Font size
WorksheetsSOAL MODERASI BERAGAMA
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Kata Moderasi menurut kamus bahasa Arab disebut dengan wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan 3 kata berikut, yaitu....
tawassuth yang artinya tengah-tengah
tafahum yang artinya saling memahami
i'tidal yang artinya adil
tawazun yang artinya berimbang
Penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi , yaitu UUD 1945 dan regulasi di bawahnya merupakan indikator Moderasi Beragama, yaitu....
Komitmen kebangsaan
Toleransi
Anti kekerasan
Penerimaan terhadap tradisi
Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan baik fisik maupun verbal dalam mengusung perubahan yang diinginkan merupakan indikator moderasi beragama, yaitu....
Komitmen Kebangsaan
Toleransi
Anti Kekerasan
Penerimaan terhadap tradisi
Menjadikan nilai-nilai moral universal dan pokok-pokok ajaran agama sebagai pandangan hidup dengan tetap berpijak pada jati diri Indonesia merupakan muatan pesan keagamaan dalam Moderasi Beragama, yaitu (a)
Berikut ini merupakan 3 (tiga) Indikator Kinerja Penguatan Moderasi Beragama yaitu....
Indeks Kesalehan Umat Beragama meningkat dari 83,56 pada tahun 2019 menjadi 86,08 pada tahun 2024
Penerimaan umat beragama atas keragaman budaya sebesar 76,00 pada tahun 2024
Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 73,83 pada tahun 2019 menjadi 75,80 pada tahun 2024
Penguatan cara pandang, sikap dan praktik beragama yang moderat pada Aparatur Negara
Penguatan moderasi beragama perlu dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan pendekatan sinergitas dan kerja sama antar semua komponen ekosistem, yang meliputi unsur-unsur berikut, kecuali....
masyarakat dan media
pendidikan dan keagamaan
politik kekuasaan dan negara
pelaku terorisme dan radikalisme
The maps is not the territory (peta bukan wilayah). Konsep tersebut dalam sudut pandang moderasi beragama dapat dimaknai sebagai....
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, tentu tidak sama antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, tentu sama antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, hampir mirip antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya terdapat hubungan
Perhatikan beberapa pernyataan berikut ini:
1. Seleksi data (selected data)
2. Kesimpulan (conclusion)
3. Asumsi (assumption)
4. Keyakinan (belieft)
5. Memaknai data (added meaning)
Urutan pernyataan-pernyataan di atas yang benar dalam tangga kesimpulan (Ladder of Inference) ketika mendapatkan realita atau kondisi nyata yang dapat diamati (actual of experience) ditunjukkan dengan nomor urut....
1-3-4-2-5
1-5-3-2-4
2-5-4-3-1
2-4-3-5-1
Bias kognitif yang disebabkan oleh adanya kecenderungan untuk melupakan bukti dan informasi yang tidak mendukung pendapat kita dan selalu berusaha mengingat bukti dan informasi yang mendukung, disebut....
Egocentric myopia
Egocentric Righteousness
Egocentric memory
Egocentric Hypocrisy
Berikut adalah hal-hal yang harus kita hindari dan hal-hal yang harus kita lakukan dalam menalar kebegaraman, yaitu.....
Close Mind, Close Heart, Close Will
Open Mind, Open Heart, Open Will
Reflective Loop
Reflective Learning
Kecenderungan alamiah untuk mengabaikan kompleksitas masalah dengan lebih memilih pandangan yang simplistik, bila kompleksitas tadi mengharuskan kita untuk mengubah pendapat disebut sebagai....
Egocentric Oversimplification
Egocentric Blindness
Egocentric Memory
Egocentric Myopia
Dalam melakukan penyelaman terhadap "APA YANG TERJADI" dengan menerapkan Iceberg Analysis & U-Process perlu diperhatikan 3 tahapan, yaitu...
Reframing
Pola dan Tren
Struktur Penyebab
Mental Model
Berikut ini merupakan hal-hal yang harus diperhatikan sebagai STRUKTUR PENYEBAB dalam melakukan Iceberg Analysis adalah...
Perilaku, kebiasaan, sikap (yang dapat dilihat)
Paradigma, perspektif, keyakinan
Tradisi, budaya, kebijakan pemerintah, system
Memastikan terwujudnya sikap, kebiasaan yang baru
Dalam melakukan REFRAMING dalam U-Process pada Iceberg Analysis adalah....
Mengamati paradigma, perspektif, dan keyakinan yang melatarbelakangi terjadinya fenomena sosial
Mengubah paradigma, perspektif dan keyakinan
Mendesain kebijakan, program, serta memberikan reward
Memastikan terwujudnya sikap, kebiasaan yang baru
Penguatan moderasi beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan beragama yang rukun, damai, dan makmur. Karena itu, perlu dilakukan langkah: Menyelenggarakan pelayanan publik secara adil untuk memenuhi hak-hak sispil tanpa diskriminasi.
Langkah ini termasuk dalam penyelerasan relasi antara....
Agama dan politik
Agama dan hukum
Agama dan layanan publik
agama dan ekspresi publik
Berdasarkan gambar di atas, sikap yang seharusnya kita tunjukkan adalah....
Acuh tak acuh saja, toh nanti akan ada perubahan
Biasa-biasa saja, toh sudah banyak yang melakukannya
Berusaha menunjukkan sikap positif jika arah kebijakan tersebut sesuai keinginan
Mendukungnya, dan sekuat tenaga mengimplementasikannya sesuai bidang tugas
"Memperkuat Moderasi Beragama" merupakan Program Prioritas Nasional IV dalam RPJMN 2020 - 2024, sebagai...
Program Prioritas 1 (PP-1)
Program Prioritas 2 (PP-2)
Program Prioritas 3 (PP-3)
Program Prioritas 4 (PP-4)
Berikut ini yang bukan termasuk Strategi Penguatan Moderasi Beragama adalah....
Penyiaran Agama dan Sistem Pendidikan
Pengelolaan Rumah Ibadat dan Pengelolaan Ruang publik
Pesantren dan Satuan Pendidikan Keagamaan lainnya
Politisasi isu penguatan moderasi beragama
Harmonisasi umat beragama dapat tercapai jika memenuhi 2 hal berikut ini, yaitu....
masyarakat terlindungi hak sipil dan hak beragamanya
para tokoh dan lembaga kunci mampu memainkan peran menjaga situasi kondusif bagi terciptanya kerukunan dan solidaritas sosial
Aparat keamanan secara persuasif selalu melakukan pengamanan rumah ibadat
Selalu merayakan hari besar agama bersama-sama
Berikut ini merupakan 3 Tantangan Penguatan Moderasi Beragama, kecuali....
Berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan
Berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak
atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik
berpotensi memicu konflik
Berkembangnya semangat beragama
yang tidak selaras dengan kecintaan
berbangsa dalam bingkai NKRI
Berkembangnya keinginan memisahkan konsepsi keagamaan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara
