wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Gabungan Soal

Total questions: 121

Worksheet time: 2hrs 1mins

Name
Class
Date
1.
TIPOLOGI KESALAHAN AUDITOR berdasarkan hasil Riset Tuanakota dalam buku: Mendekteksi Kecuraangan Laporan Keuangan
a)
Tidak Update - Ceroboh - Teledor -Tuna ETIKA
b)
Tidak Update - Ceroboh -Teledor -Tuna GRAHA
c)
Tidak Update - Ceroboh - Teliti -Tuna ETIKA
d)
Tidak Ramah - Ceroboh - Teledor - Tuna ETIKA
e)
Tidak Update - Tidak Pintar - Teledor - Tuna ETIKA
2.
Proses mereview ukuran kelayakan menekankan bukti, pendukung laporan dan data finansial adalah?
a)
Akuntansi Forensik
b)
Pemeriksaan Laporan Keuangan
c)
Auditing
d)
1 dan 2 benar
3.
Apa tujuan logika auditing yang bergantung pada gagasan dan metode-metode audit verifikasi, pemeriksaan data finansial<br />
a)
Penilaian Sampel
b)
Penilaian Kewajaran
c)
Penilaian Kejujuran
d)
Penilaian SPI
4.
logika auditing bergantung pada?
a)
<br />gagasan dan metode-metode audit verifikasi
b)
Prosedur Audit
c)
1 dan 4 benar
d)
pemeriksaan data finansial
5.
Apa yang menjadi empat karakteristik pendekatan filosofi?
a)
1. Komprehensif 2. Insight atau pendalaman 3. Keilmuan<br />4. vision atau pandangan ke depan
b)
1. Komprehensif 2. Insight atau pendalaman 3. Perspektif 4. vision atau pandangan ke depan
c)
1. Komprehensif 2. Pengalaman 3. Perspektif 4. vision atau pandangan ke depan
d)
1. Kesederhanaan Konsep 2. Insight atau pendalaman 3. Perspektif 4. vision atau pandangan ke depan
6.
Apa yang dimaksud dengan "Komprehensif"?
a)
pemahaman yang menyeluruh secara utuh, bukannya bagian-bagiannya saja
b)
pemahaman yang menyeluruh meskipun tidak secara utuh
c)
pemahaman yang menyeluruh namun dapat juga dilakukan per bagian-bagiannya saja
d)
pemahaman per bagian secara utuh
7.
Suatu proses yang komprehensif yang bagian-bagiannya secara teratur dan logis dapat dijelaskan secara konsisten untuk menyelesaikan suatu audit dengan cara terbaik.
a)
Audit yang utuh
b)
Audit yang menyeluruh
c)
Audit yang konsisten
d)
Audit yang komprehensif
8.
Mengapa Audit harus berdiri diatas standar dan metodologi dan konsep yang baik sebagai sebuah body of knowledge
a)
agar bagian-bagiannya (seperti evidence, due care, disclosure dan independence) secara terstruktur dan logis dapat dipertanggungjawabkan secara benar
b)
agar bagian-bagiannya (seperti evidence, due care, disclosure dan independence) secara terstruktur dan logis dapat dijelaskan secara konsisten.
c)
agar outputnya secara terstruktur dan logis dapat dijelaskan secara konsisten.
d)
agar bagian-bagiannya (seperti evidence, due care, disclosure dan independence) dapat menghasilkan output yang benar
9.
Syarat Prespektif sebagai salah satu unsur pendekatan filsafat adalah?
a)
pandangan yang luas untuk menangkap kebenaran dan fakta yang tersedia
b)
pandangan yang luas untuk menangkap kebenaran dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi
c)
pandangan yang luas untuk menangkap kebenaran dan fakta lain yang harus dipertimbangkan
d)
pandangan yang luas untuk menangkap kebenaran dan makna sepenuhnya dari sesuatu, dan bukan pandangan dari sudut pandang seseorang saja.
10.
Bagaimana penerapan prespektif dalam filsafat auditing
a)
mengenyampingkan keilmuan atau kepentingan pribadi
b)
mengenyampingkan pandangan atau masalah pribadi
c)
mengenyampingkan pandangan atau informasi yang bersifat pribadi
d)
mengenyampingkan pandangan atau kepentingan pribadi
11.
Auditor harus memperhatikan pendapat, penjelasan dan membangun interaksi yang baik agar?
a)
terhindar dari bias dalam membuat pendapat dan kesimpulan<br />
b)
terhindar dari kesalahan dalam membuat pendapat dan kesimpulan<br />
c)
terhindar dari kerancuan dalam membuat pendapat dan kesimpulan<br />
d)
terhindar dari kebingungan dalam membuat pendapat dan kesimpulan<br />
12.
Apa yang menjadi penekanan pada sebuah insight?
a)
kondisi audit
b)
kedalaman dari apa yang ingin dikaji.
c)
pengetahuan yang dimiliki
d)
latar belakang pemikiran
13.
Apa yang melandasi sebuah insight?
a)
Latar belakang sosial seorang auditor
b)
Latar belakang pendidikan seorang auditor
c)
Pandangan hidup (views of life) seorang auditor atau juga pandangannya mengenai dunia luar (world views).
d)
Pola pikir dalam melakukan analisa
14.
Apa yang dimaksud dengan philosophical insight dalam konteks audit?
a)
Cara lain untuk mengatakan bahwa auditor harus mampu menemukan akar masalah dalam setiap penugasan auditnya sehingga rekomendasi yang dihasilkan tepat sasaran dan audit akan memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat secara keseluruhan.
b)
Cara lain untuk mengatakan bahwa auditor harus memiliki pengetahuan yang cukup atas landasan filosofis
c)
Cara lain untuk mengatakan bahwa auditor harus memiliki dasar psikologis dalam melakukan penilaian
d)
Cara lain untuk mengatakan bahwa auditor harus memiliki pengetahuan yang cukup soal filosofi audit
15.
Apa yang dimaksud dengan “Akar Masalah”?
a)
Sumber permasalahan yang dihadapi
b)
Penyebab permasalahan yang ditemukan
c)
Bentuk ideal sebuah proses kegiatan
d)
Pijakan yang kita gunakan untuk berpikir dan menarik kesimpulan dan memberikn rekomendasi. Akar masalah sering kali tersembunyi dan harus kita cari dan ungkapkan.
16.
Apa yang menjadi salah satu alasan perlunya seorang Auditor memiliki pandangan yang luas?
a)
Untuk mampu melihat secara utuh sebuah permasalahan
b)
Untuk mampu menyelesaikan masalah auditee
c)
Untuk mampu memberikan alternatif solusi atas masalah yang dihadapi auditeenya.
d)
Untuk mampu mengidentifikasi pihak terkait
17.
Selain kemampuan mengungkap temuan dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam profesi auditor, hal apa yang juga perlu mendapatkan perhatian yang lebih penting?
a)
Kemampuan auditor untuk menyampaikan temuan secara jelas
b)
Kemampuan auditor untuk merumuskan rekomendasi agar temuan tersebut tidak berulang
c)
Kemampuan auditor menjadi pemberi solusi
d)
Kemampuan auditor berkomunikasi dengan baik
18.
