Font size
WorksheetsTO internal UKAI PSPA unmul Feb 2021
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
seorang pasien wanita berusia 32 tahun menderita dermatitis atopik. Dokter meresepkan salep kortikosteroid dan pelembap. Bagaimana cara penggunaan obat tersebut
Keduanya dioleskan tebal tebal
Pelembap dioleskan terlebih dahulu
Salel kortikosteroid dioleskan terlebih dahulu
Keduanya dioleskan bersamaan
Keduanya dioleskan tipis tipis
Seorang pria berusia 34 tahun datang ke dokter mengeluhkan mengalami kebotakan pada rambut. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk pemilihan obat yang dapat meningkatkan aliran darah di sekitar folikel rambut untuk mengatasi alopesia (kebotakan). Apa rekomendasi anda untuk pasien tersebut
Infliksimab
Metotreksat
Minoksidil
Selenium
Takrolimus
Seorang ibu datang ke apotek dengan keluhan infeksi ringan pada kuku di bagian ibu jari kaki. Obat apa yang anda rekomendasikan untuk pasien tersebut?
Amfoterisin B
Griseofulsin
Ketokonazol
Nistatin
Terbinafin
Seorang pasien pria memiliki keluhan gatal di daerah lipatan kulitnya. Setelah diperiksa, ia didiagnosa terkena infeksi jamur. Obat yang direkomendasikan adalah
Ketokonazol
Griseofulvin
Metronidazol
Nistatin
Terbinafin
Seorang pria berusia 45 tahun datang ke klinik dokter dengan keluhan batuk kering. Batuk sudah berlangsung selama 3 hari disertai rasa nyeri berat setiap kali batuk disertai sedikit darah. Pasien tidak mengalami demam dan gejala yang lain. Pria tersebut menjelaskan kepada dokter bahwa ia seorang perokok aktif. Terapi apa yang tepat untuk diberikan pada pria tersebut?
Kodein Fosfat
Dekstrometorfan
Guaifenesin
Ambroxol
Bromhexine
Ny. M berusia 45 tahun datang ke klinik dokter mengeluhkan sesak napas, batuk berdahak terus menerus selama 1 minggu, dan nyeri saat menelan. Dokter meminta pasien untuk melakukan uji lab. Data lab menunjukkan suhu tubuh = 39°C leukosit = 15000 sel/mm (N : 4500-10000 sel/mm), dan CRP = 2,5 mg/dL (N : 1,0 mg/dL). Keesokan harinya pasien kembali ke klinik membawa hasil lab tersebut. Dokter mendiagnosa bronkitis kronis. Dokter meresepkan amoxicilin 500 mg, parasetamol 500 mg dan guaifenesin 100 mg. 3 hari setelah pasien meminum obat. Pasien kembali ke klinik karena gejala nya berubah menjadi batuk kering yang mengganggu aktivitasnya. Terapi apa yang diberikan untuk mengatasi keluhan pasien tersebut?
Efedrin HCl
Pseudoefedrin HCl
Asetilsistein
Bromhexine
Dekstrometorfan
An. C (12 th) pulang kampung kerumah orang tuanya di jepang yang sedang masuk musim semi. Setiap kali pulang kampung An cantik mengalami keluhan bersin-bersin, gatal pada hidung, dan mata berair. Orang tua cantik berkonsultasi kedokter mengenai pengobatan yang disarankan dimana cantik memiliki riwayat penyakit asma setiap musim semi. Dokter mendiagnosa pasien mengalami hipersensitivitas terhadap serbuk sari bunga dan menyarankan untuk menjalani imunoterapi alergen. Hasil pemeriksaan laboratorium Kadar IgE 1010 IU/mL. dokter akan menurnkan kadar igE pasen, dengan anti igE sebagai seorang apoteker obat apa yang dapat disarankan oleh apoteker terhadap kasus di atas?
Omalizumab
Salbutamol
Kromolin
Teofilin
Aminofilin
Pasien A 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan bersin-bersin, gatal, mata merah, hidung meler, sesak nafas, dada sesak, nafas pendek dan alergi terhadap debu. Pasien sebelumnya memiliki riwayat penyakit asma dan STEMI dan sebelumnya mengkonsumi obat akrivastin, salmeterol, aspirin, propanolol serta simvastatin sebagai obat pemeliharaan dari asma dan STEMI. Berdasarkan kasus diatas obat apakah yang dapat menyebabkan asma? Dan sebagai seorang apoteker obat apa yang disarankan untuk menggantikan obat yang menyebabkan asma? (Nilai normal : EKG: Tidak ada ST elevasi, Tekanan darah < 120/ < 80 mmHg, denyut jantung 80-100x per menit)
Obat yang menyebabkan asma Propanolol dan digantikan dengan atenolol
Obat yang menyebabkan asma Akrivastin dan digantikan dengan Timolol
Obat yang menyebabkan asma Propanolol dan digantikan dengan Timolol
Obat yang menyebabkan asma Akrivastin dan digantikan dengan Atenolol
Obat yang menyebabkan asma Akrivastin dan digantikan dengan Nadolol
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke apotek dengan keluhan batuk berdahak yang sering dan sangat mengganggu. Obat apa yang akan diberikan oleh apoteker?
Codein
Difenhidramin
Dekstrometorfan
Gliseril guaiakolat
Efedrin HCl
An. AV 10 tahun dibawa ibunya ke RS karena mengalami sesak napas disertai mengi. Pasien juga mengeluhkan sudah mengalami batuk berdahak sejak 1 minggu yang lalu. Data lab menunjukkan RR 32 x/menit, TD 120/80 mmHg, suhu tubuh 37°C. Diketahui riwayat pasien menderita asma. Terapi pengobatan apa yang disarankan oleh apoteker ?
Salbuven EXP (salbutamol dan GG)
Lasal SYR (salbutamol)
Bisolvon (bromhexine HCl)
OBH combi (OBH, PCT, Efedrin HCl, CTM)
Dextral (Dextromethrophan, GG, PPA, CTM)
Seorang wanita berusia 28 th sedang hamil dua bulan, datang ke apotek dengan keluhan pusing, mengalami mual dan muntah, merasa lemas, sulit bernafas serta hidung tersumbat dan mengeluarkan sekret kental. Berdasarkan penjelasan, pasien ini mengalami morning sickness dan telah didiagnosa dokter memiliki riwayat sinusitis. Pasien mengaku telah mengkonsumsi amoksisilin 500 mg 2x1 untuk meringankan gejala sinusitis, tetapi sejak satu hari yang lalu terhenti karena pasien mengalami mual dan muntah yang hebat sehingga tidak dapat menerima makanan ataupun obat dari luar. Pasien meminta apoteker untuk memberi terapi yang dapat meringankan keluhan yang dialami. Dokter memberikan terapi adjuvant terhadap terapi sinusitis pasien, sebagai apoteker pemilihan terapi apa yang dapat disarankan
Ambroxol
Glyceryl Guaiacolate
Antibiotik
Inhalasi Aromatis
Natrium Diklofenak
Pasien A dengan usia 50 tahun, datang ke IGD mengeluh sesak nafas hebat disertai keringat dingin. Di IGD dokter memberikan terapi oksigen, namun pasien masih mengalami sesak nafas. Dokter mendiagnosa depresi nafas. Pasien memiliki riwayat penyakit DM dan telah menerima terapi metformin 500 mg. Obat apakah yang anda sarankan untuk pasien tersebut?
Doksapram
Salmeterol
Salbutamo
Teofilin
Aminofilin
Seorang pasien laki-laki berumur 10 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk dan sesak napas pada saat latihan sepak bola. Pasien memang meiliki riwayat asma. Sebelumnya pasien diberikan resep albuterol dan kortikosteroid yang diadministrasikan dengan nebulizer. Pasien saat ini didiagnosa EIB (exercise-induced bronchospasm) dan dirawat di ruang ICU. Bagaimana pilihan terapi yang tepat untuk pasien tersebut?
Kortikosteroid diganti kromolin nebulizer
Kortikosteroid diganti kromolin nebulizer dan ditambahkan montelukast oral
Kortikosteroid dilanjutkan dan ditambahkan montelukast oral
Kortikosteroid dilanjutkan dan ditambahkan kromolin nebulizer
Kortikosteroid dilanjutkan dan tidak ada penambahan terapi
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun dibawa ke klinik dokter dengan keluhan sesak napas, batuk, bersin-bersin, hidung berair dan gatal. Gejala ini juga memburuk pada malam hari. Orang tua menyatakan bahwa anak tersebut sering merasakan gejala tersebut setiap musim semi. Ayah dan kakak pasien memiliki riwayat asma dan alergi pada makanan dan serbuk sari bunga. Pasien didiagnosa asma dan rhinitis alergi oleh dokter. Pasien memberikan albuterol MDI untuk asthma reliever, montelukast sebagai controller, dan cromolyn untuk engobati rhinitis alergi. Dokter meminta apoteker memberikan bentuk sediaan yang paling sesuai. Saran terapi yang tepat untuk pasien tersebut adalah?
Cromolyn oral
Cromolyn nebulizer solution
Cromolyn intranasal spray
Cromolyn IV
Cromolyn MDI
Tn W berusia 40 th datang ke rumah sakit dengan keluhan kelelahan ketika berjalan jauh, dan berbicara dengan terputus putus. Setelah melakukan pemeriksaan didapatkan hasil FEV1/FVC 70% dan variabilitas APE 30%. Dokter mendiagnosa pasien menderita asma. Sebagai seorang apoteker obat apakah yang disarankan untuk pasien tersebut?
