wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KAP - Metodologi Pemeriksaan 1

Total questions: 96

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.
Selama proses pemeriksaan, pemeriksa selalu menghadapi ketidakpastian (uncertainty). Berikut merupakan contoh ketidakpastian, kecuali …
a)
Ketidakpastian atas kecukupan bukti pemeriksaan
b)
Ketidakpastian atas ketepatan bukti pemeriksaan
c)
Ketidakpastian atas tingkat efisiensi SPI entitas
d)
Ketidakpastian apakah entitas telah menyajikan laporan keuangan secara wajar dalam hal-hal yang bersifat material
2.
Berikut ini yang bukan sumber informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi risiko bawaan yaitu …
a)
Pemahaman tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan
b)
Pemahaman entitas
c)
Analisis pemantauan tindak lanjut
d)
Laporan aparat pengawasan intern pemerintah
3.
Beberapa akun membutuhkan asumsi, estimasi, kebijakan, dan pertimbangan profesional manajemen yang cukup tinggi dalam perlakuan dan pencatatan akuntansinya. Misalnya akun-akun yang terkait dengan depresiasi aset, penyisihan piutang, dan revaluasi aset, membutuhkan pertimbangan profesional manajemen yang disyaratkan oleh standar akuntansi sehingga kemungkinan terjadi kesalahan dalam penyajian cukup tinggi. Oleh karena itu, risiko bawaan yang ditetapkan pemeriksa terhadap akun-akun tersebut akan cenderung .......
a)
Rendah
b)
Tinggi
c)
Sedang
d)
Cukup
4.
Dari tahapan pemantuan tindak lanjut pemeriksaan sebelumnya pemeriksa dapat menganalisis risiko bawaan suatu akun. Temuan hasil pemeriksaan tahun sebelumnya yang berupa salah saji dan koreksi memiliki risiko bawaan yang ............. karena berpotensi menjadi temuan berulang pada pemeriksaan tahun berjalan.
a)
Sedang
b)
Rendah
c)
Tinggi
d)
Cukup
5.
Jika akun-akun yang diperiksa merupakan transaksi antar pihak berelasi yang dapat memengaruhi independensi pihak-pihak yang bertransaksi tersebut maka pemeriksa menilai risiko bawaan atas akun tersebut tinggi. Yang bukan merupakan contoh akun-akun tersebut adalah:
a)
Utang
b)
Piutang
c)
Penjualan
d)
Transfer
6.
Dalam pemeriksaan keuangan, pemeriksa melakukan uji petik pada
a)
pengujian pengendalian
b)
pengujian substantif
c)
jawaban a dan b benar
d)
jawaban a dan b salah
7.
Berikut ini adalah metode uji petik atribut, kecuali
a)
discovery
b)
sequential (stop or go)
c)
ratio estimation
d)
fixed sample size
8.
Metode uji petik variabel, yaitu
a)
mean per unit, ratio estimation, difference estimation, fixed sample size
b)
mean per unit, ratio estimation, fixed sample size, monetary unit sampling
c)
mean per unit, ratio estimation, difference estimation, monetary unit sampling
d)
mean per unit, ratio estimation, sequential, monetary unit sampling
9.
Metode uji petik yang digunakan untuk mengestimasi total selisih antara nilai yang diaudit dan nilai buku (belum diaudit) berdasarkan selisih yang diperoleh dari sampel yang diobservasi, yaitu:
a)
ratio estimation
b)
monetary unit sampling
c)
difference estimation
d)
stratified mean per unit
10.
Dalam memutuskan nilai yang akan dijadikan dasar, pemeriksa sebaiknya mempertimbangkan kecuali
a)
karakteristik (sifat, besar dan tugas pokok) dan lingkungan entitas yang diperiksa;
b)
area dalam laporan keuangan yang menjadi perhatian pengguna laporan keuangan; dan
c)
kestabilan atau keandalan nilai yang akan dijadikan dasar.
d)
laporan hasil pemeriksaan sebelumnya
11.
Dalam penentuan tingkat materialitas Setelah menentukan dasar penetapan, pemeriksa harus mempertimbangkan
a)
tingkat yang akan digunakan dalam menghitung materialitas awal
b)
tingkat kestabilan atau keandalan nilai yang akan dijadikan dasar
c)
karakteristik (sifat, besar dan tugas pokok) dan lingkungan entitas yang diperiksa
d)
tingkat pengaruh materialitas terhadap penetuan PM
12.