Apa alasan ideal auditor diharapkan berperan sebagai quality assurance?
a)
Agar auditor mampu memastikan hasil auditnya
b)
Agar auditor mampu untuk mengawal capaian visi besar dari stakeholdernya.
c)
Agar auditor mampu memberikan solusi
d)
Agar entitas dapat menggunakan hasil audit
19.
Apa konsep dasar yang diajukan Mautz dan Sharaf (1961)?
a)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter) Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation) Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care) Konsep Independensi Konsep Etika (Ethical Conduct)
b)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter) Konsep Keadilan Penyajian (Fair Presentation) Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care) Konsep Independensi Konsep Etika (Ethical Conduct)
c)
Konsep Ketepatan Pembuktian (Evidential Matter) Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation) Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care) Konsep Independensi Konsep Etika (Ethical Conduct)
d)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter) Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation) Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care) Konsep Integritas Konsep Etika (Ethical Conduct)
20.
Sebutkan metode pendekatan tradisional yang dikenal dalam bidang studi filosofi yang dapat digunakan dalam pengembangan teori auditing!
a)
metode analitis dan valuasi
b)
metode verifikasi
c)
metode pembuktian terbalik
d)
metode pemahaman umum
21.
Apa yang menjadi alasan metode pendekatan filosofi analitis dan valuasi memiliki tempat tersebdiri dalam metode audit?
a)
Karena auditing berkaitan dengan perwujudan tanggung jawab sosial dan perilaku etis (ethical conduct), di samping kepentingannya dengan pengumpulan dan evaluasi bukti.
b)
Karena auditing berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan (professional hazzard)
c)
Karena auditing berkepentingan terhadap bukti yang digunakan
d)
Karena auditing berkaitan dengan perwujudan tanggung jawab substansi (substance requirement)
22.
Apa yang dimaksud pendekatan analitis?
a)
Sikap filosofis berupaya menerima sikap kritis dan analitis terhadap ide-ide maupun gagasan yang selama ini ditolak begitu saja oleh sebagian orang.
b)
Sikap filosofis berupaya menjadi kreatif dalam menghasilkan ide-ide maupun gagasan
c)
Sikap filosofis berupaya menampung ide-ide maupun gagasan yang selama ini diterima begitu saja oleh sebagian orang.
d)
Sikap filosofis berupaya merefleksikan sikap kritis dan analitis terhadap ide-ide maupun gagasan yang selama ini diterima begitu saja oleh sebagian orang.
23.
Apa karakteristik pendekatan analitis?
a)
Tertarik akan kemampuan analisa atas ide
b)
Tertarik akan penyampaian argumen dalam sebuah analisa
c)
Tertarik atas permasalahan yang mungkin dapat terjadi dari sebuah ide
d)
Tertarik akan ketegasan dan ketepatan dalam berpikir, terutama dengan menggunakan teknik logika
24.
Pendekatan penilaian (valuation approach) apa yang berkaitan dengan auditing?
a)
pendekatan kemampuan analisa auditor
b)
Pendekatan penilaian moral dan etika.
c)
Pendekatan penilaian kepatuhan
d)
Pendekatan penilaian audit
25.
Apa yang dapat dilakukan dengan pendekatan penilaian moral dan etika?
a)
Dengan pendekatan ini, dinilai risiko penyimpangan moral dan etika yang dapat terjadi
b)
Dengan pendekatan ini, dicari jawaban terhadap bagaimana sebaiknya seseorang berbuat, dan prinsip apa yang semestinya digunakan untuk mengarahkan tindakan manusia.
c)
Dengan pendekatan ini, dicari langkah pencegahan atas penyimpangan moral
d)
Dengan pendekatan ini, dicari solusi atas permasalahan moral yang terjadi
26.
Apa yang menjadi penekanan penerapan pendekatan valuation pada audit?
a)
Dukungan bukti merupakan hal penting
b)
Langkah audit dilakukan secara menyeluruh
c)
Filosofi dari auditing tidak hanya mencakup pentingnya kegiatan analitis, melainkan juga mempunyai implikasi sosial.
d)
Auditor tidak memiliki moral hazzard
27.
Mengapa filsafat menjadi suatu alat yang sangat penting dalam mengintegrasikan auditing sebagai instrumen kehidupan sosial?
a)
Secara filosofis, auditing tidak hanya menyajikan kepada para pemakai mengenai informasi yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan. Akan tetapi, auditing juga merangsang setiap yang berkepentingan untuk bertindak, memberi inspirasi dan mendefinisikan tujuan yang harus dicapai.
b)
Karena ilmu auditing membutuhkan latar belakang berfikir secara luas
c)
Karena secara filosofis, auditing adalah sebuah bentuk hubungan sosial
d)
Karena auditing tidak memberikan pengertian secara spesifik
28.
Bagaimana filsafat dapat menjadi alat yang penting untuk menyatukan profesi?
a)
Dengan memberikan acuan nilai dan norma
b)
Dengan memberikan pengertian atas audit itu sendiri
c)
Dengan memberikan dasar filosofis atas audit itu sendiri
d)
Dengan meningkatkan kemungkinan kinerja profesional yang seragam, yang sangat penting untuk merekatkan profesi organisasi dan tingkah laku yang efektif dari anggota profesi.
29.
Bagaimana filsafat digunakan untuk mendefinisikan secara jelas profesi auditor itu sendiri?
a)
Dengan memberikan auditor inspirasi dan mendefinisikan tujuan yang akan dicapai.
b)
Dengan memberikan pengertian atas audit itu sendiri
c)
Dengan memberikan dasar filosofis atas audit itu sendiri
d)
Dengan memberikan pemahaman dasar dan konsep audit itu sendiri
30.
Menurut Mautz dan Sharaf (1961) terdapat 5 ciri pokok dari postulat, yakni:
a)
1. Dipentingkan dalam pengembangan suatu disiplin intelektual. 2. Bersifat judgmental, sehingga tidak perlu dibuktikan kebenarannya (dikenal pula sebagai kondisi “ceteris paribus”) 3. Berfungsi sebagai dasar untuk inferensi. 4. Menjadi salah satu landasan struktur teoretis. 5. Terbuka terhadap tantangan dipandang dari sudut pengembangan pengetahuan.
b)
1. Dipentingkan dalam pengembangan suatu predikasi intelektual. 2. Bersifat asumtif, sehingga tidak perlu dibuktikan kebenarannya (dikenal pula sebagai kondisi “ceteris paribus”) 3. Berfungsi sebagai dasar untuk inferensi. 4. Menjadi salah satu landasan struktur teoretis. 5. Terbuka terhadap tantangan dipandang dari sudut pengembangan pengetahuan.
c)
1. Dipentingkan dalam pengembangan suatu disiplin intelektual. 2. Bersifat asumtif, sehingga tidak perlu dibuktikan kebenarannya (dikenal pula sebagai kondisi “ceteris paribus”) 3. Berfungsi sebagai dasar untuk inferensi. 4. Menjadi salah satu landasan struktur teoretis. 5. Terbuka terhadap tantangan dipandang dari sudut pengembangan pengetahuan.
d)
1. Dipentingkan dalam pengembangan suatu disiplin intelektual. 2. Bersifat asumtif, sehingga tidak perlu dibuktikan kebenarannya (dikenal pula sebagai kondisi “ceteris paribus”) 3. Berfungsi sebagai dasar untuk perbaikan. 4. Menjadi salah satu landasan struktur teoretis. 5. Terbuka terhadap tantangan dipandang dari sudut pengembangan pengetahuan.
