NEW
Font size
WorksheetsUTS FEEDING FORMULA KELAS RPL 14 MEI 2025 an amalia
Total questions: 80
Worksheet time: 40mins
Makanan formula yang sebagian kandungan zat gizinya masih memelukan proses cerna disebut :
Formula elemental
Formula polimetrik
Formula semi elemental
Formula komersial
Formula polimetrik komplit
Makanan formula yang kandungan zat gizinya siap diserap disebut :
Formula elemental
Formula polimetrik
Formula semi elemental
Formula komersial
Formula polimetrik komplit
Indikasi pemberian formula enteral Rendah Laktosa diberikan kepada pasien :
Gangguan saluran cerna
Disphagia berat
Tidak ada masalah dengan lambung
Intoleransi laktosa
halus dan kolon normal
Salah satu prinsip dan syarat formula enteral dengan nutrisi seimbang adalah :
Protein 10%
Lemak 30%
Karbohidrat 70%
Cukup vitamin
Densitas 1 cc = 1 kcal
Indikasi pemberian makanan formula enteral Nutrisi Seimbang antara lain untuk pasien :
Ganggguan menelan
Gangguan saluran cerna
Intoleransi laktosa
Usus halus dan kolon normal
Lambung berfungsi normal
Tujuan dari pemberian makanan formula enteral TETP adalah :
Menjaga berat badan normal
Mencapai kesimbangan nitrogen positif
Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat
Mencegah underweight
menjaga jaringan tubuh
Syarat diet formula enteral TETP antara lain adalah :
Lemak 25%
Karbohidrat 75%
Protein 1 gram/kg BB
Energi : 25 kacl/kg BB.
densitas : 1,2-2 kcal
Perbandingan nitrogen dengan kalori non protein pada pasien dengan kegawatan ( critical ill) adalah :
1 : 80
1 : 80-110
1 : 75
1 : 110
1 : 115
Indikasi pemberian formula enteral TETP antara lain adalah :
Konstipasi
Obesitas
Pasien dengan lakktosa intolerans
Kanker dengan kemoterapi
disphagia
Prinsip makanan formula untuk Diabetes Melitus adalah :
Rendah serat
Rendah Karbohidrat
Rendah Kalori
Rendah Lemak
Rendah Protein
Makanan adalah sumber energi bagi tubuh. Kandungan nutrisi di dalamnya akan memberikan energi serta zat lain yang diperlukan oleh sel-sel tubuh. Ada berbagai jenis formula makanan yang bisa dikonsumsi salah satunya adalah formula enteral. Formula enteral adalah…..
Semua makanan saring yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat
Semua makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat
Semua makanan cair yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat
Semua makanan cair yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai nutrisi lewat saluran cerna baik secara oral ataupun dengan bantuan alat
Semua makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai pendukung nutrisi lewat tabung infus.
Pangan adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Tanpa pangan yang bisa dikonsumsi maka manusia tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik karena tidak adanya suplay energi. Yang dimaksud dengan pangan adalah….
Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.
Segala sesuatu yang berasal dari alam baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan sebagai makanan bagi konsumsi manusia.
Segala sesuatu yang berasal dari makhluk hidup baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. .
Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukan bagi manusia
Segala sesuatu yang dapat dimakan untuk kelangsungan hidup manusia
JIka seorang pasien yang telah dirawat di rumah sakit tetapi intake makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan maka dianjurkan untuk segera diberikan nutrisi enteral. Ada beberapa indikasi seorang pasien untuk segera mendapatkan nutrisi enteral antara lain….
BB menurun lebih dari 10% dalam 6 bulan terakhir, Kadar transferin < 160 mg/dL, Prealbumin < 23 mg/dL
Penyusutan massa tulang, Lemah (melemahnya kekuatan batuk, genggaman tangan atau aktivitas spontan), Prealbumin < 23 mg/dL.
