NEW
Font size
WorksheetsTRY OUT UTBK LEBARAN
Total questions: 80
Worksheet time: 2hrs 44mins
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Berdasarkan paragraf 1, manakah simpulan di bawah ini yang benar?
Sebagian anak kecil yang sakit sering ke rumah sakit
Sebagian anak kecil yang tidak sakit tidak senang ke rumah sakit
Sebagian anak kecil yang ke rumah sakit tidak berpotensi mengalami sakit
Sebagian anak kecil pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit
Sebagian anak kecil yang sakit flu di rawat inap di rumah sakit
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Simpulan apa yang dapat ditarik dari paragraf 3?
Anak mendapatkan terapi bermain apabila mereka lebih bersikap kooperatif
Anak mendapatkan terapi bermain apabila mereka patuh dan dapat berkomunikasi dengan orang tua
Anak lebih bersikap kooperatif apabila anak nyaman dalam menjalani perawatan di rumah sakit
Anak mendapatkan terapi bermain apabila menjalani perawatan di rumah sakit
Anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit apabila mendapatkan terapi bermain
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Berdasarkan paragraf 1, manakah simpulan di bawah ini yang paling mungkin benar?
Anak laki-laki lebih berpotensi sakit dibandingkan anak perempuan
Anak perempuan lebih berani dibandingkan anak laki-laki
Anak-anak sering mendapatkan pengalaman buruk di rumah sakit
Anak-anak merasa takut pergi ke rumah sakit
Anak-anak sering dirawat inap di rumah sakit
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Berdasarkan paragraf 1, apabila anak-anak tidak disuntik, manakah simpulan di bawah ini yang benar?
Anak-anak tidak dapat pengalaman buruk di rumah sakit
Tidak ada anak-anak ke rumah sakit
Anak-anak merasa takut pergi ke rumah sakit
Anak-anak tidak dirawat inap di rumah sakit
Anak-anak tidak suka ke rumah sakit
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Manakah pernyataan di bawah ini yang tidak mendukung kalimat bercetak tebal pada paragraf 1?
Banyak anak tidak suka ke rumah sakit karena takut disuntik
Banyak anak mendapatkan pengalaman tidak menyenangkan ketika disuntik
Banyak anak belum pernah disuntik di rumah sakit
Banyak anak belum pernah ke rumah sakit karena takut dokter yang memegang jarum suntik
Banyak anak tidak suka ke rumah sakit walaupun tidak pernah tahu jarum suntik
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Berdasarkan tabel di atas, jenis permainan yang menempati keberhasilan kedua tertinggi setelah terapi adalah ....
Tali
Bola
Boneka
Monopoli
Rumah-rumahan
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
Berdasarkan Tabel di atas, jika hasil tersebut tidak berubah pada masa mendatang, jenis permainan yang paling mungkin dipertahakan untuk diberikan pada anak-anak adalah ....
Tali
Bola
Boneka
Monopoli
Rumah-rumahan
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan paragraf 2, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?
Sebanyak 73,68 persen akses air minum layak di bawah capaian nasional.
Pemerintah sudah berhasil bekerja keras dalam pencapaian target penerapan program akses
universal.
Akses air bersih terutama air minum layak hampir merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia.
Pemerintah belum kerja keras dalam upaya pencapaian target dalam penerapan program akses
universal air bersih.
Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu mengalami akses air bersih yang
belum merata.
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan paragraf 3, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?
Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air banyak memengaruhi
lanskap pengelolaan penyediaan air minum.
Dalam regulasi yang lama, swasta diperbolehkan melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM).
Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 telah digantikan dengan Undang-Undang nomor 17 tahun
2019.
Dalam regulasi yang baru, BUMN, BUMD, BUMDes yang diharuskan mengelola penyediaan SPAM.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bukti tercapainya target
pemenuhan air bersih bagi masyarakat.
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan paragraf 5, apabila akses air bersih sudah merata, manakah di bawah ini simpulan yang
PALING MUNGKIN benar?
Masyarakat tidak perlu membeli air bersih.
PDAM atau PAM menjanjikan air teralirkan setiap saat.
Ketika musim kemarau air tetap dapat mengalir dan tidak bergantung pada sumber air.
