wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Forest Ergonomics

Total questions: 52

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Strategi kontrol terhadap sumber bahaya yang paling efektif setelah eliminasi, sekaligus paling tidak mungkin diterapkan untuk kegiatan pengelolaan hutan di industri hulu adalah

a)

Kontrol rekayasa: mengisolasi manusia dari sumber bahaya.

b)

Isolasi: meniadakan segala sumber bahaya yang mungkin ada dari manusia.

c)

Administrative control: memperbaiki cara, sistem, dan teknik kerja agar pekerja lebih sedikit terpapar sumber bahaya.

d)

Substitusi: mengganti materi/kondisi/sistem yang merupakan sumber bahaya dengan materi/kondisi/sistem lainnya.

2.

Pemberian insentif untuk perilaku kerja yang baik atau kepatuhan terhadap perlindungan K3 merupakan contoh dari strategi kontrol sumber bahaya: .......

a)

Engineering control

b)

Administrative control

c)

Substitusi

d)

Mitigasi

3.

Pernyataan yang paling tepat adalah:

a)

Strategi kontrol bahaya berupa kontrol rekayasa (engineering control), lebih tidak efektif dibanding strategi isolasi.

b)

Strategi substitusi sumber bahaya yang paling efektif, sekaligus paling sulit dilakukan pada kegiatan pemanenan hasil hutan adalah penggunaan APD.

c)

Upaya-upaya administrasi kontrol antara lain adalah penyusunan kebijakan K3, penyusunan dan pelaksanaan sistem pembinaan dan pengawasan terarah, dan penggunaan alat kerja yang lebih baik.

d)

Contoh-contoh APD serorang penebang dengan chainsaw adalah pelindung kepala, pelindung hidung, pelindung alat pendengaran, pelindung tangan, pakaian kerja standar (bisa berupa baju keselamatan dan celana keselamatan), dan sepatu keselamatan.

4.

Hierarky kontrol sumber bahaya yang paling tepat dari urutan paling efektif hingga paling tidak efektif adalah:

a)

Eliminasi-substitusi-kontrol rekayasa-APD-kontrol administrasi

b)

Eliminasi-kontrol rekayasa-APD-kontrol administrasi-substitusi-

c)

Eliminasi-substitusi-kontrol rekayasa-kontrol administrasi-APD

d)

Eliminasi-substitusi-kontrol rekayasa-kontrol-mitigasi- kontrol administrasi-APD

5.

Hierarky kontrol sumber bahaya yang paling tepat dari urutan paling tidak efektif hingga paling efektif adalah:

a)

Kontrol administrasi-eliminasi-substitusi-kontrol rekayasa-APD

b)

APD-kontrol administrasi-kontrol rekayasa-substitusi-eliminasi

c)

APD-eliminasi-substitusi-kontrol rekayasa-kontrol administrasi

d)

APD-eliminasi-substitusi-kontrol rekayasa-kontrol-mitigasi- kontrol administrasi

6.

Dalam penebangan menggunakan chainsaw di hutan alam di Indonesia, strategi kontrol bahaya yang PALING RASIONAL sehingga PALING MUNGKIN dipilih adalah:

a)

Kontrol rekayasa-kontrol administrative-APD

b)

Substitusi-kontrol rekayasa-kontrol administrasi-APD

c)

Substitusi-kontrol administrasi-APD

d)

Substitusi-kontrol rekayasa-kontrol administrasi

e)

Salah semua

7.

Pernyataan yang paling tepat adalah:

a)

Tahap awal risk management adalah penentuan kegiatan dan identifikasi sumber bahaya,.

b)

Risk assessment yang tepat bisa jadi memerlukan analisis risiko (risk analysis).

c)

Untuk melakukan manajemen risiko dalam sebuah unit kerja, bisa jadi diperlukan penilaian tingkat risiko (risk assessment).

d)

Untuk melakukan penilaian tingkat risiko (risk assessment), diperlukan manajemen risiko.

8.

