WorksheetsKeperawatan Medikal Bedah II
Total questions: 60
Worksheet time: 2hrs 32mins
Seorang wanita berusia 51 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosa medis stroke. Hasil pengkajian: kesadaran somnolen, GCS E3M5V1, terdapat gangguan menelan dan kelemahan ekstremitas kanan, TD 140/80 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt, suhu 37,90C, frekuensi napas 24 x/mnt, terdengar suara ronkhi pada auskultasi paru. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?
a. Hipertermi
b. Gangguan menelan
c. Pola nafas tidak efektif
d. Hambatan mobilitas fisik
d. Gangguan perfusi serebral
Seorang wanita berusia 51 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosa medis stroke. Hasil pengkajian: kesadaran pasien somnolen, GCS 9 (E3M5V1), dan kelemahan ekstremitas kanan. Pasien mengalami masalah keperawatan perfusi jaringan serebral tidak efektif. Apakah tindakan mandiri yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi masalah pasien?
a. Memonitor tanda vital
b. Memonitor kesadaran pasien
c. Mengkaji fungsi nervus cranial
d. Mengkaji fungsi sensorik pasien
e. Meninggikan kepala 15 – 30 derajat
Seorang laki-laki, berusia 52 tahun didiagnosa menderita Penyakit Ginjal Kronik. Hasil pemeriksaan fisik terdapat edema pada kaki, pasien nampak kelelahan. Pemeriksaan laboratorium ureum darah 100 mg/dl, kreatinin 8 mg/ dl, natrium 135 mmol, Hb 8 g/dl. Apakah diit yang tepat untuk pasien?
a. Tinggi kalori, tinggi protein
b. Tinggi kalori, tinggi natrium
c. Tinggi kalori, rendah protein
d. Rendah kalori, tinggi natrium
e. Rendah kalori, rendah natrium
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di ruang bedah sejak dua jam lalu karena Cidera Kepala. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri kepala, GCS E3M5V4, muntah proyektil, TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 37,8 0C, frekuensi 16 x/menit. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?
a. Nyeri akut
b. Hipertermi
c Resiko defisit cairan
d. Gangguan rasa nyaman
e.Gangguan perfusi cerebral
Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Stroke hemorhagic sejak dua hari lalu. Hasil pengkajian diperoleh data GCS E2M2V2, banyak sekret pada mulut, terdengar suara gurgling, SpO2 93%. Perawat menegakkan masalah keperawatan tidak efektifnya bersihan jalan napas. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat ?
Melakukan suction
Melakukan inhalasi
Memberikan oksigen
Melakukan fisioterapi dada
Melakukan postural drainage
Seorang laki-laki berusia 30 tahun, datang ke Poliklinik mengeluh sesak napas, lemas, bengkak pada kedua kaki, kencing sedikit. Pasien mengatakan memiliki riwayat DM sejak 6 tahun lalu. Dokter mencurigai pasien menderita Penyakit Ginjal Kronis dan menyarankan agar pasien dilakukan pemeriksaan laboratorium. Apakah pemeriksaan laboratorium yang mendukung
Haemoglobin dan Hematokrit
Berat jenis dan pH urine
. Ureum dan Kreatinin
Albumin dan Protein
Protein dan Glukosa
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam sejak dua jam lalu dengan riwayat jatuh terpeleset di kamar mandi. Hasil pengkajian didapatkan pasien gelisah, mata kanan bengkak, ekstremitas sisi kanan tidak dapat digerakkan, pasien membuka mata atas perintah, menunjuk lokasi nyeri, mengeluarkan kata yang tidak dapat dimengerti. Berapakah nilai GCS pasien di atas?
E4M5V3
E4M5V2
E3M5V3
E2M5V2
E2M5V3
Seorang laki-laki usia 45 tahun di rawat di ruang Penyakit Dalam dengan keluhan utama sesak nafas. Hasil pemeriksaan fisik terdapat pitting edema derajat 3 di ektremitas bawah, bunyi ronkhi pada kedua lapang paru, TD 140/85 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, frekuensi napas 27 x/menit, dan didapatkan hasil pengukuran keseimbangan cairan -80 ml/24 jam. Apakah masalah prioritas pada kasus?
