wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TRY OUT UTBK LEBARAN

Total questions: 80

Worksheet time: 2hrs 44mins

Name
Class
Date
1.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.

Berdasarkan paragraf 1, manakah simpulan di bawah ini yang benar?

a)

Sebagian anak kecil yang sakit sering ke rumah sakit

b)

Sebagian anak kecil yang tidak sakit tidak senang ke rumah sakit

c)

Sebagian anak kecil yang ke rumah sakit tidak berpotensi mengalami sakit

d)

Sebagian anak kecil pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit

e)

Sebagian anak kecil yang sakit flu di rawat inap di rumah sakit

2.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.


Simpulan apa yang dapat ditarik dari paragraf 3?

a)

Anak mendapatkan terapi bermain apabila mereka lebih bersikap kooperatif

b)

Anak mendapatkan terapi bermain apabila mereka patuh dan dapat berkomunikasi dengan orang tua

c)

Anak lebih bersikap kooperatif apabila anak nyaman dalam menjalani perawatan di rumah sakit

d)

Anak mendapatkan terapi bermain apabila menjalani perawatan di rumah sakit

e)

Anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit apabila mendapatkan terapi bermain

3.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.


Berdasarkan paragraf 1, manakah simpulan di bawah ini yang paling mungkin benar?

a)

Anak laki-laki lebih berpotensi sakit dibandingkan anak perempuan

b)

Anak perempuan lebih berani dibandingkan anak laki-laki

c)

Anak-anak sering mendapatkan pengalaman buruk di rumah sakit

d)

Anak-anak merasa takut pergi ke rumah sakit

e)

Anak-anak sering dirawat inap di rumah sakit

4.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.


Berdasarkan paragraf 1, apabila anak-anak tidak disuntik, manakah simpulan di bawah ini yang benar?

a)

Anak-anak tidak dapat pengalaman buruk di rumah sakit

b)

Tidak ada anak-anak ke rumah sakit

c)

Anak-anak merasa takut pergi ke rumah sakit

d)

Anak-anak tidak dirawat inap di rumah sakit

e)

Anak-anak tidak suka ke rumah sakit

5.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.


Manakah pernyataan di bawah ini yang tidak mendukung kalimat bercetak tebal pada paragraf 1?

a)

Banyak anak tidak suka ke rumah sakit karena takut disuntik

b)

Banyak anak mendapatkan pengalaman tidak menyenangkan ketika disuntik

c)

Banyak anak belum pernah disuntik di rumah sakit

d)

Banyak anak belum pernah ke rumah sakit karena takut dokter yang memegang jarum suntik

e)

Banyak anak tidak suka ke rumah sakit walaupun tidak pernah tahu jarum suntik

6.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.


Berdasarkan tabel di atas, jenis permainan yang menempati keberhasilan kedua tertinggi setelah terapi adalah ....

a)

Tali

b)

Bola

c)

Boneka

d)

Monopoli

e)

Rumah-rumahan

7.

Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.


Untuk mengatasi hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudia dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menujukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.


Berdasarkan Tabel di atas, jika hasil tersebut tidak berubah pada masa mendatang, jenis permainan yang paling mungkin dipertahakan untuk diberikan pada anak-anak adalah ....

a)

Tali

b)

Bola

c)

Boneka

d)

Monopoli

e)

Rumah-rumahan

8.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan paragraf 2, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?

a)

Sebanyak 73,68 persen akses air minum layak di bawah capaian nasional.

b)

Pemerintah sudah berhasil bekerja keras dalam pencapaian target penerapan program akses

universal.

c)

Akses air bersih terutama air minum layak hampir merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia.

d)

Pemerintah belum kerja keras dalam upaya pencapaian target dalam penerapan program akses

universal air bersih.

e)

Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu mengalami akses air bersih yang

belum merata.

9.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan paragraf 3, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?

a)

Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air banyak memengaruhi

lanskap pengelolaan penyediaan air minum.

b)

Dalam regulasi yang lama, swasta diperbolehkan melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air

Minum (SPAM).

c)

Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 telah digantikan dengan Undang-Undang nomor 17 tahun

2019.

d)

Dalam regulasi yang baru, BUMN, BUMD, BUMDes yang diharuskan mengelola penyediaan SPAM.

e)

Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bukti tercapainya target

pemenuhan air bersih bagi masyarakat.

10.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan paragraf 5, apabila akses air bersih sudah merata, manakah di bawah ini simpulan yang

PALING MUNGKIN benar?

a)

Masyarakat tidak perlu membeli air bersih.

b)

PDAM atau PAM menjanjikan air teralirkan setiap saat.

c)

Ketika musim kemarau air tetap dapat mengalir dan tidak bergantung pada sumber air.

d)

Tidak ada penyediaan air yang dijual keliling menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.

e)

Masyarakat tidak lagi membeli air dari pihak swasta.

11.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan paragraf 4, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN benar mengenai

masyarakat yang makin sulit mengakses air bersih?

a)

Tanpa bantuan swasta, ketersediaan air menurun dan kesenjangan pemenuhan air bersih dengan

target akses universal 100% tahun ini tidak tercapai.

b)

Kualitas air sungai di Indonesia tidak dapat diandalkan karena tercemar.

c)

Di tahun 2017, 50 sungai di Indonesia kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk,

dan 18 sungai yang kualitasnya membaik.

d)

82 sungai di Indonesia memiliki status tercemar berat.

e)

Hanya sedikit sungai yang memiliki kualitas yang baik.

12.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan paragraf 2, apabila dalam penerapan program akses universal tersebut, pencapaian target

sudah tidak memerlukan kerja keras pemerintah, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN

benar?

a)

Air bersih memiliki kualitas yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah

dimasak.

b)

19 provinsi tidak lagi memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah

capaian nasional.

c)

Pemerintah telah mencapai target akses air bersih 100 persen.

d)

Tinggal sedikit provinsi yang masih memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak

di bawah capaian nasional.

e)

Akses air bersih meningkat pesat.

13.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan gambar tabel Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum Layak, pada tahun

berapakah kenaikan signifikan ketiga terjadi?

a)

2012

b)

2013

c)

2015

d)

2017

e)

2018

14.

