Font size
WorksheetsASSESMENT PILIHAN BERGANDA ONLINE BEST COMMANDER 2023
Total questions: 120
Worksheet time: 4hrs 0mins
Pelaksanaan GL Superior yang efektif dapat memberikan dampak pada :
Meningkatkan bounding dan chemistry antara operator dan GL sehingga produktivitas kerja bisa meningkat
Meningkatkan performa kerja Operator
Focus GL dalam bekerja di lapangan menjadi terpecah
Meningkatkan kepercayaan Operator kepada GL nya sehingga problem sekecil apapun bisa ditangkap operator
Usecase apa yang di dalamnya menjelaskan mengenai Fuel (Monitoring Fuel Usage & Fuel Consumption) pada Pama BigData, yakni :
Usecase A
Usecase B
Usecase E
Usecase F
Dalam teori Domino Insiden, apa yang menjadi penyebab langsung dalam terjadinya insiden adalah :
Faktor kurangnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan
Tindakan tidak aman & Kondisi tidak aman
Faktor Pekerjaan & Faktor Pribadi
Kurangnya kontrol pengawasan
Pada saat kegiatan double bench loadiing, berapakah tinggi maksimal tinggi maksimal bench ke-2 pada metode tersebut adalah :
Setinggi Kabin PC
Setinggi kabin HD
Setinggi Vessel HD-nya
Setinggi jangkauan arm PC
Berikut adalah bagian dari struktur cost sump maintenance, kecuali :
Cost Depresiasi Pompa
Cost Sub Contractor
Cost Fuel Pompa
Cost RM (Repair & Maintenance) Pompa
Berikut ini adalah yang tidak termasuk dalam penilaian GMP paling baru (revisi semester 2 tahun 2020) yakni :
Nilai productivity
Nilai Section
Nilai URCI
Nilai Coal Reconcile
Apabila air tambang memiliki kandungan padatan tersuspensi yang melebihi dari baku mutu, maka langkah yang tepat untuk menurunkan padatan tersuspensi sehingga dapat masuk dalam baku mutu, maka dilakukan :
Melewatkan air limbah ke oil trap
Melewatkan air limbah ke Wetland
Melewatkan air limbah ke Settling Pond
Melakukan penambahan kapur (Pengapuran)
Faktor apa yang menjadi penyebab delay change shift loader menjadi lama adalah :
Loader stop operasi lebih awal
Operator Loader pengganti tidak melakukan P2H
GL menggunakan lokasi parkir LV front untuk melakukan aktifitas persiapan change shift
Bandara menggunakan sistem auto setting pada unit yang kosong
Pada program safety leadership GL, parameter di mana GL hanya mampu memahami pengetahuan dasar tentang keselamatan sehingga yang bersangkutan masuk pada kategori level safety leadership :
Level 2
Level 3
Level 0
Level 1
Berikut ini yang bukan termasuk 5 kualitas GL Pembina adalah :
Result Oriented
Visionary
Apreciatif
Process Oriented
Front area loading sub standar, dengan data material lumpur kental dan metode top loading serta metode face to face untuk penempatan HD. Bagaimana teknik operasi loadiign yang benar adalah :
Pembentukan PAD area manuver, penempatan DT, kedudukan unit PC berdasarkan analisa geotek terhadap ketebalan dan kestabilan lumpur
Pilihan kedua hal tersebut benar semua
Pilhan kedua hal tersebut salah semua
Posisi front idler selalu di depan menghadap material loading dan tempatkan DT selalu berada di samping kiri kabin PC
Dalam teori Domino Insiden, apa yang menjadi penyebab dasar dalam terjadinya insiden adalah :
Faktor Pekerjaan & Pribadi
Faktor kurangnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan
Kondisi tidak aman & tindakan tidak aman
Kurangnya kontrol pengawasan
Sebutkan usecase apasaja yang terdapat di dalam Bigdata Phase 1 yang sudah Go-Live pada tahun 2019 adalah :
Usecase A,B,C,D,E,F
Usecase A,B,C,D,E,F,G,H,I
Usecase A,B,C,D
Usecase A,B,C,D,E
Metode loading manakah dari metode loading PC berikut ini yang memiliki serving time terendah adalah :
1,5 Side Loading Bench Normal
Top Loading
Double Bench Loading
Face to face Loading Bench Normal
Bagaimana prosedur teknik operasi double bench loading yang benar adalah :
Pilihan kedua hal tersebut benar semua
Pastikan jarak aman antara front idler dgn bench atas minimal 1/2 dari panjang undercarriage & sisi kanan PC minimum 1x lebar unit
Pilihan kedua hal tersebut salah semua
Posisikan front idler menhadap bench atas dan ketinggian bench atas maksimum selevel dengan kabin unit PC
Metode loading manakah dari metode loading PC yang memiliki serving time tertinggi adalah :
Bottom Level Track Loading
1,5 Side Loading Bench Normal
Face to face Loading Bench Normal
Drive By Loading
