal Kronik. Hasil pemeriksaan fisik terdapat edema pada kaki, pasien nampak kelelahan. Pemeriksaan laboratorium ureum darah 100 mg/dl, kreatinin 8 mg/ dl, natrium 135 mmol, Hb 8 g/dl. Apakah diit yang tepat untuk pasien?

a)

a. Tinggi kalori, tinggi protein

b)

b. Tinggi kalori, tinggi natrium

c)

c. Tinggi kalori, rendah protein

d)

d. Rendah kalori, tinggi natrium

e)

e. Rendah kalori, rendah natrium

4.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di ruang bedah sejak dua jam lalu karena Cidera Kepala. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri kepala, GCS E3M5V4, muntah proyektil, TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 37,8 0C, frekuensi 16 x/menit. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?

a)

a. Nyeri akut

b)

b. Hipertermi

c)

c Resiko defisit cairan

d)

d. Gangguan rasa nyaman

e)

e.Gangguan perfusi cerebral

5.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Stroke hemorhagic sejak dua hari lalu. Hasil pengkajian diperoleh data GCS E2M2V2, banyak sekret pada mulut, terdengar suara gurgling, SpO2 93%. Perawat menegakkan masalah keperawatan tidak efektifnya bersihan jalan napas. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat ?

a)

Melakukan suction

b)

Melakukan inhalasi

c)

Memberikan oksigen

d)

Melakukan fisioterapi dada

e)

Melakukan postural drainage

6.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun, datang ke Poliklinik mengeluh sesak napas, lemas, bengkak pada kedua kaki, kencing sedikit. Pasien mengatakan memiliki riwayat DM sejak 6 tahun lalu. Dokter mencurigai pasien menderita Penyakit Ginjal Kronis dan menyarankan agar pasien dilakukan pemeriksaan laboratorium. Apakah pemeriksaan laboratorium yang mendukung

a)

Haemoglobin dan Hematokrit

b)

Berat jenis dan pH urine

c)

. Ureum dan Kreatinin

d)

Albumin dan Protein

e)

Protein dan Glukosa

7.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam sejak dua jam lalu dengan riwayat jatuh terpeleset di kamar mandi. Hasil pengkajian didapatkan pasien gelisah, mata kanan bengkak, ekstremitas sisi kanan tidak dapat digerakkan, pasien membuka mata atas perintah, menunjuk lokasi nyeri, mengeluarkan kata yang tidak dapat dimengerti. Berapakah nilai GCS pasien di atas?

a)

E4M5V3

b)

E4M5V2

c)

E3M5V3

d)

E2M5V2

e)

E2M5V3

8.

Seorang laki-laki usia 45 tahun di rawat di ruang Penyakit Dalam dengan keluhan utama sesak nafas. Hasil pemeriksaan fisik terdapat pitting edema derajat 3 di ektremitas bawah, bunyi ronkhi pada kedua lapang paru, TD 140/85 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, frekuensi napas 27 x/menit, dan didapatkan hasil pengukuran keseimbangan cairan -80 ml/24 jam. Apakah masalah prioritas pada kasus?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Gangguan pola nafas

c)

Kerusakan integritas kulit

d)

Gangguan perfusi jaringan perifer

e)

Resiko ketidakseimbangan cairan

9.

Seorang laki-laki usia 36 tahun di rawat hari pertama di RS dengan diagnosis CKD grade 5. Hasil pemeriksaan terdapat edema anasarka, sesak nafas, BAK tidak lebih dari 50 ml/24 jam. Apakah pengkajian lanjutan yang perlu dilakukan ?

a)

Urin rutin

b)

Darah rutin

c)

Frekuensi nafas

d)

Balance cairan

e)

. Analisis gas darah

10.

Seorang perempuan usia 48 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan diagnosa medis CKD. Hasil pemeriksaan diperoleh data bahwa pasien mengeluhkan lemas, pusing, konjunctiva anemis, CRT < 3 detik, Hb: 6,2 g/dL. Apakah tindakan kolaborasi yang tepat dilakukan?

a)

Pemberian vitamin

b)

Pemberian oksigen

c)

Pemberian parenteral

d)

Pemberian diit uremic

e)

Pemberian transfusi PRC

11.

