NEW
Font size
WorksheetsPH 2 Sistem dan Struktur Politik masa Demokrasi Liberal
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah Indonesia disebut
Demokrasi Parlementer
Demokrasi Presidensial
Demokrasi Pancasila
Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terbuka
Mengapa pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia sering terjadi pergantian kabinet
Program kerja kabinet kurang sesuai dengan keadaan Indonesia pada waktu itu
adanya perbedaan kepentingan diantara partai-partai yang tidak pernah terselesaikan dengan baik
Program yang dicanangkan setiap kabinet sering mendapat penolakan rakyat
Rakyat tidak percaya dengan kabinet tersebut
Adanya politik adu domba yang dilakukan oleh pihak lain
Sistem kepartaian yang dianut pada masa Demokrasi Liberal adalah
Partai Tunggal
Multi Partai
Dwi Partai
Partai Koalisi
Partai Oposisi
Pada masa demokrasi liberal, presiden tidak berperan sebagai kepala pemerintahan karena
ketidakmampuan presiden memilih menteri yang cakap dalam kabinet
sesuai dengan hasil kesepakatan KMB
Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial
Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer
Presiden sudah menduduki jabatan sebagai panglima tertinggi
Sejak masa kabinet Sukiman, politik luar negeri Indonesia menjadi salah satu prioritas pemerintah. adapun politik luar negeri bangsa Indonesia adalah
Dualisme kekuatan
politik dagang
politik kiblat kanan
politik kiblat kiri
politik bebas aktif
Penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Peristiwa Tanjung merawa
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Penyebab kegagalan Kabinet Wilopo adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno sesuai dengan tuntutan daerah
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Salah satu keberhasilan program kerja kabinet Ali Sastroamidjoyo I adalah
kembalinya Irian Barat menjadi milik Indonesia
Diadakannya Konferensi Asia Afrika
Terselenggaranya Pemilu pertama
Repelita
Pembatalan hasil KMB
Dalam sistem Demokrasi Liberal pemegang kekuasaaan pemerintahan adalah
Sekretaris Negara
Perdana Menteri
Wakil Presiden
Panglima TNI
Presiden
Penyebab kegagalan Kabinet Natsir sebagai kabinet pertama pada masa demokrasi liberal di Indonesia sering mendapat kritik. Masalah yang paling banyak di kritik adalah
Adanya peristiwa tanggal 17 Oktober 1952
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Pencabutan PP No.39/1950
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Apa dampak yang ditimbulkan akibat pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal
Hutang ke luar negeri Indonesia semakin banyak
Rakyat tidak percaya adanya parpol
ketidakstabilan politik nasional
Perekonomian masyarakat menurun
Adanya krisis perekonomian di Indonesia
Pelaksanaan Pemilu 1955 bertujuan untuk
Memilih perangkat negara
Memilih partai politik
Memilih presiden dan wakil presiden
Memilih DPRD dan MPR
memilih wakil wakil rakyat yang duduk dalam parlemen dan dewan konstituante
Indonesia secara resmi masuk menjadi anggota PBB pada masa kabinet
Djuanda
Sukiman
Hatta
Wilopo
Natsir
Pelaksanaan Pemilu I dilaksanakan saat kabinet...
Ali Sastroamijoyo I
Ali Sastroamijoyo II
Burhanuddin Harahap
Wilopo
M. Natsir
Konferensi Asia Afrika dilangsungkan saat kabinet....
Ali Sastroamijoyo I
Ali Sastroamijoyo II
Burhanuddin Harahap
Wilopo
M. Natsir
Partai-partai pada masa Demokrasi Liberal lebih cenderung untuk ....
mementingkan kepentingan bangsa darpada kepentingan partainya
secara bersama-sama mendukung program pemerintah
meningkatkan kerja sama antarpartai politik
mementingkan kepentingan partainya daripada kepentingan bangsa
mengutamakan pembangunan fisik
Pada tanggal 29 September 1955 dilaksanakan pemilihan umum yang pertama yang bertujuan untuk memilih ....
presiden dan wakil presiden
anggota DPR
anggota Dewan Konstituante
anggota kabinet
anggota DPR dan Dewan Konstituante
Dewan Konstituante yang dibentuk berdasarkan hasil pemilu yang pertama tahun 1955 mempunyai tugas .....
menetapkan undang-undang yang telah disusun oleh pemerintah
mengadakan pengawasan terhadap jalannya pemerintah
menyusun dan menetapkan Undang-Undang Dasar Sementara
menjalankan roda pemerintahan
menyusun Undang-Undang Dasar yang baru
Dibawah ini meupakan sebab jatuhnya kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah ....
Mundurnya menteri dari Masyumi pada Januari 1957
Adanya Peristiwa Tanjung Morawa
Dikeluarkannya Dekrit Presiden
NU menarik dukungan dan menterinya dari kabinet pada Juli 1955
Penandatanganan dokumen MSA
pada masa demokrasi Parlementer yang menjadi kabinet pertama adalah
Natsir
Sukiman
Wilopo
Juanda
Periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah Indonesia sitem kabinet yang sering mengalami pergantian kabinet karena mosi tidak percaya adalah..