Tidak ada penyediaan air yang dijual keliling menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Masyarakat tidak lagi membeli air dari pihak swasta.
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan paragraf 4, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN benar mengenai
masyarakat yang makin sulit mengakses air bersih?
Tanpa bantuan swasta, ketersediaan air menurun dan kesenjangan pemenuhan air bersih dengan
target akses universal 100% tahun ini tidak tercapai.
Kualitas air sungai di Indonesia tidak dapat diandalkan karena tercemar.
Di tahun 2017, 50 sungai di Indonesia kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk,
dan 18 sungai yang kualitasnya membaik.
82 sungai di Indonesia memiliki status tercemar berat.
Hanya sedikit sungai yang memiliki kualitas yang baik.
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan paragraf 2, apabila dalam penerapan program akses universal tersebut, pencapaian target
sudah tidak memerlukan kerja keras pemerintah, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN
benar?
Air bersih memiliki kualitas yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah
dimasak.
19 provinsi tidak lagi memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah
capaian nasional.
Pemerintah telah mencapai target akses air bersih 100 persen.
Tinggal sedikit provinsi yang masih memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak
di bawah capaian nasional.
Akses air bersih meningkat pesat.
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan gambar tabel Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum Layak, pada tahun
berapakah kenaikan signifikan ketiga terjadi?
2012
2013
2015
2017
2018
Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan
Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo
untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,
sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,
pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase
rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih
memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,
akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini
terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.
Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang
tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak
memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang
melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh
dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.
Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini
nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,
tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim
kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan
yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena
berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan
karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada
umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50
sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya
membaik.
Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7
persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010
yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air
dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air
teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada
sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling
dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling
menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.
Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum
dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target
masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan gambar tabel Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum Layak, apa yang PALING
MUNGKIN terjadi jika setelah tahun 2018?
Sumber air minum masih belum merata di seluruh Indonesia.
Persentase sumber air minum layak akan meningkat meskipun tidak signifikan.
Masalah sumber air minum layak dapat teratasi.
Persentase sumber air minum layak akan menurun karena makin banyak air sungai yang tercemar.
Persentase sumber air minum layak akan akan stagnan di angka 73,68.
Bilangan yang nilainya lebih besar dari 0,33 ×1918
0,99 × 3818
0,99 × 383
0,99 × 196
0,66 × 3818
0,66 × 199
Di antara lima bilangan berikut yang nilainya paling besar adalah ....
79 × 45%
718 × 15%
149 × 60%
219 × 90%
2118 × 45%
x, 27, 9, 45, 27, 63, y
nilai yang tepat menggantikan x dan y adalah
-9 dan 45
-9 dan 81
9 dan 45
45 dan 27
63 dan 45
Dito, Agung, Robi, Dinda, dan Zahra tinggal di Perumahan Ruang Bebas Asri. Mereka bersekolah di tempat
yang berbeda. Jika diukur dari Perumahan Ruang Bebas Asri, sekolah Dito lebih jauh daripada sekolah Robi.
Sekolah Agung lebih dekat daripada sekolah Dinda dan sekolah Zahra
Jika sekolah Dinda lebih dekat daripada sekolah Robi, maka …
Sekolah Robi lebih dekat daripada sekolah Dito.
Sekolah Robi lebih dekat daripada sekolah Agung.
Sekolah Zahra lebih dekat daripada sekolah Agung.
Sekolah Dito lebih dekat daripada sekolah Dinda.
Tidak ada kesimpulan yang tepat.
Dito, Agung, Robi, Dinda, dan Zahra tinggal di Perumahan Ruang Bebas Asri. Mereka bersekolah di tempat
yang berbeda. Jika diukur dari Perumahan Ruang Bebas Asri, sekolah Dito lebih jauh daripada sekolah Robi.
Sekolah Agung lebih dekat daripada sekolah Dinda dan sekolah Zahra
Jika sekolah Agung dan sekolah Dito jaraknya sama dari Perumahan Ruang Bebas Asri, maka anak yang
sekolahnya paling dekat dengan rumah adalah ….
