wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

اُاَس ستيريل

Total questions: 57

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.

Preformulasi sediaan parenteral perlu dilakukan untuk :

a)

Menentukan Formula Sediaan

b)

Menentukan Teknik Pembuatan Sediaan

c)

Menentukan Formula dan Teknik Pembuatan Sediaan

d)

Tidak perlu, karena ini bukan sediaan oral

2.

Berikut ini contoh kerusakan sediaan yang reversibel :

a)

Terjadi reaksi oksidasi

b)

Terjadi reaksi hidrolisis

c)

Terbentuk endapan

d)

Terjadi reaksi kimia zat aktif

3.

Cara cara sterilisasi adalah bersifat aman bagi zat aktif. Tidak ada potensi menimbulkan masalah apa pun.

a)

Benar

b)

Salah

4.

Reaksi peruraian senyawa obat biasanya tidak dipengaruhi oleh pH sediaan dan suhu

a)

Benar

b)

Salah

5.

Peruraian senyawa obat oleh senyawa air disebut

a)

Oksidasi

b)

Hidrolisis

c)

Dekarboksilasi

d)

Asilasi

6.

Penambahan satu atom oksigen pada senyawa obat disebut

a)

Oksidasi

b)

Hidrolisis

c)

Dekarboksilasi

d)

Asilasi

7.

Sifat senyawa obat yang memiliki dua optis aktif (dekstro dan levo) disebut

a)

Oksidasi

b)

Rasemisasi

c)

Dekarboksilasi

d)

Asilasi

8.

Untuk obat yang memiliki polimorfisme, maka tiap bentuk kristal internalnya memberikan sifat fisika kimia yang sama bagi obat tersebut, sehingga efek terapi pun sama saja

a)

Benar

b)

Salah

9.

Indikasi penggunaan sediaan Parenteral, kecuali

a)

Untuk mendapatkan efek obat yang cepat (segera)

b)

Untuk memecah (mengurai) senyawa obat

c)

Untuk menyampaikan obat ke target tertentu

d)

Untuk pasien tidak sadarkan diri

10.

Pada penyuntikan secara intra dermal, sudut jarumnya harus tegak lurus 90° dengan kulit

a)

Benar

b)

Salah

11.

Volume max injeksi yang disuntikkan secara intra muskular lebih sedikit daripada secara intra dermal

a)

Benar

b)

Salah

12.

Bentuk sediaan injeksi secara intra vena boleh larutan air, suspensi, emulsi air dalam minyak.

a)

Benar

b)

Salah

13.

Pemberian injeksi ke sumsum tulang belakang disebut

a)

Intra kardiak

b)

Intra artrikular

c)

Intra spinal

d)

Intra arterial

14.

Pemberian injeksi ke otak disebut

a)

Intra kardiak

b)

Intra ventrikular

c)

Intra spinal

d)

Intra arterial

15.

Larutan injeksi dengan pembawa air dapat disuntikkan ke rute mana pun.

a)

Benar

b)

Salah

16.

Seluruh sediaan injeksi pHnya selalu bisa isohidris

a)

Benar

b)

Salah

17.

Injeksi ke otak dan sumsum tulang belakang, boleh ditambahkan pengawet.

a)

Benar

b)

Salah

18.

Makin lambat aliran darah kapiler di daerah penyuntikan, maka makin cepat absorpsi obat ke peredaran darah sistemik

a)

Benar

b)

Salah

19.

Ketika kita menyuntikkan suspensi, makin besar ukuran partikel obat, makin lama melarutnya, sehingga absorpsi ke darah semakin lambat

a)

Benar

b)

Salah

20.

Makin kental sediaan injeksi, makin cepat absorpsi obat ke darah

a)

Benar

b)

Salah

21.

Ketidaktepatan dalam formulasi dan cara penyuntikan, dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti : sepsis, trombosis, perdarahan, demam

a)

Benar

b)

Salah

22.

Wadah gelas terbuat dari bahan senyawa organik, non oksida logam

a)

Benar

b)

Salah

23.

Ion yang mudah lepas dari wadah gelas adalah

a)

Ion Ca

b)

Ion Na

c)

Ion Si

d)

Ion Al

24.

Gelas tipe I dan tipe II tidak boleh masuk otoklaf

a)

Benar

b)

Salah

25.

Gelas akan lebih kuat ketika ditambahkan oksida .......

a)

Silika

b)

Calsium

c)

Alumunium

d)

Natrium

26.

Ketika bagian permukaan dalam gelas dihilangkan unsur Natriumnya, maka gelas itu akan tidak tahan di otoklaf

a)

Benar

b)

Salah

27.

Yang bukan termasuk uji wadah gelas :

a)

Uji serbuk gelas

b)

Uji kandungan Borosilikat

c)

Uji rembesan air

28.

Wadah plastik untuk parenteral lebih banyak menggunakan jenis .....

a)

Termoset

b)

Termoplastik

29.

Wadah plastik biasanya membutuhkan zat penambah, karena sifatnya yang mudah mengalami penguraian kimia.

a)

Benar

b)

Salah

30.

Wadah plastik terbuat dari senyawa

a)

Polimer anorganik

b)

Polimer organik

31.