Pernyataan yang paling tepat adalah:

a)

Penilaian risiko bisa jadi memerlukan adanya manajemen risiko.

b)

Manajemen risiko dapat disusun langsung setelah dilakukan analisis risiko.

c)

Manajemen risiko hanya dapat dilakukan jika analisis risiko telah dilakukan

d)

Penilaian risiko dapat saja didahului oleh analisis risiko.

9.

Pernyataan yang paling tepat adalah:....

a)

Penilaian risiko bertujuan utama untuk menyediakan informasi terkait kategori sumber bahaya yang tidak dapat diterima.

b)

Tujuan utama penilaian risiko adalah menyediakan informasi terkait kekerapan risiko yang paling mengancam kinerja unit kerja.

c)

Risiko dikuantifikasikan dengan memperhatikan setidaknya dua aspek: (a) frekuensi kejadian dan (b) keparahan. Hasil kuantifikasi ini disebut sebagai “tingkat risiko”.

d)

Risiko dikuantifikasikan dengan memperhatikan setidaknya dua aspek: (a) kekerapan perkiraan dan (b) keparahan. Hasil kuantifikasi ini disebut sebagai “hasil analisis risiko”.

10.

Kekerapan dari kecelakaan kerja yang disebabkan bahaya tertentu perlu diinventarisir dengan menggunakan........

a)

Catatan kejadian sebelumnya.

b)

Perkiraan frekuensi kejadian.

c)

Pendapat ahli.

d)

Literatur review hasil penelitian di tempat lainnya.

11.

Kegiatan penilaian risiko secara berurut adalah....

a)

(1) Penentuan penanggung jawab pengendalian risiko, (2) evaluasi, (3) mitigasi, dan (4) perbaikan.

b)

(1) Inventarisasi kegiatan kerja (2) identifikasi sumber bahaya, (3) identifikasi potensi bahaya yang dapat disebabkan/ditimbulkan oleh sumber bahaya yang teridentifikasi, (4) penghitungan tingkat risiko, (4) penilaian risiko

c)

(1) Inventarisasi kegiatan kerja, (2) identifikasi sumber bahaya, (3) identifikasi potensi bahaya yang dapat disebabkan/ditimbulkan oleh sumber bahaya yang teridentifikasi, (4) Identifikasi keparahan dari tiap insiden potensial, (5) penelususran frekuensi kejadian

d)

Tidak ada jawaban yang tepat

12.

Bernardino Ramazzini (1633–1714) menulis naskah ilmiah yang terkenal yang berjudul “De morbis artificum diatribe”. Naskah ini berisi tentang..........

a)

Pemikiran terhadap hubungan antara kegiatan kerja dengan gangguan kesehatan dan produktivitas pekerjanya.

b)

Permasalahan terkait kesehatan kerja, dan terutama dalam kaitannya dengan manajemen kerja.

c)

Hubungan yang sistematis antara kondisi kerja dan perkembangan penyakit (patologi).

d)

Aspek terkait kelelahan akibat kerja dan prinsip-prinsip dalam manajemen kerja.

13.

Terminologi “ergonomi” sendiri dicetuskan oleh pemikir Polandia yang terkenal yakni.....

a)

Józefa Joteyko

b)

Wojciech Jastrzębowski (1799–1882)

c)

Frederick Winslow Taylor

d)

Bernardino Ramazzini (1633–1714)

14.

Di industri kehutanan, ergonomi mulai mendapat perhatian setelah periode 1950-an. Penggunaan ilmu ergonomi secara spesifik dalam kegiatan kehutanan diprakarsai diantaranya oleh....

a)

The Science of Labour and Its Organization”.

b)

Ulf Sundberg dalam karyanya berjudul “Ergonomics in Forestry”

c)

Frank dan Lillian Gilbreth melalui konsep dasarTime and Motion Study.

d)

Frederick Winslow Taylor melaluim konsep Motion Study in Forestry.

15.