Agung
Dinda
Zahra
Robi
Dito
Nilai 10 dalam segitiga P adalah hasil operasi aritmetik semua bilangan di luar segitiga P. Dengan menggunakan pola operasi aritmetik yang sama, nilai dalam segitiga Q yang paling tepat adalah ....
6
8
12
15
24
Seorang pengendara sepada motor mengalami kemacetan lalu lintas hingga mengakibatkan kecepatan
kendaraannya berkurang 20%. Persentasi waktu tambahan yang diperlukan pengendara tersebut adalah
….
10%
15%
20%
25%
Tidak dapat ditentukan
Ayu akan pergi ke konser perayaan ulang tahun BTS bersama keluarga. Tedapat tiga jalan
menuju lokasi konser. Peluang dia memilih jalan A, jalan B dan jalan C berturut-turut adalah 50%, m, 20%.
Kemungkinan Ayu terlambat jika melalui jalan A, B dan C berturut-turut adalah 8%, 6% dan 10%. Jika
diketahui Ayu terlambat datang ke konser melalui jalan B adalah 0,25 maka nilai m yang tepat adalah ….
21
31
41
51
61
Jumlah dari sepuluh data yang setiap datanya telah dikurangi 9 adalah 30. Maka nilai rata-rata dari data
tersebut sebelum dikurangi 9 adalah ….
9
10
11
12
13
Bentuk sederhana dari: 7 − 43 + 7 + 43
14
4114
4
7
14
Grafik: y = 3x+1+x2−2x+1 untuk x < 0, akan berhimpit dengan
y = 2x + 2
y = 2x - 2
y = 4x - 2
y = 4x + 2
y = 4x
Enam buah data bilangan bulat positif memiliki modus 8, median 9 dan rata-rata 10. Data terkecilnya lebih
besar dari 6 dan data terbesarnya 16. Maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….
(1) Kuartil bawah = 8
(2) Kuartil atas = 12
(3) Jangkauan interquartil = 12
(4) Salah satu dari keenam data adalah 9
(1), (2), dan (3) SAJA yang benar.
(1) dan (3) SAJA yang benar.
(2) dan (4) SAJA yang benar.
HANYA (4) yang benar
SEMUA pilihan benar.
Bangun ruang di bawah ini yang tidak memiliki diagonal ruang adalah ….
(1) Prisma segitiga
(2) Prisma segi empat
(3) Limas segi empat
(4) Prisma segi lima
(1), (2), dan (3) SAJA yang benar.
(1) dan (3) SAJA yang benar.
(2) dan (4) SAJA yang benar.
HANYA (4) yang benar
SEMUA pilihan benar.
Rasio antara jumlah uang yang dimiliki oleh Agung, Budi, dan Citra adalah 2 ∶ 3 ∶ 5. Jika selisih antara jumlah uang Agung dan Budi adalah 𝑥 rupiah, maka total jumlah uang Budi dan Citra adalah ... rupiah.
2x
3x
5x
8x
10x
Tentukan nilai 𝑥 pada bagian yang kosong pada gambar
di bawah ini!
738
678
421
395
284
Tentukan nilai yang tepat untuk mengisi tempat yang
kosong pada gambar di bawah ini!
23
56
78
107
141
Perhatikan pola pada gambar di bawah ini dan tentukan
nilai yang tepat untuk mengisi tempat kosong pada
gambar tersebut!
7
9
11
12
15
Diketahui suku pertama deret geometri tak hingga adalah a dan jumlahnya 10 maka nilai a yang mungkin
adalah ….
(1) a bilangan ganjil kurang dari 9
(2) a bilangan genap kurang dari sama dengan 10
(3) a bilangan prima antara 1 dan 10
(4) a bilangan bulat kurang dari 10
(1), (2), dan (3) SAJA yang benar.
(1) dan (3) SAJA yang benar.
(2) dan (4) SAJA yang benar.
HANYA (4) yang benar
SEMUA pilihan benar.
Misalkan k menyatakan bilangan real yang memenuhi persamaan fungsi kuadrat f(x)=x2+(k2−1)x+3(2a−k) . Perpotongan sumbu kurva dengan sumbu -x ?
(1) k - 1 = 2
(2) a = k + 1
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi
pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup
untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2)
SAJA cukup.
Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan
Berapakah volume kubus ABCD.EFGH? (1) Panjang rusuk kubus ABCD.EFGH adalah 6 cm. (2) Luas diagonal bidang kubus ABCD.EFGH adalah 362 cm2
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi
pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup
untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2)
SAJA cukup.
Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Bagaimana bentuk persamaan kuadrat dalam bentuk Ax2+Bx+C=0 ?
(1) Jika x = 0 maka y = 0.
(2) Persamaan kuadrat memiliki akar – akar saling berkebalikan.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Jika hanya terdapat satu nilai untuk x, maka berapakah nilai x ?
(1) |2x-1|<9
(2) x adalah bilangan komposit
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA
tidak cukup.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Berapakah usia Andi?
(1) Tiga kali usia Andi saat ini sama dengan empat kali usia ayah.
(2) Dua tahun lalu, enam kali usia Andi sama dengan delapan kali usia ayah.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA
tidak cukup.
Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Diketahui besar sudut dalam segi-8 beraturan adalah x.
Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?
P > Q
Q > P
P = Q
Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu dari tiga pilihan di atas.
Diketahui (X3−9x)2 (X4−81)(X2+9)>0 dengan x adalah bilangan bulat. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?
P > Q
Q > P
P = Q
Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu dari tiga pilihan di atas.
Sebuah bank Karya Guna memberikan pinjaman sebesar Rp5.000.000,00. Pinjaman tersebut saat
dikembalikan akan berjumlah Rp5.250.000,00. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q
berikut berdasarkan informasi yang diberikan?
P > Q
Q > P
P = Q
Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu dari tiga pilihan di atas.
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau
miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".
Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,
pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.
Inti wacana di atas adalah …
Istana Tampaksiring yang merupakan bekas
tempat tetirah Raja Gianyar sering digunakan
oleh Bung Karno untuk istirahat.
Seperti Italia, Indonesia juga memiliki bangunan
yang didirikan di atas tanah berkontur miring.
Istana Tampaksiring dibangun di desa bertanah
miring sehingga bangunan ini juga "berbau
miring".
Raja Gianyar membangun Istana Tampaksiring
pada tahun 1957 dengan melibatkan Bung Karno.
Istana Tampaksiring yang dibangun di desa
bertanah miring dan berpemandangan indah tidak
bisa dipisahkan dari Bung Karno.
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau
miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".
Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,
pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.
Berdasarkan wacana di atas, apa yang terjadi jika
istana tersebut tidak dibangun di desa tersebut?
Tidak ada bangunan bersejarah yang “berbau
miring".
Bung Karno tidak akan terlibat dalam setiap
proses pembangunan istana tersebut.
Bung Karno akan jarang beristirahat di bekas
tempat tetirah Raja Gianyar tersebut.
Hanya Italia yang mempunyai menara miring.
Tidak ada pencomotan kata tampaksiring.
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau
miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".
Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,
pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.
Frasa bangunan bersejarah pada paragraf 1 memiliki
makna yang sama dengan kata ….
klasik
gedung
historis
monumen
istana
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau
miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".
Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,
pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.
Kata dicomot dapat diganti dengan kata ….
dicakup
dipegang
dibekuk
diraup
diambil
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau
miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".
Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,
pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.
Lawan makna tetirah pada paragraf 2 adalah ….
mengungsi
menyingkir
menetap
tinggal sementara
memulihkan kesehatan
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau
miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".
Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,
pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.
Topik yang dibahas pada bacaan di atas adalah ….
Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah
“berbau miring" seperti halnya di Italia.
Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai
menara miring.
Pembangunan Istana Tampaksiring bagian kiprah
mantan Presiden RI Bung Karno.
Semua hal yang berkaitan dengan Istana
Tampaksiring melibatkan Bung Karno.
Istana Tampaksiring sama seperti Pisa.
The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.
As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.
By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.
Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.
How does the first sentence relate to the other sentences in paragraph 1?
the other sentences in paragraph 1 explain further the kinds of integration of technology and media that can be of benefits to young learners
the other sentences in paragraph 1 explain the impact of the integration of technology and media in early education explained in the first sentence
the other sentences in paragraph 1 are examples of the use of technology in education
the first sentence contains information that is contrary to the information in the other sentences
the other sentences vaguely support part of the statement in the first sentence
The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.