Salbutamol
Salmeterol
Teofilin intravena
Ipratropium bromide
Tiotropium
Ny. F (30 th) masuk rumah sakit mengeluhkan susah bernafas, rasa berat di dada, mengi, sulit tidur dan batuk dalam seminggu. Diketahui pasien memiliki riwayat asma dan dari keluarga diketahui gejala eksaserbasi yang dialami pasien muncul dimalam hari. Pasien sebelumnya menggunakan salbutamol 200 mcg 3x1 p.r.n (1-2 hirupan). Bagaimana tatalaksana terapi yang apoteker sarankan kepada dokter untuk kondisi tersebut
Salbutamol inhalasi 200 mcg p.r.n dan budesonid 200 mcg inhalasi
Salbutamol inhalasi 200 mcg p.r.n dan flutikason popionat 1000 mcg inhalasi
Salbutamol inhalasi 200 mcg p.r.n dan dexametason 9 mg tab
Salbutamol inhalasi 200 mcg p.r.n dan metil prednisolon 60 mg tab
Salbutamol inhalasi 200 mcg p.r.n dan beklometason diropionat 600 mcg inhalas
Mr. H (60th) masuk RS dengan keluhan demam dan sakit kepala, batuk berdahak, disertai pilek ,sesak nafas, rasa sesak di dada disertai mengi dan ngomong yang terbata-bata , rasa sakit pada bagian punggung dan kaki dan sulit digerakkan, postur tubuh membungkuk. Diketahui pasien memiliki riwayat Asma 10 tahun dengan pemakaian obat salbutamol 200 mcg 2x1 (1-2 hirupan) dan predisolone 40 mg 1x1 yang teratur . Dari pengecekan lab diketahui APE <50%, nadi =80 x/menit, T score pasien sebesar -3, kadar kalsium dalam darah 7,1 mg/dL. Kemudian pasien didiagnosa osteoporosis dengan asma akut yang mengalami kekambuhan. Dokter kemudian meresepkan obat parasetamol, 325 mg 1x1, Bromheksin HCL 10 ml 3x1, salbutamol 200 mcg 3x1 (4-5 hirupan), metil predison 4 mg 1x1, Natrium alendronate 10 mg 1x1. Dari kombinasi obat tersebut, obat mana yang bisa menginduksi osteoporosis?
Natrium alendronate 10 mg 1x1
Salbutamol 200 mcg 3x1
Metil Prednison 4 mg 1x1
Parasetamol 325 mg 1x1
Bromheksin HCL 10 ml 3x1
Tn. Toni 45 th datang ke klinik dengan keluhan batuk kronik berdahak dan sesak nafas. Setelah diuji lab, pada sputum pasien ditemukan positif neutrophil. Diagnosa dokter, pasien terkena PPOK. Pasien diketahui memiliki kebiasaan merokok yang cukup sering dan memiliki riwayat tukak lambung. Pasien sudah mendapatkan terapi bronkodilator dan antibiotic untuk mengatasi PPOK yang diderita. beberapa hari kemudian, pasien datang kembali karena mengeluhkan batuk yang semakin parah dan keluar sputum yang berubah warna dan sangat viscous. Dokter mengatakan bahwa terjadi eksaserbasi akut pada pasien tsb. Terapi apakah yang dapat disarankan oleh apoteker kepada dokter?
Ambroxol
Pseudoephedrin HCL
amonium klorida
Glyceryl guaiacolate
Ephedrin HCL
Tn X Umur 37 tahun datang ke rumah sakit, dengan keluhan Nyeri pada kepala, demam tak kunjung reda selama 3 hari, selain itu pasien mengaku selalu batuk disertai dahak yang kental serta sedikit berwarna dan makin memburuk setelah istirahat, sebelumnya pasien mempunyai riwayat PPOK. Hasil Uji kultur kuman pada sputum pasien menunjukan + Klebsiella sp. Sebelumnya pasien telah mengkonsumsi obat Amoxicilin, Dokter mendiagnosa pasien resisten terhadap antibiotik sebelumnya dan ingin menggantinya, sebagai apoteker saran untuk dokter sebagai pengganti pengobatan antibiotik pada pasien diatas adalah
Co- Amoxiclav
Amikacin
Gentamicin
Eritromisin Stearat
Claritromisin
Tn. AB (35 th) datang berobat dengan keluhan rasa nyeri pada wajah, sakit kepala, berkurangnya kemampuan mencium (anosmia) dan demam (38,5℃). Keluhan dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Pasien didiagnosa sinusitis akut. Manakah obat yang tepat untuk pasien tersebut?
Ambroxol 30 mg 3 kali sehari
Amoxcillin 500 mg 4 kali sehari
Pseudoefedrin HCl 60 mg 4 kali sehari
Bromhexin 30 mg sehari
Dextromethopran 30 mg 2 kali sehari
Tn A (30 th) diantar ke Rumah Sakit dengan keluhan rasa penuh di telinga dan penurunan pendengaran pada kedua telinga sejak satu minggu yang lalu. Pasien sering bersin-bersin yang hilang timbul sejak empat tahun yang lalu. Keluhan disertai hidung sering gatal keluar cairan berwarna bening dan encer, serta hidung tersumbat. Keluhan memberat dalam dua minggu terakhir. Allergic salute (+). Dokter meresepkan obat amoxicillin 3x500mg, Phenylpropalamine 4x20 mg, cetirizine 1x10mg. Setelah mengkonsumsi obat 1 bulan pasien mengeluhkan gangguan penglihatan. Sebagai apoteker, apa terapi yang anda sarankan?
Mengganti phenylpropalamine menjadi Pseudoephedrin HCL 4x60 mg/hari
Menurunkan dosis phenylpropalamine 2x20 mg/hari
Menaikan dosis ceterizine 3x10mg/hari
Mengganti amoxicillin menjadi ampicillin
Menaikkan dosis phenylpropalamine 6X20mg/hari
Ny. S (20 tahun) datang kerumah sakit dengan keluhan rasa sakit di dada,sesak napas, dan mengi. Pasien mengaku mengalami serangan sesak nafas terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir terjadi 2-4 kali. Riwayat pengobatan Salbutamol 4 mg. Manakah obat yang tepat untuk mengatasi kondisi pasien tersebut?
Salbutamol
Salbutamol + metil prednisolon
Indakaterol+Glikopironium
Ipratropium Bromida
Efedrin Hidroklorida
Ny. M (46 th) masuk rumah sakit dengan keluhan pusing, demam, batuk berdahak, sesak napas sejak 2 hari berturut-turut pada malam hari. Ybs memberitahu bahwa mempunyai riwayat asma akut. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat infeksi bakteri Mycoplasma pneumonia, dan dokter mendiagnosa bahwa pasien terkena pneumonia. Oleh karena itu obat manakah untuk menangani kondisi tersebut?
Salbutamol+Ipratropium bromida+Eritromisin
Teofilin+Ceftriaxone
Salbutamol+Tetrasiklin
Asetilsistein+Gentamisin
Bromhexin+Cefixime
Ny. A (65 tahun) merasakan rasa sakit pada bagian punggung dan kaki serta sulit digerakkan, postur tubuh pasien terlihat membungkuk. Berdasarkan hasil lab T score pasien sebesar -3,0, kadar kalsium dalam darah 6,0 mg/dL (N = 8,8 – 10,4 mg/dL) pasien didiagnosa mengalami osteoporosis. Terapi apakah yang cocok dengan keadaan pasien tersebut ?
Alendronat
Strontium ranelat
Kalsitonin
Prednisone
Calcitriol
Seorang pria berusia 75 tahun mengeluhkan rasa sakit pada punggung bagian atas. Kondisi fisik pasien terlihat membungkuk. Pasien saat ini memiliki diagnosa gagal kronik stage 4. Hasil pemeriksaan lab menunjukkan bahwa nilai CLCR = 15 mL/min, T score pasien sebesar -3,0. Kemudian pasien didiagnosa renal osteodystrophy. Apa terapi yang tepat untuk pasien tersebut?
Asam zoledrona
Raloxifene
Denosumab
Calcitonin
Ibandronat
Seorang laki-laki berusia 38 tahun mengeluhkan kehilangan libido, disfungsi ereksi, sulit tidur serta berkurangnya massa otot dan stamina. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar FSH 22 mIU/mL, kadar LH 15 mIU/mL dan kadar testosterone 210 ng/dL. Menurut diagnosa dokter pasien mengalami hipogonadisme. Terapi apa yang tepat digunakan pada pasien dengan kasus diatas ? (Nilai normal FSH 1,3-19,3 mIU/mL; LH 1,8-12 mIU/mL; Testosterone Dewasa: >250 ng/dL)
Siproteron Asetat
Fenasterid
Testosteron Undekanoat
Dutasterid
Dutasterid + tamsulosin hidroklorid
Tn D berusia 55 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri tulang terutama pada bagian punggung. Hasil lab menunjukkan PSA 6 ng/mL, colok dubur terdapat nodul yang keras asimetrik dan berbenjol-benjol. Dokter mendiagnosa pasien menderita kanker prostat ringan disertai inflamasi pada bagian kelamin Obat apakah yang tepat diberikan kepada pasien? (Nilai Normal PSA 4 ng/mL)
Finasterid dan Aspirin
Mesterolon dan aspirin
Fluoksidmesteron dan aspirin
Testosteron undekanoat
Aspirin
Nn. U (24 th) memiliki BB 68 kg dan TB 150 cm. Pasien mengeluhkan menstruasi yang tidak teratur dan mengalami tumbuh rambut diwajah secara berlebihan. Data lab menunjukkan kadar gdp 150 mg/dL dan tes hormon hari kedua menstruasi didapatkan FSH: 1,7 mIU/mL; Estradiol: 450 pg/mL; LH: 3,6 mIU/mL. Terapi pengobatan apa yang sebaiknya diberikan untuk pasien?