Warga mencari air bersih dan mencuci di sekitar aliran sungai Luk Ulo, Desa Pucangan, Kecamatan

Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019). Warga mengandalkan Sungai Luk Ulo

untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Pemerintah menargetkan akses air bersih 100 persen kepada seluruh penduduk pada akhir tahun ini,

sesuai yang diamanatkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Air bersih

adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak. Namun, dalam penerapan program akses universal tersebut,

pencapaian target tersebut masih memerlukan kerja keras oleh pemerintah. Hingga 2018, persentase

rumah tangga yang terakomodasi air minum layak mencapai 73,68 persen. Sebanyak 19 provinsi masih

memiliki persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di bawah capaian nasional. Artinya,

akses air bersih terutama air minum layak belum merata dirasakan oleh rumah tangga di Indonesia. Ini

terutama terjadi di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Lampung, dan Bengkulu.


Dukungan regulasi, tekanan perubahan iklim, dan kondisi kualitas air menjadi bayang-bayang

tercapainya target pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2019 tentang Sumber Daya Air yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 sedikit banyak

memengaruhi lanskap pengelolaan penyediaan air minum. Dalam regulasi yang baru ini, swasta dilarang

melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sementara penyediaan SPAM hanya boleh

dikelola oleh BUMN, BUMD, BUMDes.


Padahal melihat kesenjangan pemenuhan air bersih dengan target akses universal 100% tahun ini

nampaknya pemerintah akan lebih sulit memenuhi target apabila tanpa bantuan swasta. Di sisi lain,

tekanan perubahan iklim dan degradasi lingkungan menyebabkan ketersediaan air menurun. Di musim

kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih mulai meluas. Waduk dan bendungan

yang digunakan untuk menampung air pun ikut surut. Sementara, cadangan air tanah menipis karena

berkurangnya daerah tangkapan air. Kualitas air yang ada pun sebagian besar tidak dapat diandalkan

karena tercemar. Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup 2018, kondisi air sungai di Indonesia pada

umumnya masih berstatus tercemar berat. Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang tahun 2016-2017, 50

sungai kondisinya stagnan, bahkan 14 sungai kualitasnya memburuk. Hanya 18 sungai yang kualitasnya

membaik.


Belum meratanya akses air bersih membuat sebagian masyarakat memilih untuk membeli air bersih.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 47,7

persen masyarakat kini membeli air bersih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Susenas 2010

yaitu 34,6 persen. Salah satu cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah membeli air

dari perusahaan daerah air minum, PDAM dan PAM. Namun, PDAM atau PAM juga tidak menjanjikan air

teralirkan setiap saat. Adakalanya ketika musim kemarau air tidak tentu mengalir, bergantung pada

sumber air. Di saat-saat seperti itulah, seringkali masyarakat membeli air dari pihak swasta yang berkeliling

dengan tangki-tangki air. Cara yang lebih sederhana lagi adalah penyediaan air yang dijual keliling

menggunakan gerobak atau bahkan hanya dipikul.


Kini, jika hanya untuk kebutuhan air minum, masyarakat dimudahkan dengan ketersediaan air minum

dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang. Jika dulu air minum kemasan diproduksi untuk menyasar target

masyarakat kalangan atas, saat ini AMDK justru menjadi kebutuhan hampir seluruh masyarakat.


Berdasarkan gambar tabel Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum Layak, apa yang PALING

MUNGKIN terjadi jika setelah tahun 2018?

a)

Sumber air minum masih belum merata di seluruh Indonesia.

b)

Persentase sumber air minum layak akan meningkat meskipun tidak signifikan.

c)

Masalah sumber air minum layak dapat teratasi.

d)

Persentase sumber air minum layak akan menurun karena makin banyak air sungai yang tercemar.

e)

Persentase sumber air minum layak akan akan stagnan di angka 73,68.

15.

Bilangan yang nilainya lebih besar dari  0,33 ×18190,33\ \times\frac{18}{19}  

a)

 0,99 × 18380,99\ \times\ \frac{18}{38}  

b)

 0,99 × 3380,99\ \times\ \frac{3}{38}  

c)

 0,99 × 6190,99\ \times\ \frac{6}{19}  

d)

 0,66 × 18380,66\ \times\ \frac{18}{38}  

e)

 0,66 × 9190,66\ \times\ \frac{9}{19}  

16.

Di antara lima bilangan berikut yang nilainya paling besar adalah ....

a)

97 × 45%\frac{9}{7}\ \times\ 45\%

b)

187 × 15%\frac{18}{7}\ \times\ 15\%

c)

914 × 60%\frac{9}{14}\ \times\ 60\%

d)

921 × 90%\frac{9}{21}\ \times\ 90\%

e)

1821 × 45%\frac{18}{21}\ \times\ 45\%

17.

x, 27, 9, 45, 27, 63, y

nilai yang tepat menggantikan x dan y adalah

a)

-9 dan 45

b)

-9 dan 81

c)

9 dan 45

d)

45 dan 27

e)

63 dan 45

18.

Dito, Agung, Robi, Dinda, dan Zahra tinggal di Perumahan Ruang Bebas Asri. Mereka bersekolah di tempat

yang berbeda. Jika diukur dari Perumahan Ruang Bebas Asri, sekolah Dito lebih jauh daripada sekolah Robi.

Sekolah Agung lebih dekat daripada sekolah Dinda dan sekolah Zahra


Jika sekolah Dinda lebih dekat daripada sekolah Robi, maka …

a)

Sekolah Robi lebih dekat daripada sekolah Dito.

b)

Sekolah Robi lebih dekat daripada sekolah Agung.

c)

Sekolah Zahra lebih dekat daripada sekolah Agung.

d)

Sekolah Dito lebih dekat daripada sekolah Dinda.

e)

Tidak ada kesimpulan yang tepat.

19.

Dito, Agung, Robi, Dinda, dan Zahra tinggal di Perumahan Ruang Bebas Asri. Mereka bersekolah di tempat

yang berbeda. Jika diukur dari Perumahan Ruang Bebas Asri, sekolah Dito lebih jauh daripada sekolah Robi.

Sekolah Agung lebih dekat daripada sekolah Dinda dan sekolah Zahra


Jika sekolah Agung dan sekolah Dito jaraknya sama dari Perumahan Ruang Bebas Asri, maka anak yang

sekolahnya paling dekat dengan rumah adalah ….

a)

Agung

b)

Dinda

c)

Zahra

d)

Robi

e)

Dito

20.

Nilai 10 dalam segitiga P adalah hasil operasi aritmetik semua bilangan di luar segitiga P. Dengan menggunakan pola operasi aritmetik yang sama, nilai dalam segitiga Q yang paling tepat adalah ....

a)

6

b)

8

c)

12

d)

15

e)

24

21.

Seorang pengendara sepada motor mengalami kemacetan lalu lintas hingga mengakibatkan kecepatan

kendaraannya berkurang 20%. Persentasi waktu tambahan yang diperlukan pengendara tersebut adalah

….

a)

10%

b)

15%

c)

20%

d)

25%

e)

Tidak dapat ditentukan

22.

Ayu akan pergi ke konser perayaan ulang tahun BTS bersama keluarga. Tedapat tiga jalan

menuju lokasi konser. Peluang dia memilih jalan A, jalan B dan jalan C berturut-turut adalah 50%, m, 20%.

Kemungkinan Ayu terlambat jika melalui jalan A, B dan C berturut-turut adalah 8%, 6% dan 10%. Jika

diketahui Ayu terlambat datang ke konser melalui jalan B adalah 0,25 maka nilai m yang tepat adalah ….

a)

12\frac{1}{2}

b)

13\frac{1}{3}

c)

14\frac{1}{4}

d)

15\frac{1}{5}

e)

16\frac{1}{6}

23.

Jumlah dari sepuluh data yang setiap datanya telah dikurangi 9 adalah 30. Maka nilai rata-rata dari data

tersebut sebelum dikurangi 9 adalah ….

a)

9

b)

10

c)

11

d)

12

e)

13

24.

Bentuk sederhana dari:  7  43 + 7 + 43\sqrt{7\ -\ 4\sqrt{3}}\ +\ \sqrt{7\ +\ 4\sqrt{3}}  

a)

 14\sqrt{14}  

b)

 1414\frac{1}{4}\sqrt{14}  

c)

4

d)

7

e)

14

25.

Grafik:  y = 3x+1+x22x+1y\ =\ 3x+1+\sqrt{x^2-2x}+1  untuk x < 0, akan berhimpit dengan

a)

y = 2x + 2

b)

y = 2x - 2

c)

y = 4x - 2

d)

y = 4x + 2

e)

y = 4x

26.

Enam buah data bilangan bulat positif memiliki modus 8, median 9 dan rata-rata 10. Data terkecilnya lebih

besar dari 6 dan data terbesarnya 16. Maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….

(1) Kuartil bawah = 8

(2) Kuartil atas = 12

(3) Jangkauan interquartil = 12

(4) Salah satu dari keenam data adalah 9

a)

(1), (2), dan (3) SAJA yang benar.

b)

(1) dan (3) SAJA yang benar.

c)

(2) dan (4) SAJA yang benar.

d)

HANYA (4) yang benar

e)

SEMUA pilihan benar.

27.

Bangun ruang di bawah ini yang tidak memiliki diagonal ruang adalah ….

(1) Prisma segitiga

(2) Prisma segi empat

(3) Limas segi empat

(4) Prisma segi lima

a)

(1), (2), dan (3) SAJA yang benar.

b)

(1) dan (3) SAJA yang benar.

c)

(2) dan (4) SAJA yang benar.

d)

HANYA (4) yang benar

e)

SEMUA pilihan benar.

28.

Rasio antara jumlah uang yang dimiliki oleh Agung, Budi, dan Citra adalah 2 ∶ 3 ∶ 5. Jika selisih antara jumlah uang Agung dan Budi adalah 𝑥 rupiah, maka total jumlah uang Budi dan Citra adalah ... rupiah.

a)

2x

b)

3x

c)

5x

d)

8x

e)

10x

29.

Tentukan nilai 𝑥 pada bagian yang kosong pada gambar

di bawah ini!

a)

738

b)

678

c)

421

d)

395

e)

284

30.

Tentukan nilai yang tepat untuk mengisi tempat yang

kosong pada gambar di bawah ini!

a)

23

b)

56

c)

78

d)

107

e)

141

31.

Perhatikan pola pada gambar di bawah ini dan tentukan

nilai yang tepat untuk mengisi tempat kosong pada

gambar tersebut!

a)

7

b)

9

c)

11

d)

12

e)

15

32.

Diketahui suku pertama deret geometri tak hingga adalah a dan jumlahnya 10 maka nilai a yang mungkin

adalah ….

(1) a bilangan ganjil kurang dari 9

(2) a bilangan genap kurang dari sama dengan 10

(3) a bilangan prima antara 1 dan 10

(4) a bilangan bulat kurang dari 10

a)

(1), (2), dan (3) SAJA yang benar.

b)

(1) dan (3) SAJA yang benar.

c)

(2) dan (4) SAJA yang benar.

d)

HANYA (4) yang benar

e)

SEMUA pilihan benar.

33.

Misalkan k menyatakan bilangan real yang memenuhi persamaan fungsi kuadrat f(x)=x2+(k21)x+3(2ak)f\left(x\right)=x^2+\left(k^2-1\right)x+3\left(2a-k\right)  . Perpotongan sumbu kurva dengan sumbu -x ?

(1) k - 1 = 2
(2) a = k + 1


a)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

b)

Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.

c)

DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.

d)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.

e)

Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan

34.

  \  Berapakah volume kubus ABCD.EFGH? (1) Panjang rusuk kubus ABCD.EFGH adalah 6 cm. (2) Luas diagonal bidang kubus ABCD.EFGH adalah  362 cm236\sqrt{2}\ cm^2  

a)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

b)

Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.

c)

DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.

d)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.

e)

Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

35.

Bagaimana bentuk persamaan kuadrat dalam bentuk   Ax2+Bx+C=0Ax^2+Bx+C=0  

(1) Jika x = 0 maka y = 0. 

(2) Persamaan kuadrat memiliki akar – akar saling berkebalikan.

a)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

b)

Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup. 

c)

DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup. 

d)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup. 

e)

Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

36.

Jika hanya terdapat satu nilai untuk x, maka berapakah nilai x ?

(1) |2x-1|<9

(2) x adalah bilangan komposit

a)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

b)

Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.

c)

DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA

tidak cukup.

d)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.

e)

Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

37.

Berapakah usia Andi?

(1) Tiga kali usia Andi saat ini sama dengan empat kali usia ayah.

(2) Dua tahun lalu, enam kali usia Andi sama dengan delapan kali usia ayah.

a)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

b)

Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.

c)

DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA

tidak cukup.

d)

Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.

e)

Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

38.

Diketahui besar sudut dalam segi-8 beraturan adalah x.

Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?

a)

P > Q

b)

Q > P

c)

P = Q

d)

Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu dari tiga pilihan di atas.

39.

Diketahui (X39x)2 (X481)(X2+9)>0\left(X^3-9x\right)^2\ \left(X^4-81\right)\left(X^2+9\right)>0  dengan x adalah bilangan bulat. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?

a)

P > Q

b)

Q > P

c)

P = Q

d)

Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu dari tiga pilihan di atas.

