wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS FEEDING FORMULA KELAS RPL 14 MEI 2025 an amalia

Total questions: 80

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Makanan formula yang sebagian kandungan zat gizinya masih memelukan proses cerna disebut :

a)

Formula elemental

b)

Formula polimetrik

c)

Formula semi elemental

d)

Formula komersial

e)

Formula polimetrik komplit

2.

Makanan formula yang kandungan zat gizinya siap diserap disebut :

a)

Formula elemental

b)

Formula polimetrik

c)

Formula semi elemental

d)

Formula komersial

e)

Formula polimetrik komplit

3.

Indikasi pemberian formula enteral Rendah Laktosa diberikan kepada pasien :

a)

Gangguan saluran cerna

b)

Disphagia berat

c)

Tidak ada masalah dengan lambung

d)

Intoleransi laktosa

e)

halus dan kolon normal

4.

Salah satu prinsip dan syarat formula enteral dengan nutrisi seimbang adalah :

a)

Protein 10%

b)

Lemak 30%

c)

Karbohidrat 70%

d)

Cukup vitamin

e)

Densitas 1 cc = 1 kcal

5.

Indikasi pemberian makanan formula enteral Nutrisi Seimbang antara lain untuk pasien :

a)

Ganggguan menelan

b)

Gangguan saluran cerna

c)

Intoleransi laktosa

d)

Usus halus dan kolon normal

e)

Lambung berfungsi normal

6.

Tujuan dari pemberian makanan formula enteral TETP adalah :

a)

Menjaga berat badan normal

b)

Mencapai kesimbangan nitrogen positif

c)

Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat

d)

Mencegah underweight

e)

menjaga jaringan tubuh

7.

Syarat diet formula enteral TETP antara lain adalah :

a)

Lemak 25%

b)

Karbohidrat 75%

c)

Protein 1 gram/kg BB

d)

Energi : 25 kacl/kg BB.

e)

densitas : 1,2-2 kcal

8.

Perbandingan nitrogen dengan kalori non protein pada pasien dengan kegawatan ( critical ill) adalah :

a)

1 : 80

b)

1 : 80-110

c)

1 : 75

d)

1 : 110

e)

1 : 115

9.

Indikasi pemberian formula enteral TETP antara lain adalah :

a)

Konstipasi

b)

Obesitas

c)

Pasien dengan lakktosa intolerans

d)

Kanker dengan kemoterapi

e)

disphagia

10.

Prinsip makanan formula untuk Diabetes Melitus adalah :

a)

Rendah serat

b)

Rendah Karbohidrat

c)

Rendah Kalori

d)

Rendah Lemak

e)

Rendah Protein

11.

Makanan adalah sumber energi bagi tubuh. Kandungan nutrisi di dalamnya akan memberikan energi serta zat lain yang diperlukan oleh sel-sel tubuh. Ada berbagai jenis formula makanan yang bisa dikonsumsi salah satunya adalah formula enteral. Formula enteral adalah…..

a)

Semua makanan saring yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat

b)

Semua makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat

c)

Semua makanan cair yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat

d)

Semua makanan cair yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat

e)

Semua makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat tabung infus.

12.

Pangan adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Tanpa pangan yang bisa dikonsumsi maka manusia tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik karena tidak adanya suplay energi. Yang dimaksud dengan pangan adalah….

a)

Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.

b)

Segala sesuatu yang berasal dari alam baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan sebagai makanan bagi konsumsi manusia.

c)

Segala sesuatu yang berasal dari makhluk hidup baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. .

d)

Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan bagi manusia

e)

Segala sesuatu yang dapat dimakan untuk kelangsungan hidup manusia

13.