Ergonomi menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, dengan empat tujuan utama yakni: keselamatan, kesehatan, produktivitas, dan kenyamanan.  Mengapa itu adalah "manusia" dan bukan "produktivitas kerja"?

a)

Karena manusia, sebagai pelaku dan penerima manfaat dalam sebuah sistem kerja, perlu mencapai produktivitas kerja maksimalnya yang secara langsung dipengaruhi faktor internal (fisik, fisiologi, dan mental) dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh faktor eksternal (kondisi lingkungan kerja, manajemen kerja). 

b)

Karena manusia, sebagai pelaku dan penerima manfaat dalam sebuah sistem kerja, memiliki kesempatan (opportunity) sekaligus sumber daya (resources) yang secara langsung dipengaruhi faktor internal (fisik, fisiologi, dan mental) dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh faktor eksternal (kondisi lingkungan kerja, manajemen kerja). 

c)

Karena manusia, sebagai pelaku dan penerima manfaat dalam sebuah sistem kerja, memiliki kemampuan (capability) sekaligus keterbatasan (limitation) yang secara tidak langsung dipengaruhi faktor internal (fisik, fisiologi, dan mental) dan secara langsung dipengaruhi oleh faktor eksternal (kondisi lingkungan kerja, manajemen kerja). 

d)

Karena manusia memiliki kemampuan (capability) sekaligus keterbatasan (limitation) yang secara langsung dipengaruhi faktor internal (fisik, fisiologi, dan mental) dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh faktor eksternal (kondisi lingkungan kerja, manajemen kerja). 

16.

Ilmu ergonomi yang berfokus pada manusia saat melakukan pekerjaannya dikenal sebagai

a)

Antropometrics

b)

Biomechanics

c)

Occupational Safety

d)

Occupational ergonomics

17.

International Ergonomics Association (IAE) membagi ergonomi ke dalam tiga domain:.....

a)

ergonomi fisik (physical ergonomics), ergonomi deskriptif (cognitive ergonomics), dan ergonomi manajemen (organizational ergonomics).

b)

ergonomi fisik (physical ergonomics), ergonomi kognitif (cognitive ergonomics), dan ergonomi organisasi (organizational ergonomics).

c)

ergonomi anatomi (physical ergonomics), ergonomi kognitif (cognitive ergonomics), dan ergonomi organisasi (organizational ergonomics).

d)

ergonomi fisik (physical ergonomics), ergonomi kognitif (cognitive ergonomics), dan ergonomi partisipatif (partisipative ergonomics).

18.

 

Pilih pernyataan yang paling benar!

a)

Anatomi, fisiologi, antropometri, dan biomekanik merupakan pendekatan yang digunakan pada ergonomi anatomistik

b)

Fisiologi, antropometri, dan biomekanik merupakan pendekatan yang digunakan pada ergonomi fisik

c)

Anatomi, fisiologi, antropometri, dan biomekanik bukan merupakan pendekatan yang digunakan pada ergonomi fisik

d)

Anatomi, fisiologi, antropometri, dan biomekanik merupakan pendekatan yang digunakan pada organisational ergnomics.

19.

Dalam domain kognitif, ergonomi membahas topik-topik yang berkaitan dengan proses mental manusia.  Topik-topik yang dibahas antara lain adalah persepsi (misalnya pada aspek risk perception), kelelahan mental (mental fatigue), dan kompetensi kerja.

Pilih komentar yang paling benar!

a)

Mental workload seharusnya masuk dalam kategori physic ergonomics.

b)

Perubahan dalam paradigma perlindungan K3 hanya akan terjadi melalui pendekatan top-down.

c)

Proses mental manusia merupakan hal yang sangat kompleks.

d)

Keterampilan merupakan satu-satunya dasar pembentukan kompetensi kerja.

20.

Kegiatan penyaradan di hutan raya dilakukan menggunakan sistem kuda-kuda dengan alat ongkak. Konsekuensi ergonomi yang paling tepat adalah:

a)

Ancaman besar terhadap kelangsungan bisnis kehutanan.

b)

Tidak mengikuti perkembangan teknologi.

c)

Pertanyaan terhadap aspek kenyamanan kerja.

d)

Pertanyaan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

21.