Intoleransi aktivitas
Gangguan pola nafas
Kerusakan integritas kulit
Gangguan perfusi jaringan perifer
Resiko ketidakseimbangan cairan
Seorang laki-laki usia 36 tahun di rawat hari pertama di RS dengan diagnosis CKD grade 5. Hasil pemeriksaan terdapat edema anasarka, sesak nafas, BAK tidak lebih dari 50 ml/24 jam. Apakah pengkajian lanjutan yang perlu dilakukan ?
Urin rutin
Darah rutin
Frekuensi nafas
Balance cairan
. Analisis gas darah
Seorang perempuan usia 48 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan diagnosa medis CKD. Hasil pemeriksaan diperoleh data bahwa pasien mengeluhkan lemas, pusing, konjunctiva anemis, CRT < 3 detik, Hb: 6,2 g/dL. Apakah tindakan kolaborasi yang tepat dilakukan?
Pemberian vitamin
Pemberian oksigen
Pemberian parenteral
Pemberian diit uremic
Pemberian transfusi PRC
Seorang laki-laki usia 31 tahun hari pertama dirawat di bangsal neurologi dengan keluhan kedua tangan dan kakinya tidak dapat digerakkan, pasien tidak mampu merasakan BAB dan BAK yang keluar, riwayat sebelumnya pasien jatuh ke belakang di tempat kerja dan pingsan. Hasil X ray tulang belakang terdapat retakan pada cervical ketiga dan keempat. Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?
Melakukan latihan ROM pasif
Melakukan pemasangan kateter
Memposisikan pasien head up 300
Membantu pasien miring kanan dan kiri
Memposisikan flat dan memasang neck collar
Seorang laki-laki usia 57 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis CKD grade 5 dengan keluhan sesak nafas. Hasil pemeriksaan didapatkan GCS E3M5V4, ureum 100 mg/dL, kreatinin serum 8,1 mg/dL, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, dan urin output <50cc/24jam. Apakah tindakan kolaborasi pada pasien tersebut?
Hemodialisa
Pemberian infus
Pemberian diuretik
Pemberian oksigen
Pemeriksaan kimia klinik
Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan sesak nafas, tampak asites dan edema di ektremitas, keseimbangan cairan pasien negatif 50 ml/24 jam, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 93 x/menit, frekuensi nafas 27 x/menit. Apakah tindakan mandiri keperawatan yang tepat?
Ukur lingkar perut pasien
Monitor tanda-tanda vital
Monitor balance cairan
Batasi intake cairan
Pasang kateter
Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis stroke non hemorrhage (SNH). Hasil pengkajian perawat ditemukan kelemahan pada ekstremitas kiri, nyeri kepala, sulit bicara, TD: 170/95 mmHg, frekuensi nadi 88 x/mnt, suhu tubuh: 37°C dan frekuensi nafas 18 x/menit. Perawat menegakkan masalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?
Melakukan ROM
Memberikan oksigen
Memberikan analgetik
Memberi posisi head up 300
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Hasil pengkajian didapatkan data pasien bicara tidak jelas (afasia motorik) dan kesulitan menelan, mulut tampak tidak simetri dan vagal positif. TD 170/100 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, suhu 37°C, frekuensi napas 18 /menit. Pasien mengalami masalah keperawat gangguan menelan dan kerusakan komunikasi verbal. Apakah prioritas tindakan pada pasien di atas?
Membantu pasien makan melalui mulut
Pemberian makan melalui NGT
Melatih pasien bicara
Pemasangan NGT
Melatih menelan
Seorang perempuan berusia 61 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam. Hasil pengkajian didapatkan data klien tidak bisa bicara dan kesulitan menelan, turgor kulit jelek, pasien tidak mau minum sejak 8 jam yang lalu. Produksi urine 70 cc dalam 7 jam. TD 180/95 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, suhu 39°C, frekuensi napas 19 x/menit. Apakah masalah prioritas pada pasien?