As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.
By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.
Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.
The author would apparently agree that ....
successful integration of technology and media is determined by the quality of the computers and the connection of the Internet
the integration of technology and media occurs when the teacher focuses only on the technology itself
the successful integration of technology and media in early childhood education really depends on good educators
educators should be selective in choosing educational goals to be integrated with the use of technology and media
both passive and interactive uses of technology and media are needed as a key to successful learning in early childhood settings
The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.
As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.
By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.
Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.
The author holds an assumption that ....
the interactive media as a learning tool should be used to replace the existing classroom practice
the successful integration of new technology in education requires helpful and good teacher
the benefits of technology and media in childhood classrooms can be achieved by decreasing the use of those tools in teaching and learning
manipulating the colorful shapes to explore color and shapes using technology is the best way to develop interactive learning
the use of paints, markers, crayons and other graphic art materials should be replaced by the integration of technology and media
The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.
As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.
By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.
Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.
Which paragraph(s) explain(s) the importance of using technology and media wisely so that it can support existing classroom practice?
1
2 & 3
2 & 4
3 & 4
4
The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.
Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.
Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.
Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.
By saying "Today’s buzz words, which include global warming and zero/emissions, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint." in paragraph 1, the author implies that ....
environmental issues have made people more cautious of their actions
global warming and zero emissions become everyone’s concern
people have to take care of their greenhouses carefully
eco-friendly environmental programs should be strongly enforced
all people around the world are aware of global warming
The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.
Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.
Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.
Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.
Which of the following best restates the sentence "The green movement is catching on in many pockets of the world." in paragraph 1?
many people consider it crucial to have eco-friendly environments
people who are aware of environmental issues love safe and healthy surroundings
house designers should consider the importance of green materials
everyone should understand the effect of global warming and zero emissions well
environmentalists are concerned with the green environment
The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.
Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.
Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.
Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.
The false idea that the author may hold about Dockside Green is that ....
it provides all eco-friendly properties
it is a good asset to buy a property in it
it encourages all houses to utilize efficient energy
it reduces global warming and emissions
it is where more natural livings can exist
The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.
Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.
Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.
Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.
The author organizes the ideas in the passage by ....
describing a new housing trend and providing a detailed example
discussing an environmental issue and providing a way to solve the issue
identifying a community problem and discussing a possible solution to the problem
explaining an environmentally friendly initiative and discussing the impacts of the initiative
establishing a new community initiative that is eco-friendly and explaining the ideas behind the initiative
(1) Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan
pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. (2) Lahan tailing minim unsur hara dan rendah akan bahan organik. (3) Oleh dari itu, diperlukan penambahan bahan organik untuk
mengembalikan fungsi tanah seperti sediakala. (4) Telah diteliti bahwa lahan tailing yang berada di kawasan
pertambangan PT Freeport di Timika, Papua, memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter hingga 6
meter, sedangkan umur lahan tersebut sekitar 20 tahun. (5) Di lahan tersebut juga terdapat tanaman yang
tumbuh secara alami. (6) Sehingga lahan tersebut bisa diberdayakan sebagai lahan pertanian bagi
masyarakat sekitar.
Apakah inti kalimat (1)?
Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan
pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.
Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan.
Sartji Taberima mengatakan sesuatu.
Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan pengendapan pasir sisa tambang bisa
dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.
Sartji Taberima mengatakan tentang lahan tailing.
(1) Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan
pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. (2) Lahan tailing minim unsur hara dan rendah akan bahan organik. (3) Oleh dari itu, diperlukan penambahan bahan organik untuk
mengembalikan fungsi tanah seperti sediakala. (4) Telah diteliti bahwa lahan tailing yang berada di kawasan
pertambangan PT Freeport di Timika, Papua, memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter hingga 6
meter, sedangkan umur lahan tersebut sekitar 20 tahun. (5) Di lahan tersebut juga terdapat tanaman yang
tumbuh secara alami. (6) Sehingga lahan tersebut bisa diberdayakan sebagai lahan pertanian bagi
masyarakat sekitar.
Pernyataan manakah yang TIDAK sesuai dengan isi teks tersebut ?