Peningakatan massa otot, Lemah (melemahnya kekuatan batuk, genggaman tangan atau aktivitas spontan)
Penyusutan massa tulang, Lemah (melemahnya kekuatan batuk, genggaman tangan atau aktivitas spontan), Kadar transferin > 160 mg/dL
BB menurun lebih dari 10% dalam 6 bulan terakhir, Kadar transferin < 160 mg/dL, Prealbumin > 23 mg/dL
Dalam pemberian nutrisi enteral ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain…
Jalur masuk makanan, ukuran pipa, Waktu pemberian makanan
Jalur masuk makanan, ukuran pipa, Tingkat kesukaan terhadap makanan
Ukuran pipa, Tingkat kesukaan terhadap makanan, Waktu pemberian makanan
Toleransi system caluran cerna, tingkat kesukaan terhadap makanan, Volume formula
Jalur masuk makanan, ukuran pipa, volume formula
Pemberian nutrisi enteral dengan pembatasan cairan maka volume formula yang dapat diberikan sebesar….
1,0 kcal/mL
1,0-1,5 kcal/mL
1,5-2,0 kcal/mL
2,0-2,5 kcal/mL
2,5-3,0 kcl/mL
Pemberian nutrisi enteral dengan formula standar maka volume formula yang dapat diberikan sebesar….
1,0 kcal/mL
1,0-1,5 kcal/mL
1,5-2,0 kcal/mL
2,0-2,5 kcal/mL
2,5-3,0 kcl/mL
Formula enteral pada umumnya tidak mengandung serat. Untuk produk komersil formula enteral yang mengandung serat biasanya mengandung serat larut dari ….
Jagung
Beras
Terigu
Kedelai
Singkong
Seorang pasien dirawat dirumah sakit, hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan bahwa ada peningkatan kadar Kalium, Magnesium dan Posfor. Intervensi yang dapat dilakukan kepada pasien tersebut salah satunya adalah….
Pemberian produk komersil dengan memperhatikan komposisi K, Mg dan P serta pembatasan cairan (2 kcal/mL)
Pemberian produk komersil dengan memperhatikan penyeimbang K, Mg dan P serta pembatasan cairan (2 kcal/mL)
Pemberian produk komersil dengan memperhatikan komposisi K, Mg dan P serta tanpa pembatasan cairan (2 kcal/mL)
Pemberian produk komersil dengan memperhatikan penyeimbang K, Mg dan P serta tanpa pembatasan cairan (2 kcal/mL)
Pemberian produk komersil dengan memperhatikan penyeimbang K, Mg dan P serta pemberian cairan dalam jumlah normal (2L/hr)
Batas maksimum mikroba aerobik dalam pangan rumah sakit (cair/tepung) adalah…
84 CFU/g
100 CFU/g
104 CFU/g
114 CFU/g
124 CFU/g
Jumlah volume dan lama pemberian paling baik untuk makanan enteral dengan metode Intermitten feeding adalah …………
250-400 mL, diberikan lebih dari 30 menit.
250-300 ml, diberikan selama 10 menit
250-300 ml, diberikan selama 30 menit
250-400 mL, diberikan selama 10 menit
250-400 mL, diberikan selama 20 menit
Risiko Aspirasi dapat terjadi dalam pemberian nutrisi enteral jika ……
memberikan volume kecil dalam waktu singkat
Volume dan lama pemberian tidak menjadi masalah
memberikan volume besar dalam waktu standar
memberikan volume besar dalam waktu lama
memberikan volume besar dalam waktu singkat
Pemberian formula enteral secara Continuous feeding artinya….
Diberikan secara bertahap dan konstan dalam periode 10-24 jam
Diberikan secara bertahap dan konstan dalam periode 8-24 jam
Diberikan secara pelan dan konstan dalam periode 8-24 jam
Diberikan secara pelan dan konstan dalam periode 10-24 jam
Diberikan secara pelan dan konstan dalam periode 12-24 jam
Osmolaritas adalah …..
jumlah partikel zat terlarut per mililiter larutan
jumlah partikel zat terlarut per desiliter larutan
jumlah partikel zat terlarut per liter larutan
jumlah partikel zat terlarut per gram larutan
jumlah partikel zat terlarut per miligran larutan
Kadar bahan dalam satu liter air disebut…..
Osmolaritas
osmolalitas
molaritas
Indeks bias
molalitas
Jika dalam 1 liter larutan mengandung 2 mmol glukosa berapakah jumlah osmolaritasnya…..