Definisi dari kata "bahaya" yang banyak diadopsi di Indonesia adalah “semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera (kecelakaan kerja) dan atau penyakit akibat kerja.” Pilih pernyataan yang paling tepat berikut:

a)

Definisi tersebut adalah definisi oleh OHSAS 18010:2017

b)

Definisi tersebut kurang tepat karena terminologi “bahaya” perlu dipahami sebagai bagian dari sebuah risiko.

c)

Menurut definisi tersebut, failure in control akan dikategorikan sebagai “bahaya”, padahal “failure in control” pada dasarnya merupakan sebuah “proses” yang berpotensi menimbulkan bahaya itu sendiri.

d)

Suhu yang tinggi dan ekstrem merupakan salah satu bentuk bahaya berdasar definisi tersebut.

22.

Kecelakaan kerja didefinisikan sebagai ......

a)

Gangguan kesehatan kerja pada seorang pekerja resmi, saat bekerja di lokasi kerja yang resmi, pada jam kerja resminya.

b)

Kecelakaan yang terjadi saat seseorang bekerja di lokasi kerja yang resmi, pada jam kerja resminya.

c)

Kecelakaan yang terjadi pada seorang pekerja resmi, saat bekerja di lokasi kerja yang resmi, saat bekerja diluar SOP resminya.

d)

Kecelakaan yang terjadi saat seseorang bekerja di lokasi kerja yang resmi, di liuar jam kerja resminya.

23.

Definisi kecelakaan kerja yang paling tepat adalah:

a)

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa pekerja saat melakukan kerja hubungan kerja, yang dapat menimbulkan cidera hingga korban jiwa, atau menimbulkan kerugian harta benda termasuk dalam hal ini adalah terganggunya proses produksi.  

b)

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa pekerja saat melakukan kerja atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaannya, yang dapat menimbulkan cidera hingga korban jiwa, atau menimbulkan kerugian harta benda termasuk dalam hal ini adalah terganggunya proses produksi.  

c)

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa pekerja saat melakukan kerja atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaannya, yang dapat menimbulkan cidera hingga korban jiwa.  

d)

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang menimpa pekerja saat melakukan kerja atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaannya, yang dapat menimbulkan cidera atau menimbulkan kerugian harta benda termasuk dalam hal ini adalah terganggunya proses produksi.  

24.

Biaya kecelakaan kerja yang bersifat tangible adalah.....

a)

Biaya pengobatan, biaya kompensasi stress mental

b)

Biaya pengobatan, biaya rawat jalan

c)

Biaya kerugian atas hari tidak bekerja keluarga.

d)

Biaya atas tingkat keparahan cidera.

25.

Pernyataan yang tidak tepat terkait biaya kecelakaan yang bersifat tidak langsung adalah....

a)

Besar biaya tidak langsung sering kali jauh lebih besar dari biaya langsung.

b)

Keparahan tidak langsung bisa mencapai 2–10 kali lipat dari pada keparahan pada biaya langsung, adapun dalam hal besar biaya yang dikeluarkan, kerugian tidak langsung bisa mencapai 5–50 kali dari biaya langsung.

c)

Bentuk biaya tidak langsung antara lain adalah modal investasi, tenaga kerja, brand invesment/modal pemasaran.

d)

Bentuk biaya langsung antara lain adalah kesulitan anggota keluarga korban, beban kerja tambahan, proses produksi yang terhambat.

26.

Contoh biaya tidak langsung yang berpotensi paling besar biayanya adalah.....

a)

Biaya investigasi, penurunan keuntungan

b)

Rusaknya kepercayaan konsumen

c)

Biaya dan waktu untuk investigasi, laporan, kerusakan alat, proses produksi terhambat, rotasi pekerja, inspeksi K3

d)

Menurunnya produktivitas  kerja

27.

Log yang berat, proses mengangkat log tanpa prosedur yang benar, kesalahan dalam pembuatan takik rebah sehingga log rebah menimpa pekerja, atau pekerja yang “memposisikan” dirinya di areal arah rebah pohon, semuanya merupakan contoh dari....

a)

Risiko

b)

Sumber bahaya

c)

Bahaya

d)

Kecelakaan kerja

28.

Yang bukan termasuk sumber bahaya adalah......

a)

Energi yang tersimpan dalam sebuah benda.

b)

Manajemen yang membiarkan pekerja yang tidak kompeten untuk tetap bekerja.

c)

Pekerja yang memiliki tingkat kebugaran yang rendah.

d)

Tidak tersedianya mekanisme kontrol terhadap teknik kerja.