Berikut efek dari peledakan (blast effect) yang paling benar adalah :
Knob,Boulder,Air Blast dan Fumes
Toe,Noise,Fumes dan Air Blast
Flying Rock,Ground Vibration,Boulder dan Toe
Semua pilihan benar semua
Front area loading substandar dengan data material blasting area front sempit <25 meter dan dengan metode bench loading. Bagaiman metode penempatan HD yang tepat untuk kondisi hal terebut adalah :
Semua pilihan jawaban benar semua
1,5 Side Loading
Face to face
Double Side
Peledakan yang aman adalah :
Tidak berasap
Tidak Bersuara
Tidak berbau
Terpenuhi Oxigen Balance
Dalam aktifitas change shift hauler, posisi change shift yang tidak diperbolehkan adalah, kecuali :
Di lokasi change shift portable di 100 m dari front loading
Di area point loading Loader yang sedang change shift
Di area jalan aktif
Di area waterfill
Definisi dari operating cost adalah :
Biaya gaji operator
Biaya untuk menghasilkan 1 ton batubara dan 1 ton OB
Biaya modal yang dibutuhkan untuk operasional penambangan
Biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan operasional penambangan
Berikut parameter yang mempengaruhi nilai Result MDA (Mine Design Accuracy) adalah :
Voume Undercut dan Overcut
Ketercapaian Nilai GMP
Ketercapaian Joint Survey
Ketercapaian Volume Produksi
Di bawah ini yang tidak termasuk dalam komponen owning cost adalah :
Biaya fuel, catering, laundry dan RM (Repair & Maintenance)
Insurance (Asuransi)
Interest (bunga) dan Tax (Pajak)
Depresiasi
Berikut yang bukan mandatory Activity Opreng 2021 dalam mewujudkan PAMA GMP adalah :
Implementasi program RI-7
Pengukuran back break peledakan
In class operator untuk pekerjaan slope
Impelemtasi Basting per cluster
Syarat-syarat aset yang dikategorikan depresiasi adalah :
Umur aset lebih dari 1 tahun
Aset yang mengalami penurunan nilai rusak (rusak, performa kerja menurun, dll)
Semua pilihan jawaban benar
Aset digunakan untuk kegiatan produksi yang menghasilkan pendapatan
Front area loading substandar dengan data material blasting area front sempit <25 meter dan dengan metode bench loading. Bagaimana posisi undercarriage PC yang tepat untuk kondisi hal tersebut adalah :
Posisikan menyerong dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyilang dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage
Posisikan menyerong dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyilang dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage
Posisikan menyilang dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyerong dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage
Posisikan menyerong dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyerong dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage
Di bawah ini yang penyebab flying rock paling tepat adalah sebagai berikut :
Terdapat material sisa di freeface, adanya pelapisan batuan lunak, tidak adanya celah, dan freeface yg tidak baik
Tidak memiliki freeface, Burden awal terlalu tinggi dan berlebih, lubang miring
Kolom stemming pendek, material stemming tidak bagus, lubang pendek dan sedikit baris
Pemilihan delay & perangkaian tidak tepat, meledak secara bersamaan, penempatan initation point tidak tepat
Pelaksanaan GL Superior yang wajib dilakukan adalah :
Melakukan pendampingan kepada seluruh operator
Melakukan CNM kepada operator yang menjadi kelompok superiornya
Mereview nilai MOR, progress SUKO dan pencapaian IPO superiornya
Memberikan peneguran dan SP apabila operator melakukan pelanggaran aturan
Usecase E pada BigData menjelaskan mengenai tentang :
Tyre
Performance Operator
Road Maintenance
Safety
Dalam satuan lebar jalan yang dikatakan pemadatan compator 8 kali passing (arah compactor searah jalan) adalah :
Dari sisi pinggir badan jalan paling kiri ke sisi pinggir badan jalan paling kanan dengan vibro & diulang sebanyak 8 kali lintasan
Dari sisi pinggir bahu jalan paling kiri ke sisi pinggir bahu jalan paling kanan dgn vibro & diulang sebanyak 8 kali lintasan
Dari sisi pinggir bahu jalan paling kiri ke sisi pinggir bahu jalan paling kanan dgn vibro & diulang sebanyak 8 kali lintasan
Dari sisi pinggir bahu jalan paling kiri ke sisi pinggir bahu jalan paling kanan dengan vibro & diulang sebanyak 8 kali