Yang bukan termasuk uji wadah plastik

a)

Sampel diekstraksi, lalu ditritasi oleh H2SO4 (utk mengetahui kadar Na)

b)

Sampel diekstraksi, lalu disuntikkan ke tikus (utk mengetahui efeknya thd hewan)

c)

Sampel diekstraksi, lalu diuapkan di atas uap air (utk mengetahui residu tidak menguap)

d)

Sampel diekstraksi, lalu diperiksa kadar logam beratnya

32.

Dalam mencampur sediaan parenteral volume besar dan volume kecil, sangat mungkin terjadi masalah masalah, seperti stabilitas dan ketidaktercampuran

a)

Benar

b)

Salah

33.

Yang bukan fungsi dari sediaan parenteral vol besar :

a)

Sebagai antibiotik

b)

Sebagai nutrisi

c)

Sebagai penyeimbang elektrolit

d)

Sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang

34.

Dalam peralatan infus, bila tidak ada drip chamber (udara) sebenarnya tidak apa apa.

a)

Benar

b)

Salah

35.

Di dalam mencampur sediaan parenteral (di rumah sakit), dilakukan di ruang kelas ......

a)

I

b)

II

c)

III

36.

Peran apoteker dalam pelayanan resep sediaan parenteral campuran (di rumah sakit) adalah :

a)

Mengganti jenis obat dalam resep tesebut (ketika ada yang salah)

b)

Memeriksa kemungkinan terjadinya inkompatibilitas dalam campuran

37.

Definisi inkompatibilitas kimia adalah :

a)

Terjadinya reaksi kimia pada obat, yang bisa dideteksi oleh mata kita secara langsung

b)

Terjadinya reaksi kimia pada obat, yang bisa dideteksi oleh metode analisis kimia

c)

Terjadinya endapan, atau gas, atau kristal

38.

Definisi dari masalah inkompatibilitas efek terapi adalah

a)

Ketika dua obat efeknya antagonis saja

b)

Ketika dua obat efeknya antagonis dan sinergis

c)

Ketika dua obat efeknya sinergis saja

39.

Dalam upaya mencegah adanya masalah inkompatibiltas dalam campuran parenteral, maka caranya :

a)

Membuat (meracik) campuran jauh jauh hari sebelum dipakai.

Agar semakin lama disimpan, semakin baik obatnya

b)

Membuat (meracik) campuran itu secara dadakan (segar). Begitu selesai dibuat langsung dipakai.

40.

Penembusan obat ke mata adalah mudah. Karena kornea mata mudah untuk dilalui

a)

Benar

b)

Salah

41.

Struktur kornea mata yang benar (urutan dari terluar ke dalam)

a)

Epitel bersifat air - Stroma bersifat lipid - Endotel bersifat air

b)

Epitel bersifat lipid - Stroma bersifat air - Endotel bersifat lipid

c)

Endotel bersifat lipid - Stroma bersifat air - Epitel bersifat lipid

42.

Kategori kerja steril pembuatan obat mata sama saja dengan kategori kerja steril sediaan injeksi

(yaitu ada dua kategori)

a)

Benar

b)

Salah

43.

Obat mata yang bersifat iritasi, justru akan lebih efektif penetrasinya (karena dia merangsang keluarnya air mata)

a)

Benar

b)

Salah

44.

Dalam obat tetes mata, dilarang menggunakan pengawet

a)

Benar

b)

Salah

45.

Penggunaan dapar pada tetes mata, biasanya adalah dapar berkapasitas ......

a)

Rendah

b)

Tinggi

46.

Surfaktan dapat mengurangi kontak antara partikel obat dan kornea mata, sehingga penembusa obat menjadi lepas lambat

a)

Benar

b)

Salah

47.

Menurut hukum difusi Fick, semakin banyak kadar obat dalam tetes mata, semakin cepat laju penetrasi obat itu ke mata

a)

Benar

b)

Salah

48.

Dasar salep mata yang baik harus bersifat

a)

Hidrofob

b)

Hidrofil

49.

Pembuatan salep mata termasuk kategori :

a)

Sterilisasi Akhir

b)

Aseptis

50.

Bila ke dalam suatu air ditambahkan suatu zat yang terlarut, maka titik beku air itu akan

a)

Menaik

b)

Menurun

c)

Sama saja

51.

Cairan tubuh kita membeku pada suhu :

a)

0,52°C

b)

- 0,52°C

52.

Apabila NaCl ditambahkan ke dalam injeksi sebanyak 1%, maka injeksi itu akan turun titik bekunya sebanyak

a)

0,214°C

b)

0,576°C

c)

0,423°C

53.

Sediaan tersebut bersifat :

a)

Hipotonis

b)

Hipotonis

54.

Jika Tb 1% Asam Askorbat = 0,150C, maka ∆Tb 4% Asam Askorbat =

a)

0,30C

b)

0,60C

c)

0,90C

55.

Jika ∆Tb 1% Asam Askorbat = 0,150C, maka Larutan Injeksi Asam Askorbat 2% bersifat :

a)

Hipotonis

b)

Isotonis

c)

Hipertonis

56.

E Naci dari Atropin Sulfat = 0,6 . Artinya adalah :

a)
b)
57.

Larutan NaCl yang Isotonis terhadap cairan tubuh adalah :

a)

0,45% Nacl

b)

0,6% NaCl

c)

0,9% Nacl

d)

0% Nacl