40.

Sebuah bank Karya Guna memberikan pinjaman sebesar Rp5.000.000,00. Pinjaman tersebut saat

dikembalikan akan berjumlah Rp5.250.000,00. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q

berikut berdasarkan informasi yang diberikan?

a)

P > Q

b)

Q > P

c)

P = Q

d)

Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu dari tiga pilihan di atas.

41.

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau

miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".


Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,

pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.


Inti wacana di atas adalah …

a)

Istana Tampaksiring yang merupakan bekas

tempat tetirah Raja Gianyar sering digunakan

oleh Bung Karno untuk istirahat.

b)

Seperti Italia, Indonesia juga memiliki bangunan

yang didirikan di atas tanah berkontur miring.

c)

Istana Tampaksiring dibangun di desa bertanah

miring sehingga bangunan ini juga "berbau

miring".

d)

Raja Gianyar membangun Istana Tampaksiring

pada tahun 1957 dengan melibatkan Bung Karno.

e)

Istana Tampaksiring yang dibangun di desa

bertanah miring dan berpemandangan indah tidak

bisa dipisahkan dari Bung Karno.

42.

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau

miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".


Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,

pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.


Berdasarkan wacana di atas, apa yang terjadi jika

istana tersebut tidak dibangun di desa tersebut?

a)

Tidak ada bangunan bersejarah yang “berbau

miring".

b)

Bung Karno tidak akan terlibat dalam setiap

proses pembangunan istana tersebut.

c)

Bung Karno akan jarang beristirahat di bekas

tempat tetirah Raja Gianyar tersebut.

d)

Hanya Italia yang mempunyai menara miring.

e)

Tidak ada pencomotan kata tampaksiring.

43.

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau

miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".


Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,

pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.


Frasa bangunan bersejarah pada paragraf 1 memiliki

makna yang sama dengan kata ….

a)

klasik

b)

gedung

c)

historis

d)

monumen

e)

istana

44.

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau

miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".


Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,

pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.


Kata dicomot dapat diganti dengan kata ….

a)

dicakup

b)

dipegang

c)

dibekuk

d)

diraup

e)

diambil

45.

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau

miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".


Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,

pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.


Lawan makna tetirah pada paragraf 2 adalah ….

a)

mengungsi

b)

menyingkir

c)

menetap

d)

tinggal sementara

e)

memulihkan kesehatan

46.

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah “berbau

miring". Istana Tampaksiring, Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melegenda sebagai tanah miring. Kata tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya "telapak miring".


Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahkan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno. Konon,

pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan Bung Karno. la sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955, istana dibangun 1957, Bung Karno sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat.


Topik yang dibahas pada bacaan di atas adalah ….

a)

Indonesia pun mempunyai bangunan bersejarah

“berbau miring" seperti halnya di Italia.

b)

Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai

menara miring.

c)

Pembangunan Istana Tampaksiring bagian kiprah

mantan Presiden RI Bung Karno.

d)

Semua hal yang berkaitan dengan Istana

Tampaksiring melibatkan Bung Karno.

e)

Istana Tampaksiring sama seperti Pisa.

47.

The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.


As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.


By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.


Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.


How does the first sentence relate to the other sentences in paragraph 1?

a)

the other sentences in paragraph 1 explain further the kinds of integration of technology and media that can be of benefits to young learners

b)

the other sentences in paragraph 1 explain the impact of the integration of technology and media in early education explained in the first sentence

c)

the other sentences in paragraph 1 are examples of the use of technology in education

d)

the first sentence contains information that is contrary to the information in the other sentences

e)

the other sentences vaguely support part of the statement in the first sentence

48.

The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.


As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.


By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.


Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.


The author would apparently agree that ....

a)

successful integration of technology and media is determined by the quality of the computers and the connection of the Internet

b)

the integration of technology and media occurs when the teacher focuses only on the technology itself

c)

the successful integration of technology and media in early childhood education really depends on good educators

d)

educators should be selective in choosing educational goals to be integrated with the use of technology and media

e)

both passive and interactive uses of technology and media are needed as a key to successful learning in early childhood settings

49.

The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.


As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.


By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.


Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.


The author holds an assumption that ....

a)

the interactive media as a learning tool should be used to replace the existing classroom practice

b)

the successful integration of new technology in education requires helpful and good teacher

c)

the benefits of technology and media in childhood classrooms can be achieved by decreasing the use of those tools in teaching and learning

d)

manipulating the colorful shapes to explore color and shapes using technology is the best way to develop interactive learning

e)

the use of paints, markers, crayons and other graphic art materials should be replaced by the integration of technology and media

50.

The integration of technology and media can enhance early childhood practice. Successful integration of technology, and media into early childhood programs involves the use of resources such as computers and the Internet in daily classroom practices. True integration occurs when the use of technology and media becomes routine and transparent—when the focus of a child or educator is on the activity or exploration itself and not on the technology or media being used. Technology integration has been successful when the use of technology and media support the goals of educators and programs for children provides children with digital tools for learning and communicating and helps improve child outcomes.


As the life of children, parents, families, and educators are infused with technology and media, early childhood classrooms can benefit from the possibilities of extending children’s learning through judicious use of these tools. As part of the overall classroom plan, technology and interactive media should be used in ways that support existing classroom developmental and educational goals rather than in ways that distort or replace them. For example, drawing on a touch screen can add to children’s graphic representational experiences; manipulating colorful acetate shapes on a light table allows children to explore color and shape.


By focusing on technology and interactive media as tools—not as ends in and of themselves—teachers can avoid the passive and potentially harmful use of non-interactive, linear screen media that is inappropriate in early childhood settings. Intentionality is a key to developmentally appropriate use.


Exciting new resources in today’s technology-rich world represent the next frontier in digital learning for our youngest citizens, leaving it to talented educators and caring adults to determine how best to leverage each new technology as an opportunity for children’s learning in ways that are developmentally appropriate.


Which paragraph(s) explain(s) the importance of using technology and media wisely so that it can support existing classroom practice?

a)

1

b)

2 & 3

c)

2 & 4

d)

3 & 4

e)

4

51.

The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.


Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.


Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.


Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.


By saying "Today’s buzz words, which include global warming and zero/emissions, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint." in paragraph 1, the author implies that ....

a)

environmental issues have made people more cautious of their actions

b)

global warming and zero emissions become everyone’s concern

c)

people have to take care of their greenhouses carefully

d)

eco-friendly environmental programs should be strongly enforced

e)

all people around the world are aware of global warming

52.

The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.


Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.


Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.


Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.


