wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASSESMENT PILIHAN BERGANDA ONLINE BEST COMMANDER 2023

Total questions: 120

Worksheet time: 4hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Pelaksanaan GL Superior yang efektif dapat memberikan dampak pada :

a)

Meningkatkan bounding dan chemistry antara operator dan GL sehingga produktivitas kerja bisa meningkat

b)

Meningkatkan performa kerja Operator

c)

Focus GL dalam bekerja di lapangan menjadi terpecah

d)

Meningkatkan kepercayaan Operator kepada GL nya sehingga problem sekecil apapun bisa ditangkap operator

2.

Usecase apa yang di dalamnya menjelaskan mengenai Fuel (Monitoring Fuel Usage & Fuel Consumption) pada Pama BigData, yakni :

a)

Usecase A

b)

Usecase B

c)

Usecase E

d)

Usecase F

3.

Dalam teori Domino Insiden, apa yang menjadi penyebab langsung dalam terjadinya insiden adalah :

a)

Faktor kurangnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan

b)

Tindakan tidak aman & Kondisi tidak aman

c)

Faktor Pekerjaan & Faktor Pribadi

d)

Kurangnya kontrol pengawasan

4.

Pada saat kegiatan double bench loadiing, berapakah tinggi maksimal tinggi maksimal bench ke-2 pada metode tersebut adalah :

a)

Setinggi Kabin PC

b)

Setinggi kabin HD

c)

Setinggi Vessel HD-nya

d)

Setinggi jangkauan arm PC

5.

Berikut adalah bagian dari struktur cost sump maintenance, kecuali :

a)

Cost Depresiasi Pompa

b)

Cost Sub Contractor

c)

Cost Fuel Pompa

d)

Cost RM (Repair & Maintenance) Pompa

6.

Berikut ini adalah yang tidak termasuk dalam penilaian GMP paling baru (revisi semester 2 tahun 2020) yakni :

a)

Nilai productivity

b)

Nilai Section

c)

Nilai URCI

d)

Nilai Coal Reconcile

7.

Apabila air tambang memiliki kandungan padatan tersuspensi yang melebihi dari baku mutu, maka langkah yang tepat untuk menurunkan padatan tersuspensi sehingga dapat masuk dalam baku mutu, maka dilakukan :

a)

Melewatkan air limbah ke oil trap

b)

Melewatkan air limbah ke Wetland

c)

Melewatkan air limbah ke Settling Pond

d)

Melakukan penambahan kapur (Pengapuran)

8.

Faktor apa yang menjadi penyebab delay change shift loader menjadi lama adalah :

a)

Loader stop operasi lebih awal

b)

Operator Loader pengganti tidak melakukan P2H

c)

GL menggunakan lokasi parkir LV front untuk melakukan aktifitas persiapan change shift

d)

Bandara menggunakan sistem auto setting pada unit yang kosong

9.

Pada program safety leadership GL, parameter di mana GL hanya mampu memahami pengetahuan dasar tentang keselamatan sehingga yang bersangkutan masuk pada kategori level safety leadership :

a)

Level 2

b)

Level 3

c)

Level 0

d)

Level 1

10.

Berikut ini yang bukan termasuk 5 kualitas GL Pembina adalah :

a)

Result Oriented

b)

Visionary

c)

Apreciatif

d)

Process Oriented

11.

Front area loading sub standar, dengan data material lumpur kental dan metode top loading serta metode face to face untuk penempatan HD. Bagaimana teknik operasi loadiign yang benar adalah :

a)

Pembentukan PAD area manuver, penempatan DT, kedudukan unit PC berdasarkan analisa geotek terhadap ketebalan dan kestabilan lumpur

b)

Pilihan kedua hal tersebut benar semua

c)

Pilhan kedua hal tersebut salah semua

d)

Posisi front idler selalu di depan menghadap material loading dan tempatkan DT selalu berada di samping kiri kabin PC

12.

Dalam teori Domino Insiden, apa yang menjadi penyebab dasar dalam terjadinya insiden adalah :

a)

Faktor Pekerjaan & Pribadi

b)

Faktor kurangnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan

c)

Kondisi tidak aman & tindakan tidak aman

d)

Kurangnya kontrol pengawasan

13.

Sebutkan usecase apasaja yang terdapat di dalam Bigdata Phase 1 yang sudah Go-Live pada tahun 2019 adalah :

a)

Usecase A,B,C,D,E,F

b)

Usecase A,B,C,D,E,F,G,H,I

c)

Usecase A,B,C,D

d)

Usecase A,B,C,D,E

14.

Metode loading manakah dari metode loading PC berikut ini yang memiliki serving time terendah adalah :

a)

1,5 Side Loading Bench Normal

b)

Top Loading

c)

Double Bench Loading

d)

Face to face Loading Bench Normal

15.

Bagaimana prosedur teknik operasi double bench loading yang benar adalah :

a)

Pilihan kedua hal tersebut benar semua

b)

Pastikan jarak aman antara front idler dgn bench atas minimal 1/2 dari panjang undercarriage & sisi kanan PC minimum 1x lebar unit

c)

Pilihan kedua hal tersebut salah semua

d)

Posisikan front idler menhadap bench atas dan ketinggian bench atas maksimum selevel dengan kabin unit PC

16.

