NEW
Font size
WorksheetsFisioNer 05
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Ny. Z, seorang perempuan 40 tahun jatuh terduduk/miring ke kiri sehingga Trhocantor mayor terbentur dan terjadi fraktur collum femoris kiri. Oleh ahli bedah orthopedi dipasang AMP. Selanjutnya dirujuk ke fisioterapi dan dilakukan pemeriksaan. Nilai kekuatan otot tungkai diukur dengan skala MMT didapatkan hasil 2. Sesuai hasil MMT, gerakan apa yang mampu dilakukan oleh hip kiri pasien tersebut?
Adduksi hip kiri posisi side lying
Fleksi hip kiri posisi supine lying
Ekstensi hip kiri posisi prone lying
Internal rotasi hip posisi standing
Abduksi hip kiri posisi supine lying
Ny. S, seorang wanita usia 59 tahun mengeluh nyeri pada punggung bawah. Saat dilakukan tes SLR 300 didapatkan nyeri tajam dan kuat hampir tak tertahankan (pasien sampai menangis), menjalar dari punggung bawah ke bawah hingga daerah betis. Sebagai fisioterapis anda akan memberikan terapi latihan pada pasien tersebut tentunya dengan mempertimbangkan aspek Body Mechanic. Apakah fungsi penggunaan Body Mechanic dalam pemberian program tersebut?
Agar dapat melakukan tindakan terapi latihan yang nyaman, tepat, dan aman bagi pasien dan fisioterapis
Agar pasien merasa nyaman dan ikhlas membayar fisioterapis yang menanganinya
Agar fisioterapis lebih efisien dalam penggunaan tenaga saat melakukan tindakan pada pasien
Agar hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh fisioterapis lebih valid dan menyelesaikan primary problem
Agar fisioterapis dipandang profesional oleh pasien maupun keluarga pasien
Tn. Z berusia 75 tahun merupakan pensiunan TNI yang rutin melakukan kegiatan untuk menjaga kebugaran sesuai yang dianjurkan dokter. Kegiatan yang biasa beliau lakukan seperti berjalan-jalan sekitar komplek namun jarak yang tidak tentu di setiap hari. Kegiatan rumahan seperti menyapu, membantu istri mengangkat galon dan tabung gas yang cukup berat. Gambaran kegiatan yang dilakukan oleh Tn. Z tersebut termasuk dalam kriteria?
Physical Activity
Sports
Exercise
Recreational ssports
Training
Perencanaan secara sistematis terhadap gerakan tubuh, postur, maupun aktivitas fisik yg ditujukan kepada pasien/klien dengan cara optimalisasi kemampuan, memperbaiki permasalahan yang muncul, mengembalikan kemampuan yang menurun, serta mencegah terjadinya masalah lanjutan/secondary problem. Penjelasan di atas merupakan bentuk dari
Sports dissability
Recreational sports
Therapeutic exercise
Physical activity
Routine training
Dalam melaksanakan aktifitasnya, kemampuan gerak manusia tidak lepas dari fungsi fisik anggota tubuh. Fungsi fisik (Physical Function) dari manusia terdiri dari bermacam-macam kompenen yang menyusun. Berikut ini yang bukan termasuk aspek Physical Function adalah
Balance
Mobility
Stability
Ability
Coordination
Ny. Gn, seorang perempuan usia 30 tahun, yang berprofesi sebagai SPG di sebuat mall. Kesehariannya saat kerja menggunakan sepatu high heels. Kondisi ini membuatnya sering merasakan nyeri pada tumit dan dan bagian depan telapak kaki serta kaku/kencang pada bagian betis. Beliau memilih datang ke anda sebagai fisioterapis. Hasil pemeriksaan terdapat shortness pada otot gastrocnemius. Guna mengatasi itu, anda memberikan stretching dengan cara memberikan dorongan pada ankle ke arah dorsi fleksi secara cepat dan berulang-ulang (bouncing) Bentuk stretching yang anda berikan di atas merupakan tehnik stretching dari