Klomifen+ metformin
Bromokriptin
Etinil estradiol
Glimepiride+Tamoksifen
Metformin
Ny. N (27th) datang ke rs bersama suaminya, berkonsultasi dalam kesalahan pemakaian kontrasepsi oral. Bahwa ny. Neni lupa sudah lewat 7 hari dari jadwal penggunaan kontrasepsi 1 bulan. Terakhir berhubungan intim 2 hari yang lalu dalam keadaan masa subur. Ny. Neni bertanya kepada dokter agar memberikan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Diketahui memiliki riwayat ulkus peptikum akut. Sebelumnya rutin menggunakan antasida dan cimetidin. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk terapi yang diberikan sesuai dengan keluhan. Sebagai seorang apoteker apa yang akan direkomendasikan ?
Levonorgestrel
Ulipristal asetat
Etinil estradiol+Norgestimat
Dienogest
Nomegestrol asetat
Tn. XY datang ke UGD dengan keluhan utama lemas dan wajahnya terlihat pucat. Keluhan lemas mulai dirasakan sejak 4 hari SMRS. Pasien tidak dapat melakukan aktivitas sehingga hanya bisa berbaring dan duduk-duduk saja. Keluhan lemas ini sudah sering dirasakan pasien sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu dan hilang timbul. Pasien juga mengeluh mengalami pusing sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Pusing dikatakan timbul bersamaan dengan keluhan lemas, pusing dirasakan terus-menerus sepanjang hari dan tidak hilang dengan istirahat. pemeriksaan pada sumsum tulang belakang yaitu sumsum tulang yang menunjukkan gambaran sel yang sangat kurang banyak jaringan penyokong dan jaringan lemak serta pemeriksaan HB dengan nilai hb 6 g/dL. Dokter mendiagnosa pasien mengalami anemia aplastic. Sebagai apoteker, terapi apa yang disarankan untuk pasien tsb?
Natrium levotiroksin
Oksimetolon
Sulfonilurea
Deksametason
Prednisolon
Nyonya Z Berusia 35 thn dengan BB 55kg didagnosis menderita GGK dengan komplikasi anemia aplastik megkonsumsi terapi androgen oksimetolon 55 mg/per hari. Selama penggunaan 3 bulan pasien masih mengeluhkan rasa pusing dan mudah sekali lelah, diketahui kadar Hb 8 g/dl, trombosit 43x109/L, leukosit 2,5x109/L dan retikulosit 28x109/L. Pengobatan apa yang tepat dan dapat diberikan, pada kasus tersebut?
Meningkatkan dosis terapi oksimetolon
Mengkombinasikan terapi oksimetolon
Menghentikan terapi oksimetolon
Menambahkan terapi oksimetolon dengan eritropoietin
Menggantikan terapi oksimetolon dengan eritropoietin
Seorang laki-laki berusia 58 tahun dengan keluhan kelelahan, penurunan nafsu makan sehingga menyebabkan hilangnya berat badan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar natrium 110 mEq/L, kalium 6,5 mEq/L, cortisol 12 mcg/dL. Pasien didiagnosa terkena penyakit Addison. Terapi apakah yang diberikan kepada pasien tersebut?
Hidrokortisone IV dan Dexametasone Oral
Hidrokortisone IV dan Betametasone IV
Hidrokortison IV dan Fludrokortisone asetat Oral
Hidrokortison IV dan Prednisone Oral
Hidrokortison IV dan Triamcinolone IV
Seorang pasien wanita 11 tahun masuk rumah sakit dengan gejala selama 2 bulan mengalami nyeri perut, muntah kekuningan setelah makan, dan demam, kelelahan, dan sering buang air kecil. Penilaian fisik menunjukkan hasil pigmentasi cerah pada bibir, pucat, dan BMI 17,9 kg/m2. Tanda vital pasien tekanan darah 80/50 mmHg, suhu tubuh 37ᵒC, HR 100/menit, dan RR 20/menit. Hasil laboratorium kadar Na+: 120 mEq/L , K+: 5,5 mEq/L (Normal Na+ 135-145 mEq/L, K+ 3,3- 5,0 mEq/L). Riwayat pasien dan berdasarkan hasil observasi menunjukkan tanda-tanda insufisiensi adrenal. Untuk mengonfirmasi hal ini dilakukan tes untuk menilai fungsi korteks adrenal dan ditemukan kadar kortisol 4,29 mcg/dL (Normal: 18 mcg/dL), ACTH 500 pg/mL (Normal: 400-2000 pg/mL). Sebelumnya pasien mengonsumsi fludrokortisone 0,2 mg/hari. Hasil echocardiogram mengindikasikan adanya pembesaran (dilasi) ventrikel kiri, EF 26%. USG jantung menunjukkan dilated cardiomyopathy. Pasien diberikan terapi furosemide, bisoprolol dan kaptopril. Tindakan apa yang dilakukan untuk terapi adrenal insufisiensi dengan kondisi pasien tersebut?
Fludrokortisone dikurangi perlahan lalu dihentikan
Fludrokortisone dikurangi dosisnya
Fludrokortisone diganti dengan dexamethasone
Fludrokortisone diganti dengan prednisone
Fludrokortisone langsung dihentikan
Ny. J usia 39 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri setiap kali haid, nyeri setiap kali berhubungan dan nyeri pinggang kronis. Hasil dari pemeriksaan laboratorium menggunakan laparoskopi dokter mendiagnosa endometriosis stadium awal. Sebelumnya pasien menggunakan ibuprofen untuk mengobati nyerinya, pasien juga mempunyai riwayat infertilitas. Sebagai seorang apoteker obat apakah yang anda sarankan untuk pasien tersebut?
Danazol
Ganireliks
Setroreliks Asetat
Bromokriptin
Kabergolin
Ny. A berusia 35 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan kelopak mata kirinya tidak bisa dibuka sejak satu hari sebelumnya dan sebelumnya pasien melihat ganda jika menggunakan kedua matanya, nyeri kepala seperti ditusuk-tusuk, terasa sakit saat berhubungan intim dan mentruasi yang tidak lancar. Hasil dari lab menunjukkan TD 130/90mmHg, nadi 82 kali/menit, kolesterol total 270 mg/dL, LDL 190 mg/dL, HDL 40 mg/dL, TG 100 mg/dL. Pemeriksaan menunjukkan kadar prolaktin 70 µg/L dan hasil MRI menunjukkan adanya tumor (12mm). Dokter mendiagnosa hiperprolaktin dan hiperlipidemia. Obat apakah yang tepat untuk pasien tersebut?
Danazol dan Rosuvastatin
Bromokriptin dan Simvastatin
Cabergolin dan Simvastatin
Ganireliks dan Lovastatin
Gestrinon dan Atorvastatin
Ny. N (35 th) penderita hipertiroid 2 tahun datang ke IGD dg keluhan tremor, gugup, cemas dan takikardi. Pasien sebelumnya mendapatkan resep obat PTU dan propanolol. Diketahui saat pemeriksaan pasien sedang hamil trimester ke3, bagaimana saran apoteker kepada dokter untuk pasien kondisi tersebut?
propanolol dan PTU
labetolol dan metimazol
labetalol dan PTU
propanolol dan metimazol
diltiazem dan metimazol
Ny.Arini 40 th datang ke RS dg keluhan nyeri dada menjalar sampai lengan, sesak napas dan lemas Sebelumnya pasien memiliki riwayat tiroid dengan pemakaian obat levotiroksin 50 mcg. Data lab menunjukkan Chol T= 230 mg/dL, BP = 180/94 mmHg; total T3 50 ng/dL dan T4 1,5 mcg/dL. Hasil lab ini diduga adanya interaksi obat. Kemudian pasien didagnosa terkena angina. bagaimana tatalaksana terapi Levotiroksin dengan kondisi pasien tersebut?
Dilanjutkan dengan dosis yang sama
Dosis diturunkan menjadi 25 mcg/hari,
Dosis diturunkan menjadi 5 mcg/hari,
Dosis diturunkan menjadi 12,5 mcg/hari.
Obat diberhentikan selama 1 minggu
Seorang pasien wanita dengan umur 38 tahun, datang kedokter spesialis onkologi, dengan keluhan memilki perubahan tekstur kulit pada payudara serta terdapat benjolan kecil pada bagian ketiaknya, dokter telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pasien untuk menentukan pasien mempunyai kanker atau tumor biasa, dari hasil labnya ternyata ditemukan hasil berupa ER-Positive, dan Hasil CT-scan menunjukkan tidak adanya penyebaran sel tumor pada daerah jaringan lemak payudara. Pasien didiagnosa dengan LCIS dan termasuk dalam stage 0.