Seorang laki-laki usia 31 tahun hari pertama dirawat di bangsal neurologi dengan keluhan kedua tangan dan kakinya tidak dapat digerakkan, pasien tidak mampu merasakan BAB dan BAK yang keluar, riwayat sebelumnya pasien jatuh ke belakang di tempat kerja dan pingsan. Hasil X ray tulang belakang terdapat retakan pada cervical ketiga dan keempat. Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?

a)

Melakukan latihan ROM pasif

b)

Melakukan pemasangan kateter

c)

Memposisikan pasien head up 300

d)

Membantu pasien miring kanan dan kiri

e)

Memposisikan flat dan memasang neck collar

12.

Seorang laki-laki usia 57 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis CKD grade 5 dengan keluhan sesak nafas. Hasil pemeriksaan didapatkan GCS E3M5V4, ureum 100 mg/dL, kreatinin serum 8,1 mg/dL, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, dan urin output <50cc/24jam. Apakah tindakan kolaborasi pada pasien tersebut?

a)

Hemodialisa

b)

Pemberian infus

c)

Pemberian diuretik

d)

Pemberian oksigen

e)

Pemeriksaan kimia klinik

13.

Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan sesak nafas, tampak asites dan edema di ektremitas, keseimbangan cairan pasien negatif 50 ml/24 jam, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 93 x/menit, frekuensi nafas 27 x/menit. Apakah tindakan mandiri keperawatan yang tepat?

a)

Ukur lingkar perut pasien

b)

Monitor tanda-tanda vital

c)

Monitor balance cairan

d)

Batasi intake cairan

e)

Pasang kateter

14.

Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis stroke non hemorrhage (SNH). Hasil pengkajian perawat ditemukan kelemahan pada ekstremitas kiri, nyeri kepala, sulit bicara, TD: 170/95 mmHg, frekuensi nadi 88 x/mnt, suhu tubuh: 37°C dan frekuensi nafas 18 x/menit. Perawat menegakkan masalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?

a)

Melakukan ROM

b)

Memberikan oksigen

c)

Memberikan analgetik

d)

Memberi posisi head up 300

15.

Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Hasil pengkajian didapatkan data pasien bicara tidak jelas (afasia motorik) dan kesulitan menelan, mulut tampak tidak simetri dan vagal positif. TD 170/100 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, suhu 37°C, frekuensi napas 18 /menit. Pasien mengalami masalah keperawat gangguan menelan dan kerusakan komunikasi verbal. Apakah prioritas tindakan pada pasien di atas?

a)

Membantu pasien makan melalui mulut

b)

Pemberian makan melalui NGT

c)

Melatih pasien bicara

d)

Pemasangan NGT

e)

Melatih menelan

16.

Seorang perempuan berusia 61 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam. Hasil pengkajian didapatkan data klien tidak bisa bicara dan kesulitan menelan, turgor kulit jelek, pasien tidak mau minum sejak 8 jam yang lalu. Produksi urine 70 cc dalam 7 jam. TD 180/95 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, suhu 39°C, frekuensi napas 19 x/menit. Apakah masalah prioritas pada pasien?

a)

Resiko gangguan perfusi cerebral

b)

Kerusakan komunikasi verbal

c)

Kekurangan volume cairan

d)

Gangguan mobilitas fisik

e)

Penurunan curah jantung

17.

Seorang laki-laki, usia 54 tahun mengeluh sering berkemih dan rasanya nyeri seperti terbakar pada saat buang air kecil. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan ekspresi wajah menahan rasa nyeri, nyeri skala 5, urin berwarna kemerahan. Apakah tindakan yang tepat untuk mengurangi nyeri pasien?

a)

Memberikan analgetik

b)

Menjelaskan penyebab nyeri

c)

Menganjurkan minum banyak

d)

Merendam bagian bokong dalam air hangat

e)

Memberikan kompres dingin pada abdomen

18.

Seorang perempuan usia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis. Pasien mendapatkan penjelasan harus dilakukan hemodialisis dua kali seminggu. Mendengar penjelasan tersebut pasien menjadi marah dan mengatakan bahwa dokter salah dalam menegakkan diagnosa. Apakah tindakan yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

Memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit ginjal kronik

b)

Memberikan kesempatan untuk mengungkapkan kemarahannya

c)

Melibatkan keluarga untuk mengatasi kemarahan pasien

d)

Mengajak pasien untuk berdiskusi tentang penyakitnya

e)

Merujuk kepada psikiater

19.