PNF stretching Hold relax
PNF stretching contract relax
Muscle Energy technique stretching
Ballistic stretching
Static stretching
Tn. D, seorang pasien paska stroke berusia 54 tahun saat ini dirawat di ruang ICU. Kondisi pasien masih koma/belum sadar dan vital sign HR: 78x/menit, RR: 23x/menit, TD: 110/70 mmHg, T: 36,1 'C. Anda sebegai fisioterapis akan memberikan latihan ROM/rentang gerak yang bersifat passive. Berikut ini yang tidak termasuk prinsip dari ROM exc adalah
Latihan dengan memanfaatkan prinsip gerak dasar
Luas gerak dan beban/tahanan tetap/konsisten
Arah gerak menyesuaikan kemampuan gerak setiap regio/sendi serta kondisi patologis (kemampuan pasien)
Passive dapat menggunakan bantuan terapis, alat (CPM), maupun anggota tubuh lain dari pasien tsb
Dapat diapliksikan pda kondisi pasca operasi
Ny. FH, seorang wanita berusia 68 tahun datang ke fisioterapis dengan keluhan saat ini kesulitan mengontrol buang air kecil (BAK). Beliau sering mengompol atau keluar urin saat ketawa maupun saat batuk ataupun bersin. Beliau memiliki 6 orang anak. Pekerjaan sehari-hari adalah seorang pekerja akuntan dan saat ini sudah pensiun. Hasil pemeriksaan didapat kelemahan pada otot dasar panggul dan kondisi didiagnosis incontinensia urine. Program latihan yang dapat diberikan untuk pasien tersebut adalah
Kegel exc
Mc. Kenzie exc
William Flexion exc
Breathing exc
Aerobic exc
Ny. Gn, seorang perempuan usia 30 tahun, yang berprofesi sebagai SPG di sebuat mall. Kesehariannya saat kerja menggunakan sepatu high heels. Kondisi ini membuatnya sering merasakan nyeri pada tumit dan dan bagian depan telapak kaki serta kaku/kencang pada bagian betis. Beliau memilih datang ke anda sebagai fisioterapis. Hasil pemeriksaan terdapat shortness pada otot gastrocnemius. Guna mengatasi itu, anda memberikan stretching dengan cara post isometric contraction dari otot gastrocnemius lalu diberikan dorongan pada ankle ke arah dorsi fleksi. Tidak lupa saat kontraski isometric pasien diinstruksikan menahan nafas dan hembuskan perlahan-lahan saat rileksasi otot. Intensitas dari dorongan kea rah dorsi ankle yang anda berikan guna men-stretch otot gastrocnemius berdasarkan pada
Batasan rasa tidak nyaman/discomfort pada otot
Batas Lingkup Gerak Sendi ankle yang normal
Hitungan 10-15 detik
Kemampaun gerak ankle pasien
Panjang otot gastrocnemius
Mr. J, seorang pemain sepak bola U-19 yang baru saja sembuh dari cidera ACL. Perkembangan kemampuannya saat ini sangat baik. Kekuatan otot pada tungkai sudah meningkat yang sebelumnya menurun karena cidera dan immobilisasi. Sebegai fisioterapis yang menangani, target latihan yang anda susun adalah keseimbangan/balance, proprioseptif, dan skill sebelum kembali ke lapangan. Dalam memberikan serangkaian gerakan latihan tentunya anda memilih posisi dasar yang tepat agar target latihan dapat maksimal. Posisi dasar/starting position sebagai salah satu aspek dalam melakukan latihan disusun berdasarkan beberapa hal, kecuali
Tingkat kestabilan posisi berdasarkan base/tumpuan
Aktivasi otot postural dalam mempertahankan posisi
Urutan perkembangan posisi
Tools/peralatan yang digunakan
Tahapan kemampaun motoric manusia
The ability to move a single joint or series of joints smoothly and easily through an unrestricted,pain-free ROM (Kisner & Colby, 2012) Beberapa faktor yang mempengaruhi flexibility antara lain, kecuali