Berapa lama tamoxifen dapat diberikan pada pasien tersebut?
3 tahun
3,5 tahun
4 tahun
4,5 tahun
5 tahun
Pasien wanita berumur 32 tahun telah menderita kanker payudara DCIS, dan telah melakukan mastectomy. Selama beberapa bulan terakhir pasien diberikan tamoxifen 20mg 2x1 sebagai terapi pemeliharaan. Dalam beberapa bulan ini pasien mengeluhkan sakit dibagian pinggul yang hebat dan terkadang menjalar hingga ke bagian punggung dan paha pasien. Dokter mendiaknosa pasien terkena gangguan berupa endometriosis. Dokter meminta apoteker untuk mempertimbangan pemakaian obat yang tepat pada pasien tersebut, obat apa yang dapat digunakan dalam pengobatan untuk pasien diatas ?
Anatrozole
Fulvestrant
Letrozole
Paracetamol
Toremifene
Tn. A (35th) merupakan pasien penderita akromegali dengan kondisi pertumbuhan badan yang tidak wajar setelah berumur 30 tahun. Riwayat pengobatan pasien sebelumnya menggunakan bromokriptin 2X1,25mg/hari. hasil pemeriksaan lab menunjukan kadar insulin like grwoth factor-1 (IGH) px 1000ng/ml. Sebagai apoteker apa yang anda rekomendasikan?
octreotide
pergolide
pegvisoman
kabergoline
lisuride
Tn. C berusia 50th (BB 60) masuk kerumah sakit mengeluhkan terjadinya pembesaran pada dada semenjak beberapa bulan terakhir. Px mengaku memiliki riwayat penyakit GGK stage 5 selama -+ 4 tahun terakhir dan telah melakukan hemodialisis. Hasil pemeriksaan dokter px didiagnosa mengalami hiperprolaktinemia dan meresepkan bromokriptin 2,5mg/hari, namun px mengeluhkan terjadi nyeri dada, batuk kering, dan sulit bernapas saat tidur. Sebagai apoteker apakah terapi yang anda sarankan?
octreotide 0,05 mg/hari
pergolide 0,025mg/hari
pegvisoman 40 mg/hari
kabergoline 0,5 mg/hari
lisuride 0,2 mg/hari
Tn.B (47 th) dengan BB 70 kg dan TB 168 cm. Pasien masuk RS, dan diketahui gula darah sewaktunya 430 mg/dL. Pasien tersebut butuh penanganan secara cepat . Obat manakah yang tepat untuk kondisi tersebut?
Insulin glargine
Insulin Ultralente
Insulin NPH
Insulin Insulatard HM
Insulin detemir
Seorang pasien perempuan usia 56 tahun menderita DM hiperglikemia dengan kadar glukosa darah sewaktu 400 mg/dL. Pasien mengeluhkan penurunan berat badan, tenaga kurang, luka susah sembuh pada daerah kaki, mudah lelah, polidipsi dan poliuria. Riwayat penyakit Hipertensi 180/110 mmHg. Riwayat pengobatan Gliclazide 2x80 mg/hari, untuk hipertensi diltiazem 30 mg 3x sehari, captopril 25 mg 3x sehari. Bagaimana terapi obat yang tepat untuk diberikan kepada pasien?
Gliclazide + Captopril
Gliclazide + Captopril + Diltiazem
Metformin + Pioglitazone + Amlodipin + Valsartan
Gliclazide + Diltiazem
Insulin + Diltiazem+ Captopril
Ny. X (75 tahun) masuk rumah sakit dengan keluhan sakit pada pinggul dan tulang belakang. Pasien mempunyai riwayat osteoporosis sejak 5 tahun yang lalu pasien rutin mengkonsumsi alendronat 10 mg 1 x 1 hari. Pasien datang bersama anaknya untuk melakukan DEXA scan. Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh nilai T score = - 3,0 (N= > - 2,5) dokter mendiagnosa terjadi fracture pada bagian tulang belakang dan pinggul. Dokter meminta saran kepada apoteker untuk memperbaiki kondisi pasien tersebut. Saran apa yang sebaiknya diberikan oleh apoteker ?
Mengganti terapi menjadi denosumab
Melanjutkan penggunaan alendronat
Mengkombinasikan alendronat dengan teriparatid
Mengganti terapi dengan vitamin D dan kalsium
Mengganti terapi dengan teriparatide
Tn B (65 th) datang kedokter spesialis kulit kelamin dengan keluhan sering buang air kecil di malam hari, nyeri saat buang air kecil, dan buang air kecil tidak tuntas. Hasil pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination) menujukkan adanya pembesaran prostat (>20 gram), hasil pemeriksaan PSA (Prostate- Spesific Antigen) : PSA 7 ng/ml, AUA 12 (Normal PSA= 4 ng/ml, AUA =0). berdasarkan hasil datalaboratorium dokter mendiagnosa pasien mengalami BPH (benign prostatic hyperplasia) Moderate. Sebagai seorang apoteker, obat apa yang tepat direkomendasikan kepada pasien diatas?
Dutasterid + Tamsulosin hidroklorida
Finasterid + dutasterid
Mesterolon
Fluoksimesteron
Testosteron undekanoat
Seorang anak laki laki berusia 12 tahun datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin bersama orang tuanya mengeluhkan terjadinya penurunan berat badan, kelainan fungsi testis serta adanya gangguan pertumbuhan pada penis dan testis. Pasien memiliki perawakan tinggi dan memiliki suara seperti anak-anak. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar FSH 20 mIU/mL, LH 14 mIU/mL dan testosteron 150 ng/dL. Terapi apa yang tepat untuk pasien tersebut? (Nilai normal FSH 1,3-19,3 mIU/mL; LH 1,8-12 mIU/mL; Testosterone Dewasa: (300–1100 ng/dL).
Testosterone Undekanoat
Fenasterid
fluoxymesterone
Dutasterid
Mesterolon
Ny. Ayu berusia 29 tahun memiliki BB 55 kg dan TB 160 cm. Pasien ingin melakukan program kehamilan tetapi mengeluhkan menstruasi yang tidak teratur karena menderita PCOS. Data lab menunjukkan kadar FSH: 17,8 mIU/mL; Estradiol:380 pg/mL; LH: 20 mIU/mL. Sebelumnya pasien telah mengkonsumsi obat klomifen sitrat 100 mg/hari akan tetapi setelah penggunaan 3 siklus tetap tidak terjadi ovulasi. Terapi pengobatan apa yang sebaiknya diberikan untuk pasien?
Dilanjutkan klomifen sitrat 100mg/hari
Ditingkatkan klomifen sitrat 200mg/hari
Diganti dengan Bromokriptin 2,5mg/hari
Diganti dengan Etinil estradiol 0,025mg/hari
Diganti dengan Folitropin 75IU/hari SC
Seorang ibu datang ke RS bersama anak laki-laki berusia 12 tahun dengan keluhan banyak memar terutama pada kaki, mengalami pusing dan lemas serta pucat. Hasil pemeriksaan lab menunjukkan kadar hemoglobin 6 g/dl. Pemeriksaan sumsum tulang belakang menunjukkan kondisi hiposeluler dan tidak terjadi hematopoietik. Dokter mendiagnosa pasien tersebut mengalami anemia aplastik dan harus melakukan donor sumsum tulang belakang. Setelah melakukan pencarian donor tetapi tidak diperoleh pendonor sumsum tulang belakang yang sesuai/cocok, baik dari pihak keluarga maupun pihak luar. Pengobatan apa yang disarankan pada kasus diatas?
Kloramfenikol
Fenitoin
Oksimetolon
Klorfromazin
Tiourasil
Seorang pasien wanita 11 tahun masuk rumah sakit dengan gejala selama 2 bulan mengalami nyeri perut, muntah kekuningan setelah makan, dan demam, kelelahan, dan sering buang air kecil. Penilaian fisik menunjukkan hasil pigmentasi cerah pada bibir, pucat, dan BMI 17,9 kg/m2. Tanda vital pasien tekanan darah 80/50 mmHg, suhu tubuh 37ᵒC, HR 100/menit, dan RR 20/menit. Hasil laboratorium kadar Na+: 120 mEq/L , K+: 5,5 mEq/L (Normal Na+ 135-145 mEq/L, K+ 3,3- 5,0 mEq/L). Pasien memiliki riwayat insufisiensi adrenal. Untuk mengonfirmasi hal ini dilakukan tes untuk menilai fungsi korteks adrenal dan ditemukan kadar kortisol 4,29 mcg/dL (Normal: 18 mcg/dL), ACTH 1500 pg/mL (Normal: 400-2000 pg/mL). Sebelumnya pasien menerima terapi hidrokortison 25 mg/hari. Hasil echocardiogram mengindikasikan adanya pembesaran (dilasi) ventrikel kiri, EF 26%. USG jantung menunjukkan dilated cardiomyopathy. Pasien diberikan terapi furosemide, bisoprolol dan kaptopril. Setelah diterapi, hasil data lab menunjukkan hipokalemia dengan nilai K+: 2,5 mEq/L. Obat apa yang menyebabkan kondisi tersebut?