Seorang laki – laki usia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis. Pasien mengeluh lemah, mual, nafsu makan menurun. Hasil pengkajian pasien minum dalam 24 jam 800 cc, urin dalam 24 jam 200 cc, pasien pucat, terdapat edema periorbital dan ekstremitas bawah. TD 160/80 mmHg, frekuensi nadi : 88 x/mnt, S : 36 C, frekuensi napas 24x/mnt. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Pola nafas tidak efektif

c)

Kelebihan volume cairan

d)

Gangguan perfusi jaringan perifer

e)

Gangguan perfusi jaringan perifer

20.

Seorang laki – laki usia 60 tahun mengeluh tidak bisa buang air kecil sejak 10 jam lalu, perut bagian bawah pusat terasa nyeri. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisik teraba adanya nyeri tekan dan tahanan pada daerah supra simpisis Perawat menyimpulkan pasien mengalami retensio urine. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada pasien tersebut ?

a)

Ajarkan tehnik relaksasi

b)

. Kolaborasi pemasangan kateter

c)

Kolaborasi dalam pemberian diuretic

d)

Anjurkan minum dalam jumlah banyak

e)

Berikan kompres hangat pada daerah suprasimpisis

21.

Seorang laki – laki usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis. Pasien mengeluh nafsu makan menurun, tidak enak makan, mulut terasa pahit. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TB 165 cm, BB 50 kg, mukosa bibir kering . Pemeriksaan laboratorium didapatkan albumin 3,5 gr/dl. Perawat menegakkan masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Apakah data yang perlu dilengkapi pada pasien tersebut?

a)

Biokimia

b)

Pola makan

c)

Clinical sign

d)

Gangguan menelan

22.

Seorang perempuan menderita Penyakit Ginjal Kronis menjalani hemodialisis dua kali seminggu. Pasien mengatakan kadang susah buang air besar. Pasien menanyakan apakah ia boleh makan buah – buahan, karena sebenarnya ia senang makan buah tetapi takut akan mengganggu kesehatannya. Apakah buah disarankan oleh perawat untuk dikonsumsi pasien?

a)

Jeruk

b)

Jambu

c)

Pepaya

d)

Pisang

e)

Semangka

23.

Seorang pria usia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam karena Penyakit Ginjal Kronik. Pasien minum dalam 24 jam 1500 cc, jumlah urin dalam 24 jam 300 cc. Pemeriksaan fisik didapatkan data pasien pucat, edema periorbital dan ekstremitas bawah. TD 160/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt. Perawat merumuskan masalah keperawatan kelebihan volume cairan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk pasien?

a)

Berikan edukasi

b)

Kolaborasi pemberian diuretik

c)

Ukur tanda–tanda vital

d)

Batasi pemberian cairan

e)

Lakukan oral hygiene

24.

Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke rumah sakit karena tidak bisa berkemih sejak 12 jam lalu. Pasien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah dan terasa penuh. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan dan tahanan pada daerah supra pubis, suhu tubuh 37,90 C, frekuensi nadi 80 x/mnt, Tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah masalah keperawatan utama pasien tersebut?

a)

Nyeri akut

b)

Hipertermi

c)

Nausea

d)

Gangguan eliminasi urin

e)

Resiko infeksi

25.

Seorang laki - laki usia 45 tahun dirawat di rumah sakit karena mengalami nyeri seperti terbakar di area tulang belakang bawah. Nyeri skala 9 dirasakan terus – menerus. Apakah komponen pengkajian nyeri yang belum terkaji?

a)

Paliatif dan provokatif (P)

b)

Quality(Q)

c)

Regio (R)

d)

. Scale (S)

e)

Time (T)

26.

Organ endokrin

berikut disebut master of glands ….

a)

Hipotalamus

b)

Hipofisis

c)

Adrenal Kortek

d)

Ovarium

27.

Organ endokrin berikut memproduksi hormon GH.....

a)

Hipotalamus

b)

hipofisis anterior

c)

Hipofisis posterior

d)

Tiroid

e)

Paratiroid

28.