Tiga metode Uji Petik Atribut dalam melakukan pengujian pengendalian adalah
a)
Fixed Sample Size, Sequential (Stop or Go), dan Discovery
b)
Mean Per Unit (Unstratified dan Stratified), Ratio Estimation, dan Difference Estimation
c)
Ratio Estimation, dan Difference Estimation, dan Monetary Unit Sampling (MUS)
d)
Fixed Sample Size, Ratio Estimation, dan Sequential (Stop or Go)
13.
Dalam melakukan pemeriksaan, terdapat beberapa kondisi dimana pemeriksa tidak dapat atau tidak perlu melakukan uji petik pada pemeriksaan antara lain, kecuali
a)
Observasi (walkthrough)
b)
Prosedur analitis
c)
Permintaan keterangan/wawancara
d)
penelahaan/analisa dokumen
14.
Berikut yang bukan merupakan metode Classical Variable Sampling, yaitu:
a)
Unstratifiefd Mean per Unit
b)
Stratified MPU
c)
Achieved Upper Precission Limit
d)
Difference Estimation
e)
Ratio Estimation
15.
Metode Classical Variable Sampling yang cocok digunakan untuk data yang realtif homogen adalah:
a)
Unstratifiefd Mean per Unit
b)
Stratified MPU
c)
Achieved Upper Precission Limit
d)
Difference Estimation
e)
Ratio Estimation
16.
Berikut adalah Faktor faktor yang mempengaruhi risiko bawaan atas akun-akun, kecuali
a)
Sifat bisnis/ industri entitas
b)
Hasil pemeriksaan sebelumnya
c)
Integritas personel kunci
d)
Sistem pengendalian internal
17.
Mengapa pada transaksi-transaksi non rutin, kesalahan akan lebih banyak dijumpai
a)
kurangnya pengalaman atau pengetahuan tentang bagaimana pencatatan atau perlakuan akuntansinya
b)
baru pertama kali melakukan pemeriksaan
c)
akun-akun yang diperiksa merupakan transaksi antar pihak berelasi
d)
Beberapa akun membutuhkan asumsi, estimasi, kebijakan, dan pertimbangan profesional manajemen yang cukup tinggi
18.
langkah‐langkah  dalam  penilaian risiko dengan mengacu pada Juklak Pemeriksaan Kepatuhan, kecuali
a)
melakukan  analisis  atas  risiko  ketidakpatuhan  yaitu  menentukan  seberapa  besar  dampak dan frekuensi risiko yang akan terjadi
b)
mempertimbangkan kecurangan yang mungkin terjadi
c)
mengidentifikasi risiko yang berasal dari peraturan perundangan, ketentuan yang  berlaku, transaksi dan aktivitas berisiko, dan lain‐lain
d)
menentukan nilai resiko kepatuhan
19.
Berikut merupakan tujuan penilaian resiko kecurangan, kecuali
a)
mengidentifikasi kecuranganbawaan pada entitas
b)
mengidentifikasi dan menilai pengendalian intern entitas
c)
menilai  risiko  yang  tersisa  (residual  risk)
d)
menetukan nilai resiko deteksi (detection risk)
20.
Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko bawaan atas akun-akun, kecuali
a)
Kondisi entitas (jumlah satker, sebaran satker secara geografis, dll)
b)
Sifat bisnis/industri entitas
c)
Hasil pemeriksaan sebelumnya
d)
Tingkat kerentanan terhadap pencurian/ penyalahgunaan aset
21.
Semakin rentan suatu akun terhadap risiko pencurian/penyalahgunaan aset, maka
a)
tidak berpengaruh pada risiko bawaannya
b)
semakin rendah risiko bawaannya
c)
semakin tinggi risiko bawaannya
d)
semakin mengurangi risiko bawaannya
22.
Berikut adalah tujuan penilaian risiko kecurangan, kecuali
a)
mengidentifikasi kecurangan bawaan pada entitas
b)
menilai kemungkinan dampak yang muncul yang ditimbulkan oleh ketidakpatuhan
c)
mengidentifikasi dan menilai pengendalian intern entitas
d)
menilai risiko yang tersisa (residual risk) untuk mempertimbangkan prosedur pemeriksaan yang perlu dilakukan
23.
Faktor‐faktor yang dipertimbangkan dalam menilai risiko ketidakpatuhan, kecuali
a)
kebaruan dan kompleksitas peraturan yang harus dipatuhi
b)
tingkat pengawasan oleh pemerintah
c)
kemampuan entitas untuk menaati ketentuan peraturan perundangundangan
d)
desain sistem yang tidak sesuai atau fungsi sistem yang tidak efektif
24.