2 mOsmol/L
3 mOsmol/L
4 mOsmol/L
5 mOsmol/L
6 mOsmol/L
Jika dalam 1 liter larutan parenteral mengandung dextrose 500 gram, berapakh jumlah osmolaritasnya…..
1000 mOsmol/L
1250 mOsmol/L
1500 mOsmol/L
2000 mOsmol/L
25000 mOsmol/L
Dalam 1 liter larutan TPN mengandung asam amino 80 gram, berapakh jumlah osmolaritasnya…..
200 mOsmol/L
400 mOsmol/L
800 mOsmol/L
10000 mOsmol/L
16000 mOsmol/L
Alat yang dapat digunakan untuk mengukur osmolaritas adalah….
Pnetrometer
higrometer
Osmometer
osmolarimeter
Tensimeter
osmolalliter elektrolit Ca 20 mg, Zn 30 mg, Na 130 mg, Cl 130 mg, dan K 110 mg. Berapa osmolaritas….
14,061 mosm/L
20,087 mosm/L
28,122 mosm/L
32,122 mosm/L
36,013 mosm/L
Jika produk (250 ml) terdiri dari glukosa 18 gram, lemak 6 gram, protein 8 gram, dan elektrolit 14,061 meq. Maka osmolaritas?
127,122 mosm/L
134, 212 mosm/L
166,512 mosm/L
178,555 mosm/L
198,223 mosm/L
Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya…
gaya Adhesi
gaya kohesi
gaya gravitasi
gaya gesek
gaya otot
Nutrisi enteral adalah semua makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat saluran cerna baik melalui mulut (oral), selang nasogastrik (NGT) maupun selang melalui lubang stomagaster atau lubang stuma jejunum (Lambung) baik secara manual maupun dengan bantuan mesin. Apa bentuk makanan enteral?
Cair
Saring
Cincang
Semi padat
Lunak
Satuan osmolalitas adalah….
Osmol/L
Osmol/kg
Osmol/g
Osmol/mL
Osmol/cc
Satuan osmolaritas adalah….
Osmol/L
Osmol/kg
Osmol/g
Osmol/mL
Osmol/cc
Viskositas formula enteral hampir sama dengan viskositas….
Minyak
Sirop
Air
Kecap
Saos
Semakin tinggi tekanan maka viskositas suatu zat cair semakin…..
besar
kecil
tidak ada perubahan
lambat
cepat
Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan sebanyak 80% maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..
Diet dan konseling gizi
Supplemen zat gizi
Makanan enteral melalui pipa
Diet, konseling, supplemen
Parenteral nutrisi
Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan sebanyak 60%-75% maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..
Diet dan konseling gizi
Supplemen zat gizi
Makanan enteral melalui pipa
Diet, konseling, supplemen
Parenteral nutrisi
Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan kurang dari 60% selama lebih dari 10 hari maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..
Diet, konseling gizi
Supplemen zat gizi
Makanan enteral melalui pipa
Diet dan konseling gizi supplemen
Parenteral nutrisi
Jika asupan pasien yang bisa dihabiskan kurang dari 60% dan mendapatkan makanan enteral selama lebih dari 10 hari maka dukungan nutrisi yang dapat diberikan adalah…..
Diet dan konseling gizi
Supplemen zat gizi
Diet, konseling, supplemen
Parenteral nutrisi
Makanan enteral melalui pipa
Jika pemberian nutrisi enteral melalui pipa kurang dari 4-6 minggu maka pemberiannya dapat dilakukan melalui
Central parenteral
Peripheral enteral
nasogastric
ONS
Gastrostomy
Jika pemberian nutrisi parenteral kurang dari 7 hari maka pemberiannya dapat dilakukan melalui
Central parenteral
Peripheral enteral
Nasogastric
ONS
Gastrostomy
Jika pemberian nutrisi parenteral lebih dari 7 hari maka pemberiannya dapat dilakukan melalui
Central parenteral
Peripheral enteral
nasogastric
ONS
Gastrostomy
Jika seorang pasien menerima 1500 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara intermitten feeding maka berapa kali formula enteral dapat diberikan ?