Interaksi Hidrokortison dengan kaptopril
Interaksi hidrokortison dengan bisoprolol
Interaksi hidrokortison dengan furosemide
Interaksi kaptopril dengan bisoprolol
Interaksi kaptopril dengan furosemide
Ny. J usia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri setiap kali haid, nyeri setiap kali berhubungan dan nyeri pinggang kronis. Hasil dari pemeriksaan laboratorium menggunakan laparoskopi dokter mendiagnosa endometriosis stadium awal. Sebelumnya pasien diberikan danazol sebagai terapi nyeri endometriosis. Satu bulan kemudian pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman akibat keluarnya bercak darah. Sebagai seorang apoteker terapi apakah yang tepat untuk kondisi pasien tersebut?
Medroxyprogesteron asetat (MPA)
Estrogen
Setroreliks Asetat
Bromokriptin
Kabergolin
Ny G (40 th) datang ke RS dengan keluhan utama jantung berdebar-debar. Bila serangan timbul, pasien merasa mual, dan bahkan muntah setiap kali makan, sering berkeringat, lemas dan mudah lelah walaupun hanya melakukan aktivitas yang sangat ringan. Mengalami penurunan berat badan dari 80 kg jadi 60 kg meski sedangkan nafsu makan meningkat dan pasien sering merasa lapar dalam waktu 6 bulan terakhir dan diwaktu yang sama pasien mengeluhkan mata melotot yang diawali dengan mata kiri lalu dikanan juga kemudian hingga mata mulai kabur. Setelah cek lab diketahui BP 155/70 mmHg, nadi 130 x/menit dan suhu 37 C, mata eksoftalmus, pembesaran kelenjar tiroid dileher , kadar TSH 0,12 mIU/ml, T3 190 ng/dl, T4 20 mcg/dl. Pasien kemudian didiagnosa menderita Graves deases. Bagaimana Tatalksana terapi untuk kondisi diatas?
PTU dan Propanolol
Metimazol dan propanolol
Metimazol
PTU dan RAI
Metimazol dan RAI
Seorang pasien wanita dengan umur 40 tahun, datang kedokter spesialis onkologi, dengan keluhan memilki perubahan tekstur kulit pada payudara serta terdapat benjolan kecil pada bagian ketiaknya, dokter telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil labnya ternyata ditemukan hasil berupa ER-Positive, dan Hasil CT-scan menunjukkan tidak adanya penyebaran sel tumor pada daerah jaringan lemak payudara. Pasien didiagnosa dengan LCIS dan termasuk dalam stage 0 dan besar tumor 0,6 cm. Pada saat pengobatan dokter memberikan metotreksate dan tamoksifen sebagai terapi adjuvant. Dokter meminta saran apoteker untuk memberikan vitamin. Vitamin apa yang dapat digunakan?
Asam folat
Fero sulfat (zat besi)
Tokoferol (E)
Thiamin (B1)
Piridoksin (B6)
Ny. M (26 th) datang kerumah sakit pada kehamilan kedua dengan keluhan merasa kehamilannya sudah >41 minggu. Px merasa mulas dan merasa ingin melahirkan, namun merasakan pergerakan janin yang kurang. Px mengeluh menjadi sering BAK. Px mengaku alergi dengan misoprostol pada persalinan pertamanya sehingga dokter menginduksi px dengan hormon oksitoksin. Setelah induksi hormon 4 mU/menit dalam 2 jam, kontraksi tidak maksimal. Sebagai apoteker tindakan apa yang direkomendasikan kepada pasien?
Melakukan bedah caecar
Menaikan dosis oksitosin 8 mU/menit
Menggunakan cytotec
Menunggu 1 Jam dengan dosis yang sama
Menurunkan dosis oksitoksin 2 mU/menit
Seorang wanita berusia 65 tahun dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas. Pasien memiliki riwayat hipertensi, artrial fibrilasi serta CKD dan diagnosa saat ini pasien menderita gagal jantung. Pasien pernah menggunakan kaptopril, digoksin, furosemid. Obat manakah yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan saat ini ?
Digoksin Intravena
Kaptopril oral
Furosemid oral
Valsartan oral
Propanolol Intravena
Tn D (45 th) memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diberikan terapi kaptopril dengan dosisi 2 x 25 mg/ hari. Pasien merupakan perokok aktif , saat ini pasien dirawat dirumah sakit karena ritme jantung yang abnormal yang ditandai dengan hasil laboratorium : denyut jantung 100 kali per menit, kadar Natrium 166 mmol/L, kadar kalsium 6 mg/dl hasil EKG laju gelombang lebih dari 100 kali per menit, tekanan darah 150/100 mmHg, gula darah puasa 80 mg/dl, kolesterol total 120 mg/dl, Irama teratur dan ada gelombang P tegak disandapan I II dan aVF. Pasien mengalami gejala palpitasi, kelelahan, dan jantung berdebar. Bagaimana pemilihan terapi yang tepat terhadap kasusu diatas
Kaptopril dihentikan, Propanolol dihentikan
Kaptopril dilanjutkan, Propanolol dilanjutkan
Kaptopril dilanjutkan, Propanolol dihentikan
Kaptopril dihentikan, Propanolol dilanjutkan
Propanolol saja
Tn. B (45 th) sedang menerima terapi hipertensi. Diketahui pasien tersebut selama perawatan mengalami kekurangan kalium akibat penggunaan furosemid dengan dosis 40mg tiap 2 kali sehari, tekanan darah Tn.Budi diketahui 160/100 mmhg kadar kalium pasien 1,2 mEq/L . Obat apa yang sebaiknya digunakan untuk menggantikan furosemid dalam rangka memperahankan kadar kalium dalam darah pasien ?
Indapamide
Bumetanide
Hidroklorotiazied
Metolazon
Spironolakton
Bapak M (62 th) dengan BB 78kg tinggi badan 160cm mengalami nyeri dada dan kepala pusing. Berdasarkan penjelasan pasien selama 40 tahun terakhir pasien diketahui sebagai perokok aktif dan memiliki riwayat keluarga infark miokard. Pasien mengeluhkan sering mengalami nyeri dada yang semakin meningkat. Pasien didiagnosa angina pektoris dengan komplikasi kolesterol 280mg/dL (kolesterol normal <200 mg/dL), dan sudah mengkonsumsi aspirin dan simvastatin. Pasien datang ke Apotek dengan keluhan nyeri ulu hati dan rasa kembung. Tindakan apakah yang dilakukan oleh Apoteker?
Clopidogrel
Esomeprazole
Antasida
Ranitidin
Ondansetron
Tn. AB masuk rumah sakit setelah mengalami sesak napas, batuk, dan terjadi pembengkakan pada kaki pasien. Pasien memiliki riwayat gagal jantung. Hasil laboratorium menunjukkan adana peningkatan CK-MB maupun troponin. Kadar natrium 165 mmol/L dan kalium 7 mmol/L. hasil echocardiogram menunjukkan perubahan struktur ventrikel kiri jantung. Pasien sebelumnya mengkonsumsi kaptopril dan atenolol. Diuretik apa yang ditambahkan untuk memperbaiki kondisi pasien tersebut? (Keterangan: Na+: <150 mmol/L, K+: <5,5 mmol/L)
Hidroklorotiazid sampai pembengkakan hilang
Furosemide sampai pembengkakan hilang
Spironolakton sampai pembengkakan hilang
Manitol sampai pembengkakan hilang
Acetazolamide sampai pembengkakan hilang
Seorang bapak berusia 68 tahun dengan BB 85kg dan TB 170cm, datang ke rumah sakit dengan keluhan lemas dan susah menggerakan kaki. Pasien tersebut memiliki kebiasaan merokok dan jarang berolah raga. Dokter mendiagosa pasien mengalami stroke iskemik. Setelah melakukan pemeriksaan, hasil menunjukkan TD 150/85mmHG, laju jantung berkisar 110-140 kali permenit mengarahkan pada resiko atrial fibrilasi. Hasil CT scan menunjukkan adanya thrombus pada dinding pembuluh darah. Obat apakah yang tepat untuk diberikan kepada pasien tersebut?
Aspirin
Warfarin
Heparin
Asam traneksamat
Asam salisilat
Pasien laki laki berumur 55 tahun. Datang ke rumah sakit dengan keluhan nausea, diaphoresis, dyspnea, nyeri dada secara mendadak sejak 5 jam yang lalu, hasil tekanan darah 170/96 mmHg. Berdasarkan hasil lab ditemukan peningkatan CKMB (Creatinin Cinase Myocardyal Band) dan Troponin namun pada pemeriksaan EKG tidak ditemukan elevasi pada ST. pasien memiliki riwayat serangan jantung 7 bulan yang lalu dan tukak lambung. Berdasarkan kasus diatas pasien diberikan obat ; Gliseril Trinitrat SL 0.6 mg setiap 5 menit sebanyak 3 kali selanjutnya diberikan Clopidogrel 75 mg , Simvastatin 20 mg 1x1, Captopril 6.25 mg 3 x 1, mg dan Sianokobalamin 1 x 1. Kemudian pasien tepeleset dan menimbulkan luka terbuka dibagian lutut namun luka ringan tersebut tidak segera tertutup. Obat apa yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi?