Berikut merupakan metode Classical Variable Sampling, kecuali...
a)
Unstratified Mean Per Unit (MPU)
b)
Stratified MPU
c)
Sequential (Stop or Go)
d)
Difference Estimation
25.
Dalam metode Unstratified MPU, variabel-variabel yang memengaruhi ukuran sampel adalah....
a)
TE
b)
standar deviasi populasi
c)
risiko bawaan
d)
risiko pemeriksaan
26.
Secara kualitatif yang bukan tingkatan risiko pemeriksaan yaitu
a)
Rendah
b)
Sedang
c)
Tinggi
d)
Sangat Tinggi
27.
Metode yang merupakan pengembangan dari Metode Unstratified MPU adalah
a)
Difference Estimation
b)
Ratio Estimation
c)
Monetary Unit Sampling
d)
Stratified MPU
28.
Tujuan dari pembagian strata dalam metode Stratified MPU adalah untuk
a)
menambah keragaman (variability) item sample
b)
menambah keragaman (variability) item populasi
c)
mengurangi keragaman (variability) item sample
d)
mengurangi keragaman (variability) item populasi
29.
Berikut merupakan proses identifikasi risiko dalam RBA, kecuali
a)
Entity Level
b)
Structure Level
c)
Process Level
d)
Account Level
30.
Tujuan RBA adalah:
a)
memberikan pendekatan audit sistematis dan unggul yang terfokus pada pengurangan risiko
b)
dapat membantu entitas terperiksa dalam peningkatan proses manajemen, pengelolaan dan pengendalian risiko dalam rangka mencapai tujuan organisasi
c)
memberikan keyakinan, pemahaman, dan pendalaman mengenai risiko kepada pemeriksa maupun kepada entitas terperiksa
d)
Membantu pemeriksa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik atas kegiatan operasi entitas yang diperiksa
31.
Risiko Deteksi diperoleh dengan menggunakan audit risk model, dimana input untuk mendapatkan risiko deteksi adalah...., kecuali
a)
risiko pemeriksaan
b)
risiko bawaan
c)
risiko pengendalian
d)
risiko deteksi
32.
Jika Risiko Bawaan ditetapkan rendah, dan risiko pengendalian rendah, maka lingkup pengujian yang harus dilakukan adalah
a)
terbatas
b)
moderate
c)
mendalam
d)
multiple
33.
Jika resiko deteksi semakin tinggi, maka tingkat materialitas ditetapkan semakin....
a)
tinggi
b)
moderate
c)
rendah
d)
terbatas
34.
Tahapan dalam melakukan uji petik pemeriksaan, baik dalam pengujian pengendalian dan pengujian substantif dibagi menjadi tiga tahap, yaitu
a)
perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan
b)
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
c)
perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi
d)
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian
35.
Uji petik dalam pengujian substantif bertujuan untuk, kecuali
a)
memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup untuk memperoleh keyakinan yang memadai
b)
memperoleh bukti pemeriksaan yang seminimal mungkin untuk memperoleh keyakinan yang memadai
c)
memperoleh bukti pemeriksaan yang kompeten untuk memperoleh keyakinan yang memadai
d)
menilai apakah saldo akun yang diperiksa wajar secara material
36.
Dibawah ini merupakan langkah ujipetik pada tahap pelaksanaan yaitu
a)
penentuan ukuran sampel, pemilihan sampel dan evaluasi hasil sampel
b)
penentuan metode uji petik, pemilihan sampel dan evaluasi hasil sampel
c)
penentuan ukuran sampel, pemilihan sampel dan pengujian sampel
d)
penentuan metode uji petik, pemilihan sampel dan pengujian sampel
37.
Pengembangan strategi pemeriksaan ditentukan/diformulasikan berdasarkan …..
a)
Inherent risk tiap akun
b)
Risiko pengendalian akun terkait
c)
Audit risk
d)
Detection risk tiap akun
38.
Apabila risiko deteksi suatu akun ditetapkan sebesar 7%, maka strategi pemeriksaan yang harus diambil adalah dengan melakukan pengujian secara ….
a)
Mendalam
b)
Terbatas
c)
Moderate
d)
Acak
39.
Strategi pemeriksaan pada tingkat resiko deteksi rendah salah satunya adalah
a)
Pengujian substantif mendalam
b)
Pengujian substantif tidak terlalu mendalam
c)
Pengujian substantif terbatas
d)
Pengujian subtantif tidak dilakukan
40.