Parameter apa yang berpengaruh paling besar terhadap fuel consumption HD adalah :
Kerusakan Jalan
Grade Jalan
Acceleration (Kecepatan)
Surface Index
Berikut yang tidak mempengaruhi hasil Joint Survey adalah :
Material Timbunan
Undercut Volume
CarryBack Material
Pelaporan Ritasi Operator
Faktor apa saja yang mempengaruhi cycle speed dalam operasional tambang untuk mencapai target hauler HD-785 mencapai 239 bcm/jam adalah :
FCI, DCI, surface jalan, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, switchback, operator hauler, rambu & hauling distance
FCI, URCI, DCI, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, switchback, operator hauler, rambu & hauling distance
FCI, URCI, DCI, RPDI, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, operator hauler, rambu & hauling distance
FCI, URCI, DCI, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, operator hauler, rambu & hauling distance
Berikut yang tidak berpengaruh terhadap working geometri fleet produksi adalah :
Metode Loading
Ramp Jalan
Blast Material
Cleaning Coal
Berapa orang jumlah operator idealnya dalam satu kelompok GL Superior adalah :
1-5 operator
11-15 operator
15-20 operator
6-10 operator
Salah satu cara praktis dalam reduce cost loading PC 2000 material OB adalah :
Menambah jarak hauling HD
Mengurangi jumlah HD
Meningkatkan produktivitas PC
Mengurangi gaji operator
Dalam aktivitas pit stop unit hauler, parameter berikut ini harus terpenuhi, kecuali :
Pit Stop terintegrasi antara aktifitas refueling tyre check dan daily check
Kapasitas pit stop sesuai dengan fleet yang beroperasi di area yang dilayani
Pit Stop terdapat GL selaku PIC
Pit Stop terdapat GL selaku PIC
Berdasarkan parameter dibawah ini , manakah yang tidak mempengaruhi produktivitas unit loader secara langsung adalah :
Spotting Time HD
Kondisi permukaan area kerja
Traffic Density
Tinggi Jenjang dan Lebar kerja
Faktor apa saja yang menjadi penyebab change shift hauler (HD) menjadi terhambat, kecuali :
Tidak terintegrasi antara aktifitas change shift-tyre check-daily check
Operator HD melakukan adjustment travel speed (kepala ular) saat menjelang change shift
Insfrastruktur Change Shift dapat menampung semua fleet di pit di mana maksimal 6 fleet
Kapasitas lokasi change shift tidak memadai
Sebagai Road GL, syarat jalan yang kuat untuk dilewati HD-785 adalah sebagai berikut :
Subgrade nya bernilai CBR 36% dan surfacenya dilapisi material basecoarse open graded setebal 50 cm
Subgrade nya bernilai CBR 20% dan surfacenya dilapisi material basecoarse open graded setebal 40 cm
Subgrade nya bernilai CBR 36% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 15 cm
Subgrade nya bernilai CBR 25% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 50 cm
Dalam membuat laporan SAP, pertimbangan apa yang dilakukan untuk memilih kode bahaya adalah :
Deadline Pembuatan SAP
Lama Approve Atasan terkait
Tingkat resiko terjadinya insiden
TIngkat Resiko dan Lama proses perbaikan
Product aplikasi apa saja yang terdapat di dalam usecase F BigData adalah :
OCC dan EXCON
OCC, EXCON,CNM, dan OCR
OCC dan CNM
OCC, EXCON dan CNM
Sebagai GL Road, syarat jalan yang kuat untuk dilewati Trailer/Tronton/Double Trailer adalah :
Subgrade nya bernilai CBR 20% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 20 cm
Subgrade nya bernilai CBR 17% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 40 cm
Subgrade nya bernilai CBR 10% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 50 cm
Subgrade nya bernilai CBR 15% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 35 cm
Berdasarkan anjuran revisi parameter GMP 2020 untuk jarak persimpangan dengan persimpangan berikutnya yang efektif dan baik adalalah :
1500 m
500 m
2000 m
1000 m
Alat support yang tersedia di Pama Kideco dalam kegiatan counterweight dengan jenis BW-211 dapat memberikan pemadatan optimal di kedalaman sebagai berikut :
50 cm
40 cm
35 cm
30 cm
Pernyataan yang benar terkait CNM adalah sebagai berikut :
Pelaksanaan CNM dapat dilakukan secara Daily dan Monthly sesuai dengan case yang dihadapi operator
Penyebab tidak dekatnya GL dengan Operator adalah karena CNM tidak dilakukan dengan Rutin
Tema CNM yang perlu diperkuat adalah terkait dengan masalah keluarga