Metode loading manakah dari metode loading PC yang memiliki serving time tertinggi adalah :

a)

Bottom Level Track Loading

b)

1,5 Side Loading Bench Normal

c)

Face to face Loading Bench Normal

d)

Drive By Loading

17.

Berikut efek dari peledakan (blast effect) yang paling benar adalah :

a)

Knob,Boulder,Air Blast dan Fumes

b)

Toe,Noise,Fumes dan Air Blast

c)

Flying Rock,Ground Vibration,Boulder dan Toe

d)

Semua pilihan benar semua

18.

Front area loading substandar dengan data material blasting area front sempit <25 meter dan dengan metode bench loading. Bagaiman metode penempatan HD yang tepat untuk kondisi hal terebut adalah :

a)

Semua pilihan jawaban benar semua

b)

1,5 Side Loading

c)

Face to face

d)

Double Side

19.

Peledakan yang aman adalah :

a)

Tidak berasap

b)

Tidak Bersuara

c)

Tidak berbau

d)

Terpenuhi Oxigen Balance

20.

Dalam aktifitas change shift hauler, posisi change shift yang tidak diperbolehkan adalah, kecuali :

a)

Di lokasi change shift portable di 100 m dari front loading

b)

Di area point loading Loader yang sedang change shift

c)

Di area jalan aktif

d)

Di area waterfill

21.

Definisi dari operating cost adalah :

a)

Biaya gaji operator

b)

Biaya untuk menghasilkan 1 ton batubara dan 1 ton OB

c)

Biaya modal yang dibutuhkan untuk operasional penambangan

d)

Biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan operasional penambangan

22.

Berikut parameter yang mempengaruhi nilai Result MDA (Mine Design Accuracy) adalah :

a)

Voume Undercut dan Overcut

b)

Ketercapaian Nilai GMP

c)

Ketercapaian Joint Survey

d)

Ketercapaian Volume Produksi

23.

Di bawah ini yang tidak termasuk dalam komponen owning cost adalah :

a)

Biaya fuel, catering, laundry dan RM (Repair & Maintenance)

b)

Insurance (Asuransi)

c)

Interest (bunga) dan Tax (Pajak)

d)

Depresiasi

24.

Berikut yang bukan mandatory Activity Opreng 2021 dalam mewujudkan PAMA GMP adalah :

a)

Implementasi program RI-7

b)

Pengukuran back break peledakan

c)

In class operator untuk pekerjaan slope

d)

Impelemtasi Basting per cluster

25.

Syarat-syarat aset yang dikategorikan depresiasi adalah :

a)

Umur aset lebih dari 1 tahun

b)

Aset yang mengalami penurunan nilai rusak (rusak, performa kerja menurun, dll)

c)

Semua pilihan jawaban benar

d)

Aset digunakan untuk kegiatan produksi yang menghasilkan pendapatan

26.

Front area loading substandar dengan data material blasting area front sempit <25 meter dan dengan metode bench loading. Bagaimana posisi undercarriage PC yang tepat untuk kondisi hal tersebut adalah :

a)

Posisikan menyerong dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyilang dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage

b)

Posisikan menyerong dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyilang dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage

c)

Posisikan menyilang dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyerong dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage

d)

Posisikan menyerong dgn bench dgn lebar dudukan 2 x L undercarriage & posisi menyerong dgn lebar kedudukan 3 x L undercarriage

27.

Di bawah ini yang penyebab flying rock paling tepat adalah sebagai berikut :

a)

Terdapat material sisa di freeface, adanya pelapisan batuan lunak, tidak adanya celah, dan freeface yg tidak baik

b)

Tidak memiliki freeface, Burden awal terlalu tinggi dan berlebih, lubang miring

c)

Kolom stemming pendek, material stemming tidak bagus, lubang pendek dan sedikit baris

d)

Pemilihan delay & perangkaian tidak tepat, meledak secara bersamaan, penempatan initation point tidak tepat

28.

Pelaksanaan GL Superior yang wajib dilakukan adalah :

a)

Melakukan pendampingan kepada seluruh operator

b)

Melakukan CNM kepada operator yang menjadi kelompok superiornya

c)

Mereview nilai MOR, progress SUKO dan pencapaian IPO superiornya

d)

Memberikan peneguran dan SP apabila operator melakukan pelanggaran aturan

29.

Usecase E pada BigData menjelaskan mengenai tentang :

a)

Tyre

b)

Performance Operator

c)

Road Maintenance

d)

Safety

30.

Dalam satuan lebar jalan yang dikatakan pemadatan compator 8 kali passing (arah compactor searah jalan) adalah :

a)

Dari sisi pinggir badan jalan paling kiri ke sisi pinggir badan jalan paling kanan dengan vibro & diulang sebanyak 8 kali lintasan

b)

Dari sisi pinggir bahu jalan paling kiri ke sisi pinggir bahu jalan paling kanan dgn vibro & diulang sebanyak 8 kali lintasan

c)

Dari sisi pinggir bahu jalan paling kiri ke sisi pinggir bahu jalan paling kanan dgn vibro & diulang sebanyak 8 kali lintasan

d)

Dari sisi pinggir bahu jalan paling kiri ke sisi pinggir bahu jalan paling kanan dengan vibro & diulang sebanyak 8 kali

31.

Parameter apa yang berpengaruh paling besar terhadap fuel consumption HD adalah :

a)

Kerusakan Jalan

b)

Grade Jalan

c)

Acceleration (Kecepatan)

d)

Surface Index

32.

