Font size
WorksheetsCh 10 Materiality and Risk
Total questions: 20
Worksheet time: 13mins
Besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi yang dilihat dari keadaan yang melingkupinya dapat mengakibatkan perubahan atas atau pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan terhadap informasi tersebut, karena adanya penghilangan atau salah saji tersebut
Materialitas
aksesibilitas
disabilitas
prioritas
Auditor bertanggung jawab untuk menentukan apakah terdapat salah saji material dalam laporan keuangan.....
jika terdapat penemuan salah saji material, mereka harus membuatnya menjadi perhatian klien sehingga dapat dilakukan koreksi atas salah saji tersebut.
Jika klien menolak untuk mengoreksi salah saji tersebut, maka auditor harus menerbitkan opini wajar dengan pengecualian atau tidak wajar, bergantung pada seberapa signifikan salah saji tersebut.
Untuk menentukan salah saji material, auditor sangat bergantung pada pengetahuan yang mendalam atas penerapan meterialitas.
Untuk menentukan salah saji material, auditor tidak bergantung pada pengetahuan yang mendalam atas penerapan meterialitas.
Langkah- Langkah Penerapan Materialitas :
1.Menetapkan pertimbangan materialitas awal
2. Membandingkan estimasi salah saji gabungan dengan materialitas dalam penilaian awal atau penilaian yang direvisi
3.Mengalokasikan pertimbangan materialitas awal ke setiap bagian pengauditan
4.Mengalokasikan pertimbangan materialitas awal ke setiap bagian pengauditan
5.Mengestimasikan salah saji gabungan
1-3-4-5-2
1-2-3-4-5
2-3-4-5-1
5-4-3-2-1
Menetapkan pertimbangan materialitas awal :
Pertimbangan materialitas awal merupakan jumlah maksimal dimana auditor yakin dapat terjadi salah saji dalam laporan keuangan namun tidak mempengaruhi keputusan-keputusan para pengguna yang rasional
pertimbangan materialitas awal untuk membantunya merencanakan pengumpulan bukti-bukti audit yang tepat
Jika pertimbangan materialitas awal. berubah maka perlu penilaian materialitas yang direvisi.
Jika pertimbangan materialitas awal. berubah maka Tidak perlu penilaian materialitas yang direvisi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Materialitas :
Materialitas Merupakan Konsep relatif, bukan absolut
Materialitas Merupakan Konsep absolut
Dibutuhkan dasar untuk mengevaluasi materialitas
Tidak Dibutuhkan dasar untuk mengevaluasi materialitas
Faktor-faktor kualitatif juga mempengaruhi materialitas :
Salah saji yang dianggap tidak material dapat menjadi material jika salah saji tersebut berpengaruh pada laba
Salah saji yang dianggap tidak penting dapat menjadi material jika terdapat kemungkinan akibat-akibat yang ditimbulkan dari kewajiban kontraktual tersebut.
Jumlah yang melibatkan kecurangan biasanya dianggap lebih penting daripada kesalahan yang tidak disengaja untuk jumlah nominal uang yang sama karena kecurangan merefleksikan kejujuran dan keandalan manajemen atau personil lainnya yang terlibat.
Jumlah yang melibatkan kecurangan biasanya dianggap Tidak penting daripada kesalahan yang disengaja untuk jumlah nominal uang yang sama karena kecurangan Tidak merefleksikan kejujuran dan keandalan manajemen atau personil lainnya yang terlibat.
Auditor menghadapi tiga kesulitan utama berikut dalam mengalokasikan materialitas ke dalam akun-akun neraca, yaitu :
Biaya audit relatif memengaruhi alokasi tersebut.
Auditor memperkirakan akun-akun tertentu yang memiliki salah saji yang lebih banyak dibandingkan dengan akun-akun lainnya.