Pelaksanaan CNM hanya dilakukan apabila ada problem dengan operator yang berpengaruh pada performa kerjanya
Pelaksanaan slippery yang efektif adalah sebagai berikut :
Dilakukan dengan bukaan grader terlebih dahulu
Dimulai dari bawah ke atas
Dilakukan dengan speed 5 saat proses penyekrapan agar lebih cepat dimulai operasional
Dimulai dari atas ke bawah
Berapa tinggi tanggul di jalan tambang yang dilalui HD-785 sesuai PPMS adalah :
Setinggi 3/4 diameter tyre hauler terbesar yang melawati
Setinggi 2/3 diameter tyre hauler terbesar yang melawati
Setinggi 1/3 diameter tyre hauler terbesar yang melawati
Setinggi 3/5 diameter tyre hauler terbesar yang melawati
Jarak antar sodetan yang sesuai PPMS pada jalan tambang adalah :
35 meter
2,5 x panjang unit HD
4x panjang unit HD
25 meter
Langkah yang paling tepat agar proses slippery dapat terlaksana dengan lebih cepat dalam segi deisgn geometri adalah sebagai berikut :
Pembentukan Sodetan dengan minimal 2 x lebar bucket PC 200/300
Pembentukan Crossfall 3-4% disesuaikan dengan kebutuhan Single atau Double Crossfall serta crown terbentuk
Pembuatan surface material dengan material Scoria
Pembuatan surface material dengan material Scoria
Berdasarkan pembaruan leveling safety leadership 2021, ada berapa jumlah leveling safety leadership GL yakni :
4 Level dengan kategori leveling 0,1,2,3
Semua pilihan jawaban salah
4 Level dengan kategori leveling 1,2,3,4
3 Level dengan kategori leveling 1,2,3
Masuk tanpa izin ke area front loading dan dumping point serta tanpa freeze baru melintas , maka dapat di kenakan sanksi sebagai berikut :
SP 3
PHK
SP 2
SP 1
Pada program safety leadership GL, dimana GL hanya mampu memahami pengetahuan dasar tentang keselamatan sehingga yang bersangkutan masuk pada paraemeter yakni :
Niali observasi atasan 100% dan SAP >100%
SAP >100% dan menjalankan tugas sebagai seorang GL dengan konsisten
Menjalankan tugas sebagai seorang GL dengan konsistensi dengan bukti penilaian atasan 100%
SAP > 100%
Terdapat joint survey yang minus, yang di maksud istilah itu adalah :
Hasil survey lebih kecil dengan Truck Count
Hasli survey sama dengan Truck Count
Hasil survey lebiih banyak dengan Truck Count
Terdapat carryback pada vessel HD
Menurut rekan-rekan pengawas, ada berapa element PPMS yang terupdate yakni :
12 Element
5 Element
10 Element
15 Element
Tidak mengenakan safety belt saat mengoperasikan LV atau menjadi penumpang LV dapat di kenakan sangsi sesuai golden rules PAMA :
PHK
SP 3
SP 1
SP 2
Salah satu factor yang berpengaruh terhadap cycle time tinggi pada loader adalah tinggi jenjang, berapa tinggi jenjang optimum pada unit bachoe loader PC 3000 :
3 meter
4.5 meter
4 meter
5 meter
Pelanggaran terhadap rambu-rambu stop di jalan tambang/hauling akan dikenakan sanksi sebagai berikut :
SP 2
SP 3
PHK
SP 1
Apa yang dimaksud dengan working geometri yang paling tepat adalah :
Perhitungan luas kerja optimum suatu loading dan hauling area
Perencanaan area kerja yang disesuaikan dengan jumlah unit yang beroperasi di area tersebut
Perencanaan area kerja yang sesuai berkaitan dengan elevasi
Perhitungan luas area kerja optimum yang dipengaruhi oleh Metode Loading
Di bawah ini yang bukan menjadi tanggung jawab seorang pengawas adalah :
Managing Self
Managing Money
Managing Job
Managing People
Di bawah ini adalah pendekatan dalam menangani keluhan dan pengaduan bawahan adalah, kecuali :
Tenangkan bawahan dan cari suasana yang bersahabat
Terimalah bawahan dengan hati terbuka dan penuh perhatian
Bersikap acuh tak acuh terhadap permasalahan bawahan
Analisa fakta dan buat keputusan
Sebagai seorang GL kita harus tanggap terhadap perilaku kerja bawahan, contoh ciri-ciri karyawan yang bermasalah adalah , kecuali :
Bersikap provokator
Bila dikasih target sering mengeluh
Menjadi teladan dalam team
Semangat Kerja kurang
Pada aktifitas menurunkan gorong – gorong di lapangan, alat yang cocok di gunakan dan tinggi tumpukan gorong-gorong yang sesuai aturan adalah :
Manitou dengan maks 2x tinggi tumpukan
Crane Truck dengan maks 3x tinggi tumpukan
Excavator dengan maks 3x tinggi tumpukan
Forklift dengan maks 3x tinggi tumpukan
Sling (Wire Rope) yang digunakan untuk menarik TL,MT,dan pompa dengan standar minimal Safe Working Load (SWL) sebagai berikut :