Berikut yang tidak mempengaruhi hasil Joint Survey adalah :

a)

Material Timbunan

b)

Undercut Volume

c)

CarryBack Material

d)

Pelaporan Ritasi Operator

33.

Faktor apa saja yang mempengaruhi cycle speed dalam operasional tambang untuk mencapai target hauler HD-785 mencapai 239 bcm/jam adalah :

a)

FCI, DCI, surface jalan, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, switchback, operator hauler, rambu & hauling distance

b)

FCI, URCI, DCI, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, switchback, operator hauler, rambu & hauling distance

c)

FCI, URCI, DCI, RPDI, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, operator hauler, rambu & hauling distance

d)

FCI, URCI, DCI, grade jalan, persimpangan, kelurusan jalan, traffic density, operator hauler, rambu & hauling distance

34.

Berikut yang tidak berpengaruh terhadap working geometri fleet produksi adalah :

a)

Metode Loading

b)

Ramp Jalan

c)

Blast Material

d)

Cleaning Coal

35.

Berapa orang jumlah operator idealnya dalam satu kelompok GL Superior adalah :

a)

1-5 operator

b)

11-15 operator

c)

15-20 operator

d)

6-10 operator

36.

Salah satu cara praktis dalam reduce cost loading PC 2000 material OB adalah :

a)

Menambah jarak hauling HD

b)

Mengurangi jumlah HD

c)

Meningkatkan produktivitas PC

d)

Mengurangi gaji operator

37.

Dalam aktivitas pit stop unit hauler, parameter berikut ini harus terpenuhi, kecuali :

a)

Pit Stop terintegrasi antara aktifitas refueling tyre check dan daily check

b)

Kapasitas pit stop sesuai dengan fleet yang beroperasi di area yang dilayani

c)

Pit Stop terdapat GL selaku PIC

d)

Pit Stop terdapat GL selaku PIC

38.

Berdasarkan parameter dibawah ini , manakah yang tidak mempengaruhi produktivitas unit loader secara langsung adalah :

a)

Spotting Time HD

b)

Kondisi permukaan area kerja

c)

Traffic Density

d)

Tinggi Jenjang dan Lebar kerja

39.

Faktor apa saja yang menjadi penyebab change shift hauler (HD) menjadi terhambat, kecuali :

a)

Tidak terintegrasi antara aktifitas change shift-tyre check-daily check

b)

Operator HD melakukan adjustment travel speed (kepala ular) saat menjelang change shift

c)

Insfrastruktur Change Shift dapat menampung semua fleet di pit di mana maksimal 6 fleet

d)

Kapasitas lokasi change shift tidak memadai

40.

Sebagai Road GL, syarat jalan yang kuat untuk dilewati HD-785 adalah sebagai berikut :

a)

Subgrade nya bernilai CBR 36% dan surfacenya dilapisi material basecoarse open graded setebal 50 cm

b)

Subgrade nya bernilai CBR 20% dan surfacenya dilapisi material basecoarse open graded setebal 40 cm

c)

Subgrade nya bernilai CBR 36% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 15 cm

d)

Subgrade nya bernilai CBR 25% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 50 cm

41.

Dalam membuat laporan SAP, pertimbangan apa yang dilakukan untuk memilih kode bahaya adalah :

a)

Deadline Pembuatan SAP

b)

Lama Approve Atasan terkait

c)

Tingkat resiko terjadinya insiden

d)

TIngkat Resiko dan Lama proses perbaikan

42.

Product aplikasi apa saja yang terdapat di dalam usecase F BigData adalah :

a)

OCC dan EXCON

b)

OCC, EXCON,CNM, dan OCR

c)

OCC dan CNM

d)

OCC, EXCON dan CNM

43.

Sebagai GL Road, syarat jalan yang kuat untuk dilewati Trailer/Tronton/Double Trailer adalah :

a)

Subgrade nya bernilai CBR 20% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 20 cm

b)

Subgrade nya bernilai CBR 17% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 40 cm

c)

Subgrade nya bernilai CBR 10% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 50 cm

d)

Subgrade nya bernilai CBR 15% dan surfacenya dilapisi material basecoarse well graded setebal 35 cm

44.

Berdasarkan anjuran revisi parameter GMP 2020 untuk jarak persimpangan dengan persimpangan berikutnya yang efektif dan baik adalalah :

a)

1500 m

b)

500 m

c)

2000 m

d)

1000 m

45.

Alat support yang tersedia di Pama Kideco dalam kegiatan counterweight dengan jenis BW-211 dapat memberikan pemadatan optimal di kedalaman sebagai berikut :

a)

50 cm

b)

40 cm

c)

35 cm

d)

30 cm

46.

Pernyataan yang benar terkait CNM adalah sebagai berikut :

a)

Pelaksanaan CNM dapat dilakukan secara Daily dan Monthly sesuai dengan case yang dihadapi operator

b)

Penyebab tidak dekatnya GL dengan Operator adalah karena CNM tidak dilakukan dengan Rutin

c)

Tema CNM yang perlu diperkuat adalah terkait dengan masalah keluarga

d)

Pelaksanaan CNM hanya dilakukan apabila ada problem dengan operator yang berpengaruh pada performa kerjanya

47.