31.
7 (tujuh) postulat yang dimodifikasi dari delapan postulat yang secara tentatif diusulkan oleh Mautz dan Sharaf dalam bukunya “The Philosophy of Auditing”:
a)
X
b)
Asersi atau objek audit harus verifiable atau auditable. - Auditor yang bertugas memiliki hubungan netral dan tidak mempunyai konflik dengan objek audit. - Asersi atau objek audit harus dipandang bebas dari kekeliruan sampai proses pembuktian<br />diselesaikan dan menunjukkan sebaliknya. - Suatu sistem pengendalian internal dipandang eksis dan berjalan semestinya sampai diperoleh bukti bahwa telah terjadi hal sebaliknya. - Penerapan ketentuan yang berlaku (seperti standar akuntansi) diasumsikan telah berjalan dengan konsisten sampai diperoleh bukti meyakinkan bahwa telah terjadi hal hal sebaliknya.- Setiap auditor berfungsi secara eksklusif sebagai auditor dalam menjalankan tugasnya. - Setiap auditor senantiasa diasumsikan profesional dalam pelaksanaan tugasnya dan tingkah lakunya.<br />
c)
X
d)
X
32.
Mengapa wilayah teoritis dari auditing perlu dipikirkan dan diimplementasikan dalam praktek audit?
a)
X
b)
X
c)
X
d)
1. Teori auditing akan membantu kemandirian auditing sebagai ilmu atau disiplin yang berdiri sendiri.<br />2. Teori auditing dapat memampukan auditing untuk menjelaskan dengan baik domain yang menjadi wilayah tugasnya.<br />3. Teori auditing seyogyanya dapat memperjelas tujuan pokok auditing.<br />4. Teori auditing dapat menyediakan kerangka dasar bagi pengembangan auditing.<br />5. Teori auditing dapat memperkokoh auditing sebagai profesi yang melayani kepentingan masyarakat dengan berlandaskan pada pendekatan ilmiah.<br />6. Teori auditing memberi acuan bagi evaluasi standar dan praktik auditing, apakah standar dan praktik telah sesuai dan tidak bertentangan dengan tujuan auditing itu sendiri.<br />
33.
Banyak perdebatan yang dilakukan tentang masalah apakah pengujian dan sampel yang diambil cukup memadai untuk mendukung pendapat auditor - Seberapa jauh tanggung jawab auditor dalam mengungkapkan kelemahan dalam internal control? - Bagaimana tanggung jawab auditor dalam mengungkapkan berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh auditan – merupakan contoh permasalahan yang disebabkan oleh?
a)
Belum cukupnya teori yang dikembangkan dalam auditing
b)
Belum cukupnya pemahaman atas teori audit
c)
Belum cukupnya penjelasan teori dalam audit
d)
Belum cukupnya pemahaman atas penjelasan teori audit
34.
Sebutkan 5 konsep penting dalam audit?
a)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter); Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation); Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care); Konsep Profesionalisme; Konsep Etika (Ethical Conduct)<br /><br />
b)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter); Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation); Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care); Konsep Independensi; Konsep Etika (Ethical Conduct)<br /><br />
c)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter); Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation); Konsep Kehormatan Profesi (Due Professional Care); Konsep Independensi; Konsep Etika (Ethical Conduct)<br /><br />
d)
Konsep Ketepatan Pembuktian (Evidential Matter); Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation); Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care); Konsep Independensi; Konsep Etika (Ethical Conduct)<br /><br />
35.
Apa yang dimaksud dengan fungsi pembuktian?
a)
Fungsi pengumpulan data pendukung atas sebuah permasalahan
b)
Konsep fundamental yang berupaya untuk memperoleh bukti berupa data maupun informasi yang mendukung simpulan audit (underlying data or corroborating information) guna menentukan apakah asersi sudah sesuai atau tidak dengan kenyataan
c)
Pengumpulan data dan informasi yang menjadi dasar pemeriksaan
36.
Sebutkan tiga macam sumber bukti
a)
(1) bukti bawaan(natural evidence), - (2) bukti ciptaan alamiah(created evidence), dan - (3) bukti rasional (rational argumentation).
b)
(1) bukti alamiah (natural evidence), - (2) bukti ciptaan (created evidence), dan - (3) bukti logika (rational argumentation).
c)
(1) bukti alamiah (natural evidence), - (2) bukti ciptaan (created evidence), dan - (3) bukti rasional (rational argumentation).
d)
(1) bukti naluriah (natural evidence), - (2) bukti ciptaan (created evidence), dan - (3) bukti rasional (rational argumentation).
37.
Bukti yang bersumber dari setiap fenomena yang dapat disaksikan atau dirasakan oleh panca indera adalah pengertian dari bukti?
a)
Bukti Logikal
b)
Bukti Ciptaan
c)
Bukti Ciptaan Alamiah
d)
Bukti Alamiah (Natural Evidence)
38.
Pengertian bukti ciptaan adalah?
a)
Bukti yang diperoleh melalui upaya, seperti eksperimen, jajak pendapat, atau konfirmasi piutang
b)
Bukti yang diperoleh berdasarkan alasan logis
c)
Bukti yang diperoleh dari proses diskusi
d)
Bukti yang diperoleh berdasarkan pendapat umum
39.
Bukti rasional adalah?
a)
Bukti yang diperoleh berdasarkan alasan logis
b)
Bukti yang diperoleh dari olahan pikiran secara analitis dan logis, seperti reviu analitis, kalkulasi matematis, atau uji perbandingan.
c)
Bukti yang diperoleh melalui upaya, seperti eksperimen, jajak pendapat, atau konfirmasi piutang
d)
Bukti yang diperoleh berdasarkan pendapat umum
40.
Kecukupan bukti didasarkan pada pertimbangan tiga faktor, yakni
a)
Tingkat materialitas dan risiko, - faktor politik, - besar dan karakterisitik populasi.
b)
Tingkat materialitas dan ketersediaan bukti, - faktor ekonomi, - besar dan karakterisitik populasi.
c)
Tingkat materialitas dan risiko, - faktor ekonomi, - besar dan karakterisitik populasi.
d)
Tingkat materialitas dan risiko, - faktor risiko, - besar dan karakterisitik populasi.
41.
Aspek yang mempengaruhi kompetensi bukti yaitu?
a)
Relevansi – Sumber - Ketepatan waktu – dan Objektivitas.
b)
Relevansi – Sumber - Ketepatan waktu – dan Independensi
c)
Relevansi – Sumber - Ketepatan waktu – dan Prtofesionalisme
d)
Relevansi – Jenis - Ketepatan Waktu – dan Objektivitas.
42.
Salah satu jenis bukti yang utama dalam audit adalah?
a)
Analisis informasi lanjutan
b)
Analisis kebutuhan bukti
c)
Analisis rasio dan angka
d)
Analisis matematis atau kajian rasional<br />
43.