SWL 6 ton
SWL 8 ton
SWL 12 ton
SWL 5 ton
Apa definisi dari keselamatan pertambangan yang anda ketahui adalah sebagai berikut :
Kegiatan yg meliputi pengelolaan dan keselamatan kerja pertambangan dan keselamatan operasional pertambangan
Kegiatan yg bertujuan untuk menyelamatkan para pekerja tambang
Usaha yg dilakukan untuk mencegah terjadinya inident yang diakibatkan oleh kegiatan pekerjaan tambang
Kegiatan yg bertujuan untuk menyelamatan ekosistem akibat kegiatan pertambangan
Jumlah kecukupan tidur karyawan sebelum bekerja supaya tidak mengalami fatique harus terpenuhi sebagai berikut :
Minimal 9 jam
Minimal 5 jam
Minimal 6 Jam
Minimal 7 Jam
Yang di maksud penerangan 20 lux adalah :
lampu halogen 1000 – 1500 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 60 derajat
lampu helogen 1000 – 5000 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 60 derajat
lampu helogen 1000 – 2500 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 90 derajat
lampu helogen 1000 – 5000 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 90 derajat
Berikut adalah hirarki pengendalian resiko, kecuali :
Administrasi danTraining
Subtitusi dan Eliminasi
Dilaksanakan sesuai prosedur
Dilakukan dengan analisa dan rekomendasi engineering
Apa yang dimaksud dengan Resiko :
Nyaris celaka
Kemungkinan bertemunya 2 bahaya yg bisa menyebabkan kerugian dalam derajat apapun
Segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerugian dalam derajat apapun
Bertemunya 2 bahaya atau lebih yg menyebabkan kerugian
Apa yang dimaksud dengan bahaya :
Bertemunya 2 bahaya atau lebih yg menyebabkan kerugian
Nyaris celaka
Kemungkinan bertemunya 2 bahaya yg bias menyebabkan kerugian
Segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerugian dalam derajat apapun
Ada berapa elemen dan sub element PSMS Rejuvenate yang anda ketahui :
5 Element dan 125 Sub Element
15 Element dan 125 Sub Element
5 Element dan 25 Sub Element
115 Element dan 25 Sub Element
Panduan jarak post guide di jalur hauling menurut standar adalah
50 meter
25 meter
40 meter
30 meter
Panduan jarak aman beriringan untuk unit doube trailer di jalur hauling , apabila kecepatannya 60 km/jam yakni :
50 meter
200 meter
100 meter
150 meter
Materia-materiall non-batubara yang bercapmpur dengan material batubara bersih disebut sebagai berikut :
Barging
Crushing
Kontaminasi
Blending
Proses penyeragaman ukuran pecahan batuan mineral atau bijih untuk memudahkan proses kimiawi ataupun fisika berikutnya, di sebut :
Kontaminasi
Barging
Blending
Crushing
Berapa jarak pandang di jalan hauling menururt PPMS adalah :
Minimal 75 meter
Minimal 150 meter
Minimal 150 meter
Minimal 100 meter
Methode blending dengan berdasarkan kualitas yang diangkut oleh unit trailer disebut juga :
Kontaminasi
Blending DT by DT
Crushing
Blending Coal
Apakah yang di maksud dengan TS pada kualitas batu bara sebagai berikut :
Terbakarnya batu bara akibat batu bara yng sudah masak
Sulfur yang di timbulkan oleh kualitas batu bara yang masih muda
Sulfur yang di timbulkan oleh pembakaran batu bara yg dapat menyebabkan korosi pada tungku
Proses terjadinya pembakaran batu bara
Pengecekan fit to work operator merupakan salah satu hirarki pengendalian resiko adalah :
Isolasi
Eliminasi
Administrasi
Subtitusi
Berapa minimal kapasitas LV yang dapat parkir di parkiran LV menutut standar PPMS yakni :
Muat 1 LV
Lebih dari 1 LV
Tergantung luas area parkir
Sebanyak-banyaknya
Unit DT/A2B di perbolehkan parkir di jalan aktif pada saat, kecuali :
Saat jam operasi
Refueling jam rest time
Refueling jam rest time
Hujan
Pada proses penyambungan pipa kita sering mendengar istilah HDPE, apa kepanjangan dari HDPE yakni :
High Density Poliback Elastic
High Density Presurre Elastic
High Density Polyethelene Elastic
High Density Poliponix Egrement
Tenaga yang di perlukan untuk memindahkan air dari sump merupakan pengertian dari :
Debit pompa
Booster Static head
Total Dynamic Head
Static Head
Suatu area atau daerah tangkapan air hujan dimana batas wilayah tangkapannya di tentukan dari titik elevasi tertingi sehinga debit hujan yang tertangkap akan terkonsentrasi pada elevasi terendah yakni :
Settling Pond
Sump
Catchment Area
Perimeter Drain