Pelaksanaan slippery yang efektif adalah sebagai berikut :

a)

Dilakukan dengan bukaan grader terlebih dahulu

b)

Dimulai dari bawah ke atas

c)

Dilakukan dengan speed 5 saat proses penyekrapan agar lebih cepat dimulai operasional

d)

Dimulai dari atas ke bawah

48.

Berapa tinggi tanggul di jalan tambang yang dilalui HD-785 sesuai PPMS adalah :

a)

Setinggi 3/4 diameter tyre hauler terbesar yang melawati

b)

Setinggi 2/3 diameter tyre hauler terbesar yang melawati

c)

Setinggi 1/3 diameter tyre hauler terbesar yang melawati

d)

Setinggi 3/5 diameter tyre hauler terbesar yang melawati

49.

Jarak antar sodetan yang sesuai PPMS pada jalan tambang adalah :

a)

35 meter

b)

2,5 x panjang unit HD

c)

4x panjang unit HD

d)

25 meter

50.

Langkah yang paling tepat agar proses slippery dapat terlaksana dengan lebih cepat dalam segi deisgn geometri adalah sebagai berikut :

a)

Pembentukan Sodetan dengan minimal 2 x lebar bucket PC 200/300

b)

Pembentukan Crossfall 3-4% disesuaikan dengan kebutuhan Single atau Double Crossfall serta crown terbentuk

c)

Pembuatan surface material dengan material Scoria

d)

Pembuatan surface material dengan material Scoria

51.

Berdasarkan pembaruan leveling safety leadership 2021, ada berapa jumlah leveling safety leadership GL yakni :

a)

4 Level dengan kategori leveling 0,1,2,3

b)

Semua pilihan jawaban salah

c)

4 Level dengan kategori leveling 1,2,3,4

d)

3 Level dengan kategori leveling 1,2,3

52.

Masuk tanpa izin ke area front loading dan dumping point serta tanpa freeze baru melintas , maka dapat di kenakan sanksi sebagai berikut :

a)

SP 3

b)

PHK

c)

SP 2

d)

SP 1

53.

Pada program safety leadership GL, dimana GL hanya mampu memahami pengetahuan dasar tentang keselamatan sehingga yang bersangkutan masuk pada paraemeter yakni :

a)

Niali observasi atasan 100% dan SAP >100%

b)

SAP >100% dan menjalankan tugas sebagai seorang GL dengan konsisten

c)

Menjalankan tugas sebagai seorang GL dengan konsistensi dengan bukti penilaian atasan 100%

d)

SAP > 100%

54.

Terdapat joint survey yang minus, yang di maksud istilah itu adalah :

a)

Hasil survey lebih kecil dengan Truck Count

b)

Hasli survey sama dengan Truck Count

c)

Hasil survey lebiih banyak dengan Truck Count

d)

Terdapat carryback pada vessel HD

55.

Menurut rekan-rekan pengawas, ada berapa element PPMS yang terupdate yakni :

a)

12 Element

b)

5 Element

c)

10 Element

d)

15 Element

56.

Tidak mengenakan safety belt saat mengoperasikan LV atau menjadi penumpang LV dapat di kenakan sangsi sesuai golden rules PAMA :

a)

PHK

b)

SP 3

c)

SP 1

d)

SP 2

57.

Salah satu factor yang berpengaruh terhadap cycle time tinggi pada loader adalah tinggi jenjang, berapa tinggi jenjang optimum pada unit bachoe loader PC 3000 :

a)

3 meter

b)

4.5 meter

c)

4 meter

d)

5 meter

58.

Pelanggaran terhadap rambu-rambu stop di jalan tambang/hauling akan dikenakan sanksi sebagai berikut :

a)

SP 2

b)

SP 3

c)

PHK

d)

SP 1

59.

Apa yang dimaksud dengan working geometri yang paling tepat adalah :

a)

Perhitungan luas kerja optimum suatu loading dan hauling area

b)

Perencanaan area kerja yang disesuaikan dengan jumlah unit yang beroperasi di area tersebut

c)

Perencanaan area kerja yang sesuai berkaitan dengan elevasi

d)

Perhitungan luas area kerja optimum yang dipengaruhi oleh Metode Loading

60.

Di bawah ini yang bukan menjadi tanggung jawab seorang pengawas adalah :

a)

Managing Self

b)

Managing Money

c)

Managing Job

d)

Managing People

61.

Di bawah ini adalah pendekatan dalam menangani keluhan dan pengaduan bawahan adalah, kecuali :

a)

Tenangkan bawahan dan cari suasana yang bersahabat

b)

Terimalah bawahan dengan hati terbuka dan penuh perhatian

c)

Bersikap acuh tak acuh terhadap permasalahan bawahan

d)

Analisa fakta dan buat keputusan

62.

Sebagai seorang GL kita harus tanggap terhadap perilaku kerja bawahan, contoh ciri-ciri karyawan yang bermasalah adalah , kecuali :

a)

Bersikap provokator

b)

Bila dikasih target sering mengeluh

c)

Menjadi teladan dalam team

d)

Semangat Kerja kurang

63.

Pada aktifitas menurunkan gorong – gorong di lapangan, alat yang cocok di gunakan dan tinggi tumpukan gorong-gorong yang sesuai aturan adalah :

a)

Manitou dengan maks 2x tinggi tumpukan

b)

Crane Truck dengan maks 3x tinggi tumpukan

c)

Excavator dengan maks 3x tinggi tumpukan

d)

Forklift dengan maks 3x tinggi tumpukan

64.