Penelitian lahan tailing menghasilkan lahan tailing yang bisa dijadikan lahan pertanian
Lahan tailing dapat dijadikan lahan pertanian
Kawasan pertambangan PT Freeport di Timika memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter
hingga 6 meter
Masyarakat dapat memberdayakan lahan tailing untuk lahan pertanian
Lahan tailing merupakan kawasan pengendapan pasir sisa tambang
(1) Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan
pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. (2) Lahan tailing minim unsur hara dan rendah akan bahan organik. (3) Oleh dari itu, diperlukan penambahan bahan organik untuk
mengembalikan fungsi tanah seperti sediakala. (4) Telah diteliti bahwa lahan tailing yang berada di kawasan
pertambangan PT Freeport di Timika, Papua, memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter hingga 6
meter, sedangkan umur lahan tersebut sekitar 20 tahun. (5) Di lahan tersebut juga terdapat tanaman yang
tumbuh secara alami. (6) Sehingga lahan tersebut bisa diberdayakan sebagai lahan pertanian bagi
masyarakat sekitar.
Apa pesan tersirat di balik teks yang ingin disampaikan penulis?
Peneliti ingin masyarakat mengubah lahan tailing menjadi lahan pertania
Peneliti ingin lahan tailing ditambahkan unsur hara dan bahan organik
Masyarakat dapat ikut serta meneliti lahan tailing untuk lahan pertanian
Tanah tailing ingin dikembalikan bentuk tanahnya seperti semula
Masyarakat dapat peduli mengenai lahan tailing yang akan dijadikan lahan pertanian
(1) Burung termasuk dalam jenis unggas yang bisa terbang. (2) Namun, ada burung yang tidak bisa terbang. (3)
Contohnya, burung unta (Struthio camelus). (4) Burung unta adalah burung terbesar yang masih hidup dan tidak bisa
terbang (5) Dahulu, burung ini terdapat dalam jumlah besar di Afrika dan Asia Barat Daya. (6) Sekarang, burung ini
hanya ditemukan di beberapa daerah di Asia Timur. (7) Ada juga burung unta yang hidup di peternakan di Afrika
Selatan. (8) […], di Australia Selatan, ada burung unta yang sudah dijadikan hewan piaraan. (9) Seperti halnya
burung lain yang tidak bisa terbang, burung unta sudah terbiasa pada kehidupan di tanah dan dapat berlari dengan
baik. (10) Dalam hal ini, ayam tidak bisa disamakan dengan burung unta.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat 8
adalah ….
Walaupun begitu
Tetapi
Sementara itu
Sedangkan
Selain itu
(1) Burung termasuk dalam jenis unggas yang bisa terbang. (2) Namun, ada burung yang tidak bisa terbang. (3)
Contohnya, burung unta (Struthio camelus). (4) Burung unta adalah burung terbesar yang masih hidup dan tidak bisa
terbang (5) Dahulu, burung ini terdapat dalam jumlah besar di Afrika dan Asia Barat Daya. (6) Sekarang, burung ini
hanya ditemukan di beberapa daerah di Asia Timur. (7) Ada juga burung unta yang hidup di peternakan di Afrika
Selatan. (8) […], di Australia Selatan, ada burung unta yang sudah dijadikan hewan piaraan. (9) Seperti halnya
burung lain yang tidak bisa terbang, burung unta sudah terbiasa pada kehidupan di tanah dan dapat berlari dengan
baik. (10) Dalam hal ini, ayam tidak bisa disamakan dengan burung unta.
Topik yang mungkin dibahas pada paragraf
berikutnya adalah …
membahas burung yang bisa terbang
membahas habitat burung unta
membahas perbedaan burung unta dan ayam
membahas burung unta secara spesifik
membahas ayam
(1) Burung termasuk dalam jenis unggas yang bisa terbang. (2) Namun, ada burung yang tidak bisa terbang. (3)
Contohnya, burung unta (Struthio camelus). (4) Burung unta adalah burung terbesar yang masih hidup dan tidak bisa
terbang (5) Dahulu, burung ini terdapat dalam jumlah besar di Afrika dan Asia Barat Daya. (6) Sekarang, burung ini
hanya ditemukan di beberapa daerah di Asia Timur. (7) Ada juga burung unta yang hidup di peternakan di Afrika
Selatan. (8) […], di Australia Selatan, ada burung unta yang sudah dijadikan hewan piaraan. (9) Seperti halnya
burung lain yang tidak bisa terbang, burung unta sudah terbiasa pada kehidupan di tanah dan dapat berlari dengan
baik. (10) Dalam hal ini, ayam tidak bisa disamakan dengan burung unta.