Lingkup strategi pemeriksaan pada tingkat risiko deteksi yang tinggi adalah
a)
Pengujian yang lebih terbatas atas akun atau transaksi
b)
Pengujian yang lebih luas atas akun atau transaksi
c)
Pengujian yang lebih luas atas akun
d)
Pengujian yang lebih luas atas transaksi
41.
Berikut strategi pemeriksaan untuk risiko deteksi rendah, kecuali
a)
Menjadi fokus pemeriksaan
b)
Tidak atau sedikit mengandalkan pengendalian
c)
Prioritas Utama untuk alokasi sumber daya (jumlah dan kualitas)
d)
Sampel menengah
42.
Yang merupakan strategi pemeriksaan untuk risiko deteksi medium adalah
a)
Pengujian substantif mendalam
b)
Sampel menengah
c)
Prosedur analitis dan uji akurasi tetap harus dilakukan
d)
Prioritas utama untuk alokasi sumber daya (jumlah dan kualitas)
43.
Yang merupakan strategi pemeriksaan untuk risiko deteksi tinggi, kecuali
a)
Tidak menjadi fokus pemeriksaan
b)
Dapat mengandalkan pengendalian
c)
Sampel menengah
d)
Prioritas ketiga atau tidak diuji
44.
Strategi pemeriksaan untuk menentukan sifat, saat dan seberapa jauh prosedur pengujian subtantif didasarkan pada?
a)
Risiko Deteksi
b)
Risiko Audit
c)
Risiko Pengendalian
d)
Risiko Bawaan
45.
Hal yang menyebabkan dilakukannya strategi pemeriksaan dengan pengujian pemeriksaan atas seluruh asersi signifikan adalah
a)
Risiko Deteksi Rendah
b)
Risiko Audit Rendah
c)
Risiko Pengendalian Rendah
d)
Risiko Bawaan Tinggi
46.
Risiko gagalnya entitas dalam mencapai tujuannya, merupakan penjelasaan dari resiko apakah?
a)
inherent risk
b)
business risk
c)
detection risk
d)
audit risk
47.
Sumber informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi risiko bawaan antara lain sebagai berikut, kecuali?
a)
pemahaman tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan
b)
analisis penyalahgunaan aset
c)
analisis pemantauan tindak lanjut
d)
prosedur analitis awal
48.
Faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kriteria risiko antara lain sebagai berikut, Kecuali:
a)
Jenis dan sifat dari dampak yang mungkin terjadi serta bagaimana mengukurnya
b)
Bagaimana menetapkan kemungkinan terjadinya
c)
Kerangka waktu pengukuran kemungkinan dan dampak
d)
Kriteria keberhasilan penerapan proses manajemen risiko
49.
Terdapat dua pendekatan dalam menentukan selera risiko, yaitu
a)
Tingkat menerima risiko dan Tingkat kriteria keberhasilan
b)
Tingkat menerima risiko dan Tingkat dimana risiko memerlukan perlakuan
c)
Tingkat menerima risiko dan Tingkat atas dampak yang mungkin terjadi
d)
Tingkat menerima risiko dan Tingkat toleransi terhadap penyimpangan tujuan yang telah ditetapkan
50.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pemeriksa laporan keuangan dalam menentukan materialitas adalah:
a)
Tingkat kepentingan para pihak terkait terhadap objek pemeriksaan dan tingkat risiko pengendalian terkait objek pemeriksaan
b)
Tingkat kepentingan para pihak terkait terhadap objek pemeriksaan dan batasan materialitas untuk penugasan pemeriksaan
c)
Batasan materialitas tingkat agregat dan selera risiko manajemen entitas yang diperiksa
d)
Selera risiko manajemen entitas yang diperiksa dan mtingkat kepentingan para pihak terkait objek yang diperiksa
51.
Penetapan nilai materialitas laporan keuangan dilakukan pada tahap pemeriksaan:
a)
Tahap akhir pelaksanaan pemeriksaan
b)
Tahap perencanaan pemeriksaan
c)
Tahap awal pelaksanaan pemeriksaan
d)
Semua jawaban benar
52.
Tingkat AR bisa ditentukan dengan suatu kebijakan dengan mempertimbangkan sifat pemeriksaan BPK dan best practices internasional yaitu sebesar ?
a)
0.05
b)
0.03
c)
0.01
d)
0.02
53.
Tingkat AR dapat disesuaikan menjadi di bawah 5% dengan mempertimbangkan hasil ?
a)
Kebijakan Akuntansi
b)
BRM dan FRAM, serta opini hasil pemeriksaan tahun sebelumnya
c)
Materialitas
d)
Struktur Organisasi
54.