Sling (Wire Rope) yang digunakan untuk menarik TL,MT,dan pompa dengan standar minimal Safe Working Load (SWL) sebagai berikut :

a)

SWL 6 ton

b)

SWL 8 ton

c)

SWL 12 ton

d)

SWL 5 ton

65.

Apa definisi dari keselamatan pertambangan yang anda ketahui adalah sebagai berikut :

a)

Kegiatan yg meliputi pengelolaan dan keselamatan kerja pertambangan dan keselamatan operasional pertambangan

b)

Kegiatan yg bertujuan untuk menyelamatkan para pekerja tambang

c)

Usaha yg dilakukan untuk mencegah terjadinya inident yang diakibatkan oleh kegiatan pekerjaan tambang

d)

Kegiatan yg bertujuan untuk menyelamatan ekosistem akibat kegiatan pertambangan

66.

Jumlah kecukupan tidur karyawan sebelum bekerja supaya tidak mengalami fatique harus terpenuhi sebagai berikut :

a)

Minimal 9 jam

b)

Minimal 5 jam

c)

Minimal 6 Jam

d)

Minimal 7 Jam

67.

Yang di maksud penerangan 20 lux adalah :

a)

lampu halogen 1000 – 1500 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 60 derajat

b)

lampu helogen 1000 – 5000 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 60 derajat

c)

lampu helogen 1000 – 2500 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 90 derajat

d)

lampu helogen 1000 – 5000 watt, ada 4 buah lampu, sudut kemiringan 30 derajat – 90 derajat

68.

Berikut adalah hirarki pengendalian resiko, kecuali :

a)

Administrasi danTraining

b)

Subtitusi dan Eliminasi

c)

Dilaksanakan sesuai prosedur

d)

Dilakukan dengan analisa dan rekomendasi engineering

69.

Apa yang dimaksud dengan Resiko :

a)

Nyaris celaka

b)

Kemungkinan bertemunya 2 bahaya yg bisa menyebabkan kerugian dalam derajat apapun

c)

Segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerugian dalam derajat apapun

d)

Bertemunya 2 bahaya atau lebih yg menyebabkan kerugian

70.

Apa yang dimaksud dengan bahaya :

a)

Bertemunya 2 bahaya atau lebih yg menyebabkan kerugian

b)

Nyaris celaka

c)

Kemungkinan bertemunya 2 bahaya yg bias menyebabkan kerugian

d)

Segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerugian dalam derajat apapun

71.

Ada berapa elemen dan sub element PSMS Rejuvenate yang anda ketahui :

a)

5 Element dan 125 Sub Element

b)

15 Element dan 125 Sub Element

c)

5 Element dan 25 Sub Element

d)

115 Element dan 25 Sub Element

72.

Panduan jarak post guide di jalur hauling menurut standar adalah

a)

50 meter

b)

25 meter

c)

40 meter

d)

30 meter

73.

Panduan jarak aman beriringan untuk unit doube trailer di jalur hauling , apabila kecepatannya 60 km/jam yakni :

a)

50 meter

b)

200 meter

c)

100 meter

d)

150 meter

74.

Materia-materiall non-batubara yang bercapmpur dengan material batubara bersih disebut sebagai berikut :

a)

Barging

b)

Crushing

c)

Kontaminasi

d)

Blending

75.

Proses penyeragaman ukuran pecahan batuan mineral atau bijih untuk memudahkan proses kimiawi ataupun fisika berikutnya, di sebut :

a)

Kontaminasi

b)

Barging

c)

Blending

d)

Crushing

76.

Berapa jarak pandang di jalan hauling menururt PPMS adalah :

a)

Minimal 75 meter

b)

Minimal 150 meter

c)

Minimal 150 meter

d)

Minimal 100 meter

77.

Methode blending dengan berdasarkan kualitas yang diangkut oleh unit trailer disebut juga :

a)

Kontaminasi

b)

Blending DT by DT

c)

Crushing

d)

Blending Coal

78.

Apakah yang di maksud dengan TS pada kualitas batu bara sebagai berikut :

a)

Terbakarnya batu bara akibat batu bara yng sudah masak

b)

Sulfur yang di timbulkan oleh kualitas batu bara yang masih muda

c)

Sulfur yang di timbulkan oleh pembakaran batu bara yg dapat menyebabkan korosi pada tungku

d)

Proses terjadinya pembakaran batu bara

79.

Pengecekan fit to work operator merupakan salah satu hirarki pengendalian resiko adalah :

a)

Isolasi

b)

Eliminasi

c)

Administrasi

d)

Subtitusi

80.

Berapa minimal kapasitas LV yang dapat parkir di parkiran LV menutut standar PPMS yakni :

a)

Muat 1 LV

b)

Lebih dari 1 LV

c)

Tergantung luas area parkir

d)

Sebanyak-banyaknya

81.

Unit DT/A2B di perbolehkan parkir di jalan aktif pada saat, kecuali :

a)

Saat jam operasi

b)

Refueling jam rest time

c)

Refueling jam rest time

d)

Hujan

82.

Pada proses penyambungan pipa kita sering mendengar istilah HDPE, apa kepanjangan dari HDPE yakni :

a)

High Density Poliback Elastic

b)

High Density Presurre Elastic

c)

High Density Polyethelene Elastic

d)

High Density Poliponix Egrement

83.