Hubungan antara pernyataan (asersi) atau laporan dengan kenyataan disebut juga dengan istilah?
a)
Opini Audit
b)
Penyajian secara wajar atau layak (fair presentation)<br />
c)
Keterbukaan Informasi Keuangan
d)
Full Disclosure
44.
Dalam lingkungan audit keuangan di mana sasaran ujinya adalah mengenai kelayakan laporan keuangan, kebenaran yang hendak dicapai meliputi dua hal, yakni?
a)
(1) Apakah setiap informasi yang disajikan laporan keuangan dapat ditelusuri (2) Apakah setiap butir informasi serta representasi menyeluruh dari laporan keuangan dapat diyakini sesuai dengan kondisi sebenarnya?
b)
(1) Apakah setiap informasi yang disajikan laporan keuangan dapat dijadikan bahan pemeriksaan (2) Apakah setiap butir informasi serta representasi menyeluruh dari laporan keuangan dapat diyakini sesuai dengan kondisi sebenarnya?
c)
(1) Apakah setiap butir informasi yang disajikan dan keseluruhan representasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipercaya, dalam arti disertai dengan bukti-bukti formil dan materil yang nyata? (2) Apakah setiap butir informasi serta representasi menyeluruh dari laporan keuangan dapat diyakini menggambarkan kondisi nyata, dalam arti telah menyajikan secara layak substansi yang perlu diketahui oleh pengguna laporan.
d)
(1) Apakah setiap informasi yang disajikan laporan keuangan dapat dijadikan dasar bukti dalam melakukan pemeriksaan lain? (2) Apakah setiap butir informasi serta representasi menyeluruh dari laporan keuangan dapat diyakini sesuai dengan kondisi sebenarnya?
45.
4 alasan mengapa standar tidak boleh dipandang sebagai ukuran mutlak, yakni?
a)
1. Teori auditing akan membantu kemandirian auditing sebagai ilmu atau disiplin yang berdiri sendiri.<br />2. Teori auditing dapat memampukan auditing untuk menjelaskan dengan baik domain yang menjadi wilayah tugasnya.<br />3. Teori auditing seyogyanya dapat memperjelas tujuan pokok auditing.<br />4. Teori auditing dapat menyediakan kerangka dasar bagi pengembangan auditing.
b)
1. Standar merefleksikan penyederhanaan (simplifikasi) dari berbagai kenyataan yang kompleks.<br />2. Standar dirumuskan sesuai kepentingan lembaga<br />3. Standar dibuat dengan menggunakan beberapa asumsi<br />4. Standar sering dibuat oleh otoritas yang ada dan jarang datang dari hasil kesepakatan bersama.<br />
c)
1. Standar merefleksikan kondisi kenyataan yang sederhana <br />2. Standar dirumuskan sesuai dengan kondisi ad hoc pada saat dibuat.<br />3. Standar dibuat dengan menggunakan beberapa asumsi<br />4. Standar sering dibuat oleh otoritas yang ada dan jarang datang dari hasil kesepakatan bersama.<br />
d)
1. Standar merefleksikan penyederhanaan (simplifikasi) dari berbagai kenyataan yang kompleks.<br />2. Standar dirumuskan sesuai dengan kondisi ad hoc pada saat dibuat.<br />3. Standar dibuat dengan menggunakan beberapa asumsi<br />4. Standar sering dibuat oleh otoritas yang ada dan jarang datang dari hasil kesepakatan bersama.<br />
46.
Mautz dan Sharaf menyatakan bahwa terdapat kondisi dimana standar audit dapat dikesampingkan dengan keputusan otoritas pada lembaga audit terkait. Pengesampingan/override tersebut harus memenuhi syarat yaitu?
a)
Apabila terdapat alasan-alasan yang secara profesional dapat dipertanggungjawabkan, demi terwujudnya tujuan auditing dengan baik, yakni menghasilkan informasi bernilai tambah, melindungi, dan menyediakan perantara antara yang mempercayai dan<br />yang dipercayai.<br />
b)
Apabila terdapat pihak yang bertanggung jawab
c)
Apabila diberikan arahan oleh Penanggung Jawab
d)
Apabila alasan yang dimiliki cukup kuat
47.
Upaya maksimal dari setiap auditor dalam pemanfaatan pengetahuan, keterampilan, dan pertimbangan rasional dengan penuh kehati-hatian dalam melaksanakan fungsi auditing, termasuk dalam hal merencanakan, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan pembuktian, serta dalam hal pengambilan simpulan, sehingga kewajiban yang dibebankan kepadanya dapat dipertanggung jawabkan secara profesional adalah pengertian dari?
a)
Profesional Sceptism
b)
Kecermatan Profesional (due professional care) dalam auditing<br /><br />
c)
Penyajian secara wajar atau layak (fair presentation)<br />
d)
Full Disclosure
48.
Apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan kecermatan profesional?
a)
Konsep Pembuktian (Evidential Matter); Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation); Konsep Kehormatan Profesi (Due Professional Care); Konsep Independensi; Konsep Etika (Ethical Conduct)<br /><br />
b)
1. Kualitas Personal 2. Kebebasan yang Diperoleh 3. Hubungan Personal 4. Kepentingan Politis 5. Solidaritas Profesi
c)
Kecermatan Profesional (due professional care) dalam auditing
d)
1. Lingkup Tanggungjawab: Adanya kepastian tentang kewajiban yang dibebankan kepada auditor sebagai lingkup tanggung jawab profesinya;<br />2. TindakanProfesional: Tersedianya cara-cara bagi auditor untuk mewujudkan secara maksimal kemampuan, pengetahuan, dan keahlian dalam melaksanakan tugasnya, termasuk perilaku kehati-hatian yang memadai untuk itu.<br />
49.
Apa yang dimaksud dengan professional scepticism?
a)
Auditor harus memiliki sudut pandang skeptis
b)
Auditor harus memulai dari posisi skeptis
c)
Auditor tidak mempercayai informasi
d)
auditor bersikap kritis untuk mempertanyakan kebenaran informasi atau laporan yang diauditnya sampai memperoleh bukti-bukti kuat yang mendukung kebenaran itu.
50.
Sumber pengetahuan menurut Montague dalam The Ways of Knowing (MacMilan, 1953) mencakup?
a)
X
b)
X
c)
a. Authoritarianism:Pengetahuan yang didasarkan pada keyakinan terhadap sumbernya karena tingkat persuasinya yang memadai, misalnya konfirmasi, rekening koran, atau pendapat ahli. <br />b. Mysticism: Pengetahuan yang didasarkan pada intuisi, imajinasi,atau pengalaman, seperti dalam hal auditor<br />melakukan scanning atau reviu analitis. <br />c. Rationalism: Pengetahuan yang didasarkan pada kemampuan berpikir secara logis <br />
d)
X
51.
Bagaimana contoh penerapan rationalism sebagai sumber pengetahuan?
a)
Auditor melakukan konfirmasi ulang
b)
Auditor harus memulai dari posisi skeptis
c)
Auditor melakukan analisis matematik.
d)
auditor bersikap kritis untuk mempertanyakan kebenaran informasi atau laporan yang diauditnya sampai memperoleh bukti-bukti kuat yang mendukung kebenaran itu.
52.
Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan data yang dihimpun langsung, seperti yang diperoleh melalui pembuktian dengan pemeriksaan fisik dan pengamatan dokumen merupakan pengertian dari sumber pengetahuan metode?
a)
Rationalism
b)
Mysticism
c)
Empiricism
d)
Authoratianism
53.
Sumber pengetahuan Pragmatism adalah?
a)
Pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman proses
b)
Pengetahuan yang didasarkan atas kemampuan menganalisa
c)
Pengetahuan yang didasarkan atas tindakan pengumpulan informasi
d)
Pengetahuan yang didasarkan pada kenyataan tentang apa yang betul-betul berlangsung dengan efektif, seperti terjadi dalam hal auditor mengestimasi kelayakan kolektibiltas piutang
54.
Pengertian spesifik dari konsep independensi bagi auditor adalah?
a)
kemauan dan kemampuan para auditor untuk senantiasa mempertahankan sikap yang bebas atau tidak terikat oleh kepentingan manapun dan tekanan dari pihak siapapun, termasuk kepentingannya sendiri, dalam menentukan putusan yang tepat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil audit.
b)
kemampuan auditr untuk bersikap netral
c)
kemampuan auditor untuk memposisikan diri sebagai pihak objektif
d)
kemampuan auditor untuk menolak afiliasi apapun
55.
Sebutkan 3 jenis independensi!
a)
Independensi Mental - Independensi Investigasi - Independensi Pelaporan
b)
Independensi Program - Independensi Anggaran - Independensi Pelaporan
c)
Independensi Program - Independensi Investigasi - Independensi Audit
d)
Independensi Program - Independensi Investigasi - Independensi Pelaporan
56.
Menurut pendapat David Flint, terdapat lima hal pokok yang berkaitan dengan independensi auditor, yakni:
a)
1. Kualitas Personal 2. Kebebasan yang Diperoleh 3. Hubungan Kekeluargaan 4. Kepentingan Keuangan 5. Solidaritas Profesi
b)
1. Kualitas Institusi 2. Kebebasan yang Diperoleh 3. Hubungan Personal 4. Kepentingan Keuangan 5. Solidaritas Profesi
c)
1. Kualitas Personal 2. Kebebasan yang Diperoleh 3. Hubungan Personal 4. Kepentingan Politis 5. Solidaritas Profesi
d)
1. Kualitas Personal 2. Kebebasan yang Diperoleh 3. Hubungan Personal 4. Kepentingan Keuangan 5. Solidaritas Profesi
57.
Keempat model etika yang bisa dipergunakan dalam masalah penilaian tentang apakah suatu tindakan atau putusan adalah etis atau tidak, adalah?
a)
a) The Utilitarian Model (b.) The Golden-Child Model (c.) The Kantian Model (d.) The Enlightened Self-Interest Model
b)
a) The Dictatorian Model (b.) The Golden-Rule Model (c.) The Kantian Model (d.) The Enlightened Self-Interest Model
c)
a) The Utilitarian Model (b.) The Golden-Rule Model (c.) The Kantian Model (d.) The Enlightened Self-Interest Model
d)
a) The Utilitarian Model (b.) The Golden-Rule Model (c.) The Kantian Model (d.) The Self-Conflict Model
58.
Mautz dan Sharaf mengajukan tiga alternatif teori yang berusaha menjelaskan tujuan teoretis dari auditing. Ketiga teori itu adalah?
a)
1. Teori Informasi Bernilai Tambah (The Information Value Theory) - 2. Teori Perlindungan Hukum (The Insurance and Protection Theory) - 3. Teori Keaganen (The Principal-Agent Theory)
b)
1. Teori Informasi Bernilai Tambah (The Information Value Theory) - 2. Teori Perlindungan (The Insurance and Protection Theory) - 3. Teori Keaganen (The Principal-Agent Theory)
c)
1. Teori Informasi Berharga (The Information Value Theory) - 2. Teori Asuransi (The Insurance and Protection Theory) - 3. Teori Keaganen (The Principal-Agent Theory)
d)
1. Teori Informasi Positif (The Information Value Theory) - 2. Teori Perlindungan (The Insurance and Protection Theory) - 3. Teori Keaganen (The Principal-Agent Theory)
59.
Apa yang menjadi akibat dari putusan didasarkan pada informasi yang keliru?
a)
putusan menjadi tidak tepat guna
b)
putusan menjadi tidak material
c)
“adverse selection” atau penetapan pilihan yang tidak optimal, bahkan dapat berakhir pada pilihan yang keliru sama sekali.
d)
"advocate selection" atau putusan menjadi sebuah permasalahan hukum
60.
Apa jenis risiko pada Teori Perlindungan?
a)
Risiko karena tindakan atau putusan yang tidak optimal (adverse selection), dan risiko karena dirugikan oleh penyaji informasi yang sengaja memanfaatkan peluang untuk ‘menyetel’ informasi sehingga dapat memaksimalkan kepentingannya (moral hazzard).<br /><br />
b)
Risiko karena tindakan atau putusan yang tidak tepat (error selection), dan risiko karena dirugikan oleh informasi yang tidak benar (information bias).<br /><br />
c)
Risiko karena tindakan yang tidak berdasar (sanctionted selection), dan risiko karena dirugikan oleh penyaji informasi yang sengaja memanfaatkan peluang untuk ‘menyetel’ informasi sehingga dapat memaksimalkan kepentingannya (moral hazzard).<br /><br />
d)
Risiko karena tindakan atau putusan yang tidak optimal (adverse selection), dan risiko karena dirugikan oleh penyimpangan moral dari auditor untuk memaksimalkan kepentingannya (moral hazzard).<br /><br />
61.
"Keunggulan setiap Bangsa di seluruh dunia hari ini dan di masa depan ditentukan dari fakta apakah ia mampu mengembangkan, dan memiliki, kebijakan-kebijakan publik yang unggul" merupakan Premis atas Kebijakan Publik dari siapa?
a)
Riant Nugroho
b)
James E. Anderson
c)
Abraham Kaplan
d)
Robert D. Chaniago
62.
"Kebijakan publik adalah apa yang dinyatakan dan dilakukan atau tidak dilakukan oleh Pemerintah" adalah pengertian Kebijakan Publik dari siapa hayo?
a)
James E. Anderson; George C. Edwards III dan Ira Sharkansky
b)
Harold Laswell
c)
Rianty Cartwright
d)
Michael Dudikoff
63.
Manakah pernyataan berikut yang benar terkait Pengertian Kebijakan Publik menurut David Easton
a)
Kebijakan publik sebagai dampak konflik pemerintah
b)
Kebijakan publik sebagai dampak aktifitas pemerintah
c)
Kebijakan publik sebagai dampak perubahan strategi pemerintah
d)
Kebijakan publik sebagai dampak penyakit menular seksual
64.
Pada tahun 2000, James Lester dan Robert Steward menulis pengertian Kebijakan Publik di bukunya pada halaman berapa?
a)
16
b)
17
c)
18
d)
kalo bener lo mendingan nyalon jadi Presiden aja dah
65.
Pengertian Kebijakan Publik menurut Steven A. Peterson yang benar adalah?
a)
“kebijakan publik sebagai governmental action to addres some findings"
b)
“kebijakan publik sebagai public action to addres some problem"
c)
“kebijakan publik sebagai governmental action to evaluate policy"
d)
“kebijakan publik sebagai governmental action to addres some problem"
66.