Resiko gangguan perfusi cerebral
Kerusakan komunikasi verbal
Kekurangan volume cairan
Gangguan mobilitas fisik
Penurunan curah jantung
Seorang laki-laki, usia 54 tahun mengeluh sering berkemih dan rasanya nyeri seperti terbakar pada saat buang air kecil. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan ekspresi wajah menahan rasa nyeri, nyeri skala 5, urin berwarna kemerahan. Apakah tindakan yang tepat untuk mengurangi nyeri pasien?
Memberikan analgetik
Menjelaskan penyebab nyeri
Menganjurkan minum banyak
Merendam bagian bokong dalam air hangat
Memberikan kompres dingin pada abdomen
Seorang perempuan usia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis. Pasien mendapatkan penjelasan harus dilakukan hemodialisis dua kali seminggu. Mendengar penjelasan tersebut pasien menjadi marah dan mengatakan bahwa dokter salah dalam menegakkan diagnosa. Apakah tindakan yang tepat untuk pasien tersebut?
Memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit ginjal kronik
Memberikan kesempatan untuk mengungkapkan kemarahannya
Melibatkan keluarga untuk mengatasi kemarahan pasien
Mengajak pasien untuk berdiskusi tentang penyakitnya
Merujuk kepada psikiater
Seorang laki – laki usia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis. Pasien mengeluh lemah, mual, nafsu makan menurun. Hasil pengkajian pasien minum dalam 24 jam 800 cc, urin dalam 24 jam 200 cc, pasien pucat, terdapat edema periorbital dan ekstremitas bawah. TD 160/80 mmHg, frekuensi nadi : 88 x/mnt, S : 36 C, frekuensi napas 24x/mnt. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk pasien tersebut?
Intoleransi aktivitas
Pola nafas tidak efektif
Kelebihan volume cairan
Gangguan perfusi jaringan perifer
Gangguan perfusi jaringan perifer
Seorang laki – laki usia 60 tahun mengeluh tidak bisa buang air kecil sejak 10 jam lalu, perut bagian bawah pusat terasa nyeri. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisik teraba adanya nyeri tekan dan tahanan pada daerah supra simpisis Perawat menyimpulkan pasien mengalami retensio urine. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada pasien tersebut ?
Ajarkan tehnik relaksasi
. Kolaborasi pemasangan kateter
Kolaborasi dalam pemberian diuretic
Anjurkan minum dalam jumlah banyak
Berikan kompres hangat pada daerah suprasimpisis
Seorang laki – laki usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis. Pasien mengeluh nafsu makan menurun, tidak enak makan, mulut terasa pahit. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TB 165 cm, BB 50 kg, mukosa bibir kering . Pemeriksaan laboratorium didapatkan albumin 3,5 gr/dl. Perawat menegakkan masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Apakah data yang perlu dilengkapi pada pasien tersebut?
Biokimia
Pola makan
Clinical sign
Gangguan menelan
Seorang perempuan menderita Penyakit Ginjal Kronis menjalani hemodialisis dua kali seminggu. Pasien mengatakan kadang susah buang air besar. Pasien menanyakan apakah ia boleh makan buah – buahan, karena sebenarnya ia senang makan buah tetapi takut akan mengganggu kesehatannya. Apakah buah disarankan oleh perawat untuk dikonsumsi pasien?
Jeruk
Jambu
Pepaya
Pisang
Semangka
Seorang pria usia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam karena Penyakit Ginjal Kronik. Pasien minum dalam 24 jam 1500 cc, jumlah urin dalam 24 jam 300 cc. Pemeriksaan fisik didapatkan data pasien pucat, edema periorbital dan ekstremitas bawah. TD 160/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt. Perawat merumuskan masalah keperawatan kelebihan volume cairan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk pasien?
Berikan edukasi
Kolaborasi pemberian diuretik
Ukur tanda–tanda vital
Batasi pemberian cairan
Lakukan oral hygiene
Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke rumah sakit karena tidak bisa berkemih sejak 12 jam lalu. Pasien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah dan terasa penuh. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan dan tahanan pada daerah supra pubis, suhu tubuh 37,90 C, frekuensi nadi 80 x/mnt, Tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah masalah keperawatan utama pasien tersebut?