Sekresi kelenjar adrenal dirangsang oleh hormon ......

a)

Kortisol

b)

ADH

c)

Glukagon

d)

ACTH

e)

Efinefrin

29.

Hormon yang berfungsi menginduksi uterus saat proses persalinan adala

a)

Estrogen

b)

Prolaktin

c)

Progesteron

d)

Oksitosin

e)

Kortisol

30.

Target organ dari dilepasnya hormon ADH adalah ….

a)

Tubulus Kontortus distal dan tubulus koligentes

b)

Glomerulus

c)

Korteks ginjal untuk memproduksi hormon adrenalin

d)

Piramida ginjal dan pelvis mayor untuk ekskresi urine

31.

Kulit terdiri dari

tiga lapisan yaitu kulit ari, kulit jangat dan jaringan penyambung di

bawah kulit. Kulit yang paling luar disebut :

a)

Korium

b)

Subdermis

c)

Dermis

d)

Epidermis

32.

Kulit jangat

merupakan penyambung di bawah kulit (jaringan ikat) dan berisi ....

a)

kelenjar keringat

b)

Jaringan lemak

c)

Melanosit

d)

Otot penegak rambut

e)

Kelenjat eksokrin

33.

Berikut adalah faktor yang mempengaruhi warna kulit

a)

Kadar protein

b)

Kadar kolagen

c)

Tebal tipisnya lapisan tanduk

d)

Jumlah pigmen melanin

e)

Kadar pH tubuh

34.

Kulit menjadi kering

karena pengaruh ….

a)

ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

b)

Ketidak seimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh

c)

. Resiko ketidakstabilan kadar gula darah

d)

Koping individu inefektif

e)

Manajemen terapi tidak efektif

35.

Pasien perempuan berusia 50 tahun di bawa ke IGD dengan keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien adalah penderita DM sudah tiga tahun ini dan mendapat suntikan insulin pagi dan sore. Hasil pemeriksaan kadar gula darah 50 mg/dL. Diagnosa medis hipoglikemia

Apakah kemungkinan penyebab hipoglikemia pada pasien tersebut?

a)

menambah diit dari diit yang diberikan

b)

mengurangi dosis insulin

c)

menolak injeksi insulin

d)

diit yang diberikan sering tidak habis

e)

membantu glikogenesis

36.

Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh :pasien sudah menderita DM selama dua tahun, control gula darah jika ingat, tidak ada pengaturan makan, mendapatkan obat OAD namun jarang diminum, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%.

Apakah masalah keperawatan utama yang terjadi pada pasien tersebut?

a)

Ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

b)

Ketidak seimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh

c)

Resiko ketidakstabilan kadar gula darah

d)

Koping individu inefektif

e)

Managemen terapi tidak efektif

37.

Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh :pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%. Program terapi diit DM 1900 kkal, Metformin 500 mg 1 kali sehari.

Bagaimanakah kerja OAD (Metformin) pada pasien DM?

a)

menggantikan fungsi dari insulin

b)

menstimulasi pankreas untuk mengeluarkan insulin

c)

menurunkan kadar gula darah

d)

menghambat kerja glukagon

e)

membantu glikogenesis

38.

Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh: pasien sulit kencing, terdapat oedema pada kaki, penglihatan kabur, kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 %. Sekarang inip asien akan menjalani haemodialisa karena gagal ginjal.

Apakah penyebab gagal ginjal yang dialami pasien tersebut?

a)

Neurophati

b)

Nephrophati

c)

Mikroangiopati

d)

Makroangiopati

e)

Hiperglikemia

39.

Pasien laki – laki berusia 47 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 150 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III, kondisi luka basah,warna luka hitam dan kuning terdapat pus dan jaringan nekrotik.

Apakah cairan yang sesuai untuk mencuci luka pasien?

a)

H2O2 (perhidrol)

b)

Bethadin 10%

c)

NaCl 0,9%

d)

Rivanol

e)

Savlon

40.

Pasien laki – laki berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Program terapi yang diberikan pada pasien tersebut adalah diet DM 1700 kalori/hari, reguler insulin 3 x 12 iu.

