WorksheetsPelatihan EAFM Evaluator
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Sumber data untuk menilai kinerja pengelolaan perikanan dengan indikator
EAFM, pada domain sumber daya ikan adalah?
Kualitas perairan.
Komposisi spesies.
Konflik perikanan.
Mekanisme pengambilan keputusan.
Pengumpulan data pendapatan RTP adalah menurut musim tangkapan ikan, hali
ini merupakan metode pengumpulan data menurut domain?
Sumber Daya Ikan.
Teknologi Penangkapan Ikan.
Sosial.
Ekonomi.
Waktu untuk melakukan sampling program secara reguler untuk LFA (Length
Frequency Analysis), data poor fisheries: interview kepada responden yang
berpengalaman dalam perikanan, adalah:
Minimal selama 3 tahun.
Minimal selama 5 tahun.
Minimal selama 10 tahun.
Minimal selama 15 tahun.
Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab dalam
pengelolaan perikanan yang telah ditetapkan baik secara formal maupun
non-formal, hal ini adalah indikator dari domain?
Teknologi Penangkapan Ikan.
Kelembagaan.
Sosial.
Sumber Daya Ikan.
Berikut ini yang bukan termasuk Instrumen evaluasi indikator EAFM untuk domain sumberdaya ikan adalah:
CPUE (Catch Per Unit Effort)
Ukuran Ikan
Pelabuhan Perikanan.
Komposisi Spesies.
Indikator yang menjelaskan bahwa Sumberdaya Ikan telah mengalami tekanan penangkapan sehingga semakin jauh untuk ditemukan atau dicari adalah:
Proporsi ikan juwana yang ditangkap.
CPUE (Catch Per Unit Effort).
Spesies ETP (Endangered, Threatened and Protected).
Range Collapse sumberdaya ikan.
Penggunaan transek kuadrat biasanya digunakan untuk mengukur status ekosistem apa?
Terumbu Karang.
Mangrove.
Padang Lamun.
Makro bentos.
Pengaruh perubahan iklim terhadap eksositem pada perairan adalah:
Hasil tangkapan meningkat.
Pemutihan terumbu karang.
Musim penangkapan ikan stabil.
Menurunnya permukaan air laut.
Penempatan alat penangkapan ikan berdasarkan kedalaman perairan. WPPNRI yang memiliki kedalaman lebih dari 200 meter adalah:
571
718
712
573
Yang termasuk parameter indikator selektivitas penangkapan ikan adalah:
Panjang tali selambar.
Panjang tali ris atas.
Jumlah mata pancing.
Ukuran mata jaring.
Salah satu tujuan evaluasi EAFM pada domain sosial adalah untuk mengetahui:
status pemangku kepentingan.
pendapatan pemangku kepentingan.
kesejahteraan pemangku kepentingan.
kepentingan pemangku kepentingan.
Apabila terjadi konflik perikanan, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah:
melakukan identifikasi pemangku kepentingan utama.
melakukan identifikasi terjadinya kasus konflik perikanan.
melakukan identifikasi jumlah pemangku kepentingan.
melakukan identifikasi kasus pemangku kepentingan.
Berikut yang bukan termasuk indikator pada domain ekonomi adalah:
Rasio tabungan.
Pendapatan rumah tangga nelayan.
Kepemilikan aset.
Pendapatan per kapita.
Indikator yang memiliki bobot terbesar dalam domain ekonomi adalah:
Rasio tabungan.
Pendapatan rumah tangga nelayan.
Kepemilikan aset.
Pendapatan per kapita.
Dalam Penilaian Kinerja Pengelolaan berdasarkan domain kelembagaan, Kelembagaan yang bagaimana yang akan dievaluasi??
Unit Kelembagaan yang ada dalam suatu wilayah.
Unit kelembagaan yang disesuaikan dengan unit pengelolaan perikanan yang dievaluasi.
Unit Lembaga Masyarakat yang bersifat nasional dan bergerak di bidang perikanan.
Unit Lembaga pemerintahan yang terlibat.
Dari 6 Indikator pada domain kelembagaan, Indikator manakah yang mempunyai prosentasi paling tinggi dalam penilaian?
Rencana pengelolaan perikanan.
Tingkat sinergisitas kebijakan dan kelembagaan pengelolaan perikanan.
Kapasitas pemangku kepentingan.
Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab.
Hal penting harus dilakukan pasca dilaksanakannya penilaian menggunakan indikator EAFM adalah:
menyiapan data untuk menilai kinerja pengelolaan perikanan dengan indikator EAFM.
menyediakan data pemantauan kapal penangkap dan pengangkut ikan.
memberikan saran tindak lanjut yang terukur untuk memperbaiki kinerja indikator
dalam pengelolaan perikanan.
menilai kinerja pengelolaan perikanan dengan indikator EAFM.
Nilai spesifik dari suatu indikator yang digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan perikanan disebut:
Titik acuan.
Titik balik.
Titik tumpu.
Titik koordinat.
Saran tindak lanjut untuk perbaikan pengelolaan perikanan berdasarkan hasil evaluasi dan agregat indikator EAFM hendaknya spesifik tujuan, sasaran, dan saran tersebut, ada jangka waktunya, dan dibuat secara utuh dalam bentuk tertulis berupa laporan “Penilaian Performa Pengelolaan Perikanan Menggunakan Indikator EAFM” agar:
hasil evaluasi dapat sampai kepada para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan.
memudahkan perencana dalam menyusun rencana aksi yang akan di rumuskan pada
RPP untuk selanjutnya ditetapkan.
pilihan a dan b benar.
pilihan a dan b benar
Jenis kompetensi utama kecakapan nelayan diantaranya adalah:
navigasi dan keselamatan.
penanganan ikan.
perbaikan alat penangkapan.
pengolahan ikan diatas kapal.