Nyeri akut
Hipertermi
Nausea
Gangguan eliminasi urin
Resiko infeksi
Seorang laki - laki usia 45 tahun dirawat di rumah sakit karena mengalami nyeri seperti terbakar di area tulang belakang bawah. Nyeri skala 9 dirasakan terus – menerus. Apakah komponen pengkajian nyeri yang belum terkaji?
Paliatif dan provokatif (P)
Quality(Q)
Regio (R)
. Scale (S)
Time (T)
Organ endokrin
berikut disebut master of glands ….
Hipotalamus
Hipofisis
Adrenal Kortek
Ovarium
Organ endokrin berikut memproduksi hormon GH.....
Hipotalamus
hipofisis anterior
Hipofisis posterior
Tiroid
Paratiroid
Sekresi kelenjar adrenal dirangsang oleh hormon ......
Kortisol
ADH
Glukagon
ACTH
Efinefrin
Hormon yang berfungsi menginduksi uterus saat proses persalinan adala
Estrogen
Prolaktin
Progesteron
Oksitosin
Kortisol
Target organ dari dilepasnya hormon ADH adalah ….
Tubulus Kontortus distal dan tubulus koligentes
Glomerulus
Korteks ginjal untuk memproduksi hormon adrenalin
Piramida ginjal dan pelvis mayor untuk ekskresi urine
Kulit terdiri dari
tiga lapisan yaitu kulit ari, kulit jangat dan jaringan penyambung di
bawah kulit. Kulit yang paling luar disebut :
Korium
Subdermis
Dermis
Epidermis
Kulit jangat
merupakan penyambung di bawah kulit (jaringan ikat) dan berisi ....
kelenjar keringat
Jaringan lemak
Melanosit
Otot penegak rambut
Kelenjat eksokrin
Berikut adalah faktor yang mempengaruhi warna kulit
Kadar protein
Kadar kolagen
Tebal tipisnya lapisan tanduk
Jumlah pigmen melanin
Kadar pH tubuh
Kulit menjadi kering
karena pengaruh ….
ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
Ketidak seimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
. Resiko ketidakstabilan kadar gula darah
Koping individu inefektif
Manajemen terapi tidak efektif
Pasien perempuan berusia 50 tahun di bawa ke IGD dengan keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien adalah penderita DM sudah tiga tahun ini dan mendapat suntikan insulin pagi dan sore. Hasil pemeriksaan kadar gula darah 50 mg/dL. Diagnosa medis hipoglikemia
Apakah kemungkinan penyebab hipoglikemia pada pasien tersebut?
menambah diit dari diit yang diberikan
mengurangi dosis insulin
menolak injeksi insulin
diit yang diberikan sering tidak habis
membantu glikogenesis
Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh :pasien sudah menderita DM selama dua tahun, control gula darah jika ingat, tidak ada pengaturan makan, mendapatkan obat OAD namun jarang diminum, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%.
Apakah masalah keperawatan utama yang terjadi pada pasien tersebut?
Ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
Ketidak seimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
Resiko ketidakstabilan kadar gula darah
Koping individu inefektif
Managemen terapi tidak efektif
Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh :pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%. Program terapi diit DM 1900 kkal, Metformin 500 mg 1 kali sehari.
Bagaimanakah kerja OAD (Metformin) pada pasien DM?
menggantikan fungsi dari insulin
menstimulasi pankreas untuk mengeluarkan insulin
menurunkan kadar gula darah
menghambat kerja glukagon
membantu glikogenesis
Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh: pasien sulit kencing, terdapat oedema pada kaki, penglihatan kabur, kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 %. Sekarang inip asien akan menjalani haemodialisa karena gagal ginjal.
Apakah penyebab gagal ginjal yang dialami pasien tersebut?