Ruiz (2009) membagi elemen kebijakan publik. Manakah yang bukan dari elemen kebijakan publik tersebut?
a)
Purpose Statement
b)
Am Applicabililty and scope statements
c)
an effective date
d)
a responsible policy maker
67.
Policy Statements dan a Responsible Section, menurut Ruiz (2009) adalah bagian dari?
a)
Elemen Kebijakan Publik
b)
Kriteria Kebijakan Publik
c)
Akibat Kebijakan Publik
d)
Pengaruh Kebijakan Publik
68.
Mahzab kebijakan publik menurut Rian Nugroho (2017) terbagi dua, yaitu?
a)
Kontinentalis dan Provitionalis
b)
Kontinentalis dan Anglo-Saxonis
c)
Kontinentalis dan Futuristis
d)
Kontinentalis dan Konsisten
69.
Mahzab Kontinentalis memiliki ciri sebagai berikut, kecuali
a)
Mulai berkembang di Eropa (Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, Portugis, Belanda) dengan sistem monarkinya
b)
Cirinya, ketidak lengkapan kebijakan utama yang kemudian dilengkapi dengan kebijakan-kebijakan pendamping, memunculkan kebijakan Makro-Messo-Mikro
c)
Kebijakan publik cenderung identik dengan produk hukum, masyarakat sebagai penerima produk dan Negara sebagai pelaku
d)
Kebijakan publik sebagai proses politik dan demokrasi, masyarakat dan Negara bersama melahirkan kebijakan publik
70.
Mahzab Anglo-Sazonis memiliki ciri sebagai berikut, kecuali
a)
Kebijakan publik sebagai proses politik dan demokrasi, masyarakat dan Negara bersama melahirkan kebijakan publik
b)
Bermula dari Magna Carta 1215 di Inggris .
c)
Cirinya, kebijakan lengkap sejak diundangkan tidak memerlukan kebijakan messo dan mikro, kecuali operasional dituntut perubahan
d)
Kebijakan publik cenderung identik dengan produk hukum, masyarakat sebagai penerima produk dan Negara sebagai pelaku
71.
Berikut ini yang bukan lingkup Kebijakan Publik berdasarkan sifat adalah
a)
Makro
b)
Messo
c)
Moderat
d)
Mikro
72.
Kebijakan publik yang bersifat mikro terdapat pada?
a)
Operator Kebijakan
b)
Eksekutif
c)
Legislatif
d)
Legislatif dan Eksekutif
73.
Yang bukan Jenis kebijakan publik menurut tujuan pembuatannya adalah?
a)
Menyelesaikan masalah yang ada
b)
menciptakan kondisi tertentu di masa depan
c)
menjamin akuntabilitas dan transparansi
d)
gengsi politik dari pemegang kekuasaan
e)
untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu
74.
Yang menjadi para pihak dalam Kebijakan Publik adalah?
a)
Lingkungan kebijakan
b)
kebijakan publik
c)
pelaku kebijakan
d)
benar semua
75.
4 Faktor pelaksanaan kebijakan publik adalah?
a)
Pemimpin, Tata Kelola, Kebijakan Publik, Modal Sosial
b)
Pemimpin, Tata Kelola, Kebijakan Publik, Kemampuan Keuangan Negara/Daerah
c)
Pemimpin, Tata Kelola, Kebijakan Publik,SDM Kompeten
d)
Pemimpin, Tata Kelola, Kebijakan Publik, Keadilan Sosial
76.
Cerdas, Bijaksana, Memberi Harapan adalah ciri faktor pelaksanaan kebijakan publik yang mana?
a)
Pemimpin, Tata Kelola, Kebijakan Publik, Modal Sosial
b)
Kebijakan Publik
c)
Tata Kelola
d)
Modal Sosial
77.
Saling percaya antar warga dan warga dengan pemerintah adalah ciri faktor pelaksanaan kebijakan publik yang mana?
a)
Pemimpin, Tata Kelola, Kebijakan Publik, Modal Sosial
b)
Kebijakan Publik
c)
Tata Kelola
d)
Modal Sosial
78.
Yang dimaksud Musgrave (1989) sebagai usaha untuk menstabilkan ekonomi, dengan mengusahakan pembagian pendapatan yang lebih merata, dan mengusahakan alokasi sumber-sumber daya secara efisien adalah?
a)
Kestabilan Negara
b)
Keuangan Negara
c)
Kebijakan Negara
d)
Pendapatan Negara
79.
Musgrave menyebut tujuan pengelolaan Keuangan Negara salah satunya adalah Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi. Penjelasan yang tepat untuk hal tersebut adalah?
a)
Melalui penerimaan/ pendapatan dan pengeluaran/ belanja negara dapat mempengaruhi bekerjanya mekanisme harga-daya beli-inflasi
b)
untuk mengatasi inflasi dan deflasi, serta untuk memelihara stabilitasasi perekonomian dengan cara melakukan defisit APBN atau surplus ABBN
c)
memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang terbatas secara optimal
d)
mendorong terjadinya redistribusi pendapatan agar tidak terjadi kesenjangan kaya-miskin
80.
Musgrave menyebut tujuan pengelolaan Keuangan Negara salah satunya adalah Menjaga Stabilitas Ekonomi. Penjelasan yang tepat untuk hal tersebut adalah?
a)
Melalui penerimaan/ pendapatan dan pengeluaran/ belanja negara dapat mempengaruhi bekerjanya mekanisme harga-daya beli-inflasi
b)
untuk mengatasi inflasi dan deflasi, serta untuk memelihara stabilitasasi perekonomian dengan cara melakukan defisit APBN atau surplus ABBN
c)
memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang terbatas secara optimal
d)
mendorong terjadinya redistribusi pendapatan agar tidak terjadi kesenjangan kaya-miskin
81.
Musgrave menyebut tujuan pengelolaan Keuangan Negara salah satunya adalah Merealokasi Sumber-Sumber Ekonomi. Penjelasan yang tepat untuk hal tersebut adalah?
a)
Melalui penerimaan/ pendapatan dan pengeluaran/ belanja negara dapat mempengaruhi bekerjanya mekanisme harga-daya beli-inflasi
b)
untuk mengatasi inflasi dan deflasi, serta untuk memelihara stabilitasasi perekonomian dengan cara melakukan defisit APBN atau surplus ABBN
c)
memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang terbatas secara optimal
d)
mendorong terjadinya redistribusi pendapatan agar tidak terjadi kesenjangan kaya-miskin
82.
Musgrave menyebut tujuan pengelolaan Keuangan Negara salah satunya adalah Mendorong Re-distribusi Pendapatan. Penjelasan yang tepat untuk hal tersebut adalah?
a)
Melalui penerimaan/ pendapatan dan pengeluaran/ belanja negara dapat mempengaruhi bekerjanya mekanisme harga-daya beli-inflasi
b)
untuk mengatasi inflasi dan deflasi, serta untuk memelihara stabilitasasi perekonomian dengan cara melakukan defisit APBN atau surplus ABBN
c)
memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang terbatas secara optimal
d)
mendorong terjadinya redistribusi pendapatan agar tidak terjadi kesenjangan kaya-miskin
83.