Hambatan yang dialami oleh larutan dalam pipa yang di akibatkan oleh beda tinggi antara permukaan air di inlet dan outlet adalah :
Static Head
Booster Static Head
Total Head
Dynamic Head
Menurut design geometri, dimensi sump tergantung pada sebagai berikut :
Intensitas air hujan
Karakteristik air yang masuk dan keluar tambang
Luasan area
Lebar PIT
Meminimalkan catchment area , membuat sump dan proses penambangan di usahakan tidak memotong aliran air di mana cara tersebut di gunakan untuk sebagai berikut :
Pengelolaan limbah tambang
Pengelolaan air tambang
Pengelolaan material PAF dan NAF
Pengeloalaan kualitas air tambang
Berapa syarat pemipaan untuk belokan horizontal yakni :
90 derajat , maksimal 3 titik
160 derajat, maksimal 3 titik
45 derajat, maksimal 3 titik
75 derajat , maksimal 4 titik
Elevasi air sump dengan volume yang tersedia di sump 25% dari total kapasitas design, dinamakan sebagai berikut :
Elevasi Evakuasi (Tidak Aman)
Eleveasi Kritis 2
Eleveasi Kritis 3
Eleveasi Kritis 1
Berapa maksimal kecepatan HD mundur saat mau dumping di disposal yakni :
15 Km/jam
20 Km/jam
5 Km/jam
10 Km/jam
Berapa jarak aman dozer melakukan penyekrapan terhadap HD yang sedang dumping yakni :
30 meter
20 meter
10 meter
15 meter
Syarat yang harus di penuhi sebelum proses pekerjaan dumping high risk adalah :
Tersedia pos GL dan tower lamp serta parkiran LV
Dibuat JSA terlebih dahulu
Dipasang dumping limiter
Dikasih tanggul pengaman
Di area disposal wajib di buatkan parkiran LV berapa jarak nya dari dumping point yakni :
50 meter
75 meter
150 meter
100 meter
Pada dumping area kritis terdapat tiang dumping limiter sebanyak 2-3 tiang, jarak antar dump limiter adalah :
30 meter
75 meter
50 meter
100 meter
Berapa jarak minimal kaki disposal inpit dengan area kerja aktif yakni :
Minimal 2 x timbunan
Minimal 1 x timbunan
Minimal 1,5 x timbunan
Minimal 3 x timbunan
Berapa tinggi safety berm / windrow di ujung disposal yakni :
0,9 meter
1,1 meter
0,5 meter
0,75 meter
Kelompok Materi Khusus (KMK) 09 merupakan referensi yang berkaitan dengan prosedur antara lain :
Istirahat dan lapor atasan saat fatigue
Pencegahan tail gating
Bekerja di disposal
Komunikasi dan interaksi antar unit
Prosedur penanganan unit breakdown di jalan tambang terdapat dalam KMK nomor yakni :
KMK 07
KMK 04
KMK 05
KMK 02
Kelompok Materi Khusus (KMK) 09 merupakan referensi yang berkaitan dengan prosedur antara lain :
House keeping kabin
Memasuki area kritikal
Istirahat dan lapor atasan saat fatigue
Loading dan repair front
Alat yang wajib di gunakan untuk menarik unit saat amblas adalah :
Rantai
Tali Tambang
Webbing
Wire Rope
Jika terjadi kebakaran yang melibatkan logam, maka jenis APAR yang digunakan adalah :
APAR golongan C (bubuk kimia kering, karbondioksida (CO2)
APAR golongan A (air bertekanan, foam/busa, bubuk kimia kering)
APAR golongan B (foam/busa, CO2, bubuk kering kimia)
APAR golongan D (bahan yang mengandung garam dapur, granit)
Standar safety berm yang tepat di bawah ini untuk isolasi disposal high risk yakni :
X' = 1.5 x lebar unit tyre terbesar, X = 1 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.75 x lebar unit tyre terbesar
X' = 1.25 x lebar unit tyre terbesar, X = 1 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.5 x lebar unit tyre terbesar
X' = 1.25 x lebar unit tyre terbesar, X = 0.75 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.75 x lebar unit tyre terbesar
X' = 1.5 x lebar unit tyre terbesar, X = 0.75 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.5 x lebar unit tyre terbesar
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh pengawas pada saat aktivitas dumping high risk di bawah ini adalah :
A = Disto Meter, B = Teropong Binocular , C = Sling , D = Rompi Pelampung , E = Rambu Area Berbahaya
A = Distance Meter, B = Teropong Monocular , C = Sling , D = Rompi Pelampung , E = Rambu Area Berbahaya
A = Disto Meter, B = Teropong Monocular , C = Sling, D = Rompi Pelampung , E = Papan Informasi
A = Distance Meter, B = Teropong Binocular , C = Sling , D = Rompi Pelampung , E = Papan Informasi
Pengawas harus memastikan penempatan posisi pos pantau berada di lokasi yang tepat sesuai ketentuan sebagai berikut :
Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 100 meter dan Beda Elevasi min = 3 meter dari dumping point
Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 100 meter dan Beda Elevasi min = 2 meter dari dumping point
Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 50 meter dan Beda Elevasi min = 4 meter dari dumping point
Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 50 meter dan Beda Elevasi min = 5 meter dari dumping point
Pada saat pelaksanaan dumping lumpur, maka pengawas harus memastikan konstruksi desain tanggul penahan dan sudut kemiringan antara lain :
X1 = 1,25 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 1,1 meter dan Sudut Kemiringan sebesar 10- 30 derajat
X1 = 1,25 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 0,8 meter dan Sudut Kemiringan sebesar >30 derajat
X1 = 1 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 0,8 meter dan Sudut Kemiringan sebesar 10 - 30 derajat
X1 = 1 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 0,8 meter dan Sudut Kemiringan sebesar > 30 derajat
Elevasi disposal dengan elevasi jalan akses masuk disposal harus dipastikan oleh pengawas terbentuk sesuai ketentuan sebagai berikut :
Setengah meter kali lebih tinggi dari jalan akses masuk disposal
Satu meter lebih rendah dari elevasi jalan akses masuk disposal
Satu meter lebih tinggi dari elevasi jalan akses masuk disposal
Setengah meter lebih rendah dari jalan akses masuk disposal
Jika parameter teknis dalam standar parameter ini, seperti tinggi & lebar jenjang, jarak dumping, kemiringan lereng timbunan, ataupun parameter teknis lainnya, ternyata tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu dan bersifat mendesak maka yang harus dilakukan adalah :
Dilakukan kajian teknis dari site dengan persetujuan dari Enginering HO
Dilakukan kajian teknis dari site dan disetujui oleh PM
Dilakukan kajian teknis dari site dan disetujui oleh KTT
Pekerjaan dilakukan pemberhentian
Pekerjaan disposal dumping lumpur harus dilengkapi dengan fasilitas yang telah dikonstruksi dengan baik (well constructed), contoh: dumping dengan fasilitas mud pocket, mud boom dan memiliki daya dukung tanah area disposal minimal yakni :
Nilai CBR 36 %
Nilai CBR 12 %
Nilai CBR 27 %
Nilai CBR 18 %
Berdasarkan secara aspek sistem dalam pengelolaan kegiatan dumping high risk harus terpenuhi secara tahapan sebagai berikut :
Work Order Eng - Persetujuan dari DPM/PM - PKH dari Dept terkait - JSA - Log Book - Form Inspeksi Disposal HR
Work Order Eng - Persetujuan DPM/PM - PKH dari Dept terkait - JSA - Form Inspeksi Disposal HR - Log Book
Work Order Eng - PKH dari dept terkait - Persetujuan DPM/PM - JSA - Log Book - Form Inspeksi Disposal HR
Work Order Eng - PKH dari dept terkait - Persetujuan DPM/PM - JSA - Form Inspeksi Disposal HR - Log Book
Pada saat pengawas melakukan penimbunan di lokasi kolam lumpur/air maka pengawas harus mengontrol proses penimbunan material sesuai dengan Internal Memo Engineering Div. Head perihal KajianTeknis Penimbunan Batuan Penutup (Overburden) No. JIEP/ENG/19/056/MM yakni :
Tinggi Lumpur Maks = 1 meter, Lebar Bench min = 100 meter dan Tinggi Bench Maks = 5 m, Jarak Dumping = 17.5 m
Tinggi Lumpur Maks = 1 meter, Lebar Bench min = 150 meter dan Tinggi Bench Maks = 10 m, Jarak Dumping = 7.5 m
Tinggi Lumpur Maks = 5 meter, Lebar Bench min = 100 meter dan Tinggi Bench Maks = 5 m, Jarak Dumping = 17.5 m
Tinggi Lumpur Maks = 5 meter, Lebar Bench min = 150 meter dan Tinggi Bench Maks = 10 m, Jarak Dumping = 7.5 m
Pada saat mengawasi jarak dumping limiter maka pengawas harus selalu melakukan update terhadap dumping limiter dengan frekuensi dan jarak antara dumping limiter, yakni :
Frekuensi 2 jam dengan jarak antara dumping limiter sejauh 100 m
Frekuensi 1 jam dengan jarak antara dumping limiter sejauh 100 m
Tergantung pergerakan disposal dengan jarak antara dumping limiter sejauh 50 m
Frekuensi 1 jam dengan jarak antara dumping limiter sejauh 50 m
Pada saat pelaksanaan dumping lumpur, maka pengawas harus memastikan konstruksi desain tanggul penahan dan sudut kemiringan antara lain :
Tinggi Mud Guard = 2 meter dan lebar Mud Guard = 1.5 meter
Tinggi Mud Guard = 1,5 meter dan lebar Mud Guard = 1.5 meter
Tinggi Mud Guard = 1,5 meter dan lebar Mud Guard = 2 meter