Neurophati
Nephrophati
Mikroangiopati
Makroangiopati
Hiperglikemia
Pasien laki – laki berusia 47 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 150 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III, kondisi luka basah,warna luka hitam dan kuning terdapat pus dan jaringan nekrotik.
Apakah cairan yang sesuai untuk mencuci luka pasien?
H2O2 (perhidrol)
Bethadin 10%
NaCl 0,9%
Rivanol
Savlon
Pasien laki – laki berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Program terapi yang diberikan pada pasien tersebut adalah diet DM 1700 kalori/hari, reguler insulin 3 x 12 iu.
Apakah saran yang diberikan pada pasien setelah diberikan insulin?
Makan setelah satu jam disuntik
Makan setelah tigapuluh menit disuntik
Makan setelah dua jam disuntik
Makan setelah tiga jam
Segera makan dan dihabiskan
Seorang mahasiswa laki –laki berusia 18 tahun praktik klinik keperawatan di ruang penyakit dalam.Perawat menyuruh mahasiswa tersebut untuk memberikan suntikan insulin pada pasien di kamar 8.
Apakah tindakan pertama yang paling tepat dilakukan mahasiswa tersebut?
Mengambil obat yang dimaksuddanmenyuntikannya
Melakukan cek lima benar dan menyuntikan obat dimaksud
Mengkaji makanan yang dimakan dan adanya tanda hipoglikemia
Menuju kamar 8, menanyakan nama pasien dan menyuntikan obat dimaksud
Melihat program pengobatan di status pasien dan menyuntikan obat dimaksud
Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III.
Apakah yang mengakibatkan ulkus diabetikum pada pasien tersebut?
Neurophati
Nephrophati
Mikroangiopati
Makroangiopati
Hiperglikemia
Diabetus Mellitus adalah penyakit metabolik/endokrine yang berkaitan dengan ...
Kelebihan hormone insulin
Kekurangan hormone insulin baik relative maupun absolut
Kekurangan hormone steroid
Kelebihan hormone thyroxin
Kekurangan glukagon
Glukosuria pada penyakit DM akan terjadi apabila kadar glukosa darah puasa …
> 120 mg/100 ml
> 130 mg/100 ml
> 140 mg/100 ml
> 160 mg/ 100 ml
> 180 mg/100 ml
Pasien perempuan berusia 50 tahun periksa di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh data kadar gula darah puasa 200 mg/dL, mengeluh sering kesemutan dan baal pada kaki. Pasien perlu tindakan untuk meningkatkan vaskularisasi pada ekstrimitas.
Apakah intervensi yang paling sesuai pada kasus tersebut?
Latih ROM aktif
Ajarkan senam DM
Ajarkan senam kaki
Anjurkan perawatan kaki
Anjurkan penggunaan alas kaki yang longgar
Pasien laki – laki berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Program terapi yang diberikan pada pasien tersebut adalah diet DM 1700 kalori/hari, reguler insulin 3 x 12 iu. Perawat memberikan insulin 12 iu sebelum makan pagi
Apakah saran perawat yang diberikan pada pasien tersebut?
Makan setelah tiga puluh menit disuntik
Makan setelah satu jam disuntik
Makan setelah dua jam disuntik
Makan setelah tiga jam disuntik
Segera makan dan dihabiskan
Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III.
Apakah yang mengakibatkan ulkus diabetikum pada pasien tersebut?
Neurophati
Nephrophati
Hiperglikemia
Mikroangiopati
Makroangiopati
Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh : pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kontrol gula darah jika ingat, tidak ada pengaturan makan, mendapatkan obat OAD namun jarang diminum, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%.
Apakah masalah keperawatan utama yang terjadi pada pasien tersebut?
Defisit nutrisi
Ketidakpatuhan
Ketidakberdayaan
Koping individu inefektif
Manajemen kesehatan tidak efektif
Pasien perempuan berusia 50 tahun di bawa ke IGD dengan keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien adalah penderita DM sudah tiga tahun ini dan mendapat suntikan insulin pagi dan sore. Hasil pemeriksaan kadar gula darah 50 mg/dL. Diagnosa medis hipoglikemia
Apakah kemungkinan penyebab hipoglikemia pada pasien tersebut?
menambah diit dari diit yang diberikan
mengurangi dosis insulin
menolak injeksi insulin
diit yang diberikan sering tidak habis
alergi terhadap insulin
Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh : pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%. Program terapi diit DM 1900 kkal, Metformin 500 mg 1 kali sehari.