JIka seorang pasien yang telah dirawat di rumah sakit tetapi intake makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan maka dianjurkan untuk segera diberikan nutrisi enteral. Ada beberapa indikasi seorang pasien untuk segera mendapatkan nutrisi enteral antara lain….

a)

BB menurun lebih dari 10% dalam 6 bulan terakhir, Kadar transferin < 160 mg/dL, Prealbumin < 23 mg/dL

b)

Penyusutan massa tulang, Lemah (melemahnya kekuatan batuk, genggaman tangan atau aktivitas spontan), Prealbumin < 23 mg/dL.

c)

Peningakatan massa otot, Lemah (melemahnya kekuatan batuk, genggaman tangan atau aktivitas spontan)

d)

Penyusutan massa tulang, Lemah (melemahnya kekuatan batuk, genggaman tangan atau aktivitas spontan), Kadar transferin > 160 mg/dL

e)

BB menurun lebih dari 10% dalam 6 bulan terakhir, Kadar transferin < 160 mg/dL, Prealbumin > 23 mg/dL

14.

Dalam pemberian nutrisi enteral ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain…

a)

Jalur masuk makanan, ukuran pipa, Waktu pemberian makanan

b)

Jalur masuk makanan, ukuran pipa, Tingkat kesukaan terhadap makanan

c)

Ukuran pipa, Tingkat kesukaan terhadap makanan, Waktu pemberian makanan

d)

Toleransi system caluran cerna, tingkat kesukaan terhadap makanan, Volume formula

e)

Jalur masuk makanan, ukuran pipa, volume formula

15.

Pemberian nutrisi enteral dengan pembatasan cairan maka volume formula yang dapat diberikan sebesar….

a)

1,0 kcal/mL

b)

1,0-1,5 kcal/mL

c)

1,5-2,0 kcal/mL

d)

2,0-2,5 kcal/mL

e)

2,5-3,0 kcl/mL

16.

Pemberian nutrisi enteral dengan formula standar maka volume formula yang dapat diberikan sebesar….

a)

1,0 kcal/mL

b)

1,0-1,5 kcal/mL

c)

1,5-2,0 kcal/mL

d)

2,0-2,5 kcal/mL

e)

2,5-3,0 kcl/mL

17.

Formula enteral pada umumnya tidak mengandung serat. Untuk produk komersil formula enteral yang mengandung serat biasanya mengandung serat larut dari ….

a)

Jagung

b)

Beras

c)

Terigu

d)

Kedelai

e)

Singkong

18.

Seorang pasien dirawat dirumah sakit, hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan bahwa ada peningkatan kadar Kalium, Magnesium dan Posfor. Intervensi yang dapat dilakukan kepada pasien tersebut salah satunya adalah….

a)

Pemberian produk komersil dengan memperhatikan komposisi K, Mg dan P serta pembatasan cairan (2 kcal/mL)

b)

Pemberian produk komersil dengan memperhatikan penyeimbang K, Mg dan P serta pembatasan cairan (2 kcal/mL)

c)

Pemberian produk komersil dengan memperhatikan komposisi K, Mg dan P serta tanpa pembatasan cairan (2 kcal/mL)

d)

Pemberian produk komersil dengan memperhatikan penyeimbang K, Mg dan P serta tanpa pembatasan cairan (2 kcal/mL)

e)

Pemberian produk komersil dengan memperhatikan penyeimbang K, Mg dan P serta pemberian cairan dalam jumlah normal (2L/hr)

19.

Batas maksimum mikroba aerobik dalam pangan rumah sakit (cair/tepung) adalah…

a)

84 CFU/g

b)

100 CFU/g

c)

104 CFU/g

d)

114 CFU/g

e)

124 CFU/g

20.

Jumlah volume dan lama pemberian paling baik untuk makanan enteral dengan metode Intermitten feeding adalah …………

a)

250-400 mL, diberikan lebih dari 30 menit.

b)

250-300 ml, diberikan selama 10 menit

c)

250-300 ml, diberikan selama 30 menit

d)

250-400 mL, diberikan selama 10 menit

e)

250-400 mL, diberikan selama 20 menit

21.

Risiko Aspirasi dapat terjadi dalam pemberian nutrisi enteral jika ……

a)

memberikan volume kecil dalam waktu singkat

b)

Volume dan lama pemberian tidak menjadi masalah

c)

memberikan volume besar dalam waktu standar

d)

memberikan volume besar dalam waktu lama

e)

memberikan volume besar dalam waktu singkat

22.