Gliseril Trinitrat
Clopidogrel
Simvastatin
Captopril
Sianokobalamin
Ny. N berusia 34 masuk rumah sakit dengan keadaan tidak sadrakan diri dengan kondisi alat gerak sebelah kiri tidak bisa digerakkan dan sulit untuk berbicara. Menurut keluarganya pasien tidur terus menerus, namun bangun bila diberi rangsangan. Sebelumnya pasien sering mengeluhkan sakit kepala yang hilang timbul sejak menderita darah tinggi 3 tahun yang lalu. Pasien jarang kontrol dan minum obat darah tinggi. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Hasil pemeriksaan dokter, sedang mengandung 3 bulan dan pasien diduga terkena stroke hemoragik dengan tanda vital didapatkan tekanan darah (TD) 180/100 mmHg, nadi 92 x/menit. Untuk perawatan lebih lanjut diberikan metildopa iv 50 mg/ml.
Obat antifibrinolitik apakah yang harus ditambahkan untuk pasien
Phytonadione
Asam traneksamat
Etamsilat
Aspirin
Phenobarbitone
Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun dilarikan ke IGD. Pasien memiliki keluhan berupa nyeri dada dibagian kiri seperti terbakar dan ditusuk-tusuk selama 45 menit serta mengalami lemas dan mual muntah. Sebelumnya pasien memiliki riwayat penyakit jantung. Dari hasil EKG menunjukkan adanya elevasi segmen ST. Hasil lab menunjukkan peningkatan CKMB dan Troponin. Pemilihan regimen obat yang tepat adalah ?
Alteplase IV
Reteplase IV
Streptokinase IV
Tenekteplase IV
Urokinase IV
Tn.TJ berusia 49 tahun dengan BB= 60 kg, TB= 160 cm merupakan seorang perokok aktif. Pasien mengalami keluhan nyeri dada dan sulit bernapas selama beberapa jam. Kemudian pasien dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan Laboratorium. Hasil Laboratorium ditemukan LDL= 170 mg/dL, HDL=30 mg/dL, TG= 400 mg/dL sehingga temukan aterom pada intima dari hasil CT-scan. Pasien memiliki riwayat hipertensi dengan pengobatan amlodipin 10 mg/hari, total kolesterol 210 mg/dL, dan riwayat pengobatan simvastatin 10 mg/hari, gemfibrozil 600 mg 2x sehari.
Berdasarkan kondisi pasien bagaimana pengobatan yang seharusnya diberikan pada pasien tersebut?
Gemfibrozil dan Serivastatin
Simvastatin 20 mg 3x sehari
Gemfibrozil 600 mg 2x sehari
Gemfibrozil dan Repaglinid
Fenofibrat 5 mg 1x sehari
Seorang pasien perempuan berusia 45 tahun dirawat di RS X akibat kecelakaan, pasien juga mengeluhkan pusing, suhu tubuh sangat rendah, muntah, pucat, lemas dan tekanan darah 80/60 mmHg. diagnosa dokter menyebutkan pasien mengalami syok hipovelemik. Pasien diberikan terapi dobutamin 15 mcg/kg bb/menit agar dapat meningkatkan kontraktilitas jantung. beberapa saat kemudian dilakukan pengecekan tekanan darah ulang dan diketahui tekanan sistolik pasien sangat meningkat. Sebelum kecelakaan, diketahui pasien memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat antihipertensi amlodipin. Apakah hal yang paling mungkin menyebabkan hal tersebut?
Efek obat amlodipin
Dosis obat terlalu rendah
Dosis obat terlalu tinggi
Aktivitas pasien sebelum dilakukan pengecekan tekanan darah
Pemilihan obat kurang tepat untuk keadaan pasien tsb
Seorang pasien Laki-Laki 65 TH dirawat inap di RS karena tidak bisa berjalan yang disebabkan oleh kelemahan bagian tubuh sebelah kanan yang terjadi secara tiba-tiba saat penderita sedang berisitirahat. Saat serangan terjadi, pasien tidak dapat berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Diketahui pasien memiliki riwayat penyakit Hipertensi yang terkontrol. Hasil pemeriksaan lab: TD: 130/90 mmHg, Kolesterol Total: 300 mg/dl, LDL: 150 mg/dl, HDL: 35mg/dl, TG: 120 mg/dl CBF : 30 ml/gram/menit (Diagnosis saat ini Stroke Iskemik) . Terapi Apa yang direkomendasikan untuk pasien ?
Aspirin dan gemfibrozil
Klopidogrel dan simvastatin
Aspirin dan simvastatin
Klopidogrel dan gemfibrozil
Aspirin dan vitamin B12
Seorang wanita berusia 43 tahun memiliki keluhan mudah lelah, dan sesak nafas. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan hasil pemerkisaan tekanan darah sebesar 175/100 mmHg. Pasien didiagnosa gagal jantung dan diresepkan oleh dokter digoksin tab 0, 25 mg 1 x 1 dan verapamil tab 80 mg 3 x 1. Efek apa yang terjadi jika kedua obat tersebut dikonsumsi secara bersamaan?
Penurunan konsentrasi digoksin dalam plasma
Peningkatan konsentrasi digoksin dalam plasma
Peningkatan konsentrasi verapamil dalam plasma
Penurunan konsentrasi verapamil dalam plasma
Tidak terjadi efek apapun
Ny. BR (60 th) mengeluhkan sesak napas sehingga dilarikan ke rs. Pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi, diabetes dan artrial fibrilasi. Data lab menunjukkan kadar GDP = 134 mg/dL, tekanan darah pasien = 160/80 mmHg.
Dokter meresepkan :
Digoxin 0,25 mg satu kali sehari
Amlodipine 5 mg 1 tab/hari
Valsartan 160 mg 1 tab/hari
Metformin 500 mg/ hari
Pasien tidak memiiki pengawas minum obat. Seminggu setelah pasien mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan pasien kembali dengan mengeluhkan gangguan penglihatan. Apa yang kemungkinan terjadi pada pasien tersebut?
Penggunaan Digoxin berlebih
penggunaan Amlodipine berlebi
Efek samping Valsartan
Efek samping Metformin
Interaksi obat valsartan dan metformin
Ny H (28 th) memiliki riwayat penyakit aritmia saat ini pasien dirawat dirumah sakit dalam kondisi hamil 8 bulan. Pasien juga memiliki ritme jantung yang abnormal yang ditandai dengan hasil laboratorium : denyut jantung 110 kali per menit, kadar Natrium 166 mmol/L. Hasil EKG laju gelombang lebih dari 100 kali per menit, tekanan darah 140/100 mmHg, gula darah puasa 80 mg/dl, kolesterol total 120 mg/dl, Irama teratur dan ada gelombang P tegak disandapan I II dan aVF. Pasien mengalami gejala palpitasi, kelelahan, dan jantung berdebar. Bagaimana pemilihan terapi yang tepat untuk pengobatan aritmia pada ibu hamil?
Quinidine
Procaynamide
Dysopiramide
Lidocaine
Mexiletine
Tn. S (66 th) masuk RS dengan gejala jantung berdebar dan sesak napas. Dokter mendiagnosa pasien tersebut mengalami aritmia ventrikel dan memberikan terapi atenolol 50 mg/hari. Hasil laboratorium menunjukkan denyut jantung 120 kali/menit, pada gelombang EKG terdapat gelombang P tegak dan kadar kolesterol total 240 mg/dL, kadar natrium 166 mmol/L. Berdasarkan kasus diatas, obat apa yang direkomendasikan oleh apoteker?
Lidocain
Atenolol
Propanolol
Verapamil
Adenosin
Tn. T (33 th) mengeluhkan lemas sehingga tidak mampu beraktivitas dengan baik. Pasien tersebut diketahui menderita DM tipe 2 dan hipertensi. Pasien telah meminum obat DM secara rutin. Data lab menunjukkan kadar GDP 150 mg/dL dan tekanan darah sebsar 145/90 mmhg. Obat hipertensi apa yang paling sesuai bagi pasien hipertensi dengan diabetes?
Captopril
Nifedipin
Furosemid
Hidroklorotiazid
Spironolakton
Tn. A (55 th) dibawa keluarganya ke rumah sakit disebabkan kakinya mengalami pembengkakan. Pasien tersebut diketahui pula memiliki riwayat penyakit hipertensi. Hasil pemeriksaan TD = 190/100 mmHg, kadar kalium pasien diketahui 7mEq/L, riwayat pengobatan pasien tidak tahan terhadap captopril yang memiliki efek samping yaitu batuk kering sehingga pasien diberikan amlodipine 1x10mg. Apakah obat yang direkomendasikan kepada pasien dengan kondisi tersebut ?
Amlodipin dan Spironolakton
Kandesartan dan Hidroklotiazid
Kandesartan dan spironolakton
Kaptopril dan furosemid
Propranolol
Tn. B (62 th) dengan berat badan 68 kg dan tinggi badan 160 cm mengalami obesitas. Pasien memiliki keluhan nyeri dada tertekan, nyeri berlangsung terus menerus dan tembus ke belakang, menjalar ke rahang dan lengan kiri. Pasien menglami keringat dingin dan lemas. Durasi nyeri lebih dari 20 menit. Nyeri dada terjadi ketika pasien melakukan aktivitas berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan lab ditemukan kadar LDL 170 mg/dL, TD pasien 130/80 mmHg. Berdasarkan penjelasan pasien dahulunya pernah memiliki riwayat angina pectoris. Pengobatan apa yang digunakan untuk mengurangi keluhan tsb?