5 kali
6 kali
7 kali
8 kali
9 kali
Jika seorang pasien menerima 2250 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara intermitten feeding maka berapa kali formula enteral dapat diberikan ?
5 kali
6 kali
7 kali
8 kali
9 kali
Jika seorang pasien menerima 1500 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara continuos feeding maka dalam setiap jam dapat diberikan sebanyak……
50,5 mL/jam
55,76 mL/jam
60 mL/jam
62.5 mL/jam
70 mL/jam
Jika seorang pasien menerima 2250 Kal/hari dan akan diberikan dengan cara continuos feeding maka dalam setiap jam dapat diberikan sebanyak……
50,5 mL/jam
55,76 mL/jam
67,0 mL/jam
82.5 mL/jam
93,75 mL/jam
Formula blender ; merupakan campuran dari bahan makanan; dagig, buah, sayur, susu, tanpa lemak, hidrat arang (tepung), minyak, vitamin, mineral yang dapat dibuat di tingkat rumah tangga. Pertanyaan : indikasi apakah formula tersebut dapat diberikan ?
Pasien yang tidak mempunyai komplikasi berat seperti hipertensi
Fungsi saluran cernah masih berfungsi sempurna
Kandungan laktosa sangat tinggi sehingga cocok untuk pasien yang punya gangguan saluran cerna
Pasien dengan status gizi kurang yang perlu dukungan gizi
Pasien yang tidak dapat menelan dengan baik karena ada gangguan pada daerah pharinx
Formula feeding dengan bahan dasar susu sepertti : susu bubuk, putih telur, hidrat arang (disakarida/oligo sakarida) dan minyak nabati, kompisisinya : 30% energi berasal dari lemak, 12-16&% berasal dari protein, 50-55% berasal dari karbohidrat dengan nilai gizi 1kkal/ml. Pertanyaan makanan formula tersebut di indikasikan pada pasien ?
Setiap pasien dapat diberikan formula tersebut
Dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menelan
Fungsi saluran cerna berfungsi dengan baik dan toleransi terhadap laktosa
Fungsi saluran cerna berfungsi dengan baik dan intoleransi terhadap laktosa
Fungsi saluran cerna berfungsi dengan baik dan gagal ginjal
Sumber-sumber untuk bahan feeding formula yang dapat digunakan pada masyarakat terutama jauh dari perkotaan/ pedesaan sebagai pengganti karbohidrat adalah :
Dadi sapi
Gula halus
Tepung kacang hijau
Tepung sagu
Sari jeruk
Formula bayi merupakan produk yang berbahan dasar susu sapi atau hewan lainnya atau campuran kedua susu tersebut. Formula tersebut dapat diganti sumber protein lainnya jika bayi mengalami kelainan saluran cerna dengan pangan lokal yang mudah di dapat, yaitu :
Kacang tanah
Kacang hijau
Kacang kedelai
Susu kerbau
Tahu
Jenis formula feeding baik pabrikan maupun formula modifikasi di indikasikan pada pasien pasca bedah : mulut, esofagus, saluran empedu maupun kolon. Pertanyaan jika pemberiannya tidak hati-hati kemungkinan dapat terjadi komplikasi yaitu:
Pendarahan gastro intestinal yang akut
Komplikasi bakteriologi
Komplikasi ilius
Komplikasi muntah-muntah
Komplikasi kolik
Jenis formula feeding baik pabrikan maupun formula modifikasi di indikasikan pada pasien pasca bedah : mulut, esofagus, saluran empedu maupun kolon. Pertanyaan formula feeding tersebut kontra indikasi pada pasien :
Komplikasi mekanik
Komplikasi kimiawi
Muntah-muntah
Suhu tubuh tinggi
Komplikasi bakteri
Feeding formula enteral dapat diberikan pada pasien yang mengalami suatu hal seperti tidak dapat makan, tidak mau makan dan tidak boleh makan dengan ketentuan
Sepanjang usus masih berfungsi
Status gizi pasien kurang
Suhu tubuh meningkat
Nafsu makan kurang
Sebagai bentuk dukungan gizi yang lain
Keuntungan pemberian/dukungan gizi : enteral dibandingkan parentral pada pasien yang kritis adalah :