Stabilitas ligament
Usia
Riwayat cidera sebelumnya
Jaringan lemak
Kurang beraktifitas
Dalam upaya meningkatkan elastisitas jaringan lunak khususnya otot, maka dapat menggunakan serangkaian tehnik stretching/peregangan. Jenis, bentuk, dan tehnik aplikatif stretching sendiri beragam tergantung tujuan pengaplikasian. Berikut ini yang tidak termasuk kontra-indikasi dalam pemberian stretching adalah
Cidera akut
Hypomobility
Recent fracture
Nyeri yang tinggi pada jaringan
Restricted motion
Tn. D, pasien paska stroke berusia 64 tahun saat ini masih dirawat di bangsal neuro sejak 6 hari yang lalu. Kemampuan bicara dan kesadaran sudah baik. Kondisi vital sign TD: 130/100 mmHg, HR: 89x/menit, RR: 31x/menit. T: 36.3 'C. Kondisi saat ini kelemahan pada otot ekstremitas bagian kiri dengan nilai MMT rata-rata nilai 2. Pasien dapat didudukkan dengan bantuan terapis maupun keluarga, namun masih miring karena tubuh yang lemah. Saat didudukkan pasien cenderung miring/menumpu pada sisi kanan. Anda sebagai fisioterapis selain memberikan stimulasi dan latihan penguatan pada otot lengan dan tungkai kiri juga mentargetkan perbaikan tonus otot postural pada batang tubuh agar dapat tegak. Anda memberikan latihan untuk otot core (core muscles exc) dengan posisi di bed sesuai kemampun pasien. Hal yang penting dipertimbangkan dalam memberikan latihan otot core pada pasien tersebut adalah
Nilai MMT
Kemampuan duduk
Kesadaran
Vital sign
Usia pasien
Mr. J, seorang pemain sepak bola U-19 yang baru saja sembuh kondisi fracture tibia pada tungkai dekstra. Perkembangan kemampuannya saat ini sangat baik. Kekuatan otot pada tungkai sudah meningkat yang sebelumnya menurun karena kondisi fracture dan immobilisasi. Masalah lain yang muncul adalah terjadinya kontraktur pada kelompok otot hamstrings dekstra akibat posisi lutut saat immbolisasi cenderung semifleksi. Sebagai fisioterapis timnas, anda akan melakukan tindakan untuk meningkatkan elastisitas jaringan lunak pada otot-otot tersebut. Posisi pasien yang cocok untuk melakukan upaya peningkatan fleksibilitas otot pada kondisi di atas adalah
Side lying with flexion knee
Hanging
Lunge forward standing
Prone lying with flexion knee
Half kneeling
Ny. T, seorang perempuan usia 45 tahun, dikirim ke bagian fisioterapi RS dengan diagnosa medis Low Back pain Myogenic. Dari pemeriksaan fisioterapis didapatkan spasme otot-otot back muscles, pemendekan pada otot iliopsoas, nyeri gerak dan keterbatasan gerakan fleksi lumbal. Sebagai fisioterapis, anda memberikan serangkaian latihan guna meningkatkan kemampuan fungsional dan mengataasi keluhan berupa nyeri dan keterbatasan gerakan akibat gangguan fleksibilitas otot. Pada kondisi di atas, untuk melakukan stretching aktif bagi otot iliopsoas sinistra, maka posisi pasien yang tepat adalah
Side lying ke kanan engan tungkai menjuntai
Prone lying dengan knee kiri fleksi, hip ekstensi
Half kneeling dengan tungkai kanan yang maju di depan
Lunge forward standing, tungkai kiri yang di depan
Half kneeling dengan tingkai kiri yang maju ke depan