Pemberian formula enteral secara Continuous feeding artinya….

a)

Diberikan secara bertahap dan konstan dalam periode 10-24 jam

b)

Diberikan secara bertahap dan konstan dalam periode 8-24 jam

c)

Diberikan secara pelan dan konstan dalam periode 8-24 jam

d)

Diberikan secara pelan dan konstan dalam periode 10-24 jam

e)

Diberikan secara pelan dan konstan dalam periode 12-24 jam

23.

Osmolaritas adalah …..

a)

jumlah partikel zat terlarut per mililiter larutan

b)

jumlah partikel zat terlarut per desiliter larutan

c)

jumlah partikel zat terlarut per liter larutan

d)

jumlah partikel zat terlarut per gram larutan

e)

jumlah partikel zat terlarut per miligran larutan

24.

Kadar bahan dalam satu liter air disebut…..

a)

Osmolaritas

b)

osmolalitas

c)

molaritas

d)

Indeks bias

e)

molalitas

25.

Jika dalam 1 liter larutan mengandung 2 mmol glukosa berapakah jumlah osmolaritasnya…..

a)

2 mOsmol/L

b)

3 mOsmol/L

c)

4 mOsmol/L

d)

5 mOsmol/L

e)

6 mOsmol/L

26.

Jika dalam 1 liter larutan parenteral mengandung dextrose 500 gram, berapakh jumlah osmolaritasnya…..

a)

1000 mOsmol/L

b)

1250 mOsmol/L

c)

1500 mOsmol/L

d)

2000 mOsmol/L

e)

25000 mOsmol/L

27.

Dalam 1 liter larutan TPN mengandung asam amino 80 gram, berapakh jumlah osmolaritasnya…..

a)

200 mOsmol/L

b)

400 mOsmol/L

c)

800 mOsmol/L

d)

10000 mOsmol/L

e)

16000 mOsmol/L

28.

Alat yang dapat digunakan untuk mengukur osmolaritas adalah….

a)

Pnetrometer

b)

higrometer

c)

Osmometer

d)

osmolarimeter

e)

Tensimeter

29.

osmolalliter elektrolit Ca 20 mg, Zn 30 mg, Na 130 mg, Cl 130 mg, dan K 110 mg. Berapa osmolaritas….

a)

14,061 mosm/L

b)

20,087 mosm/L

c)

28,122 mosm/L

d)

32,122 mosm/L

e)

36,013 mosm/L

30.

Jika produk (250 ml) terdiri dari glukosa 18 gram, lemak 6 gram, protein 8 gram, dan elektrolit 14,061 meq. Maka osmolaritas?

a)

127,122 mosm/L

b)

134, 212 mosm/L

c)

166,512 mosm/L

d)

178,555 mosm/L

e)

198,223 mosm/L

31.

Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya…

a)

gaya Adhesi

b)

gaya kohesi

c)

gaya gravitasi

d)

gaya gesek

e)

gaya otot

32.

Nutrisi enteral adalah semua makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat saluran cerna baik melalui mulut (oral), selang nasogastrik (NGT) maupun selang melalui lubang stomagaster atau lubang stuma jejunum (Lambung) baik secara manual maupun dengan bantuan mesin. Apa bentuk makanan enteral?

a)

Cair

b)

Saring

c)

Cincang

d)

Semi padat

e)

Lunak

33.

Satuan osmolalitas adalah….

a)

Osmol/L

b)

Osmol/kg

c)

Osmol/g

d)

Osmol/mL

e)

Osmol/cc

34.

Satuan osmolaritas adalah….

a)

Osmol/L

b)

Osmol/kg

c)

Osmol/g

d)

Osmol/mL

e)

Osmol/cc

35.

Viskositas formula enteral hampir sama dengan viskositas….

a)

Minyak

b)

Sirop

c)

Air

d)

Kecap

e)

Saos

36.