Hal yang merupakan besarnya kesalahan yang mempengaruhi pertimbangan pengguna Laporan Keuangan
a)
Nilai Materialitas Awal
b)
Tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi
c)
Nilai akun
d)
Nilai Total Akun yang diperiksa
55.
Dalam pengalokasian PM menjadi TM nilai seluruh akun pada laporan keuangan yang akan diperiksa, Kecuali
a)
Kas
b)
ekuitas dana
c)
Aset Lainnya
d)
Penyertaan Modal
56.
Langkah-langkah pengalokasian PM menjadi TM adalah, Kecuali
a)
Tentukan nilai PM
b)
Hitung total nilai seluruh akun
c)
Tentukan Nilai Manajemen Resiko
d)
Alokasi nilai PM pada akun-akun utama
57.
Pengujian substantif dengan menggunakan metode Monetary Unit Sampling (MUS) tepat digunakan untuk mendeteksi
a)
Understatement
b)
Overstatement
c)
Fraud
d)
Semuanya benar
58.
Dalam metode Monetary Unit Sampling (MUS) variabel-variabel yang menentukan ukuran sampel adalah
a)
Nilai buku saldo akun
b)
Risiko pemeriksaan
c)
Risiko pengendalian dan risiko bawaaan
d)
Semuanya benar
59.
Tujuan dari Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu adalah
a)
Memberikan Simpulan dan rekomendasi
b)
Memberikan opini
c)
Memberikan simpulan sesuai dengan tujuan pemeriksaan yang ditetapkan
d)
Semuanya benar
60.
Pemeriksaan kepatuhan memerankan pola dalam meyakini prinsip transparansi, akuntabilitas dan tata kelola yang baik dengan
a)
melaporkan penyimpangan dan pelanggaran terhadap peraturan
b)
Menyediakan laporan yang dapat diandalkan apakah dana publik telah digunakan sesuai peraturan
c)
Mengindentifikasi kelemahan dan penyimpangan terhadap peraturan dan menilai etika/ kepatuhan para pejabat/ pegawai sektor publik
d)
Semuanya benar
61.
Langkah-langkah dalam menentukan ukuran sampel KECUALI
a)
Menentukan tingkat reliabilitas/ tingkat keyakinan
b)
Menentukan tingkat ekspektasi kesalahan (Expected Error Rate/ EER)
c)
Melakukan pengujian sampe
d)
Menetapkan tingkat toleransi (tolerable rate)
e)
Menentukan ukuran sampel
62.
Jika hasil penilaian awal risiko pengendalian (RP) adalah Tinggi, berapa persen toleransi kesalahan
a)
0 – 7%
b)
6 - 20%
c)
diatas 20%
d)
Tidak dilakukan pengujian Pengendalian
63.
Kriteria yang menyatakan semakin banyak estimasi dan pertimbangan yang diperlukan agar dapat mencatat akun yang bersangkutan dengan tepat, semakin tinggi risiko bawaannya. Yang mempengaruhi risiko bawaan atas akun-akun merupakan faktor?
a)
Pertimbangan yang diperlukan untuk mencatat saldo akun dengan tepat
b)
Integritas personel kunci
c)
Hubungan dengan pihak-pihak istimewa
d)
Tingkat kerentanan terhadap pencurian/penyalahgunaan aset
64.
Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko bawaan atas akun-akun meliputi, kecuali
a)
Frekuensi penugasan pemeriksaan pada entitas bersangkutan
b)
Sifat bisnis/ industri entitas
c)
Hasil pemeriksaan sebelumnya
d)
Struktur organisasi entitas
65.
Identifikasi dan analisis risiko dilakukan dengan mempertimbangkan aspek risiko kelemahan SPI dan risiko ketidakpatuhan atas proses bisnis entitas, yang berpotensi menimbulkan kecurangan, kerugian negara atau kegagalan mencapai tujuan yang ditetapkan. Merupakan pendekatan RBA untuk pemeriksaan?
a)
Laporan Keuangan
b)
Kinerja
c)
Interim Laporan Keuangan
d)
Dengan Tujuan Tertentu
66.
Teknik Uji petik (sampling) dalam Pengujian Substantif yang paling tepat digunakan apabila terdapat asumsi salah saji yang ditemukan tidak banyak adalah
a)
Monetary Unit Sampling (MUS)
b)
Unstratified Mean Per Unit (MPU)
c)
Stratified MPU
d)
Difference Estimation
e)
Ratio Estimation
67.