Tinggi Mud Guard = 1 meter dan lebar Mud Guard = 1 meter
Jika tinggi jenjang material pada saat melakukan aktifitas top loading lumpur (soft material) melebihi tinggi kabin operator atau 5 meter untuk PC2000 & 4 meter untuk PC1250 apa yang harus dilakukan oleh pengawas antara lain, kecuali :
Tidak melakukan metode loading dengan membentuk arah lorongan pada lumpur
Tetap melakukan aktifitas loading karena tidak akan terjadi longsor di mana harus ada pengawas
Membuat loading Pad untuk menyesuaikan tinggi jenjang Loader
Melakukan pemotongan (Casting ) tinggi jenjang dengan unit pc 200/300
Pada saat loading lumpur maka pengawas harus memastikan metode teknik operasi operator PC sesuai dengan pedoman sebagai berikut :
Posisi track tegak sejajar dgn jenjang kerja & swing angle <90 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD
Posisi track tegak lurus dgn jenjang kerja & swing angle 90-120 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD
Posisi track tegak sejajar dgn jenjang kerja & swing angle 90-120 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD
Posisi track tegak lurus dgn jenjang kerja & swing angle <90 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD
Persyaratan kondisi area front loading lumpur yang harus dilakukan kontrol oleh pengawas harus memenuhi syarat berikut :
Tidak ada genangan air/retakan maupun amblasan &vegetasi radius = 100 meter serta penerangan 4 x 1500 Watt pada malam hari
Tidak ada genangan air/retakan maupun amblasan & vegetasi radius = 100 meter serta penerangan 2 x 1500 Watt pada malam hari
Tidak ada genangan air/retakan maupun amblas & vegetasi radius = 150 meter serta penerangan 4 x 1500 Watt pada malam hari
Tidak ada genangan air/retakan maupun amblasan & vegetasi radius = 150 meter serta penerangan 2 x 1500 Watt pada malam hari
Sebelum dilakukan aktifitas pemuatan lumpur harus dibuat kajian teknis yang paling sedikit pengawas memiliki informasi terkait kegiatan tersebut antara lain yakni :
Sifat fisik material
Ketebalan dan volume material lumpur
Semua pilihan jawaban benar
Penirisan kandungan air dalam material lumpur
Syarat khusus yang harus dimiliki oleh pengawas untuk bekerja di Loading High Risk antara lain :
Kompetensi Level 1 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >1 tahun juga Safety Leaderhip Level 3
Kompetensi Level 2 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >1 tahun juga Safety Leaderhip Level 3
Kompetensi Level 1 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >2 tahun juga Safety Leadership Level 3
Kompetensi Level 2 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >2 tahun juga Safety Leaderhip Level 3
Syarat khusus yang harus dimiliki oleh operator untuk bekerja di Loading High Risk seperti lumpur dan ketinggian antara lain yakni :
Masa kerja > 2 tahun dan memiliki HM min 2500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk
Masa kerja > 2 tahun dan memiliki HM min 1500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk
Masa kerja > 1 tahun dan memiliki HM min 2500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk
Masa kerja > 1 tahun dan memiliki HM min 1500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk
Pada saat loading lumpur maka pengawas harus memastikan metode teknik operasi operator HD saat membawa material pad loading sesuai dengan pedoman sebagai berikut :
Kecepatan maks saat spotting = 5 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 10 m serta manuver searah jarum jam
Kecepatan maks saat spotting = 10 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 10 m serta manuver searah jarum jam
Kecepatan maks saat spotting = 10 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 15 m serta manuver searah jarum jam
Kecepatan maks saat spotting = 5 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 15 m serta manuver searah jarum jam
Operator DT manuver mundur (spotting) berdasarkan arahan operator alat muat, menggunakanisyarat klakson atau radio komunikasi Push to Talk (PTT). Adapun aturan klakson unit alat muat adalah untuk 3 kali klakson yang harus dipastikan pengawas adalah :
DT harus mundur
Ada bahaya, DT dan alat support harus segera meninggalkan area kerja
Ada pembersihan front loading atau reposisi unit
DT harus maju