Ny. T, seorang perempuan usia 45 tahun, dikirim ke bagian fisioterapi RS dengan diagnosa medis Low Back pain Myogenic. Dari pemeriksaan fisioterapis didapatkan spasme otot-otot back muscles, pemendekan pada otot iliopsoas, nyeri gerak dan keterbatasan gerakan fleksi lumbal. Sebagai fisioterapis, anda memberikan serangkaian latihan guna meningkatkan kemampuan fungsional dan mengataasi keluhan berupa nyeri dan keterbatasan gerakan akibat gangguan fleksibilitas otot. Pada kondisi di atas, untuk melakukan stretching aktif bagi otot iliopsoas sinistra, maka posisi pasien yang tepat adalah
Side lying ke kanan engan tungkai menjuntai
Prone lying dengan knee kiri fleksi, hip ekstensi
Half kneeling dengan tungkai kanan yang maju di depan
Lunge forward standing, tungkai kiri yang di depan
Half kneeling dengan tingkai kiri yang maju ke depan
Ny. Gn, seorang perempuan usia 30 tahun, yang berprofesi sebagai SPG di sebuat mall. Kesehariannya saat kerja menggunakan sepatu high heels. Kondisi ini membuatnya sering merasakan nyeri pada tumit dan dan bagian depan telapak kaki serta kaku/kencang pada bagian betis. Beliau memilih datang ke anda sebagai fisioterapis. Hasil pemeriksaan terdapat shortness pada otot gastrocnemius. Guna mengatasi itu, anda memberikan stretching dengan cara post isometric contraction dari otot gastrocnemius lalu diberikan dorongan pada ankle ke arah dorsi fleksi. Tidak lupa saat kontraski isometric pasien diinstruksikan menahan nafas dan hembuskan perlahan-lahan saat rileksasi otot. Bentuk stretching yang anda berikan di atas merupakan tehnik stretching dari
PNF stretching Hold relax
PNF stretching contract relax
Muscle Energy technique stretching
Ballistic stretching
Static stretching
Tn. X berusia 45 tahun, seorang driver taksi on line. Beliau sering mengeluhkan nyeri, kaku pada punggung tengah sebelah kanan setelah menyetir dalam waktu yang lama. Beliau datang ke fisioterapis dan dilakukan pemeriksaan terdapat kurva skoliosis dengan lengkungan ke arah kanan. Hasil inspeksi juga terlihat bahu tidak simetris kanan-kiri. Pasien mengakui bahwa kebiasaannya lebih nyaman jika duduk sambil miring ke kanan. Anda menyadari bahwa tindakan terapi yang baik perlu dikombinasikan dengan perubahan habit/kebiasaan dalam beraktifitas dari pasien. Edukasi apa yang akan anda berikan pada klien tersebut?
Merubah posisi ke duduk tegap, base pada sacrum
Tidak menyalakan AC dengan suhu rendah saat menyetir
Mengajarkan pola pernapasan abdominal
Mengurangi aktivasi otot Rhomboid kanan
Aktivasi otot Serratus anterior kiri
Mr. CR, seorang pemain sepak bola professional yang baru saja sembuh kondisi fracture tibia pada tungkai dekstra. Perkembangan kemampuannya saat ini sangat baik. Kekuatan otot pada tungkai sudah meningkat yang sebelumnya menurun karena kondisi fracture dan immobilisasi. Masalah lain yang muncul adalah terjadinya kontraktur pada kelompok otot hamstrings dekstra akibat posisi lutut saat immbolisasi cenderung semifleksi. Gerakan yang terbatas dari posisi di atas adalah
Fleksi hip
Fleksi knee
Ekstensi hip
Dorsi fleksi ankle
Abduksi hip
Tn. D, seorang pasien paska stroke berusia 54 tahun saat ini dirawat di ruang ICU. Kondisi pasien masih koma/belum sadar dan vital sign HR: 78x/menit, RR: 23x/menit, TD: 110/70 mmHg, T: 36,1 'C. Anda sebegai fisioterapis akan memberikan latihan ROM/rentang gerak yang bersifat passive. Keterbatasan dari latihan yang bersifat passive-ROM exc adalah
Tidak dapat mencegah hipertrofi
Meningkatkan massa otot
Tidak dapat meningkatkan kekuatan
Tidak mampu merangsang proprioseptif
Hanya sebatas menjaga daya tahan