Bagaimanakah kerja OAD (Metformin) pada pasien DM?
menggantikan fungsi dari insulin
menstimulasi pankreas untuk mengeluarkan insulin
menurunkan kadar gula darah
menghambat kerja glukagon
membantu glikogenesis
Klien Tn. Bt (35 th) dirawat di ruang E2 RSS sudah dua hari yang lalu karena fraktur antebrachii. Klien merasa kesakitan dan sudah dipasang spalk.
Kondisi fraktur merupakan data obyektif dari masalah keperawatan di bawah ini:
Resiko infeksi
Nyeri
Body image
Imobilisasi
Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Tujuan dipasang spalk pada Tn. Bt adalah …
Imobilisasi
Mengurangi rasa nyeri
Mengurangi spasme
Reposisi
Persiapan operasi
Klien merasa sakit dan bengkak, adalah merupakan tanda-tanda ...
Radang
Infeksi
Fraktur
Nyeri
Radang dan infeksi
Klien Tn. Dt (35 th) seorang petani, dirawat di RS karena jatuh dari pohon dengan posisi jatuh terduduk. Klien mengeluh tak bisa menggerakkan kedua kakinya. BAB tak terasa. Terpasang dawer cateter. Dx: Fraktur Lumbal.
Rasional tindakan infasif pemasangan dawer cateter adalah …
Klien sering ngompol
Defisit neurologi pada ekstremitas bawah
Memudahkan kontrol urine dan cairan
Sesuai dengan program medis
Membantu eliminasi urine klien
Klien Laki laki Tn. Dt (35 th) seorang petani, dirawat di RS karena jatuh dari pohon dengan posisi jatuh terduduk. Klien mengeluh tak bisa menggerakkan kedua kakinya. BAB tak terasa. Terpasang dawer cateter. Dx: Fraktur Lumbal.
Masalah keperawatan tentang gangguan eliminasi BAB dapat dilakukan dengan ...
Lavemen pagi dan sore
Menolong penderita ketika akan BAB
Membersihkan/membuang feses ketika sudah keluar
Posisi dimiringkan ke kiri dan ke kanan
Diet rendah serat
Klien Laki laki Tn. Dt (35 th) seorang petani, dirawat di RS karena jatuh dari pohon dengan posisi jatuh terduduk. Klien mengeluh tak bisa menggerakkan kedua kakinya. BAB tak terasa. Terpasang dawer cateter. Dx: Fraktur Lumbal.
Kemungkinan masalah sosial yang muncul sehubungan dengan pekerjaan klien sebagai petani adalah ...
Defisit ekonomi
Gangguan konsep diri
Kehilangan pekerjaan
Kurang pengetahuan
Kesulitan biaya pengobatan
Perhatikan data subjektif berikut ini:
i. Dokter, apakah saya bisa pulang? Kapan?
ii. Saya akan dilakukan apa lagi?
iii. Kami sekarang merasa sudah tidak sakit lagi.
Diagnosa keperawatan yang tepat dari data di atas adalah ...
Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan
Kurang pengetahuan berhubungan dengan pernyataan dan pertanyaan
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
Cemas berhubungan dengan banyak bertanya
Bingung berhubungan dengan penyakitnya
Range of Motion artinya ...
Ruang lingkup gerak sendi
Jangkauan gerak sendi
Pergerakan persendian
Pergerakan ke segala jurusan
Area persendian
Pengkajian fisik utama pada masalah muskuloskeletal adalah ...
Nyeri
Kekuatan sendi
Bengkak
Deformitas
Aktivitas
Pemerikasaan laboratorium yang tidak spesifik pada gangguan muskuloskeletal adalah ...
Ca
Fosfor
LED
CKMB
Al