Tenaga yang di perlukan untuk memindahkan air dari sump merupakan pengertian dari :

a)

Debit pompa

b)

Booster Static head

c)

Total Dynamic Head

d)

Static Head

84.

Suatu area atau daerah tangkapan air hujan dimana batas wilayah tangkapannya di tentukan dari titik elevasi tertingi sehinga debit hujan yang tertangkap akan terkonsentrasi pada elevasi terendah yakni :

a)

Settling Pond

b)

Sump

c)

Catchment Area

d)

Perimeter Drain

85.

Hambatan yang dialami oleh larutan dalam pipa yang di akibatkan oleh beda tinggi antara permukaan air di inlet dan outlet adalah :

a)

Static Head

b)

Booster Static Head

c)

Total Head

d)

Dynamic Head

86.

Menurut design geometri, dimensi sump tergantung pada sebagai berikut :

a)

Intensitas air hujan

b)

Karakteristik air yang masuk dan keluar tambang

c)

Luasan area

d)

Lebar PIT

87.

Meminimalkan catchment area , membuat sump dan proses penambangan di usahakan tidak memotong aliran air di mana cara tersebut di gunakan untuk sebagai berikut :

a)

Pengelolaan limbah tambang

b)

Pengelolaan air tambang

c)

Pengelolaan material PAF dan NAF

d)

Pengeloalaan kualitas air tambang

88.

Berapa syarat pemipaan untuk belokan horizontal yakni :

a)

90 derajat , maksimal 3 titik

b)

160 derajat, maksimal 3 titik

c)

45 derajat, maksimal 3 titik

d)

75 derajat , maksimal 4 titik

89.

Elevasi air sump dengan volume yang tersedia di sump 25% dari total kapasitas design, dinamakan sebagai berikut :

a)

Elevasi Evakuasi (Tidak Aman)

b)

Eleveasi Kritis 2

c)

Eleveasi Kritis 3

d)

Eleveasi Kritis 1

90.

Berapa maksimal kecepatan HD mundur saat mau dumping di disposal yakni :

a)

15 Km/jam

b)

20 Km/jam

c)

5 Km/jam

d)

10 Km/jam

91.

Berapa jarak aman dozer melakukan penyekrapan terhadap HD yang sedang dumping yakni :

a)

30 meter

b)

20 meter

c)

10 meter

d)

15 meter

92.

Syarat yang harus di penuhi sebelum proses pekerjaan dumping high risk adalah :

a)

Tersedia pos GL dan tower lamp serta parkiran LV

b)

Dibuat JSA terlebih dahulu

c)

Dipasang dumping limiter

d)

Dikasih tanggul pengaman

93.

Di area disposal wajib di buatkan parkiran LV berapa jarak nya dari dumping point yakni :

a)

50 meter

b)

75 meter

c)

150 meter

d)

100 meter

94.

Pada dumping area kritis terdapat tiang dumping limiter sebanyak 2-3 tiang, jarak antar dump limiter adalah :

a)

30 meter

b)

75 meter

c)

50 meter

d)

100 meter

95.

Berapa jarak minimal kaki disposal inpit dengan area kerja aktif yakni :

a)

Minimal 2 x timbunan

b)

Minimal 1 x timbunan

c)

Minimal 1,5 x timbunan

d)

Minimal 3 x timbunan

96.

Berapa tinggi safety berm / windrow di ujung disposal yakni :

a)

0,9 meter

b)

1,1 meter

c)

0,5 meter

d)

0,75 meter

97.

Kelompok Materi Khusus (KMK) 09 merupakan referensi yang berkaitan dengan prosedur antara lain :

a)

Istirahat dan lapor atasan saat fatigue

b)

Pencegahan tail gating

c)

Bekerja di disposal

d)

Komunikasi dan interaksi antar unit

98.

Prosedur penanganan unit breakdown di jalan tambang terdapat dalam KMK nomor yakni :

a)

KMK 07

b)

KMK 04

c)

KMK 05

d)

KMK 02

99.

Kelompok Materi Khusus (KMK) 09 merupakan referensi yang berkaitan dengan prosedur antara lain :

a)

House keeping kabin

b)

Memasuki area kritikal

c)

Istirahat dan lapor atasan saat fatigue

d)

Loading dan repair front

100.

Alat yang wajib di gunakan untuk menarik unit saat amblas adalah :

a)

Rantai

b)

Tali Tambang

c)

Webbing

d)

Wire Rope

101.

Jika terjadi kebakaran yang melibatkan logam, maka jenis APAR yang digunakan adalah :

a)

APAR golongan C (bubuk kimia kering, karbondioksida (CO2)

b)

APAR golongan A (air bertekanan, foam/busa, bubuk kimia kering)

c)

APAR golongan B (foam/busa, CO2, bubuk kering kimia)

d)

APAR golongan D (bahan yang mengandung garam dapur, granit)

102.

Standar safety berm yang tepat di bawah ini untuk isolasi disposal high risk yakni :

a)

X' = 1.5 x lebar unit tyre terbesar, X = 1 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.75 x lebar unit tyre terbesar

b)

X' = 1.25 x lebar unit tyre terbesar, X = 1 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.5 x lebar unit tyre terbesar

c)

X' = 1.25 x lebar unit tyre terbesar, X = 0.75 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.75 x lebar unit tyre terbesar

d)

X' = 1.5 x lebar unit tyre terbesar, X = 0.75 x lebar unit tyre terbesar, T = 0.5 x lebar unit tyre terbesar

103.

Peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh pengawas pada saat aktivitas dumping high risk di bawah ini adalah :

a)

A = Disto Meter, B = Teropong Binocular , C = Sling , D = Rompi Pelampung , E = Rambu Area Berbahaya

b)

A = Distance Meter, B = Teropong Monocular , C = Sling , D = Rompi Pelampung , E = Rambu Area Berbahaya

c)

A = Disto Meter, B = Teropong Monocular , C = Sling, D = Rompi Pelampung , E = Papan Informasi

d)

A = Distance Meter, B = Teropong Binocular , C = Sling , D = Rompi Pelampung , E = Papan Informasi

104.

Pengawas harus memastikan penempatan posisi pos pantau berada di lokasi yang tepat sesuai ketentuan sebagai berikut :

a)

Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 100 meter dan Beda Elevasi min = 3 meter dari dumping point

b)

Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 100 meter dan Beda Elevasi min = 2 meter dari dumping point

c)

Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 50 meter dan Beda Elevasi min = 4 meter dari dumping point

d)

Jarak Pos Pantau dengan crest/crack = 50 meter dan Beda Elevasi min = 5 meter dari dumping point

105.

Pada saat pelaksanaan dumping lumpur, maka pengawas harus memastikan konstruksi desain tanggul penahan dan sudut kemiringan antara lain :

a)

X1 = 1,25 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 1,1 meter dan Sudut Kemiringan sebesar 10- 30 derajat

b)

X1 = 1,25 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 0,8 meter dan Sudut Kemiringan sebesar >30 derajat

c)

X1 = 1 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 0,8 meter dan Sudut Kemiringan sebesar 10 - 30 derajat

d)

X1 = 1 meter, X2 = 1,75 meter, Y = 0,8 meter dan Sudut Kemiringan sebesar > 30 derajat

106.

Elevasi disposal dengan elevasi jalan akses masuk disposal harus dipastikan oleh pengawas terbentuk sesuai ketentuan sebagai berikut :

a)

Setengah meter kali lebih tinggi dari jalan akses masuk disposal

b)

Satu meter lebih rendah dari elevasi jalan akses masuk disposal

c)

Satu meter lebih tinggi dari elevasi jalan akses masuk disposal

d)

Setengah meter lebih rendah dari jalan akses masuk disposal

107.

Jika parameter teknis dalam standar parameter ini, seperti tinggi & lebar jenjang, jarak dumping, kemiringan lereng timbunan, ataupun parameter teknis lainnya, ternyata tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu dan bersifat mendesak maka yang harus dilakukan adalah :

a)

Dilakukan kajian teknis dari site dengan persetujuan dari Enginering HO

b)

Dilakukan kajian teknis dari site dan disetujui oleh PM

c)

Dilakukan kajian teknis dari site dan disetujui oleh KTT

d)

Pekerjaan dilakukan pemberhentian

108.

Pekerjaan disposal dumping lumpur harus dilengkapi dengan fasilitas yang telah dikonstruksi dengan baik (well constructed), contoh: dumping dengan fasilitas mud pocket, mud boom dan memiliki daya dukung tanah area disposal minimal yakni :

a)

Nilai CBR 36 %

b)

Nilai CBR 12 %

c)

Nilai CBR 27 %

d)

Nilai CBR 18 %

109.

Berdasarkan secara aspek sistem dalam pengelolaan kegiatan dumping high risk harus terpenuhi secara tahapan sebagai berikut :

a)

Work Order Eng - Persetujuan dari DPM/PM - PKH dari Dept terkait - JSA - Log Book - Form Inspeksi Disposal HR

b)

Work Order Eng - Persetujuan DPM/PM - PKH dari Dept terkait - JSA - Form Inspeksi Disposal HR - Log Book

c)

Work Order Eng - PKH dari dept terkait - Persetujuan DPM/PM - JSA - Log Book - Form Inspeksi Disposal HR

d)

Work Order Eng - PKH dari dept terkait - Persetujuan DPM/PM - JSA - Form Inspeksi Disposal HR - Log Book

110.

Pada saat pengawas melakukan penimbunan di lokasi kolam lumpur/air maka pengawas harus mengontrol proses penimbunan material sesuai dengan Internal Memo Engineering Div. Head perihal KajianTeknis Penimbunan Batuan Penutup (Overburden) No. JIEP/ENG/19/056/MM yakni :

a)

Tinggi Lumpur Maks = 1 meter, Lebar Bench min = 100 meter dan Tinggi Bench Maks = 5 m, Jarak Dumping = 17.5 m

b)

Tinggi Lumpur Maks = 1 meter, Lebar Bench min = 150 meter dan Tinggi Bench Maks = 10 m, Jarak Dumping = 7.5 m

c)

Tinggi Lumpur Maks = 5 meter, Lebar Bench min = 100 meter dan Tinggi Bench Maks = 5 m, Jarak Dumping = 17.5 m

d)

Tinggi Lumpur Maks = 5 meter, Lebar Bench min = 150 meter dan Tinggi Bench Maks = 10 m, Jarak Dumping = 7.5 m

111.