Which of the following best restates the sentence "The green movement is catching on in many pockets of the world." in paragraph 1?

a)

many people consider it crucial to have eco-friendly environments

b)

people who are aware of environmental issues love safe and healthy surroundings

c)

house designers should consider the importance of green materials

d)

everyone should understand the effect of global warming and zero emissions well

e)

environmentalists are concerned with the green environment

53.

The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.


Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.


Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.


Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.


The false idea that the author may hold about Dockside Green is that ....

a)

it provides all eco-friendly properties

b)

it is a good asset to buy a property in it

c)

it encourages all houses to utilize efficient energy

d)

it reduces global warming and emissions

e)

it is where more natural livings can exist

54.

The green movement is catching on in many pockets of the world. This is especially true in the construction industry. Today’s buzz words, which include global warming and zero-emission, are causing everyday people to look for ways to reduce their carbon footprint. Purchasing environmentally-friendly property is a good investment for those who are concerned about their own health and the well-being of the earth. Based on this trend, entire districts, known as eco-communities, are being designed with green initiatives in mind. Dockside Green in Victoria, British Columbia, Canada is one of these communities. Its goal is to become the world’s first zero-emissions neighborhood.


Builders of Dockside Green have the environment in mind with every choice they make. They ensure proper ventilation and guarantee residents 100% fresh indoor air. Interior and exterior building materials, such as paints and wood, are natural and non-toxic. Eco-conscious builders use bamboo wherever possible because it is durable and does not require pesticides to grow.


Energy efficiency is one of the top priorities in eco-communities, such as Dockside Green. Not only do energy-efficient appliances and light fixtures reduce the environmental impact of heating and hot water, but they also save residents and business owners money. Dockside Green claims that homeowners will use 55% less energy than average residents in Canada. Though they are sharing space by investing in condo-style living, residents will have individual utility meters. Studies show that people use approximately 20% less energy when they are billed for exactly what they use. In addition, water is treated at Dockside Green and reused on-site for flushing toilets.


Planners of eco-communities such as Dockside Green must take the future into account. Dockside Green will reuse 90% of its construction waste. They also plan to continue using local suppliers for all of their transport and maintenance needs. This is a great way to reduce emissions. Dockside residents will be encouraged to make use of a mini-transit system and buy into the community’s car share program. Finally, plans are in the works for a high-tech heating system that will use renewable biomass instead of fossil fuels.


The author organizes the ideas in the passage by ....

a)

describing a new housing trend and providing a detailed example

b)

discussing an environmental issue and providing a way to solve the issue

c)

identifying a community problem and discussing a possible solution to the problem

d)

explaining an environmentally friendly initiative and discussing the impacts of the initiative

e)

establishing a new community initiative that is eco-friendly and explaining the ideas behind the initiative

55.

(1) Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan

pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. (2) Lahan tailing minim unsur hara dan rendah akan bahan organik. (3) Oleh dari itu, diperlukan penambahan bahan organik untuk

mengembalikan fungsi tanah seperti sediakala. (4) Telah diteliti bahwa lahan tailing yang berada di kawasan

pertambangan PT Freeport di Timika, Papua, memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter hingga 6

meter, sedangkan umur lahan tersebut sekitar 20 tahun. (5) Di lahan tersebut juga terdapat tanaman yang

tumbuh secara alami. (6) Sehingga lahan tersebut bisa diberdayakan sebagai lahan pertanian bagi

masyarakat sekitar.


Apakah inti kalimat (1)?

a)

Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan

pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.

b)

Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan.

c)

Sartji Taberima mengatakan sesuatu.

d)

Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan pengendapan pasir sisa tambang bisa

dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.

e)

Sartji Taberima mengatakan tentang lahan tailing.

56.

(1) Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan

pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. (2) Lahan tailing minim unsur hara dan rendah akan bahan organik. (3) Oleh dari itu, diperlukan penambahan bahan organik untuk

mengembalikan fungsi tanah seperti sediakala. (4) Telah diteliti bahwa lahan tailing yang berada di kawasan

pertambangan PT Freeport di Timika, Papua, memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter hingga 6

meter, sedangkan umur lahan tersebut sekitar 20 tahun. (5) Di lahan tersebut juga terdapat tanaman yang

tumbuh secara alami. (6) Sehingga lahan tersebut bisa diberdayakan sebagai lahan pertanian bagi

masyarakat sekitar.


Pernyataan manakah yang TIDAK sesuai dengan isi teks tersebut ?

a)

Penelitian lahan tailing menghasilkan lahan tailing yang bisa dijadikan lahan pertanian

b)

Lahan tailing dapat dijadikan lahan pertanian

c)

Kawasan pertambangan PT Freeport di Timika memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter

hingga 6 meter

d)

Masyarakat dapat memberdayakan lahan tailing untuk lahan pertanian

e)

Lahan tailing merupakan kawasan pengendapan pasir sisa tambang

57.

(1) Peneliti dari Universitas Negeri Papua, Sartji Taberima mengatakan lahan tailing atau kawasan

pengendapan pasir sisa tambang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. (2) Lahan tailing minim unsur hara dan rendah akan bahan organik. (3) Oleh dari itu, diperlukan penambahan bahan organik untuk

mengembalikan fungsi tanah seperti sediakala. (4) Telah diteliti bahwa lahan tailing yang berada di kawasan

pertambangan PT Freeport di Timika, Papua, memiliki ketebalan lahan berkisar antara 1,5 meter hingga 6

meter, sedangkan umur lahan tersebut sekitar 20 tahun. (5) Di lahan tersebut juga terdapat tanaman yang

tumbuh secara alami. (6) Sehingga lahan tersebut bisa diberdayakan sebagai lahan pertanian bagi

masyarakat sekitar.


Apa pesan tersirat di balik teks yang ingin disampaikan penulis?

a)

Peneliti ingin masyarakat mengubah lahan tailing menjadi lahan pertania

b)

Peneliti ingin lahan tailing ditambahkan unsur hara dan bahan organik

c)

Masyarakat dapat ikut serta meneliti lahan tailing untuk lahan pertanian

d)

Tanah tailing ingin dikembalikan bentuk tanahnya seperti semula

e)

Masyarakat dapat peduli mengenai lahan tailing yang akan dijadikan lahan pertanian

58.