Baik lebih saji maupun kurang saji harus dipertimbangkan
Baik lebih saji maupun kurang saji Tidak harus dipertimbangkan
Memperkirakan salah saji dan membandingkannya dengan penilaian awal. Salah saji dalam suatu akun dapat berbentuk :
Salah saji yang tidak diketahui
Salah saji yang diketahui
salah saji yang muncul karena adanya perbedaan antara penilaian manajemen dan penilaian auditor mengenai estimasi saldo akun
proyeksi salah saji berdasarkan pengujian auditor atas sampel yang diambil dari populasi
Proyeksi langsung estimasi salah saji dapat di formulakan :
(Salah saji bersih dalam sampel /Total sampel) x Total nilai populasi yang tercatat
(Salah saji bersih dalam sampel /Total nilai populasi yang tercatat) x Total sampel
(Total nilai populasi yang tercatat /Total sampel) x Salah saji bersih dalam sampel
semua jawaban benar
risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodisikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
Resiko Salah Saji
Resiko Audit
Resiko Deteksi
Semua jawaban benar
RISIKO AUDIT DIGOLONGKAN MENJADI 2 BAGIAN :
Resiko Audit Keseluruhan
Resiko Audit Sebagian
Resiko Audit Individual
Resiko Audit Parsial
Untuk membantu auditor untuk menentukan seberapa banyak dan jenis bukti apa yang harus dikumpulkan auditor untuk setiap siklusnya
MODEL PERENCANAAN
MODEL RISIKO AUDIT DAN PERENCANAAN
MODEL PEREKAYASAAN
MODEL PENCITRAAN
JENIS RISIKO AUDIT :
Risiko BAWAAN
Risiko Deteksi yang Direncanakan
Risiko Pengendalian
Risiko Audit Yang Dapat Diterima
Semua jawaban benar
Risiko sebagai akibat auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.
Ditentukan oleh efektivitas prosedur audit dan penerapannya oleh auditor.
Risiko BAWAAN
Risiko Deteksi yang Direncanakan
Risiko Pengendalian
Risiko Audit Yang Dapat Diterima
Semua jawaban benar
Kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang terkait.
Risiko BAWAAN
Risiko Deteksi yang Direncanakan
Risiko Pengendalian
Risiko Audit Yang Dapat Diterima
Semua jawaban benar
Risiko terjadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas
Risiko BAWAAN
Risiko Deteksi yang Direncanakan
Risiko Pengendalian
Risiko Audit Yang Dapat Diterima
Semua jawaban benar
Mengukur tingkat kesediaan auditor untuk menerima kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan setelah audit selesai dijalankan dan opini wajar tanpa pengecualian telah diterbitkan
Risiko BAWAAN
Risiko Deteksi yang Direncanakan
Risiko Pengendalian
Risiko Audit Yang Dapat Diterima
Semua jawaban benar
Faktor yang Mempengaruhi Risiko Bawaan :
•Sifat bisnis klien
• Hasil pengauditan sebelumnya
• Membuat populasi
• Faktor yang terkait dengan kecurangan dalam laporan keuangan
• Faktor yang terkait dengan penyalahgunaan aset
•Kontrak kerja yang pertama atau berulang
• Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
•Transaksi yang tidak rutin
• Penilaian untuk mencatat saldo akun dan transaksi dengan benar
semua jawaban salah
Cara auditor mengubah audit untuk merespon audit:
Kontrak kerja mungkin memerlukan lebih banyak staf yang berpengalaman
1. Kontrak kerja Tidak memerlukan lebih banyak staf yang berpengalaman
Kontrak kerja harus ditelaah dengan lebih hati-hati daripada biasanya.
2. Kontrak kerja tidak perlu ditelaah dengan lebih hati-hati daripada biasanya.
Semua jawaban salah
Jika audit menginginkan untuk mengurangi risiko audit, auditor dapat menempuh cara:
Menambah jumlah bukti audit yang dikumpulkan, sementara itu tingkat materialitas tetap dipertahankan
Menambah tingat materialitas, sementara itu mempertahankan jumlah bukti audit yang dikumpulkan.
Tidak perlu Menambah jumlah bukti audit yang dikumpulkan dan tingkat materialitas secara bersama-sama.
Menambah sedikit jumlah bukti audit yang dikumpulkan dan tingkat materialitas secara bersama-sama.