Paragraf di atas akan merupakan paragraf yang
memiliki kepaduan jika ….
kalimat (2) dan (3) digabungkan
kalimat (7) dihilangkan
kalimat (8) dan (9) dihilangakan
kalimat (7), (8) dan (9) digabungkan
kalimat (10) dihilangkan
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Judul yang paling tepat untuk melengkapi tulisan di atas adalah ….
Dampak Kekerasan pada Anak
Bahaya Kekerasan pada Anak
Bentuk Kekerasan pada Anak
Sebab Akibat Kekerasan pada Anak
Cara Menanggulangi Kekerasan pada Anak
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 1 adalah ….
perundang-undangan
memperihatinkan
dijegal
dilecehkan
perlakuan
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 4 adalah ….
memerhatikan
memengaruhi
kepedulian
melakukan
kepribadian
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 6 adalah ….
kesengsaraan
menanggulangi
penegakkan
mengampanyekan
pemasangan
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf kedua kalimat 1 adalah ….
terjadi
dibiarkan
meningkat
membudaya
diterapkan
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf keempat kalimat 1 adalah ….
dihiraukan
ditolak
dipungkiri
dipercaya
dibenarkan
[…]
Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.
¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari
tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang
memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi
yang dihadapi para orang tua.
¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.
²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah
menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,
dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat
berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang
baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah
karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada
orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para
orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,
berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun
terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan
kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk
dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang
anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.
Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai
prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat
untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga
yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi
Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979
tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang
Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,
realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya
penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan
kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah
nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti
pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah
agar hak-hak anak perlu dilindungi.
Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf ketiga kalimat 3 adalah ….
mengacuhkan
mengindahkan
menentang
melanggar
menyerang
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Penulis di atas berpihak kepada ….
penggarap lahan
aparat keamanan
para pengusaha
praktisi hukum
korban sengketa
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Kata rujukan –nya pada frasa langkah berikutnya
mengacu pada ….
Usulan pembentukan tim terpadu.
Tingginya kasus tanah dan potensi konflik di
berbagai daerah.
Tim yang dibentuk.
Respons terhadap kasus sengketa tanah.
Pembuatan pola penyelesaian masalah,
penginventarisasian, dan pemetaaan kasus-kasus pertanahan.
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Paragraf 2 seharusnya terdiri atas dua paragraf.
Kalimat yang seharusnya merupakan awal paragraf 3
adalah ….
kalimat 4
kalimat 5
kalimat 6
kalimat 7
kalimat 8
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Kalimat tidak baku terletak pada ….
kalimat 12
kalimat 10
kalimat 8
kalimat 4
kalimat 3
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Hubungan isi antarparagraf dalam teks di atas yang
paling tepat adalah ….
paragraf ke-2 menjadi penyebab paragraf ke-1
paragraf ke-3 memaparkan contoh paragraf ke-2
paragraf ke-3 merupakan pembanding paragraf
ke-2
paragraf ke-3 merupakan rincian paragraf ke-2
paragraf ke-2 memaparkan akibat paragraf ke-1
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Jika informasi di bawah ini ditambahkan dalam
kalimat 11, penggalan kalimat manakah yang akan
mendukung argumen pada kalimat tersebut?
Ketiadaan tekad para petinggi untuk kembali
mendudukkan masalah tanah merupakan
langkah maju dan didukung oleh semua pihak.
Tekad para petinggi merupakan langkah maju
dan didukung oleh semua pihak.
Persoalan tanah sebaiknya tidak memicu konflik
berkepanjangan.
Solusi tersebut tetap harus diupayakan.
Adanya tekad para petinggi untuk kembali
mendudukkan masalah tanah merupakan
langkah maju dan didukung oleh semua pihak.
(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di
kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.
(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus
sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.
(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di
tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.