(1) Burung termasuk dalam jenis unggas yang bisa terbang. (2) Namun, ada burung yang tidak bisa terbang. (3)

Contohnya, burung unta (Struthio camelus). (4) Burung unta adalah burung terbesar yang masih hidup dan tidak bisa

terbang (5) Dahulu, burung ini terdapat dalam jumlah besar di Afrika dan Asia Barat Daya. (6) Sekarang, burung ini

hanya ditemukan di beberapa daerah di Asia Timur. (7) Ada juga burung unta yang hidup di peternakan di Afrika

Selatan. (8) […], di Australia Selatan, ada burung unta yang sudah dijadikan hewan piaraan. (9) Seperti halnya

burung lain yang tidak bisa terbang, burung unta sudah terbiasa pada kehidupan di tanah dan dapat berlari dengan

baik. (10) Dalam hal ini, ayam tidak bisa disamakan dengan burung unta.


Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat 8

adalah ….

a)

Walaupun begitu

b)

Tetapi

c)

Sementara itu

d)

Sedangkan

e)

Selain itu

59.

(1) Burung termasuk dalam jenis unggas yang bisa terbang. (2) Namun, ada burung yang tidak bisa terbang. (3)

Contohnya, burung unta (Struthio camelus). (4) Burung unta adalah burung terbesar yang masih hidup dan tidak bisa

terbang (5) Dahulu, burung ini terdapat dalam jumlah besar di Afrika dan Asia Barat Daya. (6) Sekarang, burung ini

hanya ditemukan di beberapa daerah di Asia Timur. (7) Ada juga burung unta yang hidup di peternakan di Afrika

Selatan. (8) […], di Australia Selatan, ada burung unta yang sudah dijadikan hewan piaraan. (9) Seperti halnya

burung lain yang tidak bisa terbang, burung unta sudah terbiasa pada kehidupan di tanah dan dapat berlari dengan

baik. (10) Dalam hal ini, ayam tidak bisa disamakan dengan burung unta.


Topik yang mungkin dibahas pada paragraf

berikutnya adalah …

a)

membahas burung yang bisa terbang

b)

membahas habitat burung unta

c)

membahas perbedaan burung unta dan ayam

d)

membahas burung unta secara spesifik

e)

membahas ayam

60.

(1) Burung termasuk dalam jenis unggas yang bisa terbang. (2) Namun, ada burung yang tidak bisa terbang. (3)

Contohnya, burung unta (Struthio camelus). (4) Burung unta adalah burung terbesar yang masih hidup dan tidak bisa

terbang (5) Dahulu, burung ini terdapat dalam jumlah besar di Afrika dan Asia Barat Daya. (6) Sekarang, burung ini

hanya ditemukan di beberapa daerah di Asia Timur. (7) Ada juga burung unta yang hidup di peternakan di Afrika

Selatan. (8) […], di Australia Selatan, ada burung unta yang sudah dijadikan hewan piaraan. (9) Seperti halnya

burung lain yang tidak bisa terbang, burung unta sudah terbiasa pada kehidupan di tanah dan dapat berlari dengan

baik. (10) Dalam hal ini, ayam tidak bisa disamakan dengan burung unta.


Paragraf di atas akan merupakan paragraf yang

memiliki kepaduan jika ….

a)

kalimat (2) dan (3) digabungkan

b)

kalimat (7) dihilangkan

c)

kalimat (8) dan (9) dihilangakan

d)

kalimat (7), (8) dan (9) digabungkan

e)

kalimat (10) dihilangkan

61.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Judul yang paling tepat untuk melengkapi tulisan di atas adalah ….

a)

Dampak Kekerasan pada Anak

b)

Bahaya Kekerasan pada Anak

c)

Bentuk Kekerasan pada Anak

d)

Sebab Akibat Kekerasan pada Anak

e)

Cara Menanggulangi Kekerasan pada Anak

62.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 1 adalah ….

a)

perundang-undangan

b)

memperihatinkan

c)

dijegal

d)

dilecehkan

e)

perlakuan

63.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 4 adalah ….

a)

memerhatikan

b)

memengaruhi

c)

kepedulian

d)

melakukan

e)

kepribadian

64.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 6 adalah ….

a)

kesengsaraan

b)

menanggulangi

c)

penegakkan

d)

mengampanyekan

e)

pemasangan

65.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf kedua kalimat 1 adalah ….

a)

terjadi

b)

dibiarkan

c)

meningkat

d)

membudaya

e)

diterapkan

66.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf keempat kalimat 1 adalah ….

a)

dihiraukan

b)

ditolak

c)

dipungkiri

d)

dipercaya

e)

dibenarkan

67.

[…]

Dewasa ini, kekerasan terhadap anak dapat terjadi di mana-mana. Di sekolah, rumah, atau lingkungan tempat bermain. Perlakuan tidak baik, seperti dipukul, dibentak, dimintai uang secara paksa, dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara seksual. Kenyataan ini tentunya sangat memperihatinkan dan semakin membuktikan bahwa kekerasan terhadap anak sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan walaupun di Indonesia sudah ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur.


¹Di Indonesia, kekerasan terhadap anak sudah […] dan dilakukan turun-temurun. ²Akibatnya, dari

tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. ³Terdapat berbagai macam faktor yang

memicu kekerasan terhadap anak. ⁴Salah satunya dikarenakan oleh kemiskinan atau kesulitan ekonomi

yang dihadapi para orang tua.


¹Kekerasan terhadap anak berkaitan erat dengan faktor kultural dan struktural dalam masyarakat.

²Dari faktor kultural, misalnya, adanya pandangan bahwa anak harus patuh kepada orang tua seolah-olah

menjadi alat pembenaran atas tindak kekerasan terhadap anak. ³Bila si anak dianggap lalai, tidak patuh,

dan […] kehendak orang tua, maka dia akan memperoleh sanksi atau hukuman, yang kemudian dapat

berubah menjadi suatu kekerasan. ⁴Faktor struktural diakibatkan adanya hubungan yang tidak seimbang

baik di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. ⁵Di sini, anak berada dalam posisi lebih lemah

karena secara fifisik, mereka memang lebih lemah daripada orang dewasa dan masih bergantung pada

orang-orang dewasa di sekitarnya. ⁶Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya para

orang tua untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang,

berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari

kekerasan dan diskriminasi.


¹Anggapan bahwa anak adalah milik orang tua sehingga orang tua berhak melakukan apapun

terhadap anak jelas tidak bisa […] sepenuhnya. ²Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah dan

kepedulian masyarakat. ³Sebab pada dasarnya, anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk

dicintai, dijaga, dan dibesarkan. ⁴Selain itu, peran serta lingkungan sekitar dalam memperhatikan seorang

anak akan memengaruhi kepribadian anak di masa yang akan datang.