Dua asumsi yang harus dipenuhi (Rules of Thumbs) jika menggunakan model Monetary Unit Sampling (MUS) adalah
a)
Tingkat salah saji populasi adalah kecil (kurang dari10%), jumlah populasi cukup besar (lebih dari 2000), dan nilai salah saji pada setiap deviasi yang ditemukan tidak lebih dari nilai buku
b)
Tingkat salah saji populasi adalah besar (lebih dari10%), jumlah populasi cukup besar (lebih dari 2000), dan nilai salah saji pada setiap deviasi yang ditemukan tidak lebih dari nilai buku
c)
Tingkat salah saji populasi adalah kecil (kurang dari10%), jumlah populasi cukup besar (lebih dari 2000), dan nilai salah saji pada setiap deviasi yang ditemukan lebih dari nilai buku
d)
Tingkat salah saji populasi adalah besar (lebih dari10%), jumlah populasi cukup besar (lebih dari 2000), dan nilai salah saji pada setiap deviasi yang ditemukan \lebih dari nilai buku
68.
Faktor kualitatif yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan tingkat materialitas pada tingkat laporan adalah, KECUALI:
a)
efektivitas pengendalian internal
b)
aspek-aspek atau akun yang menyebabkan salah saji pada Laporan Keuangan tahun sebelumnya
c)
aspek politis praktis
d)
kepatuhan terhadap peraturan yang mengatur entitas yang diperiksa
69.
Faktor kualitatif yang harus dipertimbangkan oleh pemeriksa dalam menentukan tingkat materialitas pada tingkat akun adalah:
a)
efektivitas pengendalian internal
b)
aspek politis praktis
c)
kepatuhan terhadap peraturan yang mengatur entitas yang diperiksa
d)
signifikansi pengaruh salah saji akun tersebut terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan
70.
Berikut ini adalah hubungan yang BENAR antara MATERIALITAS dan BUKTI AUDIT yang harus diperoleh, KECUALI:
a)
Jika materialitas rendah maka bukti audit yang harus diperoleh harus banyak
b)
Jika materialitas sedang maka bukti audit yang harus diperoleh juga sedang
c)
Jika materialitas tinggi maka bukti audit yang harus diperoleh sedikit
d)
Jika materialitas tinggi maka bukti audit yang harus diperoleh juga banyak
71.
Pelaksanaan RBA pada pemeriksaan keuangan diterapkan pada 3 tahap, yaitu perencanaan, interim dan terinci. Yang termasuk dalam tahap pelaksanaan pemeriksaan adalah:
a)
menyusun  strategi  pemeriksaan  yang  mengarah  pada  risiko‐risiko  yang  telah  diidentifikasi
b)
melakukan  uji  pengendalian  dan  substantive  terbatas
c)
menyusun  materialitas
d)
reviu  atas  hal‐hal  yang  disajikan  dan diungkapkan dalam laporan keuangan
72.
Dengan keterbatasan sumber daya yang ada, fokus pemeriksaan tetap diarahkan pada area-area yang berisiko tinggi, dengan tujuan:
a)

A. agar hasil audit BPK (opini) bebas dari risiko kesalahan audit

b)

B. dapat  memenuhi harapan masyarakat berupa hasil audit yg berkualitas baik

c)

C. agar pemeriksaan dapat dilaksanakan tepat waktu

d)

A dan B benar

73.
Bila sistem pengendalian yang didesain dan dioperasikan oleh entitas berjalan dengan efektif maka pemeriksa dapat mengandalkan pada sistem pengendalian entitas tersebut. Pada Tahapan ini pemeriksa menerapkan prosedur:
a)
Uji pengendalian
b)
Uji Substantif
c)
Uji Statistik
d)
Observasi
74.
Bila sistem pengendalian entitas tidak berjalan efektif maka pemeriksa tidak menerapkan uji pengendalian, akan tetapi dilanjutkan dengan pengujian substantif mendalam guna:
a)
Memperoleh keyakinan yang cukup atas bukti pemeriksaan
b)
Memperoleh keyakinan yang cukup atas objek yang diperiksanya
c)
memperoleh keyakinan yang absolut atas objek yang diperiksanya
d)
memperoleh keyakinan yang cukup atas temuan yang dihasilkan
75.