Manakah rangkuman yang paling tepat untuk teks di
atas?
Masalah pertanahan di Indonesia yang dapat
menimbulkan konflik antarelemen di masyarakat
dan dipicu oleh ketidakpastian hukum dapat
diatasi dengan tekad semua pihak untuk mencari
solusi yang tepat.
Mafia tanah yang menjadi salah satu pemicu
masalah tanah di Indonesia diperingatkan agar
jangan main-main dengan sengketa tanah
antarelemen masyarakat sebab mereka bisa
menjadi konflik.
Mencuatnya persoalan pertanahan di Indonesia
disebabkan kegamangan pemerintah dan
kekosongan instrumen hukum sehingga alasan
rakyat menggarap tanah tidak ada landasan
hukumnya.
Dengan terjadinya konflik pertanahan di berbagai
daerah, perlu tim penyelesaian sengketa tanah
yang bertugas membuat pola penyelesaian
masalah, mengiventarisasi, dan memetakan
kasus-kasus pertanahan.
Penyelesaian masalah sengketa lahan yakin
dapat diatasi jika semua pihak ikut berpartisipasi
secara positif demi tercapainya kehidupan yang
aman dan sejahtera di tengah masyarakat
Indonesia.
Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan
terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang
malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana
transportasi.
Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan
masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk
sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.
Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16
(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang
besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan
produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi
konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama
terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan
barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen
semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.
Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap
sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari
kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir
taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.
Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak
menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang
ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada
sebagai alternatif utama transportasi mereka.
Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar
berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan
konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak
tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.
Judul yang paling tepat untuk melengkapi tulisan di atas adalah ….
Cara Mengurangi Macet
Penyebab Tersisihnya Angkutan Umum
Ketergantungan Masyarakat terhadap Angkutan Daring
Solusi Kemacetan Masa Kini
Keberadaan Angkutan Umum
Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan
terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang
malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana
transportasi.
Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan
masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk
sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.
Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16
(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang
besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan
produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi
konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama
terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan
barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen
semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.
Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap
sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari
kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir
taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.
Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak
menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang
ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada
sebagai alternatif utama transportasi mereka.
Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar
berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan
konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak
tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (9) perlu diperbaiki atau tidak ....
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
keefektifan
fleksibilitas
kemudahan
kepastian
Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan
terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang
malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana
transportasi.
Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan
masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk
sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.
Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16
(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang
besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan
produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi
konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama
terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan
barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen
semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.
Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap
sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari
kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir
taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.
Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak
menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang
ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada
sebagai alternatif utama transportasi mereka.
Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar
berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan
konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak
tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (10) perlu diperbaiki atau tidak ....
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
modern
tersohor
luar biasa
baru
Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan
terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang
malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana
transportasi.
Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan
masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk
sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.
Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16
(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang
besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan
produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi
konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama
terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan
barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen
semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.
Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap
sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari
kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir
taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.
Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak
menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang
ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada
sebagai alternatif utama transportasi mereka.
Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar
berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan
konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak
tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (11) perlu diperbaiki atau tidak ....
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
mengelontorkan
memberikan
menyumbangkan
menyerahkan
Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan
terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang
malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana
transportasi.
Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan
masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk
sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.
Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16
(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang
besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan
produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi
konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama
terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan
barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen
semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.
Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap
sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari
kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir
taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.
Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak
menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang
ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada
sebagai alternatif utama transportasi mereka.
Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar
berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan
konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak
tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (12) perlu diperbaiki atau tidak ....
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
trilyiun
triliyun
triliun
tryliun
Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan
terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang
malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana
transportasi.
Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan
masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk
sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.
Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16
(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang
besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan
produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi
konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama
terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan
barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen
semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.
Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap
sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari
kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir
taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.
Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak
menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang
ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada
sebagai alternatif utama transportasi mereka.
Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar
berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan
konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak
tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (13) perlu diperbaiki atau tidak ....
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
“marketing”
"Marketing”
Marketing
marketing