Diharapkan pemerintah menjadikan masalah kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan sebagai

prioritas utama guna menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih penting lagi, kesadaran masyarakat

untuk ikut membantu mengawasi dan melindungi anak-anak juga perlu ditingkatkan. Kalau ada tetangga

yang memukul anaknya, kita harus berani menegur dan mencegahnya. Sebab, anak-anak dilindungi

Undang-Undang. Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU) No. 4/1979

tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 3/1997 tentang

Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No. 36/1990 tentang Ratififikasi Konvensi Hak Anak. Namun,

realitanya kesejahteraan anak di Indonesia sampai saat ini masih jauh sekali dari harapan.


Oleh karena itu, untuk menanggulangi persoalan kekerasan terhadap anak, perlu adanya

penegakkan hukum yang maksimal. Sebab, bukan tidak mungkin fakta-fakta tentang kesengsaraan dan

kesusahan hidup anak akan menjadi persoalan yang sangat pelik di masa mendatang. Adapun langkah

nyata yang harus dilakukan adalah mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak, seperti

pemasangan stiker, pelatihan kepada ibu-ibu, dan permintaan dukungan dari pemerintah di setiap daerah

agar hak-hak anak perlu dilindungi.


Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf ketiga kalimat 3 adalah ….

a)

mengacuhkan

b)

mengindahkan

c)

menentang

d)

melanggar

e)

menyerang

68.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Penulis di atas berpihak kepada ….

a)

penggarap lahan

b)

aparat keamanan

c)

para pengusaha

d)

praktisi hukum

e)

korban sengketa

69.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Kata rujukan –nya pada frasa langkah berikutnya

mengacu pada ….

a)

Usulan pembentukan tim terpadu.

b)

Tingginya kasus tanah dan potensi konflik di

berbagai daerah.

c)

Tim yang dibentuk.

d)

Respons terhadap kasus sengketa tanah.

e)

Pembuatan pola penyelesaian masalah,

penginventarisasian, dan pemetaaan kasus-kasus pertanahan.

70.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Paragraf 2 seharusnya terdiri atas dua paragraf.

Kalimat yang seharusnya merupakan awal paragraf 3

adalah ….

a)

kalimat 4

b)

kalimat 5

c)

kalimat 6

d)

kalimat 7

e)

kalimat 8

71.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Kalimat tidak baku terletak pada ….

a)

kalimat 12

b)

kalimat 10

c)

kalimat 8

d)

kalimat 4

e)

kalimat 3

72.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Hubungan isi antarparagraf dalam teks di atas yang

paling tepat adalah ….

a)

paragraf ke-2 menjadi penyebab paragraf ke-1

b)

paragraf ke-3 memaparkan contoh paragraf ke-2

c)

paragraf ke-3 merupakan pembanding paragraf

ke-2

d)

paragraf ke-3 merupakan rincian paragraf ke-2

e)

paragraf ke-2 memaparkan akibat paragraf ke-1

73.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Jika informasi di bawah ini ditambahkan dalam

kalimat 11, penggalan kalimat manakah yang akan

mendukung argumen pada kalimat tersebut?

a)

Ketiadaan tekad para petinggi untuk kembali

mendudukkan masalah tanah merupakan

langkah maju dan didukung oleh semua pihak.

b)

Tekad para petinggi merupakan langkah maju

dan didukung oleh semua pihak.

c)

Persoalan tanah sebaiknya tidak memicu konflik

berkepanjangan.

d)

Solusi tersebut tetap harus diupayakan.

e)

Adanya tekad para petinggi untuk kembali

mendudukkan masalah tanah merupakan

langkah maju dan didukung oleh semua pihak.

74.

(1) Mafia tanah diperingatkan agar jangan main-main dengan sengketa tanah sebab bisa menjadi bom waktu di

kemudian hari. (2) Persoalan tanah harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan konflik antarwarga, warga dengan pengusaha, bahkan warga dengan aparat keamanan.


(3) Melihat tingginya kasus tanah dan potensi konflik di berbagai daerah, usul pembentukan tim terpadu kasus

sengketa tanah perlu direspons. (4) Tim dibentuk untuk membuat pola penyelesaian masalah, menginventarisasi, dan memetakan kasus-kasus pertanahan. (5) Bila sudah dapat dipetakan, langkah berikutnya adalah mencari solusi yang dapat dijadikan sebagai pedoman bersama. (6) Untuk kasus-kasus yang dapat memicu konflik, sebaiknya langsung ditangani agar tidak menjadi konflik terbuka. (7) Berbagai pihak menyebutkan bahwa mencuatnya persoalan pertanahan tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah serta tidak adanya instrumen hukum yang jelas. (8) Praktisi hukum selalu mempertanyakan alasan rakyat menggarap tanah: apakah turun-temurun atau karena ada landasan hukumnya? (9) Oleh karena itu, seharusnya sudah dibuatkan hukum sehingga ada pedoman dalam menyelesaikan kasus tanah garapan.


(10) Mengingat tingginya potensi konflik persoalan tanah, masyarakat yakin jika seluruh komponen yang ada di

tengah masyarakat bersatu dan memiliki tekad yang sama dalam menyelesaikan persoalan, masalah sengketa lahan akan dapat diselesaikan. (11) Masyarakat juga yakin bahwa meskipun penyelesaian kasus tanah belum menemukan solusi konkret, […]. (12) Kita tidak ingin persoalan tanah memicu konflik berkepanjangan sehingga mengganggu stabilnya keamanan yang pada akhirnya dapat mengganggu kreativitas pembangunan. (13) Begitu pula soal tanah dikaitkan dengan keterlibatan mafia tanah. (14) Kalau jelas terbukti dan mengarah ke tindak pidana, seharusya diberi tindakan yang tegas sehingga tidak ada peluang bagi mafia tanah untuk ikut bermain yang dapat memicu konflik berkepanjangan.


Manakah rangkuman yang paling tepat untuk teks di

atas?

a)

Masalah pertanahan di Indonesia yang dapat

menimbulkan konflik antarelemen di masyarakat

dan dipicu oleh ketidakpastian hukum dapat

diatasi dengan tekad semua pihak untuk mencari

solusi yang tepat.

b)

Mafia tanah yang menjadi salah satu pemicu

masalah tanah di Indonesia diperingatkan agar

jangan main-main dengan sengketa tanah

antarelemen masyarakat sebab mereka bisa

menjadi konflik.

c)

Mencuatnya persoalan pertanahan di Indonesia

disebabkan kegamangan pemerintah dan

kekosongan instrumen hukum sehingga alasan

rakyat menggarap tanah tidak ada landasan

hukumnya.

d)

Dengan terjadinya konflik pertanahan di berbagai

daerah, perlu tim penyelesaian sengketa tanah

yang bertugas membuat pola penyelesaian

masalah, mengiventarisasi, dan memetakan

kasus-kasus pertanahan.

e)

Penyelesaian masalah sengketa lahan yakin

dapat diatasi jika semua pihak ikut berpartisipasi

secara positif demi tercapainya kehidupan yang

aman dan sejahtera di tengah masyarakat

Indonesia.