Bersifat psiologis
Biaya mahal
Cepat meningkatkan status gizi
Dapat diberikan pada setiap pasien
Nilai energi rendah
Yang perlu diperhatikan pada proses pembuatan formula feeding dirumah sakit adalah sebagai berikut :
Faktor higiene
Nilai gizi
Osmolaritas
Jenis makanan yang digunakan
Rasa makanan
Indikasi diet formula modifikasi yang rendah atau bebas laktosadan kaya MCT diberikan pada pasien dengan kelainan-kelainan yaitu
Gangguan ginjal/otak
Lipid darah tinggi dan ada kelainan empedu
Kelainan syaraf dan lambung
Kelainan jantung dan paru
Pasien hilang nafsu makan
Pada saat pembuatan makanan enteral, perlu diperhatikan dasar-dasar berikut: bersifat pisiologis, lebih efektif, kalori tinggi, mudah dicapai selain itu juga perlu diperhatikan syarat-syarat gizinya yaitu:
Kandungan energi tinggi
Osmolaritas 50-600 ml osmol
Kandungan gizi seimbang
Tinggi sera
Tinggi laktosa
Sebelum proses modifikasi formula enteral rumah sakit, yang perlu diperhatikan tujuan dan indikasi terhadap penyakit. Pertanyaan: Pada pasien apakah modifikasi formula rendah protein dapat diberikan ?
Pasien paru obstruktif menahun ( PPOM )
Pasien gangguan ginjal dan dapat diberika lewat oral / pipa
Pasien demam berdarah
Pasien anemia tingkat berat
Pasie gagal jantung kongestif
Bahan makanan yang dapat digunakan untuk feeding formula pada jenis formula rendah protein mempunyai fungsi masing-masing, ( Protein, lemak dan Karbohidrat ). Bahan apakah yang dapat berfungsi sebagai sumber energi yang berasal dari Kqarbohidrat ?
SUSU FCM
Ekstrak susu kedele
Maltodedextrin
Minyak canolar rumah sakit
Susu Skim
Tujuan pemberian feeding formula yang telah dimodifikasi pada jenis formula rendah protein perlu diperhatikan dan dilaksanakan dengan tepat. Apa tujuan pemberian feeding formula tersebut terhadap pasiennya ?
Membantu dan mencegah pertambahan berat badan
Memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat
Mengurangi progestifitas gagal ginjal dan memperlambat LFG
Membantu menaikan kadar ureum dan kreatinin darah
Menurunkan berat badan pasien hingga mencapai status gizi hingga normal
Makanan dalam bentuk cair yang diberikan kepada penderita melalui oral atau pipa (sonde) selama saluran cerna masih berfungsi disebut :
Makanan biasa
Makanan cair
Makanan enteral
Makanan parenteral
Makanan lewat pipa
Tujuan pemberian makanan enteral antara lain adalah :
Memenuhi kebutuhan gizi pasien secara optimal
Sebagai variasi makanan untuk pasien
Menjaga asupan gizi pasien
Sebagai makanan selingan bagi pasien
Menghemat waktu dalam persiapan makanan pasien
Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang mengalami gangguan menelan atau dispaghia, maka perlu diberikan :
Makanan lunak
Makanan saring
Makanan enteral
Makanan Par enteral
Makanan formula komersial
Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang tidak bisa makanan secara oral, maka perlu diberikan :
Makanan Enteral
Makanan saring
Makanan Lunak
Makanan Parenteral
Makanan formula komersial
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memulai pemberian makanan enteral melalui pipa, antara lain :
Status gizi pasien
Jangka waktu pemberian
Daya terima pasien terhadap makanan
Kemampuan pasien menelan makanan
Kadar Hb pasien
Salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pemasangan pipa Nutrisi enteral adalah :
Salah letak pipa ( masuk ke saluran pernafasan)
Makanan enteral terlalu kental
Makanan enteral tidak bisa mengalir
Pasien tidak bisa menerima makanan enteral
Terjadi gangguan saluran cerna