29.

Definisi sumber bahaya yang paling tepat adalah.....

a)

Kontak energi yang tiak dapat diterima oleh manusia.

b)

Agen yang baik sendiri-sendiri maupun secara bersamaan, secara langsung baik pasif maupun aktif, maupun secara tidak langsung memicu terjadinya “bahaya” sehingga menimbulkan kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan kerja. 

c)

Agen yang baik sendiri-sendiri maupun secara bersamaan, secara langsung baik pasif maupun aktif, maupun secara tidak langsung memicu terjadinya “kecelakaan kerja” sehingga menimbulkan kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan kerja. 

d)

Potensi kerugian yang diderita oleh pekerja.

30.

Ilustrasi risiko yang tepat adalah.....

a)

Batang pohon yang miring, perilaku yang ceroboh, yakni chokerman yang bekerja tepat di bawah batang yang miring, dan manajemen kerja yang buruk yang tidak mengharuskan batang pohon miring tersebut untuk dengan segera direbahkan/ditebang

b)

Potensi bahwa chokerman akan terluka parah bahkan meninggal

c)

Gerakan batang pohon yang tumbang

d)

Tidak ada jawaban yang benar

31.

Kegiatan penyusunan kebijakan K3 dan organisasi K3 yang efektif merupakan ranah dari .....

a)

Analisis risiko

b)

Penilaian risiko

c)

Manajemen risiko

d)

Manajemen sumber bahaya

32.

Identifikasi sumber bahaya merupakan bagian dari kegiatan.....

a)

Manajemen risiko

b)

Kontrol sumber bahaya

c)

Penilaian risiko

d)

Analisis risiko

33.

Strategi kontrol sumber bahaya yang paling efektif adalah...

a)

Eliminasi

b)

Substitusi

c)

Kontrol Rekayasa

d)

APD

34.

Strategi kontrol sumber bahaya, dengan sumber bahaya "kebisingan," yang paling efektif dalam kegiatan penebangan kayu di hutan alam menggunakan sistem semi mekanis adalah....

a)

Kontrol Rekayasa

b)

Substitusi

c)

APD

d)

Administrasi

35.

Mengganti chainsaw dengan tree harvester merupakan contoh strategi kontrol sumber bahaya pada tataran.....

a)

Eliminasi

b)

Substitusi

c)

Rekayasa engineering

d)

Adminsitratif

36.

Tingkatan yang paling tidak efektif pada hierarki kontrolsumber bahaya adalah....

a)

APD

b)

Eliminasi

c)

Semua benar

d)

Semua salah

37.

NIOSH merupakan kependekan dari....

a)

National Institute for Occupational Safety and Heat

b)

National and International Occupational Safety and Health

c)

National Agency for Occupational Safety and Heat

d)

Salah semua

38.

Yang merupakan masalah ergonomi yang ada dalam sektor kehutanan di Indonesia adalah

a)

Sistem pengupahan yang menggunakan piece rate of work payment system

b)

Instrumen assessment yang bersifat administratif

c)

Kompetensi pekerja level operator yang tidak dijamin

d)

Semua jawaban benar

39.

Match the following

a)

Waktu sebenarnya yang diperlukan untuk melakukan kerja

1.

waktu dasar

b)

Ratio tingkat keterampilan pekerja dengan pekerja standar

2.

Rating Factor

c)

Kelonggaran yang diberikan karena tuntutan mental dan fisiologi pekerja

3.

Allowances

d)

Waktu kerja ideal yang diperlukan pekerja dengan RF = 1

4.

Waktu standar

40.

Alat yang digunakan untuk menebang sekaligus menyarad adalah

a)

Wheel type grapple loader

b)

Tree processor

c)

Tree harvester

d)

Salah semua

41.

Chainsaw merupakan satu sumber bahaya. Sumber bahaya pada chainsaw antara lain adalah...

a)

Suara bising, kick back

b)

Kick back, getaran chainsaw

c)

Getaran dan suara bising yang ditimbulkan mesin chainsaw

d)

Operator dapat terluka karena menggunakan chainsaw tanpa rantai standar

42.