Empat Fungsi Kebijakan Publik menurut Meier dan Brudney adalah?
a)
Regulatory, Redistributive, Distributive, dan Constituent Policies
b)
Regulatory, Redistributive, Distributive, dan Executive Policies
c)
Regulatory, Redistributive, Distributive, dan Legislative Policies
d)
Regulatory, Redistributive, Distributive, dan Environmental Policies
84.
BBM Premium hanya untuk Angkutan Umum merupakan contoha dari fungsi kebijakan apa?
a)
Redistributive
b)
Distributive
c)
Regulatory
d)
Constituent Policies
85.
PKB Pribadi Progresif merupakan contoh dari kebijakan apa?
a)
Redistributive
b)
Distributive
c)
Regulatory
d)
Constituent Policies
86.
Subsidi BBM Premium adalah contoh dari fungsi kebijakan apa?
a)
Redistributive
b)
Distributive
c)
Regulatory
d)
Constituent Policies
87.
Pembayaran PKB online adalah contoh dari fungsi kebijakan apa?
a)
Redistributive
b)
Distributive
c)
Regulatory
d)
Constituent Policies
88.
Peran BPK dalam SAI Maturity Model untuk level tertinggi adalah?
a)
Combating Corruption
b)
Facilitating Foresight
c)
Assuring Accountability
d)
Increasing Transparancy
89.
Peran BPK dalam SAI Maturity Model untuk level terendah adalah?
a)
Combating Corruption
b)
Facilitating Foresight
c)
Assuring Accountability
d)
Increasing Transparancy
90.
Model proses Kebijakan Publik dari Weimar-Vining yang tepat adalah?
a)
Information Gathering - Problem Analysis - Solution Analysis - Communication
b)
Communication - Solution Analysis - Information Gathering - Problem Analysis
c)
Problem Analysis - Information Gathering - Solution Analysis - Communication
d)
Problem Analysis - Communication - Information Gathering - Solution Analysis
91.
Yang bukan bagian dari Problem Analysis pada Model Proses Kebijakan Publik Weimar-Vining adalah
a)
Understanding Problem
b)
Chosing and Explaining relevant goals and constraints
c)
Chosing evaluation criteria
d)
Selecting a solution method
92.
Berikut adalah proses Kebijakan Publik menurut Jones. Proses yang tepat untuk mengisi tahapan yang kosong adalah? Perception - Aggregation - ... - Representation - Agenda Setting - .... - Legtimation - Budgeting - .... - Evaluation - Adjustment
a)
Organization; Formulation; Implementation
b)
Organization; Implementation; Formulation
c)
Implementation; Formulation; Organization
d)
Formulation; Implementation; Organization
93.
Siklus Kebijakan menurut Dye menyatakan bahwa tahapan yang dilaksanakan setelah Agenda Setting adalah?
a)
Problem Identification
b)
Legitimasi Kebijakan
c)
Implementasi Kebijakan
d)
Formulasi Kebijakan
94.
Siklus Kebijakan menurut Dye menyatakan bahwa tahapan yang dilaksanakan sebelum Agenda Setting adalah?
a)
Problem Identification
b)
Legitimasi Kebijakan
c)
Implementasi Kebijakan
d)
Formulasi Kebijakan
95.
Siklus Kebijakan menurut Dye menyatakan bahwa tahapan yang dilaksanakan sebelum Evaluasi Kebijakan adalah?
a)
Problem Identification
b)
Legitimasi Kebijakan
c)
Implementasi Kebijakan
d)
Formulasi Kebijakan
96.
Siklus Kebijakan menurut Dunn disusun sebagai berikut: Agenda Setting - Formulasi Kebijakan - ... - Implementasi - Evaluasi. Tahapan yang tepat untuk mengisi titik-titik tersebut adalah?
a)
Identifikasi Masalah
b)
Pengambilan Keputusan
c)
Legitimasi Kebijakan
d)
Penganggaran
97.
Kesalahan Fundamental dalam Kebijakan Publik dibagi dalam dua klaster yaitu?
a)
Kesalahan Etis dan Kesalahan Normatif
b)
Kesalahan Etis dan Kesalahan Profesional
c)
Kesalahan Normatif dan Kesalahan Profesional
d)
Kesalahan Etis dan Kesalahan Praktis
98.
Kesalahan umum dapat terjadi dalam Gagal Perumusan, Gagal Pelaksanaan, dan Gagal Pengendalian. Yang bukan termasuk dalam Gagal Perumusan adalah?
a)
Tidak dapat diputuskan
b)
Dapat dilaksanakan tetapi mahal
c)
Tidak dapat ditetapkan
d)
Berhasil ditetapkan kemudian dikoreksi
99.
Kesalahan umum dapat terjadi dalam Gagal Perumusan, Gagal Pelaksanaan, dan Gagal Pengendalian. Yang bukan termasuk dalam Gagal Pelaksanaan adalah?
a)
Pelaksanaan diambil alih orang lain
b)
Berhasil ditetapkan tetapi dibatalkan
c)
Tidak dapat dilaksanakan
d)
Dapat dilaksanakan dengan baik, tetapi hasilnya tidak sesuai desain
100.
Informasi tentang kondisi-kondisi yang menimbulkan masalah, dalam Proses Analisa Kebijakan Publik, menurut Dunn adalah bagian dari proses?
a)
Prediksi
b)
Deskripsi
c)
Definisi
d)
Evaluasi
101.
"Informasi tentang konsekuensi di masa mendatang dari penerapan alternatif kebijakan, termasuk bila tidak melakukan sesuatu", dalam Proses Analisa Kebijakan Publik, menurut Dunn adalah bagian dari proses?
a)
Prediksi
b)
Deskripsi
c)
Definisi
d)
Evaluasi
102.
Yang dimaksud dengan preskripsi dalam Proses Analisa Kebijakan Publik adalah?
a)
Informasi tentang kondisi-kondisi yang menimbulkan masalah
b)
Informasi tentang konsekuensi di masa mendatang dari penerapan alternatif kebijakan, termasuk bila tidak melakukan sesuatu
c)
Informasi tentang konsekuensi sekarang dan masa lalu dari diterapkannya alternatif kebijakan
d)
Informasi tentang nilai dari konsekuensi alternatif di masa mendatang
103.
Dalam Analisa Kebijakan atas Proses Kebijakan Publik, output atas input berupa "Masalah yang perlu dipahami" adalah?
a)
Rekomendasi Kebijakan
b)
Draft Kebijakan
c)
Pemahaman Kebijakan
d)
Advokasi Kebijakan
104.
Statistics Regression, Balance Scorecard, Path Analysis, Root Cause Analysis, dan Decision Tree adalah teknik dan metode analisa kebijakan di tingkat apa?
a)
Basic
b)
Intermediary
c)
Advanced
d)
Professional
105.
Analisa Kebijakan atas Proses Kebijakan Publik berupa Kontrol terhadap Perencanaan, Pelaksanaan dan Pencapaian. Hasil atas Kontrol terhadap Pencapaian adalah?
a)
Rekap Perencanaan Sektoral dan Regional dan Target-targetnya
b)
Rekap Pelaksanaan Sektoral dan Regional dan Target-targetnya
c)
Rekap Pencapaian Sektoral dan Regional dan Target-targetnya
d)
Audit Pencapaian (dan pelaksanaan)
106.