Semakin tinggi tekanan maka viskositas suatu zat cair semakin…..

a)

besar

b)

kecil

c)

tidak ada perubahan

d)

lambat

e)

cepat

37.

Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan sebanyak 80% maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..

a)

Diet dan konseling gizi

b)

Supplemen zat gizi

c)

Makanan enteral melalui pipa

d)

Diet, konseling, supplemen

e)

Parenteral nutrisi

38.

Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan sebanyak 60%-75% maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..

a)

Diet dan konseling gizi

b)

Supplemen zat gizi

c)

Makanan enteral melalui pipa

d)

Diet, konseling, supplemen

e)

Parenteral nutrisi

39.

Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan kurang dari 60% selama lebih dari 10 hari maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..

a)

Diet, konseling gizi

b)

Supplemen zat gizi

c)

Makanan enteral melalui pipa

d)

Diet dan konseling gizi supplemen

e)

Parenteral nutrisi

40.

Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan kurang dari 60% dan mendapatkan makanan enteral selama lebih dari 10 hari maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..

a)

Diet dan konseling gizi

b)

Supplemen zat gizi

c)

Diet, konseling, supplemen

d)

Parenteral nutrisi

e)

Makanan enteral melalui pipa

41.

Jika pemberian nutrisi enteral melalui pipa kurang dari 4-6 minggu maka pemberiannya dapat dilakukan melalui

a)

Central parenteral

b)

Peripheral enteral

c)

nasogastric

d)

ONS

e)

Gastrostomy

42.

Jika pemberian nutrisi parenteral kurang dari 7 hari maka pemberiannya dapat dilakukan melalui

a)

Central parenteral

b)

Peripheral enteral

c)

Nasogastric

d)

ONS

e)

Gastrostomy

43.

Jika pemberian nutrisi parenteral lebih dari 7 hari maka pemberiannya dapat dilakukan melalui

a)

Central parenteral

b)

Peripheral enteral

c)

nasogastric

d)

ONS

e)

Gastrostomy

44.

Jika seorang pasien menerima 1500 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara intermitten feeding maka berapa kali formula enteral dapat diberikan ?

a)

5 kali

b)

6 kali

c)

7 kali

d)

8 kali

e)

9 kali

45.

Jika seorang pasien menerima 2250 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara intermitten feeding maka berapa kali formula enteral dapat diberikan ?

a)

5 kali

b)

6 kali

c)

7 kali

d)

8 kali

e)

9 kali

46.

Jika seorang pasien menerima 1500 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara continuos feeding maka dalam setiap jam dapat diberikan sebanyak……

a)

50,5 mL/jam

b)

55,76 mL/jam

c)

60 mL/jam

d)

62.5 mL/jam

e)

70 mL/jam

47.

Jika seorang pasien menerima 2250 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara continuos feeding maka dalam setiap jam dapat diberikan sebanyak……

a)

50,5 mL/jam

b)

55,76 mL/jam

c)

67,0 mL/jam

d)

82.5 mL/jam

e)

93,75 mL/jam

48.

Formula blender ; merupakan campuran dari bahan makanan; dagig, buah, sayur, susu, tanpa lemak, hidrat arang (tepung), minyak, vitamin, mineral yang dapat dibuat di tingkat rumah tangga. Pertanyaan : indikasi apakah formula tersebut dapat diberikan ?

a)

Pasien yang tidak mempunyai komplikasi berat seperti hipertensi

b)

Fungsi saluran cernah masih berfungsi sempurna

c)

Kandungan laktosa sangat tinggi sehingga cocok untuk pasien yang punya gangguan saluran cerna

d)

Pasien dengan status gizi kurang yang perlu dukungan gizi

e)

Pasien yang tidak dapat menelan dengan baik karena ada gangguan pada daerah pharinx

49.