75.

Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan

terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang

malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana

transportasi.


Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan

masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk

sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.


Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16

(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang

besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan

produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi

konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama

terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan

barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen

semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.


Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap

sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari

kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir

taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.


Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak

menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang

ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada

sebagai alternatif utama transportasi mereka.


Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar

berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan

konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak

tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.


Judul yang paling tepat untuk melengkapi tulisan di atas adalah ….

a)

Cara Mengurangi Macet

b)

Penyebab Tersisihnya Angkutan Umum

c)

Ketergantungan Masyarakat terhadap Angkutan Daring

d)

Solusi Kemacetan Masa Kini

e)

Keberadaan Angkutan Umum

76.

Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan

terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang

malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana

transportasi.


Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan

masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk

sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.


Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16

(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang

besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan

produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi

konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama

terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan

barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen

semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.


Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap

sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari

kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir

taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.


Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak

menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang

ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada

sebagai alternatif utama transportasi mereka.


Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar

berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan

konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak

tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.


Pertimbangkan apakah kata bernomor (9) perlu diperbaiki atau tidak ....

a)

TIDAK PERLU DIPERBAIKI

b)

keefektifan

c)

fleksibilitas

d)

kemudahan

e)

kepastian

77.

Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan

terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang

malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana

transportasi.


Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan

masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk

sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.


Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16

(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang

besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan

produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi

konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama

terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan

barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen

semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.


Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap

sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari

kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir

taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.


Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak

menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang

ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada

sebagai alternatif utama transportasi mereka.


Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar

berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan

konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak

tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.


Pertimbangkan apakah kata bernomor (10) perlu diperbaiki atau tidak ....

a)

TIDAK PERLU DIPERBAIKI

b)

modern

c)

tersohor

d)

luar biasa

e)

baru

78.

Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan

terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang

malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana

transportasi.


Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan

masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk

sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.


Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16

(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang

besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan

produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi

konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama

terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan

barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen

semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.


Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap

sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari

kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir

taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.


Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak

menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang

ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada

sebagai alternatif utama transportasi mereka.


Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar

berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan

konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak

tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.


Pertimbangkan apakah kata bernomor (11) perlu diperbaiki atau tidak ....

a)

TIDAK PERLU DIPERBAIKI

b)

mengelontorkan

c)

memberikan

d)

menyumbangkan

e)

menyerahkan

79.

Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan

terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang

malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana

transportasi.


Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan

masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk

sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.


Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16

(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang

besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan

produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi

konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama

terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan

barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen

semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.


Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap

sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari

kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir

taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.


Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak

menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang

ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada

sebagai alternatif utama transportasi mereka.


Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar

berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan

konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak

tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.


Pertimbangkan apakah kata bernomor (12) perlu diperbaiki atau tidak ....

a)

TIDAK PERLU DIPERBAIKI

b)

trilyiun

c)

triliyun

d)

triliun

e)

tryliun

80.

Angkutan daring sudah bukan sekadar bisnis semata, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan

terutama masyarakat Jakarta. Kondisi lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana membuat orang

malas membawa kendaraan sendiri, angkutan daring menjadi alternatif utama sebagai sarana

transportasi.


Kurangnya kualitas pelayanan jasa transportasi publik yang ada sekarang menambah deretan alasan

masyarakat lebih menyukai angkutan daring. Adanya kepastian harga dan (9)keefektivan waktu untuk

sampai ke tujuan termasuk alasan lainnya.


Wajar jika perusahaan (10)raksasa sekelas Tencent berani (11)menggelontorkan dana hingga 16

(12)trilyun rupiah kepada salah satu ojek daring, karena bisnis ini memiliki peluang bertumbuh yang

besar. Angkutan daring sebagai salah satu contoh (13)marketing 3.0. Bisnis ini tidak hanya menyediakan

produk atau jasa dan kepuasan konsumen semata, tapi juga menciptakan ketergantungan baik dari sisi

konsumen sebagai pemakai jasa juga para mitra pengemudi angkutan daring. Ketergantungan ini terutama

terjadi pada masyarakat yang bermukim di Jakarta Ditambah lagi dengan fasilitas jasa antar dokumen dan

barang, jasa pesan makanan, jasa bersih-bersih rumah hingga jasa pemijatan juga disediakan. Konsumen

semakin dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas tersebut karena merasa dimudahkan.


Dahulu, sopir angkutan umum seperti sopir taksi atau ojek dipandang sebelah mata. Profesi itu dianggap

sebagai pilihan terakhir atau terpaksa dikarenakan pendidikan terbatas, faktor umur atau sudah susah cari

kerja. Namun, saat ini, mitra pengemudi banyak yang sarjana. Profesi sebagai ojek daring atau sopir

taksi daring tidak dipandang sebelah mata lagi, karena potensi penghasilannya lumayan menggiurkan.


Isu bahwa akan ada peraturan pemerintah mengenai (14)standarisasi tarif angkutan daring tidak

menjadikan bisnis ini redup. Faktor ketergantungan konsumen akan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang

ditawarkan sudah tidak bisa dihilangkan. Konsumen akan tetap memakai aplikasi angkutan daring yang ada

sebagai alternatif utama transportasi mereka.


Keberadaan angkutan daring memberikan pembelajaran berharga untuk angkutan umum lainnya agar

berbenah dalam hal pelayanan kepada konsumen. Mereka tidak bisa seenaknya lagi dalam memperlakukan

konsumen, seperti menurunkan penumpang di tengah jalan, penetapan tarif seenaknya, pura-pura tidak

tahu jalan agar muter-muter sehingga tarifnya menjadi mahal.


Pertimbangkan apakah kata bernomor (13) perlu diperbaiki atau tidak ....

a)

TIDAK PERLU DIPERBAIKI

b)

“marketing”

c)

"Marketing”

d)

Marketing

e)

marketing