Apakah saran yang diberikan pada pasien setelah diberikan insulin?

a)

Makan setelah satu jam disuntik

b)

Makan setelah tigapuluh menit disuntik

c)

Makan setelah dua jam disuntik

d)

Makan setelah tiga jam

e)

Segera makan dan dihabiskan

41.

Seorang mahasiswa laki –laki berusia 18 tahun praktik klinik keperawatan di ruang penyakit dalam.Perawat menyuruh mahasiswa tersebut untuk memberikan suntikan insulin pada pasien di kamar 8.

Apakah tindakan pertama yang paling tepat dilakukan mahasiswa tersebut?

a)

Mengambil obat yang dimaksuddanmenyuntikannya

b)

Melakukan cek lima benar dan menyuntikan obat dimaksud

c)

Mengkaji makanan yang dimakan dan adanya tanda hipoglikemia

d)

Menuju kamar 8, menanyakan nama pasien dan menyuntikan obat dimaksud

e)

Melihat program pengobatan di status pasien dan menyuntikan obat dimaksud

42.

Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III.

Apakah yang mengakibatkan ulkus diabetikum pada pasien tersebut?

a)

Neurophati

b)

Nephrophati

c)

Mikroangiopati

d)

Makroangiopati

e)

Hiperglikemia

43.

Diabetus Mellitus adalah penyakit metabolik/endokrine yang berkaitan dengan ...

a)

Kelebihan hormone insulin

b)

Kekurangan hormone insulin baik relative maupun absolut

c)

Kekurangan hormone steroid

d)

Kelebihan hormone thyroxin

e)

Kekurangan glukagon

44.

Glukosuria pada penyakit DM akan terjadi apabila kadar glukosa darah puasa …

a)

> 120 mg/100 ml

b)

> 130 mg/100 ml

c)

> 140 mg/100 ml

d)

> 160 mg/ 100 ml

e)

> 180 mg/100 ml

45.

Pasien perempuan berusia 50 tahun periksa di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh data kadar gula darah puasa 200 mg/dL, mengeluh sering kesemutan dan baal pada kaki. Pasien perlu tindakan untuk meningkatkan vaskularisasi pada ekstrimitas.

Apakah intervensi yang paling sesuai pada kasus tersebut?

a)

Latih ROM aktif

b)

Ajarkan senam DM

c)

Ajarkan senam kaki

d)

Anjurkan perawatan kaki

e)

Anjurkan penggunaan alas kaki yang longgar

46.

Pasien laki – laki berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Program terapi yang diberikan pada pasien tersebut adalah diet DM 1700 kalori/hari, reguler insulin 3 x 12 iu. Perawat memberikan insulin 12 iu sebelum makan pagi

Apakah saran perawat yang diberikan pada pasien tersebut?

a)

Makan setelah tiga puluh menit disuntik

b)

Makan setelah satu jam disuntik

c)

Makan setelah dua jam disuntik

d)

Makan setelah tiga jam disuntik

e)

Segera makan dan dihabiskan

47.

Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III.

Apakah yang mengakibatkan ulkus diabetikum pada pasien tersebut?

a)

Neurophati

b)

Nephrophati

c)

Hiperglikemia

d)

Mikroangiopati

e)

Makroangiopati

48.

Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh : pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kontrol gula darah jika ingat, tidak ada pengaturan makan, mendapatkan obat OAD namun jarang diminum, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%.

Apakah masalah keperawatan utama yang terjadi pada pasien tersebut?

a)

Defisit nutrisi

b)

Ketidakpatuhan

c)

Ketidakberdayaan

d)

Koping individu inefektif

e)

Manajemen kesehatan tidak efektif

49.

Pasien perempuan berusia 50 tahun di bawa ke IGD dengan keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien adalah penderita DM sudah tiga tahun ini dan mendapat suntikan insulin pagi dan sore. Hasil pemeriksaan kadar gula darah 50 mg/dL. Diagnosa medis hipoglikemia

Apakah kemungkinan penyebab hipoglikemia pada pasien tersebut?

a)

menambah diit dari diit yang diberikan

b)

mengurangi dosis insulin

c)

menolak injeksi insulin

d)

diit yang diberikan sering tidak habis

e)

alergi terhadap insulin

50.

Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh : pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%. Program terapi diit DM 1900 kkal, Metformin 500 mg 1 kali sehari.