Formula feeding dengan bahan dasar susu sepertti : susu bubuk, putih telur, hidrat arang (disakarida/oligo sakarida) dan minyak nabati, kompisisinya : 30% energi berasal dari lemak, 12-16&% berasal dari protein, 50-55% berasal dari karbohidrat dengan nilai gizi 1kkal/ml. Pertanyaan makanan formula tersebut di indikasikan pada pasien ?

a)

Setiap pasien dapat diberikan formula tersebut

b)

Dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menelan

c)

Fungsi saluran cerna berfungsi dengan baik dan toleransi terhadap laktosa

d)

Fungsi saluran cerna berfungsi dengan baik dan intoleransi terhadap laktosa

e)

Fungsi saluran cerna berfungsi dengan baik dan gagal ginjal

50.

Sumber-sumber untuk bahan feeding formula yang dapat digunakan pada masyarakat terutama jauh dari perkotaan/ pedesaan sebagai pengganti karbohidrat adalah :

a)

Dadi sapi

b)

Gula halus

c)

Tepung kacang hijau

d)

Tepung sagu

e)

Sari jeruk

51.

Formula bayi merupakan produk yang berbahan dasar susu sapi atau hewan lainnya atau campuran kedua susu tersebut. Formula tersebut dapat diganti sumber protein lainnya jika bayi mengalami kelainan saluran cerna dengan pangan lokal yang mudah di dapat, yaitu :

a)

Kacang tanah

b)

Kacang hijau

c)

Kacang kedelai

d)

Susu kerbau

e)

Tahu

52.

Jenis formula feeding baik pabrikan maupun formula modifikasi di indikasikan pada pasien pasca bedah : mulut, esofagus, saluran empedu maupun kolon. Pertanyaan jika pemberiannya tidak hati-hati kemungkinan dapat terjadi komplikasi yaitu:

a)

Pendarahan gastro intestinal yang akut

b)

Komplikasi bakteriologi

c)

Komplikasi ilius

d)

Komplikasi muntah-muntah

e)

Komplikasi kolik

53.

Jenis formula feeding baik pabrikan maupun formula modifikasi di indikasikan pada pasien pasca bedah : mulut, esofagus, saluran empedu maupun kolon. Pertanyaan formula feeding tersebut kontra indikasi pada pasien :

a)

Komplikasi mekanik

b)

Komplikasi kimiawi

c)

Muntah-muntah

d)

Suhu tubuh tinggi

e)

Komplikasi bakteri

54.

Feeding formula enteral dapat diberikan pada pasien yang mengalami suatu hal seperti tidak dapat makan, tidak mau makan dan tidak boleh makan dengan ketentuan

a)

Sepanjang usus masih berfungsi

b)

Status gizi pasien kurang

c)

Suhu tubuh meningkat

d)

Nafsu makan kurang

e)

Sebagai bentuk dukungan gizi yang lain

55.

Keuntungan pemberian/dukungan gizi : enteral dibandingkan parentral pada pasien yang kritis adalah :

a)

Bersifat psiologis

b)

Biaya mahal

c)

Cepat meningkatkan status gizi

d)

Dapat diberikan pada setiap pasien

e)

Nilai energi rendah

56.

Yang perlu diperhatikan pada proses pembuatan formula feeding dirumah sakit adalah sebagai berikut :

a)

Faktor higiene

b)

Nilai gizi

c)

Osmolaritas

d)

Jenis makanan yang digunakan

e)

Rasa makanan

57.

Indikasi diet formula modifikasi yang rendah atau bebas laktosadan kaya MCT diberikan pada pasien dengan kelainan-kelainan yaitu

a)

Gangguan ginjal/otak

b)

Lipid darah tinggi dan ada kelainan empedu

c)

Kelainan syaraf dan lambung

d)

Kelainan jantung dan paru

e)

Pasien hilang nafsu makan

58.

Pada saat pembuatan makanan enteral, perlu diperhatikan dasar-dasar berikut: bersifat pisiologis, lebih efektif, kalori tinggi, mudah dicapai selain itu juga perlu diperhatikan syarat-syarat gizinya yaitu:

a)

Kandungan energi tinggi

b)

Osmolaritas 50-600 ml osmol

c)

Kandungan gizi seimbang

d)

Tinggi sera

e)

Tinggi laktosa

59.