Penilaian keparahan dari suatu insident merupakan salah satu contoh dari

a)

Manajemen kerja

b)

Analisis sumber bahaya

c)

Penilaian risiko

d)

Risk analysis

43.

Bidang-bidang ilmu yang paling sesuai dengan ergonomi

a)

Ilmu sosial, kognitif, biologi, fisika, matemetika, dan filsafat.

b)

Ilmu terkait K3, produktivitas kerja optimal dan maksimum, dan biomekanik.

c)

Ilmu biologi, matematika, fisika, psikologi, kehutanan, teknik mesin.

d)

salah semua

44.

Match the following!

a)

Risiko

1.

Log menggelinding masuk ke jurang

b)

Sumber bahaya lingkungan kerja

2.

Jalan yang tidak rata dan licin

c)

Sumber bahaya unsafe human act

3.

Penyarad melakukan kegiatan tanpa mengenakan APD

d)

Strategi kontrol sumber bahaya

4.

Rekayasa engineering

45.

APD lengkap yang diperlukan operator hand-held electric chainsaw saat bekerja membagi batang adalah........

a)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, sarung tangan

b)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, celana keselamatan, sarung tangan

c)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, celana keselamatan, sarung tangan, pelindung mata, pelindung telinga

d)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, celana keselamatan, sarung tangan, pelindung mata, pelindung telinga, dan masker udara.

46.

Urutan PAK yang paling sering muncul dan ditemui pada penebang pohon menggunakan chainsaw di Indonesia adalah:

a)

MSDs

b)

Gangguan pendengaran

c)

White finger syndrome

1)
2)
3)
47.

Strategi kontrol terhadap sumber bahaya yang paling efektif setelah eliminasi sekaligus paling tidak mungkin diterapkan untuk kegiatan pengelolaan hutan di industri hulu adalah

a)

Kontrol rekayasa: mengisolasi manusia dari sumber bahaya.

b)

Isolasi: memisahkan segala sumber bahaya yang mungkin ada dengan manusia.

c)

Administrative control: memperbaiki cara, sistem, dan teknik kerja agar pekerja lebih sedikit terpapar sumber bahaya.

d)

Substitusi: mengganti materi/kondisi/sistem yang merupakan sumber bahaya dengan materi/kondisi/sistem lainnya.

48.

Safety devices pada chainsaw adalah:.......

49.

APD lengkap yang diperlukan penyadap getah pinus menggunakan "kadukul" atau "pethel" saat bekerja memperbarui luka resin kanal dan mengaplikasikan cairan stimulansia adalah........

a)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, sarung tangan

b)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, celana keselamatan, sarung tangan

c)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, sarung tangan, kaca mata, masker udara

d)

Helm keselamatan, sepatu keselamatan, celana keselamatan, sarung tangan, pelindung mata, pelindung telinga, dan masker udara.

50.

​ (a)   menyebutkan bahwa ​ (b)   terhadap sebuah ​ (c)   merupakan hal yang sangat sulit diukur, namun dapat didekati dengan konsep psychometric paradigm. Konsep ini menangkap persepsi dengan dua factor: yakni dreadrisk factor dengan elemen antara lain ​ (d)   dan ​ (e)   dengan ​ elemen antara lain berupa "risk known to science".

Choose from the below words
Fischhoff (1978)
persepsi
risiko
dread consequencies
unknown risk factor
Pertersoff (1978)
51.

Elemen pada risk perception yang dapat mengamplifikasi atau sebaliknya menurunkan rasa "penyepelean" terhadap risiko, dengan urutan dr yang tertinggi adalah yang terkait "pengamatan", "lama risiko dikenali", dan "akibat yang ditimbulkan" adalah:

52.

Urutan kegiatan pengukuran prestasi kerja adalah:

a)

Penentuan siklus kerja

b)

Penentuan elemen kerja

c)

Penghitungan waktu dasar

d)

Penghitungan kelonggaran dan RF

e)

Penghitungan waktu standard

1)
2)
3)
4)
5)