Tahapan Analisis Efektifitas Sistem Pengendalian yang dirancang oleh entitas yaitu
a)
Pemahaman entitas pemeriksaan, pemahaman dan evaluasi atas kecukupan sistem pengendalian yang terdapat di entitas
b)
Pemahaman entitas pemeriksaan, identifikasi risiko, pemahaman dan evaluasi atas kecukupan sistem pengendalian yang terdapat di entitas
c)
Identifikasi risiko, pemahaman dan evaluasi atas kecukupan sistem pengendalian yang terdapat di entitas
d)
Pemahaman entitas pemeriksaan, identifikasi risiko, evaluasi atas kecukupan sistem pengendalian yang terdapat di entitas
76.
Pemeriksaan atas aspek ekonomi meliputi faktor‐faktor, apakah
a)
jasa pelayanan oleh pemerintah telah diberikan dengan kualitas terbaik, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan diberikan tepat waktu
b)
barang atau jasa untuk kepentingan program, aktivitas, fungsi, dan kegiatan telah diperoleh dengan harga lebih murah dibandingkan dengan barang atau jasa yang sama
c)
program, aktivitas, fungsi, kegiatan telah dikelola, diatur, diorganisasikan, dan dilaksanakan secara efisien
d)
output yang dihasilkan telah dimanfaatkan sebagaimana diharapkan
77.
beberapa contoh risiko entitas dari sisi ekonomi, efisiensi, dan efektivitas adalah sebagai berikut, kecuali
a)
Pengeluaran di bawah atau di atas anggaran yang cukup signifikan
b)
Manajemen bereaksi atas kelemahan yang ditemukan
c)
Tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
d)
Tingginya mutasi pegawai
78.
Suatu entitas dikatakan efesien apabila
a)
mampu meminimalkan biaya perolehan input yang akan digunakan dalam proses, dengan tetap menjaga kualitas sejalan dengan prinsip dan praktik administrasi yang sehat dan kebijakan manajemen
b)
output yang dihasilkan telah memenuhi tujuan yang telah ditetapkan
c)
mampu menghasilkan output maksimal dengan jumlah input tertentu atau mampu menghasilkan output tertentu dengan memanfaatkan input minimal.
d)
hubungan antara output yang dihasilkan dengan tujuan yang dicapai (outcome).
79.
Suatu organisasi dikatakan memiliki kinerja yang optimal, jika...
a)
tujuan organisasi tercapai.
b)
organisasi mampu menghasilkan sesuatu yang menguntungkan bagi para pemangku kepentingan
c)
organisasi mempunyai manajemen risiko yang baik
d)
semua benar
80.
Faktor faktor yang mempengaruhi risiko bawaan atas akun-akun meliputi hal berikut ini, kecuali …
a)
Hubungan dengan pihak-pihak eksternal
b)
Integritas personel kunci
c)
Tingkat salah saji dikarenakan adanya kecurangan terhadap laporan keuangan
d)
Sifat bisnis/ industri entitas
81.
Risiko bawaan akun-akun pada satu entitas berbeda dengan entitas lainnya tergantung dari …
a)
Hasil pemeriksaan Laporan Keuangan sebelumnya
b)
Karakteristik entitas masing-masing
c)
Karakteristik pimpinan entitas
d)
Karakteristik pimpinan masing-masing satuan kerja
82.
Transaksi yang memiliki risiko bawaannya lebih rendah bagi suatu entitas adalah jenis ...
a)
Transaksi non rutin
b)
Transaksi kompleksitas tinggi
c)
Transaksi core business entitas
d)
Transaksi dengan kalkulasi rumit
83.
Pemeriksaan dengan RBA relatif lebih unggul dibandingkan pemeriksaan dengan pendekatan lama (tradisional). Berikut ini termasuk keunggulan RBA, kecuali:
a)
Dari segi Audit Universe, RBA lebih mengutamakan area finansial dan kepatuhan kepada kebijakan dan prosedur internal
b)
Dari segi Tujuan Pemeriksaan, RBA lebih kepada memberikan kepastian (assurance) bahwa risiko yang diidentifikasi telah dikurangi ke tingkat yang dapat diterima
c)
Dari segi Rencana Pemeriksaan Tahunan, Siklus pemeriksaan berkala dengan waktu yang terencana dan Pemeriksaan lebih diprioritaskan pada area yang berisiko tinggi
d)
Dari segi Tugas Lapangan, RBA lebih kepada memastikan bahwa entitas telah mengidentifikasi, mengendalikan dan memantau semua risiko yang ada.
84.
Berikut ini adalah tiga tahapan dalam penerapan RBA dalam pemeriksaaan keuangan, kecuali:
a)
Perencanaan pemeriksaan
b)
Pemeriksaan Interim
c)
Pelaksanaan Pemeriksaan
d)
Pemeriksaan akhir tahun
85.