Dalam Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Negara, terdapat kegiatan Evaluasi. Yang tidak termasuk dalam kegiatan Evaluasi tersebut adalah?
a)
Deteksi dini kesalahan dan kurangi resiko
b)
Menentukan tingkat kinerja
c)
Mengukur tingkat efisiensi
d)
Deteksi Penyimpangan
e)
Masukan proses kedepan
107.
Prinsip Evaluasi Kebijakan mencakup hal berikut kecuali:
a)
Independen
b)
Efektivitas
c)
Efisien
d)
Impact
e)
Relevan
108.
Salah satu Prinsip Evaluasi adalah "Impact". Apa yang dimaksud dengan Impact?
a)
Tujuan Program/Kegiatan tercapai dan memberikan manfaat kepada pengguna dan stakeholder
b)
Tujuan Program/Kegiatan tercapai dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas
c)
Tujuan Program/Kegiatan tercapai dengan sumber daya yang rendah
d)
Tujuan Program/Kegiatan tercapai sesuai target
109.
Apakah yang menjadi tujuan dari Manajemen Pemeriksaan?
a)
memastikan bahwa proses pemeriksaan telah dirancang, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan sesuai dengan tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan
b)
memastikan pengelolaan pemeriksaan BPK telah dirancang, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan secara efektif untuk menghasilkan kualitas hasil pemeriksaan yang sesuai standar
c)
memastikan bahwa hasil pemeriksaan telah didukung dengan bukti audit yang memadai dan telah memalui proses reviu berjenjang
d)
memastikan bahwa pemeriksaan telah melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan secara memadai
110.
Siklus Pedoman Manajemen Pemeriksaan Tahun 2015 meliputi proses….
a)
Penyusunan RKP, perencanaan Pemeriksaan, Pelaporan Hasil Pemeriksaan, Evaluasi Pemeriksaan
b)
Perencanaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan, pelaporan hasil pemeriksaan
c)
Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelaporan Hasil Pemeriksaan, Tindaklanjut hasil Pemeriksaan
d)
Penelaahan informasi awal, perencanaan Pemeriksaan, Pelaksanaan pemeriksaan, pelaporan pemeriksaan
111.
Berikut merupakan tahapan yang ada dalam Pedoman Manajemen Pendukung Pemeriksaan, kecuali….
a)
Pemantauan tindak lanjut
b)
Pemantauan LHP berindikasi kerugian negara
c)
Pengelolaan kerugian negara/daerah
d)
Reviu atas kertas kerja pemeriksaan
112.
Pemerolehan keyakinan mutu pemeriksaan dilakukan melalui …
a)
Reviu berjenjang yang dilakukan oleh Ketua Tim, Pengendali Teknis, Wakil Penanggungjawab dan Penanggungjawab Pemeriksaan
b)
Pengendalian mutu oleh Pejabat fungsional Pemeriksa, dan Pemerolehan keyakinan mutu oleh Pejabat Struktural Pemeriksaan
c)
Pemeriksaan secara berkala oleh Itama untuk memastikan bahwa hasil pemeriksaan telah didukung dengan bukti memadai
d)
reviu oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk oleh BPK
113.
Tujuan dari pengendalian mutu adalah untuk memastikan bahwa …
a)
pemeriksaan telah sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku, dan LHP diterbitkan sesuai dengan kondisi
b)
Pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan P2 dan Harapan penugasan
c)
Hasil pemeriksaan telah diterima, rekomendasi telah selesai ditindaklanjuti
d)
Pemeriksaan telah mampu mendorong perbaikan tatakelola keuangan negara
114.
Apakah yang dimaksud dengan Standar Pengendalian mutu?
a)
patokan untuk menilai sejauh mana proses pemeriksaan telah dilakukan sesuai standar pemeriksaan
b)
suatu prosedur dan kebijakan untuk memastikan pemerolehan hasil pemeriksaan yang berkualitas sesuai standar pemeriksaan
c)
suatu tolok ukur untuk menilai apakah pemeriksaan telah sesuai dengan fakta-fakta yang ditemui
d)
panduan untuk melakukan pemeriksaan sejak tahap pengumpulan informasi awal, pemeriksaan, pelaporan dan pantauan tindaklanjut
115.
Berikut peran Pengendali Mutu dalam penyusunan paket P2, kecuali…
a)
mereviu dan menyetujui laporan hasil perencanaan pemeriksaan
b)
mereviu dan meneyetujui konstansi konsep P2 yang disampaikan oleh Pengendali Teknis
c)
Mengarahkan susunan tim pemeriksa sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan
d)
Memastikan materi konsep P2 telah sesuai denagn Harapan Penugasan
116.
Berikut peran Pengendali Mutu dalam Pelaksanaan P2 dan Penyusunan KKP, kecuali
a)
mengarahkan pemeriksaan melalui laporan 2 mingguan yang disampaikan oleh Pengendali Teknis
b)
Memastikan bahwa harapan, tujuan, dan lingkup pemeriksaan telah terpenuhi
c)
memastikan bahwa pelaksanaan pemeriksaan telah dilaksanakan sesuai denan standar yang terkait, PMP dan kode etik
d)
memastikan bahwa temuan pemeriksaan telah didukung dengan bukti audit yang memadai sesuai dengan standar pemeriksaan
117.
Menyetujui usulan penggunaan tenaga ahli dalam pemeriksaan merupakan peran Pengendali Mutu pada tahap …
a)
Komunikasi awal
b)
Penyusunan P2
c)
penyusunan TP
d)
Pelaksanaan P2 dan penyusunan KKP
118.
Berikut Peran Pengendali Mutu dalam Penyusunan Temuan Pemeriksaan, kecuali
a)
mengkomunikasikan kepada auditee terkait permintaan data yang sifatnya konfidensial
b)
mereviu kesesuaian TP dengan standar pemeriksaan dan pedoman pemeriksaan
c)
mereviu ketepatan TP yang berindikasi kerugian negara telah didukung bukti yang cukup
d)
mereviu alasan atas TP yang batal
119.
Peran Pengendali Mutu dalam Komunikasi akhir dengan auditee antara lain..
a)
meminta tanggapan atas hasil pemeriksaan kepada auditee
b)
menyampaikan temuan pemeriksaan yang batal
c)
memastikan bahwa TP telah dikomunikasikan dengan entitas
d)
memastikan bahwa auditee telah mengisi lembar hasil penilaian pekerjaan lapangan oleh Tim pemeriksa
120.
Berikut Peran Pengendali Mutu dalam Pelaporan pemeriksaan , kecuali...
a)
Mereviu konsep LHP
b)
Finalisasi KHP
c)
Persetujuan KHP dan surat keluar
d)
menyampaikan LHP kepada auditee
121.
Berikut Peran Pengendali Mutu dalam mereviu konsep LHP, kecuali...
a)
memastikan ketepatan waktu penyelesaian LHP sesuai yang ditetapkan dalam P2
b)
menyetujui permintaan pendapat hukum kepada Ditama Binbangkum
c)
Mereviu usulan pengembangan prosedur tambahan
d)
mereviu usulan perpanjangan waktu pemeriksaan dan atau penambahan pemeriksa