Gliseril trinitrat sublingual
Gliseril trinitrat sublingual dan simvastatin
Gliseril trinitrat sublingual, atenolol dan simvastatin
Atenolol dan gliseril trinitrat sublingual
Atenolol dan simvastatin
Tn. AB (54 th) mengeluhkan nyeri dada kiri yang disertai ampek dan panas setelah melakukan aktivitas yang berat, kemudian mengeluh pusing dan kaku leher belakang sejak 2 jam yang lalu. Oleh keluarga pasien kemudian langsung dibawa ke RS X. Setelah melakukan pemeriksaan hasil EKG tidak ditemukan elevasi pada ST dan hasil pemeriksaan kolesterol (HDL: 35 mg/dL, LDL: 170 mg/dL, dan TG: 130 mg/dL). Dokter mendiagnosa pasien terindikasi angina pektoris stabil. Pasien memiliki riwayat tukak lambung, kolesterol selama 4 tahun terakhir dan pasien juga merupakan perokok berat. Obat apakah yang cocok diberikan pada pasien tersebut?
Aspirin dan Gemfibrozil
Aspirin dan Simvastatin
Nitrogliserin dan Gemfibrozil
Nitrogliserin dan Simvastatin
Clopidogrel dan Asam nikotinat
Ny A (55 th) datang ke apotek, sebelumnya mendapatkan obat Kaptopril, Atenolol, Furosemide, Atorvastatin dan Simvastatin untuk mengobati gagal jantung dan edema pada kaki. Pasien datang ke apotek mengeluh nyeri di persendian lutut setelah diperiksa ternyata kadar asam urat 10 mg/dl. Obat manakah yang dapat menyebabkan efek samping tersebut?
Kaptopril
Atenolol
Furosemide
Atorvastatin
Simvastatin
Tn AB (58 th) memiliki riwayat hipertensi dan DM tipe 2 sejak 5 tahun yang lalu. Satu bulan yang lalu pasien tersebut pergi ke dokter dan dokter memberikan HCT 1 x 6,25 mg. Pasien tersebut pergi ke puskesmas mengecek tekanan darahnya ternyata 180/100 mmHg. Pasien mengaku teratur meminum obat. Saran terapi apa yang diberikan?
Mengganti HCT dengan furosemide 1 x 20 mg
Mengganti HCT dengan amlodipine 1 x 10 mg
Menambahkan HCT dengan bisoprolol 1 x 2,5 mg
Menambahkan HCT dengan valsartan 1 x 80 mg
Menambahkan HCT dengan nifedipine 3 x 10 mg
Tn. AP (55 th) mengidap penyakit Deep Vein Thrombosis (DVT) ditandai dengan bagian tungkai nyeri dan bengkak hingga mengalami peruban warna kulit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar d-dimer dan pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya trombus sehingga aliran darah menyempit. Bagaimana terapi yang tepat untuk pasien tersebut?
Etamsilat dan vitamin K
Asam traneksamat dan vitamin K
Heparin dan protamin
Heparin dan warfarin
Heparin dan vitamin K
Seorang pasien wanita berusia 50 thn BB 75kg memiliki riwayat penyakit stroke iskemik. Pasien menkonsumsi warfarin 2mg, kaptopril 12.5 mg,statin 5mg. 2 hari yang lalu pasien mengalami GERD dan diresepkan cimetidine oleh dokter. Pasien dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan. Data Lab pasien TD 160/85 kolestrol total 245mg/dl dan LDL 160mg/dl, dan INR 5. Dokter menduga pendarahan terjadi karena adanya interaksi obat dan meminta apoteker untuk melakukan pengkajian pengobatan pada pasien tersebut. Sebagai apoteker apa yang anda lakukan
Menghentikan kaptopril
Mengganti kaptopril dengan propranolol
Mengganti statin dengan gemfribrozil
Mengganti cimetidine dengan ranitidine
Tetap melanjutkan pengobatan semula
Wanita berumur 35 th datang ke RS dengan keluhan nausea, dyspnea, diaphoresis, nyeri dada secara mendadak. Diketahui saat pemeriksaan pasien hamil 20 minggu dan memiliki riwayat serangan jantung 6 bulan lalu. Berdasarkan data lab diketahui BP 195/97 mmHg, tidak ada kenaikan ST elevasi saat pemeriksaan EKG dan terjadi peningkatan CKMB dan Troponin. Pasien kemudian diberikan Gliserin trinitrat SL 0.3 mg setiap 5 menit sebanyak 3 kali selanjutnya diberikan labetalol IV 20 mg 2 menit diawal, Sedangkan untuk terapi antiplateletnya apa yang dapat direkomendasikan pada kondisi pasien ini
Aspirin
Clopidogrel
Ticlopidine
Tirofiban
Ticagrelor
Ny. AR berumur 50 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan diaphoresis, dyspnea dan nyeri dada cukup berat dan lama. Berdasarkan data lab ditemukan penigkatan kadar CKMB dan Troponin dan pasien terdiagnosa mengalami Unstable Angina. Dokter memberikan resep obat lini pertama yaitu Gliserin trinitrat SL, Clopidogrel, Simvastatin. Sebelum menetapkan obat, dokter meminta saran kepada apoteker. Apoteker menyarankan untuk mengganti Clopidogrel dengan Aspirin. Apa pertimbangan apoteker mengubah terapi tersebut?
Aspirin dapat meningatkan efek Gliserin trinitrat
Aspirin dapat menurunkan efek Gliserin trinitrat
Aspirin dapat meningkatkan efek Simvastatin
Aspirin dapat menurunkan efek Simfastatin
Aspirin dapat meningkatkan efek Gliserin trinitrat dan Simvastatin
Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun (BB: 75 kg, TB: 170 cm) dengan riwayat gangguan jantung dan fungsi ginjal menerima infus antidotum untuk mengatasi aritmia ventrikel yang terinduksi glikosida jantung, namun setelah mendapatkan infus antidotum tersebut pasien mengalami kejang hipokalsemik. Dosis antidotum yang diberikan secara infus intravena adalah 20 mg/kg/jam, yang mana dosis lazimnya adalah 15 mg/kg/jam (dosis maksimum per hari 60 mg/kg). Riwayat gangguan fungsi ginjal dan dosis antidotum yang sedikit lebih tinggi dari dosis lazim namun masih di dalam rentang dosis yang diijinkan diperkirakan menjadi penyebab munculnya efek samping kejang hipokalsemik ini. Apa antidotum untuk mengatasi aritmia ventrikel yang terinduksi glikosida jantung yang menyebabkan kondisi pasien tersebut?
Deferoksamin
Dimerkaprol
Edetat disodium
N-asetilsistein
Penisilamin
Dalam program pemerintah, imunisasi padabayi dilakukan sejak pertama kali lahir atau usia 0 hari berupa Hepatitis BO, pada usia 1 bulan diberikan imunisasi untuk BCG dan polio (OPV) 1, pada usia 2 bulan diberikan imunisas DPT-HB-HiB 1 dan OPV 2. Selanjutnya pada usia 3 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-HiB 2 dan OPV 3. Pada usia 4 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-HiB 3 dan OPV 4, serta pada usia 9 bulan diberikan imunisasi campak. Apa indikasi dari vaksin BCG yang diberikan pada usia bayi 1 bulan
tersebut?
Untuk mencegah difteri
Untuk mencegah sinusitis
Untuk mencegah tetanus
Untuk mencegah pharingitis
Untuk mencegah tuberkulosis
Dalam program pemerintah, imunisasi pada bayi dilakukan sejak pertama kali lahir atau usia 0 hari berupa Hepatitis B O, pada usia 1 bulan diberikan imunisasi untuk BCG dan polio (OPV) 1, pada usia 2 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-HiB 1 dan OPV 2. Selanjutnya pada usia 3 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-HiB 2 dan OPV 3. Pada usia 4 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-HiB 3 dan OPV 4, serta pada usia 9 bulan diberikan imunisasi campak. Apa indikasi dari vaksin DPT yang diberikan pada usia bayi 2 bulan tersebut?
Untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus
Untuk mencegah diare, polio, hepatitis
Untuk mencegah demam berdarah, polio, campak
Untuk mencegah sinusitis, pharingitis, campak
Untuk mencegah sinusitis, pharingitis, tetanus
Seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui bayi berusia kisaran 30 tahun datang ke klinik yang bertujuan untuk melakukan imunisasi vaksin rotavirus pada bayinya yang berusia 2 bulan. Vaksin rotavirus diberikan secara oral berjalan dengan lancar dan sebelum pulang, ibu tersebut mendapatkan edukasi terkait metode menyusui bayi khususnya pasca vaksin. Apa yang apoteker edukasikan terkait metode menyusui pasca bayi mendapatkan vaksin kepada ibu dalam masa menyusui tersebut?
Bayi boleh disusui kapan saja
Bayi tidak boleh disusui setelah 120 menit diimunisasi karena ditakutkan bayi bisa muntah sehingga vaksin tidak berefek.
Bayi harus dibuat menangis selama 60 menit.
Bayi tidak boleh disusui selama 24 jam agar vaksin bisa bekerja optimal.
Bayi harus segera disusui segera setelah dilakukan imunisasi agar tidak menangis sehingga dapat menimbulkan demam
Seorang anak dengan inisial PIK (usia 4 tahun, BB: 21 kg) mendapatkan resep dari dokter RA dengan komposisi amoxicillin dan CTM serta Vitamin C. Dimana permintaan dokter tersebut semua obat-obat tersebut dibuat menjadi sediaan puyer. Adapun permintaan aturan pakai pada resep untuk amoxicillin 3 kali sehari, CTM digunakan bila perlu, dan vitamin C satu kali sehari. Sebagai seorang apoteker, bagaimana strategi pembuatan puyer dari 2 jenis obat dan vitamin C ini?