Beberapa langkah pemeriksaan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan pemeriksaan (planning audit) dalam penerapan RBA, kecuali:
a)
Pemahaman entitas
b)
Identifikasi dan analisis risiko
c)
Menyusun strategi pemeriksaan
d)
Pemahaman Sistem Pengendalian Internal
86.
Keyakinan yang diberikan pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan adalah:
a)
keyakinan yang memadai/reasonable assurance
b)
keyakinan yang mutlak/absolute assurance
c)
keyakinan menengah/moderate assurance
d)
keyakinan yang cukup/adequate assurance
87.
Yang dimaksud dengan Risiko Pemeriksaan (Audit Risk) adalah:
a)
Risiko terjadinya salah saji (misstatement) yang material terhadap suatu asersi dalam laporan keuangan, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian memadai yang berhubungan langsung untuk mencegah terjadinya risiko tersebut
b)
Risiko bahwa prosedur pemeriksaan yang dilakukan pemeriksa tidak dapat mendeteksi adanya salah saji yang material dalam suatu asersi.
c)
Risiko dimana pemeriksa tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya atas laporan keuangan yang mengandung salah saji material
d)
Risiko bahwa SPI tidak dapat mencegah atau mendeteksi dan mengoreksi adanya salah saji material dalam laporan keuangan
88.
Secara umum pengertian Risk Based Audit (RBA) adalah:
a)
Suatu pendekatan audit yang memberikan fokus pemeriksaan pada area/akun laporan keuangan yang memiliki risiko tinggi atas terjadinya salah saji
b)
Risiko dimana pemeriksa tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya atas laporan keuangan yang mengandung salah saji material
c)
Suatu pendekatan audit yang menekankan pada prosedur alternatif yang dikembangkan oleh pemeriksa untuk mendeteksi kecurangan/ fraud
d)
Risiko dimana pemeriksa tidak dapat mendeteksi adanya kecurangan dalam pelaporan keuangan
89.
Manfaat RBA bagi pemeriksa antara lain, kecuali:
a)
Pemeriksa dapat mengurangi (memitigasi) risiko dalam pelaksanaan audit
b)
Pemeriksa dapat menyusun dan melaksanakan prosedur audit lebih efektif dan efisien
c)
Membantu pemeriksa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik atas kegiatan operasi entitas yang diperiksa
d)
Membantu pemeriksa untuk menetapkan tingkat materialitas awal (PM)
90.
Risiko salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi dimana SPI entitas tidak dapat mencegah atau mendeteksi secara tepat waktu (timely basis)
a)
Fraud Risk
b)
Control Risk
c)
Inherent Risk
d)
Business Risk
91.
Kecurangan atau penipuan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan secara material maupun non-material merupakan pengertian dari
a)
Fraud Risk
b)
Fraudulent Financial Reporting
c)
Corruption
d)
Fraud
92.
Yang merupakan jenis fraud dalam pemeriksaan laporan keuangan
a)
Penyalahgunaan aset
b)
Fraudulent financial reporting
c)
a dan b benar
d)
a dan b salah
93.
Yang bukan merupakan komponen dalam audit risk model
a)
Audit Risk
b)
Inherent Risk
c)
Business Risk
d)
Detection Risk
94.
Detection Risk adalah
a)
Risiko yang timbul karena pemeriksa, tanpa disadari, tidak memodifikasi opininya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
b)
Risiko salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi dimana SPI entitas tidak dapat mencegah atau mendeteksi secara tepat waktu (timely basis)
c)
Risiko bahwa prosedur pemeriksaan yang dilakukan pemeriksa tidak dapat mendeteksi adanya salah saji yang material dalam suatu asersi.
d)
Risiko terjadinya salah saji (misstatement) yang material terhadap suatu asersi dalam laporan keuangan, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian memadai yang berhubungan langsung untuk mencegah terjadinya risiko tersebut.
95.
Salah satu Metode di dalam Classical Variable Sampling yang juga disebut dengan model Simple Extension adalah:
a)
Monetary Unit Sampling
b)
Stratified MPU
c)
Unstratified MPU
d)
Difference Estimation
96.
Metode di dalam Classical Variable Sampling yang merupakan pengembangan dari Metode Unstratified MPU yaitu:
a)
Monetary Unit Sampling
b)
Stratified MPU
c)
Unstratified MPU
d)
Difference Estimation