Makanan formula yang diproduksi oleh pihak rumah sakit disebut :
Formula komersial
Formula enteral rumah sakit
Formula polimerik
Formula Elemental
Formua Semi elemental
Makanan formula yang sebagian kandungan zat gizinya masih memelukan proses cerna disebut :
Formula elemental
Formula polimetrik
Formula semi elemental
Formula komersial
Formula polimetrik komplit
Makanan formula yang kandungan zat gizinya siap diserap disebut :
Formula elemental
Formula polimetrik
Formula semi elemental
Formula komersial
Formula polimetrik komplit
Indikasi pemberian formula enteral Rendah Laktosa diberikan kepada pasien :
Gangguan saluran cerna
Disphagia berat
Tidak ada masalah dengan lambung
intoleransi laktosa
usus halus dan kolon normal
Salah satu prinsip dan syarat formula enteral dengan nutrisi seimbang adalah :
Protein 10%
Lemak 30%
Karbohidrat 70%
Cukup vitamin
Densitas 1 cc = 1 kcal
Indikasi pemberian makanan formula enteral Nutrisi Seimbang antara lain untuk pasien :
Ganggguan menelan
Gangguan saluran cerna
Intoleransi laktosa
Usus halus dan kolon normal
Lambung berfungsi normal
Tujuan dari pemberian makanan formula enteral TETP adalah :
Menjaga berat badan normal
Mencapai kesimbangan nitrogen positif
Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat
Mencegah underweight
Menjaga jaringan tubuh
Syarat diet formula enteral TETP antara lain adalah :
Lemak 25%
Karbohidrat 75%
Protein 1 gram/kg BB
Energi : 25 kcal/kg BB
densitas : 1,2-2 kcal
Indikasi pemberian formula enteral TETP antara lain adalah :
Konstipasi
Obesitas
Pasien dengan lakktosa intolerans
Kanker dengan kemoterapi
disphagia
Formula blender ; merupakan campuran dari bahan makanan; dagig, buah, sayur, susu, tanpa lemak, hidrat arang (tepung), minyak, vitamin, mineral yang dapat dibuat di tingkat rumah tangga. Pertanyaan : indikasi apakah formula tersebut dapat diberikan ?
Pasien yang tidak mempunyai komplikasi berat seperti hipertensi
Fungsi saluran cernah masih berfungsi sempurna
Kandungan laktosa sangat tinggi sehingga cocok untuk pasien yang punya gangguan saluran cerna
Pasien dengan status gizi kurang yang perlu dukungan gizi
Pasien yang tidak dapat menelan dengan baik karena ada gangguan pada daerah pharinx
Selaintujuan, saat akan melakukan modifikasi feeding formula, maka harus menetapkan indikasi pemberian dari hasil produk tersebut.Pertanyaan: Apa indikasi modifikasi formula enteral rumah sakit terhadap pasien ?
Gangguan / penuruna kesadaran
Cukup vitamin dan mineral
Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat
Densitan yang ideal 1 cc = 1 kkal
Protein 15 – 20 %
Upaya dukungan gizi pada pasien kritis seperti luka bakar, sepsis berat tergantung kondisi aktual saat ini, yaitu dapat diberikan makanan lewat pipa melalui nasofaring. Makanan tersebut merupakan hasil modifikasi formula RS. Jenis formula apakah yang tepat diberikan pada pasien tersebut ?
Formula Intravena
Formula oral
Formula elemental
Formula TETP
Makanan cair
Alasan dilakukan modifikasi feeding formula karena adanya tuntutan kebutuhan – teknologi tepat guna dengan kondisi pasien yaitu:intake berkurang, kebutuhan meningkat. Untuk itu perlu dukungan gizi adekuat guna mempercepat kesembuhan, mengurangi hari rawat, menurunkan morbiditas dan mortalitas serta mencegah KEP. Untuk membuat formula tersebut harus memenuhi syarat kandungan Gizi. Yaitu:
Kandungan gizi ideal : 1 kkal dalam 1 cc cairan
Kandungan KH : 40 – 50 % total energi
Kandungan Protein 8 -10 %
Kandungan Lemak 10 – 15 %
Kandungan serat 20 gram