Amoxicillin dan CTM dalam satu sediaan puyer, vitamin C dengan puyer sendiri
Membuat semua sediaan dalam bentuk puyer yang terpisah, dikarenakan masing-masing memiliki aturan pakai yang berbeda
Membuat semua sediaan dalam bentuk satu sediaan puyer yang berisi amoxicillin, CTM, dan Vitamin C
Amoxicillin dan Vitamin dalam satu sediaan puyer, CTM dengan puyer sendiri
CTM dan Vitamin C dalam satu puyer, amoxicillin dengan puyer sendiri
Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke apotek untuk menebus resep dokter yang berisi 2 sedian sirup kering amoxicillin untuk anaknya yang berusia 5 tahun. Apoteker pun menyiapkan obat tersebut lalu kemudian menyerahkannya kepada pasien disertai dengan pemberian informasi obat khususnya cara penyiapan sirup kering amoxicillin dan penyimpanannya. Informasi apa yang harus diinformasikan oleh apoteker kepada ibu tersebut terkait cara penyiapan sirup kering amoxicillin dan penyimpanannya?
Sirup kering amoxicillin ditambahkan dengan air putih (air minum) hingga tanda batas yang ada pada botol kemudian dikocok hingga rata, kemudian kocok lagi saat akan digunakan. Simpan ditempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari.
Sirup kering amoxicillin ditambahkan dengan air hingga botol penuh, kemudian dikocok hingga rata, kemudian kocok lagi saat akan digunakan. Simpan ditempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari
Sirup kering amoxicillin ditambahkan dengan air apa saja (teh, susu, jus) hingga tanda batas yang ada pada botol kemudian dikocok hingga rata, kemudian kocok lagi saat akan digunakan. Simpan ditempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari.
Sirup kering amoxicillin ditambahkan dengan air putih hingga tanda batas yang ada pada botol kemudian dikocok hingga rata, kemudian kocok lagi saat akan digunakan. Simpan dalam freezer dan terlindung dari cahaya matahari.
Sirup kering amoxicillin ditambahkan dengan air panas hingga tanda batas yang ada pada botol kemudian dikocok hingga rata, kemudian kocok lagi saat akan digunakan. Simpan ditempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari.
Seorang pasien wanita yang didiagnosa positif kanker rahim stadium 3 dengan inisial WK berusia 47 tahun, berat badan 65, tinggi badan 166 dengan riwayat diabetes melitus tipe 2 yang sedang dalam kemoterapi mendapatkan regimen terapi berupa metformin, ranitidin, ondansentron, parasetamol dan alopurinol. Dari beberapa obat dalam regimen terapi yang diterima ny. WK, obat manakah yang memiliki indikasi untuk mengatasi dampak dari nekrosis sel setelah menjalani kemoterapi?
Alopurinol
Metformin
Ondansentron
Parasetamol
Ranitidin
Seorang laki-laki berinisial Bapak. AR berusia 33 tahun datang ke apotek untuk menebus resep. Pasien menerima Loratadin tablet 2x1 hari untuk mengatasi eritema dan urtikaria parah dan berkepanjangan yang dialami. Dari hasil penggalian riwayat pengobatan pasien, ia menyatakan rutin mengkonsumsi amlodipin 10 mg 1 kali sehari dan glimepiride 2 mg 1 kali sehari sebelum sarapan. Setelah analisis riwayat pengobatan, besar kemungkinan bahwa eritema dan urtikaria parah tersebut merupakan masalah yang muncul akibat obat yang rutin digunakan oleh Bapak AR. Sehingga harus ada penggantian obat. Apa DRPs yang terjadi pada terapi pasien tersebut?
Bentuk sediaan tidak tepat
Dosis kurang
Reaksi Obat yang Merugikan
Efek Samping Obat
Interaksi obat
Seorang laki-laki berinisial Bapak. AR berusia 33 tahun datang ke apotek untuk menebus resep. Pasien menerima Loratadin tablet 2x1 hari untuk mengatasi eritema dan urtikaria parah dan berkepanjangan yang dialami. Dari hasil penggalian riwayat pengobatan pasien, ia menyatakan rutin mengkonsumsi amlodipin 10 mg 1 kali sehari dan glimepiride 2 mg 1 kali sehari sebelum sarapan, dan omeprazole 1 kali sehari malam sebelum tidur. Setelah analisis riwayat pengobatan, besar kemungkinan bahwa eritema dan urtikaria parah tersebut merupakan masalah yang muncul akibat obat yang rutin digunakan oleh Bapak AR. Sehingga harus ada penggantian obat. Obat apa yang menyebabkan eritema dan urtikaria?
Glimepiride
Omeprazole
Amlodipine
Loratadine
Omeprazole dan amlodipine
Seorang apoteker mendapatkan resep dari dokter, pada saat skrining resep ditemukan bahwa berat badan pasien dan teofilin tablet yang diresepkan dosisnya tidak tersedia dalam bentuk sediaan tersebut. Oleh karena teofilin merupakan obat kategori indeks terapi sempit maka data berat badan pasien sangat diperlukan, begitu pula ketepatan kekuatan sediaan untuk tablet teofilin. Selanjutnya apoteker menghubungi Kembali dokter yang meresepkan untuk memenuhi kelengkapan resep tersebut sebelum diproses lebih lanjut untuk penyiapan dan penyerahan obat ke pasien. Jika ditinjau dari aspek administrasi, farmasetis, dan klinis kelengkapan resep, kurangnya data berat badan pasien dan kesalahan penulisan kekuatan sediaan teofilin tablet ini termasuk kelengkapan resep dari aspek?
Administrasi
Farmasetis
Klinis
Administrasi dan farmasetis
Klinis dan farmasetis
Sebuah apotek ingin memesan injeksi petidin Hcl, tablt diazepam, tablet parasetamol, antasida doen, dan tablet kodein. berapa jumlah surat pesanan yang perlu dibuat?
1
2
3
4
5
Apoteker di suatu klinik akan melakukan perencanaan dan pengadaan sirup antasida untuk bulan april. sisa stok 5 botol dan waktu tunggu (lead time) 10 hari. berikut ini data penggunaan selama 3 bulan.
Januari 125 Botol
Februari 115 botol
Maret 120 botol
Berapa botol pemesanan untuk bulan selanjutnya
115
120
160
155
175
Seorag bapak membeli obat untuk anaknya yang mengalami demam. apoteker memberikan supositoria parasetamol. informasi apa yang perlu disampaikan kepada bapak tersebut terkait penyimpanan
rak obat
Freezer
suhu ruang
tempat lembab
lemari pendingin
sebuah rumah sakit akan membuatkan formularium dengan memasukan obat kolestreol yaitu simvastatin dan atorvastatin. analisis data obat dilakukan berdasarkan biaya, jumlah penggunaan obat, dan efeknya pada pasien selama setahun,sedangkan efek samping obat dianalisis berdasarkan literatur dan dianggap tidak bermakna. metode analisis yang digunakan adalah
cost minimazation analysis
cost effectiveness analysis
cost utility analysis
cost benefit analysis
campuran
seorang apoteker di apotek memesan tablet diazepam 20 mg. tetapi ditolak oleh PBF karena izin apotekernya sudah tidak berlaku. izin yang dimaksud adalah
SIPA
STRA
SIA
SIKA
STRTTK
pasien datang ke apotek dengan keluhan mata kering. apoteker menyarankan sediaan tetes mata minidose. hingga kapan sediaan tersebut boleh digunakan
hingga ED
1 x 24 jam setelah dibuka
1 bulan setelah dibuka
10 hari setelah dibuka
3 x 24 jam setelah dibuka
apoteker akan melakukan uji disolusi dan emnggunakan alat uji disolusi tipe dayung. alat tersebut merupakan alat disolusi tipe
I
II
III
IV
V
Industri farmasi X akan memproduksi sediaan injeksi bupivakain untuk anestesi intraspinal. sifat fisikokimia bupivakain menunjukan tidak stabil terhadap sterilisasi panas sehingga harus disterilisasi filtrasi. berapa ukuran filter yang digunakan untuk sterilisasi unjeksi bupivakain tersebut?
0.22 um
5.0 um
0.45 um
0.10 um
2.0 um
suatu industri farmasi ingin melakukan evaluasi serbuk pada pembuatan sediaan tablet. evaluasi ini dikenal dengan istilah rasio hausner yang bertujuan untuk mengetahui?
sifat alir granul
kompresibilitas
distribusi ukuran partikel
kadar air
keseragaman kadar
bagian QC sebuah industri farmasi melakukan pengujian terhadap ekstrak kurkumin. satu dari pengujian yang dilakukan adalah menguji ada tidaknya bahan anorganik. apakah uji yang dilakukan?
kadar abu tidak larut asam
kadar zat aktif
kadar air
kadar sari larut etanol
kadar abu total
Industri farmasi akan membuat ruang produksi obat tetes mata. ruangan tersebut memiliki ketetapan jumlah partikel tertentu. ruangan tersebut masuk dalam kelas white area. berapa ukuran partikel yang sesuai?
<100
>100
<10.000
<100.000
>100.000