Sebelum proses modifikasi formula enteral rumah sakit, yang perlu diperhatikan tujuan dan indikasi terhadap penyakit. Pertanyaan: Pada pasien apakah modifikasi formula rendah protein dapat diberikan ?

a)

Pasien paru obstruktif menahun ( PPOM )

b)

Pasien gangguan ginjal dan dapat diberika lewat oral / pipa

c)

Pasien demam berdarah

d)

Pasien anemia tingkat berat

e)

Pasie gagal jantung kongestif

60.

Bahan makanan yang dapat digunakan untuk feeding formula pada jenis formula rendah protein mempunyai fungsi masing-masing, ( Protein, lemak dan Karbohidrat ). Bahan apakah yang dapat berfungsi sebagai sumber energi yang berasal dari Kqarbohidrat ?

a)

SUSU FCM

b)

Ekstrak susu kedele

c)

Maltodedextrin

d)

Minyak canolar rumah sakit

e)

Susu Skim

61.

Tujuan pemberian feeding formula yang telah dimodifikasi pada jenis formula rendah protein perlu diperhatikan dan dilaksanakan dengan tepat. Apa tujuan pemberian feeding formula tersebut terhadap pasiennya ?

a)

Membantu dan mencegah pertambahan berat badan

b)

Memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat

c)

Mengurangi progestifitas gagal ginjal dan memperlambat LFG

d)

Membantu menaikan kadar ureum dan kreatinin darah

e)

Menurunkan berat badan pasien hingga mencapai status gizi hingga normal

62.

Makanan dalam bentuk cair yang diberikan kepada penderita melalui oral atau pipa (sonde) selama saluran cerna masih berfungsi disebut :

a)

Makanan biasa

b)

Makanan cair

c)

Makanan enteral

d)

Makanan parenteral

e)

Makanan lewat pipa

63.

Tujuan pemberian makanan enteral antara lain adalah :

a)

Memenuhi kebutuhan gizi pasien secara optimal

b)

Sebagai variasi makanan untuk pasien

c)

Menjaga asupan gizi pasien

d)

Sebagai makanan selingan bagi pasien

e)

Menghemat waktu dalam persiapan makanan pasien

64.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang mengalami gangguan menelan atau dispaghia, maka perlu diberikan :

a)

Makanan lunak

b)

Makanan saring

c)

Makanan enteral

d)

Makanan Par enteral

e)

Makanan formula komersial

65.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang tidak bisa makanan secara oral, maka perlu diberikan :

a)

Makanan Enteral

b)

Makanan saring

c)

Makanan Lunak

d)

Makanan Parenteral

e)

Makanan formula komersial

66.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memulai pemberian makanan enteral melalui pipa, antara lain :

a)

Status gizi pasien

b)

Jangka waktu pemberian

c)

Daya terima pasien terhadap makanan

d)

Kemampuan pasien menelan makanan

e)

Kadar Hb pasien

67.

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pemasangan pipa Nutrisi enteral adalah :

a)

Salah letak pipa ( masuk ke saluran pernafasan)

b)

Makanan enteral terlalu kental

c)

Makanan enteral tidak bisa mengalir

d)

Pasien tidak bisa menerima makanan enteral

e)

Terjadi gangguan saluran cerna

68.

Makanan formula yang diproduksi oleh pihak rumah sakit disebut :

a)

Formula komersial

b)

Formula enteral rumah sakit

c)

Formula polimerik

d)

Formula Elemental

e)

Formua Semi elemental

69.

Makanan formula yang sebagian kandungan zat gizinya masih memelukan proses cerna disebut :

a)

Formula elemental

b)

Formula polimetrik

c)

Formula semi elemental

d)

Formula komersial

e)

Formula polimetrik komplit

70.

Makanan formula yang kandungan zat gizinya siap diserap disebut :

a)

Formula elemental

b)

Formula polimetrik

c)

Formula semi elemental

d)

Formula komersial

e)

Formula polimetrik komplit

71.