Pada saat mengawasi jarak dumping limiter maka pengawas harus selalu melakukan update terhadap dumping limiter dengan frekuensi dan jarak antara dumping limiter, yakni :

a)

Frekuensi 2 jam dengan jarak antara dumping limiter sejauh 100 m

b)

Frekuensi 1 jam dengan jarak antara dumping limiter sejauh 100 m

c)

Tergantung pergerakan disposal dengan jarak antara dumping limiter sejauh 50 m

d)

Frekuensi 1 jam dengan jarak antara dumping limiter sejauh 50 m

112.

Pada saat pelaksanaan dumping lumpur, maka pengawas harus memastikan konstruksi desain tanggul penahan dan sudut kemiringan antara lain :

a)

Tinggi Mud Guard = 2 meter dan lebar Mud Guard = 1.5 meter

b)

Tinggi Mud Guard = 1,5 meter dan lebar Mud Guard = 1.5 meter

c)

Tinggi Mud Guard = 1,5 meter dan lebar Mud Guard = 2 meter

d)

Tinggi Mud Guard = 1 meter dan lebar Mud Guard = 1 meter

113.

Jika tinggi jenjang material pada saat melakukan aktifitas top loading lumpur (soft material) melebihi tinggi kabin operator atau 5 meter untuk PC2000 & 4 meter untuk PC1250 apa yang harus dilakukan oleh pengawas antara lain, kecuali :

a)

Tidak melakukan metode loading dengan membentuk arah lorongan pada lumpur

b)

Tetap melakukan aktifitas loading karena tidak akan terjadi longsor di mana harus ada pengawas

c)

Membuat loading Pad untuk menyesuaikan tinggi jenjang Loader

d)

Melakukan pemotongan (Casting ) tinggi jenjang dengan unit pc 200/300

114.

Pada saat loading lumpur maka pengawas harus memastikan metode teknik operasi operator PC sesuai dengan pedoman sebagai berikut :

a)

Posisi track tegak sejajar dgn jenjang kerja & swing angle <90 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD

b)

Posisi track tegak lurus dgn jenjang kerja & swing angle 90-120 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD

c)

Posisi track tegak sejajar dgn jenjang kerja & swing angle 90-120 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD

d)

Posisi track tegak lurus dgn jenjang kerja & swing angle <90 serta penempatan bucket tidak boleh melewati kabin HD

115.

Persyaratan kondisi area front loading lumpur yang harus dilakukan kontrol oleh pengawas harus memenuhi syarat berikut :

a)

Tidak ada genangan air/retakan maupun amblasan &vegetasi radius = 100 meter serta penerangan 4 x 1500 Watt pada malam hari

b)

Tidak ada genangan air/retakan maupun amblasan & vegetasi radius = 100 meter serta penerangan 2 x 1500 Watt pada malam hari

c)

Tidak ada genangan air/retakan maupun amblas & vegetasi radius = 150 meter serta penerangan 4 x 1500 Watt pada malam hari

d)

Tidak ada genangan air/retakan maupun amblasan & vegetasi radius = 150 meter serta penerangan 2 x 1500 Watt pada malam hari

116.

Sebelum dilakukan aktifitas pemuatan lumpur harus dibuat kajian teknis yang paling sedikit pengawas memiliki informasi terkait kegiatan tersebut antara lain yakni :

a)

Sifat fisik material

b)

Ketebalan dan volume material lumpur

c)

Semua pilihan jawaban benar

d)

Penirisan kandungan air dalam material lumpur

117.

Syarat khusus yang harus dimiliki oleh pengawas untuk bekerja di Loading High Risk antara lain :

a)

Kompetensi Level 1 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >1 tahun juga Safety Leaderhip Level 3

b)

Kompetensi Level 2 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >1 tahun juga Safety Leaderhip Level 3

c)

Kompetensi Level 1 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >2 tahun juga Safety Leadership Level 3

d)

Kompetensi Level 2 , Kompetensi Pra POP/POP & Kartu Kompetensi Loading High Risk & Masa kerja >2 tahun juga Safety Leaderhip Level 3

118.

Syarat khusus yang harus dimiliki oleh operator untuk bekerja di Loading High Risk seperti lumpur dan ketinggian antara lain yakni :

a)

Masa kerja > 2 tahun dan memiliki HM min 2500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk

b)

Masa kerja > 2 tahun dan memiliki HM min 1500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk

c)

Masa kerja > 1 tahun dan memiliki HM min 2500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk

d)

Masa kerja > 1 tahun dan memiliki HM min 1500 jam serta memiliki Kompetensi Loading High Risk

119.

Pada saat loading lumpur maka pengawas harus memastikan metode teknik operasi operator HD saat membawa material pad loading sesuai dengan pedoman sebagai berikut :

a)

Kecepatan maks saat spotting = 5 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 10 m serta manuver searah jarum jam

b)

Kecepatan maks saat spotting = 10 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 10 m serta manuver searah jarum jam

c)

Kecepatan maks saat spotting = 10 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 15 m serta manuver searah jarum jam

d)

Kecepatan maks saat spotting = 5 km/jam & Jarak antara dozer dengan HD = 15 m serta manuver searah jarum jam

120.

Operator DT manuver mundur (spotting) berdasarkan arahan operator alat muat, menggunakanisyarat klakson atau radio komunikasi Push to Talk (PTT). Adapun aturan klakson unit alat muat adalah untuk 3 kali klakson yang harus dipastikan pengawas adalah :

a)

DT harus mundur

b)

Ada bahaya, DT dan alat support harus segera meninggalkan area kerja

c)

Ada pembersihan front loading atau reposisi unit

d)

DT harus maju