Bagaimanakah kerja OAD (Metformin) pada pasien DM?

a)

menggantikan fungsi dari insulin

b)

menstimulasi pankreas untuk mengeluarkan insulin

c)

menurunkan kadar gula darah

d)

menghambat kerja glukagon

e)

membantu glikogenesis

51.

Klien Tn. Bt (35 th) dirawat di ruang E2 RSS sudah dua hari yang lalu karena fraktur antebrachii. Klien merasa kesakitan dan sudah dipasang spalk.

Kondisi fraktur merupakan data obyektif dari masalah keperawatan di bawah ini:

a)

Resiko infeksi

b)

Nyeri

c)

Body image

d)

Imobilisasi

e)

Pemenuhan kebutuhan sehari-hari

52.

Tujuan dipasang spalk pada Tn. Bt adalah …

a)

Imobilisasi

b)

Mengurangi rasa nyeri

c)

Mengurangi spasme

d)

Reposisi

e)

Persiapan operasi

53.

Klien merasa sakit dan bengkak, adalah merupakan tanda-tanda ...

a)

Radang

b)

Infeksi

c)

Fraktur

d)

Nyeri

e)

Radang dan infeksi

54.

Klien Tn. Dt (35 th) seorang petani, dirawat di RS karena jatuh dari pohon dengan posisi jatuh terduduk. Klien mengeluh tak bisa menggerakkan kedua kakinya. BAB tak terasa. Terpasang dawer cateter. Dx: Fraktur Lumbal.

Rasional tindakan infasif pemasangan dawer cateter adalah …

a)

Klien sering ngompol

b)

Defisit neurologi pada ekstremitas bawah

c)

Memudahkan kontrol urine dan cairan

d)

Sesuai dengan program medis

e)

Membantu eliminasi urine klien

55.

Klien Laki laki Tn. Dt (35 th) seorang petani, dirawat di RS karena jatuh dari pohon dengan posisi jatuh terduduk. Klien mengeluh tak bisa menggerakkan kedua kakinya. BAB tak terasa. Terpasang dawer cateter. Dx: Fraktur Lumbal.

Masalah keperawatan tentang gangguan eliminasi BAB dapat dilakukan dengan ...

a)

Lavemen pagi dan sore

b)

Menolong penderita ketika akan BAB

c)

Membersihkan/membuang feses ketika sudah keluar

d)

Posisi dimiringkan ke kiri dan ke kanan

e)

Diet rendah serat

56.

Klien Laki laki Tn. Dt (35 th) seorang petani, dirawat di RS karena jatuh dari pohon dengan posisi jatuh terduduk. Klien mengeluh tak bisa menggerakkan kedua kakinya. BAB tak terasa. Terpasang dawer cateter. Dx: Fraktur Lumbal.

Kemungkinan masalah sosial yang muncul sehubungan dengan pekerjaan klien sebagai petani adalah ...

a)

Defisit ekonomi

b)

Gangguan konsep diri

c)

Kehilangan pekerjaan

d)

Kurang pengetahuan

e)

Kesulitan biaya pengobatan

57.

Perhatikan data subjektif berikut ini:

i. Dokter, apakah saya bisa pulang? Kapan?

ii. Saya akan dilakukan apa lagi?

iii. Kami sekarang merasa sudah tidak sakit lagi.

Diagnosa keperawatan yang tepat dari data di atas adalah ...

a)

Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan

b)

Kurang pengetahuan berhubungan dengan pernyataan dan pertanyaan

c)

Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi

d)

Cemas berhubungan dengan banyak bertanya

e)

Bingung berhubungan dengan penyakitnya

58.

Range of Motion artinya ...

a)

Ruang lingkup gerak sendi

b)

Jangkauan gerak sendi

c)

Pergerakan persendian

d)

Pergerakan ke segala jurusan

e)

Area persendian

59.

Pengkajian fisik utama pada masalah muskuloskeletal adalah ...

a)

Nyeri

b)

Kekuatan sendi

c)

Bengkak

d)

Deformitas

e)

Aktivitas

60.

Pemerikasaan laboratorium yang tidak spesifik pada gangguan muskuloskeletal adalah ...

a)

Ca

b)

Fosfor

c)

LED

d)

CKMB

e)

Al