Indikasi pemberian formula enteral Rendah Laktosa diberikan kepada pasien :

a)

Gangguan saluran cerna

b)

Disphagia berat

c)

Tidak ada masalah dengan lambung

d)

intoleransi laktosa

e)

usus halus dan kolon normal

72.

Salah satu prinsip dan syarat formula enteral dengan nutrisi seimbang adalah :

a)

Protein 10%

b)

Lemak 30%

c)

Karbohidrat 70%

d)

Cukup vitamin

e)

Densitas 1 cc = 1 kcal

73.

Indikasi pemberian makanan formula enteral Nutrisi Seimbang antara lain untuk pasien :

a)

Ganggguan menelan

b)

Gangguan saluran cerna

c)

Intoleransi laktosa

d)

Usus halus dan kolon normal

e)

Lambung berfungsi normal

74.

Tujuan dari pemberian makanan formula enteral TETP adalah :

a)

Menjaga berat badan normal

b)

Mencapai kesimbangan nitrogen positif

c)

Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat

d)

Mencegah underweight

e)

Menjaga jaringan tubuh

75.

Syarat diet formula enteral TETP antara lain adalah :

a)

Lemak 25%

b)

Karbohidrat 75%

c)

Protein 1 gram/kg BB

d)

Energi : 25 kcal/kg BB

e)

densitas : 1,2-2 kcal

76.

Indikasi pemberian formula enteral TETP antara lain adalah :

a)

Konstipasi

b)

Obesitas

c)

Pasien dengan lakktosa intolerans

d)

Kanker dengan kemoterapi

e)

disphagia

77.

Formula blender ; merupakan campuran dari bahan makanan; dagig, buah, sayur, susu, tanpa lemak, hidrat arang (tepung), minyak, vitamin, mineral yang dapat dibuat di tingkat rumah tangga. Pertanyaan : indikasi apakah formula tersebut dapat diberikan ?

a)

Pasien yang tidak mempunyai komplikasi berat seperti hipertensi

b)

Fungsi saluran cernah masih berfungsi sempurna

c)

Kandungan laktosa sangat tinggi sehingga cocok untuk pasien yang punya gangguan saluran cerna

d)

Pasien dengan status gizi kurang yang perlu dukungan gizi

e)

Pasien yang tidak dapat menelan dengan baik karena ada gangguan pada daerah pharinx

78.

Selaintujuan, saat akan melakukan modifikasi feeding formula, maka harus menetapkan indikasi pemberian dari hasil produk tersebut.Pertanyaan: Apa indikasi modifikasi formula enteral rumah sakit terhadap pasien ?

a)

Gangguan / penuruna kesadaran

b)

Cukup vitamin dan mineral

c)

Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat

d)

Densitan yang ideal 1 cc = 1 kkal

e)

Protein 15 – 20 %

79.

Upaya dukungan gizi pada pasien kritis seperti luka bakar, sepsis berat tergantung kondisi aktual saat ini, yaitu dapat diberikan makanan lewat pipa melalui nasofaring. Makanan tersebut merupakan hasil modifikasi formula RS. Jenis formula apakah yang tepat diberikan pada pasien tersebut ?

a)

Formula Intravena

b)

Formula oral

c)

Formula elemental

d)

Formula TETP

e)

Makanan cair

80.

Alasan dilakukan modifikasi feeding formula karena adanya tuntutan kebutuhan – teknologi tepat guna dengan kondisi pasien yaitu:intake berkurang, kebutuhan meningkat. Untuk itu perlu dukungan gizi adekuat guna mempercepat kesembuhan, mengurangi hari rawat, menurunkan morbiditas dan mortalitas serta mencegah KEP. Untuk membuat formula tersebut harus memenuhi syarat kandungan Gizi. Yaitu:

a)

Kandungan gizi ideal : 1 kkal dalam 1 cc cairan

b)

Kandungan KH : 40 – 50 % total energi

c)

Kandungan Protein 8 -10 %

d)

Kandungan Lemak 10 – 15 %

e)

Kandungan serat 20 gram