Demokrasi Parlementer
Demokrasi Presidensial
Demokrasi Pancasila
Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terbuka
Berikut ini yang termasuk dalam program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap adalah
Mengembalikan Irian Barat
menyelenggarakan pemilu 1955
Pembatalan KMB
Normalisasi keadaan RI
Menyempurnakan struktur pemerintahan
Mulai berlakunya UUD sementara 1950 sampai Dekret Presiden 5 Juli 1959 telah terjadi beberapa pergantian kabinet sebanyak
5 kabinet
6 kabinet
7 kabinet
8 kabinet
9 kabinet
Kabinet Djuanda disebut juga Zaken Kabinet karena
terdapat tiga orang yang menjabat sebagai waki perdana menteri
memiliki program utama penyelesaian masalah Irian Barat
mendapat dukungan militer dalam menjalankan programnya
memiliki jumlah menteri yang sangat banyak
terdiri atas orang-orang yang ahli di bidangnya
Pemilu pertama tahun 1955 berlangsung dalam dua tahap, tahap pertama tanggal 29 September 1955 dan pada tahap kedua tanggal 15 Desember 1955, tahap kedua pemilu bertujuan memilih...
anggota DPR
Presiden dan wakilpresiden
anggota konstituante
menteri-menteri
anggota kabinet
Jatuh bangunnya kabinet yang terjadi pada masa Demokrasi liberal, secara politis lebih disebabkan oleh faktor...
kabinet tidak memiliki program yang pasti
mosi tidak percaya terhadap kabinet yang berkuasa
kabinet gagal menciptakan stabilitas nasional
tidak dapat merangkul tokoh-tokoh masyarakat
program belum terlaksana dengan baik
Kabinet baru dipimpin oleh Ir. Djuanda membentuk kabinet yang terdiri dari para menteri yang ahli dalam bidangnya dan golongan intelektual, tidak ada unsur partai politik di dalamnya. Program kerja kabinet Djuanda ini dikenal dengan nama.....
Tri Sila
Panca Sila
Panca Karya
Golongan Karya
Persatuan Indonesia
Perhatikan gambar diatas. Dalam perkembangan Demokrasi Parlementer, terdapat 7 Kabinet yang pernah memerintah di Indonesia. Dimana salah satunya pernah memerintah sebanyak 2 kali. Kabinet yang dimaksudkan adalah Kabinet.....
Ali Sastroamijoyo
Wilopo
Natsir
Djuanda
Sukiman
Prestasi yang monumental bertaraf internasional yang ditorehkan oleh kabinet Djuanda terkait dengan kewilayahan adalah...
mengatur kembali teritorial perairan nasional
mengembalikan posisi Nasution sebagai KSAD
peningkatan kesejahteraan perekonomian rakyat
menyelenggarakan Pemilu I bagi bangsa Indonesia
pembubaran Uni Indonesia-Belanda
Peristiwa yang sangat kontroversial pada masa kabinet Djuanda yang terkait dengan pemimpin besar revolusi adalah adalah peristiwa...
pemberontakan antara PRRI-Permesta
konflik dalam badan konstituante
Peristiwa Cikini
perpecahan dalam kabinet antara PNI dan Masyumi
masalah pergantian KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat)
Salah satu dampak negatif dari penerapan sistem pemerintahan Kabinet Parlementer adalah …..
kondisi politik stabil
pembangunan mengalami kelancaran
perekonomian mengalami kemajuan pesat
jatuh bangunnya kabinet sebanyak 7 kali
pemisahan tugas kepala negara dan kepala pemerintahan
Keluarnya Deklerasi Djuanda merupakan hasil gemilang dari kabinet
Natsir
Karya
Wilopo
Burhanudin Harahap
Pemberontakan hampir diseluruh wilayah Indonesia sehingga muncul masalah keamanan dalam negeri, terjadi pada masalah kabinet
Ali Sastroamidjoyo
Moh.Hatta
Sukiman
Natsir
Burhanudin
kabinet Natsir berkuasa mulai 6 September 1950 - 21 Maret 1951, dalam waktu yang cukup singkat dalam pemerintahan Natsir ada prestasi yang dilakukan oleh kabinet. apakah prestasi dari kabinet ini
mampu meredam pemberontakan yang DI/TII
berhasil menyusun rencana Pemilu
sukses melaksanakan Pemilu
Indonesia menjadi anggota PBB
berhasil menyelenggarakan perjanjian dengan Belanda tetang masala Irian Barat
dengan berakhirnya kabinet Natsir, maka pengganti berikutnya adallah kabinet
Juanda
Ali Sastroamjoyo 1
wilopo
sukiman
Burhanuddin
